Journal Indonesia Emerging Literacy Education
Not a member yet
196 research outputs found
Sort by
Profil Implementasi Model Pembelajaran webbed dalam Mata Pelajaran IPA Terpadu di Indonesia (2013-2021)
Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pembelajaran IPA Terpadu model webbed di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan data sekunder. Sampel pada penelitian ini adalah artikel ilmiah yang telah di publikasikan di jurnal mahasiswa dan nasional sebanyak 33 artikel. Berdasarkan analisis 33 artikel tentang pembelajaran IPA Terpadu model webbed di Indonesia, dapat diketahui bahwa pembelajaran IPA Terpadu model webbed di Indonesia berdampak positif terhadap hasil belajar peserta didik, yang meliputi tercapainya ketuntasan hasil belajar peserta didik (aspek kognitif, psikomotor, dan afektif), peserta didik lebih mudah memahami materi IPA Terpadu, meningkatkan, peserta didik aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran, meningkatkan penguasaan konsep peserta didik
Profil Implementasi Model Shared pada Pembelajaran IPA Terpadu di Indonesia: Kajian Literatur (2012-2021)
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permasalahan dalam mengetahui, mendeskripsikan, menganalisis, sekaligus membandingkan implementasi pembelajaran IPA Terpadu model shared dari model lainnya di Indonesia. Dalam penelitian ini digunakan strategi penelitian kualitatif, dimana data yang dikumpulkan adalah karya ilmiah yang relevan dan artikel yang mendukung penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan. Subjek dalam penelitian ini yaitu sumber data, dimana data diperoleh dari karya ilmiah terdahulu yang berkaitan dengan pembahasan yang dianalisis kembali guna memecahkan masalah yang diteliti. Kelebihan model shared dari model lainnya adalah materi menjadi lebih kontekstual serta fokus terhadap keterpaduan setiap bidang IPA dalam aspek konsep, sikap, dan keterampilan. Selain itu, lebih mudah menciptakan kolaborasi dalam perancangan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Berdasarkan analisis 20 artikel pembelajaran IPA Terpadu model shared di Indonesia dan sepuluh artikel pembelajaran IPA Terpadu model selain shared di Indonesia, dapat diketahui bahwa pembelajaran IPA Terpadu model shared di Indonesia berdampak positif terhadap hasil belajar peserta didik, yang meliputi tercapainya ketuntasan hasil belajar peserta didik, lebih mudah memahami materi IPA Terpadu, meningkatkan keterampilan proses sains, aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran, meningkatkan penguasaan konsep, meningkatkan kemampuan literasi sains, dan merubah konsistensi konsepsi peserta didik dari tidak paham menjadi paham
Trik Konselor Sebaya dalam Upaya Mencegah Perilaku Seks Pranikah di Kalangan Remaja
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan trik konselor sebaya dalam upaya mencegah perilaku seks pranikah di kalangan remaja, penelitian ini dengan pendekatan kualitatif deskriptif memilih lokasi penelitian dan konselor sebaya yang berada di empat PIK-R (PIK-R Widiagama, PIK-R Palapa, PIK-R Mahakam Borneo dan PIK-R Pelita Hati di Kota Samarinda) wawancara digunakan untuk mengumpulkan data dengan model wawancara terstruktur kemudian di analisis dengan model miles and Huberman. Hasil penelitian pada upaya yang dilakukan beberapa trik konselor Sebaya bersama PIK-R dalam upaya mencegah perilaku seks pranikah yaitu diantaranya; 1) Trik dengan Penyuluhan oleh konselor sebaya ke lingkungan remaja dan ke sekolah-sekolah, 2) Trik dengan Penguatan PIK-R (pemberian pemahaman dan pembinaan) pemahaman kepada anggota PIK-R melalui sharing materi dan diskusi serta pembinaan kepada PIK-R yang baru dibentuk, 3) Trik dengan Sosialisasi Kepada Remaja 4). Trik dengan sosialisasi kepada orang tua 5). Trik Memanfaatkan Media Sosial dalam kampanye dan dokumentasi, dan 6). Trik Penyuluhan dan Sosialisasi. Terjun langsung ke lingkungan remaja dengan media GenRe KIT dan melakukan sosialisasi kepada orang tua remaja dan bekerjasama dengan BKR (Bina Keluarga Remaja)
Literasi Digital Peserta Didik Sekolah Dasar: Sebuah Studi Kepustakaan
Tujuan penelitian ini mendeskripsikan literasi digital peserta didik sekolah dasar pada masa pandemi Covid-19, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian kepustakaan atau literatur research dengan langkah-langkah dalam penelitian ini dimulai dengan 1. Membuat kata kunci “literasi digital peserta didik”, “literasi digital masa Covid-19” dan “Dampak Covid-19”, 2. pencarian artikle melalui Google Cendekia/ google scholar, 3. Data yang terkumpul di bagi pada bagian penting. Analisis artikel dan disajikan datanya dan kemudian di analisa kualitatif deskriptif dengan miles dan hubermen penekanannya pada penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa konsep literasi digital menurut Bawden yang tersusun atas empat komponen yaitu kemampuan dasar literasi peserta didik dalam baca tulis, latar belakang pengetahuan informasi (tingkat intelektualitas), keterampilan di bidang TIK, serta sikap dan perspektif informasi (attitudes and perspective). Penekanann peserta didik dalam literasi digital sebagai kemampuan memanfaatkan teknologi, memaknai dan memahami, serta menilai kredibilitas informasi yang ada pada konten digital walaupun dalam masa Covid-19 saat ini
Optimalisasi pembelajaran abad 21 pada SMP dan SMA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bagaimana memaksimalkan suatu pembelajaran pada abad ini. Ada beberapa konsep pembelajaran abad 21 yang harus dimiliki oleh dunia pendidikan sekarang ialah 21 stCentury Skills (keterampilan abad 21), Scientific Approach (pendekatan saintifik) dan Auntentik Assessment (penilaian autentik). Dari ketiga metode tersebut yang banyak digunakan dalam bidang pendidikan agar dapat bertahan dan menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang sepenuhnya difokuskan oleh peserta didik dan di dukung oleh guru dalam mengembangkannya ialah “keterampilan abad 21”. Keterampilan terdiri dari 1) Communication (Komunikasi); 2) Critical Thinking (Berpikir Kritis); 3) Collaboration (Kolaborasi); 4) Creativity (Kreatifitas) atau biasa disebut dengan 4C. tentunya degan hal ini dapat memberikan pengaruh yang hebat guna pemuda (generasi penerus) dalam menantang sebuah acuan kehidupan revolusi 4.0 (abad 21) dan tentunya peserta didik akan menjadi manusia pemikir, terampil serta sadar informasi, pengetahuan maupun teknologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa optimalnya pembelajaran abad 21 di tingkat SMP dan SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kuantitatif dan diatur dengan model survey. Populasi dan sampel didapatkan menggunakan teknik random sampling dengan menunjuk beberapa guru dan pelajar ditingkat SMP dan SMA untuk dijadikan responden. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sedikit responden yang menyatakan ketidak setujuannya dalam penerapan keterampilan 4C dan terdapat 32 dari 45 responden yang menyatakan persetujuannya dalam penerapan keterampilan 4C. Sehingga dalam menerapkan keterampilan tersebut dapat dikatakan maksimal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bagaimana memaksimalkan suatu pembelajaran pada abad ini. Ada beberapa konsep pembelajaran abad 21 yang harus dimiliki oleh dunia pendidikan sekarang ialah 21 stCentury Skills (keterampilan abad 21), Scientific Approach (pendekatan saintifik) dan Auntentik Assessment (penilaian autentik). Dari ketiga metode tersebut yang banyak digunakan dalam bidang pendidikan agar dapat bertahan dan menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang sepenuhnya difokuskan oleh peserta didik dan di dukung oleh guru dalam mengembangkannya ialah “keterampilan abad 21”. Keterampilan terdiri dari 1) Communication (Komunikasi); 2) Critical Thinking (Berpikir Kritis); 3) Collaboration (Kolaborasi); 4) Creativity (Kreatifitas) atau biasa disebut dengan 4C. tentunya degan hal ini dapat memberikan pengaruh yang hebat guna pemuda (generasi penerus) dalam menantang sebuah acuan kehidupan revolusi 4.0 (abad 21) dan tentunya peserta didik akan menjadi manusia pemikir, terampil serta sadar informasi, pengetahuan maupun teknologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa optimalnya pembelajaran abad 21 di tingkat SMP dan SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif melalui pendekatan kuantitatif dan diatur dengan model survey. Populasi dan sampel didapatkan menggunakan teknik random sampling dengan menunjuk beberapa guru dan pelajar ditingkat SMP dan SMA untuk dijadikan responden. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sedikit responden yang menyatakan ketidak setujuannya dalam penerapan keterampilan 4C dan terdapat 32 dari 45 responden yang menyatakan persetujuannya dalam penerapan keterampilan 4C. Sehingga dalam menerapkan keterampilan tersebut dapat dikatakan maksimal. 
Model Pembelajaran Pada Masa Covid-19 di Indonesia
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan model pembelajaran pada masa Covid-19 di Indonesia, karena masa Covid-19 ini pembelajaran menggunakan online dan pembelajaran jarak jauh yang menuntut penerapan model pembelajaran yang tepat dan dapat dilaksanakan dengan baik. Metode dengan kualitatif kajian literatur atau penelitian kepustakaan dengan analsis isi. Hasil penelitian menemukan adanya pembelajaran online atau daring pada masa pandemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap minat belajar peserta didik, peserta didik merasa bosan karena tidak bertemu dengan teman dan gurunya secara langsung. Pandemi COVID-19 yang telah mempengaruhi banyak hal termasuk kehidupan pendidikan, orang tua peserta didik, peserta didik dan proses pembelajaran, sehingga perlunya seorang guru yang memiliki tanggung jawab untuk benar-benar mendidik para peserta didik dimana para guru harus menemukan cara yang sesuai untuk mempromosikan proses pembelajaran dengan model pembelajaran yang ditemukan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Cooperative Learning, Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), model pembelajaran Project Based Learning (PjBL), Model pembelajaran flipped classroom (FC), Model pembelajaran Lietarasi Digital (LD)
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make a Match Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Aqidah Akhlak Materi Asmaul Husna Kelas 5 di MI Hidayatullah Martapura
Penelitian ini bertujuan bagaimana penerapan model kooperatif make a match untuk meningkatkan hasil belajar Akidah Akhlak materi Asmaul Husna siswa kelas V MIS Hidayatullah. Penelitian ini dirancang dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau yang disebut classroom action research, prosedur pelaksanaan tindakan kelas dalam penelitian ini diatur dalam skenario model penelitian tindakan kelas dengan rancangan distrukturkan dalam dua siklus, dimana Siklus I merupakan prerekuiset dari siklus berikutnya. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan (langkah), yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan dan Refleksi, dilaksanakan di Kelas 5A, berjumlah 16 orang. Jumlah laki-laki sebanyak 6 orang dan siswa perempuan berjumlah 10 orang. Adapun lokasi di MIS Hidayatullah Martapura Jl. Pangeran Hidayatullah No. 1A. Hasil penelitian Tindakan kelas yang sudah dilakukan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Make A Match Materi Mengenal Allah swt Melalui Asmaul Husna, dapat meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 5A MI Hidayatullah Martapura Semester 1 Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan tingkat ketuntasan pada siklus I sebanyak 62,5% dan siklus II sebanyak 81,25%. Adapun peningkatan ketuntasan dari siklus I dan Siklus II sebesar 18, 75 %. Peningkatan tersebut terjadi karena dalam metode make a match memiliki karakteristik seperti kerjasama, permainan, dan penghargaan (hadiah) sehingga siswa dapat bekerja sama dalam memecahkan masalah serta tercipta suasana belajar yang menyenangkan, asyik, dan aktif
Profil Implementasi Model Integrated pada Pembelajaran IPA di Indonesia (2012-2021)
oai:ojs3.www.journal.iel-education.org:article/1Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan, menganalisis, dan menyandingkan model pembelajaran IPA Terpadu Robin Forgarty yang difokuskan pada model integrated atau keterpaduan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode kajian literasi berdasarkan artikel dan buku yang relevan dengan model integrated di Indonesia dalam kurung waktu 2012-2021. Adapun dalam menganalisis data penelitian, penulis menggunakan metode berfikir induktif. Metode ini menyatukan berbagai informasi dari penelitian sebelumnya terkait model integrated pada pembelajaran IPA di Indonesia untuk digeneralisasikan menjadi suatu pemikiran baru yang dapat dipertanggung jawabkan keabsahannya. Berdasarkan hasil kajian dari 20 artikel dari penelitian terdahulu, dapat diketahui bahwa model integrated pada tahun 2012-2021 berisi pengembangan dan penerapan bahan ajar. Adapun jenis dan metode penelitian yang dilakukan bervariasi diantaranya penelitian dan pengembangan, kuasi eksperimen atau eksperimen semu serta penelitian literature riview. Pengembangan dan penerapan bahan ajar ipa terpadu model integrated terbukti secara umum efektif diterapkan dalam pembelajaran, serta dapat meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, prestasi belajar, dan membentuk karakter peserta didik. Oleh karenanya, pembelajaran IPA terpadu model integrated dapat dijadikan solusi alternatif guru dalam proses pembelajaran IPA di Indonesia
Penerapan Model Cooperative Learning Tehnik Example non Example dalam Meningkatan Hasil Belajar PAI Kelas 4 di SDN 002 Balikpapan Timur
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi apakah pendekatan cooperatif Learning dapat meningkatkan pemahaman terhadap materi Beriman kepada Rasu Alloh bagi siswa kelas 4 di SD Negeri 002 Balikpapan Timur dan untuk mengetahui langkah langkah yang tepat dalam mengaplikasikan pendekatan kooperatif learning menggunakan Tehnik example non example pada siswa kelas 4 dalam materi beriman kepada rasul Alloh. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research), termasuk penelitian deskriptif, penelitian ini mengacu pada perbaikan pembelajaran yang berkesinambungan. Tempat penelitian di SD Negeri 002 Balikpapan Timur pada Tahun Ajaran 2021/2022. Hasil belajar PAI siswa kelas IV SDN 002 Balikpapan Timur dapat ditingkatkan melalui pembelajaran kooperatif tehnik examples non examples, sebelum diterapkannya pembelajaran kooperatif tipe examples non examples, rata-rata hasil belajar siswa secara klasikal hanya memperoleh nilai rata-rata 72 Setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif tipe examples non examples, maka diketahui hasil belajar siswa siklus I pada rata-rata nilai 80 dan mengalami peningkatan Tingkat ketuntasan belajar dari kondisi awal 33% ketuntasan menjadi 66 % tingakat ketuntasan di silkus 1. Kemudian setelah refleksi dan dilakukan perbaikan terhadap kelemahan pembelajaran. Diketahui pada siklus kedua rata-rata nilai hasil belajar siswa tercapai pada nilai rata-rata 84,16 dengan kategori baik. Artinya secara klasikal siswa telah mencapai KKM yang ditetapkan, sehingga hal ini mengindikasikan keberhasilan penelitian, karena indikator keberhasilan yang ditetapkan telah melebihi 75%
Penggunaan Website dan Internet dalam Pembelajaran
Penelitian ini bertujuan untuk membangun pemahaman serta menyelesaikan latihan pembelajaran terhadap pendidik dan untuk mendapatkan data tentang pemanfaatan website dan internet sebagai pengembangan pembelajaran di sekolah. Sasaran mendasar dari penelitian tersebut adalah untuk memutuskan pemanfaatan model pembelajaran yang menggunakan model berbasis website dan internet. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi literatur atau penelitian perpustakaan, membaca dan memeriksa beberapa artikel nasional untuk menjawab tujuan penelitian tersebut. Hasil penelitian menemukan pengertian, pemanfaatan, kekurangan website dan internet dalam pembelajaran. Hal ini sangat mempengaruhi pengajar dalam menyampaikan materi ajar terhadap pendidik yang telah diputuskan, serta dapat diterima sesuai dengan sarana dalam model pembelajaran. Sehingga dapat memberikan waktu kepada pendidik untuk berpikir dalam sistem pembelajaran. Demikian pula dengan latihan pembelajaran, pendidik memiliki pilihan untuk mengikuti sistem pembelajaran dengan baik dan penuh semangat menggunakan website dan internet sebagai bahan untuk mengungkap data. Hal ini terlihat dari korelasi jika mereka tidak menggunakan website dan internet dalam menggali data, maka mereka pada umumnya akan mengalami keterlambatan dalam memahami pembelajaran