Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PRENATAL YOGA DENGAN LAMA PERSALINAN PADA IBU BERSALIN DI RSIA ASIH BALIKPAPAN
Latar Belakang : Angka Kematian Ibu masih tinggi salah satunya disebabkan karena proses persalinan yang lama, persalinan lama menjadi komplikasi persalinan yang paling banyak dilaporkan yaitu sebesar 41%, kasus partus lama di Balikpapan sebanyak 12,3%, prenatal yoga merupakan salah satu upaya untuk mempercepat proses persalinan karena prenatal yoga membantu secara psikologis dan fisiologis dalam proses persalinan. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan prenatal yogadengan lama persalinan pada ibu bersalin di RSIAAsih Balikpapan Tahun 2023. Metode : Jenis penelitian case control yaitu studi analitik yang menganalisis hubungan kausal dengan menggunakan logika terbalik. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di RSIA Asih Balikpapan periode AgustusDesember 2023 sebanyak 781 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, sampel sejumlah 143 responden, alat pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan literature, teknik analisa data bivariat menggunakan uji t independent. Hasil : Gambaran prenatal yoga pada ibu bersalin sebagian besar melakukan prenatal yoga yaitu sebayak 85 orang (59,4%), gambaran lama persalinan pada ibu bersalin pada kelompok yang melakukan prenatal yoga rata-rata persalinan 6,096 jam dan kelompok yang tidak melakukan prenatal yoga rata-rata lama persalinan 8,504 jam. Ada hubungan prenatal yoga dengan lama persalinan pada ibu bersalin di RSIAAsih Balikpapan Tahun 2023 dengan p value 0,000. Kesimpulan : Ada hubungan prenatal yoga dengan lama persalinan pada ibu bersalin di RSIAAsih Balikpapan Tahun 2023. Lama persalinan pernatal yoga lebih cepat dibandingkan dengan lama persalinan yang tidak melakukan prenatal yoga dengan selidih 2,408 jam
PENGELOLAAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DENGAN TERAPI MUSIK KLASIK DI WISMA DRUPADA RUMAH SAKIT JIWA Prof. Dr. SOEROJO MAGELANG
Gangguan persepsi sensori adalah suatu keadaan yang terjadi dalam diri
seseorang yang mengalami perubahan bentuk dan jumlah rangsangan yang datang
dari luar sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan persepsi sensori:
halusinasi. Salah satu gangguan persepsi sensori yaitu halusinasi pendengaran,
dimana pasien akan mengalami adanya perubahan pada persepsi dan sering
mendengar suara bisikan palsu atau tidak nyata dan tidak ada wujudnya. Tujuan
dari penulisan Karya Tulis Ilmiah ini untuk menggambarkan pengelolaan
gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dengan terapi musik klasik di
Wisma Drupada RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang.
Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
yang digunakan yaitu pendekatan asuhan keperawatan meliputi diagnosis
keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi
keperawatan. Diperoleh data dari pengkajian persepsi bahwa pasien mengatakan
mendengar suara bisikan, biasanya muncul saat pasien sedang sendiri atau
beraktifitas. Pasien bingung, melamun, mondar-mandir, pasien terganggu dan
tidak nyaman dengan suara bisikan. Suara bisikan tidak jelas tapi nyata terdengar.
Suara bisikan sering muncul dan tidak terhitung, sehingga ditegakkan diagnosis
keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Intervensi yang
disusun yaitu ajarkan SP 1 yaitu cara menghardik halusinasi, SP 2 yaitu 5 benar
minum obat, SP 3 kontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dan SP 4 yaitu
kontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan positif dilengkapi terapi music
klasik selama 7 hari. Selanjutnya implementasi dari SP1, SP2, SP3 dan SP 4
dilakukan evaluasi di akhir pengelolaan. Kesimpulan evaluasi keperawatan
kepada pasien dengan gangguan persepsi sensori: Halusinasi pendengaran yang
dilakukan intervensi terapi musik selama 7 hari, tindakan keperawatan
mendapatkan hasil positif, pasien sudah jarang mendengar suara-suara bisikan
yang menganggu pasien, pasien lebih kooperatif, pasien mampu mencapai SP 1
sampai SP 4 dengan sangat baik.
Bagi keluarga pasien khususnya yang mempunyai anggota keluarga dengan
gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran agar dapat menerapkan asuhan
keperawatan yg telah di contohkan oleh perawat pada anggota keluarga yg
mengalami halusinasi pendengar dengan metode terapi contohnya terapi musik
klasik
ANALISIS PERENCANAAN OBAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE ABC-VEN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG TAHUN 2022
Perencanaan merupakan sebuah proses operasional ketika
memilih jenis, jumlah dan harga perbekalan farmasi terkait kebutuhan dan
anggaran untuk menghindari ketidaksesuaian obat kosong dengan menggunakan
metode tepat. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran
perencanaan obat dengan menggunakan metode ABC-VEN di Instalasi Farmasi
Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Instrumen yang digunakan adalah berupa dokumen yang berisi data pemakaian
obat dari bulan Januari-Desember tahun 2022 serta pedoman wawancara. Data
Pemakaian obat kemudian dikelompokkan berdasarkan metode ABC-VEN.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan jumlah item obat yang
digunakan adalah 1981 dari bulan Januari-Desember tahun 2022. Berdasarkan
analisis ABC, 172 item obat masuk kategori A, 448 item obat masuk kategori B,
dan 1361 item obat masuk kategori C. Pengelompokkan obat berdasarkan anlisis
VEN, 491 obat masuk kategori V, 1348 item obat masuk ketegori E dan 142 item
obat masuk kategori obat N. Berdasarkan matriks analsis ABC-VEN obat yang
masuk kategori I terdiri dari 570 atau 28,77% item obat dengan total biaya
83,85%, obat kategori II terdiri dari 1287 atau 64,97% dengan total biaya 15,64%
dan obat kategori III terdiri dari 124 atau 6,26% item obat dengan total biaya
0,51%.
Kesimpulan : Dari 1981 item obat yang digunakan. Berdasarkan analisis ABC,
172 item obat masuk kategori A, 448 item obat masuk kategori B, dan 1361 item
obat masuk kategori C. Pengelompokkan obat berdasarkan anlisis VEN, 491 obat
masuk kategori V, 1348 item obat masuk kategori E dan 142 item obat masuk
kategori obat N. Berdasarkan matriks analisis ABC-VEN obat yang masuk
kategori I terdiri dari 570 atau 28,77% item obat dengan total biaya 83,85%, obat
kategori II terdiri dari 1287 atau 64,97% dengan total biaya 15,64% dan obat
kategori III terdiri dari 124 atau 6,26% item obat dengan total biaya 0,51%
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK TUNGGAL DAN KOMBINASI DAUN KERSEN (Muntingia calabura L) DAN SERAI WANGI (Cymbopogon citratus L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis
Daun kersen dan serai wangi mengandung metabolit sekunder
yang diduga memiliki aktivitas antibakteri, terhadap Staphylococcus epidermidis
yang merupakan bakteri penyebab infeksi pada manusia. Tujuan penelitian untuk
menganalisis aktivitas antibakteri ekstrak tunggal dan kombinasi ekstrak daun
kersen dan serai wangi terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan ekstraksi
maserasi pelarut etanol 96%, ekstrak tunggal daun kersen dan serai wangi serta
kombinasi perbandingan 1:1, 1:2, dan 2:1. Ekstrak dibuat pada konsentrasi 5%,
10%, 15%, 20% dan 25%. Kontrol positif menggunakan disk doksisiklin dan
kontrol negatif DMSO. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi
cakram. Analisis data menggunakan spss versi 24.
Hasil: Metabolit sekunder ekstrak daun kersen dan serai wangi yaitu flavonoid,
saponin, tanin dan alkaloid. Zona hambat rata-rata ekstrak tunggal daun kersen
dan serai wangi serta kombinasi 1:1, 1:2, dan 2:1 terhadap bakteri Staphylococcus
epidermidis konsentrasi 5% secara berturut-turut adalah 4,63 mm; 3,20 mm; 4,99
mm; 5,00 mm; 6,27 mm. Konsentrasi 10% 6,36 mm; 3,89 mm; 6,25 mm; 6,27
mm; 7,37 mm. Konsentrasi 15% 7,26 mm; 4,85 mm; 7,16 mm; 6,78 mm; 7,64
mm. Konsentrasi 20% 9,03 mm; 5,57 mm; 8,47 mm; 7,63 mm; 8,56 mm.
Konsentrasi 25% 10,37 mm; 6,93 mm; 9,72 mm; 9,06 mm; 11,32 mm. Hasil uji
SPSS dengan uji posh hoc, ekstrak tunggal dan kombinasi yaitu nilai p-value
<0,05 artinya terdapat perbedaan signifikan pada konsentrasi 5% sampai 25%
dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis.
Kesimpulan: Potensi ekstrak daun kersen terhadap bakteri Staphylococcus
epidermidis adalah pada konsentrasi 5% sampai 25% lemah sampai sedang.
Potensi ekstrak serai wangi terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis adalah
pada konsentrasi 5% sampai 25% lemah sampai sedang. Kombinasi ekstrak daun
kersen dan serai wangi yang optimum adalah 2:1
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pelaksanaan Imunisasi Tetanus Toksoid (Tt) Pada Calon Pengantin Di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarsari
Latar Belakang: Suntik TT (Tetanus Toksoid) adalah tindakan memasukan bakteri tetanus toksoid yang telah dinonaktifkan. Pemberian imunisasi tetanus toxoid (TT) artinya pemberian kekebalan terhadap penyakit tetanus pada calon ibu dan bayi yang akan dikandungnya. Cakupan imunisasi Td pada ibu hamil di Kota Balikpapan tahun 2020 yaitu Td1 sebesar 0,1%, Td2 sebesar 0,2%, Td3 sebesar 0,8%, Td4 sebesar 1,8%, Td5 sebesar 5,4%, dan Td2+ sebesar 8,3%. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Mekarsari didapatkan jumlah calon pengantin periode bulan Januari-November 2023 sebanyak 109 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pelaksanaan Imunisasi Tetanus Toksoid (TT) Pada Calon Pengantin di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarsari Balikpapan.
Metode: Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional Populasi penelitian adalah calon pengantin di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarsari Balikpapan dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 56 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi square.
Hasil: Gambaran dukungan keluarga pada calon pengantin di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarsari dengan kategori mendukung yaitu 33 orang (58,9%) dan kategori tidak mendukung yaitu 23 orang (41,1%). Gambaran pelaksanaan imunisasi tetanus toksoid (TT) pada calon pengantin di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarsari dengan kategori lengkap yaitu 19 orang (33,9%) dan kategori tidak lengkap yaitu 37 orang (66,1%). Hasil uji statistik fisher exact diperoleh ρ value (0,000) < α (0,05) menunjukkan bahwa Ha diterima.
Simpulan: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan pelaksanaan imunisasi tetanus toksoid (TT) pada calon pengantin di Wilayah Kerja Puskesmas Mekarsari
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TENAGA KEFARMASIAN DALAM MENCEGAH OBAT RUSAK DAN KADALUWARSA DI RSUD dr. H. SOEWONDO KENDAL
Obat rusak dan kadaluwarsa merupakan salah satu masalah
yang dapat mencerminkan ketidak tepatan dan kurang baiknya manajemen
pengelolaan obat di sebuah Instalasi Farmasi Rumah Sakit.Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap tenaga
kefarmasian dalam mencegah obat rusak dan kadaluwarsa di Instalasi Farmasi
RSUD dr. H. Soewondo Kendal.
Metode : Penelitian yang dilakukan menggunakan observasional analitik, serta
pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Farmasi RSUD
dr. H. Soewondo Kendal. Menggunakan Sampel 50 responden pengambilan data
dengan kusioner Analisis data uji chi square.
Hasil : Tingkat Pengetahuan tenaga kefarmasian dalam mencegah obat
rusak di Instalasi Farmasi RSUD dr. H. Soewondo Kendal didapatkan nilai
rata-rata (95,5%).Tingkat pengetahuan tenaga kefarmasian dalam mencegah obat
kadaluwarsa di Instalasi Farmasi nilai rata-rata (93,6%). Untuk sikap tenaga
kefarmasian dalam mencegah obat rusak di instalasi (93,1%). untuk sikap
tenaga kefarmasian dalam mencegah obat kadaluwarsa di instalasi
farmasi% RSUD dr. H. Soewondo Kendal (93,6%).
Simpulan : Pada uji statistik chi square diperoleh nilai Sig. (2-tailed) 0,000
yang berarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap tenaga
kefarmasian dalam mencegah obat rusak dan kadaluwarsa di RSUD dr. H.
Soewondo Kendal
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Peningkatan Berat Badan Pada Pasangan Usia Subur Di Pkd Bidan Laili Mufarikah, A. Md. Keb Desa Nyatnyono Kabupaten Semarang
Latar Belakang : Pola pemilihan jenis metode kontrasepsi modern pada tahun 2022 menunjukkan bahwa sebagian besar akseptor memilih menggunakan suntik sebesar 61,9%, penggunaaan alat kontrasepsi hormonal dapat menimbulkan berbagai efek samping yang salah satu di antaranya adalah perubahan berat badan akseptor. Secara umum faktor-faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan berat badan tidak mutlak dari jenis kontrasepsi hormonal, akan tetapi ada faktor lain yang dapat dibagi atas dua golongan besar yaitu faktor intern dan ekstern.
Tujuan penelitian: Untuk mengetahui Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Peningkatan Berat Badan.
Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah akseptor KB suntik 3 bulan di Wilayah PKD Laili Mufarikah, A.Md. Keb Desa Nyatnyono Sebanyak 151 akseptor. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 127 responden. Analisis data menggunakan analisis chi square.
Hasil Penelitian : Sebagian besar responden menggunakan KB Suntik 3 bulan > 1 tahun sebanyak 92 (72,4%) responden. Sebagian besar responden mengalami kenaikan berat badan yaitu sebanyak 71 (55,9%) responden. Hasil penelitian ini didapatkan hasil uji Chi Square dengan nilai p value sebesar 0,000, karena p value = 0,000 < α (0,05), maka Ho ditolak, artinya ada hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Peningkatan Berat Badan Pada Pasangan Usia Subur Di Wilayah PKD Bidan Laili Mufarikah, A. Md. Keb tahun 2024
Kesimpulan:Ada hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Peningkatan Berat Badan Pada Pasangan Usia Subur Di Wilayah PKD Bidan Laili Mufarikah, A. Md. Keb tahun 202
FORMULASI DAN EVALUASI MUTU FISIK SEDIAAN SHEET MASK EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) SEBAGAI PELEMBAB KULIT
Kulit pisang kepok mengandung flavonoid yang dapat
melembabkan kulit dengan cara mengurangi penguapan air dari kulit. Sheet mask
mengandung humektan yang dapat mengikat air sehingga melembabkan kulit
dengan baik dan mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi
efektivitas kulit pisang kepok sebagai sheet mask dalam meningkatkan
kelembaban kulit.
Metode : Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut
etanol 96%. Skrining fitokimia flavonoid dengan pereaksi Mg + HCl pekat,
kemudian dibuat formulasi sheet mask 0% (F0), 10% (F1), 15% (F2), 20% (F3).
Sheet mask dilakukan uji mutu fisik organoleptis, homogenitas, dan pH. Uji
kelembaban dan iritasi pada 12 sukarelawan selama 4 minggu dengan
menempelkan sediaan (2x1cm) pada belakang telinga sukarelawan selama 15
menit. Data pH dan kelembaban dilakukan analisis statistik menggunakan one-
way Anova.
Hasil : Skrining fitokimia ekstrak kulit pisang kepok positif mengandung
flavonoid. Uji mutu fisik (F0) tidak berwarna, tidak beraroma, homogen dan cair.
Sediaan (F1)(F2)(F3) berwarna kuning kecoklatan, beraroma khas pisang,
homogen dan cair. Uji pH (F0) 6,73 ± 0,57; (F1) 7,16 ± 0,35; (F2) 6,63 ± 0,49;
(F3) 7,63 ± 0,14. pH sediaan sheet mask tidak berbeda secara signifikan (p ˃
0,05). Skor uji iritasi pada 12 sukarelawan adalah 0. Konsentrasi ekstrak kulit
pisang kepok mempengaruhi nilai kelembaban yang dihasilkan (F1 : 13,333%)(F2
: 24,66%)(F3 : 30,67%).
Keimpulan : Ekstrak kulit pisang kepok tidak mempengaruhi mutu fisik sediaan,
dapat meningkatkan kelembaban kulit dan konsentrasi ekstrak mempengaruhi
dalam melembabkan kulit
Gambaran Penanganan Premenstrual Syndrome Pada Remaja Putri Di Smp Negeri 1 Bawen
Latar Belakang : Premenstrual Syndrome (PMS) adalah salah satu gangguan haid dengan sekumpulan gejala berupa gangguan fisik dan mental yang biasanya muncul mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid dan menghilang sesudah haid datang, walaupun kadang berlangsung sampai haid berhenti (Wiarsini, 2023). Penanganan premenstrual syndrome dapat dilakukan dengan delapan cara yaitu mengatur pola makan, farmakologi dan non farmakologi, relaksasi tarik nafas, message atau pijat, kompres air hangat, tidur miring dan yoga. Di Indonesia angka kerjadian premenstrual syndrome terdiri dari 54.89% Prevelensi premenstrual syndrome wilayah provinsi Jawa Tengah secara umum sebanyak 56%, Angka kejadian premenstrual syndrome di kabupaten Semarang sendiri terdapat 2,11% - 3,1% dari jumlah wanita yang mengalami premenstrual syndrome. Hasil wawancara sebagai berikut, mengatakan belum pernah mendapatkan pengetahuan mengenai mengatur pola makan, farmakologi dan non farmakologi, relaksasi tarik nafas, message atau pijat, kompres air hangat, tidur miring dan yoga untuk penanganan nyeri premenstrual syndrome dari guru maupun tenaga kesehatan, sehingga siswi yang mengalami premenstrual syndrome tidak mengetahui cara penanganan nyeri premenstrual syndrome.
Tujuan penelitian: Untuk menganalisa gambaran pengetahuan Penanganan Premenstrual Syndrome Pada Remaja Putri Di SMP Negeri 1 Bawen
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain deskritif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas VII SMP Negeri 1 Bawen yaitu sejumlah 120 siswi.Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan teknik Proportional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 54 responden.
Hasil : Didapatkan sebagian besar responden berada pada kategori melakukan penanganan komplementer dengan relaksasi tarik nafas sebanyak 52 (96,2%), sebagian responden memiliki kategori melakukan penanganan komplementer dengan message atau pijat sebanyak 52 (96,2%), dan sebagian responden memiliki kategori penanganan komplementer dengan yoga sebanyak 52 (96,2%).
Simpulan : Sebagian besar responden berada pada kategori melakukan penanganan komplementer dengan responden sebanyak 52 (96,2%)
PROFIL PENGGUNAAN OBAT HIPERTENSI PADA PASIEN GERIATRI DI HOSPITAL REFERAL MALIANA TIMOR LESTE
Hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini secara
global yang sering disebut the silent killer, karena termasuk penyakit mematikan
tanpa disertai dengan tanda dan gejala yang jelas. perubahan fisik dalam sistem
kardiovaskular adalah salah satu dari berbagai aspek kehidupan yang dipengaruhi
oleh proses penuaan. Pasien hipertensi dapat mengurangi risiko penyakit jantung,
stroke, dan gangguan jantung lainnya jika mereka dapat mengendalikan tekanan
darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat hipertensi
pada pasien geriatri di Hospitasl Referal Maliana Timor Leste.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptf dengan
pendekatan retrospetik. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 168 sampel yang
diambil dari total populasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat
untuk mendapatkan gambaran tentang distribusi frekuensi dengan ukuran
persentase.
Hasil: Karakteristik pasien mayoritas perempuan (52,1%) dengan rentang umur 60
tahun-69 tahun (44,2%). Golongan obat hipertensi yang paling banyak digunakan
pada terapi tunggal adalah ACEi (16%), terapi kombinasi 2 obat adalah ACEi dan
Diuretik Thiazide (46%), dan terapi kombinasi 3 obat adalah CCB, ACEi, dan
Diuretik Thiazide (3,7%).Jenis obat yang paling banyak diresepkan pada terapi
tunggal adalah Captopril (16%), terapi kombinasi 2 obat adalah Captopril dan HCT
(46%), dan kombinasi 3 obat adalah Amlopidine, Captopril, dan HCT (3,7%).
Simpulan: Terapi tunggal mayoritas diberikan golongan obat ACEi dengan jenis
Captopril (16%), kombinasi 2 obat mayoritas diberikan golongan obat ACEi dan
Diuretik Thiazide dengan jenis obat Captopril dan HCT (46,6%), sedangkan terapi
kombinasi 3 obat adalah golongan obat CCB, ACEi, dan Diuretik Thiazide dengan
jenis obat Amlopidine, Captopril, dan HCT (3,7%)