Direktori Jurnal Elektronik Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal
Not a member yet
1167 research outputs found
Sort by
Michael Cook: Kompromi Polemik Penulisan Al-Qur’an dan Hadis
This qualitative research using a literature review method examines the profile of an orientalist named Michael Cook as a developer of Western revisionist methods with the creation of his own method which is famously known as The Spread of Isnad. The initial Orientalist mission focused on the spread of missionary liberalism under colonialism with intellectual academic methods such as philology, manuscripts and language studies when studying the Koran and Hadith. The results of Orientalist studies are of course that the majority are skeptical and even weaken Islamic teachings. Most Orientalists claim that Muhammad was an adopter of at least two previous teachings, namely Judaism and Christianity, so there are many similarities in the two products. Polemics of differences between fellow orientalists also cannot be avoided. In reality, not all orientalists agree that the Koran and Hadith are fake products that support Islamic teachings. M. Cook comes with the character of neo-skepticism, namely an attempt to doubt the Prophet\u27s hadith through attempts to develop the theoretical ideas of predecessors such as Schacht.Penelitian bersifat kualitatif dengan metode kajian pustaka ini mengkaji tentang profil orientalis bernama Michael Cook sebagai pengembang metode para revisionis Barat dengan ciptaan metodenya sendiri yang masyhur dikenal dengan istilah The Spread of Isnad. Misi awal orientalis berfokus pada penyebaran misionaris liberalisme di bawah kolonialisme dengan metode akademik intelektual seperti kajian filologi, manuskrip dan bahasa ketika mengkaji al-Qur’an dan Hadis. Hasil kajian orientalis tentunya mayoritas berkarakter skeptis bahkan melemahkan ajaran Islam. Orientalis sebagian besar menyatakan bahwa Muhammad adalah pengadopsi setidaknya dua ajaran terdahulu yakni Yahudi dan Nasrani sehingga banyak kemiripan yang tercantum pada dua produknya. Polemik perbedaan antara sesama orientalis juga tidak dapat dihindari. Kenyataannya, tidak semua orientalis bermuara pada kesepakatan menyimpulkan al-Qur’an dan Hadis sebagai produk palsu yang menjadi pendukung ajaran Islam. M. Cook hadir dengan karakter neo-skeptisisme yaitu upaya meragukan hadis Nabi melalaui percobaan mengembangkan ide teori pendahulunya seperti Schacht
DAKWAH ALA QURAISH SHIHAB: (Penafsiran Surat Al-Nahl : 125)
Da\u27wah is the first command given by Allah to the Prophet Muhammad as an acknowledgment of his apostleship. The same thing was also ordered to humans other than the Prophet Muhammad to invite people to the right path or Islamic teachings. There are many methods of preaching, but the Koran explains how preaching should best be done. Q.S an-Nahl: 125 explains how to preach according to the guidance, to be able to understand what the Koran conveys so that it is more targeted, we can see how Quraish Shihab interprets this verse.Keywords : Dakwah, Quraish Shihab, TafsirDakwah merupakan perintah pertama yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad sebagai suatu pengakuan terhadap kerasulannya. Hal yang sama juga diperintahkan kepada manusia selain Nabi Muhammad untuk mengajak manusia ke jalan yang benar atau ajaran Islam. Ada banyak metode berdakwah, namun dalam al-Qur’an dijelaskan bagaimana seharusnya berdakwah yang paling baik dilakukan. Q.S al-Nahl: 125 menjelaskan bagaimana cara berdakwah sesuai tuntunan, untuk dapat memahami apa yang disampaikan al-Qur’an supaya lebih tepat sasaran, kita dapat melihat bagaimana Quraish Shihab menafsirkan ayat ini.
 
Dampak Penggunaan Gadget Pada Anak Usia Dini Studi Kasus Pada Anak Usia 3 Tahun Dengan Inisial “AD” : Impact Of Gadget Use On Early Children Case Study On A 3 Year Old Child With The Initials "AD"
Gadget adalah perangkat elektronik kecil yang memiliki fungsi khusus dan digunakan untuk berbagai kebutuhan manusia, seperti komunikasi, produktivitas, hiburan, dan lainnya. Gadget memiliki unsur kebaruan dan sering muncul dengan teknologi terbaru. Gadjet digunakan oleh berbagai golongan, baik anak-anak, remaja, dewasa hingga tua. Penggunaan gadjet bagi anak usia dini akan menimbulkan berbagai dampak. Salah satunya dampak kecanduan bermain gadjet, sehingga akan menimbulkan dampak negatif bagi perkembangan bahasa anak. Penting peran orangtua dalam mendampingi anak dalam menggunakan gadjet. Tujuan penelitian ini adalah pertama untuk mengetahui penggunaan gadjet pada salah satu anak berusia 3 tahun dengan inisial “AD”, kedua, untuk mengetahui dampak penggunaan gadjet pada salah satu anak berusia 3 tahun dengan inisal “AD, dan ketiga menjelaskan peran orang tua dalam mengawasi anak dalam menggunakan gadjet.
Penelitian ini dilakukan di Kec.Ramah Pesisir, Balai Selasa dengan jenis penelitian kualitatif. Adapun sumber datanya antara lain, para salah satu anak usia dini yang menggunakan gadget. Adapun teknik pengumpulan datanya ada tiga yaitu wawancara dan observasi. Untuk menganalisis datanya, dibuat menjadi tiga tahapan, yaitu reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian mnunjukkan bahwa (1), penggunaan gadget pada anak usia 3 Tahun dengan inisial “AD” terbagi kepada tiga kelompok, yaitu anak memakai gadget orang tua, (2) dampak penggunaan gadget pada anak 3 tahun dengan inisial “AD” adalah pemerolehan bahasa anak menjadi terganggu, menyebabkan apa yang diujarkan anak sulit dipahami. (3) peran orang tua dalam mengawasi anak dalam menggunakan gadget.
 
Takabur dalam Perspektif Hadis
Takabur is a behavior that refers to a person\u27s arrogant, conceited, or boastful attitude towards other people. In Islam, takabur is referred to as one of the eight major sins that must be avoided, because it deviates or violates the principle of humility and the recognition that all humans are equal before Allah SWT. This research aims to identify and understand the factors that influence the development of takabur behavior based on hadith. The discussion in explains immoral behavior, its impacts, and how to avoid it referring to the hadith of the Prophet SAW. The method used in this research is contemporary hadith thematics. This research concludes that it is important for every individual to avoid takabbur and strive to develop an attitude of humility, humility, and simplicity through the application of hadith.
 
Mu??af? al-Sib?’?’s Views on the Dynamics of Hadith: Ideas and Discourse on Hadith Studies
The various ways in which Muslim scholars have responded to the views of orientalist thinkers show their attention to hadith studies. This article examines Mustafa Siba\u27i ideas in his work al-Sunnah wa Maknatuh fii al-Tasyri\u27 al-Islam. There are several focuses revealed in this article, namely his ideas on the sunnah which also answer statements from several figures (Abu Rayyah, Taufiq Sidqi, and Ahmad Amin); as well as revealing the discourse of hadith studies as a development of al-Siba\u27i ideas. This research uses qualitative analysis with library research sources. It is known that the importance of historical analysis in knowing the context and continuity of the sanad (sanad criticism), and the importance of scientific integration in revealing the truth of a hadith (matan criticism). Therefore, it does not stop at understanding the idea, so it is necessary to develop the idea, in this case it can be found the discourse of hadith studies such as the application of Mustafa Siba\u27i ma\u27anil hadis, and the study of hadith historiography in several fields (mustalah al-hadis science and rijal al-hadis science). The development of the hadith signals how much he contributed to the field of hadith.Ragam cara sarjana muslim merespon pandangan pemikir orientalis, menunjukkan perhatian terhadap kajian hadis. Artikel ini meneliti gagasan Mu??af? al-Sib?’? dalam karyanya al-Sunnah wa Mak?natuh? f? al-Tasyr?’ al-Islam?. Terdapat beberapa fokus yang diungkap dalam artikel ini, yaitu gagasan beliau terhadap sunnah yang sekaligus menjawab statement dari beberapa tokoh (Abu Rayyah, Taufiq Sidqi, dan Ahmad Amin); serta mengungkap wacana kajian hadis sebagai pengembangan gagasan al-Sib?’?. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan sumber kepustakaan (library research). Hasinya diketahui bahwa pentingnya menganalisis historis dalam mengetahui konteks dan ketersambungan sanad (kritik sanad), dan pentingnya integrasi keilmuan dalam menyingkap kebenaran suatu hadis (kritik matan). Maka tidak berhenti memahami gagasannya saja, sehingga perlu adanya pengembangan gagasan, dalam hal ini dapat ditemukan wacana kajian hadis seperti penerapan ma’anil hadis Mu??af? al-Sib?’?, dan kajian historiografi hadis dalam beberapa bidang (ilmu mustalah al-hadis dan ilmu rijal al-hadis). Pengembangan hadis tersebut memberikan sinyal betapa besar kontribusi beliau dalam bidang hadis
Pemikiran Syekh Nawawi Al-Bantani dan Relevansinya terhadap Pendidikan Di Sekolah Dasar : Pemikiran Syekh Nawawi Al-Bantani dan Relevansinya terhadap Pendidikan Di Sekolah Dasar
Abstrak
Pendidikan adalah cara untuk mengembangkan peradaban manusia, catatan sejarah mengungkapkan bahwa semakin baik pendidikan suatu masa, maka peradaban akan berkembang pada zaman tersebut. Pembangunan pendidikan yang dinamis diperlukan untuk menciptakan peradaban yang lebih baik. Di era globalisasi, pendidikan mempunyai tugas yang lebih berat dari sebelumnya, di era ini tidak lagi dikenal batas ruang dan waktu. Kemudahan akses informasi mempunyai dampak positif dan negatif. Selain manfaat keilmuan, informasi yang masuk tidak dapat disaring berdasarkan budaya dan norma yang berlaku di suatu daerah atau negara, sehingga berujung pada hilangnya karakter dan jati diri bangsa. Artikel ini mendiskusikan tentang konsep pendidikan islam di sekolah dasar dari salah satu tokoh ulama nusantara yang mendunia, yaitu syekh Nawawi Al-Bantani. Artikel ilmiah ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka untuk menganalisis pandangan Syekh Nawawi Al-Bantani terhadap konsep pendidikan islam di sekolah dasar. Kesimpulan dalam kajian ini, yaitu pemikiran syekh nawawi akan penting pembelajar sepanjang hayat untuk masa depan berkelanjutan, serta pendidikan karakter yang membangun kekhasan identitas dan jati diri suatu bangsa.
Kecenderungan Global dalam Proses Pembelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan di Sekolah: Pendahuluan, Metode, Pembahasan, Kesimpulan
Abstrak: Globalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan komponen penting dalam kurikulum pendidikan di Indonesia, yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, dan wawasan kebangsaan pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan studi literatur dan analisis dokumentasi terkait pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Indonesia. Data dikumpulkan melalui penelusuran artikel jurnal, buku, dan dokumen resmi pemerintah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi telah membawa berbagai kecenderungan global yang memengaruhi pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, seperti penggunaan teknologi digital, penekanan pada kompetensi global, dan pengaruh isu-isu internasional. Kecenderungan global tersebut berdampak pada pengembangan kurikulum, metode pembelajaran, dan peran guru dalam menghadapi tantangan globalisasi dalam konteks pendidikan kewarganegaraan di Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa globalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Indonesia. Berbagai kecenderungan global perlu diantisipasi dan diintegrasikan dalam pengembangan kurikulum, metode pembelajaran, serta peran guru agar pembelajaran dapat tetap relevan dan efektif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada peserta didik di era globalisasi.
 
UPAYA GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR MEMBACA SISIWA SD / MI: Kemampuan membaca siswa SD 045 Malintang, Proses pembelajaran membaca, Upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar membaca
Peran guru dalam mengatasi kesulitan belajar membaca pada siswa di Sekolah Dasar (SD) 045 Malintang. Dalam konteks pendidikan, guru diharapkan mampu memberikan ilmu pengetahuan dan membimbing siswa, baik secara individual maupun klasikal. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan mengkaji berbagai literatur mengenai teknik pengajaran membaca dan tantangan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa masih tergolong rendah, dengan banyak siswa yang kesulitan dalam memahami huruf, vokal, dan makna. Upaya yang dilakukan oleh guru termasuk memberikan tugas tambahan, menyelenggarakan pelajaran privat, serta menggunakan berbagai teknik membaca untuk membantu siswa memahami materi. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat, seperti kurangnya minat siswa, gangguan dari teman sebaya, serta faktor psikologis yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Selain itu, teknik membaca yang efektif, seperti membaca cepat (skimming) dan mencari informasi fokus (scanning), diidentifikasi sebagai cara yang dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa. Kesimpulannya, keberhasilan dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa sangat bergantung pada pendekatan yang tepat dan dukungan yang diberikan oleh guru, serta kesadaran siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.Abstrak
Adapun yang melatar belakangi peneliti mengambil permasalahan ini karena menurut peneliti bahwa membaca merupakan aspek yang sangat penting dalam proses pembelajaran terutama pada dasar untuk melajutkan ke jenjang selanjutnya. Hasil penelitian ini menunjukkan, Kemampuan siswa dalam belajar membaca di kelas I SD 045 Malintang berberda-beda disetiap kelasnya namun memiliki persamaan yang hampir sama terlihat dari hasil persentase data yang diperoleh hampir sama, Proses belajar mengajar bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar membaca di SD 045 Malitang juga memiliki perbedaan di dua kelas 1 tergantung dengan tindakan yang dilakukan guru di kelas, Faktor pendukung dan penghambat upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa kelas I SD 045 Malintang juga memiliki permasalahan yang berbeda dan sama, Upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa juga berbeda-beda
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP EKONOMI SYARIAH DALAM PENGEMBANGAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DI DESA KAYU LAUT MANDAILING NATAL
This study aims to examine the application of Islamic economic principles in the development of Small and Medium Enterprises (SMEs) in Kayu Laut Village, Mandailing Natal, with a focus on the local culinary sector. Despite facing challenges in terms of understanding and access to Sharia-based capital, SMEs in this village are beginning to integrate Sharia principles such as justice, transparency, and the prohibition of usury into their business practices. SME practitioners apply profit-sharing systems and maintain openness in transactions, contributing to the sustainability of the business and strengthening social relations with the surrounding community. This study found that the application of Islamic economic principles can enhance SME growth, create an ethical business environment, and improve social welfare. However, challenges such as limited knowledge and access to Sharia financial institutions remain obstacles that need to be addressed to maximize the potential for Sharia-based SME development in the region
PESANTREN DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT (STUDI PON-PES BAITURRAHMAN PARAU SORAT)
The purpose of this study was to determine how the empowerment activities of the potential of Islamic boarding schools in making the Baiturrahman Islamic boarding school in Parau Sorat village independent were for students, the elderly, and the surrounding community. This study collected data by interviewing the head of the foundation, teachers, the elderly, students, and the community around the Islamic boarding school regarding how economic empowerment was carried out by the Islamic boarding school. Then the results of the interviews were presented and conclusions were drawn related to the research theme. The results of the study showed that economic empowerment at the Baiturrahman Islamic boarding school was carried out by empowering students, the elderly, and the community around the Islamic boarding school. Student empowerment activities were carried out through training in agribusiness, animal husbandry, fisheries, calligraphy, and rice groups. Economic empowerment carried out for the elderly who live at the Baiturrahman Islamic boarding school is by providing land to be cultivated. While the surrounding community with oil palm plantation partnerships.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kegiatan pemberdayaan ekonomi berbasis pondok pesantren dalam hal ini yaitu pondok pesantren Baiturrahman desa Parau Sorat baik untuk santri, lansia, dan masyarakat sekitar. Penelitian ini mengambil data dengan mewawancarai ketua yayasan, guru, lansia, santri, dan masyarakat sekitar pesantren terkait bagaimana pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh pesantren. Kemudian hasil wawancara disajikan dan diambil kesimpulan terkait tema penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan ekonomi di pesantren Baiturrahman dilakukan dengan memberdayakan santri, lansia, dan masyarakat sekitar pesantren. Kegiatan pemberdayaan santri dilakukan dengan pelatihan agrobisnis, peternakan, perikanan, kaligrafi, dan grup nasyid. Pemberdayaan ekonomi yang dilakukan untuk para lansia yang mondok di pesantren Baiturrahman yaitu dengan menyediakan tanah untuk digarap. Sedangkan masyarakat sekitar dengan kemitraan kebun sawit