Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI PRAKONSEPSI DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK (KEK) PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI PUSKESMAS GRAHA INDAH
Lаtаr Belаkаng: Kekurangan energi kronik (KEK) adalah suatu kondisi di mana asupan energi (karbohidrat dan lemak) tidak memenuhi kebutuhan tubuh dalam jangka waktu yang lama dengan ukuran LiLA < 23,5 cm. Pengetahuan gizi prakonsespi merupakan faktor penting dalam mempersiapkan kehamilan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kekurangan asupan zat gizi selama kehamilan. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Graha Indah diperoleh data jumlah calon pengantin bulan Januari-Juni 2023 sebanyak 111 orang dan kejadian kekurangan energi kronik (KEK) bulan Januari-Juni 2023 pada calon pengantin sebanyak 7 orang dan ibu hamil sebanyak 11 orang. Penelitiаn ini bertujuаn untuk mengetаhui hubungan pengetahuan gizi prakonsepsi dengan kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada wanita usia subur (WUS) di Puskesmas Graha Indah. Metode: Jenis penelitiаn menggunаkаn penelitiаn kuаntitаtif dengаn desаin penelitiаn deskriptif korelаsionаl dengаn pendekаtаn cross sectionаl. Populаsi penelitiаn аdаlаh seluruh calon pengantin di Puskesmas Graha Indah dаn teknik pengаmbilаn sаmpel menggunаkаn total sаmpling sebаnyаk 38 orаng. Pengumpulаn dаtа menggunаkаn lembar kuesioner. Аnаlisis dаtа аdаlаh аnаlisis univаriаt dаn аnаlisis bivаriаt menggunаkаn uji fisher exact. Hаsil: Gambaran pengetahuan gizi prakonsepsi pada wanita usia subur (WUS) sebagian besar dengan kategori baik yaitu 30 orang (78,9%). Gambaran kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada wanita usia subur (WUS) sebagian besar dengan kategori tidak KEK yaitu 28 orang (73,7%). Hasil uji statistik fisher exact diperoleh ρ value (0,002) < α (0,05) menunjukkan bahwa Ha diterima. Simpulаn: Terdаpаt hubungаn аntаrа pengetahuan gizi prakonsepsi dengan kejadian kekurangan energi kronik (KEK) pada wanita usia subur (WUS) di Puskesmas Graha Indah
GAMBARAN PERILAKU HIDUP SEHAT DAN BERSIH (PHBS) PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SD N 2 SIDOREJO LOR SALATIGA
Latar Belakang: Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah sebagai upaya untuk memberdayakan
siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu, mau, dan mampu mempraktikan perilaku hidup
bersih dan sehat (PHBS) dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Perilaku hidup bersih dan
sehat (PHBS) terdiri dari beberapa tatanan salah satunya adalah perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di
tatanan institusi pendidikan yang terdiri dari 8 indikator yaitu, mencuci tangan dengan air yang mengalir
dan menggunakan sabun, mengkonsumsi jajanan warung atau kantin sekolah, menggunakan jamban bersih
dan sehat, olahraga teratur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di sekolah, menimbang berat badan
dan mengukur tinggi badan setiap bulan, serta membuang sampah pada tempatnya. Tujuan: Mengetahui
Gambaran Perilaku Hidup Sehat Dan Bersih (Phbs) Pada Anak Sekolah Dasar Di SD N 2 Sidorejo Lor
Salatiga. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan
analitik. Lokasi penelitian ini dilakukan di SD N 2 Sidorejo Lor Salatiga pada bulan Juni-Juli 2024. Populasi
dalam penelitian ini adalah jumlah anak-anak kelas III, IV, V, dan VI sebanyak 148 orang (dimana setiap
1 kelas jumlahnya adalah 37 orang). Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dengan
sampel penelitian ini berjumlah 148 sampel. Kesimpulan: Hasil penelitian didapatkan hasil sebagian besar
perilaku hidup bersih dan sehat berada pada rentang buruk yaitu sejumlah 139 responden (91,2%). Saran:
Peran sekolah untuk dapat meningkatkan perannya sebagai counselor dan dapat ikut serta dalam promosi
kesehatan mengenai Perilaku Hidup Sehat Dan Bersih (Phbs).
Kata Kunci : Anak Sekolah Dasar, Perilaku Hidup Sehat dan Bersih
Daftar Pustaka : 43 (2013-2023
Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Lokal Terhadap Status Gizi Pada Balita Di Wilayah Kerja Uptd Puskesmas Pembuang Hulu
Latar Belakang: Status gizi balita yang kurang dan buruk dapat diatasi dengan suatu program yang telah lama dikenal yaitu pemberian makanan tambahan (PMT). Salah satu upaya intervensi spesifik yang dilaksanakan dengan cara mengadakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan lokal terhadap status gizi pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pembuang Hulu. Metode: Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian adalah semua balita yang berat badannya sangat kurang dan kurang di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pembuang Hulu sebanyak 30 balita. Sampel yang digunakan sebanyak 30 balita dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa form pengambilan data yang dari karakteristrik responden (usia ibu, pendidikan terakhir, pekerjaan, pendapatan keluarga, sumber informasi tentang gizi, jenis kelamin balita, berat badan balita, tinggi badan pada balita). Analisa data menggunakan analisi univariat dan bivariat (wilxocon test). Hasil: Status gizi balita sebelum diberikan PMT lokal rata-rata SD yaitu -2,63 dan sesudah diberikan PMT lokal rata-rata SD yaitu -1,85. Ada pengaruh pemberian makanan tambahan lokal terhadap status gizi balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pembuang Hulu (p value 0,000). Simpulan: Pemberian makanan tambahan lokal pada balita meemiliki pengaruh yang signifikan terhadap status gizi balita dengan ditandai adanya kenaikan berat badan balita. Kata Kunci: balita, pemberian makanan tambahan (PMT) lokal, status giz
Pengaruh Model Pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (Air) Berbantuan Media Komik Terhadap Pemahaman Konsep Pada Siswa Kelas Ii Sd Negeri Ungaran 01
Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Ungaran 01 dilatarbelakangi dengan beberapa siswa kelas II yang memiliki aspek pemahaman rendah yang dibuktikan dengan nilai pembelajaran tematik yang seringkali berada di bawah KKM. Tujuan peneitian ini untuk mengetahui bagaimana penggunaan model pebelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) berbantuan media komik terhadap kemampuan pemahaman konsep siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kauntitatif dengan desain Quasi Experimental (Non Equivalent Control Group Design). Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat perbedaan pemahaman konsep siswa dengan penggunaan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) berbantuan media komik dengan hasil Uji Independent Sample T-Test nilai kelas eksperimen dan kelas kontrol 78,68 > 69,68. LKPD kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu 70,00% > 66,00%. Terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition berbantuan media komik terhadap pemahaman konsep siswa dengan hasil Uji Regresi Linier Sederhna dengan nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu 0,000 < 0,05. Nilai pemahaman konsep siswa sebesar (nilai R square atau R2 = 0,314 = 31,4%). Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) berbantuan media komik dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa.
Kata kunci: Pemahaman Konsep, Auditory Intellectually Repetition (AIR), Komi
Hubungan Asupan Protein Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Di Smpn 1 Pamukan Utara Kabupaten Kotabaru
Latar Belakang : Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, 26,8% anak usia 5-14 tahun dan 32% anak usia 15-24 tahun menderita anemia. Asupan protein yang adekuat berperan penting dalam pembentukan hemoglobin dan pencegahan anemia. Oleh karena itu untuk menganalisis hubungan antara asupan protein dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 1 Pamukan Utara, Kabupaten Kotabaru. Metode : Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan observasional dengan desain cross-sectional ini melibatkan 92 siswi SMPN 1 Pamukan Utara berusia 12-14 tahun. Data asupan protein diperoleh melalui food recall 3 x 24 jam, sedangkan status anemia ditentukan berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin dengan melakkukan pemeriksaan menggunakan alat HB Hemaglobin Quik Check. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan prevalensi anemia pada subjek penelitian sebesar 22% yang menujukkan bahwa asupan protein yang kurang tidak menjadi penyebab terjadinya anemia pada remaja putri dengan hasil p=0,082. Simpulan : Tidak ada hubungan antara asupan protein dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 1 Pamukan utara Kabupaten Kotabaru. Kata kunci : Asupan protein, anemia, remaja putri
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN CALON PENGANTIN TENTANG PERSIAPAN KEHAMILAN PERTAMADI PUSKESMAS KLANDASANILIR
Lаtаr Belаkаng: Salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi yaitu pelayanan kesehatan masa sebelum hamil. Perawatan prakonsepsi bertujuan untuk meningkatkan kesehatan prakonsepsi di antaranya yaitu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku yang berhubungan dengan kesehatan prakonsepsi. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Klandasan Ilir didapatkan jumlah calon pengantin pada tahun 2022 sebanyak 137 pasangan dan jumlah calon pengantin periode Januari-Juni sebanyak 53 pasangan. Penelitiаn ini bertujuаn untuk mengetаhui hubungan tingkat pendidikan dengan pengetahuan calon pengantin tentang persiapan kehamilan pertama di Puskesmas Klandasan Ilir. Metode: Jenis penelitiаn menggunаkаn penelitiаn kuаntitаtif dengаn desаin penelitiаn deskriptif korelаsionаl dengаn pendekаtаn cross sectionаl. Populаsi penelitiаn аdаlаh calon pengantin perempuan di Wilayah Kerja Puskesmas Klandasan Ilir dаn teknik pengаmbilаn sаmpel menggunаkаn total sаmpling sebаnyаk 53 orаng. Pengumpulаn dаtа menggunаkаn lembar kuesioner. Аnаlisis dаtа аdаlаh аnаlisis univаriаt dаn аnаlisis bivаriаt menggunаkаn uji chi squаre (χ2 ). Hаsil: Gambaran tingkat pendidikan calon pengantin di Puskesmas Klandasan Ilir dengan kategori pendidikan dasar yaitu 8 orang (15,1%), kategori pendidikan menengah yaitu 38 orang (71,7%) dan kategori pendidikan tinggi yaitu 7 orang (13,2%). Gambaran pengetahuan calon pengantin tentang persiapan kehamilan pertama di Puskesmas Klandasan Ilir dengan kategori baik yaitu 9 orang (17,0%), kategori cukup yaitu 41 orang (77,4%) dan kategori kurang yaitu 3 orang (5,6%). Hasil uji statistik chi square (χ2 ) diperoleh ρ value (0,000) < α (0,05) menunjukkan bahwa Ha diterima. Simpulаn: Terdаpаt hubungаn аntаrа tingkat pendidikan dengan pengetahuan calon pengantin tentang persiapan kehamilan pertama di Puskesmas Klandasan Ilir
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEAKTIFAN IBU MEMBAWA ANAK BAWAH TIGA TAHUN (12-36 BULAN) KE POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BOZIHONA KABUPATEN NIAS
Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat yang dikelola dan
diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat dalam penyelenggaraan pembangunan
kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat
dalam mempercepat penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian bayi. Keteraturan ibu
dalam mengunjungi Posyandu dan menimbangkan balitanya ke Posyandu akan sangat bermanfaat
sebagai monitoring tumbuh kembang dan status gizi balita serta deteksi dini terhadap kelainan
tumbuh kembang dan status kesehatan balita. Faktor-faktor yang berhubungan adalah pengetahuan
ibu, pendidikan ibu, jarak tempat tinggal. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan
keaktifan ibu membawa anak bawah tiga tahun ke posyandu di Puskesmas Bozihona Kabupaten
Nias. Metode yang digunakan yaitu Cross sectional adalah penelitian yang dilakukan sekali tanpa
ada kelanjutannya, menggunakan analisis univariat dan bivariat. Jumlah sampel pada penelitian
ini sebanyak 56 orang, analisa data menggunakan Chi-Square. Ada hubungan antara pengetahuan
dengan keaktifan ibu, dengan hasil nilai p= 0,030 < 0,05. Ada hubungan antara dukungan keluarga
dengan keaktifan ibu dengan hasil nilai p= 0,023 < 0,05. Ada hubungan antara jarak pelayanan
posyandu dengan keaktifan ibu dengan hasil nilai p= 0,038 < 0,05. Bagi responden pentingnya
membawa batita ke posyandu setiap bulannya sehingga mengetahui perkembangan anaknya.
Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Jarak Posyandu.
Kata kunci: pengetahuan ibu,pendidikan ibu, jarak tempat tingga
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PREOPERATIF LAPARATOMI DI RUANG ZAAL BEDAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAMANDAU
Latar belakang: Kecemasan pada pasien sebelum menjalani operasi (preoperasi)
adalah respons emosional yang umum terjadi dan dapat dipengaruhi oleh berbagai
faktor, termasuk ketidakpastian tentang prosedur operasi, rasa takut terhadap
komplikasi atau efek samping, kekhawatiran tentang hasil operasi, dan
ketidaknyamanan terkait dengan lingkungan rumah sakit.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis “Hubungan Dukungan
Keluarga dengan Tingkat Kecemasan Pasien Preoperatif Laparatomi di Ruang Zaal
Bedah Rumah Sakit Umum Daerah Lamandau”
Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis
kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang
digunakan sebanyak 71 responden.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value = 0,001 ini berarti nilai p-value
< α (0,05), ini bermakna terdapat Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat
Kecemasan Pasien Preoperatif Laparatomi di Ruang Zaal Bedah Rumah Sakit
Umum Daerah Lamandau.
Saran: Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan untuk menjadi salah satu
intervensi dalam mengatasi kecemasan sebelum melaksanakan operasi dengan
melibatkan peran keluarga dalam memberikan dukungan keluarga.
Kata kunci: Dukungan Keluarga, Kecemasan Pasien, Preoperatif Laparatom
Hubungan Self Efficacy Dengan Kepatuhan Minum Obat Penderita Hipertensi Pada Usia Risiko Tinggi > 40 Tahun Di Puskesmas Indralaya
Latar Belakang: Ketidakpatuhan dalam mengkonsumsi obat hipertensi merupakan masalah yang dapat menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol. Self- efficacy atau keyakinan diri pada seseorang dapat menjadi faktor penentu untuk meningkatkan kemampuan dalam mengubah perilaku seseorang serta sejauh mana kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Banyak faktor yang dapat berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipetensi meliputi self-effecacy, ekonomi, pengetahuan, peran petugas kesehatan, serta dukungan keluarga. Untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan tingkat kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui Gambaran hubungan self-efficacy dengan kepatuhan minum obat penderita hipertensi pada usia risiko tinggi >40 tahun di puskesmas Indralaya.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional, dengan menggunakan desain pendekatan cross-sectional. Subjek dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah 85 responden. Pengambilan data untuk mengukur self-efficacy menggunakan kuesioner Medication Adherence Self-Efficacy Scale-Revision (MASES-R), dan mengukur kepatuhan minum obat menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8).
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara self- efficacy dengan kepatuhan minum obat penderita hipertensi pada usia resiko tinggi >40 tahun di Puskesmas Indralaya dimana P-Value =0,068 = > (0,05) dengan nilai correlation coefficient 0,305 yang artinya kekuatan antar variable pada suatu korelasi yang rendah dengan arah hubungan yang positif.
Simpulan: Tidak ada hubungan self-effecacy dengan kepatuhan minum obat penderita hipertensi pada usia resiko tinggi >40 tahun di Puskesmas Indralaya.
Kata Kunci: Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, Self-Efficacy
Gambaran Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Di Igd Rumah Sakit Ken Saras
Latar belakang : Instalasi gawat darurat (IGD) menjadi salah satu instalasi di rumah sakit yang paling sibuk. Instalasi Gawat Darurat (IGD) harus mempunyai pelayanan dengan berkualitas tinggi sehingga dapat memenuhi mutu pelayanan yang baik. Kualitas pelayanan rumah sakit, salah satunya dapat dilihat dari kepuasan pasien
Tujuan: mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan di IGD Rumah Sakit Ken Saras
Metode : Metode penelitian studi kuantitatif dengan desain deskriptif analitik.populasi yang digunakan seluruh pasien IGD, dengan jumlah sampel 100 pasien. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat sederhana
Hasil : Kepuasan pasien terhadap pelayanan di IGD RS Ken Saras sebagian besar merasa puas dalam pelayanan di IGD sebanyak 100 responden (100%) ,dimana pada dimensi empati sebagian besar merasa puas sebanyak 100 responden (100%). dimensi tangibles sebagian besar merasa puas sebanyak 100 responden (100%), dimensi responsiveness sebagian besar merasa puas sebanyak 100 responden (100%), dimensi reliability sebagian besar merasa puas sebanyak 84 responden (84%), dimensi assurance sebagian besar merasa puas sebanyak 75 responden (75%)
Saran : diharapkan perawat memberikan pelayanan secara maksimal pada seluruh pasien tanpa membedakan ras, suku, ekonomi dan sosial