Direktori Jurnal Elektronik Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal
Not a member yet
    1167 research outputs found

    TRADISI MARLONJONG MENJADI PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PEMBERIAN DISPENSASI USIA NIKAH (STUDI KASUS PENGADILAN AGAMA PANYABUNGAN)

    Get PDF
     ABSTRAK Diantara faktor permohonan dispensasi nikah yang masukk ke Pengadilan Agama Panyabungan adalah karena alasan marlonjong yang masih dipraktekkan di tengah masyarakat Mandailing khsususnya di Panyabungan. Adapun rumusan masalah adalah untuk menjawabBagaimana permohonan dispensasi Nikah di Pengadilan Agama  Panyabungan tahun 2021 dan Bagaimana pertimbangan hakim Pengadilan Agama Panyabungan dalam pemberian dispensasi nikah bagi pelaku marlonjong Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yakni suatu metode yang menekankan pada metode penelitian deskriptif Analisis. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yuridis empiris sosiologis. Kesimpulan penulis bahwasanya Pertimbangan dalam menetapkan permohonan dispensasi kawinnomor 113/Pdt.P/2021/PA.Pyb dan 133/Pdt.P/2021/PA.Pyb,menurut penulis ada dua alasan kuat hakim: pertama,telah sesuai dengan kaidah fiqh:“Daru al-mafasid Muqhaddamu ‘ala jalbil al-mashalih”Artinya: Menolak kemudharatan itu lebih baik didahulukan dari pada mendatangkan suatu maslahatan.Hakim mendahulukan menolak kemudhoratan dengan mempertimbangkan fakta-fakta dipersidanganapabila tidak segera dinikahkan akan mengalami kesulitan dan kesukarandan khawatir akan terjadi kerusakan sesuatu yang menyakitkan jiwa, anggota tubuh kehormatan, akal, harta. Kedua, telahsesuai dengan ka’idah fikih al-‘Adat al-Muhakamahyaitu tradisi yang telah lama berlaku dimasyarakat Mandailing khsususnya di Panyabungan. Abstrak Among the factors that apply for a marriage dispensation that is submitted to the Panyabungan Religious Court is for the reason that marlonjong is still practiced in the Mandailing community, especially in Panyabungan. The formulation of the problem is to answer how the application for a marriage dispensation at the Panyabungan Religious Court in 2021 and how the consideration of the Panyabungan Religious Court judge in granting a marriage dispensation for marlonjong perpetrators This type of research uses descriptive qualitative research, which is a method that emphasizes descriptive analysis research methods. The approach used in this research is sociological juridical. The author\u27s conclusion is that the consideration in determining the application for dispensation for marriage number 113/Pdt.P/2021/PA.Pyb and 133/Pdt.P/2021/PA.Pyb, according to the author, there are two strong reasons for the judge: first, it is in accordance with fiqh rules: "Daru al-mafasid Muqhaddamu \u27ala jalbil al-mashalih" It means: Rejecting harm is better prioritized than bringing a benefit. The judge prioritizes refusing harm by considering the facts at trial if they are not married immediately, they will experience difficulties and difficulties and fear that something will damage the soul, members of the body, honor, reason, property. Second, it is in accordance with the fiqh rules of al-\u27Adat al-Muhakamah, namely a tradition that has long been in effect in the Mandailing community, especially in Panyabungan

    TELAAH KONSEP PERDAGANGAN DALAM TAFSIR AL-AZHAR KARYA BUYA HAMKA

    Get PDF
    Perdagangan sebagai salah satu sendi kehidupan manusia tidak luput dari nilai-nilai Qur’ani.Guna memahami konsep perdagangan yang terdapat di dalam Al-Qur’an tentunya dibutuhkan ilmu tafsir.Salah satu kitab tafsir pada masa kontemporer adalah Tafsir Al-Azhar karya Buya HAMKA.Tafsir Al-Azharpenuh dengan sentuhan problematika umat Islam di Indonesia dan juga menzahirkan upaya pentafsir dalam mengetengahkan corak pemikiran dan pentafsiran yang kontemporer.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbandingan pemikiran Buya HAMKA tentang perdagangan dalam Tafsir Al-Azhar dengan kitab tafsir lainnya dan bagaimana relevansi pemikiran Buya HAMKA tentang perdagangan dalam Tafsir Al-Azhar dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan kajian kepustakaan (library research), yaitu mengkaji sumber-sumber tertulis dari berbagai rujukan pustaka, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data, kemudian menelaah dan menganalisis data yang diperoleh dari berbagai sumber tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, konsep perdagangan yang dituliskan Buya HAMKA dalam Tafsir al-Azhar masih relevan dengan kondisi perekonomian saat ini, dimana globalisasi ekonomi menuntut manusia untuk bergerak cepat dalam setiap gerak langkah perekonomian dengan tidak melanggar batas-batas, norma, aturan, hukum yang berlaku. Sehingga interaksi sosial ekonomi yang berlangsung di masyarakat tetap mengedepankan sisi kemanusiaan, etika dan akhla

    PENGALIHAN MANAJEMEN ZAKAT FITRAH KEPADA ANAK YATIM DI KELURAHAN DALAN LIDANG KECAMATAN PANYABUNGAN

    Get PDF
    Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan karena masuknya bulan Ramadhan. Hukumnya wajib ata ssetiap diri Muslim baik anak-anak maupun dewasa, laki-laki maupun perempuan, budak maupun sudah merdeka. Rasul menerangkan kewajiban mengeluarkan zakat fitrah sebelum pergi ketempat sembahyang, melaksanakan sholat Idul Fitri. Mustahiq zakat terdiri dari delapan ashnaf, yaitu: fuqoro (orang fakir), masakin (orang miskin), amil (pengurus zakat), mu’allaf (orang yang diluluhkan hatinya), riqob (orang yang merdeka), ghorimin (orang yang berhutang), fisabilillah (orang yang berjuang dijalan Allah), dan ibnu as-sabil (orang dalam perjalanan). Agar penyaluran zakat tepat sasaran, adil dan merata maka selayaknya para pembayar zakat membayarkan zakatnya melalui amil zakat yang diangkat oleh pemerintah maupun swasta (masyarakat). Membayarkan zakat langsung kepada mustahik selain amil zakat juga boleh dilakukan dengan ketentuan bahwa amil tidak ada atau ada amil tetapi amil tersebut terbukti tidak amanah. Peneliti menemukan masalah terkadang dalam mendistribusikan zakat bukan hanya untuk 8 asnaf, akan tetapi ada masyarakat yang membayar zakat fitrah kepada anak yatim dimana anak yatim tersebut bukan kategori  fakir dan miskin

    JUAL BELI BENSIN ENCERAN PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini untuk melukiskan jual beli bensin eceran perspektif hukum ekonomi syariah. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data primer diantaranya 4 orang penjual bensin eceran, dan 8 orang pembeli bensin eceran dan sumber data sekunder yaitu dekumen-dekumen terkait seperti dokumentasi, serta karya ilmiah lainnya yang mendukung penulisan skripsi penulis, adapun teknik analisis data adalah deskriptif analisis metode penelitian untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian, dan setelah itu disimpulkan. Hasil penelitian yang penulis lakukan bahwa tata cara penentuan takaran bensin dalam jerigen pada penjualan bensin eceran di Kecamatan Lareh Sago Halaban, penjual bensin eceran menakar bensin tidak menggunakan literan, namun dengan menggunakan garis di jerigen serta memenuhkan jerigen. Penjual bensin eceran menjual bensin eceran dengan harga Rp 10.000,- per jerigen. Sebagian besar dari penjual mengetahui kalau bensin dapat memuai serta mengurangi takaran bensin di dalam jerigen. Terkadang penjual bensin eceran tersebut menambah bensin yang sudah memuai, untuk memenuhkan jerigen kembali, namun ada juga penjual yang membiarkannya saja. pembeli bensin eceran terpaksa membeli bensin eceran, karena bahan bakar motornya habis. Menurut fiqih muamalah pelaksanaan Jual beli bensin eceran yang disimpan pada media jerigen diperbolehkan menurut Hukum Fikih Muamalah. Sebab tidak ada terindikasi pengurangan takaran oleh penjual bensin eceran. Karena berkurangnya takaran bensin dalam jerigen karena penguapan yang terjadi secara alamiah, tidak ada unsur kesengajaan penjual bensin eceran mengurangi takaran bensin eceran tersebut. Jual beli tersebut juga didasari atas rasa suka sama suka antara penjual dan pembeli

    Kedudukan Sumber Hukum Islam Kedua (Hadis) Dalam Al-Qur\u27an

    Get PDF
    Its position as a syara\u27 argument means that in addition to the Qur\u27an, the sunnah of the Prophet also gives us instructions to know the eternal commandment of Allah which is called syar\u27i law. The word "sunnah" (????) comes from the word etymologically means: the way that is usually done, whether that way is something good, or bad. Sunnah in terms of ushul scholars is: "whatever is narrated from the Prophet Muhammad SAW., good in the form of words, deeds or confessions and the nature of the Prophet." While the sunnah in terms of fiqh scholars is: "the legal nature of an act that is required to do it in the form of an uncertain demand" with the understanding that the person who does it is rewarded and the person who does not commit it is not guilty. Sunnah according to the understanding of ushul experts as mentioned above is divided into three kinds. First, sunnah qauliyah, namely the words of the Prophet that were heard by his companions and conveyed to others. For example, a friend said that he heard the Prophet say, "Who does not pray because he is asleep or because he forgot, let him do the prayer when he has remembered.” Second, sunnah fi\u27liyah, namely the act of What was done by the Prophet Muhammad SAW who was seen or known by his companions, then conveyed it to others with his words. For example, a friend said, "I saw the Prophet Muhammad SAW. Perform two rak\u27ahs of sunnat prayer after the noon prayer." Third, sunnah taqririyah, namely the actions of a friend or his words which were carried out in the presence or knowledge of the Prophet, but were not responded to or prevented by the Prophet. The silence of the Prophet was conveyed by friends who witnessed to others with his words

    Peran Pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah Dalam Membentuk Akhlak Qurani Kader Tapak Suci Putera Muhammadiyah Di Era Internet

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh pesatnya teknologi yang berkembang di era modern dewasa ini. Bagai pisau bermata dua, pesatnya teknologi ini pun menyajikan konten dan muatan dalam menunjang pembelajaran, keilmuan bahkan hal-hal yang tidak dapat dijumpai di dunia nyata, misalkan perang dalam simulasi game online. Umpatan dan makian dalam kemasyarakatan dunia maya merupakan hal lumrah yang kadang terbawa dalam kehidupan nyata. Hal ini berdampak pada  penurunan besar bagi akhlaq di kalangan masyarakat khususnya siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran para pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah dalam mendidik akhlaq siswa-siswanya ditengah gempuran teknologi yang semakin tidak berakhlaq. Penelitian ini  merupakan model penelitian kuantitatif. Lokasi penelitian ini berada di PIMDA 101 TapaK Suci Putera Muhammadiya Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Maksud dari penelitian ini adalah untuk  mengetahui hal-hal apasaja yang dilakukan para pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah dalam mendidik akhlaq. Metode yang digunakan  untuk mengkaji penelitian ini adalah (field research). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan dokumenter dengan menemui langsung narasumber kemudian dikomparasikan dengan literatur-literatur yang berkaitan dengan judul

    Antropologi Minang Dalam Perspektif Al-Qur’an: Kajian Sistem Keturunan Materilinial

    Get PDF
    This research is about matrilineal in the Minangkabau community from the perspective of the Qur\u27an. This research was made in order to answer the impression of differences in normative values in the Minangkabau custom with the reality found in the Minang community. In the debates of scientists there are those who agree or reject and some even agree with the record of matrilineal norms if they are associated with the Qur\u27an. The purpose is to find out how the Qur\u27an views the concept of Matri. The object of this study, anthropological value in the matrilineal concept adopted by the Minang tribe when viewed from the Qur\u27an. This research is a library reseach or library research. Data sources consist of primary sources such as the tafsir al-Maraghi, Ibn Katsir, Tafsir alMuyassar and Tafsir Hamka. Meanwhile, secondary data from books and journals as well as blogs about Anthropology and Minang culture are related to this research. The conclusion in this study is that the concept of matriarchate in the Minang tribe is not contrary to the universal values brought by the Qur\u27an and the concept of the Basandi Syarak custom, syarak basandi kitabullah is embodied in Minang society and is in line with the Qur\u27an.Penelitian ini tentang matrilineal pada masyarakat Minangkabau perspektif al-Qur’an. Penelitian ini dibuat dalam rangka menjawab adanya kesan perbedaan nilai normative yang ada dalam adat Minangkabau dengan kenyataan yang ditemukan dalam masyarakat Minang. Dalam perdebatan para ilmuan ada yang setuju atau menolak bahkan ada yang setuju dengan catatan tentang norma matrilineal jika dikaitkan dengan al-Qur’an. Tujuannya untuk mengetahui bagaimanakah pandangan al-Qur’an terhadap konsep Matrilinial. Objek penelitian ini, nilai antropologis dalam konsep matrilineal yang dianut suku Minang jika dilihat dari al-Qur’an. This research falls under the category of library research.. Sumber data terdiri dari sumber utama seperti kitab tafsir al-Maraghi, Ibnu Katsir, Tafsir al-Muyassar dan Tafsir Hamka. Sementara data sekunder dari buku-buku dan jurnal serta blog tentang antroplogi dan budaya Minang yang berkaitan dengan penelitian ini. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah konsep matriarkat pada suku Minang tidak bertentangan dengan nilai universal yang dibawa al-Qur’an dan konsep Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah terjawantahkan dalam masyarakat Minang dan sejalan dengan al-Qur’an

    PELATIHAN PEMANFAATAN FLIP-BOOK BERBASIS SCREENCAST -O-MATIC VIDEO SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN DENGAN SYSTEM ASYNCHRONOUS

    Get PDF
    Objektif. Tujuan pelatihan pemanfaatan Flip-book berbasis screencast-o-Matic video sebagai model pembelajaran dengan system asynchronous pelatihan untuk mengembangkan, membekali, menambah wawasan soft skill tenaga pendidik di SMK Alkhairat Pulau Morotai dalam mengoperasikan media pembelajaran berbasis e-learning dimasa penyebaran wabah Covid-19. Material dan Metode. Metode yang digunakan yaitu metode observasi, ceramah, diskusi, dan pelatihan. Khalayak saran pelatihan yaitu tenaga pendidik di SMK Alkhairat Pulau Morotai.  Waktu pelaksanaan program pengabdian masyarakan yaitu pada tanggal 27 Oktober 2021 di SMK Alkhairat Pulau Morotai, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai. Hasil. Peserta pelatihan program pengabdian masyarakat sangat merasa puas dengan padanya pelatihan e-learning system jaringan asynchronous. Kesimpulan. Selama proses pelatihan peserta pelatihan memperoleh wawasan baru tentang medesign bahan ajar dengan menggunakan Flip-book berbasis Screencast-o-Matic video dengan system asynchronous, dimana model pembelajaran ini dapat diterapkan pada proses belajar mengajar jarak jauh khususnya di daerah 3T dimasa pandemic. Respon positif yang diperlihatkan oleh peserta pelatihan membuktikan bahwa aplikasi Flip-book berbasis SoM dengan system asynchronous sangat penting untuk diterapkan di daerah daerah dengan akses internet yang buruk

    DARI HOAX NEWS MENJADI HARD NEWS: MENUMBUHKEMBANGKAN POTENSI CITIZEN JOURNALISM DI KALANGAN KOMUNITAS PEMUDA PANTURA

    Get PDF
    Objektif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Oktober - Desember 2021 yang berlokasi di wilayah pantura yakni Lamongan,  Gresik dan Tuban. Pendampingan ini bertujuan untuk meminimalisir kecenderungan masyarakat untuk membaca berita hoax dengan cara pendampingan untuk membuat berita yang “baik” lewat kegiatan citizen journalism. Material and Metode. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah metode ABCD. Yang mendasari dilakukannya ABCD dalam pengabdian ini adalah kebutuhan untuk mendapatkan perubahan yang diinginkan. Hasil. Temuan yang didapatkan dari pengabdian ini adalah masyarakat pantura utamanya para pemudanya suka mengakses berita serta membagikannya tanpa sharing terlebih dahulu. Namun setelah adanya pengabdian ini, mereka diarahkan untuk lebih senang menulis utamanya mengenai potensi desa masing-masing Kesimpulan. Buku “Pantura Punya cerita” adalah out put dari kegiatan pengabdian ini. Isinya adalah tulisan dari pemuda-pemudi pantura tentang kearifan budaya lokal yang ada di daerahnya masing-masing. Harapannya pengabdian semacam ini lebih banyak dilakukan untuk meredam kabar hoaks yang masih banyak dikonsumsi oleh masyarakat kit

    Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal Melalui EPOLIK Di Ngesong Sedayulawas Brondong Lamongan

    Get PDF
    Objective. Local potentional-based Creative industry is a method to improve society\u27s prosperity. Society\u27s bewilderment in processing natural products into creative industries is one of the reasons why people sale off their harvests  that results low-price raw products. Women (in this case housewives) in Ngesong village required an education or training regarding local potential-based creative industries. This society\u27s empowerment discussed about enhancement of society\u27s prosperousness with a program called EPOLIK (Edukasi Pemanfaatan Potensi Lokal sebagai Industri Kreatif). It is an educational Program on the use of local potentials as creative industries. The program was formulated for housewives in Ngesong village. Materials and Methods. The empowerment in this research used PAR (Participatory Action Research) method, which was a collaboration between researchers and the Ngesong people. The collaboration included: formulating the issues/problems, Planning the actions, executing the actions  and evaluating the outcomes. Results. The results of the empowerment are: (1) the assisted participants can make processed Sapodilla ingredients into cakes and drinks called Maneela Cake and Maneela Syrup: (2) awareness within themselves, namely: (a) awareness that there is potential in their area that should be developed; (b) Awareness that the developed local potential can have economic value; (c) Delicacy in that selling goods directly with goods processed into semi-finished goods has more selling value; (d) growing creative industries starting from home. Conclusion. This empowerment activity through EPOLIK provides experience for assisted subject housewife to find potential natural resources that can be processeed into value-added products to increase economic welfare. This activity also provides skills to assisted subject husewife in processing local potential in the form of Sapodilla fruit into Maneela cake and Maneela Syrup. In addition, this activity can increase the motivation of assisted subject mothers as creative industry players by utilizing local potential to improve welfare

    850

    full texts

    1,167

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Direktori Jurnal Elektronik Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇