Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
An Analysis Of Translation Techniques In Indonesian Subtitle In The Movie Entitled Luca
Translation is an attempt to transfer meaning, ideas, or information from the source language (SL) to the target language (TL). This research aims to analyze the translation technique of English to Indonesian subtitles in the movie entitled Luca. The theory used in the study was by Molina & Albir (2002) to collect and analyze the data, while the method used in this study was a descriptive qualitative method. The total numbers found 534 and the percentage of each technique are, literal translation occurs 133 times (25%), reduction occurs 75 times (14%), generalization occurs 64 times (12%), established equivalent occurs 46 times (8,61%), linguistic compression occurs 38 times (7,12%), adaptation occurs 34 times (6,37%), modulation occurs 31 times (5,81%), transposition occurs 27 times (5,06%), particularization occurs 22 times (4,12%), borrowing occurs 20 times (3,75%), discursive creation occurs 15 times (2,81%), compensation occurs 12 times (2,25%), variation occurs 7 times (1,31%), linguistic amplification occurs 6 times (1,12%), and amplification occurs 4 times (0,75%). The most dominant translation technique found in the movie Luca is literal translation.
Keywords: Movie, Subtitle, Translation Technique
ANALISIS PENGARUH MODAL, KINERJA SDM, PERAN PEMERINTAH DAN TEKNOLOGI TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI KECAMATAN UNGARAN BARAT
Tujuan dari penelitian ini guna mengetahui bagaimana pengaruh modal, kinerja
SDM, peran pemerintah dan teknologi terhadap perkembangan UMKM di Kecamatan
Ungaran Barat. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah padagang yang
memiliki usaha UMKM yang lokasi usahanya di wilayah Kecamatan Ungaran Barat yang
ber domisili di wilayah Kecamatan Ungaran, populasi diambil menggunakan data dari
BPS Kabupaten Semarang pada tahun 2020, dari populasi tersebut didapatkan sampel
sebanyak 278 pedagang UMKM di Kecamatan Ungaran Barat. Metode penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah Modal Usaha, Kinerja
SDM, Peran Pemerintah dan Teknologi memiliki peran penting dan juga berpengaruh
secara positif terhadap perkembangan UMKM di Kecamatan Ungaran Barat.
Kata Kunci : UMKM, Modal, Pemerinta
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 3-6 BULAN DI TPMB HERNING WIJAYANTI A.Md.Keb BALIKPAPAN
Latar Belakang : perubahan siklus tidur pada bayi dapat menyebabkan gangguan tidur. Bayi yang tidur cukup tanpa sering terbangun, akan lebih bugar dan tidak gampang rewel keesokan harinya. Tidur mempunyai efek yang besar terhadap kesehatan mental, emosi dan fisik serta sistem imunitas tubuh. Pijat bayi dapat meningkatkan kualitas tidur bayi. Di TPMB Herning Wijayanti banyak ibu yang membawa bayi karena alasan gangguan tidur sehingga bayi selalu rewel dan kurang menyusu. Tujuan Penelitian : mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 0-6 bulan di PMB Herning Wijayanti A. Md. Keb. Balikpapan. Metode : Penelitian ini termasuk pada penelitian quasi eksperimen, dengan pendekatan rancangan desain one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi usia 3-6 bulan yang datang ke PMB Herning Wijayanti A. Md. Keb Balikpapan bulan November 2023. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive Sampling, sampel sejumlah 18 bayi, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ), teknik analisa data bivariat menggunakan uji Mc. Nemar. Hasil : Didapatkan kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan sebelum dilakukan pijat bayi seluruhnya buruk yaitu 100%, sedangkan sesudah dilakukan pijat kualitas tidur bayi usia 0-6 bulan seluruhnyaa menjadi baik yaitu 100%. Ada pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan di PMB Herning Wijayanti A. Md. Keb Balikpapan Tahun 2023 dengan nilai p value 0,002 Kesimpulan : Ada pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur bayi usia 0-6 bula
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN TERKONTROLNYA KADAR ASAM URAT PADA LANSIA DI PUSKESMAS GUDANG ARANG KABUPATEN MERAUKE
Latar Belakang: Penyakit asam urat merupakan penyakit yang diakibatkan karena
penimbunan kristal monosodium didalam tubuh.Penimbunan kristal monosodium jika berlebih
dapat mengakibatkan timbulnya asam urat.Salah satu penyebab terjadinya asam urat adalah
pola makan.Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan dengan terkontrolnya
kadar asam urat pada lansia di Puskesmas Gudang Arang Kabupaten Merauke.
Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah model penelitian deskriptif observasional
dengan pendekatan cross-sectional.sampel peneltian sebanyak 60 responden dengan
menggunakan purposive sampling.Penelitian ini menggunakan alat ukur kuisioner.
Hasil:Pola makan kategori baik berjumlah 50 responden(83,3%) dan pola makan kurang baik
berjumlah 10 responden(16,7%). Kadar asam urat dengan kategori tinggi sebanyak 11
responden(18,3%) dan kadar asam urat normal sebanyak 49 responden(81,7).
Simpulan:Ada hubungan pola makan dengan terkontrolnya kadar asam urat pada lansia di
Puskesmas Gudang Arang Kabupaten Merauke
Kata kunci:Pola makan,Kadar asam urat,Lansi
Hubungan Keberagaman Pangan Dengan Kejadian Stunting Di Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan
Latar Belakang : Stunting adalah kondisi kekurangan nutrisi berkepanjangan yang diakibatkan oleh konsumsi makanan dengan kebutuhan zat gizi yang tidak memadahi selama periode yang cukup lama.Dampak yang ditimbulkan akibat stunting : anak akan mudah mengalami sakit,postur tubuh tidak maksimal saat dewasa,kemampuan kognitif berkurang,saat tua beresiko terkena penyakit yang berhubungandengan pola makan,fungsi tubuh tidak seimbang ,mengakibatkan kerugian ekonomi.Oleh sebab itu stunting harus ditangani. Metode :Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan sampel 86 balita usia 24 -59 bulan di desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni .Penelitian ini menggunakan Food recall 2 x 24 jam dan kuesioner Pola Pangan Harapan.Analisis data menggunakan software SPSS uji kendall tauu Hasil : jumlah responden sebanyak 84 balita dengan jumlah responden laki-laki sejumlah 53,6 % dan wanita 56,4 % ,jenis kelamin ,umur Hasil PPH sangat rendah 0 %,rendah 90,5 %,cukup 5,9 % ,baik 3,6 % Hasil uji stutistik kendal tauu 0,338,menunjukkkan bahwa tdk ada hubungan stunting dg keberagaman pangan Simpulan : tidak ada hubungan antara keberagaman pangan dengan kejadian stunting di Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni. Saran Bekerjasama dengan kader posyandu dan bidan desa untuk memberikan penjelasan pada orang tua bayi dan calon orang tua tentang pentingnya mengonsumsi makananan yang beraneka ragam, dan bahayanya kejadian stunting. Bagi keluarga balita diharapkan dapat memanfaatkan lahan dan pekarangan di sekitar rumah dan mengenalkan macam sayuran dan buah-buahan sejak mulai Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yaitu usia 6 bulan. Kata Kunci : Kesehatan, Stunting, Balita, Orang Tua,Protein hewan
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALANG KABUPATEN TEGAL
Latar Belakang : Banyaknya ibu yang memilih untuk menjadi wanita karir atau bekerja menjadi salah satu penyebab ibu tidak dapat memberikan ASI Eksklusif terhadap anaknya. Tekanan pada saat bekerja juga menjadi salah satu penyebab stress yang dapat menyebabkan ASI menjadi susah keluar karena pengaruh dari pikiran ibu. Sehungga ASI Eksklusif jarang diberikan kepada anaknya Tujuan : untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang pemberian ASI Ekslusif di wilayah kerja puskesmas talang kabupaten tegal. Metode : Jenis penelitian ini adalah survey analitik menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 6-12 bulan dipuskesmas berjumlah 780 orang, diperoleh sampel sebesar 89 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisa data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian : Hasil penelitian didapatkan gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian ASI Ekslusif secara umum dalam kategori baik sebanyak 52 responden (58,4%), dalam kategori cukup sebanyak 35 responden (39,3%), dan kategori kurang sebanyak 2 responden (2,2%). Simpulan : Gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian asi eksklusif wilayah kerja Puskesmas Talang Kabupaten Tegal mayoritas ibu memiliki penegtahuan kategori baik namun masih ada yang berpengetahuan cukup dan kurang diharapkan pihak puskesmas memberikan penyuluhan secara berkelanjutan sehingga meningkatkan pengetahuanyang memadai dan dapat memberikan dukungan yang optimal kepada ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan di wilayah puskesmas Talang
Pembuatan Kain Tenun Troso Jepara Motif Cemara Diterapkan Pada Desain Busana Kerja
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui desain tenun motif cemara supaya terangkat kembali dan diterima masyarakat luas secara turun temurun dan diterapkan pada desain busana kerja atau formal yang berbentuk jas yang dapat dikenakan putra dan putri, serta mengetahui bagian dari proses pembuatan motif tenun troso cemara. Filosofi kain tenun Troso motif cemara harus melalui analisis juga pengkajian. Penelitian ini menemukan berbagai permasalahan. Manfaat analisis bagi masyarakat bisa memahami sejarah dan motif khas tenun Troso, dapat menjadi strategi yang efektif dalam menghargai serta melestarikan budaya dan tradisi masyarakat. Analisis desain kain tenun Troso Jepara motif cemara juga dapat memperkuat identitas budaya Indonesia di mata dunia dan mempromosikan kearifan lokal sebagai aset budaya yang berharga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis atau pengkajian. Proses dan makna lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori lebih dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Hasil pengkajian dengan validasi ahli dan studi pustaka motif tenun cemara disinyalir sangat cocok digunakan pada busana kerja sebagai jas luaran dengan memfokuskan motif cemara.
Kata kunci : Tenun Troso, motif cemara, busana kerj
PENGELOLAAN MANAJEMEN KESEHATAN TIDAK EFEKTIF DENGAN EDUKASI KESEHATAN PADA KELUARGA ANAK USIA SEKOLAH YANG MENGALAMI ISPA DI WILAYAH PUSKESMAS LEREP
Manajemen kesehatan tidak efektif adalah pola penanganan keluarga yang tidak
memuaskan yang bertujuan untuk proses pemulihan kondisi kesehatan anggota
keluarga yang sakit. Manajemen kesehatan tidak efektif bisa terjadi ketika
seseorang atau keluarga mengalami gangguan kesehatan karena gaya hidup yang
tidak sehat dan kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan yang dapat mengatur
kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan ISPA yaitu salah satu penyebab
utama penyakit menular yang dapat menyebabkan kematian. Pencemaran
lingkungan seperti merokok di dalam rumah dan asap kendaraan dapat
mengancam kesehatan terutama ISPA. Peran ibu yang harus mengetahui
pencegahannya dengan cara perilaku hidup bersih dan sehat. Keluarga yang
kurang memperhatikan perilaku hidup bersih dan sehat menjadikan manajemen
kesehatan yang tidak efektif.
Penulisan ini bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan manajemen kesehatan
tidak efektif dengan edukasi kesehatan pada keluarga anak usia sekolah yang
mengalami ISPA di wilayah Puskesmas Lerep.
Metode penulisan yang digunakan dalam menyusun karya tulis ilmiah ini yaitu
penelitian deskriptif dengan pengelolaan yang dimulai dari pengkajian, diagnosis,
intervensi, implementasi dan evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan cara teknik wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik.
Pengelolaan manajemen kesehatan tidak efektif pada keluarga dilakukan selama 3
hari. Tindakan yang dilakukan yaitu edukasi kesehatan mengenai penyakit ISPA
seperti pengertian, penyebab, gejala yang timbul, faktor resiko, pencegahan dan
penanganan ISPA. Edukasi kesehatan dilakukan secara bertahap agar keluarga
dapat menerima informasi yang disampaikan. Masalah kesehatan ISPA pada
keluarga anak usia sekolah yang mengalami ISPA dapat teratasi walaupun kurang
maksimal.
Saran bagi keluarga adalah agar saling memperhatikan dan meningkatkan perilaku
hidup bersih dan sehat terutama pada anak – anak yang memang perlu dibimbing
dan diberi contoh demi kesehatan keluarga serta bagi petugas kesehatan supaya
dilakukan penyuluhan kesehatan mengenai penyakit ISPA terutama pada anak –
anak
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG REBUSAN JAHE UNTUK MENGURANGI MUAL MUNTAH DI PUSKESMAS BERGAS
Latar Belakang: Mual dan muntah merupakan masalah umum yang dialami oleh
ibu hamil, terutama pada trimester pertama. Kondisi ini dapat mempengaruhi
kualitas hidup dan kesehatan ibu serta janin. Jahe telah lama digunakan sebagai obat
tradisional untuk meredakan mual dan muntah, namun pengetahuan ibu hamil
tentang manfaat jahe masih terbatas.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Bergas mengenai rebusan jahe untuk
mengurangi mual muntah, dengan memperhatikan karakteristik ibu hamil
berdasarkan pendidikan terakhir, umur, dan pekerjaan.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif
dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil
trimester pertama yang terdaftar di Puskesmas Bergas sebanyak 63 orang. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Data dikumpulkan
menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data
dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan pengetahuan responden
mengenai manfaat rebusan jahe dalam mengurangi mual dan muntah selama
kehamilan.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil di Puskesmas
Bergas memiliki pengetahuan yang baik tentang manfaat rebusan jahe. Sebanyak
92% dari responden berada pada rentang usia 20-36 tahun. Berdasarkan pekerjaan,
79% responden bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan berdasarkan tingkat
pendidikan, 70% responden berpendidikan SMA. Meskipun pengetahuan ibu hamil
tentang manfaat jahe cukup baik, masih terdapat beberapa aspek yang memerlukan
edukasi lebih lanjut, terutama terkait dosis yang tepat dan cara penggunaan yang
aman.
Simpulan: Mayoritas ibu hamil di Puskesmas Bergas memiliki pengetahuan yang
baik mengenai manfaat rebusan jahe untuk mengurangi mual dan muntah.
Pengetahuan ini bervariasi berdasarkan karakteristik demografis seperti
pendidikan, umur, dan pekerjaan. Edukasi tambahan diperlukan untuk memastikan
penggunaan jahe yang aman dan efektif selama kehamilan.
Kata Kunci: Ibu hamil, rebusan jahe, mual dan muntah