Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
Hubungan Efikasi Diri Dengan Ketangguhan Keluarga Yang Merawat Pasien Skizofrenia
Latar Belakang: Keluarga yang memberikan perawatan kepada anggota yang mengalami skizofrenia dapat mengatasi stres dan tekanan tersebut dengan cara membangun ketangguhan keluarga, menjelaskan bahwa ketahanan adalah suatu proses untuk tetap kuat dan mampu menghadapi kesulitan, penderitaan, dan tantangan yang muncul. Faktor yang dapat meningkatkan ketangguhan pada diri individu adalah kemampuan untuk tidak menyalahkan diri sendiri atas kesulitan yang dialami dan kontrol diri yang baik dan dikenal dengan istilah efikasi diri.
Tujun Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan efikasi diri dengan ketangguhan keluarga yang memiliki anggota penderita skizofernia di Poli Jiwa RSUD Salatiga.
Metode: Jenis penelitian ini deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional design. Populasi penelitian ini adalah 100 orang. Sampel penelitian ini sebanyak 80 orang, dengan GSE (GENERAL SELF EFFICACY) dan SCALE (CD RISC). Instrumen efikasi dan instrumen ketangguhan keluarga yaitu kuesioner. Analisis data penelitian menggunakan uji korelasi Spearman Rank.
Hasil: Hasil uji univariat di dapatkan hasil keluarga pasien skizofrenia memiliki Efikasi Diri tinggi yang berjumlah 45 orang (56,3%), Efikasi Diri sedang sebanyak 33 orang (41,3%) dan Efikasi Diri rendah sebanyak 2 orang (2,4%). Hal tersebut menunjukkan bahwa keluarga pasien Skizofrenia sebagian besar mempunyai angka Efikasi Diri yang tinggi dengan persentase 56,3%. Hasil uji bivariat dalam penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan ketangguhan pada keluarga yang merawat pasien skizofrenia dengan nilai p-value 0,000 (a<0,005).
Saran: Diharapkan keluarga merawat pasien dengan skizofrenia lebih aktif untuk memperbanyak wawasann tentang bagaimana cara merawat pasein dengan skizofrenia agar lebih optimal dan terjalin hubungan saling percaya atara keluarga dan pasien
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, LITERASI, PENGAMPUNAN DAN SANKSI TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DI WILAYAH KABUPATEN SEMARANG (Studi Kasus Pada Kantor Bersama SAMSAT Kabupaten Semarang )
Pajak merupakan penerimaan negara yang besar peranannya
terhadap pembiayaan pembangunan di Indonesia. Terdapat dua jenis pajak di
Indonesia yaitu pajak pusat dan pajak daerah. Peran pajak daerah tidaklah dapat
dikesampingkan karena juga berkontribusi terhadap pembangunan di daerah.
Salah satu penyumbang terbesar dari pajak daerah adalah Pajak Kendaraan
Bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh kualitas
pelanyanan, literasi, pengampunan, sanksi pajak untuk kepatuhan wajib pajak
dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor pada Kantor Bersama SAMSAT
Kabupaten Semarang. Variabel dependen pada penelitian ini adalah kepatuhan
wajib pajak pada Kantor Bersama SAMSAT Kabupaten Semarang. Sedangkan
variabel independen pada penelitian ini adalah kualitas pelayanan, literasi,
pengampunan, sanksi perpajakan.
Metode : Data dalam Penelitian ini diperoleh dengan menyebar kuesioner kepada
100 sample Wajib Pajak Kendaraan Bermotor yang terdaftar di Kantor Bersama
SAMSAT Kabupaten Semarang menggunakan metode convenience sampling.
Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear
berganda.
Hasil : Berdasarkan hasil analis maka dapat diketahui bahwa kualitas pelayanan,
literasi, pengampunan, sanksi perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib
pajak kendaraan bermotor Kantor Bersama SAMSAT Kabupaten Semarang.
Kesimpulan : Meningkatkan Kinerja SAMSAT Kabupaten Semarang dapat
mepermudah untuk mengajak masyarakat patuh dalam membayar Wajib Pajak
Kendaraan Bermotor
Gambaran Kisi-Kisi Kuesioner Psqi Pada Remaja Di Desa Pakopen Kecamatan Bandungan
Latar belakang: Pentingnya kualitas tidur yang baik remaja harus diperhatikan untuk tumbuh kembang. Namun masih banyak faktor yang mempengaruhi kualitas tidur remaja seperti, penggunaan handphone yang berlebihan, mengalami kejenuhan dan berada pada lingkungan yang kurang baik.
Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kisi-kisi kuesioner psqi pada remaja di desa pakopen kecamatan bandungan.
Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas tidur pada remaja di Desa Pakopen Kecamatan Bandungan. Menggunakan kuesioner PSQI.
Hasil: Didapatkan hasil responden mengalami kualitas tidur yang baik dan cukup, dengan kategori 76 responden mengalami kualitas tidur yang baik (89,4%), sedangkan 9 responden mengalami kualitas tidur yang cukup (10,6%).
Kesimpulan: Pada Remaja di Desa Pakopen didapatkan kesimpulan mengalami kualitas tidur yang baik dan cukup.
Saran: Diharapkan peneliti selanjutnya bisa mengontrol faktor yang mempengaruhi kualitas tidur pada remja
PERBEDAAN ASUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI MAKRO SEBELUM DAN SETELAH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBAHAN PANGAN LOKAL PADA BALITA STUNTING DI DESA TANJUNG DAN DESA KALIJAMBE KECAMATAN BRINGIN KABUPATEN SEMARANG
Berdasarkan SSGI 2022, prevalensi stunting di Indonesia
mencapai 21,6%. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal
berpotensi untuk meningkatkan asupan yang defisit. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui perbedaan asupan energi dan zat gizi makro sebelum dan setelah
pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal pada balita stunting
di Desa Tanjung dan Desa Kalijambe.
Metode : Penelitian ini merupakan eksperimental semu dengan desain penelitian
one group pretest and posttest design. Populasi penelitian sebanyak 264 balita.
Sampel sebanyak 13 balita stunting yang diambil dengan teknik total sampling
sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi diberikan selama 90 hari.
Pengambilan data asupan energi dan zat gizi makro menggunakan formulir food
recall 1x24 jam, yaitu 1 kali sebelum intervensi dan 1 kali setelah intervensi.
Analisis data menggunakan uji paired t-test.
Hasil : Terdapat perbedaan asupan protein sebelum dan setelah pemberian
makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal (p-value 0,006). Rerata asupan
protein sebelum intervensi yaitu 25,96±10,13 gram dan rerata setelah intervensi
yaitu 39,25±13,46 gram. Namun, tidak terdapat perbedaan asupan energi, asupan
lemak, dan asupan karbohidrat sebelum dan setelah pemberian makanan tambahan
(PMT) berbahan pangan lokal, meskipun terjadi peningkatan asupan energi,
asupan lemak, dan asupan karbohidrat setelah pemberian makanan tambahan
(PMT) berbahan pangan lokal (p>0,05).
Simpulan : Terdapat perbedaan asupan protein, namun tidak terdapat perbedaan
asupan energi, asupan lemak, dan asupan karbohidrat sebelum dan setelah
pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal pada balita stunting
di Desa Tanjung dan Desa Kalijambe
Gambaran Dukungan Keluarga Pada Pasien Ulkus Diabetikum Di Rsud Lamandau
Latar belakang: Indonesia merupakan salah satu dari 10 besar negara dengan jumlah penderita DM terbanyak. Kaki diabetik dengan ulkus merupakan komplikasi diabetes yang sering terjadi. Ulkus kaki diabetik adalah luka kronik pada daerah di bawah pergelangan kaki, yang meningkatkan morbiditas, mortalitas, dan mengurangi kualitas hidup pasien. Penyakit yang sifatnya kronis seperti diabetes memerlukan kepatuhan dalam pengobatan dan membutuhkan perawatan mandiri serta self monitoring. Salah satu yang menentukan keberhasilan terapi adalah tingkat kepatuhan.
Tujuan: Mengetahui gambaran dukungan keluarga pada pasien ulkus diabetikum di RSUD Lamandau.
Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional survey. Populasinya yaitu seluruh pasien DM yang mengalami luka ulkus diabetikum bulan April 2024 yaitu sejumlah 178 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 64 responden dengan teknik purposive sampling Hasil: Tingkat dukungan keluarga pasien ulkus diabetikum dalam melakukan perawatan luka paling banyak pada kategori sedang (50%).
Saran: Menjaga kebersihan juga sangat penting bagi penderita DM terlebih bagi yang sudah mengalami luka ulkus diabetikum, sehingga mencegah adanya luka lebih parah lagi
Perbedaan Gaya Hidup Sehat Sebelum Dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan Media Video Pada Siswa Di Smpit Izzatul Islam Getasan
Latar Belakang: Gaya hidup sehat adalah pola aktivitas yang mampu untuk menjaga kesehatan dan juga menghindarkan dari berbagai penyakit. Banyaknya remaja sekarang banyak yang tidak menghiraukan gaya hidup sehat. Hal tersebut dapat diatasi dengan pemberian Pendidikan Kesehatan media video animasi. Tujuan peneliti untuk mengetahui perbedaan gaya hidup sehat sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media video terhadap remaja.
Metode: Desain penelitian menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design Without Control. Dengan menggunakan uji Paired T-test. Sampel pada penelitian ini menggunakan Proportional Random Sampling dengan jumlah sampel 74 siswa. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner Health Promoting Lifestyle Profile II atau HPLP II.
Hasil: Ada perbedaan yang signifikan pada gaya hidup sehat sesudah diberikan pendidikan kesehatan media video pada siswa SMPIT Izzatul Islam Getasan yang di bagi menjadi 7 kategori. Sebelum di berikan Pendidikan Kesehatan tentang gaya hidup sehat kurang baik 4 responden (5,4%), cukup baik 59 responden (79,9%), dan baik 11 responden (14,9%). Sesudah di berikan Pendidikan Kesehatan mengalami pebedaan gaya hidup sehat cukup baik 32 responden (43,2%) dan baik 42 responden (56,8%). Terdapat pengaruh signifikan (p=0,000), nilai signifikan lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05).
Simpulan: terdapat perbedaan pada tingkat perilaku siswa SMPIT Izzatul Islam Getasan sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan media vide
Gambaran Penyebab Ketidakpatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi Di Rs Restu Ibubalikpapan
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat secara global, regional, nasional dan lokal. Kepatuhan pengobatan pasien hipertensi juga merupakan faktor penting, karena hipertensi merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan tetapi harus selalu dikontrol atau dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi yang dapat berujung pada kematian.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Korelatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 74 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MMAS.
Hasil: Hasil dari penelitian ini responden yang tidak patuh dalam mengkomsumsi obat hipertensi karena lupa sebanyak 36 responden (45,6%), merasa sehat sebanyak 28 responden (35,4%), merasa
bosan sebanyak 14 responden (17,7%), sengaja tidak minum obat sebanyak 1 responden (1,3%). Kesimpulan: Penyebab ketidakpatuhan dominan tinggi karena lupa minum obat hipertensi sebanyak 36 responden (45,6%)
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN n-HEKSAN DAUN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
Daun singkong memiliki kandungan metabolit sekunder
alkaloid, flavonoid, tanin, saponin yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri.
Penelitian dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh aktivitas antibakteri
ekstrak etanol 96% dan n-heksan daun singkong dalam menghambat bakteri
Staphylococcus aureus.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental yang diawali
ekstraksi menggunakan metode refluks dengan pelarut etanol 96% dan n-heksan,
ekstrak dibuat dengan konsentrasi 5%, 10%, 15%. Kontrol positif menggunakan
disk amoksisilin, kontrol negatif menggunakan DMSO. Uji antibakteri
menggunakan metode difusi cakram. Data diuji menggunakan SPSS dengan uji
Kruskall Wallis dan uji Mann Whitney.
Hasil: Pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan ekstrak daun singkong
mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak
etanol konsentrasi 5%; 10%; 15% memiliki rerata zona hambat sebesar 0 mm.
Sedangkan ekstrak n-heksan memiliki rerata zona hambat dengan konsentrasi 5%;
10%; 15% sebesar 1,79 mm; 2,918 mm; 3,016 mm. Aktivitas antibakteri berasal
dari aktivitas senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin dalam ekstrak daun
singkong. Ekstrak daun singkong memiliki daya hambat lebih kecil dibanding
amoksisilin yang memiliki rerata zona hambat sebesar 0,7 mm dan 3,325 mm.
Hasil uji SPSS menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan antar
kelompok perlakuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus
aureus.
Kesimpulan: Tidak ada perbedaan signifikan terhadap aktivitas antibakteri daun
singkong ekstrak etanol dan n-heksan terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
Pelarut yang memiliki aktivitas antibakteri paling baik pada ekstrak daun
singkong yaitu pelarut n-heksan dengan konsentrasi 15% yang memiliki
reratazona hambat sebesar 3,016 mm sehingga termasuk kategori lemah
FORMULASI DAN PENENTUAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LIP BALM MINYAK TAMANU (Calophyllum inophyllum L.) DAN MINYAK ZAITUN (Olea europaea L.)
Minyak tamanu dan minyak zaitun (MTMZ) memiliki
kandungan flavonoid berfungsi sebagai antioksidan. Pada penelitian ini, MTMZ
dimanfaatkan dalam bentuk sediaan kosmetik bibir yaitu lip balm. Lip balm
berbahan dasar lilin, lemak dan minyak yang berfungsi untuk melindungi dan
melembapkan bibir pecah-pecah atau kering. Tujuan penelitian ini untuk
mengevaluasi pengaruh konsentrasi MTMZ terhadap sifat fisik, uji stabilitas
(cycling test) serta aktivitas antioksidan dalam sediaan lip balm.
Metode: Sediaan lip balm MTMZ dibuat 3 formula dengan konsentrasi FI
(10%:15%), FII (12,5%:12,5%) dan FIII (15%:10%), dilakukan uji sifat fisik
(organoleptik, homogenitas, pH dan titik lebur), uji stabilitas (cycling test) dan
mengukur aktivitas antioksidan sediaan dengan metode DPPH dan parameter IC 50 .
Data dianalisis menggunakan SPPS dengan uji Anova dan untuk membandingkan
data sebelum dan sesudah penyimpanan digunakan Paired Samples T Test.
Hasil: Hasil uji oragnoleptis, ketiga sediaan memiliki warna putih tulang, bau
khas minyak tamanu dan tekstur lembut. Uji homogenitas, ketiga sediaan
menunjukkan hasil yang homogen. Rata-rata hasil uji pH FI-FIII (6,07±0,25 -
6,15±0,07). Hasil analisis statistik Anova (0,241). Rata-rata hasil uji titik lebur FI-
FIII (51,1±0,20 - 51,9±0,10). Hasil analisis statistik Anova (0,010). Hasil uji
stabilitas sediaan lip balm tidak stabil dengan mengalami penurunan tekstur, pH
dan titik lebur setelah cycling test. Rata-rata nilai IC 50 FI-FIII berturut-turut adalah
154,25 ppm; 150,51 ppm dan 127,33 ppm. Hasil analisis statistik Anova (0,000)
yang berarti berbeda signifikan.
Kesimpulan: Konsentrasi MTMZ tidak berpengaruh terhadap sifat fisik sediaan
lip balm meliputi organoleptis, homogenitas dan pH, tetapi berpengaruh terhadap
titik lebur dan uji stabilitas (cycling test) serta aktivitas antioksidan dalam sediaan
lip balm MTMZ
Hubungan Mutu Pelayanan Bidan Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Bersalin Rumah Sakit Ken Saras Ungaran
Latar Belakang : Menjaga mutu pelayanan sangat penting dilakukan agar kepuasan pasien dapat tercapai dan pada tingkatan selanjutnya loyal terhadap rumah sakit, mengingat persaingan rumah sakit semakin kompetitif terutama untuk rumah sakit swasta yang sumber pendapatan utamanya adalah dari pasien. Kepuasan pasien sendiri menjadi indikator penting yang sering digunakan untuk menentukan kualitas layanan kesehatan. Pasien yang tidak puas tidak akan mencari layanan itu, walaupun layanan tersebut tersedia dan mudah didapatkan serta mudah dijangkau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan bidan terhadap kepuasan pasien di ruang bersalin Rumah Sakit Ken Saras Ungaran. Metode Penelitian : Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua pasien yang dirawat di ruang bersalin Rumah Sakit Ken Saras Ungaran pada di bulan Juli 2024. Metode sampling menggunakan metode accidental sampling dan diperoleh sampel 63 pasien. Data primer diperoleh dengan melakukan penyebaran Kuessioner yang di adop dari penelitian terdahulu yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square yang di olah dengan program pengolahan data SPSS. Hasil : Sebagian besar responden yang berpendapat bahwa mutu pelayanan kebidanan di ruang bersalin RS Ken Saras “Baik” sebanyak 47 orang (74,6%). Responden yang merasa puas dengan pelayanan di ruang bersalin RS Ken Saras sebanyak 37 orang (58,7%). Terdapat hubungan antara mutu pelayanan bidan terhadap kepuasan pasien di ruang bersalin Rumah Sakit Ken Saras Ungaran (p value 0,002 ). Simpulan : Ada hubungan antara mutu pelayanan bidan terhadap kepuasan pasien di ruang bersalin Rumah Sakit Ken Saras Ungaran. Diharapkan kepada pihak Rumah Sakit untuk terus melanjutkan pemberian mutu pelayanan bidan yang berkualitas kepada pasien dan mengadakan evaluasi berkala terhadap pelayanan yang diberikan