Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN NILAI SATURASI OKSIGEN SEBELUM DAN SESUDAH TINDAKAN SUCTION BRONCHIAL WASH MELALUI ENDOTRACHEAL TUBE (ETT) DIRUANG ICU RSUD MERAH PUTIH KABUPATEN MAGELANG
Latar Belakang: Pemasangan Endotracheal Tube (ETT) dapat mengakibatkan
produksi sputum atau secret meningkat. Pasien dengan secret yang berlebih akan
mengalami gangguan ventilasi udara. Suction adalah suatu metode untuk
melepaskan sekresi yang berlebihan pada saluran nafas. Ditemukan perawat
melakukan tindakan suction dengan menggunakan cairan NaCl 0,9% (bronchial
wash) yang dimasukkan ke ETT. Saturasi oksigen adalah ukuran seberapa banyak
presentase oksigen yang mampu dibawa oleh hemoglobin
Tujuan: Mengetahui perbedaan saturasi oksigen sebelum dan sesudah tindakan
suction bronchial wash melalui Endotracheal Tube (ETT).
Metode Penelitian: Jenis Penelitian adalah Quasy Experiment dengan One Grup
Pretest – Posttest. Metode pengumpulan data berupa purposive sampling, yaitu
sebanyak 17 responden dan menggunakan analisa bivariat dengan uji Paired t-Test.
Hasil: Terdapat perbedaan nilai saturasi oksigen sebelum dan sesudah dilakukan
tindakan suction bronchial wash melalui Endotracheal Tube (ETT diruang ICU
RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang. Hasil uji Paired t-Test menunjukkan
angka signifikasi yaitu 0.000 (p value >0.05).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan nilai saturasi oksigen sebelum dan sesudah
dilakukan tindakan suction bronchial wash melalui Endotracheal Tube (ETT
diruang ICU RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang.
Saran: Penulis berharap agar perawat di Indonesia dapat menjadikan tindakan
suction bronchial wash sebagai bahan evaluasi dalam upaya peningkatan kadar
saturasi oksigen pada pasien yang terpasang Endotracheal Tube (ETT).
Kata Kunci: Saturasi Oksigen, Bronchial Wash, Endotracheal Tube (ETT
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF DI PUSKESMAS SEPINGGAN
Lаtаr Belаkаng: Kecemasan adalah suatu perasaan tidak santai yang samar-samar karena ketidaknyamanan atau rasa takut yang disertai suatu respons. Kecemasan yang dialami oleh ibu bersalin semakin lama akan semakin meningkat seiring dengan semakin seringnya kontraksi pada abdomen sehingga keadaan ini akan membuat ibu stres. Stres psikologis ibu pada saat akan bersalin menyebabkan meningkatnya rasa nyeri dan cemas. Jumlah persalinan di Puskesmas Sepinggan pada tahun 2022 sebanyak 45 orang dan periode Januari-Juni 2023 sebanyak 35. Hasil wawancara dengan 5 ibu bersalin mengatakan bahwa merasa cemas karena takut dengan nyeri saat persalinan. Penelitiаn ini bertujuаn untuk mengetаhui hubungan tingkat kecemasan dengan nyeri persalinan kala 1 fase aktif di Puskesmas Sepinggan. Metode: Jenis penelitiаn menggunаkаn penelitiаn kuаntitаtif dengаn desаin penelitiаn deskriptif korelаsionаl dengаn pendekаtаn cross sectionаl. Populаsi penelitiаn аdаlаh seluruh ibu bersalin di Puskesmas Sepinggan dаn teknik pengаmbilаn sаmpel menggunаkаn accidental sаmpling sebаnyаk 35 orаng. Pengumpulаn dаtа menggunаkаn lembar kuesioner. Аnаlisis dаtа аdаlаh аnаlisis univаriаt dаn аnаlisis bivаriаt menggunаkаn uji chi squаre (χ 2 ). Hаsil: Gambaran tingkat kecemasan ibu bersalin di Puskesmas Sepinggan yang terbanyak yaitu kategori ringan sebanyak 22 orang (62,9%) dan yang paling sedikit yaitu kategori berat sebanyak 2 orang (5,7%). Gambaran nyeri persalinan kala 1 fase aktif ibu bersalin di Puskesmas Sepinggan yang terbanyak yaitu kategori nyeri yang menyusahkan sebanyak 15 orang (42,9%) dan yang paling sedikit yaitu kategori nyeri sangat hebat sebanyak 4 orang (11,4%). Hasil uji statistik chi square (χ2 ) diperoleh ρ value (0,001) < α (0,05) menunjukkan bahwa Ha diterima. Simpulаn: Terdаpаt hubungan antara tingkat kecemasan dengan nyeri persalinan kala 1 fase aktif di Puskesmas Sepinggan
Analisis Motif Kain Tenun Troso Siskaningrum Gallery Jepara
Kebudayaan dipahami sebagai hasil karya, cipta, serta rasa masyarakat. Salah satu bentuk warisan budaya itu ialah tenun. Tenun Troso ialah sebuah kerajinan tradisional yang khas dari Jepara, berupa tenun ikat yang dihasilkan di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Tenun Troso lebih dari sekadar produk kerajinan rakyat yang memiliki nilai estetika. Proses penamaan motif ini merefleksikan budaya lokal melalui bahasa yang dipergunakan oleh pengrajin. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisa tentang bentuk dan struktur motif khas tenun ikat troso di siskaningrum gallery Jepara dan Mendeskripsikan makna filosofi pada motif kerajinan tenun ikat troso di siskaningrum gallery Jepara.Pendekatan yang dipergunakan pada studi ini ialah pendekatan metodologis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data pada studi ini dijalankan dengan mempergunakan dua teknik utama: wawancara, dokumentasi serta observasi pasif dengan menggabungkan pendekatan ini, diharapkan permasalahan yang dirumuskan terkait bentuk, makna, serta fungsi bahasa dalam penamaan tenun Troso bisa dijelaskan secara komprehensif serta jelas dalam penyajian hasil analisa data. Hasil penelitian ini adalah menganalis bentuk, makna, serta fungsi dari nama-nama motif tenun Troso yang dipamerkan di Siskaningrum Gallery, yang berlokasi di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Dalam kajian ini, akan diuraikan bagaimana para pengrajin tenun mengaitkan motif-motif itu dengan sistem pengetahuan masyarakat setempat, yang mencakup pola pikir, pandangan hidup, serta persepsi masyarakat terhadap dunia serta lingkungan sekitar, serta arti yang terkandung dalam setiap motif tenun itu.
Kata Kunci: Analisis motif, bentuk, warna, makna
PENGELOLAAN MANAJEMEN KESEHATAN TIDAK EFEKTIF PADA KELUARGA DENGAN EDUKASI KESEHATAN PADA PASIEN DENGAN RIWAYAT HIPERTENSI DI DESA BANDING KECAMATAN BRINGIN
Hipertensi ini telah lama menjadi penyakit umum di seluruh
dunia, namun seiring berjalannya waktu dan perubahan gaya hidup yang tidak
sehat, jumlah penderita tekanan darah tinggi terus meningkat. Pada saat
melakukan perawatan dirumah sering kali timbul permasalahan perawatan seperti
kurangnya pemahaman pasien dan keluarga mengenai cara merawat penderita
hipertensi dan kurang memeperhatikan hal-hal apa yang yang harus dilakukan
agar dapat mempertahankan kestabilan tekanan darah, sehingga hal tersebut
mengakibatkan adanya manajemen kesehatan tidak efektif pada keluarga.
Manajemen kesehatan tidak efektif merupakan cara penanganan permasalahan
kesehatan dalam keluarga yang tidak memuaskan untuk pemulihan derajat
kesehatan anggota keluarga.
Tujuan : Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan manajemen
kesehatan tidak efektif pada keluarga dengan edukasi kesehatan pada pasien
dengan riwayat hipertensi.
Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan
proses penelitian asuhan keperawatan keluarga dengan masalah hipertensi.Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi.
8
Pengelolaan manajemen kesehatan tidak efektif dilakukan selama 3 hari, dengan
studi kasus.
Hasil : Hasil akhir klien paham bagaimana kondisinya tidak segera membaik,
namun klien masih takut untuk memeriksakan diri pada pelayanan kesehatan.
Simpulan : Berdasarkan tindakan keperawatan yang dilakukan, maka dapat
disimpulkan masalah manajemen kesehatan tidak efektif pada keluarga teratasi
namun belum bisa secara optima
PEMANFAATAN LITERASI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN JUMLAH NASABAH MENGGUNAKAN DIGITAL SAVING DI PT.BANK RAKYAT INDONESIA KANTOR CABANG PARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan literasi digital dalam
meningkatkan jumlah nasabah yang menggunakan layanan digital saving di PT.
Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Parakan. Fokus penelitian meliputi
bagaimana literasi digital dapat meningkatkan jumlah nasabah, hambatan yang
dihadapi dalam penerapan layanan digital saving, dan upaya yang dilakukan
untuk mengoptimalkan penerapan layanan tersebut. Jenis penelitian ini adalah
penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling dengan jumlah 10 informan yang terdiri dari pegawai BRI KC
Parakan dan beberapa nasabah. Instrumen penelitian meliputi wawancara
mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis
menggunakan metode analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama
yang muncul dari data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi literasi
digital melalui media sosial, sosialisasi langsung, dan edukasi oleh customer
service berperan signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan kepercayaan
nasabah terhadap layanan digital saving. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
literasi digital berperan penting dalam meningkatkan jumlah nasabah yang
menggunakan layanan digital saving di BRI KC Parakan. Hambatan teknis dan
kurangnya pemahaman nasabah menjadi tantangan utama dalam penerapan
layanan ini. Diharapkan dengan menerapkan saran-saran yang telah diidentifikasi,
BRI KC Parakan dapat lebih mengoptimalkan penerapan layanan digital saving di
masa depan
Hubungan Antara Umur Ibu, Usia Kehamilan, Dan Paritas Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Banyubiru Tahun 2024
Latar Belakang : Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin
(Hb) <11 gr% pada trimester I dan III sedangkan pada trimester II kadar hemoglobin <10,5
gr%. Ibu hamil yang hamil pada umur beresiko lebih berpotensi mengalami anemia, semakin
meningkatnya usia kehamilan ibu maka risiko untuk menderita anemia menjadi semakin
besar. Selain itu paritas >3 merupakan paritas yang berisiko tinggi untuk terjadinya anemia.
Didapatkan hasil survei lapangan, jumlah ibu hamil yang periksa di puskesmas banyubiru
pada Januari-Mei 2024 sebanyak 193 orang, dan 47 orangnya mengalami anemia. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur ibu, paritas, dan usia kehamilan
dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Banyubiru.
Metode : Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif, data yang digunakan
yaitu data sekunder yang berupa data register pelayanan ruang KIA puskesmas banyubiru
bulan januari-mei 2024. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 193 ibu hamil.
Rancangan penelitian ini adalah cross sectional dengan pendekatan retrospektif.
Hasil : Hasil uji statistik hubungan umur ibu dengan kejadian anemia di Puskesmas
Banyubiru didapatkan p- value sebesar 0.000. Hasil uji statistik hubungan usia kehamilan
dengan kejadian anemia di Puskesmas Banyubiru didapatkan p-value sebesar 0.730. Hasil uji
statistik hubungan paritas dengan kejadian anemia di Puskesmas Banyubiru didapatkan p�value sebesar 0.006. Artinya umur ibu dan paritas memiliki hubungan yang bermakna dengan
kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesman Banyubiru, sedangkan umur kehamilan tidak
memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesman
Banyubiru
Simpulan: Kejadian anemia pada ibu hamil di puskesmas Banyubiru pada bulan Januari-Mei
2024 disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya adalah faktor usia ibu dan juga paritas.
Ibu hamil dengan usia 35 tahun lebih beresiko mengalami anemia. Selain itu
ibu hamil dengan paritas >3 juga memiliki resiko lebih besar untuk mengalami anemia.
Kata kunci : anemia,umur ibu hamil,usia kehamilan,parita
Hubungan Status Gizi Dengan Kejadian Ispa Pada Balita Di Klinik Kimia Farma Kilo 5 Balikpapan
Latar Belakang : Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu
masalah kesehatan masyarakat yang penting untuk diperhatikan karena merupakan
salah satu penyebab kematian pada balita di berbagai negara berkembang, salah
satunya Indonesia. Selain virus dan bakteri, faktor yang memudahkan seseorang
terinfeksi ISPA adalah status gizi. Status gizi berperan aktif dalam kejadian ISPA.
Status gizi dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu status gizi buruk, gizi baik dan
gizi berlebih. Oleh karena itu, nutrisi sangat penting untuk pertumbuhan,
perkembangan dan pemeliharaan aktivitas tubuh, karena tanpa asupan nutrisi yang
cukup, tubuh akan rentan terkena penyakit menular.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan status gizi dan kejadian ISPA
pada balita di Kimia Farma Kilo 5 Klinik Balikpapan
Metode : Jenis penelitian korelasi kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional.
Populasi dalam penelitian ini diambil dari bulan Januari – Oktober 2023 sebanyak
1137 balita di Klinik Kimia Farma Kilo 5 Kota Balikpapan, sampel yang digunakan
dalam penelitian ini adalah sebanyak 295 orang. Menggunakan teknik Purposive
Sampling. Analisa data dengan uji univariat dan analisa bivariat dengan uji korelasi
Spearman Rank (Rho).
Hasil : Responden dengan status gizi lebih yang mengalami kejadian ISPA
sebanyak 2 responden (0,7%), responden dengan status gizi baik yang mengalami
kejadian ISPA sebanyak 81 responden (27,5%), responden dengan status gizi buruk
yang mengalami kejadian ISPA sebanyak 121 responden (41%), dan responden
dengan status gizi buruk yang mengalami kejadian ISPA sebanyak 10 responden
(3,4%). Hasil uji korelasi Spearman Rho menunjukkan p value sebesar <0,001 (p
<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara status gizi dengan
kejadian ISPA. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,371 menunjukkan korelasi
negatif dengan kekuatan hubungan yang cukup.
Simpulan : Dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara status gizi dengan
kejadian ISPA.
Kata Kunci : Status Gizi, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Balit
PERBEDAAN PENGETAHUAN MENSTRUAL HYGIENE SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN EDUKASI DENGAN VIDEO ANIMASI PADA ANAK RETARDASI MENTAL
Latar Belakang : Praktik kebersihan diri saat menstruasi sangat diperlukan bagi
setiap perempuan terlebih bagi perempuan yang mengalami retardasi mental.
Pengetahuan tentang menstrual hygiene pada remaja disabilitas sama pentingnya
untuk diketahui, bukan hanya pada remaja normal. Akan tetapi pada kenyataannya
pengetahuan remaja disabilitas tentang menstrual hygiene masih kurang. Sehingga
pentingnya pemberian ilmu pengetahuan tentang menstrual hygiene pada anak
dengan retardasi mental tidak lain untuk menghindari hal-hal pada buruk terjadi
pada kesehatan reproduksi di masa mendatang.
Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan pengetahuan menstrual hygiene sebelum
dan sesudah diberikan edukasi dengan video animasi pada anak retardasi mental
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Desain penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah quasy experimental design dengan
pendekatan one group pre test – post test design. Populasi yang digunakan adalah
siswa putri kelas VII SMPLB – XII SMALB dengan kategori C di SLB Negeri
Ungaran. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan
jumlah sampel 22 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner personal
hygiene saat menstruasi yang dimodifikasi dari penelitian Nugraheni, 2019.
Hasil : Hasil penelitian rata-rata sebelum diberi edukasi didapatkan hasil 47,54.
Setelah diberi edukasi didapatkan rata-rata sebesar 55,14. Setelah di uji dengan uji
Paired T-Test dengan nilai p-value = 0,000 < ∝ = 0,05.
Kesimpulan : Terdapat perbedaan pengetahuan menstrual hygiene beleum dan
sesudah diberikan edukasi dengan video animasi pada anak retardasi mental.
Saran : Diharapkan video animasi dapat digunakan sebagai media untuk
menggalakkan edukasi menstrual hygiene pada anak retardasi mental.
Kata Kunci : Retardasi Mental, Menstrual Hygiene, Video Animasi
Daftar Pustaka : 2016 - 202
PENGELOLAAN GANGGUAN RISIKO KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT CHARLIE HOSPITAS KENDAL
Diabetes Mellitus merupakan masalah kesehatan masyarakat baik secara
global maupun nasional, penyakit degeneratif ini selalu mengalami peningkatan
setiap tahunya. Diabetes mellitus yang tidak tertangani secara baik dan tepat tentu
akan menimbulkan masalah kesehatan yang lebih lanjut atau komplikasi yang
dapat menyerang organ tubuh kita salah satunya mata, ginjal, jantung. Faktor
penyebabnya karena ketidakstabilan kadar glukosa darah, hal ini tentu perlu
penanganan secara serius mengenai pentingnya manajemen. Salah satu tujuan
penulisan ini adalah untuk menjelaskan bagaimana cara pengelolaan Risiko
Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Pasien dengan Diabetes Mellitus Tipe
II Di Rumah Sakit Charlie Hospital Kendal.
Sebuah desain studi kasus dan metodologi deskriptif digunakan dalam
penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan cara meningkatkan pengetahuan
tentang manajemen diabetes mellitus secara tepat. Untuk mencapai tujuan
tersebut, dilakukan pengelolaan Edukasi manajemen hipoglikemia dan
manajemen pola makan bagi Tn. B. Prosedur metodologi keperawatan yang
digunakan meliputi pengkajian, analisis data, intervensi, implementasi, dan
evaluasi, digunakan untuk memperoleh data untuk penelitian ini. Informasi
diberikan sebagai kegiatan intervensi kepada pasien mengenai Manajemen
diabetes mellitus.
Setelah dilakukan pengelolaan gangguan risiko ketidakstabilan kadar
glukosa darah selama 3 hari, dengan studi kasus, implementasi keperawatan yaitu
mengidentifikasi tanda dan gejala hipoglikemia, edukasi manajemen diabetes
mellitus. Hasil akhir pasien mampu memahami bagaimana pengelolaan diabetes
mellitus secara mandiri oleh sebab itu masalah gangguan risiko ketidakstabilan
kadar glukosa darah teratasi secara optimal