Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
Pengaruh Terapi Aroma Lavender Terhadap Penurunan Nyeri Pada Pasien Apendiktomi Di Rumah Sakit Restu Ibu
Latar Belakang: Pengelolaan nyeri yang efektif pasca operasi, seperti apendektomi, dapat mempercepat pemulihan pasien dan mengurangi durasi rawat inap, sehingga meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan. Salah satu teknik yang digunakan adalah aromaterapi. Meskipun demikian, terdapat kesenjangan dalam penelitian. Sebuah studi oleh Sue E. Brennan pada tahun 2022, berjudul “Effectiveness of aromatherapy for prevention or treatment of disease, medical or preclinical conditions, and injury: protocol for a systematic review and meta-analysis,” mengungkapkan bahwa tidak ada bukti jelas mengenai efektivitas aromaterapi dalam manajemen nyeri. Tujuan: Menganalisis pengaruh terapi lavender terhadap penurunan nyeri pada pasien post-apendiktomi di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan pre-test and post-test with control group. Dua kelompok diukur skala nyerinya sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) perlakuan. Hasil: Nilai signifikansi asimptotik (2-tailed) dan eksak adalah 0.000, menunjukkan p-value di bawah 0.05, menandakan perbedaan yang signifikan secara statistik. Ini mendukung hipotesis bahwa aromaterapi lavender efektif mengurangi nyeri pada pasien apendiktomi. Kesimpulan: Aromaterapi lavender berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri pasien apendiktomi dengan p-value 0.000
ANALISIS TINGKAT KEASAMAN DAN KANDUNGAN GIZI SOYGURT DENGAN PENAMBAHAN SARI BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus)
Soyghurt merupakan minuman fermentasi berbahan dasar susu
kedelai yang aman dikonsumsi untuk anti hiperkolesterolemia. Soyghurt dapat
memenuhi kebutuhan protein bagi masyarakat yang tidak bisa mengonsusmsi susu
hewani. Penambahan sari buah naga merah dapat meningkatkan daya terima dan
kandungan gizinya. Untuk mengetahui sifat soyghurt yang asam perlu dilakukan
uji keasaman dengan mengetahui pHnya, karena jika terlalu asam tidak baik untuk
kesehatan lambung.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keasaman dan
kandungan gizi soyghurt buah naga merah.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan yaitu desain eksperimental dan
dilakukan uji keasaman serta uji analisis kandungan gizi berupa energi, protein,
lemak dan karbohidrat.
Hasil : pH soyghurt buah naga merah disuhu ruang yaitu 3,85-0,98 selama 72 jam
penyimpanan, sedangkan pH pada soyghurt buah naga merah di penyimpanan
lemari es yaitu 3,85 – 4,46 selama 72 jam penyimpanan. Kandungan gizi soyghurt
buah naga merah per 100 ml yaitu 49,66 kkal, protein 4,35 gram, lemak 2,15 gram
dan karbohidrat 3,22 gram.
Simpulan : Soyghurt buah naga merah pada penyimpanan di suhu ruang memiliki
nilai pH lebih rendah atau lebih asam dari penyimpanan di lemari es. Soyghurt
buah naga merah mengandung rendah energi, tinggi protein dan rendah lemak
Gambaran Peran Guru Sekolah Dasar Dalam Pemberian Imunisasi Measles, Rubella (Mr) Di Wilayah Kerja Puskesmas Mendawai
Latar Belakang: Upaya mensukseskan capaian imunisasi Nasional khususnya Campak dan Rubella tidak dipungkiri harus didukung dan melibatkan semua lintas sektor maupun lintas program yang ada di lembaga pemerintahan maupun masyarakat, salah satu elemen penting ialah peran orang tua dan juga guru sekolah. Guru mempunyai peran besar dalam pelaksanaan Campak dan Rubella, sehingga diharapkan mempunyai pengetahuan, sikap, dan penerimaan yang baik terhadap imunisasi anak usia sekolah. Salah satu peran guru sekolah adalah memberikan informasi kepada orang tua atau wali murid tentang imunisasi campak – Rubella (MR). Pemberian imunisasi pada anak usia sekolah dasar adalah pemberian imunisasi lanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan terhadap penyakt campak, rubella, difteri, tetanus dan kanker serviks.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Gambaran Peran Guru Sekolah Dasar Dalam Pemberian Imunisasi Measles, Rubella (MR) di Wilayah Kerja Puskesmas Mendawai.
Metode: Metode yang digunakan Deskriptif Kuantitatif untuk membuat gambar atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif yang menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut. Penelitian menggunakan total sampling jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 66 orang. Hasil: Gambaran peran guru sebagian besar adalah peran baik sejumlah 54 responden (81,8%), dan yang memiliki peran kurang sejumlah 12 responden (18,2%).
Simpulan: Disarankan kepada pihak sekolah dalam memberikan informasi berupa penyuluhan dengan kerjasama puskesmas kepada masyarakat terutama orangtua yang memiliki anak untuk meningkatkan cakupan pemberian imunisasi Measles, Rubella (MR)
Penggunaan Auditory Stimuli Untuk Menurunkan Tingkat Ansietas Pada Pasien Dengan Acute Coronary Syndrome ( Acs) Di Rsud Dr. Gondo Suwarno
Latar belakang : Kecemasan pada pasien ACS yang tidak ditangani dengan baik akan memperburuk keadaan yang nantinya menimbulkan dampak berkelanjutan seperti depresi, gangguan tidur, risiko bunuh diri, dan menurunkan kualitas hidup pada pasien ACS. Kecemasan dapat dicegah dan dilakukan terapi distraksi yang dapat digunakan yakni dengan auditory stimulus.
Tujuan : mengetahui pengaruh auditory stimuli untuk menurunkan tingkat ansietas pada pasien Acute Coronary Syndrome (ACS) di RSUD Dr. Gondo Suwarno
Metode : metode desain pre-experimental dengan rancangan one group pre-test post-test design. populasi peneliian adalah semua pasien di Ruang ICU dan ruang rawat inap RSUD dr. Gondo Suwarno pada bulan Juli 2024. jumlah sampel sebanyak 13 pasien yang diambil dengan teknik purposive sampling. alat ukur kecemasan dengan menggunakan Beck Anxiety Inventory (BAI). analisa data bivariat dengan uji paired t test
Hasil : Gambaran karakteristik pasien acute coronary syndrome (ACS) di RSUD Dr. Gondo Suwarno sebagian besar responden berusia pada rentang dewasa akhir (36-45 tahun) sebanyak 9 responden (69.2%), mayoritas berjenis kelamin laki-laki sebanyak 7 responden (53.8%) dan berpendidikan terakhir SMA sebanyak 7 responden (53.8%), tingkat ansietas sebelum diberikan auditory stimuli sebagian besar mengalami kecemasan sedang, dan setelah diberikan terapi tingkat ansietas pasien sebagian besar mengalami kecemasan ringan yakni sejumlah 7 responden (53.8%). Ada perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan auditory stimuli terhadap tingkat ansietas pada pasien acute coronary syndrome (ACS) di RSUD Dr. Gondo Suwarno dengan p value 0.000
Kesimpulan : ada perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan auditory stimuli terhadap tingkat ansietas pada pasien acute coronary syndrome (ACS) di RSUD Dr. Gondo Suwarno.
Saran : Diharapkan perawat dapat memberikan terapi auditory stimuli sesuai dengan SOP pada seluruh pasien yang mengalami kecemasan tidak hanya pada pasien acute coronary syndrome (ACS
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN PROTEIN DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 3 UNGARAN KABUPATEN SEMARANG
Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan
menderita anemia dengan prevalensi 17%. Anemia disebabkan oleh beberapa
faktor salah satunya yaitu asupan protein.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara asupan protein dengan kadar hemoglobin
pada remaja putri di SMP Negeri 3 Ungaran Kabupaten Semarang.
Metode : Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu analitik
korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 88 sampel
dengan teknik pengambilan sampel adalah dysproporsionate random sampling.
Data asupan protein menggunakan lembar SQ-FFQ diolah dengan menggunakan
Nutrisurvey dan pengukuran kadar hemoglobin menggunakan alat
Hemoglobinometer Digital. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji
korelasi Pearson Product Moment (α=0,05).
Hasil : Asupan protein responden yaitu rata-rata 35 gram termasuk dalam
kategori kurang dan kadar hemoglobin responden yaitu rata-rata 13,50 g/dl
termasuk dalam kategori tidak anemia. Analisis bivariat menunjukkan bahwa
tidak ada hubungan antara asupan protein dengan kadar hemoglobin pada remaja
putri di SMP Negeri 3 Ungaran Kabupaten Semarang (p=0,676).
Simpulan : Tidak ada hubungan antara asupan protein dengan kadar hemoglobin
pada remaja putri di SMP Negeri 3 Ungaran Kabupaten Semarang
TINGKAT KESUKAAN NUGGET IKAN BETUTU (Oxyeleotris Marmorata) DENGAN PENAMBAHAN GEMBUS SEBAGAI MAKANAN TINGGI PROTEIN
Nugget merupakan makanan cepat saji yang memiliki tinggi protein
dan rendah serat, modifkasi nugget menggunakan bahan ikan betutu dan tempe gembus
dapat menjadikan produk yang tidak hanya mengandung tinggi protein akan tetepi juga
tinggi serat. Ikan betutu dan tempe gembus merupakan bahan makanan yang kurang
diminati oleh masyarakat, sehingga produk ini juga dapat meningkatkan pangan lokal
yang kurang diminati masyarakat menjadi pangan fungsional.
Tujuan : Mengetahui tingkat kesukaan dan kandungan protein nugget ikan betutu
(oxyeleotris marmorata) dengan penambahan gembus.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain eksperimental, perlakuan berupa
pembuatan tiga formulasi yang berbeda dengan perbandingan berat daging ikan : berat
gembus yaitu F1 (70% : 30 %), F2 (50% : 50%), dan F3 (30% : 70%). Selanjutnya
dilakukan analisis uji hedonik dengan 26 panelis tidak terlatih. Formula yang memiliki
skor uji hedonik tertinggi dilakukan uji analisis protein menggunakan metode kjeldahl.
Hasil : Formula 1 memiliki rata-rata skor uji hedonik tertinggi yaitu sebesar 92% pada
parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur kemudian berdasarkan hasil rata-rata uji
protein yaitu sebesar 22% per 100 gram.
Simpulan : Formulasi 1 merupakan formulasi terbaik paling disukai dengan skor rata-
rata sebesar 92% dengan nilai kandungan protein per 100 gram sebesar 22% telah
memenuhi syarat mutu SNI 7758-2013
GAMBARAN DAYA TERIMA SIKLUS MENU KE 5 MAKAN SIANG LAUK NABATI DAN SAYUR PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT QIM KABUPATEN BATANG
Latar Belakang : Daya terima makanan dapat di lakukan dengan melihat sisa
makanan dan analisis sensorik pada produk makanan untuk mengukur tingkat kesukaan
terhadap makanan yaitu uji hedonic melalui rasa, aroma, warna tekstur, penampilan.
Tujuan Penelitian : hubungan daya terima siklus menu ke 5 makan siang lauk
nabati dan sayur pada pasien rawat inap di Rumah Sakit QIM Batang.
Metode : Penelitian ini bersifat observasional di bidang gizi institusi dengan
pendekatan cross-sectional yaitu penelitian mengidentifikasi variabel independen
terhadap variabel dependen pada waktu bersamaan
Hasil penelitian : Hasil diketahui bahwa gambaran sisa lauk nabati menu ke 5
makan siang memiliki sisa makan lauk bersisa serta hasil sisa sayur menu ke 5 makan
siang bersisa (>20%). Hasil uji hedonic lauk nabati menu ke 5 makan siang pada pasien
rawat inap diketahui pada variabel warna sebagian besar menyatakan suka, aroma
sebagian besar menyatakan suka serta rasa sebagian besar responden menyatakan suka.
Variabel tekstur sebagian besar responden menyatakan suka Hasil uji hedonic sayur menu
ke 5 makan siang diketahui bahwa untuk hasil uji hedonik lauk nabati pada variabel
warna sebagian besar menyatakan suka, aroma sebagian besar menyatakan suka serta
variabel rasa sebagian besar responden menyatakan biasa Variabel tekstur sebagian besar
responden menyatakan biasa. Hasil daya terima lauk nabati menu ke 5 makan siang pada
pasien rawat inap di Rumah Sakit QIM Batang diketahui sebagian besar memiliki sisa
lauk baik.
Simpulan: Gambaran daya terima dengan sisa lauk nabati menu ke 5 makan
siang daya terima dengan sisa sayur menu ke 5 makan siang pada pasien rawat inap di
Rumah Sakit QIM Batang sebagian besar baik.
Kata Kunci : daya terima siklus menu ke 5 makan siang lauk nabati dan sayu
Analisis Mutu Pelayanan Pemeriksaan Umum Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Kaliangkrik
Latar Belakang: Disebuah pelayanan kesehatan mutu pelayanan merupakan menjadi aspek yang krusial. Mutu pelayanan merupakan salah satu alat untuk mengukur keberhasilan kualitas pelayanan kesehatan dan berkaitan erat dengan kepuasan. Menurut penelitian dari Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial disebutkan bahwa kualitas mutu pelayanan primer masih belum mencapai target. Apabila kualitas mutu pelayanan tidak dapat memenuhi kepuasan pasien maka layanan tersebut akan ditinggalkan oleh masyarakat. Maka, puskesmas sebagai pelayanan kesehatan primer dituntut untuk meningkatkan mutu sesuai standar dan kode etik penyelenggaraan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan pemeriksaan umum dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Kaliangkrik.
Metode:.Penelitian ini menggunakan desain analitik deskriptif pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah rata-rata pasien rawat jalan per bulan tahun 2024 yang mengunjungi dan mendapat pelayanan pemeriksaan umum dengan teknik pengambilan sampel Kuota Sampling dan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuisioner. Analisis data menggunakan analisis data univariat dan bivariat.
Hasil: Berdasarkan penelitian diperoleh nilai p value mutu dengan kepuasan adalah 0,000<0,05, nilai p value hubungan mutu tangible dengan kepuasan adalah 0,003<0,05, nilai p value hubungan mutu reability dengan kepuasan adalah 0,002<0,05, nilai p value hubungan mutu responsiveness dengan kepuasan adalah 0,002<0,05, nilai p value hubungan assurance dengan kepuasan adalah 0,000<0,05, nilai p value hubungan emphaty dengan kepuasan adalah 0,008<0,05.
Simpulan: Ada hubungan antara mutu pelayanan pemeriksaan umum berdasarkan mutu tangible, reability, responsiveness, assurance, emphaty dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Kaliangkrik. Peningkatan mutu berkelanjutan diperlukan agar meningkatkan kepuasan pasien
Gambaran Karakteristik Ibu Hamil Yang Mengalami Kekurangan Energi Kronik (Kek) Di Wilayah Puskesmas Gebang
Latar belakang : Kelompok ibu hamil rentan tehadap permasalahan kekurangan gizi di Indonesia. Permasalahan gizi yang paling umum dialami oleh ibu hamil adalah anemia dan Kurang Energi Kronik (KEK), kelompok ini paling mudah
menderita gangguan kesehatan atau rentan karena kekurangan gizi. Hal ini berdampak terhadap kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi serta kualitas bayi yang dilahirkan. Kondisi ibu hamil Kurang Energi Kronik (KEK) berisiko menurunkan kekuatan otot yang membantu proses persalinan, sehingga dapat mengakibatkan terjadinya partus lama dan perdarahan pasca salin, bahkan kematian ibu. Risiko pada bayi dapat mengakibatkan terjadi kematian janin (keguguran), premature, lahir cacat, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) bahkan kematian bayi. Penelitian ini dilakukan pada ibu hamil di area kerja Puskesmas Gebang, Mayoritas masyarakat Gebang bermata pencaharian sebagai nelayan, sehingga pendapatan bergantung dari hasil laut dengan tingkat pendidikan, penghasilan kelarga, kualitas gizi yang rendah maka diperlukan kajian dalam mengukur karakteristik Usia ibu hamil, Usia kehamilan, Paritas, Pendidikan, Pekerjaan dan Pendapatan.yang mengalami KEK sehingga dapat dijadikan populasi kunci dalam evaluasi dan pelayanan kebidanan di periode berikutnya.
Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan mengamati data sekunder terkait ibu hamil yang tersedia di Puskesmas Gebang.
Hasil : Hasil penelitian terhadap 145 data ibu hamil yang mengalami KEK pada tahun 2023 menunjukan hasil tertinggi sebagai berikut: usia 26-30 tahun 45±31,03%, Usia kehamilan 6-10 minggu 61±42,07%, Populasi paritas multipara 81 ±55,86%, Jenjang pendidikan Sekolah Dasar 49±33,79%, Profesi ibu rumah tangga 128±88,27%, Pendapatan keluarga ±1.500.000 127±87,59%.
Simpulan : Kesimpulan penelitian ini adalah kakrateristik ibu hamil yang mengalami kejadian Kurang Energi Kronik berkaitan dengan dominasi populasi kelompok paritas multipara, tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, usia kehamilan yang rendah namun berada pada rentang usia produktif sehingga di perlukan upaya peningkatan pengetahuan ibu hamil dan keluarga terhadap kualitas gizi oleh Puskesmas Gebang
Gambaran Body Image Pada Wanita Menopause Di Desa Gogik Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang
Latar belakang: Menopause adalah berhentinya abadi menstruasi yang dihasilkan dari hilangnya aktivitas hormonal ovarium. Data lain menunjukkan bahwa sekitar 80% wanita mengalami setidaknya satu gejala menopause, dan 45% ditemukan pada wanita menopause dengan usia rata-rata saat mengalaminya adalah 52 tahun, atau dalam rentang usia 50-60 tahun. di Desa Gogik Kecamatan Unggaran Barat pada bulan April 2024 terhadap 10 ibu menopause didapatkan bahwa 60% ibu memiliki gambaran diri seperti kurang percaya diri dengan berat badan sekarang, merasa tidak cantik lagi dan sering kelelahan saat beraktifitas karena dipengaruhi oleh perubahan-perubahan fisik yang menjadi tidak menarik.
Tujuan: Untuk mengetahui gambaran gambaran body image pada wanita menopouse di desa gogik kecamatan ungaran barat kabupaten semarang
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sampel dari penelitian ini adalah ibu menopouse yang mengikuti posyandu di desa gogik kecamatan ungaran barat kabupten semarang yaitu sebanyak 50 responden.
Kesimpulan: Dari kesimpulan yang diketahui bahwa dari 50 responden didapatkan 32 (64%) responden dengan evaluasi penampilan positif dan 18 (36%) responden dengan evaluasi penampilan negatif, 27 (54%) responden dengan orientasi penampilan positif dan 23 (46%) responden dengan orientasi penampilan negatif, 30 (60%) responden dengan kepuasan terhadap bagian tubuh positif dan 20 (40%) responden dengan kepuasan terhadap bagian tubuh negatif, bahwa dari 50 responden didapatkan 33 (66%) responden dengan kecemasan menjadi gemuk positif dan 17 (34%) responden dengan kecemasan menjadi gemuk negatif, 28 (56%) responden dengan pengkategorian ukuran tubuh positif dan 22 (44%) responden dengan pengkategorian ukuruan tubuh negatif