Open Journal System of STKIP Muhammadiyah Barru
Not a member yet
255 research outputs found
Sort by
Application of Think Pair Share Learning Model and Video to Improve Students’ Writing Skill
The aims of the current research are to describe (1) the improvement of students’ writing persuasive paragraph skill; (2) the improvement of students’ learning attitudes after taking persuasive paragraph writing lessons with the Think Pair Share model and educational videos; (3) the increase of students’ learning motivation after taking persuasive paragraph writing lessons with the Think Pair Share model and educational videos. This is a quantitative and qualitative research, with the number of participants are 30 students from high school in Kairouan city. The instruments used to collect data were observation, questionnaires, interviews, and documentation. Based on the results of research that had been done, it was known that students’ skills in writing persuasive paragraphs had increased. It was known from the results of writing persuasive paragraphs in each cycle. In the pre-cycle, the average score of the students was 43.5. In the 1st cycle, the average score of students increased to 61.17. In the 2nd cycle, students got an average score of 64.83. In the 3rd cycle, the average score of students were 78.00. This proves that the results of writing persuasive paragraphs of students have increased in cycle I, cycle II, and cycle III
Increasing Students’ Learning Outcomes through Cooperative Learning Model Mind Mapping Type
The purpose of this study is to find out how to apply the cooperative learning model, mind mapping type to improve the learning outcomes of elementary school students. This type of research is classroom action research which consists of two cycles which each cycle is carried out 3 times. The research procedure includes planning, implementing actions, observing and reflecting. The subjects in this study were 26 fourth grade students at SD Inpres Batanghari Jambi. The research result showed that in the first cycle, from 26 students, only 14 students completed individually, with an average score of 67.30. This has met the minimum completeness criteria or is in the moderate category, but this result does not meet the classical completeness criteria because only 53.85% of students have studied thoroughly, while the classical completeness that must be achieved is 85% of the total number of students. In cycle II, from 26 students, there were 24 students (92.31%) who met the minimum completeness criteria. Classically, it has also been fulfilled, namely the average value obtained is 80.19 or is in the high category. Based on the results of the analysis, it was concluded that the learning outcomes of fourth grade elementary school students through the application of the Mind Mapping cooperative learning model had increased
Meningkatkan Kemampuan Berbicara dalam Pembelajaran Teks Spoof melalui Metode Storytelling di Kelas XI MA
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara dalam pembelajaran teks spoof melalui metode Storytelling di kelas XI IPA MA Putri DDI Mangkoso Kabupaten Barru. Adapun jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK adalah penelitian yang dirancang untuk membantu guru menemukan dan memecahkan masalah-masalah pembelajaran yang terjadi di kelas. Bentuk kajian PTK bersifat reflektif oleh pelaku tindakan dengan tujuan memperbaiki kondisi tempat praktik pembelajaran itu dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa pada penelitian tindakan kelas yang memiliki rumusan masalah bagaimana meningkatkan kemampuan berbicara dalam pembelajaran teks spoof melalui metode Storytelling di kelas XI IPA MA Putri DDI Mangkoso Kabupaten Barru terjawab dengan hasil rata-rata peningkatan hasil belajar siswa dari 69 pada siklus I menjadi 87 di siklus II.juga pada observasi siswa bekategori cukup pada siklus I dan berketgori sangat baik pada siklus II
PERANAN ORANG TUA DALAM MEMOTIVASI BELAJAR SISWA
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Orang tua melaksanakan dua peran sekaligus pertama menjadi orang tua dan kedua menjadi guru di rumah, menyediakan sarana dan prasarana kepada anak, memberikan semangat, motivasi, mengarahkan anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki oleh masing-masing anak. peran orang tua dalam memotivasi belajar siswa sangat penting dan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi ketercapaian belajar siswa, orang tua juga merupakan faktor eksternal yang mempengaruhi motivasi belajar siswa. Peran orang tua sangat penting terhadap motivasi belajar siswa. Sehingga dengan adanya pemahaman dan kesadaran orang tua terhadap perannya dan kesadaran siswa terhadap motivasi belajarnya dapat membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi siswa maupun guru BK yang terkait dengan masalah belajar di sekolah dan tidak berdampak pada prestasi belajar dan perilaku yang tidak sesuai, dengan begitu maka siswa akan memiliki semangat dan motivasi belajar yang tinggi untuk mewujudkan tujuan pendidikan dan cita-cita mereka
Implementing Group Counseling to Change Student’s Insight Pattern about Learning in the Covid-19 Pandemic
The learning system that suddenly changes becomes a learning problem students experienced. The current research will reveal whether the application of group counseling during the Covid-19 pandemic can change students’ insight about the learning system and process. The research subjects are students of the VII grade and the VIII grade in a junior high school in Barru city. To determine the number of the sample, the researcher used purposive sampling technique with certain consideration, namely 15 students whose negative perception about the learning system during the Covid-19 pandemic condition. To collect data, researchers applied observation technique, distributed questionnaire, and took documents. The results of the current study indicate that after being given group guidance during several meetings, from those 15 students, 10 students (66.66%) strongly agree with the learning system applied in this Covid-19 pandemic condition, 5 students (33.33%) agree, there are no students who disagree and strongly disagree
STRATEGI KOLABORATIF DALAM MANAJEMEN PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pentingnya strategi kolaboratif yang dapat dilaksanakan dalam manajemen pelayanan bimbingan dan konseling oleh konselor di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kolaboratif yang dapat dilaksanakan dalam pelaksaan layanan bimbingan dan konseling oleh konselor di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Untuk menjaga ketepatan pengkajian dan mencegah kesalahaan informasi dalam analisis data maka dilakukan pengecekan antar pustaka dan membaca ulang pustaka. Hasil penelitian ini adalah memaparkan tentang konsep kerjasama yang baik dalam strategi kolaboratif yang tidak hanya dilakukan dalam internal sekolah saja akan tetapi juga melibatkan berbagai pihak yang memiliki perannya masing-masing. Kerjasama tersebut dilakukan dalam bentuk kegiataan kolaboratif
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Menemukan Nilai-Nilai Cerpen dalam Diskusi dengan Teknik Point Counterpoint
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar menemukan nilai-nilai cerpen dalam diskusi dengan teknik point counterpoint pada siswa kelas X MIPA.1 SMA Negeri 6 Barru. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas X MIPA, dengan jumlah siswa 23 orang. Teknik pengumpulan data adalah observasi, catatan lapangan, wawancara, dokumentasi, dan instrument tes. Metode analisis data yang dilakukan pada penelitian ini dibagi menjadi analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian siklus I menunjukkan persentase nilai siswa yang berada pada kategori sangat baik 4.8%, baik 52.4%, dan cukup 42.9%. Pada siklus II, persentase siswa pada kategori sangat baik 4 orang atau 19.0% siswa, kategori baik 17 orang atau 80.9% siswa, dan tidak ada siswa yang berkategori cukup, kurang, dan sangat kurang dengan ketuntasan 100%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa menemukan nilai-nilai dalam cerpen mengalami peningkatan setelah diskusi dengan teknik point counterpoint diterapkan
Silence in Arabic Cross-Cultural Interaction
This study investigates silence as a nonverbal manner of communication cross-culturally in Arabic to expose if it is as powerful as the verbal communication. It concentrates on the distinct types, forms and functions of silence in different contexts and the way it is perceived by the communicators. The study concluded that silence has a great value cross-culturally in Arabic, and is as effective as speech in transmitting messages and serving the goal of the interaction. Speech and silence are closely related and exist almost in every interaction. Each way has an important function and that they come to have greater effect when used together. Silence has many exceptional functions aside from accepting a matter or refusing it such as preserving other’s dignity and making them avoid behaving impolitely. Silence acts as a face-saving such as dumb founded and as a face-threatening technique such as cunning
FAKTOR-FAKTOR YANG MENGHAMBAT DALAM MEMILIH SEKOLAH LANJUT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang menghambat dalam pemilihan sekolah baik faktor internal maupun faktor eksternal dalam pemilihan sekolah lanjutan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Pustaka (library research) dengan teknik mengkaji berbagai literatur yang memiliki relevansi dengan fokus penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor penghambat pemilihan sekolah lanjutan terdiri dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang menjadi penghambat dalam pemilihan sekolah lanjutan siswa adalah faktor kondisi fisik dan kondisi psikis. Dalam kondisi psikis yang menjadi penghambat utama pemilihan sekolah lanjutan adalah aspek pengetahuan, terutama pengetahuan siswa masih sedikit tentang informasi jurusan di sekolah lanjutan dan informasi tentang dunia kerja. Faktor eksternal yang menjadi penghambat dalam pemilihan sekolah lanjutan pada siswa adalah faktor kondisi keluarga, kondisi sekolah, dan kondisi teman, dan masyarakat. Dalam kondisi keluarga yang menjadi penghambat utama pemilihan sekolah lanjutan adalah pendapatan orang tua yang menjadi pertimbangan siswa untuk melanjutkan sekolah yang sesuai
Gapin Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di MI Attaufiq Pekkae Barru
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengelaborasi bagaimana gapin kepala madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di MI Attaufiq Pekkae Kec. Tanete Rilau Kab. Barru, bagaimana gambaran Gapin Kepala Madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di MI Attaufiq Pekkae Kec. Tanete Rilau Kab. Barru, dan apakah ada pengaruh Gapin Kepala Madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di MI Attaufiq Pekkae Kec. Tanete Rilau Kab. Barru. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai deskripsi gaya kepemimpinan kepala sekolah di MI Attaufiq Pekkae, maka dapat disimpulkan bahwa: Kepemimpinan kepala sekolah di MI Attaufiq Pekkae cenderung pada gaya kepemimpinan selling dan participating