OJS Bajang Institute
Not a member yet
4234 research outputs found
Sort by
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS EKOLOGICAL FOOTPRINT DI KECAMATAN PARUNG PANJANG KABUPATEN BOGOR PROVINSI JAWA BARAT
Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, menghadapi tantangan serius terkait daya dukung lingkungan akibat pertumbuhan populasi dan perubahan penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung lingkungan dengan pendekatan Ecological Footprint, yang mengukur konsumsi sumber daya hayati dan limbah yang dihasilkan oleh masyarakat. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis citra satelit untuk memantau perubahan penggunaan lahan, serta penghitungan Ecological Footprint untuk menilai dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai daya dukung lingkungan di Kecamatan Parung Panjang berada dalam kategori surplus, dengan lahan pertanian sebagai penopang utama kehidupan masyarakat. Namun, terdapat perubahan signifikan dalam penggunaan lahan, di mana lahan pertanian berkurang dan beralih fungsi menjadi lahan pemukiman dan infrastruktur. Perubahan ini berpotensi mengancam keberlanjutan sumber daya alam dan kualitas lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk mengelola sumber daya secara berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkunga
PENYELESAIAN KREDIT MACET PADA PT FEDERAL INTERNASIONAL FINANCE (FIF) BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 42 TAHUN 1999
PT Federal Internasional Finance (PT FIF) is an institution established by the Minister of Finance engaged in leasing, factoring, and consumer financing and its own bank financial institution which is used to provide credit guarantee services using the system determination in Law No. 42 of 1999 Article 15 paragraph (2) concerning Fiduciary Guarantees. The purpose of this study is to analyze the application of credit agreements and settlements in the event of bad debts at PT FIF according to Law No. 42 of 1999. The type of research used by the author is the Juridical Sociological research type. Respondents in this study were customers of PT. Federal Internasional Finance, who were selected because of their relevant roles and contributions to the data needed to achieve the research objectives. The data analysis technique used Qualitative Descriptive. The results of this study indicate that (1) PT FIF has implemented credit provision with collateral and default settlement in accordance with the provisions stipulated in Law No. 42 of 1999 concerning Fiduciary Guarantees; (2) Settlement in the event of bad debt occurs through several stages, namely: Communication and Negotiation. PT Federal Internasional Finance prioritizes the importance of communication and negotiation in the debt settlement process, contacting customers who are experiencing difficulties in paying through desk collection, involving payment rescheduling, the settlement stage if it fails, and unit execution
PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PEMBAYARAN UPAH DIBAWAH MINIMUM
Penegakan hukum pidana terhadap pembayaran upah di bawah minimum merupakan aspek penting dalam perlindungan hak-hak pekerja serta mewujudkan keadilan sosial dalam dunia ketenagakerjaan. Pembayaran upah yang tidak sesuai dengan ketentuan upah minimum yang berlaku dapat merugikan pekerja, menyebabkan ketimpangan ekonomi, dan menciptakan hubungan industrial yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penegakan hukum pidana terhadap pelanggaran pembayaran upah di bawah minimum, serta untuk menggali mekanisme hukum yang ada dalam menanggulangi pelanggaran tersebut. Fokus penelitian ini adalah pada peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai kewajiban perusahaan untuk membayar upah sesuai ketentuan, serta sanksi pidana yang dapat dikenakan kepada perusahaan yang melanggar ketentuan tersebut. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pemahaman lebih lanjut mengenai pentingnya penegakan hukum pidana dalam menciptakan keadilan dan perlindungan bagi pekerja
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK NAFKAH ANAK PASCA PERCERAIAN (STUDI PUTUSAN NOMOR 1893/PDT.G/2023/PA.SBY DAN PUTUSAN NOMOR 5053/PDT.G/2020/PA.SBY)
Skripsi ini membahas perlindungan hukum terhadap hak nafkah anak pasca perceraian melalui studi dua putusan, yaitu Putusan Nomor 1893/Pdt.G/2023/PA.Sby dan Putusan Nomor 5053/Pdt.G/2020/PA.Sby. Penelitian empiris ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis, yang menunjukkan bahwa pelaksanaan hak nafkah anak dalam kedua putusan tersebut tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Perlindungan hukum terhadap hak nafkah anak diatur dalam Pasal 41 UU Perkawinan dan Pasal 80 KHI, yang memungkinkan eksekusi apabila pihak yang berkewajiban, terutama ayah, lalai. Penulis menyarankan agar ayah bertanggung jawab memberi nafkah hingga anak dewasa dan ibu dapat mengajukan permohonan eksekusi ke pengadilan jika terjadi kelalaian. Pemerintah dan badan penegak hukum diminta lebih tegas dalam menangani kasus kelalaian nafkah anak
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MOTORIK DENGAN AKTIVITAS FISIK PADA SEKOLAH DASAR ANAK USIA 7-10 TAHUN DI RINGINSARI, MAGUWOHARJO, DEPOK, SLEMAN
Latar Belakang: Sejak masa kanak-kanak, tingkat kemampuan motorik yang lebih tinggi dianggap sebagai faktor penting yang mendorong keterlibatan aktivitas fisik individu. Peningkatan kemampuan motorik berpengaruh pada kepercayaan diri yang lebih tinggi untuk aktivitas secara fisik di lingkungan yang berbeda dan efikasi diri yang lebih tinggi untuk berpartisipasi dalam aktivitas fisik. Anak-anak dengan kompetensi motorik yang lebih baik cenderung terlibat dalam aktivitas fisik sedang hingga berat yang sangat penting untuk kebugaran mereka. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan motorik dengan aktivitas fisik. Metode Penelitian: Desain Penelitian yang digunakan adalah quantitative correlation dengan pendekatan penelitian menggunakan cross sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 80 anak dengan teknik sampling menggunakan total sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2025 di SD Negeri Ringinsari, Maguwoharjo Depok, Sleman. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan Movement Assessment Battery for Children-Second Edition (MABC-2) Age Band-2 untuk menilai kemampuan motorik dan Physical Activity Questionnaire for Children (PAQ-C) untuk menilai aktifitas fisik pada anak. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dapat di ambil kesimpulan bahwa adanya hubungan yang sangat signifikan antara kemampuan motorik dengan aktivitas fisik pada anak usia 7-10 tahun di Ringinsari, Maguwoharjo, Depok, Sleman, dengan nilai p-value ( P = (0,000) < ???? 0,05, dan adanya hubungan antara kemampuan motorik dengan aktivitas fisik berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat ekonomi, dan tingkat Pendidikan orang tua pada anak usia 7-10 tahun di Ringinsari, Maguwoharjo, Depok, Sleman, dengan nilai p-value (P = 0, 000) < α 0,05
PENGARUH FERMENTASI TONGKOL JAGUNG MENGGUNAKAN EM-4 DENGAN PENAMBAHAN KOMBINASI MINERAL TERHADAP KANDUNGAN SERAT KASAR, PROTEIN KASAR DAN KADAR ABU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efesiensi tongkol jagung yang difermentasi menggunakan EM-4 dengan penambahan kombinasi mineral terhadap kandungan protein kasar, serat kasar dan kadar abu. Hipotesis penelitian ini adalah fermentasi tongkol jagung menggunakan EM-4 dengan penambahan kombinasi mineral dapat meningkatkan nilai kandungan serat kasar, protein kasar dan kadar abu. Metode penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial dengan 4 perlakuan 5 ulangan yaitu P0 (Tongkol jagung tanpa fermentasi), P1 (Tongkol jagung yang difermentasi dengan Premix selama 7 hari), P2 (Tongkol jagung yang difermentasi dengan Premix selama 14 hari), P3 (Tongkol jagung yang difermentasi dengan Premix selama 21 hari). Parameter yang diamati adalah kandungan serat, protein kasar dan kadar abu kasar. Hasil penelitian pada parameter protein kasar memberikan pengaruh tidak nyata (p<0.05), sedangkan pada parameter serat kasar dan abu memberikan pengaruh sangat nyata (p>0.01)
PERBEDAAN PENGARUH AEROBIC EXERCISE DAN GAZE STABILITY EXERCISE TERHADAP RESIKO JATUH PADA LANSIA
Introduction: Elderly are individuals over 60 years old who experience the aging process as part of the life cycle. At this stage, various interrelated physical, psychological and social changes occur, potentially causing health problems; one of which is the risk of falls. Trainings such as aerobic exercise and gaze stability exercise can be given as a solution to overcome this condition. This study aims to analyze the different effects between aerobic exercise and gaze stability exercise on the risk of falls in the elderly.Method: This research employed a quasi-experimental method in 2 groups. Each group consisted of 20 respondents. Group I received aerobic exercise treatment and group II received gaze stability exercise treatment. All groups participated in training 3 times a week for 4 weeks. The measuring instruments used were the Time Up and Go Test (TUGT) and the Morse Fall Scale (MFS). The measurements were done at the first meeting before being given training and at the last meeting after being given training.Results: The results of the Mann Withney test in both groups showed that group I that took part in Aerobic Exercise experienced a decrease in the Time Up and Go Test (TUGT) score from 22.75 ± 3.94 in the pre-test to18.83 ± 3.43 in the post-test, with a difference of 3.92 ± 1.15. Group II that did the Gaze Stability Exercise showed a greater decrease, with a pre-test score was 21.89 ± 5.81 and post-test was 16.37 ± 4.39, with a difference of 5.51± 1.76.Conclusion: There is a different effect between aerobic exercise and gaze stability exercise on the risk of falls in the elderly
PERAN FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN DALAM PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Artikel ini membahas peran filsafat ilmu pendidikan dalam pengembangan profesionalisme guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Filsafat ilmu pendidikan memberikan landasan teori yang mendalam mengenai tujuan, nilai, dan pendekatan pendidikan yang diperlukan untuk menciptakan guru yang profesional. Guru PAUD yang memahami filsafat pendidikan dapat menerapkan nilai-nilai etis dalam proses pembelajaran, membentuk karakter anak sejak dini, serta meningkatkan kompetensi pedagogik dan sosial mereka. Selain itu, artikel ini juga menyoroti pentingnya pemikiran reflektif dalam meningkatkan kualitas pengajaran. Dengan refleksi yang berkelanjutan, guru dapat mengevaluasi praktik mengajarnya dan mengadaptasi metode yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Kesimpulannya, filsafat pendidikan memiliki kontribusi besar dalam membentuk guru PAUD yang profesional dan dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih efektif, inklusif, dan bermakna bagi perkembangan ana
FUNGSI DAN MAKNA GRAFFITI TRUK LINTAS BERTAIS-SUMBAWA (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)
Graffiti merupakan bagian dari perkembangan dan bentuk kreatifitas bahasa. Graffiti biasanya memanfaatkan dinding-dinding sebagai medianya. Namun, seiring dengan perkembangannya graffiti tidak hanya memanfaatkan dinding sebagai media pasif, tetapi memanfaatkan media lain yang bergerak dan lebih mudah diakses orang banyak. Meskipun graffiti menggunakan leksikon yang relatif sederhana, namun sarat akan makna dan fungsi. Biasanya, fungsi yang dominan adalah sebagai sugesti dan sarana mengekspresikan dir
OPTIMALISASI STRATEGI OPERASIONAL DAN INTERGRASI SISTEM TRANSPORTASI DALAM PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATA INDONESIA; STUDI KASUS DESTINASI WISATA ASIA TENGGARA
Optimalisasi strategi operasional dan integrasi sistem transportasi memainkan peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun internasional, ke Indonesia. Sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menyediakan sistem transportasi yang efisien, terintegrasi, dan ramah lingkungan untuk mendukung sektor pariwisata. Studi ini mengkaji bagaimana optimasi sistem transportasi dan integrasi antar moda transportasi dapat memperbaiki aksesibilitas destinasi wisata di Indonesia, dengan mengacu pada pengalaman negara-negara di Asia Tenggara seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia yang telah berhasil mengembangkan sistem transportasi yang mendukung sektor pariwisata mereka.Peningkatan kualitas infrastruktur transportasi yang ada, seperti bandara, pelabuhan, dan sistem transportasi darat, dapat memberikan dampak langsung terhadap kenyamanan wisatawan. Koordinasi antara berbagai moda transportasi dan pengembangan layanan berbasis aplikasi menjadi strategi utama dalam meningkatkan integrasi sistem transportasi yang ada. Dalam jangka panjang, Indonesia perlu berinvestasi dalam pembangunan infrastruktur baru, seperti kereta api cepat, terminal multimoda, serta mengadopsi teknologi transportasi cerdas dan ramah lingkungan. Integrasi sistem transportasi dengan kebijakan pariwisata yang menyeluruh akan memastikan bahwa sektor pariwisata Indonesia dapat berkembang secara berkelanjutan.Studi ini merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Shahabuddin et al. (2023) dan Chia & Loh (2021), yang menunjukkan bahwa integrasi antar moda transportasi (udara, laut, dan darat) secara signifikan meningkatkan aksesibilitas destinasi wisata yang sebelumnya sulit dijangkau, yang pada gilirannya meningkatkan kunjungan wisatawan. Namun, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidakefektifan transportasi publik dan keterbatasan infrastruktur di beberapa wilayah. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih holistik dalam merencanakan dan mengimplementasikan sistem transportasi yang terintegrasi untuk mempercepat perkembangan sektor pariwisata Indonesia