OJS Bajang Institute
Not a member yet
    4234 research outputs found

    ANALISIS PELAYANAN PRIMA TERHADAP KECENDERUNGAN PEMBELIAN KEMBALI PADA TATIDO X FATBOY

    No full text
    Penelitian ini membahas Analisis Pelayanan Prima Terhadap Kecenderungan Pembelian Kembali Pada Tatido X Fatboy yang dimana sudah memiliki sangat banyak konsumen dari berbagai daerah di Kota Batam, banyaknya konsumen yang berkunjung tidak sedikit ada yang dinilai masih kurang mendapatkan ketersediaan tempat yang disebabkan oleh tempat yang kurang nyaman bagi sebagian konsumen. Pelayanan yang dirasakan oleh konsumen yang dinilai dalam keramahan karyawannya harus tetap selalu diutamakan, terkadang masih terdapat beberapa karyawan yang dinilai cukup memberikan informasi terkait produk yang akan dijual, masih kurang dalam bentuk sigap dan cekatan jika ada konsumen yang datang. Menurut saya masih banyak hal yang perlu dibenahi dari segi pelayanan di Tatido x Fatboy agar konsumen merasa puas dan ingin kembali membeli produk yang ada disana. Peneliti ingin melihat bagaimana konsumen mendapatkan pelayanan prima dari karyawan. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif dengan populasi 12.713 dan sampel 100. Hasil uji regresi sederhana menunjukkan adanya pengaruh positif dari Pelayanan Prima pada uji validitas data variabel X dan Y dinyatakan valid. Uji reliabilitas data Cronbach’s Alpha dikatakan reliabel. Uji t diperoleh melalui SPSS versi 26 menyatakan H0 ditolak dan H1 diterima. Menunjukkan bahwa Pelayanan Prima memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kecenderungan Pembelian Kembali pada Tatido X Fatboy. Uji korelasi r menyatakan bahwa adanya korelasi positif antara kecenderungan pembelian kembali dengan pelayanan prima dengan tingkat hubungan sedang. Dapat disimpulkan bahwa Pelayanan Prima masih menjadi hal yang paling utama dari pelayanan yang dirasakan oleh konsumen atau pelanggan yang pernah/sering berkunjung ke Tatido X Fatboy. Menurut konsumen pelayanan yang diberikan oleh para karyawan Tatido X Fatboy sudah bagus dan merasa puas

    TATALAKSANA PEMERIKSAAN PASIEN LOW VISION DENGAN KASUS RUBELLA YANG MENGALAMI CEREBRAL PALSY

    No full text
    Introduction Low vision, according to WHO, is a decrease in visual function with visual acuity of less than 6/18 (20/60), including light perception or a visual field of less than 10 degrees from the fixation point, which cannot be maximally corrected with medications, the use of lenses, or even surgery. However, with low vision aids, patients can maximize their remaining vision to carry out certain activities. The success rate of managing low vision greatly depends on the underlying causes and when the initial treatment is provided. Method: The research method used is the qualitative method. This research is a case study conducted at the low vision clinic ARO Kartika in Jakarta. The observation was conducted in November 2023. Result: In this patient, distance vision was assessed using the Worth’s Ivory Ball Test, visual field testing was conducted using simple methods or confrontation, color testing was done by naming the colors on provided colored paper objects, and contrast sensitivity was tested by selecting several objects with high, medium, and low contrast. Conclusion: The management of low vision examinations in children greatly depends on the underlying cause of low vision and is tailored to meet their specific needs

    FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA MASYARAKAT PESISIR SULAWESI SELATAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh faktor sosial-ekonomi, budaya, sanitasi lingkungan, dan kondisi fisik rumah terhadap prevalensi stunting di wilayah pesisir Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak balita yang menderita stunting sebanyak 150 anak. Analisis data dilakukan secara inferensial dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM), dan analisis tersebut diperkuat dengan program analisis Smart-PLS.Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor sosial-ekonomi, budaya, sanitasi lingkungan, dan kondisi fisik rumah memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting. Faktor-faktor ini juga berkontribusi pada penyebaran penyakit infeksi, yang pada akhirnya memengaruhi status gizi anak-anak. Penyakit infeksi memiliki keterkaitan yang kompleks dengan stunting, di mana interaksi antara keduanya dapat memperburuk kondisi anak. Temuan ini juga berdampak pada strategi penanggulangan stunting dan perancangan kebijakan kesehatan yang holistik dan terpadu di wilayah pesisir Sulawesi Selatan.Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prevalensi stunting di wilayah pesisir Sulawesi Selatan dan menunjukkan perlunya pendekatan komprehensif dalam mengatasi masalah ini. Dengan memahami faktor-faktor sosial-ekonomi, budaya, sanitasi lingkungan, dan kondisi fisik rumah yang berkontribusi terhadap stunting dan penyakit infeksi, pemerintah dapat merancang strategi intervensi yang lebih efektif dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak di wilayah pesisir

    PERAN LURAH SEBAGAI PARALEGAL JUSTICE DALAM PENDAMPINGAN HUKUM

    No full text
    Peran Lurah sebagai paralegal dalam membantu masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan hukum. Pada hakekatnya paralegal dapat menangani perkara-perkara hukum baik litigasi maupun non litigasi. Hal ini disebabkan karena Undang-Undang Bantuan Hukum yang menjadi dasar paralegal tidak membahas tentang batasan-batasan kewenangan dari paralegal. Penelitian ini adalah penelitian hukum yang dilakukan untuk mencari pemecahan atas isu hukum yang timbul. Hasil yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah memberikan preskipsi mengenai apa yang seyogyanya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (Statute Approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Lurah dapat membantu menyelesaikan persoalah hukum, maka orang yang berhak untuk mendapatkan bantuan hukum salah satunya adalah paralegal. Paralegal merupakan seorang yang mempunyai pengetahuan dan pemahaman dasar mengenai hukum dengan tujuan agar memberikan bantuan hukum kepada masyarakat miskin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran paralegal dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat. Jenis penelitian yang penulis lakukan menggunakan bentuk deskriptif kualitatif yang menganalisis dan menafsirkan data yang ada

    PEMETAAN KEBUTUHAN DIGITALISASI KEUANGAN DI KLASIS GKI KEEROM – PAPUA

    No full text
    Manajemen keuangan gereja yang efisien dan transparan menjadi tantangan utama di Klasis GKI Keerom di Papua karena keterbatasan pengetahuan akuntansi dan kemampuan menggunakan teknologi digital oleh bendahara jemaatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman bendahara tentang manajemen keuangan gereja serta hambatan dalam menggunakan aplikasi digital dan strateginya untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas keuangannya. Dengan metode kualitatifnya, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner kepada 11 jemaat di Klasis GKI Keerom. Analisis dilakukan dengan model Miles and Huberman. Hasil studinya menunjukkan bahwa kekurangan pelatihan dalam bidang akuntansi dan kendala infrastruktur teknologi merupakan halangan utama yang dihadapi. Meskipun demikian aplikasi digital berbasis web bisa meningkatkan ketepatan pencatatan dan transparansi keuangannya. Solusi yang disarankan meliputi strategI pelatihan berkesinambungan serta bantuan teknikal dan penyedian infrastruktur yang memadai. Temuan ini penting untuk mendukung perubahan digital dalam manajemen dana gereja guna memastikan tanggung jawab serta meningkatkan kepercayaan para jemaat terhadap pengelolaan uang tersebut

    CAN REUSABLE PACKAGING BE THE FUTURE OF FMCG SUSTAINABILITY? A CASE STUDY ON REGULATORY COMPLIANCE AND CIRCULAR ECONOMY IN INDONESIA

    No full text
    Single-use packaging significantly contributes to environmental degradation, with plastic pollution becoming a critical issue. While recycling has limitations, reusable packaging offers a viable alternative, particularly for Fast-Moving Consumer Goods (FMCG). This study examines the implementation of a reusable packaging system for chocolate malt powder, developed collaboratively by an FMCG brand and Alner, a reuse operator in Indonesia. Using a qualitative case study approach, it explores the design, regulatory compliance, and operational framework. The results show that reusable systems, compliant with BPOM Regulation No. 23 of 2023 and adhering to Good Manufacturing Practices (GMP), are scalable and legally viable. This research highlights the distinction between reusable packaging and refill models, emphasizing reusable systems as a sustainable, practical solution for FMCG brands to adopt circular economy principles and reduce plastic wast

    EVALUASI EFEKTIFVITAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PENGEMBANGAN ORGANISASI DI POLITEKNIK MFH

    No full text
    This study aims to evaluate the effectiveness of human resource (HR) management in organizational development at MFH Polytechnic. Effective HR management plays an important role in improving organizational performance, especially in the context of higher education that continues to grow. This study uses a quantitative approach with a descriptive analytical method, where data is collected through surveys, interviews, and documentation related to HR management at the MFH campus. The population in this study involved all teaching staff and education personnel at Medika Farma Husada Mataram Polytechnic, with samples taken purposively. The instrument used in this study was a questionnaire consisting of various indicators related to HR management, such as recruitment, training, career development, and performance evaluation. The collected data were analyzed using descriptive statistical analysis techniques to provide an overview of the effectiveness of HR management in supporting organizational development. The results of the study indicate that HR management at MFH Polytechnic has generally been running well, but there are still several areas that need to be improved, such as the implementation of more structured training and career development programs, as well as more objective and sustainable performance evaluations. In addition, communication factors between parts of the organization are also considered necessary to support more optimal developmen

    ADAFTASI STAKEHOLDERS SEKOLAH DALAM URGENSI IMPLEMENTASI DIGITALISASI PENDIDIKAN SEBAGAI USAHA PENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN

    No full text
    Manfaat yang bisa didapatkan apabila pendidik dan tenaga kependidikan serta seluruh stakeholder di sekolah mampu menggunakan beragam kebutuhan yang terhubung dengan digitalisasi dalam dunia pendidikan di sekolah. Melalui pemahaman mengenai digitalisasi pendidikan diharapkan dapat menjadi sebuah proses yang memungkinkan penggunaan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif serta memungkinkan pengumpulan dan analisis data yang lebih mudah. Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang kerap digunakan untuk jurnal ilmiah maupun karya ilmiah. Metode ini dilakukan dengan meneliti atau menganalisis sebuah permasalahan atau sebuah kejadian sosial yang sering terjadi. Kualitatif deskriptif adalah metode gabungan. Hasil dari penelitian ini adalah Pendidikan di masa kini mengalami banyak perubahan dan perkembangan dibandingkan dengan pendidikan di masa lampau. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kemajuan teknologi, perubahan sosial, dan tuntutan globalisasi. Teknologi merupakan salah satu hal yang saat ini mendapatkan perhatian khusus. Untuk dapat mengimplementasikan penggunaan teknologi dalam pendidikan, diperlukan stakeholders sekolah yang mampu beradaftasi dan mengimplementasikan konsep digitalisasi ini dengan baik. Kepala sekolah, guru, orangtua dan masyarakat sekitar memiliki pernanan yang cukup signifikan dalam usaha usaha penerapan teknologi dalam pendidikan yang lebih maksima

    PERSPEKTIF HUKUM PROGRESIF PENANGANAN PERKARA PERTANAHAN BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TERKAIT SERTIFIKASI HAKIM DIBIDANG PERTANAHAN

    No full text
    Land issues in general are about disputes over land rights. Disputes over land rights are currently growing along with the emergence of problems in society, especially for justice seekers related to decisions regarding land accompanied by various existing laws and regulations that are not sufficient to answer all land problems that are developing rapidly. To address these problems, the role of jurisprudence is needed as a legal instrument in order to maintain legal certainty, because law is dynamic, both in the normative sense and in terms of activity, both theoretically and practically.Identification in this study is as follows: 1). Is it important to establish the certification of judges who handle land disputes in the modern era in accordance with applicable laws and regulations? 2). What are the next steps to produce professional judges in the field of land if you have not succeeded in realizing the establishment of certification in accordance with the applicable laws and regulations?In accordance with the background and identification of the problem, the aims of this research are: 1). To find and analyze the importance of establishing the certification of judges who handle land disputes in the modern era in accordance with applicable laws and regulations. 2). To find and analyze future steps to produce professional judges in the land sector if they have not succeeded in realizing the establishment of certification in accordance with applicable laws and regulations.This research is normative legal research, normative legal research in this research is based on secondary data and emphasizes speculative-theoretical steps and normative-qualitative analysis. The research approach used by researchers is a qualitative approach, the qualitative approach referred to is a process analysis approach of deductive and inductive thinking processes related to the dynamics of the relationship between observed phenomena.In the context of land dispute resolution, even though in practice the existing laws and regulations are not sufficient to answer all land issues that are developing rapidly, to address these problems, the role of jurisprudence is needed as a legal instrument in order to maintain legal certainty, because law is dynamic. either in a normative sense or in terms of activity, both theoretically and practically. Steps to improve the judicial power system that is independent and accountable, need encouragement from various parties to encourage and maintain the process of reforming the judicial power system through the establishment of certification of judges who handle land disputes according to laws and regulations

    PENGEMBANGAN PERTANIAN DENGAN PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK CAIR DI LEMBANG BUA` TARRUNG, KECAMATAN REMBON

    No full text
    Menjalin mitra Kerjasama dengan masyarakat merupakam wujud pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini dilakukan berfokus pada pemanfaatan pupuk organik cair di Lembang Bua` Tarrung, Kecamatan Rembon. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam bidang pertanian organik, khususnya terkait pembuatan dan penggunaan pupuk organik cair. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan masyarakat setempat. Hasilnya menunjukkan bahwa penerapan pupuk organik cair secara signifikan meningkatkan kualitas tanah dan hasil pertanian. Hasil dari kegiatan ini yaitu membentuk memperkuat nilai-nilai sosial, gotong royong, dan kekeluargaan dalam komunitas setempat. Meski demikian, masih terdapat tantangan dalam memahami teknik pembuatan pupuk organik cair. Diharapkan metode ini dapat terus dikembangkan secara mandiri untuk keberlanjutan pertanian organik di masa depa

    3,085

    full texts

    4,234

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS Bajang Institute
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇