Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Pada Anak Retardasi Mental Di Slb Negeri Ungaran
Latar Belakang: Retardasi mental biasa di istilahkan dengan gangguan pada tingkat kecerdasan IQ (intelligence quotient) dibawah rata-rata, disertai dengan hambatan dalam menyesuaikan perilaku yang terjadi pada masa perkembangannya. Retardasi mental individu dengan mengalami keterlambatan motorik halus sehingga menyebabkan ketidakmampuannya dalam melakukan aktivitas sehari-hari, dan melakukan perawatan diri secara normal sehingga dukungan keluarga sangat penting dalam perawatan anak dengan retardasi mental.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian pada anak retardasi mental di SLB Negeri Ungaran.
Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik, dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua ataupun keluarga siswa SD (Sekolah Dasar) SLB Negeri Ungaran dengan masalah Retardasi Mental. Sampel penelitian ini berjumlah 44 responden dengan teknik probability sampling dengan total sampling.
Hasil : Berdasarkan analisis Bivariat menggunakan uji Chi-Square didapatkan hasil signifikansi yaitu 0,01 yang artinya nilai p value < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga berhubungan dengan tingkat kemandirian anak dengan retardasi mental di SLB Negeri Ungaran.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kemandirian pada anak reterdasi mental di SLB Negeri Ungaran.
Saran : Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar mampu merawat mengaplikasian pentingnya dukungan keluarga terhadap tingkat kemandirian anak dengan retardasi menta
UJI MUTU KIMIA DAN UJI MUTU ORGANOLEPTIK ABON IKAN KEMBUNG (Rastrelliger Sp) PADA PROSES PAN FRYING DAN DEEP FRYING
Ikan kembung merupakan salah satu jenis ikan yang memiliki
kandungan gizi cukup tinggi dan memiliki harga yang terjangkau, serta berpotensi
diolah menjadi abon untuk memperpanjang masa simpannya.
Tujuan: Untuk mengetahui mutu kimia dan mutu organoleptik dari abon ikan
kembung pada proses pan frying dan deep frying.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental pada abon ikan
kembung (Rastrelliger Sp). Abon diolah dengan 2 cara, pan frying dan deep
frying. Kemudian dilakukan uji mutu kimia (uji kadar air dan uji kadar abu) dan
uji mutu organoleptik (aroma, rasa, warna, dan tekstur) yang dilakukan oleh
panelis terlatih laboratorium terstandar. Uji kadar air menggunakan metode
gravimetri dan uji kadar abu menggunakan metode gravimetri.
Hasil: Uji mutu kimia kadar air pada abon ikan kembung dengan proses pan
frying dan deep frying lebih tinggi dari SNI, yaitu 31,8% dan 30,9%. Uji mutu
kadar abu pada abon ikan kembung dengan proses pan frying dan deep frying
sesuai dengan standar SNI, yaitu 4,67% dan 4,54%. Uji mutu organoleptik dari
abon ikan kembung dengan proses pan frying dan deep frying, sesuai dengan SNI
01-3707-1995.
Simpulan: Abon ikan kembung dengan proses deep frying lebih baik dan sesuai
dengan SNI 01-3707-1995 dibandingkan dengan proses pan frying
HUBUNGAN POLA ASUH PEMBERIAN MAKAN DAN KUALITAS KONSUMSI PANGAN TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA BANSARI KECAMATAN BANSARI KABUPATEN TEMANGGUNG
Latar Belakang : pola asuh pemberian makan mempengaruhi kebiasaan makan
balita sehingga akan berpengaruh pada kualitas konsumsi pangan yang akan
mempengaruhi kejadian stunting. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui
hubungan antara pola asuh pemberian makan dan kualitas konsumsi pangan
terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Bansari
Kecamatan Bansari Kabupaten Temangggung.
Metode : penelitian menggunakan desain cross sectional, dilakukan di Desa
Bansari pada bulan Februari 2024 dengan sampel sebanyak 65 balita sesuai
dengan kriteria inklusi. Data yang dikumpulkan adalah data antropometri, pola
asuh pemberian makan, dan kualitas konsumsi pangan. Diperoleh dengan cara
pengukuran dan wawancara menggunakan Parental Feeding Style Questionnaire,
Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire, dan form Health Eating Index.
Analisis data menggunakan uji Rank Spearman dengan tingkat kemaknaan
α=0,05.
Hasil : prevalensi stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Bansari sebesar
38,5%. Balita yang mendapat pola asuh pemberian makan tipe otoriter sebanyak
46,2%, demokratis 15,4%, permisif 12,3%, dan pengabai 26,2%. Balita dengan
kualitas konsumsi pangan buruk sebanyak 16,9%, kualitas konsumsi pangan perlu
diperbaiki 78,5%, dan kualitas konsumsi pangan baik 4,6%. Hasil analisis
menunjukkan adanya hubungan antara pola asuh pemberian makan dengan
kejadian stunting (p 0,008) dan tidak ada hubungan antara kualitas konsumsi
pangan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Bansari (p
0,106).
Simpulan : terdapat hubungan antara pola asuh pemberian makan dengan
kejadian stunting dan tidak ada hubungan antara kualitas konsumsi pangan dengan
kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Bansari.
Kata Kunci : pola asuh pemberian makan, kualitas konsumsi pangan, stunting,
balit
HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN, ASUPAN ENERGI DENGAN STATUS GIZI PADA PETANI DI DUSUN TOLOKAN KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG
Latar Belakang : Status gizi orang dewasa merupakan asupan energi untuk
kebutuhan tubuh orang dewasa yang digunakan untuk melakukan berbagai
aktivitas atau kegiatan sehingga dapat menyelesaikan tugasnya dalam bekerja.
Petani beresiko memiliki gizi kurang dari pada gizi lebih yang digambarkan
dengan tingginya jam kerja yang tidak diimbangi dengan peningkatan konsumsi
energi. Status Gizi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kebiasaan sarapan dan
asupan energi
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan,
asupan energi dengan status gizi pada petani di Dusun Tolokan, Kecamatan
Getasan, Kabupaten Semarang.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan metode cross sectional. Sampel yang
digunakan pada penelitian ini adalah petani berusia (27-63 tahun) di Dusun
Tolokan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Sampel ditentukan dengan
menggunakan teknik sampling jenuh atau total sampling. Pengumpulan data
dilakukan dengan wawancara secara langsung (door to door) untuk memperoleh
usia dan data FFQ dan pengukuran tinggi badan dan berat badan menggunakan
alat microtoise dan timbangan. Analisa data menggunakan uji kendall tau (α =
0.05).
Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan
antara kebiasaan sarapan, asupan energy dengan status gizi pada petani di Dusun
Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang dengan p-value <0.05 (0.033
dan 0.01).
Simpulan : Terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan, asupan energy dengan
status gizi pada petani di Dusun Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten
Semarang
Kata Kunci : Asupan Energy, Kebiasaan Sarapan dan Status Gizi Petani
Perbedaan Penurunan Nyeri Punggung Bawah Sebelum Dan Sesudah Penggunaan Birth Ball Pada Ibu Hamil Trimester Iii Di Wilayah Kerja Puskesmas Penajam
Latar Belakang: Birth ball merupakan salah satu terapi non farmakologi dan merupakan terapi fisik sederhana yang menggunakan bola. Birth ball dapat diartikan sebagai olahraga bagi ibu hamil, ibu nifas, dan ibu pasca melahirkan dengan menggunakan bola. Terapi Birth ball ini dapat mengurangi sepertiga nyeri punggung wanita hamil trimester III yang disebabkan oleh peningkatan berat badan yang signifikan dan perut yang membesar dengan bertambahnya usia kehamilan.
Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh penggunaan birth ball dengan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Penajam.
Metode: Metode yang digunakan yaitu Quasi Experimen menggunakan rancangan one group pre-test and post-test design tanpa kelompok kontrol, dan menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test. Dengan jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 18 orang ibu hamil trimester III.
Hasil: Skala nyeri sebelum dilakukan terapi birth ball pada ibu hamil trimester III dengan jumlah 18 responden, paling banyak ibu hamil yang mengalami nyeri sedang dengan jumlah 12 responden (66,7%). Skala nyeri sesudah dilakukan terapi birth ball, rata-rata banyak ibu hamil yang mengalami tidak nyeri dan nyeri ringan dengan jumlah masing-masing 7 responden (38,9%), dan mengalami nyeri sedang dengan jumlah 4 responden (22,2%). Hasil nilai t hitung didapatkan 6,174 > t tabel 2.101 dan p value 0,000 < 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak Ha diterima, yaitu terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan birth ball dengan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Penajam.
Simpulan: Diharapkan intervensi birthball dapat menjadi salah satu alternatif bagi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan persalinan untuk meningkatkan keterampilan bidan dalam melakukan pertolongan persalinan normal guna menurunkan angka morbilitas dan mortalitas ibu hamil dan neonatal
EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG TAHUN 2023
Hipertensi adalah suatu kondisi dimana nilai tekanan darah
sistolik (TDS) yang lebih dari 140 mmHg dan nilai tekanan darah diastolik (TDD)
yang lebih dari 90 mmHg. Hipertensi merupakan salah satu penyebab masalah pada
suatu Kesehatan yang cukup berbahaya karena hipertensi merupakan farktor resiko
utama terjadinya kardiovaskuler seperti stroke gagal jantung, serangan jantung serta
kematian.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan obat
antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Roemani
Muhammadiyah Semarang tahun 2023.
Metode: Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dengan pendekatan
retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik
purposive sampling dengan jumlah 100 sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi
dan eksklusi. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa deskriptif
berupa tabel.
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien berjenis kelamin
perempuan 52%, rentang usia 46-65 tahun sebanyak 58% dan 52% pasien
menderita hipertensi derajat 1. Penggunaan obat tunggal yang paling banyak adalah
amlodipine 45% dan kombinasi amlodipin dengan candesartan 19%. Ketepatan
penggunaan obat meliputi tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 78%
dan tepat dosis 100%.
Simpulan: Ketepatan penggunaan obat meliputi tepat pasien 100%, tepat indikasi
100%, tepat obat 78% dan tepat dosis 100%
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN RAWAT JALAN DENGAN INFEKSI SALURAN KEMIH DI RUMAH SAKIT ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG TAHUN 2023
Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan penyakit infeksi yang
disebabkan oleh mikroorganisme yang jumlahnya dalam urin lebih dari 100.000
CFU/ml dalam kultur urin. Antibiotik merupakan terapi utama ISK, sehingga
penggunaan antibiotik yang tepat dan rasional sangat penting dilakukan untuk
mencegah terjadinya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien rawat jalan dengan Infeksi
Saluran Kemih (ISK) di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah pada tahun 2023.
Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan metode cross sectional secara
retrospektif, dan sampel yang digunakan 100 sampel dengan teknik sampling
purposive sampling. Ketepatan penggunaan antibiotik berdasarkan Peraturan
Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2021 tentang pedoman penggunaan antibiotik,
Forumalarium Nasional dan Forumalarium Rumah Sakit Roemani
Muhammadiyah, kemudian data dianalisa secara deskriptif.
Hasil: Berdasarkan karakteristik pasien, prevalensi Infeksi Saluran Kemih (ISK)
paling banyak terjadi pada perempuan sejumlah 74 pasien (74%) dan rentang usia
26-35 tahun sejumlah 33 pasien (33%). Penggunaan jenis antibiotik yang paling
banyak diresepkan yaitu Cefixime (golongan Sefalosporin generasi 3) dengan
jumlah 32 pasien (32%). Rata-rata ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat
pasien, tepat indikasi, tepat obat, dan tepat dosis adalah 78,5%.
Kesimpulan: Berdasarakan ketepatan pasien, indikasi, obat dan dosis adalah
sebesar 78,5%
ANALISIS KETEPATAN PENGGUNAAN SITOSTATIKA DAN TERAPI TAMBAHAN PASIEN KANKER PARU-PARU DI RUMAH SAKIT KEN SARAS SEMARANG PERIODE JANUARI-DESEMBER 2023
Kanker paru penyebab kematian tertinggi kedua didunia.
Ketepatan penggunaan obat sitostatika akan memberikan hasil yang efektif.
Penelitian bertujuan analisis ketepatan penggunaan sitostatika dan terapi
tambahan pasien kanker paru-paru di Rumah Sakit Ken Saras periode Januari-
Desember 2023.
Metode: Jenis penelitian ini non-eksperimental dengan rancangan deskriptif
observasional, teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data secara
retrospektif. Sampel yang digunakan sebanyak 16 pasein. Analisis ketepatan
berdasarkan guidelines The National Comprehensive Cancer Network (NCCN).
Hasil: Hasil ini menunjukkan pasien 36-45 tahun dengan jenis kelamin laki-laki
12,5%. Pasien 46-55 tahun dengan jenis kelamin perempuan 6,25%. Pasien 56-65
tahun dengan jenis laki-laki 18,75% dan kelamin perempuan 37,5%. Pasien >65
tahun dengan jenis kelamin laki-laki 6,25% dan perempuan 18,75%. Tepat dosis
dan tepat obat 100 % dengan penggunaan erlotinib 150 mg. Terapi tambahan yang
diberikan yaitu kalsium laktat sebanyak 15 pasien, vitamin c sebanyak 14 pasien,
dan asetilsistein sebanyak 10 pasien.
Kesimpulan: Ketepatan penggunaan sitostatika dan terapi tambahan di Rumah
Sakit Ken Saras periode Januari-Desember 2023 tepat dan bervariasi. Ketepatan
penggunaan sitostatika yang diberikan yaitu erlotinib 150 mg sebanyak 100%
tepat dosis dan tetap obat. Terapi tambahan yang diberikan yaitu kalsium laktat
sebanyak 15 pasien
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA NON PNEUMONIA DI DPP dr. Thomas KABUPATEN SEMARANG PERIODE JANUARI – JUNI 2023
Standar Pemakean Obat Rasional (POR) Nasional penggunaan
Antibiotik pada kasus ISPA non Pneumonia < 20%. Hasil Riskesdas 2018,
terdapat 1.017.290 kasus ISPA Non Pneumonia di Indonesia. Provinsi Jawa
Tengah menempati urutan tiga besar (13,03%). Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pediatri ISPA non pneumonia.
Metode : Dalam metode yang digunakan penelitian ini yaitu metode penelitian
non eksperimental dengan jenis penelitian analisis deskriptif, dengan analisis data
dari jumlah populasi sebanyak 90 sampel pasien ISPA non pneumonia di tempat
penelitian. Terdapat 90 sampel data maka dilakukan teknik total sampling
Dimana jika populasi kurang dari 100 maka jumlah sampelnya diambil secara
keseluruhan.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan Pola penggunaan antibiotik pada pasien ISPA
Non Pneumonia di DPP dr. Thomas Kabupaten Semarang periode januari – juni
2023, penggunaan Antibiotik paling banyak digunakan yaitu Ciprofloxacin
62,37%, Amoksisilin sebesar 38,63%. Diagnosis yang paling sering terjadi yaitu
Tonsilitis Akut sebanyak 35 pasien. Penggunaan antibiotik pada kasus ISPA non
pneumonia sebesar 96,67% ketepatan jenis antibiotik berdasarkan Peraturan
Mentri Kesehatan (PMK) Nomor 5 Tahun 2014, pada DPP dr. Thomas Kabupaten
Semarang sebesar 38,67%.
Simpulan : Standar Permenkes RI Tahun 2011, DPP dr. Thomas tidak memenuhi
atau melebihi standar penggunaan antibiotik, kriteria POR Nasional yaitu ≤ 20%
untuk penggunaan antibiotik ISPA non pneumonia
EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD dr GONDO SUWARNO UNGARAN TAHUN 2022
Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi penyebab
kematian dan kesakitan yang banyak terjadi di dunia sehingga telah menginfeksi
kurang lebih 450 juta orang tiap tahun. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di RSUD dr Gondo
Suwarno tahun 2022.
Metode : Penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dan
teknik pengambilan data menggunakan purposive sampling yaitu 100 sampel
pasien. Data dianalisa secara deskriptif.
Hasil : Berdasarkan penelitian mayoritas pneumonia terjadi pada kelompok laki-
laki sebanyak 56 pasien (56%), usia balita 0-5 tahun sebanyak 44% ( 44 pasien),
dengan Community-Acquired Pneumonia (CAP) sebanyak 100 pasien (100%).
Gambaran penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di RSUD dr Gondo
Suwarno adalah antibiotik ceftriaxone yaitu sebanyak 86 pasien (86%), antibiotik
levofloxacin sebanyak 3 pasien (3%) dan ampicillin-sulbactam + ceftriaxone
sebanyak 11 pasien (11%). Ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat pasien
100 pasien (100%), tepat indikasi 100 pasien (100%), tepat obat 54 pasien (54%),
dan tepat dosis 54 pasien (54%).
Simpulan : Penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia di Instalasi Rawat Inap
RSUD dr Gondo Suwarno tahun 2022 yaitu tepat pasien 100 pasien (100%), tepat
indikasi 100 pasien (100%), tepat obat 54 pasien (54%), dan tepat dosis 54 pasien
(54%)