Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN SELF EFFICACY DENGAN QUARTER LIFE CRISIS PADA MAHASISWA S1 KEPERAWATAN UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
Latar Belakang : Masa dewasa awal adalah periode penyesuaian diri terhadap pola-pola
kehidupan yang baru dan harapan-harapan sosial baru. Mahasiswa termasuk dalam masa transisi
dari remaja ke dewasa. Masa ini mahasiswa menghadapi masalah didewasa awal yaitu Quarter
Life Crisis, dapat diartikan sebagai perasaan yang muncul saat individu mencapai usia pertengahan
20-an tahun, dimana terdapat rasa takut, cemas mengenai kelanjutan hidup, merasa ragu atas
kemampuan diri. Quarter Life Crisis dapat dilalui apabila mahasiswa memiliki self efficacy tinggi
yang mana dapat mengetahui kepercayaan diri mahasiswa dalam menghadapi masalah tersebut.
Tujuan : Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan quarter life
crisis pada mahasiswa S1 keperawatan Universitas Ngudi Waluyo.
Metode : Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada
penelitian ini sebanyak 59 responden serta sampel pada penelitian ini ditentukan dengan purposive
sampling dengan responden yang memenuhi kriteria berjumlah 55 responden. Alat ukur pada
penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data penelitian yang digunakan adalah chi-square.
Hasil : Analisis data penelitian yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian menunjukan
responden yang mengalami self efficacy rendah sebanyak 31 responden (56,4) dan responden yang
mengalami quarter life crisis tinggi sebanyak 36 responden (65,5%).
Kesimpulan : Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara self efficacy dengan
quarter life crisis pada mahasiswa S1 keperawatan Universitas Ngudi Waluyo.
Saran : Bagi peneliti diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumber referensi yang berhubungan
dengan self efficacy dan quarter life crisis.
Kata Kunci : Dewasa, Self Efficacy, Quarter Life Crisis
PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP TINGKAT NYERI PADA PASIEN KANKER PARU DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA
Latar Belakang: Nyeri merupakan keluhan utama yang sering dikeluhkan
pasien Carcinoma paru. Relaksasi otot progresif memiliki pengaruh yang
signifikan dalam mengurangi nyeri pada pasien kanker paru. Oleh karena itu
peran perawat sebagai pelaksana, pengelola, peneliti, dan pendidik sangat
diperlukan untuk membantu pasien dan keluarga dalam upaya mengatasi nyeri.
Tujuan :Untuk mengetahui pengaruh relaksasi otot progresif terhadap tingkat
nyeri kanker paru di RSUD Dr. Moewardi Surakarta
Metode :Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi intervensi (Quasi
experimentdesign).Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah 21 kelompok
intervensi dan kontrol. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner
dengan uji normalitas dan simple paired t-test.
Hasil : Hasil penelitian di dapatkan nyeri sesudah diberi perlakuan dalam
kelompok intervensi kategori berat sebanyak 1 responden (4,8%) dan
didapatkan kelompok control sesudah diberikan dalam kategori berat sebanyak
17 orang (81%).
Kesimpulan :Menunjukan adanya pengaruh yang signifikan terhadap
pemberian terapi dalam menurunkan kualitas nyeri pasien kanker paru di
RSUD Dr. Moewardi Surakarta, karenahasil uji statistik menggunakan t-test
nilai signifikasinya sebesar 0.000 yaitu < 0,05.
Saran : Penelitian ini disarankan untuk diterapkan dalam pelayanan di rumah
sakit baik sebagai terapi non fisiologi tunggal maupuk kombinasi dengan
metode nonfarmakologi yang lain dalam tingkat nyeri pada pasien kanker paru.
Kata Kunci : Relaksasi otot progresif , Nyeri, Kanker Par
HUBUNGAN CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP PEMASANGAN INFUS PADA ANAK YANG DI RAWAT DI RUANG ANAK RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN
Latar belakang : Pemasangan infus biasanya di lakukan setelah anak di nyatakan harus
rawat inap. Selain nyeri, infus juga dapat menyebabkan infeksi hal ini menimbulkan trauma
dan stress yang membuat anak menolak suntikan. Perawat harus menunjukan perilaku caring
dalam segala tindakannya ketika memberikan asuhan. Sikap caring perawat menjadi salah
satu alternatif untuk mengatasi kecemasan pada orang tua karena hospitalisasi.
Metode: Metode penelitian kuantitatif, penelitian deskriptif korelasional merupakan desain
penelitian dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 48 orang tua yang anaknya
yang di lakukan pemasangan infus di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, teknik
menggunakan accident sampling,instrumen penelitian menggunakan kuesioner HARS dan
kuesioner caring.
Hasil : Hasil dari penelitian ini di dapatkan bahwa di ruang anak di RSUD Sultan Imanuddin
Pangkalan bun terdapat 37 responden (77,1%) mengalami cemas sedang. Sebagian besar
caring perawat masih kategori baik, caring tinggi 36 Responden (75%). Hasil uji korelasi
spearman rank didapatkan nilai p = 0,029. Nilai signifikansi p < 0,05.
Kesimpulan : Ada hubungan antara caring perawat dengan tingkat kecemasan orang tua
terhadap pemasangan infus.
Kata Kunci: Caring Perawat, Pemasangan Infus, Kecemasan Orang Tua.
Daftar kepustakan : 26 (2019-2023
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PENGALAMAN MENARCHE DI SDN 3 PASIR PANJANG
Latar belakang: Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak
menjadi dewasa yang ditandai dengan adanya perubahan fisiologis dan psikologis.
Salah satu perubahan fisiologis remaja putri adalah menstruasi, menstruasi pertama
disebut dengan Menarche. Pada saat menghadapi Menarche banyak perubahan yang
terjadi, diantaranya adalah rasa tidak nyaman, kram perut, sakit pinggang, perasaan
suntuk, marah dan sedih. Perubahan ini dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tingkat
pengetahuan remaja putri tentang Menarche. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui
gambaran pengetahuan remaja putri tentang pengalaman Menarche di SDN 3 Pasir
Panjang. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan
rancangan penelitian deskriptif analitik. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh
remaja putri di SDN 3 Pasir Panjang yang mengalami menstruasi sebanyak 60 siswi.
Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu dengan mengambil
seluruh anggota populasi sebanyak 60 responden. Instrumen yang digunakan pada
penelitian ini berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan remaja putri yang
telah teruji validitas dan realibilitasnya yaitu 0,611 dan 0,875. Hasil: Penelitian ini
menunjukkan bahwa pengetahuan remaja putri tentang pengalaman Menarche di SDN
3 Pasir Panjang berada pada kategori baik (61,7%), pengetahuan remaja putri tentang
pengertian Menarche pada kategori cukup (61,7%), pengetahuan remaja putri tentang
waktu terjadinya Menarche pada kategori baik (68,3%), pengetahuan remaja putri
tentang gejala Menarche pada kategori baik (83,3%) dan pengetahuan remaja putri
tentang penanganan saat menstruasi pada kategori baik (51,7%). Saran: Diharapkan
untuk tetap dilakukan upaya peningkatan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan
reproduksi terutama persiapan menstruasi dalam bentuk program sekolah yang bekerja
sama dengan Puskesmas setempat.
Kata kunci: Menarche, Pengetahuan, Remaja Putr
HUBUNGAN BEBAN KERJA, STRES KERJA, KETERAMPILAN, KOMPENSASI, DAN SIKAP DENGAN KINERJA PERAWAT DI INSTALANSI GAWAT DARURAT(IGD) RSUD LAMANDAU
Latar belakang: Sangat penting bagi perawat untuk memberikan layanan
kesehatan yang optimal di rumah sakit. Kinerja yang buruk akan menyebabkan
pasien tidak nyaman, tidak puas, dan pelayanan yang buruk. Beberapa faktor yang
mempengaruhi kinerja perawat termasuk faktor dalam diri perawat dan faktor luar
perawat. Faktor dalam diri perawat termasuk pengetahuan dan keterampilan,
kompetensi yang sesuai dengan pekerjaannya, motivasi kerja, dan kepuasan kerja.
Faktor luar perawat termasuk beban kerja dan gaya kepemimpinan dalam organisasi
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui dan mengidentifikasi
faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja perawat di Instalansi Gawat
Darurat (IGD) RSUD Lamandau tahun 2023.
Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan
pendekatan crosssectional survey. Sampel yang digunakan sebanyak 47 responden.
Hasil: Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa bahwa stress kerja
berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat dengan p-value 0,006; beban kerja
berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat dengan p-value 0,032;
keterampilan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat dengan p-value
0,001; kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat dengan p-value
0,024; dan sikap berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat dengan p-value
0,008.
Saran: Perlunya pihak manajemen untuk evaluasi diri dan meningkatkan
pengelolaan rumah sakit yang berhubngan dengan pengelolaan SDM Perawat,
dengan adanya perawat yang loyal dan berkemampuan maka akan turut menunjang
keberhasilan dan perkembangan RSUD Lamandau.
Kata kunci: Beban Kerja, Stres Kerja, Keterampilan, Kompensasi, Sikap, Kinerja
Perawa
HUBUNGAN PERAN KELOMPOK DUKUNGAN SEBAYA (KDS) DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) DI RSUD dr. GONDO SUWARNO UNGARAN
Latar Belakang : Penderita HIV/AIDS terus meningkat dan tersebar secara global.
Salah satu yang menghambat penanggulangan HIV/AIDS adalah stigma dan
diskriminasi. Untuk meminimalisir dampak depresi akibat stigma yang dialami
ODHA, diperlukan penerimaan diri yang baik agar tetap menjalani hidup
berkualitas dan patuh terhadap pengobatan yang dijalani. Penerimaan diri ODHA
tentunya akan lebih baik ketika mereka mendapat bantuan dan peran yang maksimal
dari kelompok dukungan sebaya (KDS). KDS membantu ODHA dengan
pendampingan, dukungan akses layanan kesehatan dan memberikan informasi yang
dibutuhkan ODHA.
Tujuan : Mengetahui hubungan peran kelompok dukungan sebaya (KDS) dengan
penerimaan diri pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di RSUD dr. Gondo
Suwarno Ungaran.
Metode : Deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional.
Populasinya adalah 28 ODHA dengan menggunakan teknik total sampling.
Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan
distribusi frekuensi dan uji Chi Square dengan α = 0,05.
Hasil : Peran KDS Sebagian besar dalam kategori dukungan tinggi sebanyak 22
orang (78,6%), penerimaan diri pada ODHA sebagian besar baik sebanyak 17 orang
(60,7%), terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara peran kelompok
dukungan sebaya dengan penerimaan diri pada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA)
di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran dengan p value = 0,022 (< 0,05).
Saran : Diharapkan KDS dapat memaksimalkan perannya dalam pendampingan
kepada ODHA agar penerimaan diri ODHA tetap baik meskipun pada awal
terdiagnosa HIV/AIDS.
Kepustakaan : 35 (2012-2023)
Kata kunci : ODHA, kelompok dukungan sebaya, penerimaan dir
STUDI DESKRIPTIF TENTANG PELAKSANAAN PERAN DAN FUNGSI PETUGAS KESEHATAN DALAM PROGRAM PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS DI KABUPATEN KATINGAN
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia termasuk
di Kabupaten Katingan. Data menunjukkan peningkatan kasus TB di Kabupaten Katingan dari tahun ke
tahun. Penting untuk mengetahui peran petugas kesehatan dalam upaya penanggulangan TB di wilayah
tersebut.
Tujuan: Mendeskripsikan pelaksanaan peran dan fungsi petugas kesehatan dalam program
penanggulangan TB (P2TB) di Kabupaten Katingan. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif dengan
sampel 33 petugas kesehatan P2TB di Kabupaten Katingan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner.
Hasil: Mayoritas (78,8%) petugas kesehatan dinilai telah menjalankan peran dan fungsinya dengan baik
dalam P2TB. Hanya sebagian kecil (21,2%) yang dinilai masih dalam kategori sedang. Tidak ada petugas
dengan kinerja kurang baik. Kualitas layanan kesehatan TB tergolong tinggi ditunjukkan dari kinerja
petugas yang optimal. Program pelatihan dan pemberdayaan petugas efektif meningkatkan kapasitas
mereka. Kinerja petugas kesehatan berkontribusi pada keberhasilan penanggulangan TB. Kesimpulan:
Tujuan untuk menggambarkan peran petugas kesehatan dalam P2TB telah tercapai. Data menunjukkan
tingkat keberhasilan yang tinggi dalam pelaksanaan peran mereka Saran: Perlu adanya peningkatan
kampanye edukasi dan dukungan pasien TB, pelatihan bagi tenaga kesehatan, revisi kebijakan dan
kapasitas layanan kesehatan, serta penelitian lebih lanjut terkait aspek kepatuhan dan efektivitas
intervensi TB.
Kata Kunci: Peran petugas kesehatan, penanggulangan TB, Kabupaten KatinganKepustakaan: 10
(2013-2023
GAMBARAN PENERAPAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN PADA PERAWAT DI RSUD KESESI KABUPATEN PEKALONGAN
Latar Belakang: patient safety merupakan prioritas utama yang berkaitan dengan
mutu pelayanan dan citra rumah sakit. Perawat memiliki peranan penting dan
krusial dalam memastikan pemberian asuhan berfokus pada keselamatan pasien dan
pencegahan cidera pada pasien selama perawatan. penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran penerapan sasaran keselamatan pasien pada Perawat di
RSUD Kesesi.
Metode Penelitian: penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik
sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 44
orang Perawat pelaksana. Instrumen menggunakan kuisioner International Patient
Safety Goals. Hasil penelitian dianalisis dengan analisa univariat
Hasil: karakteristik responden sebagian besar berusia 36-45 tahun (61,4%), berjenis
kelamin perempuan (61,4%), tingkat pendidikan DIII Keperawatan (88,6%) dengan
masa kerja ≥ 5 tahun (72,7%). Penerapan ketepatan identifikasi pasien baik (100%),
komunikasi efektif masih kurang (77,3%), peningkatan keamanan obat yang perlu
diwaspadai masih kurang (61,4%), Kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepat-
pasien operasi baik (100%), pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
masih kurang (56,8%), pengurangan risiko jatuh pada pasien masih kurang
(81,8%). Penerapan sasaran keselamatan pasien oleh Perawat sebagian besar masih
kurang (54,5%).
Simpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sasaran keselamatan
pasien oleh Perawat di RSUD Kesesi sebagian besar masih kurang. Diharapkan
rumah sakit dapat mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kepatuhan Perawat
dalam penerapan sasaran keselamatan pasien.
Kata kunci : Gambaran, Keselamatan pasien, Perawa
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS BRINGIN DAN PUSKESMAS BAWEN
Kepatuhan terhadap pengobatan diabetes melitus memiliki
peran krusial dalam mencapai keberhasilan pengobatan. Salah satu faktor yang
memengaruhi kepatuhan adalah dukungan keluarga.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan dukungan
keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien (DMT2) di Puskesmas Bringin
dan Puskesmas Bawen.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional dengan
desain cross-sectional, melibatkan 127 responden pasien prolanis (DMT2).
Pengumpulan data dilakukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen
pengukuran dukungan keluarga menggunakan kuesioner Adaptation, Partnership,
Growth, Affection, and Resolve (APGAR) keluarga dan kepatuhan pengobatan
menggunakan kuesioner Morisky, Green, and Levine Medication Adherence
Questionnaire (MGL MAQ). Analisis data korelasional menggunakan uji chi-
square.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik responden
sebagian besar berumur 56-65 tahun, perempuan, berpendidikan SD, menderita
diabetes ≤ 5 tahun, dan dirawat oleh suami atau istri. Dari hasil kategori dukungan
keluarga, sebagian besar mendapatkan dukungan baik (79,5%). Kategori tingkat
kepatuhan minum obat menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat
kepatuhan tinggi (81,9%). Analisis statistik menunjukkan nilai p-value sebesar
0,002 < α (0,05), menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan
keluarga dan kepatuhan minum obat dengan kekuatan hubungan rendah (nilai C =
0,270).
Kesimpulan: Dukungan keluarga memiliki korelasi yang signifikan dengan
kepatuhan minum obat pasien (DMT2). Temuan ini menggarisbawahi pentingnya
peran keluarga dalam mendukung kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PEMULUNG DI TPA BLONDO
Latar Belakang: TPA Blondo berfungsi sebagai tempat pemrosesan akhir sampah
dan juga sumber mata pencaharian pemulung. Pemulung adalah pekerja yang
berisiko mengalami keluhan MSDs karena pekerjaan fisik yang berat, berulang dan
postur kerja yang buruk cenderung membungkuk. Berdasarkan data dari Puskesmas
Bawen, 45% dari 73 pemulung mengalami gangguan nyeri otot, sendi. Tujuan
penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara karakteristik individu dan postur
kerja dengan keluhan musculoskeletal disorders.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik
observasional pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini pemulung
TPA Blondo. Sampel penelitian sebanyak 65 pemulung menggunakan teknik
purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan timbangan digital,
microtoice, kuesioner Nordic Body Map dan lembar REBA. Analisis data penelitian
menggunakan uji mann-whitney dan rank spearman.
Hasil: Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara jenis kelamin dengan
MSDs (p=0,003), ada hubungan antara umur dengan MSDs (p=0,001; ρ=0,396),
ada hubungan antara masa kerja dengan MSDs (p=0,024; ρ=0,279), tidak ada
hubungan antara status gizi dengan MSDs (p=0,988; ρ=0,002), ada hubungan
antara postur kerja dengan MSDs (p=0,000; ρ=0,593).
Simpulan: ada hubungan antara umur, jenis kelamin, masa kerja dan postur kerja
dengan keluhan musculoskeletal disorders dan tidak ada hubungan antara status
gizi dengan keluhan musculoskeletal disorders.
Kata Kunci: Musculoskeletal disorders, Karakteristik individu, postur kerj