Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PENGENDARA TUKANG OJEK DI WILAYAH PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG JAWA TENGAH
Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan muskuloskeletal
yang sering terjadi pada pekerja, terutama yang melakukan gerakan repetitif dalam jangka
waktu lama. CTS dapat menyebabkan nyeri, kesemutan, kelemahan tangan, hingga
penurunan produktivitas kerja. Faktor-faktor seperti usia, status gizi, kebiasaan merokok,
lama kerja, dan masa kerja diduga berperan dalam meningkatkan risiko CTS. Mengingat
dampak CTS yang dapat mengganggu fungsi tangan dan menurunkan kualitas hidup pekerja,
penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian CTS
sebagai langkah pencegahan dan pengendalian di lingkungan kerja. Pengendara tukang ojek
masih kurang memperhatikan CTS dan lebih tidak memperdulikan jika mereka mengalami
gejala seperti parastesia, numbness, atau tingling dari ibu jari hingga tengah jari keempat.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan
Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada pengendara tukang ojek di wilayah Pringapus
Kabupaten Semarang Jawa Tengah.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain penelitian
cross-sectional. Populasi penelitian ini yaitu seluruh pengendara tukang ojek di wilayah
Pringapus Kabupaten Semarang. Sampel penelitian ini berjumlah 100 pengendara tukang
ojek menggunakan teknik purposive sampling. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini
terdiri dari variabel independen (usia, status gizi, kebiasaan merokok, lama kerja, dan masa
kerja) dan variabel dependen (Carpal Tunnel Syndrome (CTS)). Pengambilan data dilakukan
dengan menggunakan kuesioner Boston Carpal Tunnel Syndrome Questionaire
(BCTQ).Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat (chi-square)
menggunakan SPSS.
Hasil: Sebagian besar responden mengalami keluhan CTS (72,0%). Ada hubungan yang
signifikan antara usia (p = 0,004), status gizi (p = 0,000), kebiasaan merokok (p = 0,003),
lama kerja (p= 0,000), dan masa kerja (0,001), dengan keluhan CTS.
Saran: Pengendara tukang ojek perlu meningkatkan kesadaran akan risiko CTS serta
menerapkan kebiasaan hidup sehat.
Kata kunci: Carpal Tunnel Syndrome, Tukang Oje
GAMBARAN CAPAIAN OPEN DEFECATION FREE (ODF) KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT TAHUN 2023-2024
Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,
salah satunya melalui peningkatan akses terhadap sanitasi layak. Di Kabupaten
Kotawaringin Barat, meskipun cakupan sanitasi layak telah mencapai 97,78% pada
tahun 2024, pencapaian status Open Defecation Free (ODF) masih belum optimal, yang
berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian diare. Beberapa kecamatan, seperti
Arut Utara, Pangkalan Banteng, dan Pangkalan Lada, telah mencapai 100% akses
jamban sehat permanen (JSP). Namun, beberapa desa masih menghadapi tantangan,
terutama yang bergantung pada jamban sehat semi permanen (JSSP) dan berbagi
jamban (sharing), seperti Desa Keraya (33,33%), Lada Mandala Jaya (66,51%), dan
Tempayung (75,13%). Berbagai upaya telah diterapkan untuk mempercepat pencapaian
ODF, termasuk program Satu Rumah Satu Jamban Sehat, pemicuan sanitasi berbasis
keluarga, serta sertifikasi rumah sehat. Dukungan kebijakan, metode pemicuan
partisipatif, dan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan turut memperkuat
keberlanjutan program sanitasi. Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa pendekatan
pemicuan sanitasi yang didukung oleh peningkatan akses sarana sanitasi, penguatan
kelembagaan, serta monitoring yang berkelanjutan berkontribusi signifikan terhadap
pencapaian status ODF. Keberhasilan ini berdampak pada peningkatan kualitas
kesehatan masyarakat dan pengurangan risiko penyakit berbasis lingkungan.
Kata kunci: Sanitasi, Open Defecation Free (ODF), STBM, akses jamban sehat,
kesehatan lingkunga
Edukasi Berbasis Media Video Animasi Dan Poster Terhadap Pengetahuan Siswa Tentang Bencana Tanah Longsor Di Smpn 03 Banyubiru
Latar Belakang :
Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, kehilangan tempat tinggal, bahkan korban jiwa. Kurangnya pemahaman masyarakat, terutama anak-anak yang tergolong lebih rentan dapat meningkatkan risiko bencana. Oleh karena itu, edukasi sejak dini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaraan kesiapsiagaan bencana tanah longsor. Media pembelajaran seperti video animasi dan poster menjadi pilihan yang efektif karena dapat menyajikan informasi secara menarik dan mudah dipahami di kalangan siswa siswi.
Tujuan : Untuk menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan siswa siswi SMPN 03 Banyubiru sebelum dan setelah diberi edukasi berbasis media video animasi dan poster
Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental design dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa siswi kelas VII dan VIII yang berjumlah 72. Sample 19 responden pada kelompok video animasi dan 19 responden pada kelompok poster yang diambil dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kesiapsiagaan bencana tanah longsor. Uji Statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Wilcoxon.
Hasil : Ada perbedaan tingkat pengetahuan kesiapsiagaan bencana tanah longsor sebelum dan sesudah diberikan metode poster pada siswa siswi SMPN 03 Banyubiru dengan p value (0,000) < α (0,05).
Ada perbedaan tingkat pengetahuan kesiapsiagaan bencana tanah longsor sebelum dan sesudah diberikan metode video animasi dengan p value (0,000) < α (0,05).
Kesimpulan : Ada perbedaan tingkat pengetahuan kesiapsiagaan bencana tanah longsor sebelum dan sesudah diberikan metode video animasi dan poster dengan p value (0,000) < α (0,05).
Saran : Diharapkan edukasi kesiapsiagaan bencana tanah longsor menggunakan media video animasi atau poster lebih sering digunakan untuk mengenalkan kepada para siswa siswi dalam menghadapi bencana
Kata kunci : bencana tanah longsor, kesiapsiagaan, video animasi, poster
Daftar pustaka : 2016-202
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Farmasi Di Unit Rawat Jalan Rumah Sakit Dr.Asmir Salatiga
Latar Belakang: Pelayanan farmasi di rumah sakit merupakan aspek penting
dalam meningkatkan kepuasan pasien. Salah satu faktor utama yang berpengaruh
adalah waktu tunggu pelayanan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi di Unit Rawat
Jalan Rumah Sakit dr. Asmir Salatiga. Metode: Penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian adalah 100
pasien rawat jalan yang menerima pelayanan farmasi di rumah sakit. Analisis data
dilakukan dengan uji statistik chi-square dan korelasi Spearman. Hasil:
Berdasarkan penelitian rata-rata waktu tunggu resep Non Racikan yang sesuai
standar adalah 11,61 menit dan masih terdapat 3 resep Non racikan yang belum
memenuhi standar dengan nilai rata-rata 32 menit, waktu tunggu untuk resep
Racikan sudah memenuhi standar denga rata-rata nilai yaitu 29,25 menit dan
tingkat kepuasan pasien berdasarkan kelima dimensi layanan yaitu keandalan
(Reliablity), ketanggapan (Responsiveness), Jaminan (Assurance), Perhatian
(Empaty) dan Bukti Fisik (Tangible) termasuk dalam kategori sangat puas dengan
nilai indeks yang tinggi dengan nilai rata-rata sebesar 94,41% yang dilakukan
dengan analisis uji Chi square diperoleh nilai sig/ρ sebesar 0,000 < 0,05.
Simpulan: Tingkat pelayanan farmasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan
pasien di Rumah Sakit dr.Asmir Salatiga
Kata Kunci : Pelayanan Farmasi, Kepuasan Pasien, Waktu Tunggu, Rumah Saki
Prevalensi Faktor Resiko Penyakit Kardiovaskular Pada Pasien Prolanis Di Puskesmas Bringin Kabupaten Semarang Periode Agustus-Oktober 2024
Penyakit Kardiovaskular (PKV) merupakan penyebab utama kematian dini dan kecacatan di
Indonesia, dengan insidensi yang terus meningkat dan berdampak pada biaya kesehatan serta
beban ekonomi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor risiko PKV dan
riwayat penggunaan obat pada 80 peserta Prolanis di Puskesmas Bringin, Kabupaten Semarang.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pengambilan data melalui
observasi, wawancara, dan rekam medis pada periode Agustus–Oktober 2024. Hasil
menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan berusia 60–75 tahun yang telah
mengalami menopause. Faktor risiko utama PKV meliputi hipertrigliseridemia, hipertensi,
diabetes, pola makan tidak sehat, dan obesitas, hanya kadar gula darah yang memiliki hubungan
signifikan dengan PKV (Sig. 0,049). Pengobatan PKV umumnya menggunakan penurun lipid
(statin dan fibrat), antihipertensi (candesartan, amlodipine, spironolakton, bisoprolol),
antidiabetik oral (metformin, glimepiride, acarbose), serta antiplatelet dan antikoagulan.
Kata kunci : diabetes, faktor resiko, obesitas, penyakit kardiovaskular, prolanis
Formulasi Dan Aktivitas Antioksidan Nanoemulgel Kombinasi Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus Annuus L.) Dan Minyak Atsiri Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia)
Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan menganalisis aktivitas antioksidan
nanoemulgel kombinasi minyak biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) dan minyak atsiri
jeruk nipis (Citrus aurantifolia). Minyak biji bunga matahari (MBBM) mengandung vitamin E
dan asam fenolat, sementara minyak atsiri jeruk nipis (MAJN) kaya akan flavonoid dan vitamin C
yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental
laboratorium dengan formulasi nanoemulsi menggunakan Tween 80 dan PEG 400, kemudian
diinkorporasikan dalam basis gel untuk membentuk nanoemulgel. Karakterisasi fisik mencakup
uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat, sementara uji aktivitas
antioksidan dengan metode DPPH untuk menentukan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa nanoemulgel memiliki karakteristik fisik stabil dengan pH 6,3–6,5, viskositas 9.220–9.490
cP, daya sebar 5,46–5,74 cm, dan daya lekat 1,6-1,73 detik. Aktivitas antioksidan minyak biji
bunga matahari (IC50=132,44 ppm) dan minyak atsiri jeruk nipis (IC50=80,06 ppm) mengalami
penurunan setelah formulasi menjadi nanoemulgel, dengan nilai IC50 nanoemulgel F1 278,04 ppm
(sangat lemah), F2 179,86 ppm (lemah), dan F3 166,54 ppm (lemah). Secara keseluruhan
kombinasi MBBM dan MAJN pada sediaan nanoemulgel tidak berpengaruh terhadap sifat fisik
nanoemulgel, terdapat pengaruh aktivitas antioksidan berdasarkan nilai IC50
Kata Kunci: Nanoemulgel, minyak biji bunga matahari, minyak atsiri jeruk nipis, antioksidan,
DPPH
Evaluasi Ketepatan Penggunaan Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Tentara Dr. Asmir Salatiga
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi secara global, sehingga
penggunaan antihipertensi yang tepat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas
kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketepatan penggunaan antihipertensi pada
pasien rawat jalan di RST Dr. Asmir Salatiga Periode April - September 2024. Metode yang
digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dari rekam
medik pasien hipertensi menggunakan teknik purposive sampling, memperoleh 100 sampel yang
dianalisis berdasarkan pedoman PNPK Tata Laksana Hipertensi Dewasa Kemenkes 2021 dan
Drug Information Handbook. Hasil penelitian menunjukan bahwa terapi tunggal yang paling
banyak digunakan adalah candesartan (Angiotensin Receptor Blocker) sebesar 17%, sedangkan
terapi kombinasi yang sering diberikan adalah amlodipine dan candesartan (Calcium Channel
Blocker dan Angiotensin Receptor Blocker) sebesar 47%. Evaluasi ketepatan penggunaan obat
antihipertensi mencakup tepat pasien sebesar 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 75%, tepat
dosis 100 %.
Kata kunci : hipertensi, efektifitas, antihipertensi, evaluasi, ketepata
Aktivitas Tabir Surya Nanoemulsi Gel Minyak Bunga Calendula (Calendula Officinalis) Secara In Vitro
Minyak bunga calendula (Calendula officinalis) mengandung senyawa bioaktif dengan sifat
antioksidan dan berpotensi sebagai tabir surya alami. Namun, efektivitas dan stabilitasnya dalam
formulasi kosmetik masih perlu ditingkatkan. Nanoemulsi dapat membantu mengoptimalkan
kualitas dan kinerja minyak bunga calendula sebagai bahan aktif tabir surya. Nanoemulsi
menggunakan energi tinggi dengan Tween 80 sebagai surfaktan dan PEG 400 sebagai ko-
surfaktan. Nanoemulsi gel minyak bunga calendula dibuat dengan formula 1 3%, formula 2 5%,
dan formula 3 7%. Evaluasi nanoemulsi gel meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas,
daya lekat, stabilitas melalui uji cycling test, serta pengukuran SPF menggunakan spektrofotometri
UV-Vis. Nanoemulsi gel minyak bunga calendula formulasi 1, 2, dan 3 memiliki nilai ukuran
partikel rata-rata 20,07 nm dan nilai PDI dengan rata-rata 0,271. Nilai pH berada dalam rentang
5,6–6,2, viskositas 500–10.000 cPs, dan daya lekat 2,1–3,5 detik. Formulasi tabir surya
nanoemulsi gel minyak bunga calendula memiliki karakteristik yang sesuai. Formulasi tabir surya
baik formula 1, 2, dan 3 memiliki nilai SPF yang tinggi dengan kategori proteksi ultra.
Kata kunci : Nanoemulsi, minyak calendula, tabir sury
Perbandingan Aktivitas Tabir Surya Krim Dan Nanokrim Minyak Biji Bunga Wortel (Daucus Carota L.)
Minyak biji bunga wortel mengandung senyawa terpenoid yang berpotensi sebagai tabir surya.
Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas tabir surya krim dan nanokrim berdasarkan nilai
Sun Protection Factor (SPF). Minyak biji bunga wortel diformulasikan menjadi krim dan nanokrim
dengan konsentrasi 0,4%, 0,5%, dan 0,6%. Pengujian meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas,
daya sebar, daya lekat, viskositas, dan stabilitas dan pengukuran SPF. Nanoemulsi berwarna
kuning jernih, beraroma khas minyak biji bunga wortel, dan berbentuk cair. Ukuran partikel
berkisar antara 75,7-108,4 nm, dengan % transmittan <100% dan indeks polidispersitas 0,198-
0,410. Karakteristik fisik krim dan nanokrim berwarna putih kekuningan, beraroma khas minyak
biji wortel, bertekstur lembut. pH sediaan antara 5-7, viskositas 23.000-44.000cPs, daya sebar 5-
6,5cm, daya lekat 1-2 detik, tipe emulsi M/A. Sediaan tidak mengalami pemisahan saat
disentrifugasi (nilai F=0%), mengalami perubahan fisik dilakukan cycling test. Nilai SPF krim
formula 1 (5,882±0,15) kategori sedang, formula 2 (6,865±0,13) dan formula 3 (7,864±0,19),
nanokrim formula 1 (6,465±0,26) dan formula 2 (7,610±0,17) kategori ekstra, formula 3
(8,459±0,06) kategori maksimal. Peningkatan konsentrasi minyak berpengaruh pada nilai SPF.
Nanokrim memiliki nilai SPF lebih tinggi dibandingkan krim, kecuali F3 krim dan F2 nanokrim
yang tidak berbeda signifikan memiliki efektivitas formulasi yang hampir sama dalam
perlindungan terhadap sinar UV A.
Kata kunci : Tabir surya, minyak biji bunga wortel, krim ,nanokrim, SPF
Pengaruh Metode Maserasi Dan Sokletasi Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Terhadap Kadar Flavonoid Total Dan Aktivitas Antioksidan
Bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki potensi sebagai sumber antioksidan karena kandungan
antosianin dan senyawa bioaktif lainnya, seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis kadar flavonoid total, potensi antioksidan, serta perbedaan signifikan
aktivitas antioksidan ekstrak bunga telang dengan metode maserasi dan sokletasi. Ekstraksi
dilakukan menggunakan pelarut etanol 70%, dan analisis fitokimia dilakukan untuk mengukur
kandungan flavonoid total. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH menggunakan
spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak maserasi memiliki kadar
flavonoid total lebih tinggi (69,94±3,125 mgQE/g) dibandingkan sokletasi (43,54±1,632
mgQE/g), serta nilai IC50 yang lebih rendah (93,656 ppm) dibandingkan sokletasi (122,366 ppm).
Uji ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan pada aktivitas antioksidan (p-value < 0,05).
Kesimpulannya, metode maserasi lebih efektif dalam menghasilkan ekstrak dengan aktivitas
antioksidan yang lebih kuat.
Kata kunci : Bunga telang, flavonoid total, maserasi dan sokletasi, antioksidan