Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KIE DI APOTEK PURI FARMA SALATIGA
Tingkat kepuasan pasien dapat dilihat dari kinerja yang
diberikan oleh tenaga kefarmasian dan harapan yang dimiliki oleh pasien terhadap
pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pasien
terhadap pelayanan kefarmasian terkait dengan komunikasi, informasi dan edukasi
(KIE) yang diberikan oleh Apotek Puri Farma Salatiga.
Metode: Penelitian dilakukan secara observasional dengan desain cross-sectional
menggunakan kuesioner SERVQUAL terhadap 65 pasien dengan teknik purposive
sampling. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan skala Likert. Penelitian
dilaksanakan di Apotek Puri Farma Kota Salatiga pada bulan Juni 2024. Sampel
penelitian ini adalah pasien yang telah mendapatkan pelayanan komunikasi,
informasi dan edukasi (KIE) pada bulan Juni 2024. Analisis data menggunakan
analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square.
Hasil: Tingkat kepuasan diukur dengan lima dimensi yaitu tangible 85,2%,
reliability 82%, responsiveness 84,7%, assurance 85,5%, dan emphaty 84,2%.
Hubungan tingkat kepuasan dengan karakteristik pasien berdasarkan usia, jenis
kelamin, tingkat pendidikan dan pekerjaan yaitu tidak terdapat hubungan
hubungan yang signifikan.
Kesimpulan: Pelayanan KIE di Apotek Puri Farma Salatiga dinyatakan sangat
puas dan tidak terdapat hubungan antara tingkat kepuasan dengan karakteristik
pasien
UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK BIJI KEDAWUNG (Parkia timoriana (DC.) Merr.) SEBAGAI LARVASIDA PADA LARVA aedes aegypti
Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang
ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Upaya pengendalian vektor nyamuk ini
menjadi sangat penting untuk menekan penyebaran penyakit. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji efektifitas ekstrak biji kedawung (Parkia timoriana
(DC.) Merr.) sebagai larvasida pada larva Aedes aegypti.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan pada
7 kelompok yang terdapat 15 larva nyamuk Aedes aegypti, dimana terdapat 1
kelompok kontrol negatif dan 1 kelompok kontrol positif. Variabel independent
dalam penelitian ini adalah ekstrak biji kedawaung. Simplisia biji Kedawung di
ekstraksi maserasi. Berbagai konsentrasi ekstrak (0,1%, 0,2%, 0,3%, 0,4%, 0,5%)
diuji terhadap larva nyamuk Aedes aegypti selama 24 jam pengamatan. Data
dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis.
Hasil: Konsentrasi ekstrak kedawung (Parkia timoriana (DC.) Merr.)
berpengaruh terhadap mortalitas larva Aedes aegypti. Hasil skrining 24 jam
diperoleh mortalitas konsentrasi 0,1% dengan rata-rata sebesar 35,5%. 0,2%
sebesar 64,4%, 0,3% sebesar 68,8%, 0,4% sebesar 97,7% dan 0,5% sebesar 100%
dengan nilai LC 50 sebesar 0,15%.
Kesimpulan: Ekstrak biji kedawung (Parkia timoriana (DC.) Merr.) memiliki
efek larvasida terhadap larva Aedes aegypti dengan nilai LC 50 sebesar 0,15
PENGARUH VIDEO EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG BEYOND USE DATE (BUD) OBAT DI RW 04 KELURAHAN GEDANGANAK KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG
Pemahaman masyarakat tentang beyond use date masih sangat
rendah, diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang
BUD melalui pendekatan edukatif yang efektif. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang BUD sebelum dan setelah
menonton video edukasi BUD di RW 04 Kelurahan Gedanganak, Kecamatan
Ungaran Timur Kabupaten Semarang.
Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan one
group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat yang
berada di RW 04 Kelurahan Gedanganak Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten
Semarang sebanyak 114 responden menggunakan teknik Non Probability
Sampling dengan menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan
pada penelitian ini adalah lembar kuesioner dengan menggunakan skala guttman
“benar” dengan skor (1) dan jawaban “salah” dengan skor (0). Analisis data pada
penelitian ini adalah univariat dengan metode analisis deskriptif dan bivariat
dengan menggunakan uji wilcoxon.
Hasil: Berdasarkan populasi masyarakat RW 04 Kelurahan Gedanganak sebanyak
(78,9%) berjenis kelamin perempuan dan (21,1%) berjenis kelamin laki-laki.
Secara keseluruhan rata-rata tingkat pengetahuan masyarakat RW 04 Kelurahan
Gedanganak untuk pretest (55%) kategori kurang (42%) cukup dan (2,6%) baik.
Untuk posttest (8,8%) kategori kurang (48%) cukup dan (43%) baik. Hasil uji
wilcoxon menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest
dengan nilai p-value 0,001.
Simpulan: Video edukasi BU
Hubungan Peran Orang Tua Dengan Perilaku Hand Hygiene Pada Anak Usia Sekolah Di Desa Truko Kec. Bringin Kab. Semarang
Latar Belakang : Anak-anak usia sekolah mempunyai kebiasaan kurang
memperhatikan perlunya cuci tangan dalam kehidupan sehari-hari, terutama
ketika di lingkungan sekolah. Perilaku tersebut tentunya berpengaruh dan dapat
memberikan kontribusi dalam terjadinya penyakit diare. Cuci tangan merupakan
tehnik dasar yang paling penting dalam pencegahan dan pengontrolan penularan
infeksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran orang tua
dengan perilaku hand hygiene pada anak usia sekolah.
Metode : Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif korelasi
dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini 391 dan untuk sampel
pada penelitian ini adalah semua orang tua yang mempunyai anak usia 6-12 tahun
sebanyak 90 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random
Sampling.
Hasil : Sebagian besar peran orang tua mengajarkan 6 cara cuci tangan yang
benar cukup yaitu 48,8% , Perilaku hand hygiene pada anak menggosok ujung�ujung kuku tangan kanan dan tangan kiri dengan cara mengatupkan jari memutar
ketelapak tangan dan sebaliknya yaitu 62,2%. Hasil uji statistik chi squre
menunjukan nilai p: 0,021 (p<0,05).
Simpulan: Ada hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan perilaku
hand hygiene pada anak usia sekolah di desa Truko.(nilai p;0,021).
Kata kunci : Peran Orang Tua, Hand Hygiene, Anak usia Sekola
Hubungan Peran Ibu Dalam Pemberian Makan Anak Dengan Status Gizi Pada Anak Prasekolah Di Tk Pancasila Bandungan Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang
Latar Belakang : Gizi kurang dan gizi buruk merupakan masalah yang
butuh perhatian, karena dapat menimbulkan the lost generation. Kualitas
bangsa dimasa depan akan sangat dipengaruhi dengan keadaan status
gizi pada saat ini terutama pada anak, akibat gizi kurang pada anak akan
mempengaruhi kualitas hidupnya kelak. Peran orang tua sangat penting
dalam pemenuhan gizi pada anak, terutama ibu.Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui hubungan anatara peran ibu dalam pemberian
makan anak dengan kejadian gizi kurang pada anak prasekolah di TK
Pancasila Bandungan. Metode : Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan
pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini ada 38 anak
prasekolah di TK Pancasila Bandungan. Tehnik sampling pada penelitian
ini adalah total sampling dan diperoleh jumlah populasi sebesar 38 anak
prasekolah. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji chi
square. Hasil : hasil data didapatkan pada anak prasekolah yang mengalami gizi
kurang dengan peran ibu yang buruk dalam pemberian makan anak lebih
banyak, yaitu sebanyak 20anak (52,6%) dibandingkan anak yang tidak
mengalami gizi kurang dengan peran ibu yang baik dalam pemberian
makan anak, yaitu sebesar 18 anak (47,4%). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara peran ibu dalam pemberian
makan anak dengan kejadian gizi kurang pada anak prasekolah di TK
Pancasila Bandungan. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumber
referensi yang berhubungan dengan peran ibu dan juga kejadian gizi
kurang pada anak prasekolah. Kata Kunci : Peran Ibu, Pemberian Makan Anak, Gizi Kuran
Gambaran Pengetahuan Tentang Anemia Pada Remaja Putri Di Mts Al-Uswah Kabupaten Semarang
Latar Belakang: Anemia adalah suatu kondisi medis dimana jumlah sel darah merah atau
hemoglobin kurang dari normal. Menurut Kemenkes RI tahun 2016 target cakupan pemberian
Tablet Tambah Darah bagi remaja putri 30% pada tahun 2019.Upaya penanggulangan anemia
pada remaja yaitu menambah pengetahuan Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas)
tahun 2009, jumlah penduduk di Jawa Tengah dalah 33.561.468 jiwa dengan jumlah remaja
usia 12-17 tahun 3.878.474 jiwa. Di Indonesia prevelensi anemia pada remaja tahun 2013, yaitu
22%. Diketahuai bahwa pengetahuan remaja putri tentang anemia di jawa tengah tahun 2018
yaitu 22,8%.
Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang anemia pada
remaja putri di MTS AL – Uswah Kabupaten Semarang.
Metode: penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.
Populasi penelitian ini adalah siswi kelas VII dan VIII yang bersekolah di MTS AL – Uswah
Kabupaten Semarang sejumlah 72 responden dengan teknik pengambilan sampel simple
random sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner.Sedangkan analisis data dilakukan
dengan analisis univariat yang menghasilkan distribusi frekuensi.
Kesimpulan: penelitian ini adalah tingkat pengetahuan tentang anemia pada remaja putri kelas
VII dan VIII di MTS AL – Uswah Kabupaten Semarang adalah cukup sebanyak 33 responden.
Saran: Diharapkan memberikan dukungan kepada remaja putri,wus atau keluarga dalam
lingkup pengetahuan, informasi dan motivasi untuk melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin
(Hb) guna meningkatkan terutama deteksi dini anemia.
Kata kunci : Tingkat pengetahuan, konsumsi tablet tambah darah, remaja putri
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pemanfaatan Posyandu Lansia Di Desa Sekurau Jaya
Lаtаr Belаkаng: Posyandu Lansia merupakan pos pelayanaan terpadu yang ditujukan kepada masyarakat lanjut usia pada suatu wilayah tertentu agar mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik. Posyandu lansia bertujuan agar kesehatan lansia dapat terpelihara dan terpantau secara optimal. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pemanfaatan posyandu lansia adalah dukungan keluarga. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Puskesmas Long Gelang didapatkan data jumlah lansia ≥ 60 tahun per bulan Juni 2024 sebanyak 457 lansia dengan cakupan kunjungan ke posyandu lansia sebesar 58,2%. Sedangkan data jumlah lansia ≥ 60 tahun di Desa Sekurau Jaya per bulan Juni 2024 sebanyak 128 lansia dengan cakupan kunjungan lansia sebesar 60,9%. Penelitiаn ini bertujuаn untuk mengetаhui hubungan dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia di Desa Sekurau Jaya. Metode: Jenis penelitiаn menggunаkаn penelitiаn kuаntitаtif dengаn desаin penelitiаn deskriptif korelаsionаl dengаn pendekаtаn cross sectionаl. Populаsi penelitiаn аdаlаh seluruh lansia di Desa Sekurau Jaya dаn teknik pengаmbilаn sаmpel menggunаkаn propotionate random sampling sebаnyаk 57 orаng. Pengumpulаn dаtа menggunаkаn lembar kuesioner. Аnаlisis dаtа аdаlаh аnаlisis univаriаt dаn аnаlisis bivаriаt menggunаkаn uji fisher exact Hаsil: Gambaran dukungan keluarga lansia di Desa Sekurau Jaya dengan kategori baik yaitu 25 orang (43,9%) dan kategori kurang yaitu 32 orang (56,1%). Gambaran pemanfaatan posyandu lansia di Desa Sekurau Jaya dengan kategori memanfaatkan yaitu 24 orang (42,1%) dan kategori tidak memanfaatkan yaitu 33 orang (57,9%). Hasil uji statistik fisher exact diperoleh ρ value (0,000) < α (0,05) menunjukkan bahwa Ha diterima. Simpulаn: Terdаpаt hubungan antara dukungan keluarga dengan pemanfaatan posyandu lansia di Desa Sekurau Jaya.
Kаtа Kunci: Dukungan Keluarga, Pemanfaatan Posyandu Lansi
Efektivitas Pemberian Edukasi Mp-Asi Pada Ibu Bayi Usia 0-6 Bulan Di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat
Latar Belakang: : Pemberian MPASI di Indonesia belum sepenuhnya tepat dilakukan. Banyak ibu yang memberikan MP-ASI yang kurang tepat berkaitan dengan banyaknya balita yang tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan normal. Faktor pengetahuan ibu merupakan faktor penting dalam pencegahan kejadian stunting dimana stunting pada balita cenderung terjadi pada ibu yang memiliki pengetahuan yang kurang. Pengetahuan ibu yang baik mayoritas dapat memberikan MP-ASI yang tepat pada anaknya Oleh karena itu bayi memerlukan kebutuhan gizi yang cukup untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi MP-ASI Pada Ibu Bayi Usia 0-6 Bulan Di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental dengan pendekatan one group pretestposttest design dengan menggunakan teknik sampling Total sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan di Desa Nyatnyono. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan pemberian MP-ASI dan menggunakan media leaflet. Uji yang digunakan yaitu Uji Wilcoxon. Hasil: Pengetahuan Ibu memiliki peran penting dalam meningkatkan status kesehatan dan nutrisi anak. Penelitian ini juga membuktikan bahwa edukasi yang terstruktur akan signifikan meningkatkan pengetahan Ibu terlihat adanya peningkatan skor pengetahuan ibu. Kesimpulan: nilai signifikansi menghasilkan 0,000 sehingga p-value < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang bermakna antara skor pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan edukasi MP-ASI melalui media leaflet.
Kata Kunci : Edukasi MP-ASI, Tingkat Pengetahuan Ib
Gambaran Hasil Pemeriksaan Mean Arterial Pressure (MAP) Dan Body Mass Indeks (BMI) Pada Ibu Hamil Yang Melakukan Kunjungan ANC Di Praktik Mandiri Bidan Muzayarah Balikpapan
Lаtаr Belаkаng: Mean arterial pressure (MAP) dan body mass indeks (BMI)
merupakan skrining sederhana untuk deteksi dini preeklampsia selama trimester
pertama dan kedua. Skrining MAP dan BMI untuk deteksi dini preeklampsia sudah
diterapkan di Indonesia. Studi pendahuluan yang dilakukan di PMB Muzayarah
pada bulan November 2023 berdasarkan laporan diketahui dari 20 ibu hamil yang
ANC nilai MAP > 90 mg sebanyak 5 orang (25%) dan 7 orang (35%) memiliki BMI
tinggi.
Metode: Jenis penelitiаn kuаntitаtif deskriptif. Populаsi penelitiаn аdаlаh seluruh
ibu hamil trimester II yang melakukan ANC bulan Oktober-Desember tahun 2023.
Teknik pengаmbilаn sаmpel menggunаkаn total sаmpling sebаnyаk 40 orаng.
Pengumpulаn dаtа menggunаkаn master data. Аnаlisis dаtа univаriаt menggunаkаn
uji distribusi frekuensi persentase.
Hаsil: Frekuensi hasil pemeriksaan MAP pada ibu hamil dari 40 yang positif
sebanyak 26 orang (65%) dan negatif sebanyak 14 orang (35%). Hasil pengukuran
BMI diketahui 26 orang (65,0%) memiliki BMI normal, 10 orang (25,0%) dengan
BMI tinggi, 4 orang (10,3%) dengan obesitas.
Simpulаn: Berdasarkan hasil penelitian pemeriksaan MAP dan pengukuran BMI
sebagai pemeriksaan deteksi dini preeklamsia yang dapat dilakukan Bidan di PMB
dalam pelayanan ANC.
Kаtа Kunci:mean arterial pressure, body mass indek
Karakteristik Ibu Hamil Pre Eklamsia Di Rsud Kesesi Kabupaten Pekalongan
Latar Belakang: Pre eklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang
menyebabkan kematian ibu. Faktor penyebab pre eklamsia yang berkaitan dengan
karakteristik ibu hamil, seperti usia ibu, usia kehamilan, paritas, pendidikan,
pekerjaan, dan riwayat hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran karakteristik ibu hamil pre eklamsia di RSUD Kesesi kabupaten
Pekalongan.
Metode Penelitian: penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik
sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang
ibu hamil pre eklamsia. Instrumen menggunakan rekam medis. Hasil penelitian
dianalisis dengan analisa univariat
Hasil: karakteristik responden sebagian besar mengalami pre eklamsia ringan
(80,8%), kategori usia berisiko (57,7%), usia kehamilan trimester III (98,1%),
multipara (80,2%), tingkat pendidikan tamat SMA (65,4%), ibu rumah tangga
(61,5%), tidak ada riwayat hipertensi (90,4%)
Simpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik ibu hamil pre
eklamsia di RSUD Kesesi sebagian besar mengalami pre eklamsia ringan 80,8%,
kategori usia berisiko (> 35 tahun) 57,7%, usia kehamilan trimester III 98,1%,
mulitipara80,2%, tingkat pendidikan tamat SMA 65,4%, bekerja sebagai ibu
rumah tangga 61,5% dan tidak memiliki riwayat hipertertensi 90,4%. Diharapkan
rumah sakit dapat mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan
penanganan pre eklamsia.
Kata kunci : Ibu hamil, Karakteristik, Pre eklamsi