Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Orangtua tentang Pijat Batuk Pilek pada Anak di Posyandu
Batuk pilek merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang balita, karena
sistem kekebalan tubuh mereka masih lemah. Penatalaksanaan pada balita batuk pilek dengan
menggunakan metode non-farmakologi yaitu pijat batuk pilek. Penelitian ini bertujuan untuk
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua tentang pijat batuk pilek pada balita.
Metode penelitian yang digunakan adalah demonstrasi kepada 10 ibu yang memiliki balita pada
saat posyandu. Hasil penelitian menunjukkan adanya adanya peningkatan dalam pengetahuan
dan keterampilan dalam melakukan pijat batuk pilek setelah dilakukan pre dan post test.
Kata Kunci: Balita, Pijat Batuk Pilek, Non-farmakolog
Perbedaan Sebelum Dan Sesudah Pemberian Dukungan Kelompok Sebaya (Peer Group) Terhadap Kecanduan Game Online Pada Remaja
Latar Belakang :Kemajuan teknologi dan internet telah meningkatkan jumlah pengguna game online, terutama di kalangan remaja. 54,1% remaja di indonesia mengalami kecanduan game online, yang berdampak negatif pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Factor utama kecanduan pada remaja merupakan factor ligkungan dan teman sebaya. Salah satu pendekatan untuk mengatasi masalah ini melalui dukungan kelompok sebaya (peer group), berpotensi memberikan pengaruh positif, seperti membantu pengelolaan waktu dan memberikan dukungan emosional.
Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan kelompok sebaya (peer group) terhadap kecanduan game online pada remaja sebelum dan sesudah diberikan intervensi.
Metode :Desain Penelitian yang digunakan yaitu penelitian quasi-experimental design dengan pendekatan one-group pre test-post design. Jumlah sampel sebanyak 34 responden dengan kecanduan game online. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling.
Hasil :Penelitian ini menunjukkan bahwa kecanduan game online lebih banyak dialami oleh remaja laki-laki (88,2%) dibandingkan perempuan (11,8%), dengan mayoritas berasal dari jenjang SMP (76,5%). Faktor utama yang berkontribusi adalah kemudahan akses melalui ponsel (94,1%) dan kebiasaan bermain secara berkelompok (88,2%). Intervensi melalui dukungan kelompok sebaya terbukti efektif dalam menurunkan kecanduan game online, rata-rata skore kecanduan berkurang dari 80,88 (pre-test) menjadi 4,169 (post-test). Uji T-test menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05), mengonfirmasi bahwa dukungan kelompok sebaya memiliki dampak positif dalam mengurangi kecanduan game online.
Kesimpulan : Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelaksanaan dukungan kelompok sebaya terhadap kecanduan game online pada remaja. Hal ini dibuktikan dengan perbedaan yang signifikan pada rata-rata skor sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) intervensi.
Kata Kunci :Dukungan Kelompok Sebaya, Peer Group, Kecanduan Game Online, Remaja
HUBUNGAN BREEDING PLACE DAN PRAKTIK 3M PLUS DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBARAWA
Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan
oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini masih
menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kecamatan Ambarawa,
Kabupaten Semarang, yang memiliki tingkat kejadian DBD yang tinggi pada periode bulan januari
hingga September jumlah 127 kasus. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyebaran DBD
adalah keberadaan tempat berkembang biak (breeding place) nyamuk dan rendahnya penerapan
praktik 3M Plus di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
antara breeding place dan praktik 3M Plus dengan kejadian DBD di Kecamatan Ambarawa.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional
menggunakan pendekatan case-control. Sampel penelitian berjumlah 114 responden yang terdiri
dari 57 responden kelompok kasus dan 57 responden kelompok kontrol. Teknik pengambilan data
dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan instrumen berupa lembar kuesioner dan
observasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik Fisher Exact Test.
Hasil : Hasil uji Fisher Exact Test menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan kondisi
breeding place dengan kejadian DBD (p = 0,000). Selain itu, praktik 3M Plus juga memiliki
hubungan yang signifikan dengan kejadian DBD (p = 0,000). Rumah yang memiliki breeding
place yang tidak memenuhi syarat memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena DBD, sedangkan
rumah yang tidak menerapkan praktik 3M Plus dengan baik juga lebih berisiko mengalami
kejadian DBD.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara keberadaan breeding place dan praktik
3M Plus dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Ambarawa. Upaya pengendalian DBD
harus difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap praktik 3M Plus dan
pengelolaan lingkungan yang lebih baik untuk mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Kata kunci : Demam Berdarah Dengue, breeding place, 3M Plus, Puskesmas Ambaraw
OPTIMALISASI PENCEGAHAN LUKA DEKUBITUS MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN VIDEO MONOLOG DI RUANG HIGH CARE UNIT (HCU) RSUD DR.H.JUSUF SK TARAKAN
Dekubitus adalah kondisi serius yang sering dialami oleh pasien dengan
keterbatasan aktivitas, terutama mereka yang menjalani perawatan jangka panjang
di rumah sakit. Luka dekubitus memberikan dampak yang besar terhadap kualitas
hidup pasien, baik dari segi fisik, psikologis maupun finansial. Tujuan
penyusunan tugas akhir program ini untuk menggambarkan upaya pencegahan
luka dekubitus pada pasien dengan penerapan video monolog di Ruang HCU
RSUD Dr.H.Jusuf Sk Tarakan. Hasil RPL ini adalah Keluarga pasien yang
memiliki pengetahuan baik tentang pencegahan luka dekubitus sebelum diberikan
intervensi pendidikan kesehatan melalui video monolog sebesar 1 orang (10%),
pengetahuan cukup sebanyak 2 orang (20%) dan pengetahuan kurang sebanyak 7
orang (70%).Keluarga pasien yang memiliki pengetahuan baik tentang
pencegahan luka dekubitus setelah diberikan intervensi pendidikan kesehatan
melalui video monolog sebesar 8 orang (80%), pengetahuan cukup sebanyak 1
orang (10%) dan pengetahuan kurang sebanyak 1 orang (10%). Adanya
peningkatan pengetahuan keluarga pasien tentang pencegaha
GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM ASI EKSLUSIF DINAS KESEHATAN KABUPATEN SERUYAN
Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sangat penting untuk kesehatan dan tumbuh kembang bayi, namun
cakupan ASI eksklusif di Kabupaten Seruyan Tahun 2021 masih rendah, hanya 57,21%, jauh
dari target nasional sebesar 80%. Adapun penyebab kesulitan dalam memberikan ASI
diantaranya adalah ASI tidak keluar, ASI tidak cukup, atau Bayi tidak mau menyusui. Oleh
karena itu, pendampingan ASI eksklusif diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan
motivasi ibu dalam memberikan ASI sehingga dapat meningkatkan cakupan ASI Eksklusif di
Kabupaten Seruyan. Tujuan Penulisan ini untuk memberikan gambaran pelaksanaan program
ASI Eksklusif dengan pendampingan pada ibu-ibu yang baru melahirkan di kabupaten
Seruyan. Metode kajian ini menggunakan metode deskriptif. Data diperoleh dari pencatatan
dan pelaporan program Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan menunjukan bahwa setelah
dilakukan inovasi pengembangan terjadi peningkatan sebesar 66,75% Tahun 2022, dan tahun
berikutnya 71 %. Dalam perencanaan dan pelaksanaan program pendampingan ASI eksklusif
di Kabupaten Seruyan telah mendapatkan dukungan dari pimpinan serta puskesmas sebagai
pelaksana kegiatan. Pelaksanaannya dilakukan melalui koordinasi lintas program dan lintas
sektor dengan metode kunjungan rumah pada ibu-ibu yang baru melahirkan oleh tenaga
kesehatan. Serta kegiatan monitoring dan evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan
efektivitas program. Adapun dukungan dari lintas program dan lintas sektor, kader kesehatan
dan juga tokoh masyarakat, berperan penting dalam meningkatkan cakupan ASI eksklusif di
Kabupaten Seruyan. Dapat disimpulkan bahwa pendampingan ASI eksklusif pada ibu-ibu yang
baru melahirkan terbukti efektif dalam meningkatkan cakupan ASI eksklusif di Kabupaten
Seruyan. Keberlanjutan program ini memerlukan dukungan kebijakan dan alokasi anggaran
yang memadai agar cakupan ASI eksklusif terus meningkat dan memberikan manfaat optimal
bagi ibu dan bayi.
Kata Kunci : ASI Eksklusif, Pendampingan Ibu Menyusui, Cakupan AS
EVALUASI PENGGUNAAN TEKNIK LIMA JARI SEBAGAI INTERVENSI PENURUNAN NYERI PADA PASIEN DENGAN DYSPEPSIA DI RUANG IGD RSUD DR.H.JUSUF SK TARAKAN
Dyspepsia adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan nyeri atau rasa tidak
nyaman pada perut bagian atas atau ulu hati. Dispepsia merupakan gangguan yang
kompleks, mengacu pada kumpulan gejala seperti sensasi nyeri atau tak nyaman di
perut bagian atas, terbakar, mual muntah, penuh dan kembung. Hipnosis lima jari
adalah sebuah teknik pengalihan pemikiran sesorang dengan cara menyentuh pada
jari-jari tangan sambil membayangkan hal-hal yang menyenangkan atau yang
disukai. Tujuan penyusunan tugas akhir program ini untuk mengevaluasi
penggunaan teknik lima jari sebagai intervensi penurunan nyeri pada pasien
dengan dyspepsia di ruang IGD RSUD DR.H.Jusuf SK Tarakan. Hasil RPL ini
adalah tingkat nyeri responden setelah diberikan intervensi teknik lima jari yaitu
tidak nyeri sebanyak 2 orang (6.7%), nyeri ringan sebanyak 25 orang (83.3%) dan
nyeri sedang sebanyak 3 orang (10%). Tingkat nyeri responden setelah diberikan
intervensi teknik lima jari yaitu tidak nyeri sebanyak 2 orang (6.7%), nyeri ringan
sebanyak 25 orang (83.3%) dan nyeri sedang sebanyak 3 orang (10%). Terdapat
perbedaan tingkat nyeri pasien sebelum dan setelah diberikan intervensi teknik lima
jari, dimana pada hasil uji wilcoxon diperoleh nilai Asymp.Sig 2 tailed sebesar
0.005. Saran dan rekomendasi adalah penelitian ini dapat menjadi referensi untuk
mengembangkan program intervensi non-farmakologis bagi pasien dengan nyeri
dyspepsia. Teknik lima jari sebagai metode relaksasi dapat diaplikasikan sebagai
bagian dari pelayanan kesehatan holistik yang lebih efisien dan berorientasi pada
kenyamanan pasien
Hubungan Tingkat Kecanduan Bermain Game Online Di Malam Hari Dengan Insomnia Pada Remaja Desa Plumutan, Kecamatan Bancak
Latar Belakang : Gangguan pola tidur memengaruhi kesehatan fisik, psikologis, dan kognitif remaja. Popularitas Game online menjadi salah satu faktor yang berkontribusi, terutama jika dimainkan secara berlebihan pada malam hari. Aktivitas ini mengganggu ritme sirkadian, mengurangi durasi tidur, dan berdampak negatif pada kesehatan fisik serta mental.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara kecanduan bermain Game online di malam hari dengan insomnia pada remaja di Desa Plumutan, Kecamatan Bancak.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 72 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Game Addiction Scale for Adolescents (GASA) dan Insomnia Severity Index (ISI), kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank dengan bantuan Microsoft Excel dan SPSS.
Hasil : Sebanyak 41 responden (56,9%) memiliki tingkat kecanduan Game online sedang dan 29 responden (40,3%) mengalami insomnia ringan. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara kecanduan Game online di malam hari dan gangguan pola tidur dengan p-value = 0,000 (p < 0,05) dan koefisien korelasi 0,719.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara bermain Game online di malam hari dan insomnia pada remaja.
Saran : Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi remaja, pendidik, dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif bermain Game online secara berlebihan serta mendorong pengelolaan waktu bermain yang lebih sehat.
Kata Kunci : Game online, insomnia, remaja
Kepustakaan : 59 (2015-2025
Gambaran Fear Of Childbirth Ibu Hamil Dalam Menghadapi Persalinan Di Puskesmas Lerep Ungaran
Latar Belakang : Fear of Childbirth (FOC) merupakan ketakutan yang dialami ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan. Ketakutan yang dialami oleh ibu hamil bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pengalaman melahirkan anak pertama, kurangnya pengetahuan tentang proses persalinan, minimnya dukungan dari keluarga, serta persiapan persalinan yang belum memadai. Ketakutan ini dapat berdampak pada kesehatan ibu serta proses persalinan itu sendiri.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat ketakutan ibu hamil dalam menghadapi persalinan di Puskesmas Lerep, Ungaran.
Metode : Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 150 ibu hamil, sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 109 ibu hamil. Data dikumpulkan menggunakan analisis univariat yang digambarkan dalam bentuk distribusi frekuensi.
Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (81,7%) berada dalam usia reproduksi sehat (20-35 tahun), dan paling banyak trimester tiga (37,6%), dengan sebagian besar pendidikan terakhir SMA/SMK (75,2%). Tingkat ketakutan tinggi ditemukan pada 40,4% responden, sementara 28,4% mengalami ketakutan sedang, dan 31,2% memiliki tingkat ketakutan rendah
Kesimpulan :Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat ketakutan ibu hamil dalam menghadapi persalinan masih cukup tinggi.
Saran : Dukungan keluarga dan pengalaman sebelumnya berperan penting dalam menghadapi fear of childbirth pada ibu hamil. Keterlibatan keluarga dapat mengurangi ketakutan dan meningkatkan rasa percaya diri ibu sementara pengalaman sebelumnya, baik positif maupun negatif dapat memengaruhi kesiapan mental ibu dalam menjalani persalinan.
Kata Kunci: Fear of Childbirth, Ibu Hami
Formulasi Dan Uji Stabilitas Fisik Lotion Ekstrak Buah Takokak (Solanum Torvum Swartz)
Takokak merupakan tanaman dengan potensi sebagai repelan nyamuk alami yang mengandung
senyawa aktif seperti alkaloid, steroid, saponin, flavonoid, glikosida, dan tannin. Penelitian ini
bertujuan untuk merancang formulasi lotion antinyamuk berbasis ekstrak buah takokak dan
mengevaluasi karakteristik fisik serta stabilitas fisiknya. Ekstraksi dilakukan dengan metode
maserasi menggunakan etanol 70%, kemudian diformulasikan dalam lotion dengan variasi
konsentrasi ekstrak 0,5%, 1,5%, dan 2,5%. Evaluasi karakteristik fisik meliputi uji organoleptis,
pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Stabilitas fisik diuji menggunakan SPSS
versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lotion memiliki tekstur halus, aroma khas, warna
krem hingga coklat tua, dan konsistensi kental. Nilai pH berkisar antara 6,78-7,04, daya sebar
5,90-6,80 cm, daya lekat 1,09-1,28 detik, dan viskositas 3.280-10.160 cP. Setelah diuji
stabilitasnya, tekstur, aroma, warna dan homogenitas lotion tetap stabil meskipun pH sedikit
menurun, daya sebar dan daya lekat mengalami sedikit perubahan, serta viskositas meningkat.
Secara keseluruhan, hasil karakteristik fisik menunjukkan perbedaan yang signifikan pada pH,
daya sebar, daya lekat, dan viskositas pada beberapa formula.
Kata kunci : Solanum torvum Swartz, lotion, stabilitas fisik
HUBUNGAN SARANA SANITASI LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN AMBARAWA
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit yang
ditularkan oleh gigitan nyamuk bernama Aedes aegypti. Penyakit ini masih
menjadi salah satu isu kesehatan masyarakat di Indonesia, dan tingkat
penyebarannya di Indonesia termasuk yang tertinggi di antara negara-negara Asia
Tenggara. Pada tahun 2024 di Indonesia minggu ke 35 ada 186.324 kasus DBD
sebanyak 66,58/100.000 kasus dan DBD sebanyak 1.120 kasus dengan CFR
0,6%. 36 provinsi memiliki 481 Kab/Kota kasus DBD/DBD. Kematian terkait
demam berdarah terjadi di 246 Kab/Kota di 32 Provinsi. Dari laporan SKDR
secara kumulatif sampai Minggu ke 35, terdapat 549.501 kasus DBD. Pada tahun
2022 di Kecamatan Ambarawa ada 65 kasus, tahun 2023 47 kasus dan di tahun
2024 ini sebanyak 127 kasus pada bulan Januari hingga bulan Agustus 2024,
maka wilayah Ambarawa mengalami peningkatan kasus DBD pada tahun 2024
dari tahun sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini ialah ingin mengetahui
hubungan pengelolaan sanitasi lingkungan rumah dengan kejadian demam
berdarah dengue di Kecamatan Ambarawa.
Metode : Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain penelitian analitik
observasional melalui pendekatan Case Control. Dengan sampel pada penelitian
ini yaitu sebesar 126 responden dengan 63 kasus dan 63 kontrol. Teknik
pengambilan data yang digunakan yaitu wawancara dan observasi menggunakan
intrumen lembar kuesioner dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan
uji Statistic Chisquare
Hasil : Hasil uji chi square tempat penampungan air bersih (p = 0,019), tempat
pembuangan sampah (p = 0,021), dan keberadaan jentik (p = 0,061)
Kesimpulan : Ada hubungan antara tempat penampungan air bersih dengan
kejadian demam berdarah di Kecamatan Ambarawa, ada hubungan antara tempat
pembuangan sampah dan tidak ada hubungan antara keberadaan jentik dengan
kejadian demam berdarah dengue di Kecamatan Ambarawa