Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA RUANGAN TERHADAP KINERJA PERAWAT PELAKSANA DI RUANG RAWAT INAP RSUD KOTA SALATIGA
Latar Belakang : Kinerja dalam sebuah organisasi dilakukan oleh segenap
sumber daya manusia yang ada baik pemimpinan atau pekerja. Ada beberapa
faktor yang dapat mempengaruhi sumber daya manusia dalam menjalankan
kinerja nya baik dari faktor dalam diri sendiri maupun faktor luar. Gaya
kepemimpinan yang diterapkan mempengaruhi kinerja perawat yang bekerja
dalam memberikan pelayanan keperawatan yang konstan dan terus menerus
selama 24 jam kepada pasien setiap hari, sehingga memberikan gambaran
baik buruknya kinerja seorang perawat dari gaya kepemimpinan yang
diterapkan oleh kepala ruangan
Metode : Jenis penelitian deskriptif korelasional dengan pendekatan cross
sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana di ruang rawat
inap RSUD Kota Salatiga sebanyak 204 perawat.. Teknik sampling dalam
penelitian ini menggunakan purposive sampling sebanyak 76 perawat. Instrumen
yang digunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji kendall tau.
Hasil : Gaya kepemimpinan kepala ruangan di ruang rawat inap RSUD Kota
Salatiga sebagian besar otoriter sebanyak 40 responden (58,8%). Kinerja
perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Kota Salatiga sebagian besar baik
sebanyak 44 responden (64,7%). Ada hubungan negatif antara gaya
kepemimpinan kepala ruangan terhadap kinerja perawat pelaksana di ruang rawat
inap RSUD Kota Salatiga (nilai p=0,001 <
=0,05). Keeratan hubungan ke arah
negatif dengan nilai -0,385 yang dikategorikan rendah (0,20 – 0,399) yang artinya
keeratan hubungan gaya kepemimpinan dengan kinerja perawat di ruang rawat
inap RSUD Kota Salatiga adalah rendah.
Simpulan : Ada hubungan negatif antara gaya kepemimpinan kepala ruangan
terhadap kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Kota Salatiga
Kata kunci : gaya kepemimpinan, kinerja perawa
PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU SEBELUM DAN SETELAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG GIZI SEIMBANG DI PUSKESMAS PARAKAN KAUMAN
Latar Belakang : Kurangnya pengetahuan tentang gizi dan kesehatan pada orang tua,
khususnya ibu merupakan salah satu penyebab terjadinya kekurangan gizi pada balita.
Sehingga salah satu cara yang dapat dilakukan untuk merubah perilaku tersebut dapat
dilakukan dengan memberikan intervensi berupa pendidikan kesehatan. Mengetahui perbedaan
pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan gizi
buruk pda balita di wilayah di Desa Parakan Kauman tahun 2024.
Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Eksperiment dengan desain One
Group Pretest-Postest. Populasi penelitian ini adalah 82 responden di wilayah di Desa Parakan
Kauman. Sampel ditentukan dengan teknik Purposive Sampling berdasarkan kriteria inklusi
dan eksklusi. Analisis yang di gunakan adalah uji Wilcoxon.
Hasil : Pengetahuan sebelum di berikan pendidikan kesehatan menunjukkan bahwa dapat
ditemukan sebagian besar pengetahuan kurang sebanyak 36 orang (43,90%) dan sesudah di
berikan pendidikan kesehatan menunjukkan hampir seluruhnya pengetahuan menjadi dengan
jumlah 58 orang (70,74 %) dari 82 responden. Dari hasil analisis bivariat didapatkan nilai p-value
0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan
Pendidikan Kesehatan.
Simpulan : Pengetahuan ibu tentang gizi pada balita sebelum dan sesudah di berikan
pendidikan kesehatan tentang pencegahan gizi buruk pada balita di Puskesmas Parakan
Kauman yaitu 43,90 % menjadi 70,74 % setelah diberikan Pendidikan kesehatan. Ada
perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan setelah diberikan edukasi gizi ,
dengan nilai p-value 0,000 (<0,05).
Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan Tentang Gizi Seimbang, Edukasi Gizi Seimbang,
Pengetahuan Ib
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN APD DI RUANG RAWAT INAP RSU BALIKPAPAN BARU
Latar Belakang : Perawat merupakan petugas kesehatan yang paling sering
berinteraksi dengan pasien, sehingga resiko tertular dan menularkan penyakit
sangatlah tinggi jika tidak mematuhi penggunaan APD. Rendahnya kesadaran
perawat tentang pentingnya penggunaan APD dalam pencegahan dan perlindungan
diri ketika melakukan tindakan medis di rumah sakit masih tinggi,.
Tujuan penelitian : Untuk mengetahui apakah ada hubungan pengetahuan perawat
terhadap tingkat kepatuhan penggunaan APD di ruang Rawat inap RSU balikpapan
Baru Tahun 2023
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan
pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di ruang
rawat inap RSU Balikpapan Baru berjumlah 30 perawat.Teknik sampling pada
penelitian ini menggunakan Total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30.
Instrument penelitian kuisioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan
bivariat
Hasil Penelitian : Didapatkan sebagian besar perawat yang memiliki pengetahuan
cukup sebanyak 12 orang (40%) dan Perawat yang patuh dalam penggunaan APD
sebanyak 22 orang (73,3%).Diperoleh analisis spearman rho nilai p value sebesar
0,006 < α (0,05)artinya ada hubungan yang signifikan dengan korelasi positif antara
pengetahuan perawat terhadap tingkat kepatuhan penggunaan APD di ruang Rawat
inap RSU balikpapan Baru Tahun 2023
Simpulan : Ada hubungan antara pengetahuan perawat terhadap tingkat
kepatuhan penggunaan APD di ruang Rawat inap RSU balikpapan Baru Tahun 2023
Kata kunci : Pengetahuan, Kepatuhan APD, Perawa
HUBUNGAN PERSEPSI PASIEN TERHADAP E- PRESCRIBING DENGAN KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI FARMASI RSUD DR. H. SOEWONDO KENDAL
Sistem peresepan mengalami perubahan dari manual ke
elektronik. Banyak manfaat yang diperoleh dari sistem tersebut. Terdapat
beberapa rumah sakit yang sudah menerapkan sistem e-prescribing salah satunya
yaitu RSUD dr. H. Soewondo Kendal. Persepsi perlu diketahui untuk mengetahui
kualitas dan kepuasan pasien saat penggunaan e-prescribing. Penelitian bertujuan
untuk mengetahui hubungan persepsi dan kepuasan pasien terhadap e-prescribing
di instalasi farmasi RSUD dr. H. Soewondo Kendal.
Metode : Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.
Penelitian dilakukan di RSUD dr. H. Soewondo Kendal, menggunakan sampel
yang melibatkan 195 responden. Data didapatkan melalui kuesioner yang telah
dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan Spearman's
Rank
Hasil : Persepsi pasien terhadap e-prescribing di instalasi farmasi RSUD dr. H.
Soewondo Kendal (80,22%), dengan indikator kemanfaatan (80,75%),
kemudahan (79,69%). Tingkat kepuasan (83,798%), indukator keandalan
(81,103%), daya tanggap (84,103%), jaminan (83,782%), empati (84,615%), bukti
fisik (85,385). Hasil Spearman’s Rank sig=0,000.
Simpulan : Persepsi pasien terhadap e-prescribing di instalasi farmasi RSUD dr.
H. Soewondo Kendal sangat baik (80,22%). Tingkat kepuasan sangat puas
(83,798%). Terdapat hubungan yang kuat antara persepsi dengan kepuasan pasien
terhadap e-prescribing di instalasi farmasi RSUD dr. H. Soewondo Kendal dengan
nilai correlation coefficient 0,413
GAMBARAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS JONGGON JAYA
Latar Belakang : Diabetes Melitus adalah penyakit kronis yang biasanya ditandai
dengan hiperglikemia serta intoleransi glukosa yang terjadi karena minimnya
produksi insulin atau tubuh tidak bisa menggunakan insulin secara efisien. Menurut
WHO (2018), sekitar 71% penyebab kematian di dunia adalah penyakit tidak
menular yang membunuh sekitar 36 juta jiwa per tahun, jumlah penderita diabetes
melitus di Indonesia menduduki keempat terbesar di dunia yaitu 8,4 juta orang dan
diprediksi pada tahun 2030 akan naik menjadi 21,3 juta orang. Sekitar 80%
kematian tersebut terjadi di negara berpenghasilan menengah dan rendah
(Kemenkes 2019).
Tujuan : Mengetahui gambaran kepatuhan minum obat dengan kadar glukosa
darah pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Jonggon Jaya.
Desain Penelitian : Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan
descriptive. Penelitian mengetahui gambaran pasien yang kontrol kadar gula darah
di Puskesmas Jonggon Jaya. Populasi penelitian ini adalah 30 orang yang
melakukan pemeriksaan di Puskesmas Jonggon Jaya. Metode pengambilan sampel
menggunakan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan glukometer.
Hasil : Hasil penelitian diperoleh jumlah subjek sebanyak 30 orang yang terdiri dari
13 perempuan dan 17 laki-laki.
Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian terkontrol sebesar 22 (73,3%) dan tidak
terkontrol sebesar 8 (26,7%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa gambaran kadar
glukosa darah pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Jonggon Jaya yaitu
terkontrol.
Saran : Warga diharapkan lebih memperhatikan kadar gula darah dan rutin
beraktivitas serta meningkatkan pola hidup sehat.
Kata Kunci : Penderita Diabetes Militus, Diabetes Melitus, Kadar Gula Dara
STUDI PENGGUNAAN DIURETIK PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN KOMORBID DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG PERIODE 2017-2022
Gagal ginjal kronis (GGK) adalah sindrom klinis sekunder
akibat perubahan fungsi yang definitif dan atau struktur ginjal dan ditandai oleh
ireversibilitas dan evolusi yang lambat dan progresif dengan penurunan fungsi
Glomerulus Filtration Rate (GFR) 30mg/g. Ketika GFR turun ke tingkat rendah,
ginjal tidak mampu mengeluarkan garam dan air dengan baik. Oleh karena itu,
retensi cairan ekstraseluler sering terjadi dan bermanifestasi sebagai edema paru
perifer atau asites. Terapi diuretik umumnya digunakan pada gagal ginjal kronik
untuk mengontrol ekspansi cairan ekstraseluler dan juga memiliki efek
antihipertensi.
Metode : Penelitian ini merupakan non-ekspresimental dengan rancangan
deskriptif retrospektif terhadap rekam medis pasien gagal ginjal kronik di instalasi
rawat inap RS Roemani Muhammadiyah Semarang periode 2017-2022.
Hasil : Dari 40 subjek penelitian perempuan (57,5%) dan laki-laki (42,5%)
dengan rentang usia terbanyak yaitu antara 61-70th, dan yang termasuk ke dalam
GGK stage 5 yaitu sebanyak 31 pasien sisanya tidak spesifik. Didapatkan
sebanyak 38 pasien menggunakan monoterapi furosemid dan sisanya kombinasi
(furosemid+spironolakton)
Kesimpulan : Terapi diuretik terbanyak di RS Roemani Muhammadiyah
Semarang adalah monoterapi furosemid sebesar 95%, diikuti terapi kombinasi
furosemid dan spironolakton sebesar 5%. Karena efektivitasnya dan keamanannya
penggunaan terapi kombinasi (furosemid + spironolakton) pada gagal ginjal
kronik paling efektif dibandingkan penggunaan monoterapi furosemid
POLA PENGGUNAAN OBAT STRESS ULCER PADA PASIEN RAWAT INAP RSUD dr. GONDO SUWARNO UNGARAN PERIODE 2021-2023
Stress ulcer (SU) berbentuk erosi mukosa duodenal atau ulcer yang umumnya
diinduksi oleh trauma serius, operasi, sakit kritis, luka bakar, benturan pada kepala dan komorbid
yang mengakibatkan komplikasi. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui jenis obat dan golongan
obat yang digunakan di RSUD dr.Gondo Suwarno Ungaran
Metode: menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif non eksperimental yang
akan diperoleh dari jenis data rekam medis. Data rekam medis akan diperoleh secara menyalin
data (cross seetional) sebanyak 46 responden pada pasien rawat inap. Data dengan analisis
univariat digunakan untuk mengevaluasi penggunaan obat stress ulcer.
Hasil: Berdasarkan jenis kelamin lebih dominan pada laki-laki, dengan persentase 72% dari 46
sampel, kemudian berdasarkan pada usia lebih dominan lansia dengan persentase 61% dari 46
sampel, selanjutnya berdasarkan jenis obat lebih dominan menggunakan omeprazole dan disusul
oleh lanzoprazole dengan persentase 63 dan 19,7% dari 46 sampel dan berdasarkan golongan obat
lebih dominan menggunakan golongan Pompa Proton Inhibitor (PPI) dengan persentae 82,6% dari
46 sampel.
Kesimpulan: Berdasarkan jenis obat meliputi omeprszole, lansoprazole dan ranitidine adalah jenis
obat yang digunakan dalam terapi stress ulcer
HUBUNGAN ANTARA DURASI PENGGUNAAN GADGET, AKTIVITAS FISIK DAN ASUPAN ENERGI DENGAN STATUS GIZI PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN NGABLAK
Saat ini akses internet sudah meluas hingga sampai ke perdesaan.
Penggunaan gadget ini memicu gaya hidup sedentary. Gaya hidup sedentary
berpengaruh pada aktivitas fisik, asupan energi hingga status gizi.
Metode: Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-
sectional. Jumlah sampe diambil dengan simple random sampling pada siswa SD
berusia 11-12 tahun di Kecamatan Ngablak. Status gizi berdasarkan z-score
(IMT/U). Durasi penggunaan gadget menggunakan wawancara, aktivitas fisik
menggunakan kuesioner PAQ-C dan asupan energi menggunakan recall 2x24 jam.
Analisis data menggunakan uji kendal tau-b (p-value = < 0,05)
Hasil : Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Ngablak memiliki durasi penggunaan
gadget lebih 68,3%. Aktivitas fisik sedang 58,3%. Asupan energi normal 48,3%.
Status gizi sangat kurus sebesar 6,7%, kurus 11,7%, normal 40%, overweight 25%
dan obesitas 16,7%. Nilai p-value antara durasi penggunaan gadget, aktivitas fisik,
dan asupan energi dengan status gizi masing-masing yaitu 0.085, 0.011 dan 0.001.
Simpulan : Tidak terdapat hubungan durasi penggunaan gadget dengan status gizi
pada siswa sekolah dasar, namun terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan
status gizi pada siswa sekolah dasar dan terdapat hubungan asupan energi dengan
status gizi pada siswa sekolah dasar
HUBUNGAN KONSUMSI PANGAN TINGGI INDEKS GLIKEMIK DENGAN KEJADIAN OBESITAS SENTRAL PADA DEWASA MUDA
Obesitas termasuk dalam 10 masalah kesehatan utama dunia
dan lima teratas di negara berkembang seperti Indonesia. Prevalensi obesitas
sentral berdasarkan Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018 sebesar 31%. Itu
artinya lebih dari seperempat usia ≥15 tahun mengalami obesitas sentral pada
tahun 2018. Faktor yang mempengaruhi obesitas sentral yaitu kebiasaan makan
makanan tinggi indeks glikemik.
Tujuan : Mengetahui adanya hubungan konsumsi pangan tinggi indeks glikemik
dengan kejadian obesitas sentral pada dewasa muda.
Metode : Metode penelitian menggunakan pendeketan cross sectional. Sampel
108 responden yang didapatkan menggunakan teknik proportional random
sampling. Pengambilan data dengan cara pengukuran lingkar pinggang panggul,
berat badan dan tinggi badan, sedangkan untuk asupan indeks glikemik
menggunakan lembar FFQ yang sudah dimodifikasi. Analisis bivariate
menggunakan metode analisis uji koefisien kontingensi dengan tingkat kemaknaan
5%.
Hasil : Prevalensi obesitas sentral pada mahasiswa yang mengalami obesitas
sentral sebanyak 56 responden (51.9%), dan mahasiswa yang sering konsumsi
pangan dengan indeks glikemik tinggi sebanyak 84 mahasiswa atau 77,8%.
Terdapat hubungan antara konsumsi pangan tinggi indeks glikemik dengan
kejadian obesitas sentral pada dewasa muda (p = 0,001).
Simpulan : Terdapat hubungan antara konsumsi pangan tinggi indeks glikemik
dengan kejadian obesitas sentral pada dewasa muda
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI PUSKESMAS AMBARAWA KABUPATEN SEMARANG
Latar Belakang: KB merupakan salah satu cara untuk menekan laju pertumbuhan penduduk serta meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Pengetahuan mengenai KB sangat penting untuk dimiliki oleh akseptor dalam memilih alat kontrasepsi yang akan dipergunakan, di puskesmas Ambarawa dari 10 aseptor kb sebagian besar ibu memiliki pengetahuan kurang mengenai KB dan kurangnya dukungan suami. Dukungan suami merupakan keterlibatan suami dalam bentuk memberi dukungan kepada wanita menjalani tugas reproduksinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) pada Wanita usia subur (WUS) di Puskesmas Ambarawa Kabupaten Semarang tahun 2023. Metode Penelitian: Desain penelitian ini merupakan analitik korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu akseptor KB yang terdata di di Puskesmas Ambarawa dari bulan Januari - September 2023. Sampel penelitian berjumlah 87 akseptor KB. dengan tehnik pengambilan proporsional random sampling. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil: Setelah melakukan analisa menggunakan uji chi square didapatkan hasil Ada hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan alat kontrasepsi AKDR dangan nilai p-value 0,000<0,05, dan Ada hubungan dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi AKDR dangan nilai p-value 0,010<0,05. Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara pengetahuan dengan pemilihan alat kontrasepsi AKDR dengan nilai p-value 0,000<0,05. Serta ada hubungan antara dukungan dengan pemilihan alat kontrasepsi AKDR dengan nilai p-value 0,010<0,0