Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    4951 research outputs found

    Gambaran Tingkat Pengetahuan, Sikap Dan Dukungan Keluarga Ibu Hamil Tentang Anc Di Pmb Nilawati, S.Sit, Bdn

    Get PDF
    Lаtаr Belаkаng: Antenatal care (ANC) merupakan pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada ibu pada masa kehamilan untuk memantau kesehatan fisik, psikis, pertumbuhan dan perkembangan janin serta persiapan persalinan dan kelahiran. Frekuensi kunjungan setiap ibu berbeda-beda berdasarkan pengetahuan ibu tentang pentingnya kesehatan dirinya dan bayi yang dikandungnya. pentingnya kesadaran Ibu bahwa dirinya sedang mengalami proses kehamilan dan menghormatinya serta bertanggung jawab pada kehamilan itu dengan rutin melakukan pemeriksaan ANC. Dukungan keluarga yang menganjurkan untuk rutin memeriksakan kehamilan berdampak positif bagi kesehatan ibu dan bayinya. Hasil studi pendahuluan di PMB Nilawati, S.SiT, Bdn didapatkan data kunjungan ibu hamil di PMB Nilawati, S.SiT, Bdn tahun 2021 sebanyak 1.064 orang, tahun 2022 sebanyak 833 orang dan periode Januari-September 2023 sebanyak 725 orang. Penelitiаn ini bertujuаn untuk mengetаhui gambaran tingkat pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga ibu hamil tentang ANC di PMB Nilawati, S.SiT, Bdn. Metode: Jenis penelitiаn menggunаkаn penelitiаn kuаntitаtif dengаn desаin penelitiаn deskriptif. Populаsi penelitiаn аdаlаh seluruh ibu hamil yang berkunjung di PMB Nilawati, S.SiT, Bdn dаn teknik pengаmbilаn sаmpel menggunаkаn quota sаmpling sebаnyаk 88 orаng pada bulan Januari 2024. Pengumpulаn dаtа menggunаkаn lembar kuesioner. Аnаlisis dаtа аdаlаh univаriаt dаn аnаlisis bivаriаt menggunаkаn uji chi squаre (χ2). Hаsil: Gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ANC sebagian besar dengan kategori baik yaitu 34 orang (38,6%). Gambaran sikap ibu hamil tentang ANC sebagian besar dengan kategori positif yaitu 77 orang (87,5%). Gambaran dukungan keluarga ibu hamil sebagian besar dengan kategori baik yaitu 58 orang (65,9%). Gambaran minat ibu hamil untuk melakukan ANC sebagian besar dengan kategori berminat yaitu 53 orang (60,2%). Simpulаn: Tingkat pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga ibu hamil tentang ANC di PMB Nilawati, S.SiT, Bdn dalam kategori baik. Diharapkan hasil penelitian dijadikan bahan pertimbangan dalam meningkatkan kunjungan ANC ibu hamil yaitu dengan cara lebih memotivasi bidan sebagai penyedia jasa agar lebih giat untuk mengedukasi ibu dan keluarga tentang pentingnya ANC

    Hubungan Asupan Gizi Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di Sma Negeri 1 Ungaran

    Get PDF
    Latar Belakang : Saat ini, ada banyak negara berkembang yang masih dihadapkan dengan masalah gizi, salah satunya Indonesia. Diantara masalah gizi mikro yang sedang dihadapi, anemia merupakan salah satunya dengan prevalansi tertinggi. Dibandingkan dengan kelompok usia yang lain, remaja merupakan kelompok usia yang rawan terkena anemia. Remaja membutuhkan makanan yang baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Asupan gizi digunakan untuk sumber energi dalam melakukan aktifitas atau pekerjaan. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan asupan gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMAN 1 Ungaran. Metode Penelitian : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode survei dengan jenis metode penelitian kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah siswi kelas X di SMA Negeri 1 Ungaran yaitu sejumlah 237 siswi. Didalpaltkaln jumlalh salmpel dallalm penelitialn ini sebalnyalk 149 responden. Dalam penelitin ini teknik sampling yang digunakan adalah stratified proportion random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (Uji chi-square). Hasil Penelitian : Menunjukkan sebagian besar asupan gizi baik dimiliki 48 responden (38,1%) dan 80 siswi (63,5%) tidak anemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara keterkaitan antara asupan gizi dengan kejadian anemia pada siswi kelas X di SMA Negeri 1 Ungaran dengan p-value sebesar 0,372. Simpulan : Tidak ada hubungan yang signifikan antara asupan gizi dengan kejadian anemia pada siswi kelas X di SMA Negeri 1 Ungaran. Diharapkan kepada pihak Sekolah untuk bekerjasama dengan pihak puskesmas dalam mengadakan penyuluhan kesehatan ataupun langkah-langkah pencegahan lain tentang hal terkait

    UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NANOEMULSI BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.)

    Get PDF
    Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Berdasarkan penelitian sebelumnya bunga telang mempunyai kandungan metabolit sekunder diantaranya yaitu, alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, terpenoid, polifenol dan steroid. Bunga telang dapat dibuat sediaan nanoemulsi untuk mempermudah pemakaian. Tujuan dari penelitian untuk mengevaluasi karakteristik fisik pada sediaan nanoemulsi ekstrak bunga telang dan menganalisis aktivitas antioksidan nanoemulsi bunga telang dengan menggunakan metode DPPH. Metode: Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental. Bunga telang di ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif dengan pengujian alkaloid, flavonoid, tanin, saponin. Sediaan nanoemulsi dilakukan pengujian karakteristik fisik pada parameter % transmitan, uji organoleptis, uji pH, pengukuran partikel (PSA) dan indeks polidispersitas (PDI). Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan parameter lC50. Data dianalisis secara statistika menggunakan uji One Way Anova. Hasil : Ekstrak bunga telang positif mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin. Hasil pengujian karakteristik fisik % transmitan nanoemulsi pada F1 dan F2 berturut-turut sebesar 97,155% dan 98,653%. Hasil uji organoleptis kedua formula berwarna hijau kekuningan bening, bau khas VCO, Hasil uji pH F1 sebesar 6,143 dan F2 sebesar 6,177. Hasil uji ukuran partikel F1 sebesar 57,696 nm dan F2 sebesar 70, 393 nm. Hasil uji Indeks Polidispersitas F1 sebesar 0,423 dan F2 sebesar 0,438. Aktivitas antioksidan pada ekstrak bunga telang memiliki IC50 sebesar 35,292 ppm sedangkan pada sediaan nanoemulsi (F1) 39,840 ppm dan (F2) 36,322 ppm. Kategori nilai lC50 sangat kuat. Tidak terdapat perbedaan signifikan tiap sampel aktivitas antioksidan. Kesimpulan : Berdasarkan evaluasi karakteristik fisik dari sediaan nanoemulsi memenuhi syarat pada parameter parameter % transmitan, uji organoleptis, uji pH, pengukuran partikel (PSA) dan indeks polidispersitas (PDI). Pada hasil aktivitas antioksidan ekstrak dan sediaan nanoemulsi termasuk dalam golongan antioksidan sangat kuat

    FORMULASI DAN UJI ANTIOKSIDAN SEDIAAN LIP BALM MINYAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera L.) DAN MINYAK BIJI LABU KUNING (Cucurbita moschata D.)

    Get PDF
    Minyak biji anggur dan minyak biji labu kuning (MBA dan MBLK) bermanfaat sebagai antioksidan yang berfungsi menangkal radikal bebas. Pada penelitian ini MBA dan MBLK dimanfaatkan dalam bentuk sediaan lip balm. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh perbandingan komposisi konsentrasi MBA dan MBLK terhadap stabilitas mutu fisik dan aktivitas antioksidan dalam sediaan lip balm. Metode: Penelitian eksperimental kuantitatif. Variasi konsentrasi MBA dan MBLK pada sediaan lip balm F1 (10%:15%), F2 (12,5%:12,5%) dan F3 (15%:10%), dilakukan uji karakteristik fisik (organoleptis, homogenitas, pH, dan titik leleh), stabilitas (cyling test) dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH parameter IC50. Analisis data menggunakan uji statistik SPPS dengan uji one way ANOVA dan paired sample t test. Hasil: Hasil uji karakteristik fisik sediaan lip balm telah memenuhi standar yaitu organoleptis (bentuk padat, berwarna putih susu, tekstur lembut, dan bau coklat). Hasil uji homogenitas setiap formula menunjukan sediaan homogen. Hasil uji pH (F1) 6,22±0,05; (F2) 6,45±0,05; dan (F3) 6,44±0,15. Hasil uji titik leleh (F1) 51,1±0,15; (F2) 51,3±0,10 dan (F3) 51,4±0,15. Uji stabilitas yang dihasilkan sediaan lip balm MBA dan MBLK mengalami perubahan warna setelah penyimpanan. Aktivitas antioksidan diperoleh dengan hasil rata-rata nilai IC50 (F1) 144,982 (sedang), (F2) 147,947830 (sedang), dan (F3) 152,007 (lemah). Kesimpulan: Sediaan lip balm minyak biji anggur dan biji labu kuning dengan adanya perbedaan komposisi minyak menghasilkan pengaruh terhadap stabilitas fisik dan menghasilkan aktivitas antioksidan dalam kategori sedang dan lemah

    OPTIMASI FORMULA SEDIAAN GRANUL LARVASIDA EKSTRAK BIJI ALPUKAT (Persea americana Mill) DAN BAHAN PENGHANCUR AMILUM MANIHOT MENGGUNAKAN DESIGN EXPERT

    Get PDF
    Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak. Ekstrak biji alpukat memiliki potensi sebagai larvasida alami yang efektif. Namun, formulasi yang tepat diperlukan untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan formula sediaan granul larvasida ekstrak biji alpukat dengan penambahan amilum manihot sebagai bahan penghancur menggunakan Software Design Expert Metode: Mencari komposisi optimum ekstrak dan amilum manihot sebagai bahan penghancur. Optimasi menggunakan ekstrak dengan aras rendah 0,09% dan 15%, sedangkan aminum dengan aras rendah 3% dan aras tinggi 15% sebanyak 12 run formula menggunakan Factorial Design. Formula optimum ditentukan dengan parameter mortalitas larva, kadar air, waktu larut, kecepatan alir, dan sudut diam. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas larva formula F1-F12 didapatkan hasil rentang 2-13 Ekor. Hasil mutu fisik pada uji kadar air F1-F12 0,82-5,44%, waktu larut F1-F12 64,8-122 detik, pada uji kecepatan alir F1-F12 35,71-55,55 gram/detik, Pada uji sudut diam F1-F12 27,12-32,98°. Formula optimal dengan ekstrak biji alpukat dan amilum manihot. Kesimpulan: Formula optimal granul ekstrak biji alpukat dan bahan penghancur amilum manihot didapatkan perbandingan 4,189 dan 9,554. Hasil mutu fisik granul ekstrak biji alpukat dan amilum manihot mempengaruhi waktu larut dan mortalitas secara signifikan namu

    PENGARUH SUHU REFLUKS TERHADAP KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill)

    Get PDF
    Daun alpukat (Persea americana Mill) salah satu tanaman obat yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional dan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid. Ekstraksi pada penelitian ini menggunakan metode refluks dikarenakan ekstraksi dengan bantuan pemanasan dapat menarik metabolit sekunder lebih optimal dan dapat dikendalikan dengan baik Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu refluks 40°C, 60°C, dan 80°C terhadap kadar flavonoid total. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental diawali dengan ekstraksi metode refluks dengan pelarut etanol 96%, kemudian dilakukan pengujian kualitatif dengan metode kromatografi lapis tipis, dengan menggunakan fase gerak butanol, asam asetat, dan air dengan perbandingan 4:1:5 dan fase diam menggunakan Silika G60 F254 dengan senyawa pembanding menggunakan kuersetin. Uji kadar flavonoid total dengan metode AlCl3-Spektrofotometri UV- Vis. Analisis data menggunakan SPSS 11 dengan menggunakan uji One Way Anova. Hasil: Hasil pengujian kromatografi lapis tipis pada ekstrak 40°C, 60°C, dan 80°C berturut-turut menghasilkan nilai Rf yaitu 0,96; 0,945; 0,935 dengan pembanding kuersetin 0,89 yang dapat dinyatakan ekstrak mengandung senyawa flavonoid karena nilai Rf ekstrak mendekati dengan pembanding kuersetin. Pada uji warna flavonoid ekstrak dinyatakan positif mengandung senyawa flavonoid karena menghasilkan larutan dengan warna merah kecoklatan. Penetapan kadar flavonoid total dengan variasi suhu ekstraksi refluks 40°C, 60°C, dan 80°C berturut-turut adalah 0,40869 gQE/100g, 0,49297 gQE/100g, dan 0,41929 gQE/100g. Hasil SPSS menunjukan bahwa ada perbedaan signifikan antara ekstrak 40°C,60°C dan 80°C karena nilai signifikan 0,000 yang menunjukkan bahwa P-Value < 0,05. Kesimpulan: Pada penelitian ini, memiliki nilai kadar flavonoid total pada setiap ekstrak daun alpukat dan memiliki perbedaan signifikan antara ekstrak 40°C, 60°C dan 80°C

    FORMULASI DAN EVALUASI MUTU FISIK DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI HAND WASH MINYAK BUNGA CENGKEH (Syzygium aromaticum L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI

    Get PDF
    Infeksi kulit di Indonesia sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Bunga cengkeh (Syzygium aromaticum L.) mengandung eugenol dan senyawa antibakteri lain, efektif menghambat bakteri. Tujuan penelitian ini mengevaluasi uji mutu fisik dan aktivitas antibakteri minyak bunga cengkeh terhadap bakteri Staphylococcus aureus Metode : Jenis penelitian ini adalah eksperimental diawali pembuatan hand wash minyak bunga cengkeh dan pengujian mutu fisik sediaan hand wash. Kontrol positif menggunakan disk amoxicillin dan kontrol negatif DMSO. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram kertas. untuk analisis data menggunakan metode One Way ANOVA dan uji Tukey, apabila terdapat perbedaan. Hasil : Hasil skrining fitokimia menunjukan adanya kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Uji viskositas diperoleh rata-rata (36,00-256,00 cp). Uji pH diperoleh rata-rata (6,75-7,17). Uji tinggi busa diperoleh rata-rata (76,48- 93,03%). Uji bobot jenis diperoleh rata-rata (1,02-1,04 g/mL). pengujian aktivitas antibakteri memiliki konsentrasi 0% <5 mm dan konsentrasi 2%, 3%, dan 4% antara 5-10 mm. Kesimpulan: Hasil uji menunjukkan bahwa variasi konsentrasi 0%, 2%, 3% dan 4% minyak bunga cengkeh memperoleh perbedaan terhadap mutu fisik (organoleptis, pH, viskositas, kestabilan busa, bobot jenis) dan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus

    POLA PERESEPAN OBAT ASMA PADA PASIEN DI PUSKESMAS TERUWAI

    Get PDF
    Asma adalah penyakit yang heterogen yang menyebabkan peradangan kronis pada saluran napas yang menyebabkan mengi, sesak napas, rasa tertekan di dada, dan batuk (terutama pada pagi dan malam hari). Salah satu syarat penggunaan obat asma yang tepat adalah pemilihan obat yang tepat, tepat untuk indikasi, tepat dosis, dan tepat untuk pasien. Tujuan: Mengetahui pola peresepan obat asma pada pasien di Puskesmas Teruwai. Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif analitik. Metode: Penelitian ini menggunakan data rekam medik dan peresepan pasien asma rawat jalan di Puskesmas Teruwai Kecamatan Pujut untuk menggambarkan pola peresepan obat asma pada pasien. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dan menggunakan metode pengambilan sampel non-random. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik pasien Asma dirawat inap Puskesmas Teruwai berdasarkan umur terbanyak menunjukan 26-45 tahun dengan persentase sebanyak 56,9%. Sedangkan pada jenis kelamin persentase tertinggi adalah jenis kelamin perempuan dengan persentase sebanyak 76,5%. Karakteristik resep penderita pasien Asma dirawat inap Puskesmas Teruwai berdasarkan penggunaan jenis obat menunjukan persentase tertinggi sebanyak 22,2% yaitu penggunaan kombinasi pulmicort combivent. Karakteristik penggunaan bentuk sediaan obat paling banyak injeksi dengan persentase 70%. Kesimpulan: Pasien Asma rawat inap di Puskesmas Teruwai paling banyak berada pada rentang usia 26-45 tahun dengan jenis kelamin perempuan. Penggunaan resep obat untuk terapi asma yang paling sering digunakan adalah kombinasi pulmicort combivent dengan karakteristik bentuk sediaan obat injeksi

    Pengaruh Model Pembelajaran Circ (Cooperative Integrated Reading And Composition) Dengan Berhantuan Media Alfabet Card Terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Dan Pemahaman Konsep Siswa Sd

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran CIRC ( Cooperative Integrated Reading and Composition ) berbantuan media alfabe card terhadap keterampilan membaca permulaan dan pemahaman konsep siswa kelas II SDN Plumutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis metode eksperimen yaitu Quasi Experimental Design dengan bentuk desain Non- Equivalent Cintrol Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SDN Plumutan. Sedangkan untuk sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas IIa dan IIb. Teknik pengumpulan data menggunakan tes ranah kognitif, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Uji Independent Sample T-test dan Uji Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan rata- rata keteramilan membaca permulaan siswa antara kelas control dan kelas eksperimen, yang mana dapat dilihat dari Uji Independent samplr T-test dan diperoleh nilai sig 0,049 < 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. (2) Terdapat perbedaan pemahaman konsep siswa menggunakan model pembelakaran CIRC berbantuan media alfabet card. Dari data uji Independent sample T test terlihat nilai sig 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. (3) Terdapat pengaruh model CIRC berbantuan media alfabet card terhadap membaca siswa. Dari data table Anova,diperbolehkannilaif=24.446danSig=0,000dandapatdisimpulkanbahwaSig..0,000< 0,05 yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. (4) Terhadap pengaruh model CIRC berbantuan media alfabet card terhadap pemahaman konsep siswa, dari hasil Anova data tabel diperoleh nilaiiF= 0,083danSig.=0,038dandapatdisimpulkanbahwaSig.=0,038<0,05yangberatiHo ditolakdanHaditerima. KataKunci:ModelPembelajaranCIRC,Mediaalfabetcard,KeterampilanMembacaPermulaan, PemahamanKonse

    4,702

    full texts

    4,951

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇