Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    4951 research outputs found

    HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS PEGANDON KABUPATEN KENDAL JAWA TENGAH

    Get PDF
    Latar Belakang : Gula darah pada penderita DM yang tidak terkendali mengakibatkan peningkatan komplikasi, risiko rawat inap sehingga meningkatkan biaya perawatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi pengendalian gula darah adalah efikasi diri. Efikasi diri mendorong proses kontrol diri untuk mempertahankan perilaku yang dibutuhkan dalam mengelola perawatan diri pada penderita DM. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Pegandon. Metode : Jenis penelitian ini deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pegandon Kabupaten Kendal Jawa Tengah pada bulan Agustus 2023. Populasi dalam penelitian ini pasien DM dengan jumlah sampel sebanyak 89 orang yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil : Penderita DM sebagian besar mempunyai efikasi diri kategori tinggi (40,4%) dan mempunyai kadar gula darah kategori tinggi (52,8%). Ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Pegandon Kabupaten Kendal Jawa Tengah, dengan p value=0,000≤0,05. Simpulan : Ada hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Pegandon Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Saran : Penderita DM sebaiknya mengendalikan gula darah dengan mengelola asupan karbohidrat sesuai dengan yang direkomendasikan tenaga kesehatan. Kata Kunci : Kadar gula darah, Efikasi diri, Pasien Diabetes Melitus Kepustakaan : 45 (2014-2022

    GAMBARAN PENGETAHUAN KESIAPSIAGAAN BENCANA TANAH LONGSOR PADA SISWA SISWI SMP PGRI 02 KALORAN TEMANGGUNG

    Get PDF
    Latar belakang: Bencana suatu peristiwa yang disebabkan oleh faktor alam dan faktor non alam atau ulah manusia. Salah satu bencana di Indonesia yang berpotensi merusak lingkungan, merugikan harta benda, dan memakan korban jiwa adalah tanah longsor. Tanah longsor adalah perpindahan massa tanah atau batu pada arah tegak, mendatar atau miring dari kedudukan semula. Kesiapsiagaan bencana merupakan bagian dari manajemen bencana dan diartikan sebagai kesiapan seluruh lapisan masyarakat untuk mengenali ancaman di lingkungan sekitar dan mengembangkan mekanisme dan metode untuk menghadapi bencana. Meningkatkan pengetahuan kesiapsiagaan sebelum terjadinya bencana merupakan komponen penting dalam kegiatan pengurangan risiko bencana yang pro-aktif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan disaster preparedness tanah longsor pada siswa siswi SMP PGRI 02 Kaloran Temanggung Metode: penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling sebanyak 34 siswa siswi. Data dikumpulkan dengan kuesinoer, setelah mendapatkan data, data di olah dengan menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian diperoleh bahwa pada aspek pengetahuan bencana tergolong pada kategori cukup, pada aspek pengetahuan rencana tanggap darurat, pengetahuan system peringatan bencana, dan pengetahuan mobilisasi sumber daya tergolong dalam kategori kurang. Saran: Diharapkan pihak sekolah dan pemerintah kabupaten Temanggung khusunya pihak terkait seperti BPBD, Dinas pendidikan, Dinas kesehatan bisa mengadakan penyuluhan/pelatihan pendidikan bencana tentang disaster preparedness tanah longsor untuk meningkatkan pengetahuan siswa siswi tentang disaster preparedness dalam upaya meningkatkan disaster preparedness tanah longsor di sekolah ataupun di masyarakat. Kata kunci: Pengetahuan, Kesiapsiagaan, Bencana Tanah Longso

    FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK SEDIAAN EMULGEL MINYAK SEREH WANGI (Cymbopogon nardus L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

    Get PDF
    Minyak sereh wangi mengandung senyawa flavonoid yang memilki potensi sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini memformulasikan minyak sereh wangi menjadi sediaan emulgel yang menghasilkan mutu fisik yang memenuhi syarat dan memiliki aktivitas antioksidan. Metode Penelitian: Sediaan emulgel dibuat menjadi 3 formula dengan konsentrasi minyak sereh wangi yang berbeda, FI (1%), FII (3%), dan FIII (5%). Uji mutu fisik meliputi organoleptis, homogenitas, tipe emulsi, viskositas, daya lekat, daya sebar, dan pH. Penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Analisis data menggunakan SPSS yaitu anova, dan post hoc. Hasil penelitian: Hasil uji organoleptis, ketiga sediaan memiliki warna putih kekuningan, bau khas minyak sereh, dan tekstur kental. Uji homogenitas, ketiga sediaan menunjukkan hasil yang homogen. Pada uji tipe emulsi, ketiga formula menunjukkan hasil tipe emulsi minyak dalam air (M/A). Rata-rata hasil uji viskositas, FI-FIII berturut-turut 13680±0,060; 23340±0,393; dan 32120±0,183 cPs. Analisis anova (0,000) dan post hoc (0,000) Rata-rata hasil uji daya lekat, FI- FIII (4,18±0,012; 4,27±0,026 dan 4,39±0,075 detik). Analisis anova (0,000) dan post hoc (0,000). Rata-rata hasil uji daya sebar FI-FIII berturut-turut 5,85±0,015; 5,76±0,020; dan 5,67±0,015 cm. Analisis anova (0,000) dan post hoc (0,000). Rata-rata hasil uji pH, FI-FIII berturut-turut 6,05±0,021;6,40±0,020;6,85±0,020. Analisis anova (0,000) dan post hoc (0,000). Rata-rata hasil nilai , FI-FIII berturut-turut 67,80±0,223; 59,39±0,732; dan 49,87±0,096 ppm. Analisis anova (0,000) dan post hoc (0,000). Kesimpulan: Konsentrasi minyak sereh wangi berpengaruh terhadap mutu fisik sediaan emulgel meliputi viskositas, daya lekat, daya sebar, dan pH, tetapi tidak berpengaruh terhadap organoleptis dan homogenitas, dan tipe emulsi. Rata-rata hasil nilai sediaan emulgel FI-FIII berturut-turut yaitu 67,80±0,223 (kuat), 59,39±0,732 (kuat), 49,87±0,096 (sangat kuat). Konsentrasi minyak sereh wangi yang menghasilkan sediaan emulgel antioksidan yang paling baik adalah konsentrasi 5 %

    GAMBARAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DM TYPE 2 DENGAN PENDEKATAN DIABETIC SELF MANAGEMEN EDUCATION (DSME) DI RSUD SULTAN IMANUDDIN PANGKALAN BUN

    Get PDF
    Latar belakang: Diabetic Self Management Education (DSME) mengintegrasikan lima pilar penatalaksanaan DM. Penatalaksanaan 5 pilar pengendalian DM meliputi diet, pengobatan farmakologi, latihan fisik, edukasi dan monitor kadar gula darah. Penyakit diabetes dapat dikendalikan dengan mengatur pola makan/diet yang seimbang. Perilaku tidak patuh terhadap diet yang ditetapkan merupakan salah satu penyumbang kegagalan pengobatan DM. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan diet pada pasien DM type 2 dengan pendekatan diabetic self managemen education (DSME) di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Metode:Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptip dengan pendekatan cross sectional study yaitu untuk mengetahui gambaran kepatuhan diet pada pasien DM type 2 dengan pendekatan diabetic self managemen education (DSME) di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun Hasil: Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien DM tipe 2 sebelum diberikan edukasi tentang diabetic self management education (DSME) sebagian termasuk dalam kategori tidak patuh sebanyak 28 responden (75,7%). Sedangkan gambaran tingkat kepatuhan diet pada pasien DM tipe 2 sesudah diberikan edukasi tentang diabetic self management education (DSME) sebagian responden termasuk dalam kategori patuh sebanyak 31 responden (83,8%). Saran: Untuk penelitian yang akan dating bisa dilakukan dengan memperpanjang pemberian intervensi masing-masing pilar pengelolaan DM secara rinci dengan desain penelitian yang lebih komprehensif misalnya kasus kontrol, atau quasy eksperimen. Kata kunci: DM Type 2, DSME, Kepatuhan Die

    GAMBARAN KEPATUHAN KEBERSIHAN TANGAN PETUGAS DI RSU BINA KASIH.

    Get PDF
    Latar Belakang: Angka infeksi terkait pelayanan kesehatan atau healthcare Associated Infections (HAIs) yang dulu disebut infeksi nosokomial merupkan salah satu masalah kesehatan di berbagai Rumah Sakit termasuk RSU Bina Kasih. Hal ini menunjukan bahwa HAIs yang ditimbulkan berdampak secara langsung sebagai beban Rumah Sakit dan pasien Angka infeksi di RSU Bina Kasih tahun 2022 didapatkan angka infeksi daerah operasi 2,9% isk 7,6% dan infeksi luka infus 1,2% perlu di ketahui salah angka kepatuhan yang masih rendah yaitu kepatuhan ,< 60% ,salah satu penyebab infeksi adalah tidak menerapkan prisip kewaspadaan Standar PPI salah satunya tidak menerapkan Kebersihan Tangan. Tujuan Penelitian: mengetahui Gambaran Kepatuhan Kebersihan Tangan petugas di RSU Bina Kasih Metode Penelitian: Metode yang di gunakana Dalam Penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif deskripsi dengan metode penelitian observasional dengan desain penelitian cross sectional. Adapun Sampel dalam penelitian berjumlah 120 responden yang terdiri dari semua petugas yang bekerja di RSU Bina Kasih pengambilan sebuah sampel dengan metode total sampling, serta uji statistic yang digunakan adalah uji uji univariat di dapatkan gambaran deskripsi dari penelitian. Hasil Penelitian: Dari 118 yang dilakukan penelitian responden yang dianalisis dengan Uji unvariat di dapatkan kepatuhan kurang ada 23 orang atau 19,5% keepatuhan cukup ada 53 orang atau 44,9% dan kepatuhan baik 42 orang atau 35,6% ,sedangkan kepatuhan 6 langkah cuci tang kepatuhan kurang 4 orang atau 3,4%, kepatuhan cukup 24 orang atau 20,3%, dan kepatuhan baik ada 90 atau 76,3%. Kesimpulan: Gambaran kepatuhan Kebersihan Tangan petugas di RSU Bina Kasih rata2 73,5% artinya kepatuhanya cukup sedangkan kepatuhan 6 langkah kebersihan tangan 85% Atau kategori kepatuahn baik. Kata Kunci: ,kepatuhan kebersihan tangan,kebersihan tangan

    HUBUNGAN FUNGSI MANAJEMEN KETUA TIM TERHADAP PELAKSANAAN SISTEM SKOR PERINGATAN DINI PADA PELAYANAN KEPERAWATAN DI RSUD dr. GONDO SUWARNO

    Get PDF
    Latar belakang: Pelayanan asuhan keperawatan yang bermutu membutuhkan peran aktif dari ketua tim. Ketua tim sebagai pelaksana fungsi manajemen perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, berperan sebagai fasilitator komunikasi dan kolaborasi antara perawat serta memberikan umpan balik asuhan keperawatan salah satunya pelaksanaan sistem skor peringatan dini agar dapat dilakukan secara terfokus dalam mengobservasi, menilai, mendeteksi dan merespon dengan cepat. Tujuan: mengetahui hubungan fungsi manajemen ketua tim dengan sistem skor peringatan dini. Metode: menggunakan desain penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cros sectional, populasi target adalah perawat di RSUD dr. Gondo Suwarno, jumlah sampel 60 perawat pelaksana menggunakan teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner fungsi manajemen ketua tim dan pelaksanaan sistem skor peringatan dini, telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas ulang. Analisa bivariat menggunakan Chi Square. Hasil: Fungsi manajemen ketua tim sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 45 (75%) kurang sebanyak 15 (25%), pelaksanaan sistem skor peringatan dini sebagian besar dalam kategori baik sebanyak 49 (81,7%) kurang sebanyak 11 (18,3%), Ada hubungan dengan korelasi antara fungsi manajemen Ketua Tim dengan pelaksanaan sistem skor peringatan dini dengan p value <0,001 sehingga nilai p < 0.05. Saran: Diharapkan ketua tim perawat dapat meningkatkan fungsi manajemen secara komperhensif dalam pelaksanaan sistem skorperingatan dini. Kata kunci : fungsi manajemen Ketua Tim, pelaksanaan sistem skor peringatan dini

    KARAKTERISTIK FISIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NANOLIPOSOM MINYAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera Seed Oil)

    Get PDF
    Minyak biji anggur mengandung senyawa fenolik diantaranya yaitu flavonoid, karotenoid, asam fenolik, tanin, dan asam galat yang memiliki sifat antioksidan dan anti aging. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan minyak biji anggur menjadi nanoliposom dan mengevaluasi karakteristik fisik serta aktivitas antioksidan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimental. Variasi bobot minyak biji anggur yang digunakan yaitu 1 gram (F1), 2 gram (F2) dan 4 gram (F3). Evaluasi yang dilakukan meliputi organoleptik, pH, ukuran partikel, indeks polidispersitas dan aktivitas antioksidan IC50 metode DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhydrazil). Hasil: Karakteristik fisik organoleptik nanoliposom (F1) cair berwarna putih, (F2) cair berwarna kekuningan, dan (F3) agak kental dengan warna putih kecoklatan. Nanoliposom memenuhi syarat uji pH (F1) 7,67±0,10; (F2) 7,58±0,17; dan (F3) 7,58±0,02. Ukuran partikel (F1) 10,91±0,52 nm; (F2) 9,92±2,15 nm dan (F3) 11,03±0,42 nm. Indeks polidispersitas (F1) 0,380±0,01; (F2) 0,398±0,18 dan (F3) 0,591±0,02. Nilai rata-rata IC50 yang dihasilkan (F1) 130,27±19,84 ppm; (F2) 63,01±0,19 ppm, dan (F3) 18,90±0,27 ppm. Kesimpulan: Variasi bobot minyak biji anggur dalam formula nanoliposom memberikan pengaruh yang signifikan terhadap organoleptik (warna), indeks polidispersitas, dan pH sediaan nanoliposom, tetapi tidak berbeda signifikan pada ukuran partikel. Variasi bobot minyak biji anggur memberikan pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas antioksidan nanoliposom

    GAMBARAN SIKAP TENAGA KESEHATAN WANITA PADA PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) DI RUMAH SAKIT BALIKPAPAN BARU

    Get PDF
    Latar belakang: Salah satu penyebab kematian utama di dunia adalah kanker. Kanker payudara menempati urutan tertinggi dalam jumlah kasus kanker sekaligus menjadi penyebab kematian terbesar akibat kanker di dunia setiap tahunnya. Deteksi dini merupakan suatu langkah yang sangat penting untuk mengurangi tingkat kematian karena kanker payudara. Deteksi dini ini dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Tujuan: penelitian ini untuk gambaran sikap tenaga kesehatan wanita pada pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) di Rumah Sakit Balikpapan Baru. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan wanita yang terdaftar di Rumah Sakit Balikpapan Baru dengan jumlah sebanyak 150 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling yaitu random sampling yaitu dengan mengambil anggota populasi sebanyak 60 responden. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa kuesioner untuk mengukur sikap pada SADARI. Hasil: Tenaga kesehatan wanita dengan sikap kategori baik pada pemeriksaan SADARI sebanyak 36 orang (60%), tenaga kesehatan wanita dengan sikap kategori cukup pada pemeriksaan SADARI sebanyak 20 orang (33,3%) dan tenaga kesehatan wanita dengan sikap kategori kurang pada pemeriksaan SADARI sebanyak 4 orang (6,7%). Mayoritas tenaga kesehatan wanita memiliki sikap yang baik pada pemeriksaan SADARI Saran: Diharapkan untuk tetap dilakukan upaya peningkatan gambaran sikap tenaga kesehatan tentang pemeriksaan SADARI untuk mencegah terjadinya kanker payudara. Kata kunci: Sikap pemeriksaan SADAR

    KEEFEKTIFAN PENGOBATAN SIMVASTATIN DAN FENOFIBRATE TERHADAP KADAR LOW DENSITY LIPOPROTEIN CHOLESTROL DAN TRIGLISERIDA PADA PASIEN DISLIPIDEMIA DI RSUD DABO KEPULAUAN RIAU

    Get PDF
    Dislipidemia dapat diartikan sebagai kelainan metabolisme lipid yang ditandai penurunan maupun peningkatan profil lipid dalam plasma. Simvastatin dan fenofibrate adalah obat hiperlipidemia yang berbeda golongan tetapi menurunkan kadar Low Density Lipoprotein Cholesterol (LDL-c) dan Trigliserida (TG). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pengobatan simvastatin dan fenofibrate terhadap kadar LDL-c dan TG pada pasien dislipidemia di RSUD Dabo. Metode: Penelitian ini dilakukan secara non eksperimental dengan mengumpulkan data rekam medis. Sampel penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 60 pasien. Analisis data menggunakan uji statistik independent sample test. Hasil: Berdasarkan 60 pasien dislipidemia sering terjadi pada usia 61-70 tahun sebanyak (35,00%). jenis kelamin pasien laki – laki sebanyak (41,66%) dan pasien perempuan sebanyak (58,34%). Pada penurunan kadar LDL-c pengobatan simvastatin dan fenofibrate didapatkan nilai (p value 0,370) sedangkan pada penurunan kadar TG pengobatan simvastatin dan fenofibrate didapatkan nilai (p value 0,819). Simpulan: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara keefektifan pengobatan simvastatin dan fenofibrate dalam penurunan kadar LDL-c dan TG di RSUD Dabo (p&gt;0,05)

    TINGKAT KEPUASAN RESPONDEN TERHADAP SWAMEDIKASI DI APOTEK RESTA FARMA KECAMATAN TUNTANG

    Get PDF
    Swamedikasi atau pengobatan mandiri merupakan upaya seseorang untuk mencari pengobatan sendiri untuk penyakitnya tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Apotek dalam melakukan pelayanan swamedikasi harus menjaga mutu pelayanan, obat serta jasa yang diberikan kepada pasien. Tujuan penelitian untuk menganalisa tingkat kepuasan responden dan hubungan karakteristik responden terhadap kepuasan swamedikasi di Apotek Resta Farma Kecamatan Tuntang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif secara deskriptif dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel secara purposive sampling. Penelitian dilakukan di Apotek Resta Farma sebanyak 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Tingkat kepuasan responden dianalisis menggunakan persentase dan skala likert. Analisis hubungan karakteristik dengan tingkat kepuasan menggunakan uji chi-square dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil: Tingkat kepuasan responden di Apotek Resta Farma Kecamatan Tuntang terhadap pelayanan swamedikasi masuk dalam kategori sangat puas pada setiap dimensi yaitu dimensi empathy 92,6%, dimensi tangible 91,04%, dimensi assurance 90,2%, dimensi reability 84,03%, dan dimensi responsiveness 82,16%. Hasil uji chi-square menunjukan bahwa kepuasan swamedikasi memiliki hubungan dengan pendidikan responden (p =0,001), dan tidak memiliki hubungan dengan jenis kelamin (p = 0,323) , usia ( p = 0,431) dan pekerjaan (p = 0,200). Simpulan: Tingkat kepuasan responden masuk dalam kategori sangat puas pada setiap dimensi dan terdapat hubungan antara pendidikan dengan kepuasan sebaliknya tidak terdapat hubungan jenis kelamin, usia, dan pekerjaan terhadap kepuasan swamedikasi

    4,702

    full texts

    4,951

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇