Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PERSEPSI DAN TINGKAT KEPUASAN TENAGA KEFARMASIAN TERHADAP E-PRESCRIBING DI RSUD DR. H. SOEWONDO KENDAL
Sistem peresepan mengalami transisi dari manual ke elektronik,
banyak manfaat dan hambatan yang diperoleh dari sistem tersebut. Hanya terdapat
beberapa rumah sakit yang telah menerapkan sistem resep elektronik salah satunya
adalah RSUD dr. H. Soewondo Kendal. Penelitian tentang persepsi dan kepuasan
pengguna sistem elektronik masih jarang dilakukan. Persepsi perlu diketahui untuk
mengevaluasi kualitas dan kepuasan pengguna saat menggunakan peresepan
elektronik. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi hubungan persepsi dan
kepuasan tenaga kefarmasian terhadap sistem peresepan elektronik di RSUD dr. H.
Soewondo Kendal.
Metode : Penelitian deskriptif korelasional ini menggunakan metode desain Cross
Sectional dengan pendekatan Prospektif. Penelitian dilakukan dilakukan di RSUD
dr. H. Soewondo Kendal, menggunakan total sampling dengan melibatkan 51
responden. Data didapatkan melalui kuesioner yang telah dilakukan uji validitas
dan reabilitas. Analisis data menggunakan Spearman’s Rank untuk melihat
hubungan persepsi dengan tingkat kepuasan.
Hasil : Persepsi tenaga kefarmasian terhadap resep elektronik RSUD dr. H.
Soewondo Kendal sangat baik (83,23%), dengan indikator kemudahan (80,39%),
kemanfaatan (80,06%), tingkat kepuasan sangat puas (80,94%) dengan indikator isi
(82,72%), keakuratan (85%), tampilan (76,86%), kemudahan (81,62%), waktu
(78,43%). Terdapat hubungan antara persepsi dengan tingkat kepuasan dengan
p=0,000.
Simpulan : Persepsi tenaga kefarmasian terhadap resep elektronik di RSUD dr. H.
Soewondo Kendal sangat baik (83,23%). Tingkat kepuasan sangat puas (80,94%).
Terdapat hubungan yang kuat (p=0,000) antara persepsi dengan kepuasan tenaga
kefarmasian terhadap resep elektronik di RSUD dr. H. Soewondo Kendal
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN BURNOUT SYNDROME PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM BALIKPAPAN BARU TAHUN 2024
Latar Belakang : beban kerja yang tinggi pada perawat disebabkan beberapa faktor
yakni usia, jenis kelamin, status pendidikan, dan masa kerja. Hal ini membuat
perawat sering kali mengalami burnout syndrome (kelelahan) dalam menjalani
asuhan keperawatan. Bila terus terjadi akan berdampak pada kinerja perawat yang
terus menurun dan pengaruhnya pada RS tempat bekerja. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan beban kerja terhadap burnout syndrome pada perawat
rawat inap di RSU Balikpapan Baru
Metode : Jenis penelitian korelasi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.
Populasi penelitian ini seluruh perawat rawat inap RSU Balikpapan Baru Tahun
2024 yang berjumlah 31 orang perawat, sampel yang digunakan dalam penelitian
ini adalah sebanyak 31 orang. Menggunakan teknik total sampling. Analisa data
dengan uji univariat dan analisa bivariat dengan uji korelasi Spearman Rank (Rho).
Hasil : Hasil dari penelitian ini adalah perawat yang mengalami beban kerja
kategori tinggi sebanyak 18 orang (58,1 %) dan responden yang mengalami beban
kerja kategori rendah sebanyak 13 orang (41,9 %).Perawat yang mengalami
burnout syndrome kategori tinggi sebanyak 20 orang (64,5%) dan responden yang
mengalami burnout syndrome kategori rendah sebanyak 11 orang (35,5%). Hasil
uji spearman rho didapatkan hasil p value 0,000 < 0,05 yang berarti ada hubungan
signifikan beban kerja perawat dengan burnout syndrome di ruang rawat inap RSU
Balikpapan Baru dengan korelasi koefisien 0,739 yang menunjukkan hubungan
positif kuat.
Simpulan : Ada hubungan beban kerja perawat dengan burnout syndrome di ruang
rawat inap RSU Balikpapan Baru
Saran: diharapkan bagi rumah sakit dapat memperhatikan jam kerja sehingga
karyawan tidak mengalami kelelahan berlebihan.
Kata kunci: Beban kerja, burnout syndrom
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN SUBYEKTIF MUSKULOSKETAL DISORDERS PADA PEKERJA PEMECAH BATU DI DESA LEYANGAN KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG
Latar Belakang: Keluhan musculoskeletal merupakan keluhan yang berkaitan
dengan bagian otot-skeletal, dirasakan oleh seseorang dari tingkatan keluhan ringan
hingga tingkat keparahan yang sangat tinggi. Berdasarkan hasil studi pendahuluan
telah dilakukan observasi terhadap proses kerja pada pemecahan batu di Desa
Leyangan, para pekerja di Depo Pemecahan Batu, dari 5 pekerja yang diwawancara,
100% mengeluhkan adanya gangguan nyeri pada daerah lengan atas, leher, bahu,
dan pinggang yang dirasakan hingga pulang ke rumah. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan
Muskuloskeletal Disorders (MSDS’s) pada pekerja pemecah batu di Desa Leyangan,
Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain
analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan
sampel menggunakan purposive sampling, jumlah sampel 68 pekerja yang di
dapatkan dari rumus pengembangan dari Isaac dan Michael. Rentang waktu
penelitian berlangsung mulai dari bulan Desember 2023 hingga Januari 2024.
Instrumen peneliitian adalah lembar kuesioner dan pengukuran Nordic Body Map.
Analisis data peneliian menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dengan Tingkat
kemaknaan α= 0,05
Hasil: Uji Kolmogorov Smirnov menunjukkan hasil penelitian bahwa nilai p value
untuk usia (p=0,497), masa kerja (p=1,000), status gizi (p=0,521), kebiasaan
merokok (p=0,887) dengan keluhan subyektif musculoskeletal disorders pada
pekerja pemecah batu di Desa Leyangan Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten
Semarang
Kesimpulan: Penelitian yang dilakukan pada pekerja pemecah batu di Depo Pecah
Batu Leyangan Kabupaten Semarang memnunjukkan hasil tidak terdapat hubungan
antara usia dengan keluhan subyekktif musculoskeletal disorders (p=0,497), massa
kerja dengan keluhan subyekktif musculoskeletal disorders (p=1,000), status gizi
dengan keluhan subyekktif musculoskeletal disorders (p=0,521), kebiasaan
merokok dengan keluhan subyekktif musculoskeletal disorders (p=0,887).
Kata Kunci: Faktor-faktor yang berhubungan, musculoskeletal disorders,
pekerja pemecah bat
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSUD dr. GONDO SUWARNO UNGARAN
LATAR BELAKANG: Hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini di seluruh dunia.
Naiknya tekanan darah dapat menimbulkan kondisi serius, seperti jantung, dan stroke. Sangat
penting rutin memeriksa tekanan darah dan menjaga tekanan darah berada diangka yang normal..
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah. Salah satu faktor dapat diubah adalah
gaya hidup,. Tujuan dari penelitian ini mengetahui hubungan kepatuhan minum obat
antihipertensi dengan tekanan darah pasien hipertensi di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran.
Metode: Penelitian analitik kuantitatif bersifat korelasional menggunakan pendekatan cross
sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh pasien hipertensi yang pernah berobat di poliklinik
penyakit dalam Instalasi Rawat Jalan dengan sampel 100 responden menggunakan teknik quota
sampling dan pengumpulan data menggunakan kuesioner MMAS-8. Analisa data menggunakan
uji chi square. Hasil: Kepatuhan minum obat antihipertensi dengan kepatuhan rendah 34 orang
(34%), sedang 35 orang (35%), dan tinggi 31 orang (31%). Hasil penelitian responden tekanan
darah sistolik normal 25 orang (25%), dan tekanan darah diastolik normal 70 0rang (70%).
Pasien dengan tekanan darah sistolik meningkat 75 orang (75%), dan tekanan darah diastolik
meningkat 30 orang (30%). Hasil uji korelasi Chi square dengan nilai signifikan p=0,000, ada
hubungan bermakna antara kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah pada
pasien hipertensi rawat jalan.
Kata kunci : kepatuhan minum obat, hipertens
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TENTANG DAGUS IBU OBAT DI PUSKESMAS BERGAS DAN PUSKESMAS PABELAN
Pengelolaan obat di Indonesia masih menjadi masalah yang
kompleks. Salah satu masalah terbesar adalah kurangnya pemahaman tentang obat
dan cara pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan konsep DAGUSIBU
(DApatkan, GUnakan, SImpan, dan BUang) sebagai acuan untuk mengukur
tingkat pengetahuan pasien tentang pengelolaan obat. Tujuan penelitian ini adalah
untuk menganalisis gambaran tingkat pengetahuan pasien tentang cara
pengelolaan obat dan perbedaan tingkat pengetahuann tentang DAGUSIBU di
Puskesmas Bergas dan Puskesmas Pabelan.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif kuantitatif
dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan data primer yang
dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 50 responden dari setiap
puskesmas secara acak. Lokasi penelitian adalah ruang tunggu apotek di kedua
puskesmas pada bulan Agustus 2023. Data akan dianalisis dengan metode
deskriptif.
Hasil Hasil dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan pasien tentang konsep
DAGUSIBU di Puskesmas Bergas menunjukkan hasil yang baik dengan jumlah
responden sebesar 48 (96%), sementara di Puskesmas Pabelan tingkat
pengetahuan menunjukkan hasil yang baik pula dengan jumlah responden sebesar
47 (94%).
Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien di kedua puskesmas
secara umum memiliki pengetahuan yang baik
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EMULGEL SERBUK SARI JAHE MERAH (Zingiber officinale Rosc var Rubrum)
Kulit dapat secara langsung terpapar oleh radikal bebas, sehingga
perlu penambahan antioksidan. Tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan salah
satunya adalah rimpang jahe merah. Jahe merah dapat dibuat sediaan emulgel.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan formulasi dan uji aktivitas
antioksidan emulgel serbuk sari jahe merah.
Metode: Metode freeze drying digunakan pada pembuatan serbuk sari jahe merah.
Evaluasi mutu fisik sediaan emulgel meliputi orgaoleptis, pH, homogenitas, tipe
emulsi, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Aktivitas antioksidan diuji
menggunakan metode DPPH dengan parameter nilai IC50. Analisis data
menggunakan statistik.
Hasil: Evaluasi mutu fisik sediaan emulgel serbuk sari jahe merah menghasilkan
nilai pH basis (6,22±0,04), F1 (6,18±0,09), F2 (6,24±0,18), F3 (6,12±0,04). Sediaan
emulgel homogen dan tipe emulsi O/W. Daya sebar basis (3,43±0,15cm), F1
(3,67±0,46cm), F2 (3,73±0,15cm), F3 (3,83±0,29cm). Daya lekat basis
(1,80±0,13detik), F1 (1,38±0,29detik), F2 (1,44±0,42detik), F3 (1,81±0,34detik).
Viskositas basis (2.584±651,362cps), F1 (3.024±377,762cps), F2
(3.245±514,955cps), F3 (3.562±252,024cps). Nilai IC50 serbuk sari jahe merah
yaitu 14,09±3,11ppm F1 (35,08±1,34ppm), F2 (32,91±1,32ppm), dan F3
(26,53±2,32ppm). Evaluasi mutu fisik menghasilkan data tidak berbeda tetapi nilai
IC50 berbeda.
Kesimpulan: Sediaan emulgel serbuk sari jahe merah memiliki tipe emulsi O/W,
pH, homogenitas, daya lekat, dan viskositas memenuhi syarat sedangkan daya sebar
belum memenuhi syarat. Serbuk sari jahe merah, F1, F2, dan F3 memiliki nilai IC50
berturut-turut sebesar 14,09±3,11ppm; 35,08±1,34ppm; 32,91±1,32ppm; dan
26,53±2,32ppm. Konsentrasi serbuk sari jahe merah berpengaruh terhadap
organoleptis, daya sebar, dan nilai IC50, tetapi tidak berpengaruh terhadap pH,
homogenitas, tipe emulsi, daya lekat, viskositas
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG POSYANDU DENGAN KEPATUHAN IBU MENGIKUTI POSYANDU DI DESA WAWORAHA
Latar Belakang : Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat dengan dukungan teknis dari petugas kesehatan. Salah satu kendala yang dihadapi terkait dengan kunjungan balita ke posyandu adalah tingkat pemahaman keluarga terhadap manfaat posyandu. Hal tersebut berpengaruh pada kepatuhan ibu dalam mengunjungi posyandu. Tingkat partisipasi masyarakat ke Posyandu di Desa Woworaha tahun 2022 menjadi yang terendah berada di wilayah Puskesmas Lasoolo sebesar 56%. Tujuan penelitian : Untuk mengetahun hubungan antara pengetahuan ibu tentang posyandu terhadap kepatuhan mengikuti posyandu di Desa Waworaha. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1-5 tahun di Desa Woworaha sebanyak 95 orang. Teknik sampel menggunakan quota sampling dengan jumlah 49 responden. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian : Sebagian responden memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 25 responden (51%) dan responden yang patuh mengikuti posyandu sebesar 30 responden (61,2%). Diperoleh p value sebesar 0,000 < α (0,05), maka hasilnya ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang posyandu terhadap kepatuhan mengikuti posyandu. Simpulan : Ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang posyandu terhadap kepatuhan mengikuti posyandu di Desa Waworaha. Hasil penelitian menjadi dasar pemahaman pengetahuan dan informasi mengenai pentingnya untuk patuh dalam kegiatan rutin posyandu
PENGARUH TRANSFORMASI DIGITAL TERHADAP KINERJA PRODUK APLIKASI LOW-CODE NO-CODE B- PRO BISNIS MAHASISWA
Perkembangan teknologi informasi saat ini, memungkinkan UMKM dan usaha
kreatif untuk meningkatkan kinerja bisnisnya melalui Platform LCNC (Low-Code,
No-Code), serta menawarkan potensi besar untuk meningkatkan produktivitas dan
proses pengembangan bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan
menganalisis pengaruh Privasi, Rapidity, Cost Reduction, Complexity Reduction,
Easy Maintenance, Involment of Business Profile, dan Minimalisation of Unstable
terhadap kinerja produk aplikasi Low-code No-code B-Pro Bisnis Mahasiswa di
Universitas Ngudi Waluyo. Pengaruh yang ingin diketahui adalah pengaruh
langsung maupun tidak langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif,
penelitian ini menggunakan 113 populasi dengan Teknik Purposive Sampling. Alat
uji yang digunakan adalah metode analisis statistik multivariat pengembangan
dari regresi dan analisis jalur. Hasil Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh
signifikan pada variable Rapidity dan Involment of business profile berpengaruh
signifikan terhadap kinerja produk aplikasi low-code no-code