Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
Pengaruh Mobilisasi Diniterhadap Nyeri Pada Pasien Post Sectio Caesarea (Sc) Di Bangsal Nifas Rsud Merah Putih Kabupaten Magelang
Latar Belakang: Sectio caesarea yaitu suatu upaya persalinan dengan prosedur operasi melalui teknik membuat insisi di dinding abdomen dan uterus guna mengeluarkan bayi dengan berat janin lebih dari 1000 gr atau umur kehamilan > 28 minggu. Pasien pasca operasi section caesarea biasanya merasakan berbagai ketidaknyamanan salah satunya nyeri. Ketidaknyamanan seperti rasa nyeri dari insisi abdominal dan efek samping dari anestesi. Salah satu cara untuk memperlancar sirkulasi darah agar mempercepat penyembuhan luka adalah dengan melakukan mobilisasi dini. Latihan mobilisasi dini bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah, mencegah tromboemboli, kekakuan otot pembedahan, menstimulasi kembali fungsi gastrointestinal dan memicu penurunan nyeri. Kurangnya perilaku mobilisasi dini dapat dilakukan upaya oleh seorang tenaga kesehatan yaitu dengan memberikan konseling dan informasi tentang manfaat mobilisasi dini pada ibu post sectio caesarea. Penelitian ini dilakukan dibangsal nifas RSUD Merah Putih sejumlah 30 pasien.
Metode: Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan sebelum dan sesudah dilakukan tindakan mobilisasi dini. Sampel diambil menggunakan consequtive sampling dengan jumlah 15 orang untuk tiap kelompok. Data diuji dengan T test.
Hasil: Uji T Dependen, dan hasilnya menghasilkan nilai t hitung (2,012) t tabel (2,145) dan nilai p (0,064) > (0,05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ibu pasca-SC mengalami tingkat nyeri yang berbeda secara signifikan sebelum dan setelah mobilisasi dini.Nilai sig diketahui sebesar 0,032 < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel independen dan variabel dependen.
Simpulan: Sehingga dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh penggunaan mobilisasi dini terhadap skala nyeri. Artinya dengan mobilisasi dini dapat berpegaruh terhadap skala nyeri pada saat sebelum dan sesudah. Mobilisasidini salah satu alternatif yang dapat dilakukan ibu Post Sc untuk mempercepat penyembuhan luka dan memicu penurunan nyeri
GAMBARAN KEPUASAN PASIEN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD DR. GONDO SUWARNO TAHUN 2023
Latar Belakang: Sebagai sistem jaminan kesehatan nasional, BPJS diharapkan
dapat memberikan layanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Namun, masih
banyak permasalahan yang timbul di rumah sakit atau Puskesmas terkait pelayanan
kepada pasien yang menggunakan JKN. Tingkat kepuasan pasien yang merupakan
peserta JKN terhadap layanan kesehatan di RSUD dr. Gondo Suwarno pada bulan
Mei 2023, didapati bahwa terdapat tingkat ketidakpuasan sebanyak 123 pelanggan.
RSUD dr. Gondo Suwarno memiliki rating kepuasan pasien terendah dengan angka
2,9. Berdasarkan beberapa studi awal, dapat disimpulkan bahwa masih ada
ketidakpuasan dari pasien terhadap penggunaan dan penerimaan layanan kesehatan
di RSUD dr. Gondo Suwarno. Buruknya manajemen rumah sakit dan kualitas
pelayanan medis bagi peserta JKN diidentifikasi menjadi penyebab kerugian, baik
bagi rumah sakit maupun pasien. Pasien yang tidak puas dengan suatu layanan
sebenarnya diam-diam memilih ke layanan pesaing. Hal ini menunjukkan bahwa
diamnya pasien merupakan pertanda buruk bagi rumah sakit. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien JKN di Poli Penyakit Dalam RSUD
Dr. Gondo Suwarno tahun 2023.
Metode: Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain deskrriptif dengan
pendekatan survey. Sampel pada penelitian ini berjumlah 95 responden dengan
menggunakan metode quota sampling. Pengumpulan data dengan wawancara,
observasi dan lembar kuesioner serta menggunakan analisa univariat.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden puas dengan
pelayanan di RSUD dr. Gondo Suwarno (95,8%) dan 4,2% responden menyatakan
kurang puas dengan pelayanan di RSUD dr. Gondo Suwarno dan dianggap
menjalankan Janji Layanan JKN dengan memberikan pelayanan yang mudah, cepat
dan setara.
Simpulan: Sebagian besar responden merasa puas dalam aspek aksebilitas
(mudahnya akses lokasi dan informasi). Dan sebagian masih merasa kurang puas
dalam aspek pelayanan (waktu tunggu dan ketepatan jadwal dokter poliklinik).
Kata Kunci: Status Kepesertaan, Kepuasan Pasien, Rumah Saki
Gambaran Tingkat Pengetahuan Pasangan Usia Subur Tentang Kb Iud Di Puskesmas Kampung Biduk
Latar Belakang: IUD (Intra Uterin Device) adalah alat kontrasepsi yang ditempatkan di dalam rahim yang berjangka panjang dapat sampai 10 tahun dan dapat dipakai oleh semua usia perempuan usia reproduksi. Salah satu faktor yang mempengaruhi pemakaian KB IUD adalah pengetahuan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Kampung Biduk didapatkan jumlah wanita usia subur (WUS) pada tahun 2022 di RT 01-04 sebanyak 448 orang dan akseptor KB IUD sebanyak 7 orang. Sedangkan jumlah wanita usia subur (WUS) pada tahun 2023 di RT 01-04 sebanyak 450 orang dan akseptor KB IUD sebanyak 7 orang. Hasil wawancara menemukan pasangan usia subur yang kurang mengerti tentang KB IUD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasangan usia subur tentang KB IUD di Puskesmas Kampung Biduk. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh pasangan usia subur di Puskesmas Kampung Biduk sebanyak 450 orang dengan teknik purposive sampling diperoleh 82 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner adopsi. Analisis data adalah analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi persentase.
Hasil: Analisis univariat menunjukan bahwa gambaran tingkat pengetahuan pasangan usia subur tentang KB IUD di Puskesmas Kampung Biduk dengan kategori baik yaitu 18 orang (22%), kategori cukup yaitu 56 orang (68,3%) dan
kategori kurang yaitu 8 orang (9,7%).
Simpulan: Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup tentang KB IUD, diharapkan pihak puskesmas memberikan penyuluhan tentang KB IUD secara berkelanjutan sehingga meningkatkan pengetahuan psangan usia subur tentang KB IUD
Gambaran Penanganan Dismenore Dan Pengetahuan Penanganan Dismenore Menggunakan Kompres Hangat Pada Siswi Smpn 1 Long Ikis
Latar belakang: Berdasarkan systemic review World Health Organization (WHO), rata-rata insidensi terjadinya dismenore pada wanita muda antara 16,8– 81%. Ini menunjukkan bahwa pengetahuan mereka belum optimal terutama dalam hal penanganan nyeri untuk mengatasi disminore. Keterbatasan pengetahuan dan pemahaman ini dapat membawa remaja ke arah perilaku berisiko. Kompres hangat dapat mengatasi nyeri haid karena kompres hangat berfungsi untuk memperlancar sirkulasi darah.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penanganan dismenore dan pengetahuan penanganan dismenore menggunakan kompres hangat pada sisiwi SMP N 1 Long Ikis.
Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 44 responden.
Hasil: Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa sebagian besar remaja putri pada SMP N1 Long Ikis dalam penanganan dismenore cenderung bersikap positif (81,8%) dengan jumlah 36 orang, serta pengetahuan yang baik terhadap penanganan disminore yaitu sebanyak 31 siswa (70,45%). Dapat disimpulkan bahwa siswi SMP N 1 Long Ikis memiliki penanganan dismenore dan pengetahuan penanganan dimenore menggunakan kompres hangat cukup baik dan positif.
Saran: Edukasi dan sosialisasi yang lebih menarik terhadap remaja putri tentang penanganan dismenore menggunakan kompres hangat, sehingga menekan angka nyeri haid di kalangan dewasa muda
ANALISIS PENGARUH WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP (Dispensing Time ) RAWAT JALAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI FARMASI RSUD dr. H. SOEWONDO KENDAL TAHUN 2024
Waktu tunggu pelayanan resep mempengaruhi harapan pasien
terhadap pelayanan yang ada di rumah sakit khususnya pelayanan instalasi
farmasi rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh
lama waktu tunggu pelayanan resep obat racikan dan non racikan pada instalasi
farmasi rawat jalan terhadap kepuasan pasien di RSUD dr. H. Soewondo Kendal.
Metode : Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan
studi cross sectional. Didapatkan sampel sebanyak 200 responden. Metode
pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin. Data diolah
menggunakan analisis univariate dan bivariate menggunakan uji statistik chi
square.
Hasil : Waktu tunggu pelayanan obat racikan dan non racikan di instalasi farmasi
rawat jalan RSUD dr. H. Soewondo Kendal yang sesuai standar pelayanan
minimum sebesar 39,950% . Sedangkan kepuasan pasien di instalasi farmasi
rawat jalan RSUD dr. H. Soewondo Kendal dikategorikan dalam kategori puas
dengan persentase rata-rata sebesar 75.180% .
Simpulan : Pada uji statistik chi square diperoleh nilai p value = 0,056 dengan
nilai α = 0,05 yang berarti ada pengaruh antara waktu tunggu pelayanan obat non
racikan dengan kepuasan pasien di instalasi farmasi rawat jalan RSUD dr. H.
Soewondo Kendal dengan tingkat keeratan 0,134 yang berarti lemah
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGOBATAN PADA PASIEN BALITA DENGAN DIARE SPESIFIK DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD dr. GONDO SUWARNO TAHUN 2022
Diare didefinisikan kejadian buang air besar (BAB) dengan
konsistensi bentuk tinja lebih cair dari biasanya, dengan frekuensi tiga kali atau
lebih dalam periode 24 jam. Diare infeksi disebabkan oleh berbagai jenis bakteri,
virus, dan parasit. Infeksi dapat menyebar melalui makanan atau air minum yang
tercemar, atau dari orang ke orang karena tidak menjaga kebersihan. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui terapi antibiotik yang lebih cost-effective pada
pasien diare rawat rawat inap di RSUD dr. Gondo Suwarno.
Metode: Desain penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan
data secara restropektif, menggunakan data sekunder lembar rekam medis.
Penelitian ini menggunakan metode total sampling yang memenuhi kriteria inklusi
sebanyak 54 sampel. Data disajikan dalam bentuk tabel pada lembar pengumpulan
data berupa biaya pengobatan, biaya akomodasi kamar, biaya keperawatan, biaya
laboratorium, dan biaya konsultasi kemudian dianalisis menggunakan rumus
ACER dan ICER.
Hasil: Penelitian ini menunjukkan 54 pasien diantaranya 37 pasien menggunakan
seftriakson dan 17 pasien menggunakan amikasin. Nilai ACER seftriakson kelas I
sebesar Rp. 612.784, kelas II Rp. 513.446, kelas III Rp. 300.148, sedangkan nilai
ACER amikasin kelas I sebesar Rp. 554.901, kelas II Rp. 512.978, kelas III Rp.
296.697 dan nilai ICER pada kelas I sebesar Rp. -264.230/hari.
Kesimpulan: Terapi antibiotik amikasin lebih cost-effective berdasarkan ACER di
semua kelas
Analisis Pembelajaran Bahasa Jepang Di Smk Cokroaminoto 1 Banjarnegara
Menurut kementrian pendidikan dan kebudayaan riset dan teknologi, kurikulum 2013 merupakan kurikulum nasional yang telah dikembangkan bertahun-tahun dan telah memenuhi dua dimensi kurikulum, yaitu rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Tujuan kurikulum 2013 adalah mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, dan efektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII SMK Cokroaminoto 1 Banjarnegara sebagai sumber informan yang berjumlah 33 siswa yang diperoleh dari kegiatan belajar mengajar Bahasa Jepang di kelas XII TKJ 1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa dokumentasi dan observasi. Kata kunci : Pembelajaran, Kurikulum 1
Hubungan Lingkunga Kerja Dengan Kinerja Perawat Di Ruang Rawat Inap Rsud Dr.Gondo Suwarno Ungaran Kabupaten Semarang
Latar Belakang :.Mutu pelayanan keperawatan dapat dilihat dari kinerja perawat
berdasarkan pelayanan keperawatan yang komprehensif sesuai standar
keperawatan yang telah ditetapkan sesuai dengan keinginan pasien sehingga
tercipta kepuasan pasien. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja perawat
adalah lingkungan kerja.
Tujuan : Mengetahui hubungan lingkungan kerja dengan kinerja perawat di
ruang rawat inap RSUD Dr. Gondo Suwarno Ungaran Kabupaten Semarang
Metode : Desain pada penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan
pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti seluruh perawat ruang rawat
inap di RSUD Dr. Gondo Suwarno Ungaran Kabupaten Semarang yang berjumlah
127 orang dengan jumlah sampel 97 mahasiswa diambil dengan mengunakan
teknik propotional random sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji chi
square yang diolah dengan menggunakan program pengolahan data SPSS.
Hasil : Perawat sebagian besar menyatakan lingkungan kerja kategori baik
(68,0%) dan sebagian besar mempunyai kinerja yang baik (73,2%). Ada
hubungan yang bermakna lingkungan kerja dengan kinerja perawat di Ruang
Rawat Inap RSUD Dr. Gondo Suwarno Ungaran Kabupaten Semarang, dengan
nilai p value sebesar 0,002 < 0,05 (α).
Kesimpulan : Ada hubungan yang bermakna lingkungan kerja dengan kinerja
perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. Gondo Suwarno Ungaran Kabupaten
Semarang.
Saran : Penelitian selanjutnya menambahkan variabel motivasi kerja, kepuasan
kerja sebagai variabel independen.
.
Kata Kunci : lingkungan kerja, kinerja, perawat ruang rawat ina
Efektivitas Media Leaflet Terhadap Kemampuan Ibu Nifas Post Sc Di Rs Ken Saras Kab. Semarang
Latar Belakang : Capaian ASI Eksklusif di Kab. Semarang pada tahun 2023
sebesar 28,86%. Kendala dalam pelaksanaan program ASI Eksklusif diantaranya
ketidaktahuan ibu tentang teknik menyusui yang berdampak pada pemberian ASI. Informasi tentang teknik menyusui yang baik dan benar harus diberikan pada
masa kehamilan dan nifas. Edukasi kesehatan merupakan langkah awal yang
dapat dilakukan untuk pencegahan dan mengatasi masalah kesehatan. Untuk
menunjang pendidikan kesehatan tersebut diperlukan media pendukung, dan salah
satu media yang sering digunakan adalah media leaflet. Media ini banyak
digunakan karena mudah dipahami, berisi materi singkat, berupa pokok-pokok
uraian yang penting dengan menggunakan kalimat yang sederhana. Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas media leaflet terhadap kemampuan
menyusui yang benar pada ibu nifas Post SC di RS Ken Saras Kab. Semarang. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi
experiment dan desain one group pretest posttest. Populasi dari penelitian ini
adalah semua ibu nifas post SC dibulan April dan Mei 2024 yaitu sejumlah 172
orang. Peneliti menentukan besar sampel dalalm penelitialn ini sebalnyalk 20
responden dengan teknik sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan Lembar Observasi. Analisis data
menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji Wilcoxon). Hasil : Skor kemampuan menyusui yang benar ibu nifas post SC sebelum
diberikan leaflet tentang tehnik menyusui yang benar dengan nilai median 7,00
dan nilai modus 7. Kemudian sesudah diberikan leaflet dengan nilai median 10,00
dan nilai modus 9. Diketahui nilai Negatif ranks sebanyak 3 dan Positif ranks
sebanyak 17 yang berarti sebagian besar responden (17) mengalami kenaikan skor
setelah diberikan leaflet dan hanya ada 3 orang yang mengalami penurunan skor
setelah diberikan leaflet. Diperoleh hasil ada perbedaan kemampuan tehnik
menyusui yang benar pada ibu nifas post SC sebelum dan sesudah diberikan
leaflet dengan P-value = 0,000 <0,05. Simpulan : Media leaflet efektiv terhadap kemampuan menyusui yang benar
pada ibu nifas post SC di RS Ken Saras Kab. Semarang. Hasil penelitian ini dapat
diterapkan dalam pelaksanaan asuhan nifas di rumah sakit. Kata Kunci : Leaflet, Tehnik Menyusui Yang Benar, Kemampuan Menyusui, Ibu Nifas Post S
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN RAWAT INAP ULANG PADA PASIEN DENGAN GAGAL JANTUNG KONGESTIF DI RSUD DR. GUNAWAN MANGUNKUSUMO AMBARAWA KABUPATEN SEMARANG
Latar Belakang : Pasien-pasien CHF sering rawat inap ulang akibat adanya
kekambuhan menyebabkan putus asa dan takut kematian. Beberapa faktor yang
mempengaruhi rawat inap ulang adalah dukungan keluarga, kepatuhan terapi
pengobatan dan kepatuhan diet rendah garam.
Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian rawat inap
ulang pada pasien gagal jantung kongestif.
Metode : Desain pada penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan
pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti pasien CHF yang pernah
menjalani rawat inap ulang di RSUD Dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa
dengan jumlah sampel 34 orang diambil dengan teknik accidental sampling.
Analisis data yang digunakan chi square yang diolah dengan program pengolahan
data SPSS.
Hasil : Dukungan keluarga sebagian besar kategori baik (55,9%), kepatuhan
terapi pengobatan sebagian besar kategori rendah (52,9%), kepatuhan diet rendah
garam sebagian besar kategori rendah (52,9%), kejadian rawat inap ulang
sebagian besar kategori tinggi (64,7%). Ada hubungan yang bermakna dukungan
keluarga (p-value = 0,006), kepatuhan terapi pengobatan (p-value = 0,040) dan
kepatuhan diet rendah garam (p-value = 0,006) dengan kejadian rawat inap ulang.
Kesimpulan : dukungan keluarga, kepatuhan terapi pengobatan dan kepatuhan
diet rendah garam berhubungan dengan kejadian rawat inap ulang.
Saran : Pasien CHF harus mematuhi terapi obat dan diet rendah garam yang
telah ditentukan dengan menunjukkan lembar observasi setiap kali kontrol agar
tidak terjadi rawat inap ulang.
Kata Kunci : dukungan keluarga, kepatuhan terapi pengobatan, kepatuhan diet
rendah garam, kejadian rawat inap ulang, pasien CHF
Kepustakaan : 40 (2013-2022