Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BERGAS KABUPATEN SEMARANG PERIODE OKTOBER 2023 - MARET 2024
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah
seseorang berada pada ≥140 mmHg (sistolik) atau ≤90 mmHg. Penggunaan obat
antihipertensi baik secara tunggal, atau kombinasi, dapat menurunkan tekanan
darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi gambaran penggunaan obat
antihipertensi di Puskesmas Bergas, Kabupaten Semarang, selama periode
Oktober 2023 - Maret 2024.
Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan retrospektif,
menggunakan data sekunder dari catatan rekam medis pasien hipertensi di
Puskesmas Bergas. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling
sejumlah 80 pasien. Analisa data menggunakan analisa deskriptif.
Hasil: Pada penelitian di Puskesmas Bergas, hipertensi lebih banyak diderita oleh
perempuan (72,50%) dibandingkan dengan laki-laki (27,50%), dengan mayoritas
pasien berada pada rentang usia 56-65 tahun (43,75%). Sebanyak 52% pasien
mengalami hipertensi tanpa penyakit penyerta, sementara 48% lainnya memiliki
komorbiditas, dengan diabetes sebagai penyakit penyerta paling umum (7,50%).
Profil pengobatan menunjukkan dominasi penggunaan obat antihipertensi tunggal,
terutama amlodipine (80%), diikuti oleh captopril (5%), nifedipin (3,75%), dan
bisoprolol (2,50%), dengan penggunaan kombinasi obat sebesar 8,75%. Golongan
obat yang paling banyak digunakan adalah Calcium Channel Blockers (CCB)
sebesar 83,75%, sementara ACE Inhibitor dan Beta Blocker digunakan lebih
sedikit. Penggunaan obat antihipertensi didominasi oleh terapi tunggal (91,25%),
yang sesuai dengan rekomendasi untuk memulai pengobatan dengan satu obat dan
menambahkannya jika target tekanan darah tidak tercapai. Panduan seperti JNC 8
dan ESH 2013 digunakan untuk menentukan strategi pengobatan yang optimal,
terutama pada populasi usia lanjut dan pasien dengan kondisi komorbiditas
Kesimpulan: Dalam penelitian di Puskesmas Bergas, ditemukan bahwa
hipertensi lebih banyak diderita oleh perempuan (72,50%) dibandingkan laki-laki
(27,50%), dengan prevalensi tertinggi pada kelompok usia 56-65 tahun (43,75%).
Penggunaan obat antihipertensi didominasi oleh amlodipine sebagai monoterapi
(80%), sedangkan kombinasi obat lebih jarang digunakan (8,75%), menunjukkan
kecenderungan pengelolaan hipertensi dengan terapi tunggal
Sistem Prediksi Kepuasan Siswa-Siswi Tkj Smkn 1 Bancak Terhadap Pelayanan Sekolah Menggunakan Metode Algoritma C4.5
Latar Belakang : Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem prediksi kepuasan siswa dan siswi Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di SMK N 1 Bancak terhadap pelayanan sekolah, dengan menggunakan algoritma C4.5. Algoritma ini dipilih karena kemampuannya dalam memahami dan mengekstraksi pola dari data yang kompleks, khususnya dalam konteks evaluasi kepuasan pelanggan. Metodologi penelitian ini mencakup tahapan survei untuk mengumpulkan data kepuasan siswa dan siswi, identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan, serta penerapan algoritma C4.5 untuk membangun model prediksi. Faktor-faktor tersebut melibatkan aspek-aspek seperti pelayanan administrasi, ketersediaan fasilitas, komunikasi, dan kualitas pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model prediksi yang dihasilkan oleh algoritma C4.5 dapat memberikan estimasi kepuasan siswa TKJ dengan tingkat akurasi yang memadai. Dengan menggunakan model ini, pihak sekolah dapat memproaktif mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kepuasan siswa dan efektivitas pelayanan sekolah secara keseluruhan. Implementasi sistem prediksi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan di SMK N 1 Bancak, memberikan informasi yang lebih cepat dan tepat waktu kepada pihak sekolah untuk pengambilan keputusan yang lebih baik dalam meningkatkan kepuasan siswa dan siswi.
Metode : Metode prediksi yang digunakan merupakan algoritma C4.5 untuk memprediksi kepuasan siswa-siswi tkj di smkn 1 bancak, dan analisis akurasi menggunakan Tool Rapid Maner.
Tujuan : Untuk mengetahui proses penerapan Algoritma C4.5 dalam prediksi kepuasan siswa-siswi TKJ terhadap pelayanan sekolah pada SMKN 1 Bancak dan menentukan hasil penerapan Algoritma C4.5 dalam prediksi kepuasan siswa-siswi TKJ terhadap pelayanan sekolah pada SMKN 1
ii
Bancak
Hasil : Hasil dari penelitian ini dapat melihat hasil prediksi yang telah dilakukan dan menggunakan atribut-atribut untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa-siswi tkj smkn 1 bancak.
Simpulan : Algoritma C4.5 dapat digunakan dalam memprediksi kepuasan siswa tkj smkn 1 bancak.
Kata Kunci : Decission Tree, Algoritma C4.5, Sistem Prediksi, Kepuasan Siswa, SMKN 1 Banca
Hubungan Anatara Durasi Penggunaan Dan Posisi Tubuh Saat Menggunakan Gadget Dengan Nyeri Leher (Neck Pain) Pada Mahasiswa Di Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo
Latar Belakang :.Nyeri leher pada mahasiswa menyebabkan rendahnya
konsentrasi belajar. Durasi dan posisi menggunakan gadget diduga menjadi
penyebab nyeri leher mahasiswa.
Tujuan : Mengetahui hubungan durasi penggunaan dan posisi tubuh saat
menggunakan gadget dengan timbulnya nyeri leher (neck pain) pada mahasiswa
di Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo.
Metode : Desain pada penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan
pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti mahasiswa aktif Fakultas
Kesehatan angkatan 2020-2023 Universitas Ngudi Waluyo dengan jumlah sampel
97 mahasiswa diambil dengan mengunakan teknik proportionate random
sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji chi square yang diolah dengan
menggunakan program pengolahan data SPSS.
Hasil : Mahasiswa di Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo sebagian
besar mempunyai durasi penggunaan gadget kategori tinggi (73,2%), posisi
penggunaan gadget kategori buruk (72,2%) dan tidak mengalami nyeri leher
(80,4%). Ada hubungan yang bermakna durasi penggunaan gadget (p value
sebesar 0,038) dan posisi penggunaan gadget (p value sebesar 0,031) dengan
nyeri leher pada mahasiswa di Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo.
Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna durasi penggunaan dan posisi tubuh
saat menggunakan gadget dengan timbulnya nyeri leher (neck pain) pada
mahasiswa di Fakultas Kesehatan Universitas Ngudi Waluyo.
Saran : Peneliti selanjutnya mengembangkan kuesioner yang digunakan untuk
mengukur durasi dan posisi penggunaan gadget sehingga diperoleh hasil
penelitian yang lebih lengkap.
Kata Kunci : durasi, posisi tubuh menggunakan gadget, timbulnya nyeri lehe
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Komunikasi Verbal Pada Generasi Alpha
Latar Belakang : Generasi alpha merupakan generasi yang lahir dari tahun 2011
hingga saat ini. Karakteristik generasi alpha adalah dikelilingi teknologi sejak
dini, oleh karenanya generasi alpha cenderung lebih cerdas, lebih kritis dan cepat
mengenali sesuatu secara terstruktur. Generasi alpha dalam berkomunikasi
cenderung melakukan pergeseran makna kata. Generasi alpha menggunakan
bahasa yang kekinian hanya sebagai identitas diri. Komunikasi pada generasi
alpha melibatkan beberapa sumber seperti lingkungan keluarga, sekolah, ataupun
masyarakat. Keluarga sebagai lingkungan utama generasi alpha memegang
peranan penting yang berkewajiban memberi dukungan positif.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan komunikasi
verbal pada generasi alpha
Metode : Metode pendekatan yang digunakan adalah metode cross-sectional,
untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan komunikasi verbal
generasi alpha
Hasil : hasil analisis menggunakan uji Fixer Exact Test di dapatkan nilai Asymp.
Sig. (2-tailed) atau nilai Signifikansi sebesar 0,023 yang berarti lebih kecil dari
0,05.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan komunikasi
verbal pada generasi alpha
Saran : Diharapkan bagi masyarakat khususnya orang tua untuk memahami
dukungan yang diberikan kepada anak terhadap komunikasi verbal anak.
Kata Kuci : Komunikasi Verbal, Dukungan Keluarg
Pengaruh Kompres Hangat Terhadap Intensitas Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Wilayah Kerja Puskesmas Lerep
Latar Belakang: Kehamilan merupakan proses fisiologis yang menyebabkan
berbagai perubahan fisik pada wanita. Keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil
pada trimester III adalah nyeri punggung. Nyeri umumnya disebabkan oleh
perubahan postur tubuh dan membesarnya rahim, kondisi ini dapat mengganggu
aktivitas sehari-hari. Nyeri punggung dapat diatasi dengan metode non farmakologi
seperti kompres hangat. Kompres hangat dapat menyebabkan fase dilatasi, dapat
meningtkan asupan oksigen, nutrisi dan leukosit darah ke jaringan tubuh sehingga
dapat mengurangi peradangan, kekakuan, nyeri otot, dan mempercepat
penyembuhan jaringan lunak.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap
intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas
Lerep.
Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Pre�Eksperimental dengan pendekatan One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja
Puskesmas Lerep yang berjumlah 41 ibu hamil. Tehnik sampling menggunakan
purposive sampling menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu yang dibuat
peneliti, sehingga jumlah sampel adalah 17 responden. Instrumen penelitian
menggunakan lembar observasi skala Numerik Rating Scale (NRS).
Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa terdapat penurunan signifikan dalam
intensitas nyeri punggung sesudah terapi kompres hangat pada 17 responden.
Intensitas nyeri sebelum intervensi berada pada kategori sedang sebanyak 9 orang
(52,9%) dan sesudah intervensi menurun menjadi kategori ringan sebanyak 12
orang (70,6%), diperoleh nilai p value 0,000 < 0,05.
Simpulan: Ada pengaruh pemberian kompres hangat terhadap penurunan
intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III.
Saran: Diharapkan ibu hamil dapat mengaplikasikan kompres hangat sebagai
terapi non-farmakologi untuk mengatasi keluhan nyeri punggung.
Kata Kunci: kehamilan, nyeri punggung, kompres hanga
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Suntik Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Di Pkd Nyatnyono Kabupaten Semarang
Latar Belakang :Kontrasepsi suntikan merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk
mencegah kehamilan menggunakan suntikan hormonal, penggunaan kontrasepsi 3 bulan sebagian
besar akseptor mengalami menstruasi tidak teratur dengan polimenorea dan oligomenorea efek
yang dapat ditimbulkan pada akseptor setelah pemakaian kontrasepsi 3 bulan (DMPA).
Berdasarkan hasil wawancara dari 5 akseptor kontrasepsi suntik tentang siklus menstruasi di
dapatkan 3 akseptor mengalami gangguan siklus menstruasi, 2 akseptor mengalami gangguan
Amenorea dan 1 akseptor mengalami gangguan Oligomenorea setelah pemakaian kurang lebih 1
tahun , 1 akseptor tidak mengalami perubahan siklus menstruasi.
Tujuan penelitian: Untukmenganalisa hubungan penggunaan kontrasepsi suntik dengan
gangguan siklus menstruasi di PKDNyatnyono Kabupaten Semarang Metode Penelitian :
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada
penelitian ini menggunakan kontrasepsi suntik aktif berjumlah 271 responden, Teknik sampling
yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga sampel yang digunakan berjumlah 121
Responden, yang menggunakan kontrasepsi suntik aktif di PKD Nyatnyono. Analisis data
menggunakan analisis Chi square.
Hasil Penelitian :Sebagian besar responden menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan sebanyak
87 (71,9%). Sebagian besar responden yang mengalami gangguan menstruasi sebanyak 77 (63,6
%). Hasil penelitian ini didapatkan hasil uji chi squaredengan nilai p value sebesar 0,000, karena
p value = 0,000 < α (0,05), maka Ho ditolak, artinya ada hubungan penggunaan kontrasepsi suntik
dengan gangguan menstruasi di PKD Desa Nyatnyono Tahun 2024
Kesimpulan:Ada hubungan penggunaan kontrasepsi suntik dengan gangguan menstruasi di PKD
Desa Nyatnyono Tahun 2024
Katakunci :KB Suntik 3 bulan, Gangguan Menstruasi
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Bersalin Di Rsud Dr. Gondo Suwarno Ungaran
Latar belakang : Preeklamsia merupakan gejala yang timbul pada wanita yang sedang hamil,
bersalin dan masa nifas dengan ditandai adanya hipertensi, edema, dan adanya protein dalam urin
(proteinuria). Faktor resiko penyebab preeklamsia meliputi faktor kehamilan, maternal dan paternal.
Beberapa faktor maternal yang menyebabkan preeklamsia pada ibu bersalin yaitu usia ibu, paritas ibu
dan riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya. Jumlah kasus preeklamsia pada ibu bersalin
yang ditangani RSUD dr. Gondo Suwarno tahun 2023 berjumlah 82 kasus. Tujuan penelitian ini yaitu
untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia pada ibu bersalin di
RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran.
Metode : Metode penelitian observasional analitik dengan desain case control. Populasi penelitian ini
ibu bersalin di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran pada bulan Januari - Desember 2023 berjumlah
954 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 246 responden yaitu 164 kontrol dan 82 kasus. Teknik
sampling pada kasus menggunakan total sampling dan sampel kontrol dengan simple random
sampling. Instrumen data menggunakan checklist pe. Analisis data menggunakan analisis univariat
dan analisis bivariat dengan uji chi-square.
Hasil : Analisis univariat kategori responden usia tidak beresiko berjumlah 195 orang (79,3%) dan
usia beresiko berjumlah 51 orang (20,7%), kategori paritas primipara dan multipara berjumlah 224
orang (91,1%) dan paritas nullipara dan grandemultipara berjumlah 22 orang (8,9%), ibu bersalin
dengan kategori tidak ada riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya berjumlah 205 orang
(83,3%) dan ada riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya berjumlah 41 orang (16,7%). Hasil
analisis bivariat antara usia dengan kejadian preeklamsia didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 dan
OR 5,463, hasil analisis antara paritas dengan kejadian preeklamsia didapatkan nilai p-value sebesar
0,000 dan OR 8,317, hasil analisis antara riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya dengan
kejadian preeklamsia didapatkan nilai p-value sebesar 0,000 dan OR 5,260.
Simpulan : Terdapat hubungan signifikan antara usia ibu, paritas ibu dan riwayat preeklamsia pada
kehamilan sebelumnya dengan kejadian preeklamsia.
Saran : Diharapkan para tenaga kesehatan melakukan pengawasan yang ketat bagi ibu hamil yang
telah teridentifikasi memiliki risiko untuk mengalami preeklamsia.
Kata Kunci : Preeklamsia, usia, paritas, riwayat preeklamsia sebelumny
Pengaruh Lama Penggunaan Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA) Dengan Amenorea Sekunder di BPM Samimah
Latar Belakang : Sesuai dengan permasalahan yang terdapat di latar belakang,
peneliti mendapatkan rumusan masalah yaitu apakah terdapat pengaruh lama
penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan amenorea sekunder di BPM
Samimah?. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh lama penggunaan
depo medroxyprogesterone acetate (DMPA) dengan amenorea sekunder di bidan
praktik mandiri Samimah.
Metode : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan deskriptif korelatif
dengan menggunakan pendekatan cross sectional, jumlah sampel dalam penelitian
ini sebanyak 67 orang. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan cara total
sampling pengguna DMPA. Instrumen penelitian ini menggunakan ceklis
penelitian yang selanjutnya dilakukan analisis sesuai dengan karakteristik
responden, analisis bivariat, dan analisis univariat.
Hasil : Dari hasil uji crosstab didapatkan bahwa responden yang
menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan kurang dari 1 tahun terdapat
11 mengalami amenorea sekunder dan 8 tidak mengalami amenorea
sekunder. Sedangkan responden pengguna kontrasepsi suntik 3 bulan
lebih dari 1 tahun terdapat 48 orang mengalami amenorea sekunder.
Hasil dari Chi-Square Test didapatkan P-value 0,000 < 0,005. Hasil
tersebut dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dan
positif dari lama penggunaan depo medroxyprogesterone acetate (DMPA)
dengan amenorea sekunder.
Simpulan : semakin lama menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan
maka akan semakin tinggi amenorea sekunder pada ibu pengguna
kontrasepsi suntik 3 bulan di BPM Samimah begitu juga sebaliknya.
Kata Kunci : Lama Penggunaan DMPA, Amenorea Sekunde
Hubungan Dukungan Petugas Kesehatan Dengan Pemanfaatan Buku Kia Pada Ibu Hamil Di Desa Bunyut 2024
Latar Belakang : Angka Kematian Ibu (AKI) pada Provinsi Kalimantan Timur tahun 2022 terdapat 70 kasus dan tahun 2023 menjadi 72 kasus. AKI pada Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2022 terdapat 24 kasus dan tahun 2023 menjadi 12 kasus. Tingginya AKI dapat disebabkan masih kurangnya ibu hamil untuk menjaga kehamilan, padahal petugas kesehatan sudah berupaya pencegahan AKI melalui pemberian buku kesehatan ibu dan anak (KIA) sebagai sumber informasi kehamilan hingga anak 5 tahun. Observasi pada Desa Bunyut semua ibu sudah memiliki buku KIA, namun tidak dimanfaatkan hanya dibawa saja. Dimana bidan saat pelayanan ada yang hanya mengingatkan jadwal kunjungan ulang dan tidak memberikan informasi terkait pemanfaatan buku KIA. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Hubungan Dukungan Petugas Kesehatan Dengan Pemanfaatan Buku KIA Pada Ibu Hamil Di Desa Bunyut Kutai Barat Tahun 2024 Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi. Dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 40 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sampel berjumlah 40 ibu hamil. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner, uji analisis menggunakan uji chi square dengan p<α0,05. Hasil : Sebagian besar responden menyatakan petugas kesehatan kurang mendukung sebanyak 23 responden (57,5%). Sebagian besar responden memanfaatkan buku KIA dengan kurang baik sebanyak 23 responden (57,5%). Ada hubungan signifikan antara dukungan petugas kesehatan dengan pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil p value = (0,034) < α (0,05). Simpulan : Terdapat hubungan antara dukungan petugas kesehatan dengan pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Durasi Tidur Bayi Usia 2-6 Bulan Di Klinik Nabila Kota Balikpapan
Latar Belakang : Hingga saat ini, masih banyak bayi yang mengalami masalah tidur,
namun yangsangat disayangkan, masih banyak orangtua yang menganggap gangguan
tidur pada bayi bukanlahsebagai suatu permasalahan berat. Padahal pada kenyataannya,
masalah tidur pada bayi dapat mengganggu pertumbuhan, penurunan imunitas tubuh,
serta mengganggu regulasi sistem kelenjardalam tubuh. Di Klinik Nabila Balikpapan
terdapat 8 bayi berusia 2-6 bulan yang durasi tidurnyasesuai dengan usianya dan 12 bayi
usia 2-6 bulan yang durasi tidurnya tidak sesuai dengan usianya.Oleh karena itu, pijat
bayi diperlukan sebagaisalah satu terapi komplementer untukmeningkatkandurasi tidur
pada bayi, sebagai salah satu penunjang untuk tumbuh kembangnya.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Durasi Tidur
Bayi Usia 2-6 Bulan di wilayah Klinik Nabila Kota Balikpapa.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan Desain Penelitian quasi eksperimental.
Dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah 21
bayi, Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Quota Sampling. Sampel
berjumlah 15 bayi berusia 2-6 bulan. Alat pengumpulan data menggunakan lembar sop
pijat bayi dan lembar observasi durasi tidur bayi, uji analisis menggunakan Uji Paired
t test dependent dengan p-value =0,000 ≤ 0,05.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata- rata durasi tidur bayi sebelum
dan sesudahdiberikan pijat bayi yaitu sebelum di berikan pijat bayi 12,25 jam per hari
dan setelah diberikan pijat bayi 15,94 jam per hari dengan nilai p-value 0,000 < 0,05
maka Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada pengaruh perubahan durasi tidur bayi
yang meningkat sebanyak 3,69 jam per haripada usia 2-6 bulan sebelum dan sesudah di
berikan pijat bayi di Klinik Nabila Balikpapan.
Simpulan : Ada pengaruh pijat bayi terhadap durasi tidur bayi usia 2-6 bulan di Klinik
Nabila Kota Balikpapan.
Kata Kunci : Pijat Bayi, kualitas tidur, durasi tidu