Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    4951 research outputs found

    Efektifitas Pendidikan Kesehatan Dalam Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pencegahan Anemia Difesiensi Besi Dengan Media Power Point Di Desa Delik Kecematan Tuntang Kabupaten Semarang

    Get PDF
    Latar Belakang :Hasil Riskesdas 2018 menyatakan bahwa di Indonesia sebesar 48,9% ibu hamil mengalami anemia. Dimana 84,6% anemia pada ibu hamil terjadi pada kelompok umur 15-24 tahun. Jika di lihat dari kondisi ibu di peroleh sebagian besar ibu hamil dengan anemia berpendidikan SLTP/MTs (51,5%), pekerja swasta (55,5%) dan (49,6%) tinggal di pedesaan. Hasil studi pendahuluan di ketahui pengumpulan data diperoleh 4 orang ibu hamil (80,0%) menjawab salah tentang pencegahan dan pengobatan anemia defisiensi besi (dengan cara ibu hamil sebaiknya menghindari minuman bersoda, kebutuhan zat besi bagi ibu hamil dipenuhi dengan konsumsi daging, sayur dan buah serta konsumsi suplemen Fe), 1 orang ibu hamil (20%) menjawab benar tentang pencegahan dan pengobatan anemia defisiensi besi (dengan cara ibu hamil sebaiknya menghindariminuman bersoda, kebutuhan zat besi bagi ibu hamil dipenuhi dengan konsumsi daging, sayur dan buah serta konsumsi suplemen Fe). Tujuan Penelitian :Tujuan dalam penelitian ini mengetahui Efektifitas Pengetahuan Ibu Hamil Sebelum Dan Sesudah Penyuluhan Dengan Media Power Point atau Media Visual Tentang Pencegahan Dan Pengobatan Anemia Defisiensi Besi di PKD Desa Delik Kecamatan Tuntang. Metode :Jenis penelitian ini Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasy Experiment dengan menggunakan pendekatan one group pre test -post test design. Populasi dalam penelitian ini adalah 25 responden ibu hamil, dengan jumlah sampel 25 responden. Teknik sampel menggunakan Total sampling. Intrumen ini menggunakan Kuesioner, uji analisis dengan uji univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Test . Hasil :Hasil dari Penelitian ini adalah Pemberian Pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam peningkatan pengetahuan responden. Efektivitas ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai mean ranks sebesar 13,53 serta terdapat 19 responden yang mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan Edukasi. Kesimpulan :Terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan EdukasiPeningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Pencegahan Anemia Defisiensi Besi Dengan Media Power Point Di PKD Desa Delik Kecamatan Tuntang. Kata kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil, Anemia Defisiensi Bes

    EVALUASI KELENGKAPAN INFORMASI OBAT DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KEN SARAS KABUPATEN SEMARANG PERIODE JULI 2023

    Get PDF
    Penyediaan informasi obat memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien dan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien akan meningkatkan kepatuhan minum obat pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesesuaian pelayanan informasi obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Ken Saras, berdasarkan Permenkes Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Metode: Penelitian ini menggunakan metode prospektif yang bersifat deskriptif, peneliti hanya melakukan pengamatan dan mencatat secara sistematis dengan menggunakan checklist yang berisi komponen informasi obat yang dilakukan di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Ken. Komponen-komponen informasi obat tersebut meliputi nama obat, kegunaan obat, cara penggunaan obat, dosis obat, efek samping obat dan penyimpanan obat. Analisis data secara deskriptif berupa karakteristik pasien dan persentase kelengkapan dan penentuan kategori PIO berdasarkan persentase tersebut. Hasil: PIO di Instalasi Farmasi Rawat Jalan di RS Ken Saras dilakukan oleh tenaga teknis kefarmasian berlatar belakang pendidikan S1 Farmasi dan D3 Farmasi. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 100 pasien terdiri dari laki-laki 41 %, perempuan 59%, dengan usia paling banyak pada 46-55 tahun (24%). Evaluasi kelengkapan PIO meliputi nama obat, kegunaan obat, cara penggunaan obat, dosis obat 100%, potensi efek samping sebesar 46%, dan informasi penyimpanan obat 70%. Simpulan: Penyampaian informasi obat di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS Ken Saras termasuk kategori baik pada informasi, nama obat, kegunaan obat, cara penggunaan obat, dosis obat (100%), sedangkan informasi efek samping obat termasuk dalam kategori kurang(46%) dan penyimpanan obat kategori cukup (70%)

    GAMBARAN PEMENENUHAN DALAM MENGURANGI EFEK DARI KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RUANG AVISENA DAN AVEROUS RSUD PROVINSI NTB TAHUN 2023

    Get PDF
    Latar Belakang. Kanker payudara merupakan kanker penyebab angka kesakitan, dan kematian yang tertinggi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Penatalaksanaan yang menjadi alternatif pilihan utama untuk mengatasi kanker adalah kemoterapi . Tindakan mengurangi efek kemoterapi adalah melakukan self care. Pemenuhan dalam mengurangi efek dari kemoterapi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dapat dibagi menjadi 4 : pengelolaan diet, pengelolan pikiran dan tubuh (olahraga, meditasi, manajemen spiritual) pengobatan tambahan dan lain-lain (oral care untuk sariawan dan penggunaan wig untuk rambut rontok). Tujuan. Untuk mengetahui dalam mengurangi efek dari kemoterapi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di Onkologi Terpadu Ruang Avisena dan Averous RSUD Provinsi NTB. Metode Penelitian. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan teknik sampling dengan total sampling sebanyak 48 pasien selama 3 minggu di bulan Juli. Hasil. Pemenuhan dalam mengurangi efek dari kemoterapi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi paling banyak pada kategori cukup yaitu 44 orang (91,67%),dan kategori baik 4 pasien (8.33%). Kesimpulan. Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pasien mengenai pemenuhan dalam mengurangi efek dari kemoterapi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Selain itu pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi dapat mengubah pola hidup menjadi pola hidup yang sehat. Kata kunci:, Kanker Payudara, Kemoterapi. Pemenuhan dalam mengurangi efek dari kemoterapi pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterap

    EVALUASI PELAYANAN INFORMASI OBAT INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT TENTARA dr. ASMIR KOTA SALATIGA

    Get PDF
    Pelayanan Informasi Obat adalah pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Apoteker yang berkaitan dengan sediaan farmasi kepada pasien yang bertujuan untuk keselamatan pasien (patient safety) sehingga kualitas hidup pasien (quality of life) terjamin. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kesesuaian Pelayanan Informasi Obat di Rumah Sakit Tentara dr. Asmir Salatiga berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan no 72 tahun 2016. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan melakukan penelitian observasional deskriptif prospektif dengan rancangan cross sectional mengunakan total sampling untuk sampel sebanyak 5 apoteker yang melayani PIO dan purposive sampling untuk jumlah pasien sebanyak 100 orang yang mendapatkan PIO. Analisis data secara deskripsi tentang kesesuaian PIO yang dilakukan berdasarkan Permenkes 72 tahun 2016 meliputi informasi nama obat, bentuk sediaan, indikasi obat, cara pemakaian obat, dosis obat, efek samping, interaksi obat dan kontra indikasi. Hasil penelitian berupa persentase kesesuaian dan penentuan kategori PIO berdasarkan hasil persentasi. Hasil : Karakteristik pasien yang diberikan layanan PIO didominasi oleh pasien dengan kategori lansia awal (72%), jenis kelamin perempuan 71%. PIO dilakukan oleh apoteker yang bertugas di Instalasi Farmasi rawat Jalan. Kesesuaian informasi berdasarkan nama obat (100%), bentuk sediaan (100%), indikasi obat (92%), cara pemakaian obat (100%), dosis obat (92%), efek samping (16%), interaksi obat (0%), kontraindikasi (0%)

    STUDI ETNOBOTANI SEBAGAI OBAT TRADISIONAL UNTUK ANTIPIRETIK DI DESA KALISIDI KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG

    Get PDF
    Etnobotani merupakan pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat sekitar yang dalam penerapannya dapat meningkatkan daya hidup manusia. Tujuan dilakukanya penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan obat antipiretik yang dimanfaatkan oleh masyarakat desa Kalisidi. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik wawancara semi terstruktur (Semi-Structured Interview) dengan sampel sebanyak 100 responden. Hasil : Dari hasil penelitian diperoleh sebanyak 20 jenis tumbuhan obat untuk antipiretik yaitu dadap serep (20%), brotowali (17%), kelor (16%), sirsak (15%), kencur (4%), jahe merah (3%), jahe gajah (3%), kelapa (3%), cocor bebek (3%), bawang merah (2%), jahe emprit (2%), sambiloto(2%), meniran (2%), sirih (2%), bunga sepatu (1%), jarak pagar (1%), bidara (1%), bangle (1%), cabai rawit (1%) dan pepaya (1%). Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun sebanyak (65%). Sumber perolehan tumbuhan diperoleh dari budidaya sendiri sebanyak (61%), tumbuhan liar (33%) dan membeli di pasar (6%). Cara pengolahan tumbuhan obat dengan cara direbus sebanyak (73%), ditumbuk (21%) dan dibakar sebanyak (6%). Simpulan : Jenis tumbuhan obat untuk antipiretik yang paling banyak digunakan adalah dadap serep (20%). Bagian yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun sebanyak (67%). Sumber perolehan tumbuhan paling banyak diperoleh dari hasil budidaya sendiri sebanyak (61%). Pengolahan tumbuhan obat umumnya dilakukan dengan cara rebus sebanyak (73%)

    ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA OBAT ANTIDIABETIK METFORMIN DAN GLIMEPIRID PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II RAWAT JALAN DI RSUD GUNAWAN MANGUNKUSUMO AMBARAWA TAHUN 2023

    Get PDF
    Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit degeneratif disebabkan oleh gangguan pada pankreas yang tidak dapat menghasilkan insulin sesuai dengan kebutuhan dalam tubuh dan ditandai dengan adanya banyaknya kadar glukosa darah (hiperglikemia). Obat yang bisa digunakan untuk menurunkan gula darah adalah metformin dan glimepiride yang memiliki keefektivitasan dan biaya medik yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui obat mana yang lebih cost effective untuk pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental menggunakan data dari rekam medis dan data administrasi sebagai data sekunder. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengolahan data yaitu dengan mencari efektivitas terapi dan efektivitas biaya dengan menggunakan rumus ACER dan ICER. Hasil : Berdasarkan jenis kelamin pasien, pada perempuan berjumlah 54 dan laki- laki berjumlah 31 pasien. Karakteristik pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan penyakit penyerta sebanyak 35 dan pasien tanpa penyakit penyerta sebanyak 50 pasien. Efektivitas dari metformin lebih tinggi sebesar 58% dibandingkan efektivitas glimepiride sebanyak 48%. Metformin menghasilkan biaya medik yang lebih tinggi yaitu Rp.130.880,- dan biaya medik glimepirid sebesar Rp.116.687-,. Nilai ACER metformin sebesar Rp.225.655,- dan glimepiride senilai Rp.243.098,-. Nilai ICER yang didapatkan dari penelitian kali ini sebesar Rp.141.927,-. Kesimpulan : Antidiabetik metformin terpilih menjadi alternative pengobatan untuk pasien diabetes mellitus tipe 2 karena memiliki nilai ACER yang lebih rendah dibandingkan dengan antidiabetik glimepiride. Nilai ICER sebesar Rp. 141.927,- yang dimana harga tersebut bisa meningkatkan 1% kesembuhan dari pasien diabetes mellitus tipe 2

    HUBUNGAN PREHOSPITAL DELAY DENGAN DEFISIT NEUROLOGIS PADA PASIEN STROKE DI RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN

    Get PDF
    ABSTRAK Latar Belakang: Upaya penanganan secepat mungkin pada 3 jam pasca serangan stroke dapat mengurangi dampak dari prehospital delay yaitu dapat memperburuk gangguan kognitif dan defisit neurologis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu 46 orang pasien stroke yang sedang dalam perawatan. Sampel pada penelitian ini sebanyak 46 orang pasien stroke yang sedang dalam perawatan dengan menggunakan teknik total sampling. Uji analisis menggunakan uji Reank Spearman. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan p value = 0,000 dimana p < 0,05 dengan koefisiensi korelasi (r) = 0,646. Sebagian besar pasien stroke yang dirawat mengalami prehospital delay sebanyak 28 orang (60,9%) dan pasien stroke yang sedang dalam perawatan mengalami defisit neurologis berat sebanyak 21 orang (45,7%). Kesimpulan: Ada hubungan prehospital delay dengan defisit neurologis pada pasien stroke di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Kata Kunci: stroke, prehospital delay, defisit neurologi

    FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA REMAJA SMA DAN SMK DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS DANAU SEMBULUH KABUPATEN SERUYAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

    Get PDF
    Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular kronis yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikendalikan. Hipertensi dapat muncul sejak remaja dan akan berlanjut hingga usia dewasa yang meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas. Mekanisme terjadinya hipertensi pada remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor risiko yang bisa diubah dan faktor risiko yang tidak bisa diubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada remaja SMA dan SMK di wilayah kerja UPTD Puskesmas Danau Sembuluh. Metode: Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah semua siswa SMA dan SMK di wilayah kerja UPTD Puskesmas Danau Sembuluh tahun ajaran 2022/2023 sebanyak 270 siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 177 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi karkateristik responden, tekanan darah, indeks massa tubuh (IMT), kuesioner pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur dan tingkat stress. Analisa data menggunakan analisi univariat dan bivariat (spearman rank test). Hasil: Tidak ada hubungan usia (p value 0,877) dan jenis kelamin (p value 0,095) dengan kejadian hipertensi pada remaja. Ada hubungan riwayat penyakit (p value 0,000), pola makan (p value 0,000), IMT (p value 0,000), aktivitas fisik (p value 0,000), kualitas tidur (p value 0,000), dan tingkat stress (p value 0,000) dengan kejadian hipertensi pada remaja SMA dan SMK di wilayah kerja UPTD Puskesmas Danau Sembuluh. Simpulan: Riwayat penyakit, pola makan, IMT, aktivitas fisik, kualitas tidur dan tingkat stress memiliki hubungan terhadap terjadinya hipertensi pada remaja. Kata Kunci: aktivitas fisik, hipertensi, IMT, remaj

    HUBUNGAN KEAKTIFAN MENGIKUTI POSBINDU DENGAN KESTABILAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PETUNGKRIYONO

    Get PDF
    Latar Belakang : Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Upaya pencegahan dan pengendalian penyakit hipertensi salah satunya adalah melalui Posbindu yang merupakan peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko penyakit tidak menular yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik. Penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan keaktifan mengikuti Posbindu terhadap tekanan darah penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Petungkriyono. Metode : penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional dan pendekatan waktu dengan metode studi retrospektif, pengumpulan data berdasarkan data sekunder berupa data peserta program Posbindu. Sampel 81 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisa univariat dan uji Chi Square Hasil : Mayoritas tingkat keaktifan Posbindu adalah kategori sedang yaitu sebanyak 48,1%, rata-rata tekanan darah adalah 132,45/82,16 dengan tekanan darah sistolik minimal 90 dan maksimal 190 ± 18,04, sedangkan tekanan darah diastolik minimal 53,33 dan maksimal 100 ± 7,33, tekanan darah mayoritas adalah hipertensi yaitu sebanyak 35,8%. Simpulan : Ada hubungan antara keaktifan mengikuti Posbindu dengan kestabilan tekanan darah penderita hipertensi di Kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan, dari hasil nilai ρ=0,000 < 0,05. Hasil penelitian diharapkan dapat menambah informasi bagi masyarakat tentang hubungan kehadiran mengikuti kegiatan posbindu terhadap tekanan darah penderita penyakit hipertensi Kata Kunci :Posbindu, Tekanan darah, Hipertens

    HUBUNGAN WAKTU TANGGAP PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI UNIT GAWAT DARURAT RS BALIKPAPAN BARU

    Get PDF
    Latar Belakang : Unit Gawat Darurat (UGD) adalah sektor rumah sakit yang memberikan pelayanan pertama pada pasien gawat darurat dengan cepat, tepat dan cermat untuk mencegah terjadinya kematian atau kecacatan. Oleh karena itu dibutuhkan waktu tanggap yang tepat dan efisien paling lama 5 menit sejak pasien datang sampai dilakukan penanganan awal. Waktu tanggap pelayanan perlu diperhitungkan agar terselenggaranya pelayanan yang cepat, responsif dan mampu menyelamatkan pasien gawat darurat. Salah satu indikator penentu kepuasan pasien dan mutu layanan kesehatan di UGD adalah waktu tanggap dari perawat. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan waktu tanggap perawat dengan kepuasan pasien di UGD RS Balikpapan Baru Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien UGD RS Balikpapan Baru sebanyak 1.886 pasien pada bulan Desember 2023. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden. Instrument penelitian lembar observasi dan kuisioner kepuasan pasien. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji spearman rho. Hasil Penelitian : Didapatkan sebagian besar mengalami waktu tanggap baik oleh perawat sebanyak 72 responden (75,8 %) dan pasien yang puas sebanyak 44 responden (46,3 %). Hasil analisis spearman rho didapatkan nilai p value sebesar 0,000 < α (0,05) artinya ada hubungan yang signifikan dengan korelasi positif antara waktu tanggap perawat dengan kepuasan pasien di UGD RS Balikpapan Baru Simpulan : Ada hubungan waktu tanggap perawat dengan kepuasan pasien di UGD RS Balikpapan Baru Kata kunci : Waktu tanggap, kepuasan pasien Kepustakaan : 35 (2014-2023

    4,702

    full texts

    4,951

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇