Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI TERHADAP KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix DC)
Jeruk purut (Citrus hystrix DC) adalah tanaman yang banyak
ditanam oleh masyarakat Indonesia di pekarangan atau di kebun. Daun jeruk purut
memiliki banyak aktivitas farmakologi. Aktivitas farmakologi daun jeruk purut
salah satunya dipengaruhi oleh flavonoid. Flavonoid dapat ditarik dengan metode
ekstraksi diantaranya maserasi dan digesti. Tujuan penelitian ini untuk
menganalisis perbedaan metode ekstraksi terhadap kadar flavonoid total ekstrak
daun jeruk purut.
Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan sampel daun jeruk purut
yang diawali dengan pembuatan ekstrak daun jeruk purut menggunakan metode
ekstraksi maserasi dan digesti dengan pelarut etanol 96%. Analisa flavonoid
dilakukan dengan metode uji kualitatif menggunakan uji warna dan kuantitatif
metode AlCl3 dengan menggunakan spektrofotometri Uv-Vis dan hasil kadar
flavonoid total dianalisa dengan menggunakan SPSS versi 25.
Hasil : Hasil rendemen ekstrak metode maserasi sebesar 11,18 % dan digesti
sebesar 11,81%. Hasil uji kualitatif flavonoid pada ekstrak daun jeruk purut pada
metode maserasi dan digesti adalah postif. Hasil uji kadar flavonoid total pada
metode maserasi dan digesti berturut-turut adalah 3,125 mgQE/g dan 41,399 ±5,451
mgQE/g. Pengujian dilanjutkan dengan uji T test diperoleh nilai sig 0,001 <0,05.
Kesimpulan : Terdapat perbedaan signifikan kadar flavonoid total ekstrak daun
jeruk purut pada metode maserasi dan digesti
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKUIBU TENTANG SWAMEDIKASI DIARE PADA ANAK DI KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG
Swamedikasi membutuhkan pengetahuan yang baik untuk
menghasilkan perilaku yang baik. Terbatasnya pengetahuan ibu mengenai
swamedikasi diare pada anak menjadi faktor utama terjadinya kesalahan
pengobatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat
pengetahuan dan perilaku ibu tentang swamedikasi diare pada anak di Kecamatan
Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif yang dilakukan menggunakan metode
survey. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden dengan teknik quota
sampling. Analisis data dengan uji spearman rank.
Hasil: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan usia dan tingkat
pendidikan dengan masing-masing nilai sig adalah 0,000 dan 0,000. Terdapat
hubungan antara tingkat pendidikan dengan perilaku ibu dalam melakukan
swamedikasi diare dengan nilai sig 0,003. Responden memiliki tingkat
pengetahuan baik sebanyak 49%, memiliki pengetahuan cukup sebanyak 41%,
dan memiliki pengetahuan kurang sebanyak 10%. Hasil analisis perilaku
swamedikasi diare menunjukkan bahwa responden mempunyai perilaku yang baik
sebanyak 29%, berperilaku cukup sebanyak 51%, dan berperilaku kurang baik
sebanyak 20%. Hasil analisis uji spearman rank menunjukkan terdapat hubungan
pengetahuan ibu terhadap swamedikasi diare pada anak dengan nilai p value 0,005
< 0,05. dengan koefisien korelasi sebesar 0,277 yang menunjukan bahwa terdapat
hubungan korelasi yang lemah.
Simpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku ibu tentang
swamedikasi diare pada ana
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI VIDEO DAN LEAFLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS LEYANGAN KABUPATEN SEMARANG
Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah diatas
140/90 mmHg. Salah satu kontributor utama dalam morbiditas dan mortalitas di
seluruh dunia adalah hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh pemberian edukasi menggunakan media leaflet dan video terhadap
pengetahuan dan kepatuhan minum obat pasien hipertensi.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode “One-
Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 peserta
prolanis pasien hipertensi dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang
digunakan untuk pengetahuan menggunakan kuisioner HK-LS dan kepatuhan
menggunakan MMAS-8 selama 15 hari. Analisis data dengan uji Wilcoxon untuk
melihat pengaruh edukasi terhadap tingkat pengethuan dan kepatuhan, dan uji
korelasi spearman rank untuk melihat hubungan setiap karakteristik
Hasil: Tingkat pengetahuan pasien hipertensi puskesmas Leyangan sebelum
diberikan edukasi dengan media leaflet dan video menunjukkan bahwa responden
dengan tingkat pengetahuan rendah sebesar 78,58%, dan sesudah di edukasi tinggi
sebesar 85,7%. kepatuhan minum obat pasien hipertensi sebelum diberikan edukasi
rendah sebesar 92,8%. Sesudah diberikan edukasi kepatuhan sedang 64,2%.
Berdasarkan hasil uji wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh pemberian edukasi
melalui leaflet dan video terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan minum obat
responden dengan nilai sig 0.00 < 0.05. berdasarkan uji spearman terdapat
hubungan antara tingkat Pendidikan dengan pengetahuan dan kepatuhan dengan
nilai korelasi 0.642 untuk pengetahuan dan 0.368 untuk kepatuhan.
Simpulan: Pemberian edukasi melalui media leaflet dan video memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan responden. terdapat
hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan dan kepatuha
Pengetahuan Pengasuh Tentang Pijat Bayi Sehat Di Panti Asuhan Manarur Mabrur
Pijat bayi yang sehat juga dikenal sebagai stimulasi sentuh atau terapi sentuh. Selain itu, pijat bayi ini adalah cara orang tua mengungkapkan kasih sayang mereka kepada anak mereka melalui sentuhan kulit, sentuhan ini berdampak besar pada perkembangan fisik, emosional, dan perkembangan anak. Bagi para pengasuh panti asuhan pengetahuan tentang pijat bayi sehat yang benar sangat penting. Sebagian besar yang di asuh di Panti Asuhan Manarur Mabrur adalah balita sebanyak 33 balita (55,0%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan pengasuh tentang pijat bayi sehat di Panti Asuhan Manarur Mabrur. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif pada September 2023. Penelitian ini melibatkan 12 orang pengasuh bayi dan balita. Penelitian ini menggunakan metode sampling non-probability dengan sampel jenuh. Penelitian ini menggunakan lembar kuesioner yang berisi 25 pernyataan tentang pijat bayi sehat. Metode analisis univariat digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 12 orang yang menjawab, 10 (83,3%) memiliki pengetahuan cukup tentang pijat bayi sehat, dan 2 (16,7%) memiliki pengetahuan kurang. Penelitian ini diharapkan dapat berfungsi sebagai referensi bagi peneliti yang akan datang untuk melibatkan populasi dan lokasi yang lebih beragam, termasuk dari berbagai latar belakang sosial ekonomi dan budaya. Ini akan membantu memahami variasi pengetahuan tentang pijat bayi di berbagai tempat
EVALUASI KEPUASAN PENGGUNA SIMRS MENGGUNAKAN METODE EUCS DI INSTALASI FARMASI RSUD DR. GONDO SUWARNO
Sistem informasi manajemen rumah sakit adalah sistem yang
terintegrasi yang disiapkan untuk menangani keseluruhan proses manajemen
rumah sakit untuk memperoleh informasi secara tepat dan akurat. Tujuan
penelitian ini untuk mengevaluasi kepuasan pengguna SIMRS di instalasi farmasi
RSUD dr. Gondo Suwarno dengan menggunakan metode EUCS yang meliputi isi
(content), keakuratan (accuracy), tampilan (format), kemudahan penggunaan
(easy of use), dan ketepatan waktu (timeliness).
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif secara prospektif dan
dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan instrumen berupa kuesioner.
Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah
sampel yang digunakan sebanyak 33 responden.
Hasil: Tingkat kepuasan pengguna di Instalasi farmasi RSUD dr. Gondo
Suwarno pada variabel isi 2,95, keakuratan 2,66, tampilan 2,89, kemudahan
penggunaan 2,8, dan ketepatan waktu 2,68. Kepuasan pengguna secara
keseluruhan 2,8 dengan kategori cukup puas.
Simpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, kepuasan pengguna
secara keseluruhan tergolong cukup puas dengan hasil sebesar 2,8. Pada variabel
isi dengan rata-rata 2,95 atau puas, keakuratan 2,66 atau cukup puas, tampilan
2,89 atau puas, kemudaha
PENGARUH MEDIA VIDEO EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN PRAKTIK PENYIMPANAN OBAT DI MASYARAKAT RT 05 RW 04 KELURAHAN GEDANGANAK
Penyimpanan obat yang tidak tepat berpengaruh terhadap
khasiat obat oleh karena itu, penyimpanan obat harus dilakukan dengan hati-hati
dan tidak sembarangan. Penyimpanan obat di rumah tangga memiliki frekuensi
yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian video
tentang penyimpanan obat di RT 05 RW 04 Kelurahan Gedanganak dengan
karakteristik responden.
Metode: Desain penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif menggunakan
metode eksperimen dengan one groups pretest posttest design. Desain ini terdapat
pretest sebelum perlakuan dan posttest setelah diberi perlakuan. Populasi dalam
penelitian ini adalah masyarakat RT 05 RW 04 Kelurahan Gedanganak dengan
sampel 100 responden menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang
digunakan adalah video dan kuesioner dengan 18 pernyataan. Analisis data pada
penelitian ini adalah univariat dengan metode analisis deskriptif dan analisis
bivariat menggunakan uji wilcoxon.
Hasil: Tingkat pengetahuan masyarakat RT 05 RW 04 Kelurahan Gedanganak
berdasarkan pengisian 18 pernyataan kuesioner pretest dan posttes menunjukkan
bahwa masyarakat RT 05 RW 04 Kelurahan Gedanganak dapat menerima edukasi
yang diberikan menggunakan video tentang penyimpanan obat dengan nilai
presentase peningkatan, pengetahuan dan pemahaman masyarakat RT 05 RW 04
Kelurahan Gedanganak dari nilai rata-rata pretest 56,83% (Cukup) menjadi
80,05% (Baik) pada saat posttes dengan peningkatan pengetahuan sebesar
23,22%.
Simpulan: Tingkat pengetahuan mengenai penyimpanan obat memberikan hasil
dengan kategori cukup pada pretest dan kategori baik pada saat posttes. Terdapat
perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan edukasi tentang
penyimpanan obat menggunakan video
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN HIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI KLINIK GRACIA UNGARAN
Media video efektif digunakan dalam usaha untuk
meningkatkan pengetahuan seseorang terhadap suatu informasi, media tersebut
dapat memperlihatkan gambar yang bergerak dan memiliki suara. Tujuan dari
penelitian ini yaitu untuk mengetahui perubahan tingkat pengetahuan pasien
hipertensi dengan melakukan edukasi menggunakan media video pada pasien
hipertensi di Klinik Gracia Ungaran.
Metode: Pengambilan data dilakukan secara prospektif dengan melakukan
pengisian kuisioner sebelum dilakukan edukasi (prettest) dan (posttest) setelah
dilakukannya edukasi menggunakan media video untuk mengetahui tingkat
perubahan pengetahuan pasien hipertensi di Klinik Gracia Ungaran.
Hasil: Penelitian ini menunjukkan pasien hipertensi paling banyak berusia 60-70
tahun. Data dikumpulkan melalui kuisioner sebelum (prettest) dan setelah
(posttest) edukasi menggunakan media video. Analisis data dilakukan dengan Uji
Wilcoxon untuk membandingkan tingkan pengetahuan sebelum dan sesudah
edukasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam
Tingkat pengetahuan pasien setelah edukasi (p < 0,05). Sebelum edukasi, 40%
responden dikategorikan memiliki Tingkat pengetahuan baik, 54% tingkat
pengetahuan sedang, dan 6% tingkat pengetahuan kurang.
Simpulan: Pemberian edukasi melalui media video secara signifikan terjadi
peningkatan, di mana 96% pasien mencapai tingkat pengetahuan baik
EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN BIPOLAR RAWAT INAP DI RSJD DR. AMINO GONDOHUTOMO PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2023
Gangguan afektif bipolar merupakan penyakit kompleks yang
melibatkan perubahan suasana hati (mood) yang ekstrem disebabkan oleh defisit
neuropsikologis, perubahan imunologis, dan fisiologis. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat di RSJD Dr. Amino Gondohutomo
Provinsi Jawa Tengah tahun 2023.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental yang diambil
secara retrospektif dari rekam medis pasien. Teknik purposive sampling digunakan
untuk mengambil data dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi
sebnayak 74 pasien. Analisa data menggunakan analisa deskriptif.
Hasil : Politerapi digunakan 73 pasien (98,64%) dari total 74 pasien. Hanya 1
pasien (1,35%) menggunakan monoterapi natrium divalproat. Kombinasi dua obat
terbanyak yaitu natrium divalproat + quetiapin digunakan 9 pasien (12,16%) dan
kombinasi tiga obat terbanyak yaitu natrium divalproat + quetiapin + lorazepam
digunakan 3 pasien (4,05%). Hasil evaluasi penggunaan obat bipolar menemukan
tepat indikasi 67 pasien (90,54%), tepat pasien 54 pasien (72,97%), tepat obat 50
pasien (67,57%), dan tepat dosis 41 pasien (82,00%).
Kesimpulan : Rata-rata ketepatan penggunaan obat pada pasien bipolar di
instalansi rawat inap RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah tahun
2023 sebesar 81,37% selama periode rawat inap berlangsung
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGOBATAN DAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI DIABETES PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSI WONOSOBO
Diabetes melitus adalah salah satu penyakit kronis terjadi pada
jutaan orang diseluruh dunia. Ketidakpatuhan pasien minum obat anti diabetes
disebabkan karena kurangnya pengetahuan. Tujuan untuk mendeskripsikan
tingkat pengetahuan pengobatan dan kepatuhan minum obat anti diabetes pada
pasien rawat jalan di Rumah Sakit Islam Wonosobo.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bersifat survei
analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini menggunakan
instrumen kuesioner tentang tingkat pengetahuan pengobatan dan kepatuhan
minum obat anti diabetes. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 100
resonden dengan teknik accidental sampling. Analisis data yang digunakan yaitu
analisis univariat, bivariat, dan pengolahan data menggunakan aplikasi SPSS.
Hasil: Responden yang digunakan dalam penelitian ini mayoritas berjenis
kelamin perempuan (52%). Pada golongan umur sebagian besar berada pada
rentang 46-55 tahun (31%). Tingkat pendidikan terbanyak adalah lulusan SMP
(30%). Hasil presentase menunjukkan sebanyak 56% responden memiliki tingkat
pengetahuan pengobatan yang baik, 24% responden memiliki tingkat pengetahuan
pengobatan yang cukup, 20% responden memiliki tingkat pengetahuan
pengobatan yang kurang. Hasil presentase kepatuhan minum obat menunjukkan
sebanyak 32% responden memiliki kepatuhan sangat tinggi, 59% responden
memiliki kepatuhan tinggi, dan 9% responden memiliki kepatuhan yang cukup.
Simpulan: Tingkat pengetahuan pengobatan responden pasien diabetes dapat
dikategorikan cukup (68,1%), dan tingkat kepatuhan minum obat responden dapat
dikategorikan tinggi (75%), dan hasil penelitian analisis uji chi-square terdapat
adanya hubungan antara tingkat pengetahuan pengobatan dan tingkat kepatuhan
minum obat antidiabetes pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Islam Wonosobo
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di Desa Delik Kecamatan Tuntang
Latar belakang: Menarche adalah mentruasi pertama kali yang dialami oleh remaja putri pada saat masuk masa pubertas, pada rentang usia 10-14 tahun. Menarche terjadi pada saat masa pubertas yang diawali dengan perubahan fisik pada remaja putri yaitu tumbuh payudara, tumbuh rambut aksila/ ketiak dan pubis dan percepatan pertumbuhan atau growth spurt. Salah satu perubahan fisilogis remaja putri adalah menstruasi, menstruasi pertama atau menarche. Menarche pada remaja perempuan penting diketahui karena merupakan tanda masa pubertas remaja dalam peralihan dewasa. Kurangnya pengetahuan tentang menarche dapat menimbulkan masalah personal hygiene, risiko ISK, gangguan menstruasi, dan disminorhea. Masalah psikologis seperti rasa takut, cemas, malu, tertekan, dan panik merupakan pengalaman buruk akibat kurangnya pengetahuan tentang menarche. Penelitian ini melihat tingkat pengetahuan menarche meliputi aspek pengertian, gejala, usia, faktor, personal hygiene, dan kelainan menstruasi. Dengan adanya literasi, pemahaman, dan kesadaran remaja akan lebih siap mengahadapi menarche.
Tujuan: Mengetahui Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Menarche Di Desa Delik Kecamatan Tuntang
Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif kuantitatif. Intrumen penelitian menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini remaja putri di Desa Delik Kecamatan Tuntang sebanyak 49. Teknik pengambilan sempel menggunakan Total Sampling Analisa univariat distribusi frekuensi karateristik responden dan pengetahuan.
Hasil: Pengetahuan remaja tentang menarche di Desa Delik Kecamatan Tuntang sebagian besar kurang yaitu ada sebanyak 31 (63.3%) responden, pengertian kurang yaitu sebanyak 21 (42.9%), tanda gejala kurang yaitu 22 (44.9%), usia cukup yaitu sebanyak 19 (38.8%), faktor kurang yaitu sebanyak 30 (61.2%), personal hygiene kurang yaitu sebanyak 21 (42.9%), kelainan kurang yaitu sebanyak 42 (85.7%).
Kesimpulan: Pengetahuan remaja tentang menarche di Desa Delik Kecamatan Tuntang termasuk dalam kategori kurang. Petugas kesehatan hendaknya lebih meningkatkan penyuluhan kepada remaja untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang menarche, tanda gejala,usia,faktor, personal hygiene, dan kelainan saat menstruasi