Jurnal Jaringan Telekomunikasi (JJT)
Not a member yet
285 research outputs found
Sort by
Desain dan Implementasi Band Pass Filter Chebyshev dengan M-Derived Section pada Band Frekuensi 88 – 108 MHz
FM radio broadcasting is a wireless communication system. Transmission in the frequency 88-108 MHz requires a bandpass filter to avoid interference with frequencies adjacent to the radio transmitter. The type of filter that has a fairly good performance is the Chebyshev filter with a fairly high level of steepness. However, to get a high level of steepness, a fairly large element value is required. So, in this study adding the m-derived series to give a steeper filter response without adding more element values.The purpose of this thesis is to determine the effect of adding an m-derived section to the chebyshev bandpass filter. The parameters tested are passband bandwidth, stopband bandwidth, shape factor, insertion loss, roll off, and power attenuation when used on the transmitter.Based on the measurements that have been made, it can be seen that the bandpass filter without m-derived has a maximum insertion loss value of 7 dB and a minimum insertion loss of 9 dB, while the bandpass filter with m-derived is 11 dB and 13. In the bandpass filter without m-derived and m-derived have a passband bandwidth of 27 MHz and 29 MHz and a stopband bandwidth of 70 MHz and 50 MHz. So that the bandpass filter without derived and m-derived has a shape factor value of 2.59 and 1.72. In the implementation using the transmitter, the bandpass filter without m-derived has a power attenuation of 2.53 dB while the m-derived bandpass filter has an attenuation of 1.5 dB.Pemancaran siaran radio FM adalah salah satu sistem komunikasi wireless. Pemancarannya yang berada pada frekuensi 88-108 MHz membutuhkan sebuah bandpass filter untuk menghindari adanya interferensi dengan frekuensi yang berdekatan dengan pemancara radio. Jenis filter yang memiliki performansi cukup baik adalah filter chebyshev dengan tingkat kecuraman yang cukup tinggi. Namun, untuk mendapatkan tingkat kecuraman yang tinggi dibutuhkan nilai elemen yang cukup besar. Maka, pada penelitian ini menambahkan rangkaian m-derived untuk memberikan respon filter yang lebih curam tanpa menambahkan nilai elemen yang lebih banyak.
Tujuan dari skripsi ini adalah mengetahui pengaruh penambahan m-derived section pada bandpass filter chebyshev. Parameter yang diuji adalah bandwidth passband, bandwidth stopband, shape factor, insertion loss, roll off, dan pelemahan daya saat digunakan pada pemancar.
Berdasarkan pengukuran yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa bandpass filter tanpa m-derived memiliki nilai insertion loss maksimal sebesar 7 dB dan insertion loss minimal sebesar 9 dB, sedangkan pada bandpass filter dengan m-derived sebesar 11 dB dan 13. Pada bandpass filter tanpa m-derived dan dengan m-derived memiliki bandwidth passband sebesar 27 MHz dan 29 MHz serta bandwidth stopband sebesar 70 MHz dan 50 MHz. Sehingga bandpass filter tanpa mderived dan dengan m-derived memiliki nilai shape factor 2,59 dan 1,72. Pada implementasi menggunakan pemancar, bandpass filter tanpa m-derived memiliki pelemahan daya sebesar 2,53 dB sedangkan pada bandpass filter dengan m-derived memiliki pelemahan sebesar 1,5 dB
Rancang Bangun Smart Nurse Call (Pemanggil Perawat) Berbasis Android
The limited number of nurses is a problem that often occurs in the world of health which has an impact on the high workload of nurses resulting in less optimal patient care and decreased patient satisfaction. According to Institute for Healthcare Improvement, nurses spend only 20-30% of their time in direct patient care, the rest on documentation and administration processes. So, hospitals generally provide nurse calls so families don't have to leave patients to find nurses.The purpose of this study was to make it easier for patients to use Smart Nurse Call, especially for patients with acute diagnosis conditions and it's easier for nurses to monitor patient's condition. It's also examines the distance of data transmission in one building to determine the performance of wireless (access points).Based on data from test results, the quality of data transmission using wireless media is known that access point has data transmission limit. In testing distance at AH building stated that data transmission based on the range on the 1st floor is able to reach the entire corridor, for 2nd floor it can reach a distance of 13 meters while on 3rd floor it cannot be reached. The data from suitability test of smart nurse call tool showed that the suitability level of the device was quite high and almost same as manual test at 97.65%. The data from stress test results from push button get average voltage value low position at 0 V and average high voltage at 4.675 V.Keterbatasan jumlah tenaga perawat merupakan masalah yang sering terjadi di dunia kesehatan berdampak pada tingginya beban kerja perawat mengakibatkan asuhan pasien menjadi kurang optimal dan tingkat kepuasan pasien turun. Menurut Institute for Healthcare Improvement, perawat hanya menghabiskan 20-30% dari waktu mereka dalam perawatan pasien langsung, sisanya untuk proses dokumentasi dan administrasi. Berdasarkan alasan itu, rumah sakit pada umumnya menyediakan nurse call sehingga keluarga tidak perlu meninggalkan pasien untuk mencari perawat.
Tujuan penelitian ini untuk memudahkan pasien menggunakan Smart Nurse Call terutama bagi pasien kondisi diagnosis akut dan memudahkan suster dalam memonitoring kondisi pasien. Penelitian ini juga menguji jarak pengiriman data dalam 1 gedung untuk mengetahui kinerja media telekomunikasi wireless (akses point).
Berdasarkan data hasil pengujian, kualitas pengiriman data dengan menggunakan media wireless diketahui akses point bekerja memiliki batas pengiriman data. Pada pengujian jarak dalam gedung AH menyatakan bahwa pengiriman data berdasarkan jarak jangkauan pada lantai 1 mampu menjangkau keseluruhan koridor, untuk lantai 2 dapat menjangkau jarak 13 meter sedangkan pada lantai 3 tidak dapat terjangkau. Data hasil pengujian kesesuaian alat smart nurse call dengan pembacaan detak jantung secara manual didapatkan tingkat kesesuaian alat cukup tinggi dan hampir sama dengan pengujian manual 97,65%. Data hasil pengujian tegangan dari push button mendapatkan nilai tegangan rata-rata pada posisi low adalah 0 V dan nilai rata-rata tegangan high adalah 4,675 V
Implementasi Keamanan Jaringan dengan Metode Whitelist pada Server Jurusan Elektro di Politeknik Negeri Malang
State Polytechnic of Malang is an educational institution based on technique where the database is needed here, the database itself is important data that must be stored and cannot be seen by others. Database security must be developed and prioritized so that no one breaks into important data on the server. This whitelist method utilizes a port that can block port access to outside networks that are vulnerable to criminal acts, this method uses ssh as a medium to manage control of an ip address. The ip address will be added a port behind it. Use IP block with Linux OS and tested via the web and laptop using a local access point. The test results show that the quality used for security is whitelist, where this method is used for the IP security used. IP block and unblock process can be done well. The process of adding and deleting ports can be done well. So that in general, the whole system is running well and easy access.Politeknik Negeri Malang adalah seuatu lembaga pendidikan yang berbasis Teknik dimana database sangat diperlukan disini, database itu sendiri adalah sebuah data-data penting yang harus di simpan dan tidak boleh dilihat oleh orang lain. Keamanan database lah harus dikembangkan dan diutamakan agar tidak ada yang membobol sebuah data penting yang ada di dalam server. Metode whitelist ini memanfaatkan sebuah port yang bisa memblok akses port kepada jaringan luar yang rentan terhadap tindakan kejahatan, metode ini menggunakan ssh sebagai media untuk mengatur pengontrolan dari sebuah alamat ip. Alamat ip akan ditambahkan sebuah port dibelakangnya. Penggunaan block ip dengan os linux dan diuji melalui web dan laptop menggunakan akses point local. Hasil pengujian menunjukan bahwa kualitas yang digunakan untuk keamanan yaitu whitelist, diaman metode ini digunakan untuk keamanan ip yang digunakan. Proses block dan unblock IP dapat dilakukan dengan baik. Proses penambahan dan penghapusan port dapat dilakukan dengan baik. Sehingga secara umum, keseluruhan sistem berjalan dengan baik dan akses yang mudah
Rancang Bangun Sistem Penentuan Standar Kualitas Warna Benih Jagung menggunakan Metode Fuzzy Logic Melalui Jaringan Localhost
Control of quality standards is very important role in ensuring corn on the market. Corn seed quality standards are determined from the results of classification process applied. So far, evaluation process of classification of corn seeds quality is still done manually which takes a long time and the quality of product is'nt evenly distributed. So, we need a tool to determine corn seeds quality to improve its quality. This study conducted color readings of corn seeds using TCS230 color sensors and sorting diameter of corn seeds using a small, medium, and large diameter sieve machine. The method for classifying quality standard of corn seed color uses fuzzy logic. The test was carried out by taking data from 3 TCS230 color sensors on each diameter of the sieve machine for corn seeds types used are BISI-2 and BIMA-19. The sensor accuracy is known by comparing data from sensor with data from Color Grab application. The reading results of BISI-2 on the color sensor-1 shows an accuracy rate of 0.3%, the color sensor-2 shows an accuracy rate of 0.72%, and the color sensor-3 shows an accuracy rate of 1.76%. For BIMA-19 corn seeds, the reading on color sensor-1 shows an accuracy of 1.11%, the color sensor-2 shows an accuracy of 24.6%, the color sensor-3 shows an accuracy of 1.10%. The results of fuzzy testing on BISI-2 and BIMA-19 showed that quality standard of maize seeds was good at medium and large diameters, while those on small diameters showed poor quality standards.Pengendalian standar kualitas merupakan peranan yang sangat penting dalam menjamin jagung di pasaran. Standar kualitas benih jagung ditentukan dari hasil proses klasifikasi yang diterapkan. Selama ini evaluasi dalam proses klasifikasi kualitas benih jagung masih dilakukan secara manual yang membutuhkan waktu lama dan kualitas produk dihasilkan tidak merata Sehingga diperlukan sebuah alat penentu standar kualitas benih jagung untuk meningkatkan kualitas produknya. Penelitian ini melakukan pembacaan warna benih jagung menggunakan sensor warna TCS230 dan penyortiran diameter benih jagung menggunakan mesin ayak dengan diameter kecil, sedang, dan besar. Metode pengklasifikasian standar kualitas warna benih jagung menggunakan fuzzy logic. Pengujian dilakukan dengan mengambil data dari 3 sensor warna TCS230 pada setiap diameter mesin ayak untuk benih jagung yang digunakan jenis BISI-2 dan BIMA-19. Tingkat akurasi sensor diketahui dengan cara membandingkan data dari sensor dengan data dari aplikasi Color Grab. Hasil pembacaan jenis BISI-2 pada sensor warna-1 menunjukkan tingkat akurasi 0,3%, pada sensor warna-2 menunjukkan tingkat akurasi 0,72%, dan pada sensor warna-3 menunjukkan tingkat akurasi 1,76%. Untuk bibit jagung BIMA-19 pada pembacaan sensor warna-1 menunjukkan tingkat akurasi 1,11%, pada sensor warna-2 menunjukkan tingkat akurasi 24,6%, pada sensor warna 3 menunjukkan tingkat akurasi 1,10%. Hasil pengujian fuzzy pada BISI-2 dan BIMA-19 menunjukkan standar kualitas benih jagung baik pada diameter sedang dan besar, sedangkan pada diameter kecil menunjukkan standar kualitas benih jagung buruk. 
Rancang Bangun Sistem Kontrol Kelembapan Media Pada Budidaya Cacing Tanah
An important factor in worm cultivation is the humidity of the media, in practice for breedersthe worm regulates the humidity of the media by feeling the moisture with your hands, then when you feel it is dry then it is doused with water. In this study, a system will be made to determine the conditions of air temperature, air humidity, soil moisture, and soil pH in the worm habitat. Besides that, it also has an actuator as an automatic sprinkler when the humidity is dry. Monitoring results will be sent via the website. From the results of the research for 30 days, it was found that the humidity value at the node with the automatic sprinkler actuator had a more stable and optimal level of media humidity compared to conventional methods with a 10% difference in value. Meanwhile, the temperature and pH values ??tend to be the same. The yield on beds without actuators is 0.8 kg, while in beds with actuators it is 1.1 kg.Faktor penting dalam budidaya cacing adalah kelembapan media, dalam prakteknya peternak
cacing mengatur kelembapan media dengan cara merasakan kelembapan dengan tangan lalu apabila dirasa telah kering maka disiram dengan air. Pada penelitian ini akan dibuat sistem untuk mengetahui kondisi suhu udara, kelembapan udara, kelembapan tanah, dan pH tanah pada habitat cacing selain itu juga memiliki aktuator sebagai penyiram otomatis apabila kelembapan sudah kering. Hasil monitoring akan dikirim melalui website. Dari hasil penelitian selama 30 hari didapatkan nilai kembapan pada node dengan aktuator penyiram ototmatis memiliki tingkat kelembapan media lebih stabil dan optimal dibanding cara konvesional dengan beda nilai 10%. Sedangkan nilai suhu dan pH cenderung sama. Hasil panen pada bedengan tanpa aktuator yaitu 0.8 kg, sedangkan pada bedengan dengan aktuator adalah 1.1 kg
Analisis Pengaruh Tilting Antenna Terhadap Coverage Area Jaringan 4G LTE (Studi Kasus Kecamatan Trenggalek)
4G LTE networks in big cities are already well available. Meanwhile, on small to medium-sized cities, the 4G LTE network is not evenly distributed and maximized. This study chooses the variable tilting antenna to the coverage area, because in sending information from a base station using an antenna. The average RSRP value (dBm) of the existing base station in the calculation with a distance of 200 m is -122.90 dBm, a distance of 500 m is -136.79 dBm, and a distance of 1000 m -147.30 dBm. Meanwhile, in the simulation with a distance of 200 m of -108.22 dBm, a distance of 500 m of -121.81 dBm, and a distance of 1000 m of -132.69 dBm. The coverage area value of the existing base station in the calculation is 5.29%, while in the simulation it is 11.18%. The average RSRP value (dBm) at optimal conditions for calculations at a distance of 200 m is -80.13 dBm, at a distance of 500 m is -94.03 dBm and at a distance of 1000 m is -104.56 dBm. Meanwhile, the simulation at a distance of 200 m is -98.09 dBm, at a distance of 500 m is -112.79 dBm and at a distance of 1000 m is -123.31 dBm. The value of the coverage area for the calculation is 20.32%, while for the simulation it is 15.01%. The current need for base stations in Trenggalek District that has been met is 68%.Jaringan 4G LTE di kota-kota besar sudah tersedia dengan baik. Sedangkan, pada
kota kecil sampai menengah jaringan 4G LTE belum merata dan maksimal. Penelitian ini memilih variabel tilting antenna terhadap coverage area, karena dalam pengiriman informasi dari suatu base station menggunakan antena.
Nilai rata-rata RSRP (dBm) base station existing pada perhitungan dengan jarak 200 m sebesar -122,90 dBm, jarak 500 m sebesar -136,79 dBm, dan jarak 1000 m -147,30 dBm. Sedangkan, pada simulasi dengan jarak 200 m sebesar -108,22dBm, jarak 500 m sebesar -121,81 dBm, dan jarak 1000 m sebesar -132,69 dBm.
Nilai coverage area base station existing pada perhitungan sebesar 5,29 %, sedangkan pada simulasi sebesar 11,18 %. Nilai rata-rata RSRP (dBm) pada kondisi optimal untuk perhitungan pada jarak 200 m sebesar -80,13 dBm, pada jarak 500 m sebesar -94,03 dBm serta pada jarak 1000 m sebesar -104,56 dBm. Sedangkan, simulasi pada jarak 200 m sebesar -98,09 dBm, pada jarak 500 m sebesar -112,79 dBm serta pada jarak 1000 m sebesar -123,31 dBm.
Nilai coverage area untuk perhitungan sebesar 20,32%, sedangkan pada simulasi sebesar 15,01%. Jumlah kebutuhan base station saat ini di Kecamatan Trenggalek yang telah terpenuhi sebesar 68%
Smart Cat Home Dengan Sistem Kontrol yang menggunakan Aplikasi Telegram
Survey data by the World Society for the Protection of an Animal(WSPA) in 2007 recorded that total pet population in Indonesia was 23,000,000 individuals (Batson,2008). The majority of Indonesian choose to keep purebred cats. Care of this breed is'nt easy and requires special attention from the owner. With Smart Cat Home, cat owners can monitor and control feeding schedule, temperature, and drinking conditions in cat cage via their telegraphic social media. The Smart Cat Home is designed using Raspberry Pi3 microcontroller. This system functions to monitor feeding schedule according to cat habits, determine weight of cat feed detected by Loadcell, monitor availability of drinking water by water level sensor, capture cat's condition by webcam, and temperature monitoring using DHT11 sensor. All conditions on system will be displayed on Telegram Bot. From test results can be concluded that the whole system works well. In temperature system, the warmer will be active when <22°C, and the fan will be active at temperature >26°C. In feeding system, the weight sensor is able to read feed weight accurately. From 5 data on feed weight, the average feed weight is 78 grams. In drinking system, the drinking water reservoir will fill drinking container when water level sensor have voltage value <1600 mv with water level of 2.5cm from the surface. From the calculation of delay value in sending data, there's delay of 33.8ms. Packet loss or the amount of data lost during transmission process is 0.3%. Througput of data transmission in system is 84,139,041 Kbytes/sec.Data survei tahun 2007 oleh World Society for the Protections an Animal (WSPA) mencatat jumlah populasi hewan peliharaan di Indonesia sebanyak 23.000.000 ekor (Batson, 2008). Di Indonesia sendiri mayoritas masyarakatnya memilih memelihara kucing ras. Perawatan kucing ras ini tidak mudah dan membutuhkan perhatian khusus dari pemiliknya. Dengan Smart Cat Home, pemilik kucing dapat melakukan monitoring dan controlling jadwal makan, suhu, dan kondisi minum pada kandang kucing melalui media sosial telegramnya. Smart Cat Home ini dirancang menggunakan mikrokontroler Raspberry Pi 3. Sistem ini berfungsi untuk dapat melakukan monitoring pemberian jadwal pakan sesuai kebiasaan kucing, mengetahui berat pakan kucing yang dideteksi oleh Loadcell, monitoring kesediaan air minum oleh water level sensor, capture keadaan kucing oleh web camera, serta monitoring suhu menggunakan sensor DHT11. Seluruh kondisi pada sistem ini akan ditampilkan pada Bot Telegram. Dari hasil pengujian disimpulkan bahwa seluruh sistem ini bekerja dengan baik. Pada sistem suhu pada saat suhu < 22 °C penghangat akan aktif, pada saat suhu >26 °C kipas angin akan aktif. Pada sistem makan, sensor berat mampu membaca berat pakan dengan akurat. Dari 5 data berat pakan didapat rata-rata berat pakan sebanyak 78 gram. Pada sitem minum, tandon air minum akan mengisi wadah minum saat water level sensor diketahui memiliki nilai tegangan < 1600 mv dengan ketinggian air 2,5 cm dari permukaan wadah minum. Dari perhitungan nilai delay pada pengiriman data terdapat delay selama 33.8 ms. Packet loss atau banyaknya data yang hilang selama proses pengiriman data sebesar 0 ,3%. Througput dari pengiriman data disistem sebesar 84.139.041 Kbytes/sec
Perancangan Sistem Audio Crossover Berbasis Digital Filter Menggunakan STM32L4
Analog telecommunication system equipment is now starting to develop and be replaced with digital telecommunication systems, one of them is in the audio signal processing. The focus of audio processing is audio crossover. Audio crossover in development there are still many who use analog systems. This analog system has disadvantages when adjusting the sound balance because it still uses analog filters to balance it. It is necessary to develop a technology that aims to create a digital-based crossover audio system using the STM32L4, so that by using this digital-based signal processing it is able to adjust the sound more specifically than the signal processing used analog based. This digital filter uses the Finite Impulse Response (FIR) method. Testing audio crossover using STM32L4 produces a digital-based crossover audio system design using a STM32L4 microcontroller with a voltage of 3.3V as power supply, mp3 player as sound input device, FIR filter as digital filter processing, LM386 as sound amplifier and speaker as sound output for crossover audio on rangelow frequency (200Hz to 4000Hz), high (2200Hz to 6000Hz), medium (200Hz to 4000Hz).Perangkat sistem telekomunikasi analog sekarang mulai berkembang dan digantikan dengan sistem telekomunikasi digital,
salah satunya pada audio signal processing. Fokus pemrosesan audio yaitu audio crossover. Audio crossover dalam perkembangannya
masih banyak yang menggunakan sistem analog. Sistem analog ini memiliki kekurangan saat pengaturan keseimbangan suara dikarenakan masih menggunakan filter analog untuk menyeimbangkannya.
Diperlukan pengembangan teknologi yang bertujuan untuk menciptakan sistem audio crossover berbasis digital menggunakan STM32L4, sehingga dengan menggunakan pemrosesan sinyal berbasis digital tersebut mampu mengatur suara dengan lebih spesifik daripada pemrosesan sinyal yang
berbasis analog. Filter digital ini menggunakan metode Finite Impulse Respons (FIR). Pengujian
audio crossover menggunakan STM32L4 menghasilkan perancangan sistem audio crossover berbasis digital menggunakan mikrokontroler STM32L4 dengan tegangan 3,3V sebagai catu daya, mp3 player sebagai perangkat input suara, filter FIR sebagai pemrosesan filter digital, LM386 sebagai penguat suara dan speaker sebagai output suara untuk audio crossover pada rentang
frekuensi rendah (200Hz sampai 4000Hz), tinggi (2200Hz sampai 6000Hz), medium (200Hz sampai 4000Hz)
Perancangan Rangkaian Rectifier Pada Sistem RF Energy Harvesting dengan Antena Televisi pada Frekuensi UHF
Nowadays, the development of technology is increasing rapidly, one of which is the development of telecommunication technology. Telecomunication provides communication services by using radio waves as information carriers, as a result of the large number of electromagnetic waves in the natural surroundings. From this, various studies have now been developed in order to be able to utilize the energy contained in electromagnetic waves that are around as an alternative energy source, also called Energy Harvesting. The purpose of making this thesisis to make a rectifier and integrated with a television antenna to convert the RF signal at the UHF frequency (470MHz-807 MHz) into DC voltage energy as an Energy Harvesting system. In this final project, a 2.4 and 6-stage voltage douber rectifier was designed using the HSMS 2820 diode and integrated with television antenna. The results of the rectifier circuit made are circuit simulation. The rectifier is able to convert the AC input to DC and amplify the output voltage to achieve multiple stages of the circuit used. In the 6-stage rectifier circuit fabrication test, the largest output produced reached 1.3 V with an input of 0.398 V at a frequency of 470 MHz while the output was the smallest is 3 mV with an input of 0.022 V at a frequency of 637 MHz, and in testing using a TV antenna as an RF signal catcher from the transmitter, the largest voltage obtained reaches 1,019 V in a 6-stage circuit, the output voltage is DC voltage.Dewasa ini perkembangan teknologi semakin pesat, salah satunya yaitu perkembangan teknologi telekomunikasi. Telekomuniksai yang berkembang pesat saat ini menyediakan layanan komunikasi dengan menggunakan gelombang radio sebagai pembawa informasinya, akibatnya banyaknya gelombang elektromagnetik berada di alam sekitar. Dari hal tersebut muncul berbagai penelitian yang kini telah dikembangkan guna dapat memanfaatkan energi yang terdapat pada gelombang elektromagnetik yang berada di sekitar sebagai sumber energi alternative disebut juga Energy Harvesting. Tujuan dari pembuatan skripsi ini
adalah untuk membuat Rectifier dan diintegrasikan dengan antena televisi untuk mengubah sinyal RF pada frekuensi UHF (470MHz–807 MHz) menjadi energi tegangan DC sebagai sistem Energy Harvesting. Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan rectifier voltage douber 2,4, dan 6-stage dengan menggunakan diode HSMS 2820 dan diintegrasikan dengan
antena televisi. Hasil rangkaian rectifier yang dibuat yaitu pada simulasi rangkaian
rectifier mampu mengubah input AC menjadi DC dan menguatkan tegangan outputnya mencapai pelipatan sejumlah stage rangkaian yang digunakan. Pada pengujian fabrikasi rangkaian rectifier 6-stage, output terbesar yang dihasilkan mencapai 1.3 V dengan input 0.398 V pada frekuensi 470 MHz sedangkan Output
terkecil yaitu 3 mV dengan input 0.022 V pada frekuensi 637 MHz, dan pada pengujian menggunakan antena TV sebagai penangkap sinyal RF dari pemancar, tegangan terbesar yang didapat mencapai 1.019 V pada rangkaian 6-stage, tegangan Output berupa tegangan DC
Rancang Bangun Sistem Filterisasi untuk Monitoring Kualitas Air Minum Rumah Tangga
Processing water products sources into ready-to-drink water have been widely circulated in community, one of it's a household drinking water filter with 4 filter stages. Drinking water itself is indispensable for human body. It's because most of the human body is made up of water. To meet the water needs in human body, drinking water is required. Drinking water that consumed by community must meet drinking water standards that have been determined by Minister of Health Decree No. 492/2010, which must meet physical, chemical, biological and radioactive requirements.This research aimed at monitoring several drinking water quality parameters in form of Ph (6.5 - 8.5), Turbidity (<5 NTU) and temperature (22 ? - 27 ?) by using pH sensor, turbidity sensor and temperature sensor, and ON/OFF scheduling of ultraviolet light as an inhibitor of bacterial growth which then monitoring results will be sent via nodeMCU ESP8266 and displayed on WEB. The results of the Ph sensor readings show a reading accuracy of up to 97.28%, on the temperature sensor the reading accuracy reaches 98.7%, while the turbidity sensor has an accuracy level of up to 98.875%, the ON/OFF of UV light goes according to schedule. The application software used able to read and store data in real time from water quality sensor so users can monitor quality of drinking water. Water from filtration of water filter can be categorized as suitable for drinking in accordance with drinking water standard in the Decree of Minister of Health No. 492 in 2010.Produk pengolahan sumber air menjadi air siap minum telah banyak beredar di masyarakat, salah satunya merupakan filter air minum rumah tangga dengan 4 tahap filter. Air minum sendiri merupakan hal yang sangat diperlukan bagi tubuh manusia. Hal ini karena sebagian besar tubuh manusia terdiri atas air. Untuk memenuhi kebutuhan air dalam tubuh manusia diperlukan konsumsi air minum. Air minum yang dikonsumsi oleh masyarakat haruslah memenuhi standar air minum yang telah ditentukan oleh Keputusan Mentri Kesehatan Nomor 492 Tahun 2010 yakni harus memenuhi syarat fisika, kimia, biologis dan radioaktif.
Penelitian ini ditujukan untuk me-monitoring beberapa parameter kualitas air minum berupa Ph (6,5 – 8,5) , Kekeruhan (<5 NTU) serta suhu (22? - 27 ?) dengan menggunakan sensor pH, sensor kekeruhan dan sensor suhu, serta penjadwalan nyala dan mati lampu ultraviolet sebagai penghambat pertumbuhan bakteri yang kemudian hasil monitoring akan dikirimkan melalui nodeMCU ESP8266 dan ditampilkan pada WEB. Hasil pembacaan sensor Ph menunjukkan tingkat akurasi pembacaan hingga 97.28% , pada sensor suhu keakurasian pembacaan mencapai 98,7%, sedangkan pada sensor kekeruhan memiliki tingkat keakurasian hingga 98,875%, nyala dan mati lampu UV berjalan sesuai penjadwalan. Software aplikasi yang digunakan mampu membaca data secara real time, serta mampu menyimpan data hasil pembacaan sensor kualitas air sehingga pengguna mampu memantau kualitas air minum. Air hasil filtrasi alat filter air dapat dikategorikan layak untuk diminum sesuai dengan standar air minum dalam keputusan Menteri kesehatan No.492 tahun 2010