Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    4951 research outputs found

    HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ANEMIA DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI UPT PUSKESMAS MOYO HULU KABUPATEN SUMBAWA

    Get PDF
    Latar Belakang : Prevelensi anemia pada ibu hamil di Indonesia masih meningkat dan relative tinggi. Sehingga anemia yang dialami ibu hamil masih menjadi sebuah permasalahan kesehatan masyarakat Indonesia. Menurut temuan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, anemia saat ini dialami oleh 48,9% ibu hamil di Indonesia, naik dari sebelumnya 37,1%. Wanita hamil berusia 15 hingga 24 tahun menyumbang 84,6% kasus anemia untuk penyebab kematian ibu pada tahun 2021 sisabkan oleh COVID-19 sebanyak 85,2%, pendarahan, 37,1%, hipertensi dalam kehamilan 30,7%, jantung 9,5%, infeksi 5,9% gangguan metabolik 2,2% , gangguan sistem pendarahan 1,8%, abortus 0,4 dan lain-lain 37,4%. Kurangnya pengetahuan tentang anemia mempunyai pengaruh terhadap perilaku kesehatan ibu hamil dalam mencegah terjadinya anemia kehamilan. Ibu hamil yang mempunyai pengetahuan kurang tentang anemia dapat berakibat pada kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat besi selama kehamilannya, 12 kasus ibu hamil yang mengalami anemia pada trimester 1 sebanyak 6 orang, pada trimester 2 sebanyak 2 orang pada trimester 3 sebanyak 7 orang di puskemas moyo hulu ibu hamil yang baru pertama kali hamil atau belum mempunyai anak sebanyak 27 orang untuk ibu hamil yang memilliki 1 anak sebanyak 40 ibu hamil, ibu hamil yang memiliki 2 anak sebanyak 6 orang ibu hamil sedangkan yang memilki anak 3 sebanyak 1 orang ibu hamil. Tujuan Penelitian : Mengatahui hubungan pengatahuan ibu hamil tentang anemia dengan kejadian anemia berdasarkan kriteria di UPT Puskesmas Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa. Metode : Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian Analitik Korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 74 responden ibu hamil, dengan jumlah sampel 74 responden. Teknik sampel menggunakan Total sampling. Intrumen ini menggunkan Kuesioner. Hasil : Uji bivariat dengan menggunakan Chi Square menunjukkanbahwa terdapat hubungan antara Tingkat pengetahuan dengan Kejadian Anemia dengan p-value sebesar 0,000. Responden yang memiliki Tingkat pengetahuan kurang baik juga cenderung berada pada Kejadian Anemia yaitu sebanyak 16 (21,6%) meskipun ada yang tidak mengalami anemia yaitu sebanyak 26 (35,1%) responden. Kesimpulan : hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara Tingkat pengetahuan dengan Kejadian Anemia di UPTD Puskesmas Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa, ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik cenderung lebih sedikit yang anemia dan sebaliknya ibu hamil yang pengetahuan kurang lebih banyak yang anemia

    HUBUNGAN STRESS DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DI DESA SADENG KECAMATAN GUNUNG PATI

    Get PDF
    Latar Belakang : Stres merupakan suatu kondisi pada individu yang tidak menyenangkan dimana dari hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya tekanan fisik maupun psikologis pada individu. Lansia yang mengalami stress dan gangguan tidur yaitu lansia yang memiliki permasalahan down syndrome,kesepian,ditinggal pasangan, dan ditinggal anak. Tidur merupakan keadaan tidak sadar saat seseorang dapat dibangunkan dengan rangsangan sensorik atau rangsangan lainnya dan merupakan suatu fenomena yang reparatif, restoratif, fisiologis dan sangat penting bagi tubuh. Kualitas tidur seseorang dipengaruhi oleh stres. Tidur merupakan rutinitas manusia yang sama pentingnya seperti halnya makan dan minum. Otak kita lebih cenderung bekerja daripada beristirahat ketika tidur. Tujuan: Mengetahui hubungan stress dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Sadeng Kecamatan Gunung Pati. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuesioner yang bersifat analitik dengan cara pengambilan data dengan pengamatan secara langsung kepada responden, dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu lansia 60 tahun ke atas dengan jumlah responden 76. Hasil Penelitian : Penelitian uji stastistik Chi-square dengan (p – 0,000 ataup<0,05) menunjukkan nilai p = 0,000 dengan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan : Adanya hubungan antara stress dengan kualitas tidur pada lansia di Desa Sadeng Kecamatan Gunung Pati. Saran: Diharapkan untuk peneliti selanjutnya dapat mencari pokok permasalahan lansia yang mengalami kesepian,ditinggal pasangan,dan ditinggal anak. Kata kunci : Stress, Kualitas Tidur, Hubunga

    Pengembangan Pelatihan Ecoprint Untuk Meningkatkan Kreativitas Pada Siswa Smk Kholiliyah Bangsri

    Get PDF
    Kompleksitas dan tantangan yang ditawarkan oleh era digital, guru memiliki peran dalam mengembangkan kreativitas menjadi fokus utama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengembangan pelatihan ecoprint untuk meningkatkan kreativitas siswa di SMK Kholiliyah Bangsri dan untuk mengetahui seberapa besar keefektifan pengembangan pelatihan ecoprint untuk meningkatkan kreativitas siswa di SMK Kholiliyah Bangsri. Metode yang digunakan dalam penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah Desain Eksperimen Semu (Quasi-ED) Pretest Posttest Control Group Design. Uji validitas produk dilakukan dengan menggunakan dua validator guru dengan metode wawancara dan pemberian angket validasi kelayakan produk. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji T. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kreasi kain ditunjukkan dengan perbedaan rata-rata nilai hasil belajar post-test menggunakan pelatihan ecoprint lebih besar daripada nilai rata-rata post-test menggunakan metode konvensional, hal tersebut dibuktikan dengan analisis uji t di peroleh harga t hitung > dari t tabel, sehingga dapat diartikan bahwa metode TAI dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil lainnya menunjukkan bahwa besar kefektifan pelatihan ecoprint dilihat dari peningkatan sebesar 73 lebih baik dari pada metode konvensional sebesar 83. Kata Kunci: Pelatihan, Ecoprint, Kreativita

    PENGELOLAAN GANGGUAN INTEGRITAS KULIT DAN JARINGAN PADA PASIEN ULKUS DIABETIKUM DENGAN PERAWATAN LUKA MODERN DI RSUD dr. GUNAWAN MANGUNKUSUMO AMBARAWA

    Get PDF
    Diabtes mellitus merupakan sebuah penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak dapat memproduksi insulin secara cukup atau ketika tubuh tidak dapat memakai insulin yang dihasilkan oleh tubuh. Penderita diabetes Sebagian besar mengalami komplikasi salah satu yang terburuk yaitu 15% penderita diabetes mengalami ulkus diabetikum yaitu kerusakan integrtitas jaringan. Penderita diabetes dapat mengalami dengan terjadinya deformitas baik secara partial thickness atau sebagian dan juga full thickness atau keseluruhan. Deformitas dapat terjadi dibagian Integumen yang dapat meluas hingga ke jaringan tendon, otot, persendian atau tulang yang diakibatkan oleh hipergliklemi ulkus diabtetikum jika tidak ditangani sesegera mungkin dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah Tujuan: mencegah terjadinya infeksi pada luka ulkus, mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah dan memperbaiki atau mempertahankan luka Metode: jenis penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus yang menggambarkan suatu fenomena dengan menggunakan data yang akurat. Pendekatan yang digunakan dalam pengelolaan ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan evaluasi keperawatan. Hasil: hasil penelitian menunjukkan luas luka ulkus 16,5 cm2, kedalaman luka supervisial, stadium luka grade 1 dengan dasar luka berwarna kemerahan, pink pucat dan warna coklat kehitaman terdapat jaringan granulasi berwarna merah dan jaringan epitelisasi berwarna pink pucat, tidak terdapateksudat dan tidak ada bau. Perawatan luka dengan metode modern dresssing dengan balutan primer tulle grass dan secondary dressing menggunakan foam dressing. Simpulan: pengelolaan gangguan integritas kulit dan jaringan selama 3 hari perawatan dengan melakukan pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan. Respon hasil setelah tindakan yaitu gangguan integritas kulit dan jaringan tidak teratasi. luka diabetes mellitus tidak dapat hanya dengan dilakukan pada waktu yang singkat harus sabar dan berkesinambungan. Perawatan luka diabetes harus kombinasikan dengan menjaga pola hidup yang baik seperti makanan dan olahraga serta senantiasa memonitor kadar glukosa dara

    GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) PADA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS GUNUNG SARI ULU BALIKPAPAN

    Get PDF
    Latar Belakang: Inisiasi menyusu dini (IMD) merupakan proses menyusu yang dimulai segera setelah lahir dengan cara kontak kulit ke kulit antara bayi dengan ibunya dan berlangsung minimal 1 (satu) jam. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Gunung Sari Ulu Balikpapan didapatkan cakupan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada tahun 2020 sebesar 68,55% (194 dari 283 bayi), tahun 2021 sebesar 85,19% (184 dari 216 bayi), tahun 2022 sebesar 88,79% (190 dari 214 bayi) dan periode Januari-April 2023 sebesar 86,11% (62 dari 72 bayi). Hasil wawancara terhadap 10 ibu menyusui didapatkan 4 orang memahami pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), sedangkan 6 orang lainnya kurang memahami pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dimana ibu menyusui tidak bisa menyebutkan pengertian IMD dan manfaatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD) pada bayi baru lahir di Puskesmas Gunung Sari Ulu Balikpapan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bayi baru lahir di Puskesmas Gunung Sari Ulu Balikpapan dan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 72 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data adalah analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi persentase. Hasil: Analisis univariat menunjukan bahwa Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Pada Bayi Baru Lahir di Puskesmas Gunung Sari Ulu Balikpapan dengan kategori baik yaitu 27 orang (37,5%), kategori cukup yaitu 34 orang (47,2%) dan kategori kurang yaitu 11 orang (15,3%). Simpulan: Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup tentang inisiasi menyusu dini (IMD). Kata Kunci: Pengetahuan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

    Perbedaan Tekanan Darah Sebelum Dan Sesudah Diberikan Senam Lansia

    Get PDF
    Latar belakang : Tekanan darah merupakan salah satu parameter hemodinamik yang sederhana dan mudah dilakukan pengukurannya. Tekanan darah menggambarkan situasi hemodinamik seseorang saat itu. Salah satu penyakit gangguan hemodinamik dalam sistem kardiovaskuler yang banyak dialami oleh masyarakat yaitu hipertensi yang banyak menimbulkan komplikasi seperti stroke, jantung koroner, gagal ginjal dan pada sistem persarafan. rata-rata lansia yang berada di sekitar Puskesmas Banjarnegara 2 memiliki tekanan darah yang tergolong pada skala hipertensi 1. Tekanan darah yang tinggi meningkatkan resiko penderita akan rentan terhadap penyakit lainnya karena lansia memiliki imun yang semakin menurun sehingga dilakukan metode senam lansia untuk mencegah tingginya tekanan darah dan terserang penyakit lainnya karena kurangnya menjaga kesehatan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan senam lansia. Metode : Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan data kuantitatif yang didapatkan dari angka tekanan darah responden. Hasil tekanan darah responden didapatkan dari pre test dan post test menggunakan non parametrik dan analisisnya menggunakan uji beda. Hasil : terdapat perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan senam lansia di wilayah Puskesmas Banjarnegara 2 dengan nilai signifikan dari pre test pada post test 2 dibawah 0,050 yaitu sebesar 0,000. Hal tersebut didukung dengan adanya hasil pre test pada post test 1 dan post test 1 pada post test 2 yang masing-masing memiliki nilai signifikansi 0,000 dan 0,001 Saran : Diharapkan pihak Puskesmas dapat memberikan kegiatan rutinitas senam untuk lansia yang menderita hipertensi sehingga kondisi lansia semakin membaik

    GAMBARAN KARAKTERISTIK HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI KLINIK PRATAMA NOAH AROFAH TAHUN 2024

    Get PDF
    Lаtаr Belаkаng: Mual muntah lazim terjadi dalam kehamilan, sekitar 50% wanita hamil mengalami mual ringan saat bangun tidur sampai mual di sepanjang hari disertai dengan sedikit muntah, selama pertengahan pertama kehamilan. Umumnya keluhan mual muntah berkurang setelah minggu ke 12 sampai ke 14 kehamilan, bersamaan dengan kemampuan plasenta mengambil alih dukungan untuk perkembangan embrio. Namun mual dan muntah pada kehamilan dapat terjadi secara menetap dengan frekwensi muntah lebih dari 5 kali dalam sehari dan dapat disertai penurunan berat badan (>5% dari berat badan sebelum hamil) disebut juga dengan Hiperemesis Gravidarum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif desain Cross Sectional, dengan menggunakan data sekunder. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah Analisis Univariat. Populasi dan sampel adalah 67 orang ibu hamil yang mengalami hyperemesis gravidarum. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling. Hаsil: Gambaran karakteristik hiperemesis gravidarum berdasarkan umur responden yang lebih dominan mengalami hiperemesis gravidarum adalah di umur tidak beresiko (20-35) tahun sebanyak 42 orang (62,7%), dan beresiko (35 Thn) sebanyak 25 orang (37,3%). Pada paritas yang lebih dominan mengalami hiperemesis gravidarum adalah primigravida sebanyak 49 orang (73,1%), sedangkan yang multi sebanyak 18 orang (26,9%). Pada usia kehamilan responden yang lebih dominan mengalami hiperemesis gravidarum adalah di usia kehamilan 0-16 minggu sebanyak 41 orang (61,2%). yang > 16 minggu sebanyak 26 orang (38,8%). Kesimpulan: Dari hasil analisa dan pembahasan hasil penelitian, maka dapat di ambil kesimpulan : pada umur responden yang lebih dominan mengalami hiperemesis gravidarum adalah di umur 20-35 tahun sebanyak 42 orang (62,7%, pada paritas yang lebih dominan mengalami hiperemesis gravidarum adalah primigravida sebanyak 49 orang (73,1%), pada usia kehamilan responden yang lebih dominan mengalami hiperemesis gravidarum adalah di usia kehamilan 0-16 minggu sebanyak 41 orang (61,2%). Kata Kunci : Paritas, Umur, Usia Kehamilan, Hiperemisis Gravidaru

    PENGELOLAAN DEFISIT PENGETAHUAN MELALUI EDUKASI KESEHATAN PADA TODDLER DENGAN STUNTING DI DESA SENDANG REJO

    Get PDF
    Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan karena kurang konsumsi gizi dalam waktu yang cukup lama, biasanya terjadi karena asupan makanan yang tidak sesuai dnegan kebutuhan gizi pada anak. Kekurangan nutrisi bisa disebabkan karena kurangnya pengetahuan orang tua tentang nutrisi yang harus diberikan kepada anak toddler pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga anak menjadi kekurangan nutrisi. Tujuan dari penulisan ini untuk membantu memberikan deskripsi atau gambaran tentang pengelolaan defisit pengetahuan melalui edukasi kesehatan pada toddler dengan stunting di desa sendang rejo. Metode yang digunakan adalah memberikan pengelolaan berupa pendidikan kesehatan tentang gizi seimbang untuk anak toddler usia 3 tahun dalam memenuhi kebutuhan nutrisi yang seimbang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan pendekatan berupa metodologi keperawatan yang meliputi pengkajian, menegakkan diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. Hasil pengelolaan didapatkan ibu lebih mengerti dan memahami tentang nutrisi yang diberikan untuk anaknya. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan pasien mampu menjelaskan kembali gizi seimbang untuk anak usia 3 tahun. Saran bagi instansi kesehatan dapat menyediakan leaflet dan poster untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada pengunjung mengenai defisit pengetahuan pada orang tua yang memiliki anak usia toddler

    Gambaran Penerapan Keselamatan Pasien Oleh Perawat Instalasi Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Gondo Suwarno Ungaran

    Get PDF
    Latar Belakang : Patient safety menjadi acuan bagi seluruh rumah sakit di Indonesia untuk melakukan kegiatan guna menjadikan hal tersebut sebagai standar peningkatan mutu pelayanan. Kualitas serta keselamatan pasien dikala ini adalah salah satu tuntutan utama pengguna jasa layanan rumah sakit. Dampak yang diakibatkan dari insiden keselamatan pasien bermacam-macam salah satunya adalah menurunkan kepuasan pasien atas pelayanannya. Pelayanan yang bagus dan aman bisa menambah daya tarik bagi pelanggaran serta dapat memberikan pengaruh yang baik terhadap citra dari suatu sarana pelayanan Kesehatan. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran penerapan keselamatan pasien oleh perawat instalasi rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Gondo Suwarno Ungaran. Metode :Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk mempelajari korelasi antara factor-faktor resiko. Populasi dalam penelitian ini 120 perawat ruang rawat inap. Sampel pada penelitian ini ditentukan dengan teknik proposional random sampling dengan responden yang memenuhi kriteria berjumlah 55 responden yang bekerja di ruang rawat inap, alat ukur ini menggunakan kuesioner keselamatan pasien. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peran perawat sudah dalam kategori sangat baik dengan 54 responden dengan presentase 98.2% dari 55 responden Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan enam penerapan keselamatan pasien yakni dalam kategori sangat baik, hal tersebut menunjukkan bahwa perawat sudah menerapkan enam sasaran keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Gondo Suwarno Ungaran. Saran : Diharapkan responden dapat memertahankan peran keselamatan pasien dan melakukan keterampilan secara berkala untuk meningkatkan mutu asuhan keperawatan

    4,702

    full texts

    4,951

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇