Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA INDEKS GIZI SEIMBANG DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 3 TUNTANG
Prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia sebesar
26,8%. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi anemia, yaitu asupan makan.
Asupan makan dapat diukur dengan menggunakan indeks gizi seimbang.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara indeks gizi seimbang dengan
kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 3 Tuntang.
Metode: Desain penelitian yang digunakann dalam penelitian ini, yaitu desain
analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian
adalah remaja putri kelas 7 dan 8 di SMP Negeri 3 Tuntang yang berjumlah 110.
Teknik sampling yang dipakai yaitu simple random sampling dengan jumlah
sampel 80 siswa. Pengambilan data indeks gizi seimbang dengan form recall 24h,
form konversi recall 24h menjadi IGS3-60, dan form IGS3-60. Analisis data
menggunakan uji statistik Kendall-tau.
Hasil: Remaja putri yang mengalami anemia sebesar 43,8%. Remaja putri yang
mempunyai indeks gizi seimbang buruk sebesar 83,8%, kurang sebesar 10%, dan
baik sebesar 6,3%. Tidak ada hubungan antara indeks gizi seimbang dengan
kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 3 Tuntang (p=0,329). Remaja
putri yang memiliki kategori buruk lebih banyak mengalami anemia, yaitu 46,3%
dibandingkan dengan kategori kurang dan baik.
Simpulan: Tidak ada hubungan antara indeks gizi seimbang dengan kejadian
anemia pada remaja putri di SMP Negeri 3 Tuntang
Gambaran Tingkat Kecemasan Pada Anak Usia Prasekolah (3-6 Tahun) Akibat Hospitalisasi Di Rs Referal Oe-Cusseara
Latar Belakang : Hospitalisasi ialah proses dimana seorang pasien menjalani perawatan medis di rumah sakit guna mengatasi penyakitnya di kenal sebagai hospitalisasi. Namun pengelaman yang di maksud sering kali memicu stres, kekhawatiran dan masalah psikologis yang dapat menghambat proses penyembuhan dan memperburuk kondisipasien selama masa perawatan. Kecemasan merupakan perasaan khawatir atau ketakutan dan kegelisahan terhadap suatu ancaman, kondisi ini dirasakan secara subjektif. Anak usia prasekolah merupakan anak yang berusia 3 sampai 6 tahun yang memiliki kemampuan berinteraksi dengan sosial dan lingkungannya sebagai tahap menuju perkembangan selanjutnya. Tujuan : Tujuan Penelitin Untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah (3-6) akibat hospitalisasi di RS.Referal Oecusse. Metode : Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, penilitian ini, Penelitian ini dilakukan di Hospitalisasi RS Referal Oe-cusse. Waktu yang diperlukan untuk penelitian ini dalam tahun 2024 bulan Juli, Pada penelitian ini sampel diambil dari Anak Usia Prasekolah (3-6 tahun). Jumlah Sampel di penelitian ini total 42 pasien, variabel : umur, jenis kelamin, Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu kuesioner, Etika Penelitian menggunakan informed consent yang ditanda tanagani oleh peneliti dengan partisipan sebelum pengambilan data. Hasil Penelitian : Peneliti berpendapat bahwa tingkat kecemasan anak usia prasekolah (3-6 tahun) di Rumah Sakit Referal Oecusse. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa total 42 responden dengan tingkat kecemasan yaitu: tidak cemas dengan jumlah 3 responden (7.1%), cemas ringan dengan jumlah 8 responden (19.0%), cemas sedang dengan jumlah 14 responden (33.3%), dan sangat cemas/cemas berat dengan jumlah 17 responden (40.5%). Hasil penelitian ini tingkat kecemasan sebagian besar sangat cemas/cemas berat dengan jumlah sebanyak 17 responden (40.5%)
Kesehatan Reproduksi Untuk Cegah Stunting
Buku Saku dengan judul "Kesehatan Reproduksi Untuk Cegah Stunting". Menitikberatkan pada aspek kesehatan adalah aset berharga berpengaruh positif dan sifnifikan sebagai basic pertumbuhan ekonomi masyarakat pada khususnya dan Negara Indonesia pada umumnya, Masyarakat yang memiliki tingkat kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga dan derajat tinggi aspek kesehatan secara kangsung dapat meningkatkan produktifitas bekerja. Stunting tidak dapat dilepaskan dari masalah kesehatan baik tingkat lokal maupun tingkat global yang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan anak-anak yang mengancam pertumbuhan tidak tercapai optimal. Pola hidup yang tidak sehat, Tidak terdapatnya asupan gizi seimbang dan pola makan yang tidak teratur berkonstribusi terhadap tingginya kasus stunting di Indonesia. Buku saku yang diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) diharapkan memberikan pengetahuan, edukasi kesehatan reproduksi untuk cegah stunting. Pembaca diberikan wacana mengidentifikasi faktor- faktor yang terjadinya kasus stunting. Literasi pentingnya gizi seimbang dan perawatan kesehatan anak sekaligus bagaimana upaya membantu meningkatkan kualitas pertumbuhan kesehatan anak-anak dan keluarga. Buku saku ini disajikan dalam wujud praktis, bahasa dan petunjuk yang mudah untuk diaplikasikan
An Analysis Of Symbols In Novel The Midnight Library By Matt Haig
Latar Belakang: Bahasa adalah bagian dari kehidupan kita, kita hidup di lautan bahasa dan sebagian besar interaksi kita dilakukan dengan menggunakan bahasa. Bahasa adalah sebuah sistem simbolik di mana kata-kata dikaitkan dengan objek, ide, dan tindakan berdasarkan kesepakatan sehingga bunga mawar dengan nama lain akan berbau harum.
Tujuan: Untuk menganalisis simbol-simbol dalam novel The Midnight Library karya Matt Haig.
Metode: Data dalam penelitian ini bersifat kualitatif. Data kualitatif berupa kata-kata atau teks “bukan gambar atau angka-angka” (Aminuddin 1999:16) berdasarkan pernyataan tersebut data dalam penelitian ini adalah kutipan teks dari novel “The Midnight Library” karya Matt Haig. Dalam melakukan penelitian kualitatif ini, peneliti menggunakan teori Carl Jung tentang citra arketipal, seperti yang dijelaskan dalam buku karya Guerin (2005) sebagai konsep dasar dan kerangka berpikir. Keempat belas simbol tersebut adalah air, matahari, warna, lingkaran, ular, angka, perempuan arketipal, kekasih iblis, orang tua bijak, penipu, taman, pohon, padang pasir, dan gunung. Setelah membaca novel, peneliti memberikan catatan pada halaman dimana data ditemukan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi dokumenter, dengan cara studi pustaka. Penelitian dilakukan dengan cara mengklasifikasikan bagian-bagian yang menjadi objek penelitian dalam rencana penelitian ini, terutama unsur-unsur semiotik yaitu simbol-simbol yang terdapat dalam novel The Midnight Library.
Hasil: Dalam novel The Midnight Library ditemukan 14 simbol berdasarkan hasil analisis data. Simbol lingkaran muncul sebanyak 75 kali dalam novel ini.
Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa dalam novel “The Midnight Library” karya Matt Haig terdapat 14 simbol dan simbol yang sering digunakan adalah lingkaran. Saran: Disarankan untuk penelitian selanjutnya meneliti unsur intrinsik dan ekstrinsik, menggunakan teori lain dan bahkan aspek lainnya.
Kata Kunci: simbol, citra arketipal, perpustakaan tengah mala
PENGELOLAAN GANGGUAN INTEGRITAS KULIT DENGAN PERAWATAN LUKA PADA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI
Diabetes Mellitus Tipe II adalah Peningkatan gula darah yang
disebabkan oleh penurunan sekresi insulin oleh sel beta adalah tanda gangguan
metabolik. Masalah yang sering dirasakan oleh penderita Diabetes Melitus tipe 2
bisa diminimalkan bila penderita mempunyai pengetahuan tentang DM. Ulkus
adalah kondisi yang terjadi pada penderita diabetes mellitus karena kelainan
syaraf dan gangguan arteri perifer yang menyebabkan infeksi tukak dan kerusakan
jaringan kulit kaki. Melakukan perawatan luka adalah mempertahankan
kehilangan cairan jaringan dan kematian sel diminimalkan dengan
mempertahankan kehangatan dan kelembaban di sekitar luka untuk meningkatkan
penyembuhan luka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan
kondisi luka DM setelah dilakukan tindaakan perawatan luka pada pasien
Diabetes Mellitus. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif bentuk
studi kasus untuk mengeksplorasikan masalah asuhan keperawatan pada pasien
dengan Diabetes Mellitus tipe 2 di RSUD Pandan Arang Boyolali. Pendekatan
yang digunakan yaitu pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian,
diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Hasil: hasil
penelitian menunjukan pada pasien yang mengalami gangguan integritas kulit/
jaringan dengan perawatan luka didapatkan hasil luka sudah kering, badan
menjadi segar, hilangnya jaringan nekrotik/ jaringan mati. Dengan begitu,
perawatan luka tepat dalam meningkatkan proses kesembuhan pasien pada luka
ulkus DM. Simpulan : : Pemberian perawatan luka pada pasien Diabetes Mellitus
tipe 2 sudah efektif dalam proses penyembuhan luka DM
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU POST PARTUM DENGAN PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR DI RUANG CATLEYA RSUD RATU AJI PUTRI BOTUNG
Latar Belakang : Beberapa faktor yang dapat memengaruhi pemberian kolostrum termasuk umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, pengetahuan, nyeri operasi, asupan cairan, merokok, minum alkohol, kecemasan, dan keinginan untuk melakukan sesuatu. Faktor ibu juga termasuk bayi dan dukungan sosial. Faktor bayi seperti berat badan bayi, status kesehatan, kelainan, dan hisapan. Dukungan sosial mencakup bantuan kepada pasangan dan keluarga, serta informasi tentang ASI. Menyusu dini, menyusu malam, frekuensi dan lama menyusu, teknik yang dapat memperlancar ASI, dan program ASI adalah faktor lain yang berpengaruh. Tujuan penelitian : Mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu post partum dengan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir di Ruang Catleya RSUD Ratu Aji Putri Botung. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi, karena peneliti ingin melihat bagaimana variabel independen dan dependen berhubungan dengan satu sama lain melalui metode cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum spontan dan sectio caesaria hari pertama sampai hari ketiga di Ruang Catleya RSUD Ratu Aji Putri Botung pada tanggal 3 – 15 Januari 2024. Sampelnya di ambil 10% dari jumlah populasi. Adapun sampel pada penelitian ini ialah 340 x 10% = 34 orang responden. Hasil Penelitian : Responden dengan pengetahuan kurang yang tidak memberikan kolostrum sebanyak 4 (11,77%) dan responden dengan pengetahuan kurang yang memberikan kolostrum sebanyak 0 (0%). Serta responden dengan pengetahuan baik yang tidak memberikan kolostrum sebanyak 1 (2,94%) dan responden dengan pengetahuan baik yang memberikan kolostrum sebanyak 29 (85,29%). Hasil penelitia
HUBUNGAN INDEKS MASA TUBUH (IMT) KEHAMILAN TRIMESTER I DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA TRIMESTER III
Latar Belakang: Penyebab 15%-20% kematian ibu hamil di seluruh dunia adalah preeklampsia, hal ini juga menjadi penyebab utama mortalitas dan mobiditas pada janin. Salah satu faktor resiko terjadinya preeklampsia yaitu obesitas. Untuk mengindetifikasi adanya kelebihan berat badan yaitu dengan menggunakan indeks massa tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh kehamilan trimester I dengan kejadian preeklampsia trimester III Metode: Penelitian dengan desain penelitian analitik observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan data sekunder pada ibu hamil trimester III. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 51 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Analisis uji statistik menggunakan uji chi-square. Hasil: Kejadian preeklampsia sebanyak 23 orang (45,1%). Mayoritas responden yang mengalami preeklampsia berada dalam indeks massa tubuh (IMT) kategori overweight sebanyak 13 orang (25,5). Hasil uji chi-square didapatkan p-value 0,000 (α < 0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan kejadian preeklampsia Simpulan: Terdapat hubungan antara indeks massa tubuh kehamilan trimester I dengan kejadian preeklampsia trimester II
PENGARUH TEKNIK REBOZO TERHADAP NYERI PERSALINAN KALA 1 FASE AKTIF DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BALIKPAPAN
Latar Belakang : Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari rahim ibu pada usia cukup bulan tanpa disertai penyulit. Nyeri persalinan merupakan rasa sakit yang muncul selama persalinan. Rata-rata ibu bersalin mengalami nyeri persalinan ketika bersalin, ketika rasa nyeri persalinan semakin lama semakin terasa nyeri dan tak tertahankan bisa menyebabkan ibu bersalin menyerah menjalani proses persalinan normal dan meminta persalinan dengan Section Sesaria, hal ini dikarenakan ibu bersalin tidak dapat beradaptasi dantidak dapat mengelola rasa nyeri persalinan dengan baik. Di RS Pertamina Balikpapan khususnya diruang bersalin, penanganan nyeri perslinanan yang sudah diterapkan kepada ibu bersalin yaitu teknik relaksasi nafas dan masase punggung. Teknik rebozo merupakan hal baru terapi non-farmakologi untuk penanganan nyeriyang belum diterapkan diruang bersalin RS Pertamina. Teknik rebozo ini dapat digunakan selama proses persalinan untuk membantu serat otot dalam ligament uterus rileks sehingga mampu mengurangi rasa sakit serta dapat menciptakan efek positif psikologis dan sosial, sehingga ibu yang melahirkan dalam keadaan rileks, semua lapisan otot dalam rahim akan bekerja sama secara harmonis sehingga persalinan berjalan lancar, mudah, dan nyaman. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh Teknik Rebozo Terhadap Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan. Metode : Penelitian ini termasuk pada penelitian quasi eksperimen, dengan pendekatan rancangan desain one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin kala 1 fase aktif di Ruang Bersalin Rumah Sakit Pertamina Balikpapan pada bulan Desember 2023 – Januari 2024 dengan estimasi jumlah ibu bersalin rata-rata 25 persalinan normal tiap bulan. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive Sampling, sampel sejumlah 18 ibu bersalin kala 1 fase aktif di RS Pertamina Balikpapan, alat pengumpulan data menggunakan lembar observasi skala nyeri Numeric Rating Scale dan SOP Teknik Rebozo, teknik analisa data bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Didapatkan Intensitas nyeri pada ibu bersalin kala 1 fase aktif sebelum dilakukan teknik rebozo sebagian besar mengalami nyeri berat sebanyak 10 orang (55,6%), sedangkan sesudah dilakukan teknik rebozo pada ibu bersalin kala 1 fase aktif sebagian besar mengalami nyeri ringan yaitu 12 orang (66,7%). Terdapat pengaruh Teknik rebozo terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif dengan nilai p value 0,001. Kesimpulan : Terdapat pengaruh teknik rebozo terhadap nyeri persalinan kala 1 fase aktif di Rumah Sakit Pertamina Balikpapa
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA DI RSUD KESESI KABUPATEN PEKALONGAN
Salah satu penyebab kematian tertinggi pada ibu hamil selain pendarahan adalah preeklampsia yang merupakan kondisi sebelum terjadinya eklampsia dan paritas merupakan salah satu faktor risiko preeklampsia.Paritas 2-3 merupakan paritas yang paling aman jika ditinjau dari kasus kematian ibu. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan paritasdengan kejadian preeklampsia di RSUD Kesesi Kabupaten Pekalongan. Penelitian kuantitatif desain analitik dengan pendekatancase control, populasi kasus 56 ibu hamil preeklampsiadandiambilsebagaisampelsecarakeseluruhandan populasi kontrol 181 ibu hamil tidak preeklampsiadenganpemilihansampel kontrol 56 respondenyang diambilsecara random sampling sesuai kriteria inklusi daneksklusi. Penentuan pre eklamsisesuaidengan diagnose di rekam medis.purposive samplingberdasarkan data sekunder berupa data rekam medis yang diujikanmenggunakan uji Chi Square Preeklamsia di RSUD Kesesi 2023 adalah sebanyak 56 kasus (23,6%).Mayoritas respondenparitasnyatidak berisikosebanyak 61 responden (54,5%).Hasilmenunjukanadahubunganantaraparitasdengankejadianpreeklamsia dg ρ 0,014.Ibu hamil dengan paritas lebihdaritiga memiliki risiko 2,59 kali mengalami preeklampsia dibandingkan ibu hamil dengan paritas satusampaitiga.Diharapkanuntukdapatdirencanakankehamilanpadaparitasdibawahempatdanun tukibuhamildenganparitasempatkeatasmakaibu hamil untuk melakukan ANC (Antenatal Care) lebihintensif di fasilitas kesehatan
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG HIPNOTERAPI UNTUK MENGATASI NYERI MENSTRUASI (DISMENOREA) DI SMAN 6 BALIKPAPAN
Latar Belakang : Dismenorea nyeri saat menstruasi dan salah satu masalah utama bagi remaja putri. Di Indonesia sebanyak 64,25%, 54,89% mengalami dismenorea primer dan 9.36% sekunder. Upaya yang dilakukan untuk mengatasinya dapat dengan terapi non farmakologis yaitu hipnoterapi. Untuk mengatasinya penting bagi seseorang memiliki pengetahuan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang hipnoterapi untuk mengatasi nyeri menstruasi (dismenorea) di SMAN 6 Balikpapan. Metode : Populasi subjek penelitian terdiri dari 214 orang, dan jumlah sampel yang digunakan 66 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini accidental sampling. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner dan analisis data univariat. Hasil : Penelitian ini menunjukkan sebagian besar pengetahuan siswi SMAN 6 Balikpapan memiliki pengetahuan yang baik yaitu 39 responden (59,1%) tentang hipnoterapi untuk mengatasi nyeri menstruasi (dismenorea). Gambaran pengetahuan mengenai pengertian hipnoterapi tergolong baik 54,5%, lalu tentang manfaat hipnoterapi memiliki pengetahuan baik 89,4%, dan mengenai pengetahuan tahapan hipnoterapi memiliki pengetahuan yang cukup 69,7%. Kesimpulan : Gambaran pengetahuan remaja putri SMAN 6 Balikpapan memiliki pengetahuan yang baik tentang hipnoterapi dan pengertiannya serta manfaatnya untuk mengatasi disminorea, sedangkan pengetahuan mengenai tahapan hipnoterapi masih tergolong cukup. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran dengan hipnoterapi dalam mengatasi dismenorea dapat menjadi fokus untuk pembinaan kesehatan remaja di lingkungan sekolah