Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN PENGETAHUAN SKRINING HIPOTIROID KONGENITAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BERGAS
Latar Belakang: Salah satu penyebab kematian bayi terjadinya HipotiroidKongenital (HK) adalah kurangnya produksi hormon tiroid pada bayi barulahir. Hal ini dapat terjadi karena kelainan anatomi kelenjar tiroid atau kekuranganiodium. Upaya pemerintah untuk penurunan angka morbiditas dan gangguantumbuh kembang bayi maka dapat dilakukan dengan Skrining HipotiroidKongenital dapat diartikan dengan deteksi dini atau pencegahan sekunder. Dasar skrining adalah bila diagnosis dan pengobatan dapat dilakukan sebelumtimbul tanda dan gejala sehingga prognosis keberhasilan akan lebih baik dari pada bilasudah terjadi tanda dan gejala. Metode Penelitian: penelitian ini menggunakan pendekatan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III yang terdata pada bulan November tahun 2023 di Wilayah Kerja PuskesmasBergas. Sempel penelitian ini adalah Total Sampling yaitu semua ibu hamil TRIMESTER III yang terdata di bulan November Tahun 2023 sebanyak 35 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukan karakteristik ibu Sebagian besar responden(42.9%) berusia 20 - 30 tahun, berpendidikan mengengah SMA/SMK(51.4%). ibu yang tidak bekerja. (57.1%), ibu dengan multiparitas (68.6%). Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Tidak ada hubungan antara usia, pendidikan, pekerjaan, paritas dengan pengetahuan Skrining HipotiroidKongenital di wilayah kerja puskesmas bergas. Saran: Penelitian ini dapat digunakan sebagai motivasi pada ibu untuk melakukanpemeriksaan Skrining Hipotiroid Kongenital pada bayi baru lahi
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS PRINGAPUS
Bayi baru lahir juga membutuhkan perawatan yang dapat meningkatkan kesempatan menjalani masa transisi dengan berhasil. perawatan bayi baru lahir meliputi perawatan menjaga suhu tubuh bayi, perawatan personal hygiene, perawatan tali pusat, serta nutrisi pada bayi. Pengetahuan ibu yang rendah beresiko tinggi terjadinya masalah kesehatan pada bayi baru lahir mereka dibandingkan dengan ibu yang memiliki pengetahuan yang tinggi, melakukan perawatan yang benar dan sesuai dengan prosedur perawatan akan dapat meningkatkan kesehatan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan pada bayi baru lahir dipuskesmas pringapus. Desain penelitian ini deskriptif kuantitatif cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh ibu hamil trimester III yang terdata pada bulan Oktober dan November tahun 2023 di Puskesmas Pringapus sebanyak 34 populasi. jumlah sampel 34 responden menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan bayi baru lahir. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas responden berusia diantara 20-35 tahun sebanyak 31 orang (%), pendidikan terakhir mayoritas SMA/SMK sebanyak 22 orang (64%), mayoritas paritas ibu berstatus multipara sebanyak 20 orang (58.8%), tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan bayi baru lahir mayoritas baik sebanyak 27 orang (79.4%) dan terdapat 7 (20.6%) orang dengan pengetahuan cukup. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil trimester III di puskesmas pringapus tentang perawatan pada bayi baru lahir dalam kategori baik
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PADA PT.BANK BRI (PERSERO), TBK SEBELUM, SAAT DAN SESUDAH PANDEMI COVID-19
Bank adalah lembaga keuangan yang memberikan pinjaman
kepada mereka yang membutuhkan untuk mendukung perekonomian. Pandemi
Covid-19 tahun 2020 memberikan dampak yang sangat besar terhadap berbagai
sektor, salah satunya adalah sektor keuangan. Salah satu yang terdampak adalah
para pelaku UMKM, dimana pandemi ini menyebabkan banyak UMKM yang
bangkrut dan banyak yang merumahkan pekerjanya. Hal ini menyebabkan
pendapatan masyarakat menurun sehingga berdampak pada peningkatan risiko
gagal bayar kredit dan penurunan pendapatan perbankan. Kinerja keuangan
merupakan salah satu contoh pengukuran keberhasilan suatu bank yang tercermin
dari keuangan dan manajemennya. Laporan keuangan digunakan untuk
mengevaluasi kinerja keuangan suatu bank dan digunakan dalam pengambilan
keputusan. Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana kinerja keuangan
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk sebelum pandemi Covid-19, saat
pandemi Covid-19 dan sesudah Pandemi Covid-19?. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui perbandingan hasil ekonomi PT. Bank Rakyat Indonesia
(Persero), Tbk sebelum, pada saat dan setelah pandemi Covid-19.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis deskriptif kualitatif.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis dokumen. Data yang
digunakan adalah data primer. Adapun data yang dipakai ialah laporan keuangan
tahunan, tahun (2018-2022) pada PT. Bank BRI (Persero), Tbk.
Hasil : Data yang diperoleh dari rasio ROA,ROE,LDR dan BOPO pada Bank BRI
sebelum pandemi Covid-19 yaitu pada tahun 2018: 3,68%, 20,49%, 89,57%,
68,48% dan tahun 2019 : 3,50%, 19,41%, 88,64%, 70,10% saat pandemi Covid-
19 pada tahun 2020: 1,98%,11,05%, 83,66%, 81,22% dan tahun 2021: 2,72%,
16,87%, 83,67%, 74,30% sesudah pandemi Covid-19 pada tahun 2022: 3,76%,
20,93%, 79,17%, 64,20
PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS (STUDI KASUS: PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR ANEKA INDUSTRI TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PADA PERIODE 2020-2022)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perputaran kas,
perputaran piutang, perputaran persediaan dan perputaran total aset terhadap
profitabilitas pada perusahaan manufaktur pada sektor aneka industri yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2022. Dalam penelitian ini
diperoleh sampel sejumlah 42 perusahaan dan memperoleh 126 data. Data yang
digunakan adalah data sekunder dengan pendekatan kuantitatif. Data diolah
menggunakan ibm spss 25. Metode statistik yang digunakan adalah regresi linier
berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Perputaran Kas
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Profitabilitas. Perputaran Piutang
berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Profitabilitas. Perputaran
Persediaan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Profitabilitas.
Perputaran Total Aset berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Profitabilitas
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI PERSALINAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III PUSKESMAS LEYANGAN
Latar Belakang : Kecemasan selama kehamilan dapat terkait dengan depresi postpartum. Paritas merupakan salah satu penyebab kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan dimana primigravida mayoritas mengalami cemas berat karena belum memiliki pengalaman tentang persalinan. Di Puskesmas Leyangan didapatkan 5 ibu hamil trimester III diperoleh data bahwa semua ibu mengaku mengalami kecemasan menghadapi persalinan. Dua orang ibu merupakan primigravida dan tiga orang ibu lainnya merupakan multigravida. Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis adanya hubungan paritas dengan tingkat kecemasan ibu hamil trimester III dalam menghadapi persalinan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian analitik korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Variabel bebasnya yaitu paritas dan variabel terikatnya kecemasan. Populasi adalah ibu hamil trimester III di Puskesmas Leyangan, dengan jumlah sebanyak 35 orang dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purpossive sampling. Analisa data menggunalan Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian ini membuktikan hasil analisis dengan uji chi square diperoleh nilai signifikan 0,001 , oleh karena nilai signifikan (p-value) di peroleh sebesar 0,001lebih kecil dari a=0,05 (p<0,05), hasil statistik menunjukan bahwa ada hubungan antara paritas dengan tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Leyangan. Simpulan dan Saran : Terdapat hubugan paritas dengan tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Leyangan Saran diharapkan kepada responden agar menyiapakan fisik dan mental yang prima serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang hal-hal yang perlukan menjelang proses melahirkan baik melalui buku, media massa maupun media elektronik sehingga kecemasan ibu selama masa kehamilan trimester III dapat berkurang
HUBUNGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM DI KLINIK TRI KARYA KECAMATAN BANDUNGAN TAHUN 2023
Latar Belakang : Ruptur perineum adalah robekan yang terjadi pada saat bayi lahir baik secara spontan maupun dengan alat atau tindakan. Robekan perineum umumnya terjadi pada garis tengah dan bisa menjadi luas apabila kepala janin lahir terlalu cepat. Penyebab terjadinya ruptur perineum adalah partus presipitatus dengan kepala janin besar, letak sungsang, pimpinan persalinan yang salah dan dapat disebabkan oleh faktor ibu seperti paritas, jarak kelahiran, umur ibu serta faktor janin seperti lingkar kepala, berat badan dan kelainan kongenital. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Klinik Tri Karya Kecamatan Bandungan pada bulan januari-desember tahun 2023 dengan jumlah 109 ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa catatan di buku register persalinan. Analisis data menggunakan analisis univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (chi square). Hasil : Bayi baru lahir yang mengalami berat badan tidak beresiko terdapat 77 (70.6%) sedangkan bayi dengan berat badan beresiko terdapat 32 (29.4%). Ibu bersalin yang mengalami ruptur perineum terdapat 66 (60.6%) sedangkan yang tidak mengalami ruptur terdapat 43 (39.4%). Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan berat badan bayi baru lahir dengan kejadian ruptur perineum (p value = 0,001). Simpulan : Ada hubungan antara berat badan bayi baru lahir dengan kejadian ruptur perineum
HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU BERSALIN DENGAN KEJADIAN RUPTUR PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI KLINIK TRI KARYA KECAMATAN BANDUNGAN
Latar Belakang: Pendarahan postpartum merupakan salah satu penyumbang utama kematian ibu di Indonesia yaitu sebesar 40%. Pendarahan post partum terjadi salah satunya karena rupture perineum. Rupture perineum merupakan penyebab kedua dari pendarahan post partum, yang terjadi sekitar 50% kasus. Terdapat faktor yang menyababkan terjadinya rupture perineum yaitu usia dan paritas ibu bersalin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan usia dan paritas ibu bersalin dengan kejadian rupture perineum di Klinik Tri Karya Kecamatan Bandunagn. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan rancangan pendekatan Cross sectional. Pengambilan sampel dengan totoal sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Klinik Tri Karya Kecamatan Bandungan pada bulan Januari-Desember 2023 dengan jumlah 110 ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa catatan rekam medis, uji statistic menggunakan chi square SPSS 2023. Hasil Penelitian: ibu yang memiliki usia beresiko terdapat 19 (17.3%), ibu dengan paritas primipara terdapat 52 (47.3%), dan ibu yang mengalami rupture perineum sebanyak 79 (71.8%). Berdasarkan hasil analisis bivariat ddidapatkan tidak ada hubungan antara usia ibu bersalin dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal (p value = 0.842) dan pada paritas ibu bersalin tidak ada hubungan antara paritas ibu bersalin dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal (p value= 0.121) Simpulan: tidak terdapat hubungan usia dan paritas ibu bersalin dengan kejadian rupture perineum pada persalinan normal. Terdapat faktor lain yanag menyebabkan terjadinya rupture perineum pada ibu bersalin, diharapkan bagi ibu bersalin untuk rutin memeriksakan kehamilanyauntuk memantau kesehatn ibu d
PERBEDAAN ANTARA HASIL UKUR LILA LENGAN BEBAS DARI BAJU DENGAN LENGAN BAJU PADA WANITA USIA SUBUR DI DESA NGEMPON KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG
Latar Belakang: Prevalensi KEK pada WUS di Indonesia mencapai 20,6%. Risiko KEK dapat
identifikasi dengan melakukan pengukuran LILA. Hasil pengukuran LILA antara lengan bebas\ud
baju dan lengan dengan baju mempengaruhi ketepatan diagnosis KEK.
Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan antara hasil ukur LILA lengan bebas dari baju dengan
lengan baju pada wanita usia subur di Desa Ngempon Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang.
Metode: Penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini
adalah WUS usia 20-29 tahun yang berjumlah 409. Sampel dihitung menggunakan rumus
sampel penelitian dua populasi independent (mean), yaitu sebanyak 100 orang. Pengukuran
LILA diukur menggunakan metline. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed-
Rank.
Hasil: Hasil pengukuran LILA bebas baju dan dengan baju menunjukan perbedaan dimana
hasil ukur LILA dengan baju lebih besar 0,99 cm. Pengukuran dengan lengan baju cenderung
memberikan hasil yang lebih baik daripada pengukuran tanpa lengan baju. Perbedaan ini dapat
menyebabkan interpretasi yang salah. Terdapat perbedaan antara hasil ukur LILA lengan bebas
dari baju dengan lengan baju pada wanita usia subur di Desa Ngempon Kecamatan Bergas
Kabupaten Semarang (p=0,000).
Simpulan: Terdapat perbedaan antara hasil ukur LILA lengan bebas dari baju dengan lengan
baju pada wanita usia subur di Desa Ngempon Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang.
Kata Kunci: LILA Lengan Bebas dari Baju, LILA dengan Lengan Baj
ANALISIS GAMBARAN POSTUR KERJA DAN KELUHAN MSDs DARI ASPEK ERGONOMI PADA CUSTOMER SERVICE PT BANK TABUNGAN NEGARA KANTOR CABAMG SEMARANG
Bank BTN adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang berbentuk perseroan
terbatas dan bergerak dibidang jasa keuangan perbankan. Beberapa aktivitas menuntut
pekerja untuk lebih produktif. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingkat
produktifitas pekerja adalah faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Sehingga,
untuk meningkatkan kerja perlu ditunjang lingkungan kerja yang ergonomis salah
satunya aspek desain tempat kerja. Dalam tranformasi digital Bank BTN mengusung
desain Kantor bertema Smart branch diantaranya pada BTN Kantor Cabang
Semarang. Dalam ruang tersebut terdapat Meja kerja yang di peruntukan untuk
Customer service. Pada saat melakukan pekerjaannya diketahui bahwa, Customer
service mengeluh posisi kerja tidak nyaman karena harus mengetik dengan posisi
duduk menyamping sehingga menyebabkan sakit pada pinggang, pegal-pegal pada
pundak, merasakan lelah dan kaku terutama pada bagian pergelangan tangan, bahu,
dan pinggung. Kemudian dilakukan penelitian menggunakan metode RULA (Rapid
Upper Limb Assesment) dengan data Kuesioner Nordic Body Map kepada 4 Customer
service. Adapun tujuan penelitiannya yaitu Menganalisis Gambaran Postur Kerja dan
Keluhan MSDs dari Aspek Ergonomi pada Customer service PT Bank Tabungan
Negara Kantor Cabang Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
deskriptif yaitu menggambarkan mengenai objek yang diteliti dengan
menggunakandata primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3
responden di Kantor Cabang Semarang terkait keluhan MSDs bagian tubuh pekerja
yang dikeluhkan sakit dan memiliki resiko terjadinya cidera pada otot yaitu bagian
leher atas, leher bagian bawah, punggung, pinggang, pantat dengan tingkat resiko
Tinggi yang berarti diperlukan tindakan segera. Untuk 1 Customer service di Kantor
Cabang Pembantu tembalang tingkat resiko rendah dan tidak ada yang di keluhkan
sehingga belum diperlukan adanya tindakan perbaikan. Hasil pengkuran postur kerja
pada 3 Customer service Kantor Cabang Semarang didapatkan Skor RULA 7, artinya
risiko terjadi pada level sangat tinggi. Untuk pengukuran postur kerja pada 1
Customer service Kantor Cabang Pembantu Tembalang didapatkan Skor RULA 3.
Skor 7 menunjukkan bahwa kondisi ini berbahaya maka pemeriksaan dan perubahan
diperlukan dengan sangat segera saat itu juga dan perlu dilakukan tindakan segera
pada Kantor Cabang Semarang. Adapun usulan perbaikan meja kerja yaitu dengan
memperbaiki kursi dan meja yang lebih ergonomi guna mengurangi tingkat keluhan
MSDs dan menghindari Postur Kerja Janggal pada Customer service sehingga dapat
bekerja lebih Efektif, Nyaman, Aman, Sehat, dan Efisien (ENASE).
Kata kunci: Customer service, Ergonomi, NBM, RUL
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PASIEN DIRAWAT JALAN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DIPUSKESMAS KARANGRAYUNG I
Kepuasan pasien merupakan indikator utama yang mengukur
standar mutu pelayanan pada suatu puskesmas. Kepuasan pasien berkaitan erat
dengan kualitas pelayanan. Tujuan penelitian ini mengetahui tingkat kepuasan
pasien dirawat jalan terhadap kualitas pelayanan kefarmasian dipuskesmas
Karangrayung I
Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif secara kuantitatif dan
menggunakan desain cross-sectional. Penelitian ini menggunakan 95 responden
yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Analisis data
menggunakan analisis data univariate untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien
terhadap kualitas pelayanan kefarmasian
Hasil: Hasil uji validitas dan reliabilitas dari kuesioner diperoleh hasil valid san
reliabel. Tingkat kepuasan responden dari kelima dimensi yaitu dimensi
ketanggapan (responsiveness) 90,9%, dimensi jaminan (assurance) 91,9%,
dimensi perhatian (empathy) 88,8%, dimensi kehandalan (reliability) 91,7% dan
dimensi tampilan fisik (tangibles) 86,8%.
Kesimpulan: : Rata - rata tingkat kepuasan pasien dari kelima dimensi
didapatkan persentase sebanyak 90% berada pada kategori sangat puas