Jurnal Jaringan Telekomunikasi (JJT)
Not a member yet
285 research outputs found
Sort by
Analisa Perubahan Luas dan Kerapatan Mangrove Melalui Pengolahan Citra Satelit Landsat 8
Mangrove forests have high ecological, economic and social values ??which function to maintain shoreline stability, protect beaches and riverbanks, filter and remediate waste, and to withstand floods and waves. The facts show that mangrove damage is everywhere, even the intensity of damage and its area tends to increase significantly. Many roles of mangroves require proper management to maintain the existence of mangroves. One way to determine the area of ??mangroves is by processing Landsat 8 satellite imagery. The stages of mangrove identification are carried out by using 564 RGB band merger, then separating the mangrove and non-mangrove objects. Next step is to analyze the density of mangroves using NDVI formula. To maximize monitoring of mangrove area, an android application was created that provides information on the area and density of mangroves at several locations, namely Clungup, Bangsong Teluk Asmara and Cengkrong from 2015 to 2018.The results showed that Landsat 8 satellite imagery can be used to identify changes in the area of ??mangrove forests with good accuracy, namely in the Clungup area of ??90% and Cengkrong of 86.67%. From processing results, the mangrove area in the Clungup area has also decreased from 2015 to 2017 but has increased in 2018 so that the application provides recommendations for embroidering mangroves in 2016 to 2017 and mangrove recommendations are maintained in 2018. As for Bangsong Teluk area Asmara and Cengkrong have increased the area of ??mangroves every year so that the application provides recommendations to be maintained from 2016 to 2018.Hutan mangrove memiliki nilai ekologis, ekonomis dan sosial yang tinggi berfungsi menjaga stabilitas garis pantai, melindungi pantai dan tebing sungai, memfilter dan meremediasi limbah, serta untuk menahan banjir dan gelombang. Fakta menunjukkan bahwa kerusakan mangrove ada dimana-mana, bahkan intensitas kerusakan dan luasannya cenderung meningkat secara siginifikan. Banyaknya peranan mangrove memerlukan adanya pengelolaan yang tepat untuk menjaga eksistensi mangrove. Salah satu cara untuk mengetahui luas mangrove dengan cara pengolahan citra satelit Landsat 8. Tahapan identifikasi mangrove dilakukan dengan menggunakan penggabungan band RGB 564, kemudian dilakukan pemisahan obyek mangrove dan non mangrove. Tahap selanjutnya adalah melakukan analisis kerapatan mangrove denganmenggunakan formula NDVI. Untuk memaksimalkan pemantauan luas manggrove, maka dibuatlah aplikasi android yang memberikan informasi tentang luas dan kerapatan mangrove di beberapa titik lokasi yaitu Clungup, Bangsong Teluk Asmara dan Cengkrong pada tahun 2015 hingga 2018.Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra satelit Landsat 8 dapat digunakan untuk identifikasi perubahan luasan hutan mangrove dengan ketelitian yang cukup baik yaitu di daerah Clungup sebesar 90% dan Cengkrong sebesar 86,67%. Dari hasil pengolahan juga didapatkan hasil luas mangrove di daerah Clungup mengalami penurunan dari tahun 2015 hingga 2017 tetapi mengalami peningkatan pada tahun 2018 sehingga aplikasi memberikan rekomendasi untuk melakukan penyulaman mangrove pada tahun 2016 hingga 2017 dan rekomendasi mangrove dipertahankan pada tahun 2018. Sedangkan untuk daerah Bangsong Teluk Asmara dan Cengkrong mengalami peningkatan luasan mangrove setiap tahunnya sehingga aplikasi memberikan rekomendasi dipertahankan dari tahun 2016 hingga 2018
Analisa Performansi Jaringa 4G di Wilayah Malang
The implementation of LTE in Indonesia has experienced problems, especially in maintaining the performance of radio networks due to the increasing number of users and less than optimal coverage quality. This research will conduct an analysis of the performance of the 4G LTE network with a case study in the area around Jalan Jend. Basuki Rachmat and Malang City Station. The Key Performance Indicator (KPI) parameters used to measure the performance of the 4G LTE network in this study include RRC setup success rate, ERAB setup success rate, and Call setup success rate Accessibility, call drop rate (VoiP), service drop rate (all). Retainability, handover, Throughput and Radio Frequency (RF), data obtained from drive tests and statistical data.From the standard KPI data for the Drive test area, Jend.basuki Rachmat has a value above -100 dBm, the percentage of power transmitted is 100% with a download value of 98.83% throughput of more than 265 Mbps and an upload value of 100% throughputI of more than 265 Mbps. As well as the Malang City Station area has a value above -100 dBm, the percentage of transmitted power is 92.39% with a download value of 96.12% throughput of more than 265 Mbps and an upload value of 100% throughputI of more than 265 Mbps. The parameters of Accessibility, Retainability, Mobility, integrity and Radio Frequency (RF) must comply with KPI standards in order to get maximum performance according to user needs.Pengimplementasian LTE di Indosesia mengalami kendala terutama dalam menjaga performansi jaringan radio yang diakibatkan semakin banyaknya jumlah user dan kualitas coverage yang kurang maksimal. Penelitian ini akan melakukan sebuah analisa performansi jaringan 4G LTE dengan studi kasus di area sekitar Jalan Jend. Basuki Rachmat dan Stasiun Kota Malang. Parameter Key Performance Indicator (KPI) yang digunakan untuk mengukur performansi jaringan 4G LTE pada penelitian ini antara lain RRC setup success rate, ERAB setup success rate, dan Call setup success rate Accessibility, call drop rate (VoiP), service drop rate (all) Retainability, handover, Throughput dan Radio Frequency (RF), data didapatkan dari drive test dan data statistik.Dari standar KPI data Drive test area Jend.basuki rachmat memiliki nilai diatas -100 dBm presentase daya yang dipancarkan sebesar 100% dengan nilai download Throughput 98.83% lebih dari 265 Mbps dan nilai upload ThroughputI 100% lebih dari 265 Mbps. Serta area Stasiun kota malang memiliki nilai diatas -100 dBm presentase daya yang dipancarkan sebesar 92.39% dengan nilai download Throughput 96.12% lebih dari 265 Mbps dan nilai upload ThroughputI 100% lebih dari 265 Mbps. Parameter Accessibility, Retainability, Mobility, integrity dan Radio Frequency (RF) harus sesuai dengan standar KPI agar mendapatkan performansi yang maksimal sesuai kebutuhan user
Sistem Pendeteksi dan Monitoring Ruang Tahanan Menggunakan Sensor Getaran SW-420 dengan Komunikasi LAN
Securing detention rooms in Indonesia, using manual methods from humans to secure them. Officers check the detention room periodically. Several cases that occurred, such as the escape of prisoners from the Cawang Police and the Lhoksukhon Detention Center, the detainees broke into the bathroom wall using metal bars to be used as a media for breaking the walls. To prevent recurrence of cases, an early detection design is needed when there is a detention room indicated that it will be damaged by installing a vibration detection device on the wall. In this study, the SW-420 vibration sensor is used as a vibration detector when there is a wall to be broken into and several cameras installed in the corridor to visually monitor the occupants of the detention room. Vibration data will be sent to the detention room website via Arduino Uno, while the IpCamera will be connected to the router to display the video capture results on the website. For example, the bathroom plan for the detention room at the Gondanglegi Police Station that has been made, the sensor node is placed at the center point of the bathroom wall at a position of 60 cm which divides it into 2 parts. Arduino Uno will dynamically have IP when connected to the router using a Lan cable. Based on the experiment in the previous chapter, how to adjust the sensor sensitivity can be done by turning the sensitivity adjustment and adjusting the threshold on the website code.Pengamanan ruang tahanan di Indonesia, menggunakan cara manual dari manusia untuk mengamankannya.
Petugas melakukan pengecekan ruang tahanan secara berkala di setiap ruang tahanan. Beberapa kasus yang terjadi seperti kaburnya tahanan polsek cawang dan Rutan Lhoksukhon tahanan melakukan pembobolan pada dinding kamar mandi menggunakan batangan logamuntuk dijadikan media untuk membobol dinding. Untuk mencegah kasus terulang, diperlukan sebuah rancangan pendeteksi dini ketika terdapat ruang tahanan yang terindikasi akan dirusak dengan memasang alat sebagai deteksi getaran pada dinding. Pada penelitian ini menggunakan sensor getaran SW-420 sebagai pendeteksi getaran ketika terdapat dinding yang akan dibobol dan beberapa kamera yang dipasang di koridor untuk memantau penghuni ruang tahanan secara visual. Data getaran akan dikirimkan ke website ruang tahanan melalui
Arduino Uno, sedangkan IpCamera akan tersambung ke router untuk menampilkan hasil capture video pada website. Sebagai contoh denah kamar mandi ruang tahanan pada Polsek Gondanglegi yang telah dibuat, node sensor diletakan pada titik tengah dinding kamar mandi pada posisi 60 cm yang membagi menjadi 2 bagian. Arduino Uno akan memiliki IP secara dynamis ketika dihubungkan ke Router dengan menggunakan kabel Lan. Berdasarkan percobaan pada bab sebelumnya, cara mengatur sensitivitas sensor dapat dilakukan dengan cara memutar sensitivity adjust dan mengatur threshold pada website code
Rancang Bangun Sistem Manajemen Pemeriksaan Tiket Penumpang Kereta Api Otomatis Menggunakan RFID
Currently, public transportation is needed by Indonesian people to meet human needs for increased movement or mobility. Along with the increasing public interest in trains demanding an increase in services such as the checking system for passenger tickets still using manual system by officers by approaching passengers in each car. This is'nt efficient, so an automatic passenger ticket inspection system using RFID is required. Passenger RFID is scanned when check-in at station then the data is sent to server via nodeMCU ESP8266, the officer only checks passengers through the data display on the monitor. This system also has a Flex sensor in each seat which functions to detect seats that aren't purchased but are occupied by other passengers.The test results concluded that the reading of the RFID card against RFID reader reached distance and barrier with a thickness of 3cm, the DHT11 temperature sensor showed reading accuracy up to 96.6%, and the voltage on the flex sensor on seat 1 had average load of 2.6V, seat 2 average 2.82V, seat 3 averaged 2.84V, seat 4 averaged 2.67V, while the voltage on the flex sensor in seat 1 had an average load of 2.38V, seat 2 averaged 2.29V , seat 3 averages 2.65V, seat 4 averages 2.60V. The value of the flex sensor tension in each condition isn't the same for each seat because the surface shape and thickness of each chair are different. All systems can run properly, starting from sensor readings, transmitting data and displaying data on web.Saat ini transportasi umum sangat dibutuhkan masyarakat di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan manusia akan pergerakan ataupun mobilitas yang semakin meningkat. Seiring dengan bertambahnya minat masyarakat terhadap Kereta Api menuntut peningkatan pelayanan jasanya seperti pada sistem pengecekan tiket penumpang masih menggunakan sistem manual oleh petugas dengan cara mengahampiri penumpang disetiap gerbong. Hal ini tidak efisien sehingga diperlukan sistem pemeriksaan tiket penumpang otomatis menggunakan RFID. RFID penumpang discan saat Chek-in di stasiun kemudian data tersebut dikirim ke server melalui nodeMCU ESP8266, petugas hanya mengecek penumpang melalui tampilan data di monitor. Sistem ini juga terdapat sensor Flex disetiap tempat duduk yang berfungsi mendeteksi tempat duduk yang tidak terbeli tetapi ditempati penumpang lainnya. Hasil pengujian disimpulkan untuk pembacaan RFID card terhadap RFID reader mencapai jarak dan penghalang dengan ketebalan 3cm, pada sensor suhu DHT11 menunjukkan tingkat akurasi pembacaan hingga 96.6%, dan tegangan pada sensor flex di kursi 1 tidak ada beban rata-rata 2,6V, kursi 2 rata-rata 2,82V, kursi 3 rata-rata 2,84V, kursi 4 rata-rata 2,67V, sedangkan tegangan pada sensor flex di kursi 1 terdapat beban rata-rata 2,38V, kursi 2 rata-rata 2,29V, kursi 3 rata-rata 2,65V, kursi 4 rata-rata 2,60V. Nilai tegangan sensor flex disetiap kondisi disetiap kursi tidak sama dikarenakan bentuk permukaan dan ketebalan tiap kursi berbeda. Semua sistem dapat berjalan dengan baik, dimulai dari pembacaan sensor, pentransmisian data serta menampilkan data pada web
Deteksi Kadar Keasaman Media Tanah Untuk Penanaman Kembali Secara Monitoring
The development of the Indonesian agricultural sector until 2014 according to the Strategic Plan data of the Ministry of Agriculture for 2015–2019 is about 3.90% of the economic sector. One of the most important parameters for improvement efforts is soil. Soil quality on agricultural land is one important thing that needs special attention in its management. It is not easy to create ideal soil conditions for plants. For that, farmers need to know the variables that affect ideal conditions. The easiest way to find out the variable is to measure the pH and humidity of the soil conditions. Evaluation of soil fertility in chili plants is still done manually through visual observation. One of the factors that makes chili plants die before they bear fruit. In this research, a web monitoring system will be made on the planting medium of chilies based on soil acidity and soil moisture using sensors that can be monitored online. Data will be stored in the database and displayed on the web. The results obtained on the growing medium of chili plants produced soil suitable for chili plants, namely soil media sandy which has a moisture value of 7 to 8 and a pH value of 6.5-7.5. The average time needed to communicate between nodes to the website is 344 ms, which in the TIPHON standardization the average value of delay in sending data from the device to the website belongs to the 3rd index, which means that the process is of moderate quality.Perkembangan sektor pertanian Indonesia hingga tahun 2014 menurut data Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2015–2019 adalah sekitar 3,90 % dari sektor ekonomi. Dari rencana strategis kementerian pertanian tahun 2015-2019 tersebut terdapat kebijakan dan arahan inovasi dalam pengembangan teknologi bidang usaha perbaikan lahan pertanian. Salah satu parameter yang sangat penting untuk usaha perbaikan yaitu tanah. Kualitas tanah pada lahan pertanian merupakan salah satu hal penting yang perlu mendapat perhatian khusus dalam pengelolaannya. Tidak mudah menciptakan kondisi ideal suatu tanah bagi tanaman. Untuk itu, petani perlu mengetahui variabel yang mempengaruhi kondisi ideal. Cara termudah untuk mengetahui
variabelnya adalah dengan melakukan pengukuran pH dan kelembaban kondisi tanah. Evaluasi kesuburan tanah pada tanaman cabe dalam proses klasifikasi keadaan tanah tanaman cabe masih dilakukan secara manual melalui pengamatan visual. Salah satu faktor yang membuat tanaman cabe mati sebelum berbuah. Pada penelitian ini akan dibuat sistem monitoring dengan web pada media tanam tanaman cabe berdasarkan tingkat keasaman tanah dan kelembaban tanah menggunakan bantuan sensor yang dapat dipantau secara online menggunakan internet. Data akan disimpan di database dan di tampilkan pada web. Hasil penelitian media tanam tanaman cabai yang didapat menghasilkan tanah yang cocok untuk tanaman cabai yaitu media tanah
berpasir yang memiliki nilai kelembaban sebesar 7 hingga 8 dan nilai pH sebesar 6.5-7.5. Waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk melakukan komunikasi antara node ke website sebesar 344 ms yang dimana dalam standarisasi TIPHON nilai rata-rata delay pengiriman data dari alat ke website tergolong pada index ke-3 yang artinya proses tersebut memiliki kualitas yang sedang
Telemetri Pengukuran Derajat Keasaman Secara Real Time Menggunakan Raspberry Pi
PH is the standard value of degree of acidity expressed on a scale 0-14. PH can be influenced by several factors such as temperature and CO2. Acidification occurs because CO2 enters the liquid in the form of dissolved gas then reacts with water to form a salt in the form of carbonic acid. The acidity can be determined by measuring the pH. PH measurement is an activity to determine the value of degree of acidity. PH measurement is needed to reduce the impact on the environment because pH is closely related to pollution. However, the existing measurement tools are still manual, while real time measurement is needed so the impacts on the environment can be prevented. In this study, a system that can measure pH which is influenced by CO2 concentrations in real time was created. This system consists of CO2 sensor, pH sensor, Arduino UNO R3 and Raspberry Pi. Apart from real time, the advantage is its ability to perform data acquisition using programs written in the Python 3.x programming language, so that data can be presented in tables and heatmaps. The results of sensor readings from the microcontroller to the raspberry pi can operate properly with delivery times via USB. Overall testing the system at reading the pH value is as expected, able to read the change in pH value significantly in pH of a neutral solution (7.3) and read the change of pH value that is relatively the same after the solution is injected with CO2.PH merupakan standar nilai derajat keasaman yang dinyatakan dalam skala 0-14. PH dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti suhu maupun gas CO2. Asidifikasi terjadi karena CO2 masuk ke dalam zat cair dalam bentuk gas terlarut yang kemudian akan bereaksi dengan air sehingga membentuk garam berupa asam karbonat. Keasaman dari adanya asidifikasi dapat diketahui dengan melakukan pengukuran pH. Pengukuran pH merupakan kegiatan untuk mengetahui nilai derajat keasaman pada suatu zat maupun larutan. Pengukuran pH seringkali digunakan pada bidang industri maupun lingkungan. Pengukuran pH diperlukan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan karena pH erat hubungannya dengan pencemaran. Namun, alat pengukuran yang ada saat ini masih bersifat manual, sedangkan pengukuran real time diperlukan agar dampak terhadap lingkungan dapat segera dicegah. Sehingga pada penelitian ini dibuatlah sistem yang dapat melakukan pengukuran pH yang dipengaruhi oleh konsentrasi CO2 secara real time. Sistem ini terdiri dari sensor CO2, sensor pH, Arduino UNO R3 dan Raspberry Pi. Selain real time, kelebihan dari sistem ini adalah kemampuannya untuk melakukan akuisisi data dengan menggunakan program yang ditulis dalam bahasa pemrograman Python 3.x, sehingga data dapat disajikan dalam bentuk tabel maupun heatmap
yang dapat memudahkan analisis terhadap perubahan nilai pH. Hasil pembacaan sensor dari mikrokontroler menuju raspberry pi dapat beroperasi dengan baik dengan waktu pengiriman melalui komunikasi serial (USB). Secara keseluruhan pengujian sistem pada pembacaan nilai pH sesuai dengan yang diharapkan yaitu dapat membaca perubahan nilai pH secara signifikan pada pH larutan netral (7.3) dan membaca perubahan nilai pH yang relative sama setelah larutan diinjeksi dengan CO2
Analisis Iddentifikasi Modul Baseband Sebagai Layanan Jaringan 4G-LTE pada Perangkat BBU di Wilayah Kota Malang
Constraints related to 4G technology are the unequal areas covered so that users who want to experience the 4G network have to go to a point that is already covered. The research objective is to determine the benefits of existing BTS by replacing the baseband module which can add 4G network services and knowing how to choose the type of baseband module and knowing how to do a drivetest related to 4G network service coverage in the planning area. The method used is Calculation of capacity planning and throughput calculations to determine the condition of the planning area before replacing the baseband module at the specified site. The condition of the existing site in the planning area has not changed because only the baseband module is replaced in the existing site. Calculation based on capacity planningshows the total number of active users 900 users, while the network throughput shows the uplink value of 8.56 Mbps and downlink of 32.74 Mbps. Drivetest measurements are carried out to determine whether the performance value has met the planning. Based on the data from the drivetest results, the RSRP value is 99% and the distribution of the RSRP value is in the range of -92 dBm which means that it is very good. Meanwhile, the SINR value of 52.6% is in the 5 Db range, which means good. For the measurement of the speedtest, the download speed is 134 Mbps and the upload is 40 Mbps.Kendala terkait teknologi 4G adalah belum meratanya wilayah yang tercover sehingga pengguna yang ingin merasakan jaringan 4G harus mendatangi titik yang sudah tercover. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui manfaat BTS existing dengan penggantian modul baseband yang dapat menambah layanan jaringan 4G dan mengetahui cara pemilihan jenis modul baseband serta mengetahui cara melakukan drivetest
terkait coverage layanan jaringan 4G di wilayah perencanaan. Metode yang digunakan adalah
perhitungan capacity planning dan throughput calculation untuk mengetahui kondisi wilayah perencanaan sebelum dilakukan penggantian modul baseband pada site yang ditentukan. Kondisi site existing pada wilayah perencanaan tidak berubah karena hanya dilakukan penggantian modul baseband di dalam site existing. Modul baseband yang digunakan sebelumnya adalah modul WBBPf yang hanya menampung sinyal 3G. Kemudian dilakukan penggantian ke modul UBBPd6 untuk menambah layanan jaringan 4G yang sebelumnya di site existing belum ada. Perhitungan berdasarkan capacity planning
menunjukkan total jumlah user aktif 900 user, sedangkan untuk network throughput menunjukkan nilai uplink sebesar 8,56 Mbps dan downlink sebesar 32,74 Mbps. Pengukuran drivetest dilakukan untuk mengetahui nilai performansi apakah sudah memenuhi perencanaan. Berdasarkan data hasil drivetest nilai RSRP sebesar 99% dan sebaran nilai RSRP berada pada rentang -92 dBm yang artinya baik sekali. Sedangkan untuk nilai SINR sebesar 52,6% berada pada rentang 5 Db yang artinya
baik. Untuk pengukuran speedtest menghasilkan kecepatan download sebesar 134 Mbps dan upload sebesar 40 Mbps
Sistem Pengendalian Otomatis Pada Budidaya Sarang Burung Walet Menggunakan Internet of Things
In swallow nest cultivation, swallow breeders still have difficulty in tropical climates, one of which is maintaining the temperature and humidity in the swallow nest room to be stable and to know the value of swallow population. When the temperature is hot, the swallow room will become dry which impacts on the nest is damaged and the swallow is not comfortable living there. Therefore, a system that can be easily managed by swallow farmers is made so it can help reduce hot temperature and lack of humidity in the swallow nest room by using a sprayer that works automatically. In this system, there are temperature and humidity detection module which functions to detect the temperature valueand humidity when the room is hot / dry, the detected value will be processed by the microcontroller so that it gives an active sprayer command if the room temperature is hot, while the swallow detection module that uses infrared sends the movement value if there is a moving object. The value of the system will be sent to a cloud database which will be conveyed via the farmer wallet smartphone application. The accuracy level of the infrared detector sensor module and the air humidity sensor is very good, so that it can control the temperature conditions in the swallow room which is 27 degrees C and a stable humidity at a value of 80%. The stability of temperature and humidity produces swallow nests which have high selling value.Dalam budidaya sarang walet, peternak walet masih kesulitan dalam membudidayakan burung walet pada iklim tropis, salah satunya adalah menjaga temperatur suhu dan kelembaban pada ruangan sarang burung walet agar stabil dan mengetahui nilai populasi burung walet. Pada saat suhu panas, ruangan walet akan menjadi kering yang berimbas pada
sarang menjadi rusak dan burung walet yang tidak nyaman tinggal pada sarangnya. Maka dari itu dibuat sistem yang mudah dikelola oleh petani walet sehingga dapat membantu menurunkan temperatur suhu yang panas dan kurangnya kelembaban pada ruangan sarang walet dengan menggunakan sprayer yang bekerja secara otomatis. Pada sistem ini terdapat modul deteksi suhu dan kelembaban yang berfungsi untuk mendeteksi nilai suhu
dan kelembaban saat ruangan panas/kering, nilai yang sudah terdeteksi akan diproses
oleh mikrokontroller sehingga memberikan perintah sprayer aktif jika suhu ruangan panas,
sedangkan pada modul deteksi burung walet yang menggunakan infrared mengirimkan nilai pergerakan jika ada objek yang bergerak. Pada
nilai sistem tersebut akan dikirimkan ke database cloud yang akan disampaikan melalui aplikasi smartphone petani wallet. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang memuaskan. Tingkat keakurasian modul sensor detektor infrared dan sensor suhu kelembaban udara sangat baik, sehingga mampu mengendalikan kondisi suhu dalam ruangan walet yaitu 27 derajat C dan kelembaban yang stabil pada nilai 80%. Kestabilan suhu dan kelembaban menghasilkan sarang walet yang bernilai jual tinggi
Komparasi Performasi Node Router Tengah dan Node Router Tepi pada Jaringan Manet menggunakan Protokol Olsr dan Batman
The development of wireless technology has created a new network, namely the MANET network. In a MANET network, a node can be a router or an end user because in a MANET network the node is flexible. MANET networks have proactive OLSR and BATMAN protocols. When a node becomes a router, many other nodes will pass it. This research was conducted to determine the formation of the router node in the middle, namely the router that is passed by a lot of communication and the edge, that is, the router that has little communication through the network using parameters of CPU usage, RAM usage, and processing delay. From the test results, the CPU value on OLSR and BATMAN for the middle router node is 0.3 and for the edge router it is 0.2 when communicating, when there is no communication the CPU value on OLSR is still 0.3 while in BATMAN the BATMAN value drops to 0.2. For memory used in both protocols get 0.0 because the router only forwards packets without needing to process the packet. For processing delay in the two protocols, the value varies because packet delivery has an uncertain delivery interval between packets. In BATMAN protocol, CPU usage is better than OLSR because if there is no data communication, the CPU value from BATMAN goes down and on OLSR there is no fixed CPU value communication.Perkembangan teknologi wireless saat ini telah menciptakan sebuah jaringan baru yaitu jaringan MANET. Pada jaringan MANET sebuah node dapat menjadi router maupun end user karena dalam jaringan MANET node bersifat flexibel. Pada jaringan MANET memiliki protokol OLSR dan BATMAN yang bersifat proactiv. Saat node menjadi router maka node tersebut akan dilewati oleh banyak node lain. Penelitan ini dilakukan untuk mengetahui peformasi node router yang berada di tengah yaitu router yang dilewati oleh banyak komunikasi dan tepi yaitu router yang dilewati sedikit komunikasi dalam jaringan menggunakan parameter CPU usage, RAM usage, dan delay processing. Dari hasil pengujian diperoleh nilai CPU pada OLSR dan BATMAN untuk node router tengah bernilai 0.3 dan pada router tepi bernilai 0.2 saat berkomunikasi, saat tidak ada komunikasi nilai CPU pada OLSR tetap bernilai 0.3 sedangkan pada BATMAN nilai BATMAN turun menjadi 0.2. Untuk memory yang digunakan pada kedua protokol mendapatkan hasil 0.0 karena router hanya bersifat meneruskan paket tanpa perlu mengolah paket tersebut. Untuk delay processing pada kedua protokol mendapat nilai yang bervariasi karena pada pengiriman paket memiliki interval pengiriman yang tidak pasti antar paket. Pada protokol BATMAN dalam penggunaan CPU lebih baik dari OLSR karena jika tidak ada komunikasi data nilai CPU dari BATMAN turun dan pada OLSR tidak ada komunikasi nilai CPU tetap
Rancang Bangun Model Deteksi Ketinggian Obyek di bawah Jalur Komunikasi Line Of Sight (LoS) menggunakan Laser Distance Meter
The world of telecommunications is growing rapidly so that cellular operator providers are trying to upgrade their networks to meet the needs of their customers with good quality. One effort that can be done is to build a new Base Transceiver Station (BTS). The aim of this research is to create a detection tool capable of detecting objects at a certain height below the line of sight (LoS) line of communication using the laser technology that has been developed. Topographic surveys and building planning are very important and required before building a BTS with an LOS. In this study, the Laser distance meter (rangefinder model) can measure the farthest distance up to 135 meters due to the limited area used. Experiments were applied to several objects to test the ability of the laser used and obtained the maximum distance of the TS832 transmission media reaching 70.7 meters.Dunia telekomunikasi tengah berkembang pesat sehingga penyedia operator seluler berusahameningkatkan jaringan untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan dengan kualitas yang baik. Salah satuupaya yang dapat dilakukan adalah membangun Base Transceiver Station (BTS) baru. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk membuat alat deteksi yang mampu mendeteksi objek pada ketinggian tertentudi bawah garis komunikasi line of sight (LoS) dengan menggunakan teknologi laser yang telahdikembangkan. Survei topografi dan perencanaan bangunan sangat penting dan dibutuhkan sebelummembangun BTS dengan Sebuah LOS. Pada penelitian ini, Laser distance meter (rangefinder model)dapat mengukur jarak terjauh mencapai 135 meter dikarenakan terbatasnya area yang digunakan.Eksperimen diterapkan terhadap beberapa objek untuk menguji kemampuan laser yang digunakan dandidapatkan jarak maksimum media transmisi TS832 mencapai 70,7 meter