OJS Bajang Institute
Not a member yet
    4234 research outputs found

    ANALISIS MANFAAT TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN (STUDI KASUS SANGGAR IMBINGAN SUNGAI BULOH, SUNGAI BULOH, SELANGOR, MALAYSIA)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Total Quality Management (TQM) pada Sanggar Bimbingan Sungai Buloh dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi, serta melibatkan kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa sebagai partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan akademik di sanggar bimbingan ini telah memenuhi bahkan melampaui harapan para pemangku kepentingan melalui penyediaan fasilitas belajar yang memadai dan komitmen para pengajar. Selain itu, tantangan di era digital menuntut adanya pengawasan yang lebih optimal untuk membimbing siswa dalam mengakses informasi. Dengan penerapan TQM yang berkelanjutan serta adaptasi terhadap perubahan zaman, kualitas layanan pendidikan di Sanggar Bimbingan Sungai Buloh dapat terus ditingkatkan guna memenuhi kebutuhan pengguna layanan

    EKSPLORASI DAYA TARIK WISATA PANTAI VIOVIO KOTA BATAM DALAM PERSPEKTIF WISATAWAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan daya tarik wisata yang dimiliki Pantai VioVio di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Sebagai destinasi wisata bahari yang tengah berkembang, Pantai VioVio menawarkan berbagai keunggulan seperti lanskap alam yang indah, suasana pantai yang masih alami, dan sejumlah atraksi pendukung yang digemari wisatawan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan wisatawan dan pemangku kepentingan, serta dokumentasi visual. Analisis penelitian mengacu pada enam komponen utama pengembangan destinasi (6A): Attraction, Activities, Accessibility, Amenities, Ancillary Services, dan Available Package. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Pantai VioVio memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan, masih terdapat beberapa kendala yang perlu diatasi, seperti aksesibilitas yang terbatas, minimnya layanan pendukung, serta kurangnya promosi dan paket wisata tematik. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur, penyediaan fasilitas yang lebih memadai, serta penguatan kolaborasi multipihak untuk mewujudkan pengelolaan destinasi yang berkelanjutan dan kompetitif

    STUDI GASTRONOMI: EKSPLORASI MAKANAN TRADISIONAL MELAYU GONGGONG SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KABUPATEN LINGGA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi gastronomi makanan tradisional Melayu gonggong sebagai daya tarik wisata di Kabupaten Lingga. Gonggong, salah satu makanan khas berbahan dasar siput laut, memiliki nilai budaya, sejarah, dan tradisi yang erat kaitannya dengan identitas masyarakat Melayu Lingga. Studi ini menganalisis komponen gastronomi seperti bahan baku, cara memasak, penyajian, nilai gizi, hingga aspek filosofi dan sosial yang melekat pada hidangan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gonggong memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata gastronomi, khususnya melalui promosi kuliner lokal yang memadukan pengalaman budaya, tradisi memasak, dan wisata kuliner di Lingga. Strategi pengembangan berbasis gastronomi ini dapat mendukung keberlanjutan pariwisata serta meningkatkan kesadaran akan kekayaan budaya dan kuliner lokal di Kabupaten Lingg

    THE IMPORTANCE OF GREEN ACCOUNTING IN THE BANKING SECTOR IN UZBEKISTAN: ANALYSIS OF DIFFERENCES IN PERCEPTIONS BETWEEN ACADEMICS AND PROFESSIONALS

    Get PDF
    This study investigates the differences in perceptions between academics and banking professionals regarding the importance of green accounting in the banking sector of Uzbekistan. With a growing global emphasis on sustainability and environmental responsibility, green accounting has emerged as a critical tool for integrating ecological concerns into financial decision-making. Despite its relevance, its adoption in Uzbekistan remains limited. Data were collected from 20 academics and 20 banking professionals using a quantitative survey method. Descriptive statistics and an independent samples t-test were used to analyze perception differences. The results indicate that perceive professionals about green accounting as significantly more important than academics This gap reflects differing awareness, exposure, and priorities related to environmental accounting practices. The findings underscore the need for increased collaboration between academia and industry and policy interventions to enhance the understanding and implementation of green accounting in the Uzbek banking sector

    INTERNALISASI NILAI BUDAYA ORGANISASI TERHADAP MUTU PELAYANAN TENAGA KESEHATAN

    Get PDF
    Dalam upaya meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan dalam organisasi kesehatan, dibutuhkan strategi di antara lain internalisasi nilai budaya dalam organisasi sebagai salah satu faktor pendukung terlaksananya pelayanan yang efektif terhadap masyarakat sehingga berpengaruh pada mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini membahas mengenai bagaimana nilai-nilai normatif dalam organisasi rumah sakit yang terbentuk dari suatu sistem atau aturan tertentu berkontribusi pada konstruksi kinerja karyawan rumah sakit dalam memberikan mutu pelayanan kesehatan yg prima dan efisien kemudian dijadikan pedoman dalam bekerja. Metode yang akan digunakan yaitu Systematic Literature Review, dengan menggunakan data dan objek berdasarkan artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Terdapat xx artikel yang menjadi sumber dalam menganalisis pembahasan pada penelitian ini. Peneliti menemukan bahwa nilai-nilai normatif pada organisasi dapat membentuk dasar perilaku profesional tenaga kesehatan dan berkontribusi secara signifikan terhadap kualitas pelayanan. Budaya organisasi yang terinternalisasi dengan baik mampu meningkatkan kepuasan kerja, komitmen, dan efektivitas operasional tenaga kesehatan. Namun, internalisasi nilai organisasi tidak dapat dipisahkan dari dukungan sistemik, termasuk gaya kepemimpinan, pelatihan berkelanjutan, serta pengawasan dan evaluasi yang konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi budaya organisasi merupakan pedoman kerja yang bersifat strategis dalam mendukung keberlanjutan pelayanan kesehatan yang prima. Oleh karena itu, rekomendasi utama adalah perlunya integrasi nilai-nilai budaya dalam setiap aspek manajemen organisasi serta penguatan peran kepemimpinan dalam membentuk lingkungan kerja yang berbasis nila

    REALISASI PROSES MATERIAL DALAM SEBUAH TEKS NARATIF BAHASA INDONESIA: KAJIAN LINGUISTIK SISTEMIK FUNGSIONAL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan realisasi proses material dalam klausa bahasa Indonesia dengan menggunakan pendekatan Linguistik Sistemik Fungsional (LSF). Data penelitian berupa satu teks naratif berbahasa Indonesia yang dianalisis secara menyeluruh untuk menjaga keutuhan makna wacana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis berbasis teori sistem transitivitas yang dikembangkan oleh Eggins (2004). Hasil analisis menunjukkan bahwa proses material dapat direalisasikan melalui berbagai pola struktur klausa, seperti Aktor ^ Proses, Proses ^ Tujuan, Aktor ^ Proses ^ Tujuan ^ Sirkumstansi, serta pola kompleks seperti Inisiator ^ Proses ^ Aktor ^ Proses ^ Tujuan. Selain itu, ditemukan juga bentuk pelesapan partisipan (aktor maupun tujuan) dan penggabungan proses material dengan proses mental dalam satu konstruksi klausa. Temuan ini mempertegas prinsip dasar dalam LSF bahwa bahasa merupakan sistem pilihan yang membentuk makna pengalaman (experiential meaning). Penelitian ini memberikan kontribusi awal dalam pengembangan kajian gramatika bahasa Indonesia berbasis LSF, serta menjadi rujukan dalam pembelajaran analisis wacana dan linguistik fungsional

    GLADI AKAD NIKAH SESAAT SEBELUM AKAD SUNGGUHAN MENURUT HUKUM SYARIAT DAN MASYARAKAT

    Get PDF
    Realita kehidupan masyarakat ditemukan kasus silih berganti menghiasi praktek syari’at pernikahan ini, dimulai dari masa pra nikah sampai pasca pernikahan terjadi. Dan nilai dari ragam polemic itu ada yang positif dan tidak sedikit juga yang negative. Hal ini disebabkan karena urusan pernikahan termasuk masalah yang dimana aturan-aturannya hasil gabungan dari aturan-aturan agama dengan aturan adat istiadat. Ditemukan juga ragam praktek syari’at pernikahan yang terjadi di tengah masyarakat kita yakni gladi akad nikah sesaat sebelum akad nikah sungguhan di langsungkan, yang dipragakan secara langsung oleh wali wanita dan pengantin pria lengkap dengan menyebutkan semua hal yang biasa tersebutkan dalam akad pernikahan sungguhan. Tulisan ini menggunakan metode penelitian campuran kualitatif dan kuantitatif, survey dilakukan dengan metode purposive sampling sebanyak 211 orang dan mendapatkan hasil 48,34% menjawab tidak sah, 46,91% menjawab sah, 4,73% menjawab tidak tahu, adapun hasil tersebut cukup mewakili pengetahuan masyarakat luas yang ternyata masih lebih banyak yang menilai dan menyangka bahwa akad ini belum sah secara syari’at. Kesimpulan peneliti temukan yaitu: (1) Gladi akad nikah diakui keberadaannya oleh pihak KUA, namun bukan istruksi resmi dari KUA; (2) Gladi akad nikah merupakan tradisi yang berlaku sejak lama di masyarkat sesuai pengakuan KUA;  (3) Masyarkat yang meyakini bahwa gladi akad nikah belum sah secara syar’i lebih banyak; (4) Hukum akhir dari gladi akad nikah adalah sah secara syari’at; (5)Konsekuensi hukum sah dari gladi ini sama seperti sahnya akad nikah sungguha

    HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DENGAN AKTIVITAS FISIK PADA LANSIA DI SLEMAN YOGYAKARTA

    No full text
    Latar belakang. Penuaan menjadi proses alami individu berusia 60 tahun keatas yang ditandai dengan penurunan fungsi sistem tubuh, serta kemunduran kualitas hidup. Salah satu penyebab utama kemunduran adalah kurangnya aktivitas fisik yang turut berkontribusi terhadap peningkatan resiko penyakit tidak menular. Ketidakaktifan fisik pada lansia dipengaruhi beberapa faktor yaitu individu (internal) dan lingkungan (eksternal). Aspek individu menjadi faktor utama rendahnya kesadaran akan manfaat aktivitas fisik lansia. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor individu dengan akativitas fisik pada lansia di Sleman Yogyakarta. Metode. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dengan total sampel sebanyak 363 lansia yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditentukan. Penelitian berlangsung selama bulan januari 2025, berlokasi di Posyandu Kelurahan Balecatur, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Data dikumpulkan berdasarkan kuesioner. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara dua variabel. Hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lansia yang kurang aktif masih tinggi yaitu 19%. Mayoritas responden    berusia    >60    tahun (52,3%), berjenis kelamin perempuan (55,9%), berpendidikan SD (36,6%), dan masih aktif bekerja (64,5%). Analisis     statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara usia (p=0,000), jenis kelamin (P=0,004), pendidikan (p=0,002), dan pekerjaan (P=0,029) dengan aktivitas fisik pada lansia. Simpulan. Jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan terkait aktivitas fisik merupakan faktor yang secara signifikan berkontribusi terhadap partisipasi lansia dalam aktivitas fisik sehari-hari. Saran. Upaya pemerintah perlu difokuskan pada peningkatan literasi kesehatan lansia melalui program edukasi dan sosialisasi yang inklusif

    RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN

    Get PDF
    Penelitian ini membahas penerapan restorative justice terhadap anak yang menjadi pelaku tindak pidana penganiayaan, dengan pendekatan hukum dan kemanusiaan yang menekankan pada kepentingan terbaik bagi anak. Sistem peradilan pidana konvensional sering kali menitikberatkan pada pemidanaan, namun kurang memperhatikan faktor penyebab kenakalan anak serta kebutuhan rehabilitatif bagi pelaku yang masih di bawah umur. Pendekatan restorative justice memberikan alternatif penyelesaian perkara pidana dengan mengedepankan dialog antara pelaku, korban, dan masyarakat untuk mencapai pemulihan. Dalam konteks hukum Indonesia, penerapan restorative justice terhadap anak pelaku kejahatan didasarkan pada Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), yang mengatur mekanisme diversi sebagai upaya penyelesaian di luar pengadilan untuk anak yang berhadapan dengan hukum. Selain itu, Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (sebagaimana telah diubah terakhir dengan UU No. 17 Tahun 2016) juga menegaskan hak anak untuk mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan perlakuan yang merugikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan restorative justice membutuhkan dukungan dari aparat penegak hukum, partisipasi aktif keluarga dan masyarakat, serta penguatan regulasi dan pemahaman hukum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan restorative justice lebih tepat dalam menangani perkara anak, termasuk dalam kasus penganiayaan, karena sejalan dengan prinsip perlindungan dan pembinaan anak

    STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PERUMDA TIRTA KOMODO KEPADA MASYARAKAT DI KOTA RUTENG

    Get PDF
    Pelayanan air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di daerah dengan kondisi cuaca ekstrem seperti Ruteng, yang dikenal memiliki suhu dingin dan curah hujan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menilai tingkat kepuasan masyarakat di Kecamatan Langke Rembong terhadap kualitas pelayanan Perumda Tirta Komodo, khususnya dalam hal ketersediaan air, kualitas air, dan penanganan keluhan, Menganalisis SWOT serta merumuskan strategi-strategi yang efektif yang dimiliki dan dihadapi oleh Perumda Tirta Komodo dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Peneliti mengumpulkan dan mencatat data dalam penelitian menggunakan tiga metode, yaitu: Observasi, Wawancara. Uji yang digunakan adalah Uji Validitas, Uji Reliabilitas dan Skala Likert. Hasil penelitian ini adalah Masyarakat Kecamatan Langke Rembong menilai pelayanan Perumda Tirta Komodo berada pada kategori cukup puas (skor 5.084 dari rentang 3.901–5.100). Analisis SWOT: Kekuatan (Strengths): Ketersediaan sumber air melimpah, infrastruktur distribusi yang sudah terbangun, dan legalitas sebagai satu-satunya penyedia air bersih. Kelemahan (Weaknesses): Tekanan air rendah di beberapa wilayah, pipa bocor dan tua, kompetensi, serta keterbatasan sarana pemeliharaan. Peluang (Opportunities): Ekspansi jaringan ke daerah yang belum terlayani, digitalisasi layanan (aplikasi pengaduan dan e-billing), serta dukungan program pemerintah (APBD, DAK, PUPR). Ancaman (Threats): Perubahan iklim (kemarau panjang), kenaikan harga material pipa, dan risiko kerusakan infrastruktur akibat bencana alam. Strategi utama adalah pertumbuhan agresif (Growth Strategy

    3,085

    full texts

    4,234

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS Bajang Institute
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇