Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
Hubungan Motivasi Ibu Dan Peran Kader Dengan Keikutsertaan Ibu Dalam Kelas Ibu Balita Di Desa Gogodalem
Latar Belakang : Masalah pertumbuhan balita memerlukan perhatian khusus. Berdasarkan Riskesdes 2018, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 30,8% dan wasting 10,2%. Bappenas 2018 melaporkan masalah gizi pada balita sebesar 30,8%, yang belum memenuhi target RPJMN untuk menurunkan status gizi buruk dan pendek menjadi 28%. Puskesmas Bringin menempati peringkat kedua dengan masalah gizi tinggi sebesar 9,7%. Program kelas ibu balita merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Di Desa Gogodalem, target kelas ibu balita belum mencapai 100% karena belum semua sasaran hadir dalam kelas dan kehadiran kader tidak menentu. Dari 10 responden, 4 ibu (40%) menyadari pentingnya kelas ibu balita, dengan 2 ibu aktif dan 2 ibu tidak aktif. Dari mereka, 1 ibu merasa kader membantu dan 3 merasa kader hanya mengingatkan jadwal tanpa memotivasi. Sebanyak 6 ibu (60%) menganggap kelas ibu balita sebagai pelengkap, dengan 3 ibu aktif dan 3 ibu tidak aktif. Dari kelompok ini, 2 ibu merasa kader membantu, sedangkan 4 ibu merasa kader hanya mengingatkan jadwal tanpa memberikan motivasi. Kesimpulannya, motivasi ibu dan peran kader sangat mempengaruhi keikutsertaan ibu dalam kelas ibu balita
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Hubungan Motivasi Ibu Dan Peran Kader Dengan Keikutsertaan Ibu Dalam Kelas Ibu Balita Di Desa Gogodalem Kecamatan Bringin.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain Analitik Korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah 219 responden. Sampel dalam penelitian ini 69 responden dengan menggunakan rumus slovin, teknik pengambilan sampel dengan teknik propotionate random sampling, alat pengumpulan data menggunakan kuisioner, uji analisis menggunakan uji chi square.
Hasil : Sebagian besar responden memiliki motivasi baik sejumlah 51 responden (73,9%), peran kader kelas ibu balita baik dalam pelaksanaan kelas ibu balita sejumlah 43 responden (62,3%), aktif dalam kegiatan kelas ibu balita sejumlah 37 responden (53,6%). Hasil penelitian ini ada hubungan yang signifikan antara motivasi ibu dengan keikutsertaan ibu dalam kelas ibu balita p value = (0,000) < α (0,05) serta ada hubungan yang signifikan antara peran kader dengan keikutsertaan ibu dalam kelas ibu balita p value = (0,014) < α (0,05).
Simpulan : Terdapat hubungan antara motivasi ibu dan peran kader dengan keikutsertaan ibu dalam kelas ibu balita
GAMBARAN PENGGUNAAN GABAPENTIN DAN PREGABALIN SEBAGAI TERAPI ADJUVANT PADA PASIEN NYERI RAWAT INAP DI RSUD DR. GONDO SUWARNO UNGARAN KABUPATEN SEMARANG 2023
Nyeri merupakan suatu pengalaman sensorik dan emosional
yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan adanya kerusakan jaringan
ataupun berpotensi rusak. Manajemen penatalaksanaan nyeri neuropatik,
nosiseptif dan campuran sering kali digunakan pregabalin dan gabapentin. Tujuan
penelitian ini untuk gambaran penggunaan gabapentin dan pregabalin sebagai
terapi adjuvant pada pasien nyeri di rawat inap RSUD Dr. Gondo Suwarno
Kabupaten Semarang tahun 2023.
Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian non-ekperimental
dengan metode penenlitian deskriptif dan pengambilan data dilakukan secara
retrospektif dengan teknik pengambilan menggunakan purposive sampling yaitu
43 sampel. Data dianalisis secara deskriptif
Hasil: Pasien yang mendapatkan terapi adjuvant gabapentin dan pregabalin
sebagian besar berusia 56-65 tahun (35%) dan perempuan (60%). Mayoritas
pasien mengalami nyeri sedang (70%) dan nyeri neuropatik (60%), dengan 53%
didiagnosis diabetes mellitus. Terapi adjuvan yang paling umum adalah
gabapentin (86%), kombinasi terbanyak yaitu analgetik antipiretik +
antikonvulsan (72%).
Simpulan: Gambaran penggunaan terapi adjuvant pada pasien nyeri di rawat inap
yang paling banyak di gunakan yaitu gabapentin dan penggunaan kombinasi
terbanyak yaitu analgetik antipiretik + antikonvulsan
PENGARUH VIDEO INFORMASI KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 (DMT2) DI KLINIK dr. Thomas Triyono KABUPATEN SEMARANG
Diabetes Melitus adalah suatu penyakit menahun yang ditandai
dengan kadar glukosa normal, dimana kadar gula darah sewaktu ≥ 200 mg/dl dan
kadar gula darah puasa 1126 mg/dl. Penderita diabetes melitus kabupaten
semarang sebanyak 13.222 kasus pada tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh edukasi menggunakan video terhadap pengetahuan diabetes
melitus. Dasar pengambilan video ini berguna untuk menganalisa pasien guna
untuk mengontrol penyakit diabetes melitus pasien.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Quasy Experiment
Design menggunakan pretest – posttest. Teknik pengambilan sampel secara Total
sampling, sebanyak 60 pasien. Analisis data menggunakan t indipendent ttest.
Hasil: Karakteristik responden berdasarkan tingkat jenis kelamin tertinggi yaitu
perempuan sebanyak 35 orang (58,3%), dengan tingkat usia 46- 55 tahun
sebanyak 17 responden (28,3%), berdasarkan tingkat pendidikan tertinggi yaitu
SMA dengan total sebanyak 29 responden (48,3%), kemudian tingkat pekerjaan
rata-rata Wiraswasta dengan total 20 responden (33,3%). Pada pre test kategori
baik sebanyak 34 orang (56%). Kemudian pada post test dengan kategori baik
sebanyak 58 orang (96,7%). Keseluruhan hasil analisis data uji Wilcoxon dengan
tingkat pengetahuan responden termasuk kategori baik serta ada pengaruh dari
pemberian edukasi menggunakan media video karena memiliki p-value 0,001 <
0,05.
Simpulan: Pemberian edukasi informasi berupa video, berpengaruh secara
signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pada pasien diabetes militus di
Klinik dr. Thomas Kabupaten Semarang
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Stunting Dengan Perilaku Ibu Dalam Pencegahan Stunting Pada Baduta (Bawah Dua Tahun) Di Wilayah Kerja Puskesmas Bonang 1
Latar belakang: Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek dimana penyebab utamanya adalah kekurangan nutrisi. Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan di Desa Morodemak, tingginya kasus stunting dipengaruhi oleh perilaku ibu dalam memberikan makanan pada anak tidak terlalu memperdulikan gizi yang dikonsumsi anaknya namun hanya memperdulikan anak kenyang dengan makanan yang dikonsumsinya. Pengetahuan ibu dapat mempengaruhi perilaku pencegahan stunting sehingga peran ibu sangat penting dalam menurunkan angka kejadian stunting.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang stunting dengan perilaku ibu dalam pencegahan stunting pada baduta (bawah dua tahun) diwilayah kerja Puskesmas Bonang 1.
Metode: Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki anak usia 7-23 bulan di seluruh posyandu Desa Morodemak wilayah kerja Puskesmas Bonang 1 yang berjumlah 154 orang. Sampel dipilih menggunakan teknik proporsional random sampling melibatkan 61 ibu yang memiliki anak usia 7-23 bulan. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan, hampir setengah pengetahuan ibu tentang stunting baik berjumlah 22 responden (35,5%), dan hampir setengah perilaku ibu dalam pencegahan stunting baik berjumlah 32 responden (51,6%). Hasil uji rank spearman’s rho diperoleh p-value = 0,000 (<0,05) yang artinya terdapat hubungan pengetahuan ibu tentang stunting dengan perilaku ibu dalam pencegahan stunting pada baduta (bawah dua tahun) diwilayah kerja Puskesmas Bonang 1.
Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan ibu tentang stunting dengan perilaku ibu dalam pencegahan stunting pada baduta (bawah dua tahun) diwilayah kerja Puskesmas Bonang 1. Saran bagi petugas puskesmas ataupun instansi kesehatan dapat lebih sering memberikan pendidikan kesehatan bagi para ibu yang mempunyai anak baduta khususnya dan pada masyarakat khususnya untuk lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Kunjungan Ulang Masa Nifas Di Klinik Ibnu Sina Rapak Balikpapan
Latar Belakang: Masa nifas yaitu dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhirnya ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil, masa nifas berlangsung selama 6 minggu. Kunjungan nifas menggambarkan jangkauan dan kualitas pelayanan kesehatan terhadap ibu, mulai 6 jam-42 hari setelah melahirkan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Klinik Ibnu Sina Rapak Balikpapan didapatkan kunjungan nifas pada tahun 2023 yaitu KF1 sebanyak 168 orang (60,0%), KF2 sebanyak 71 orang (25,4%), KF3 sebanyak 35 orang (12,5%) dan KF4 sebanyak 6 orang (2,1%). Sedangkan kunjungan nifas pada periode Januari-Maret 2024 yaitu KF1 sebanyak 46 orang (63,0%), KF2 sebanyak 17 orang (23,3%), KF3 sebanyak 9 orang (12,3%) dan KF4 sebanyak 1 orang (1,4%). Hasil wawancara terhadap ibu nifas didapatkan 3 orang mengetahui pentingnya kunjungan masa nifas dan 7 orang lainnya tidak mengetahui pentingnya kunjungan masa nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu nifas tentang kunjungan ulang masa nifas di Klinik Ibnu Sina Rapak Balikpapan.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas yang berkunjung di Klinik Ibnu Sina Rapak Balikpapan dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 32 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data adalah analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi persentase.
Hasil: Analisis univariat menunjukan bahwa gambaran tingkat pengetahuan ibu nifas tentang kunjungan ulang masa nifas di Klinik Ibnu Sina Rapak Balikpapan dengan kategori baik yaitu 17 orang (53,1%), kategori cukup yaitu 13 orang (40,6%) dan kategori kurang yaitu 2 orang (6,3%).
Simpulan: Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik tentang kunjungan ulang masa nifas
PENGARUH PROMOSI PENJUALAN DAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF Pada Generasi Z Konsumen Shopee Food di Ungaran
Pada era teknologi yang semakin maju, industri telah memasuki era revolusi digital
di masyarakat Indonesia. Dengan perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi yang semakin cepat, masyarakat Indonesia dituntut untuk dapat
beradaptasi dengan era kemajuan ini. Globalisasi memberikan dampak besar
terhadap tatanan dunia sosial, politik, dan ekonomi, baik di sektor sosial,
pemerintahan, maupun bisnis. Pengaruh yang timbul sangat jelas terlihat pada
sektor ekonomi. Perkembangan teknologi saat ini menyebabkan adanya peralihan
dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, yang mengakibatkan persaingan
pemasaran perusahaan menjadi lebih ketat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi penjualan dan
electronic word of mouth (E-WOM) terhadap pembelian impulsif pada Generasi Z
konsumen Shopee Food di Ungaran. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan
menggunakan data primer. Populasi penelitian ini adalah Generasi Z pengguna
marketplace Shopee Food di Ungaran, dengan sampel sebanyak 104 responden.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linier
berganda menggunakan software SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi penjualan berpengaruh signifikan
terhadap pembelian impulsif oleh Generasi Z pengguna Shopee Food di Ungaran.
Selain itu, E-WOM juga berpengaruh signifikan terhadap pembelian impulsif oleh
Generasi Z pengguna Shopee Food di Ungaran
Penerapan Teknik Smock Jepang Pada Pembuatan Busana Pesta Cocktail Dengan Sumber Ide Keris
Gaya berbusana telah mengalami transformasi signifikan dan mencerminkan perubahan dalam nilai-nilai dan preferensi masyarakat seiring berjalannya waktu. Begitu juga dengan perkembangan busana cocktail yang berubah pada proses pembuatan maupun variasi yang digunakan. Smock Jepang sebagai teknik tradisional dalam menjahit yang menonjolkan detail lipatan dan kerapian jahitan dan biasa digunakan untuk kepentingan hiasan pada lenan rumah tangga memiliki potensi untuk memperkaya desain busana pesta cocktail . Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan visualisasi penerapan teknik smock Jepang pada pembuatan busana pesta cocktail dengan sumber ide keris serta mengidentifikasi karakteristik unik dari busana yang dihasilkan. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, validasi produk/wawancara, dan dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data, dan veriifikasi data. Hasil dari karya ini mempertimbangkan karakteristik busana pesta cocktail, kesesuaian dengan unsur seni dan prinsip desain, nilai estetika dan kesesuaian dengan teknologi menjahit pada pembuatan busana pesta cocktail. Uji validasi produk dilakukan dengan menggunakan dua validator satu dosen tata busana dan satu desainer busana dengan metode wawancara dan pemberian angket validasi kelayakan produk. Penerapan teknik smock Jepang pada pembuatan busana pesta cocktail dengan sumber ide keris mempunyai ciri khas tersendiri pada busana dan memberikan nilai estetika lebih pada busana. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam tentang potensi dan tantangan dalam menggunakan smock Jepang dalam pembuatan busana pesta cocktail, serta kontribusi baru dalam pengembangan desain busana yang inovatif.Kata Kunci: Smock Jepang, Busana Pesta Cocktail, Keri
Pembelajaran Kegiatan Religiusitas Untuk Meningkatkan Nilai Agama Moral Anak Usia Dini Di Tk Santa Theresia Ungaran
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran kegiatan religiusitas dalam meningkatkan nilai agama moral anak di TK Santa Theresia Ungaran dan Faktor-faktor yang mempengaruhi yang meningkatkan nilai agama moral anak di TK Santa Theresia. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan yang dilakukan kepada anak usia dini sebagai subjek penelitian yang kemudian dianalisis dan diuraikan dalam bentuk katakata. Penulis melakukan pengamatan pembelajaran kegiatan religiusitas selama bulan Oktober 2023 sampai Januari 2024 kepada peserta didik di TK Santa Theresia Ungaran. Peserta didik yang menjadi subjek penelitan dalam rentang usia 4 – 6 tahun. Rencana pembelajaran kegiatan religiusitas di TK Santa Theresia Ungaran dilakukan dengan memperhatikan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Tujuannya adalah untuk menanamkan nilai-nilai agama moral, seperti beriman, setia, sederhana, dan berkomunitas, sesuai dengan spiritualitas sekolah yang terinspirasi dari Santa Theresia dan Maria Hamba Allah. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam merancang kegiatan pembelajran religiusitas guru menanamkan nilai spiritualitas, seperti keimanan, keterlibatan dalam komunitas, kesetiaan, dan kesederhanaan. Pembelajaran kegiatan religiusitas juga melibatkan kerjasama dengan pihak eksternal, seperti Seminari TOR Sanjaya Jangli dan Biara Suster Abdi Kristus Ungaran. Melalui kunjungan dan kerjasama ini, anak-anak dapat lebih mengenal tokoh agama dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh sekolah. Pembelajaran kegiatan religiusitas dapat meningkatkan nilai agama moral anak usia dini di TK Santa Theresia Ungaran melalui implementasi nilai-nilai spiritualitas Maria hamba Allah yaitu beriman, setia, sederhana dan berkomunitas. Kata kunci : Pembelajaran, Kegiatan Religiusitas, Nilai Agama Mora
UJI MUTU DAN KANDUNGAN GIZI KUKIS TEPUNG UBI JALAR PUTIH (Ipomea Batatas Linneaus) DAN TEPUNG KACANG HIJAU (Vigna Radiata L.)
Kukis merupakan cemilan popular yang biasanya dibuat dari tepung
terigu. Penggunaan tepung terigu dapat digantikan oleh pangan local yaitu ubi jalar putih.
Kabupaten Semarang merupakan salah satu penghasil ubi jalar putih yang dapat dijadikan
substitusi karena kandungan karbohidrat dan serat yang tinggi. Meningkatkan kandungan
gizi kukis, ditambahkan kacang hijau yang kaya protein. Produk kukis ini dikembangkan
dan diuji mutu organoleptik serta dihitung kandungan gizinya.
Tujuan: Untuk mengetahui mutu organoleptic, kandungan energi, protein, lemak,
karbohidrat, dan serat pada kukis tepung ubi jalar putih dan tepung kacang hijau.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Experimental Design. Perlakuan
dilakukan dengan membuat kukis dengan subtitusi tepung ubi jalar putih dan
tepung kacang hijau dengan F1 (60%:40%), F2 (50%;50%), F3 (40%:60%)
kemudian dilakukan uji mutu organoleptic, dan menghitung kandungan gizi
menggunakan TKPI.
Hasil: Uji mutu organoleptik menunjukkan bahwa kukis paling renyah adalah Formulasi
1. Semua formula kukis memiliki aroma, rasa, dan warna normal. Kandungan gizi kukis
dari tepung ubi jalar putih dan tepung kacang hijau berdasarkan TKPI adalah: F1 (energi
968,25 kkal, protein 18,01 gram, lemak 51,11 gram, karbohidrat 91,25 gram, 3,88 gram),
F2 (energi 993,35 kkal, protein 13,85 gram, lemak 50,95 gram, karbohidrat 85,35 gram,
3,85 gram), F3 (energi 1.018,46 kkal, protein 22,09 gram, lemak 50,78 gram, karbohidrat
100,05 gram, 3,82 gram).
Simpulan : Kukis dengan tekstur paling renyah adalah F1. Berdasarkan uji
organoleptik, aroma, rasa, dan warna ketiga formula normal. Kukis dengan kandungan
gizi paling tinggi adalah F3
PENGARUH MEDIA EDUKASI LEAFLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN BEYOND USE DATE (BUD) OBAT PADA PENGUNJUNG APOTEK Q-SEHAT PERIODE MEI 2024
Batas waktu penggunaan obat dibagi menjadi dua yaitu
expiration date (ED) dan beyond use date (BUD). Beyond use date (BUD) adalah
batas waktu penggunaan produk obat setelah diracik atau disiapkan atau setelah
kemasan primernya dibuka maupun dirusak. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis pengaruh pemberian leaflet serta untuk melihat hubungan setiap
karakteristik responden terhadap tingkat pengetahuan BUD obat pada pengunjung
Apotek Q-Sehat.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian eksperimental one-group pretest – post
test dengan jenis penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100
responden dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan uji wilcoxon
dan uji korelasi spearman rank.
Hasil: Tingkat pengetahuan responden sebelum diberikan edukasi menunjukkan
bahwa responden dengan tingkat pengetahuan baik sebesar 6%, cukup sebesar 63%,
dan kurang sebesar 31%. Setelah diberikan edukasi melalui media leaflet
mengalami peningkatan pengetahuan, responden dengan pengetahuan baik sebesar
94%, cukup sebesar 6%, dan kurang sebesar 0%. Berdasarkan hasil uji wilcoxon
menunjukkan adanya pengaruh pemberian edukasi melalui leaflet terhadap tingkat
pengetahuan responden dengan nilai sig 0,00 < 0,05. Hasil uji korelasi spearman
rank menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan usia dan
tingkat pendidikan, namun tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan
pekerjaan responden.
Simpulan: Pemberian edukasi melalui media leaflet memberikan pengaruh dan
memiliki hubungan yang signifikan antara usia dan pendidikan terhadap tingkat
pengetahuan responden dengan masing-masing nilai sig adalah 0,008 dan 0,000 dan
memiliki tingkat korelasi yang lemah