Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
GAMBARAN TINGKAT KESADARAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF PADA PASIEN DI RUANG ICU RSI SULTAN HADLIRIN JEPARA
Pelayanan di ruang intensive care unit (ICU) adalah pasien
dalam keadaan terancam jiwanya karena kegagalan satu atau multipel organ yang
disertai gangguan hemodinamik. Penurunan kesadaran adalah perubahan
kesadaran yang menggambarkan hasil akhir dari berbagai proses patofisiologi
penyakit yang menyebabkan gangguan fungsi otak. Penilaian kesadaran secara
kuantitatif dengan FOUR Score (Full Outline of UnResponsivenes) maupun
kualitatif Glasgow Coma Scale (GCS) sangat diperlukan sebagai upaya untuk
lebih melengkapi penegakan dalam pengkajian yang lebih lengkap dan kongkrit
dalam mengukur tingkat kesadaran.
Tujuan Penelitian: Mendeskripsikan gambaran Tingkat Kesadaran Kuantitatif
dan Kuliatatif Pada Pasien di ICU RSI Sultan Hadlirin Jepara.
Metode: Metode yang digunakan yaitu deskriptif yang berfungsi mendeskripsikan
atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti, dan menggunakan analisis
univariat. Penelitian menggunakan total sample jumlah sampel pada penelitian ini
sebanyak 14 orang.
Hasil: Karakteristik responden Umur sebagian besar Pra Lanjut Usia 45-59 Tahun
yaitu sejumlah 4 responden (57,1%), Jenis kelamin paling banyak adalah laki-laki
yaitu sejumlah 6 responden (85,7%), Diagnosa medis paling banyak adalah pada
pasca operasi yaitu sejumlah 3 responden (42,9%). Tingkat Kesadaran Kuantitatif
dengan penilaian FOUR-Score di dapatkan Mean 11,4286, Tingkat Kesadaran
Kualitatif dengan penilaian GCS di dapatkan Mean 11,0000..
Simpulan: Bagi Rumah Sakit mempertimbangkan penggunaan metode FOUR
Score (Full Outline of UnResponsivenes) selain menggunakan Glasgow Coma
Scale (GCS)
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN STEMI SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN TERAPI BENSON DI RUANG ICU RSI SULTAN HADIRIN JEPARA
Diindonesia Provinsi Jawa Tengah menempati urutan ke 3
jumlah penderita penyakit jantung yaitu sebesar 72.268 orang atau 0,3%,
dikabupaten Jepara tahun 2021 ada sebanyak 941 pasien yang terdiagnosa
STEMI, dirumah Sakit Islam Sultan Hadirin Jepara jumlah pasien dengan
gangguan kardiovaskuler menduduki peringkat ke 2 penyakit terbanyak dengan
data 3 bulan terakhir, ada sebanyak 114 pasien dengan Stemi yang dirawat.
Pasien dengan STEMI sering mengalami kecemasan untuk mengatasinya dapat
digunakan terapi non farmakologis seperti terapi benson, Terapi Benson bekerja
dengan mengaktifkan sistem saraf parasimpatik dan menekan aktivasi HPA axis
yang menghasilkan efek bradikardi, vasodilatasi dan mengurangi sekresi kortisol,
sehingga menurunkan respons stres sistemik dan mengurangi cemas.
Tujuan: Penelitian ini adalah Untuk mengetahui Perbedaan Tingkat Kecemasan
Pasien Stemi Sebelum Dan Sesudah Diberikan Terapi Benson di Ruang ICU RSI
Sultan Hadirin Jepara
Metode: Penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimen pre-test dan post-test.
Penelitian ini menggunakan sampel 23 responden melalui teknik total sampling.
Peneliti mengukur tingkat kecemasan pasien sebelum dan sesudah diberikan
relaksasi Benson menggunakan HARS (Hamilton anxiety rating score),
ujistatistik yang digunakan pada penelitian ini adalah paired t-test.
Hasil: penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh terapi benson terhadap
Kecemasan pasien STEMI di ruang ICU RSI Sultan Hadirin Jepara dengan nilai
p value 0,000 < 0,05.
Kesimpulan : relaksasi Benson terbukti efektif meminimalisir kecemasan pasien
STEMI.
Saran : Relaksasi benson dapat diterapkan oleh pasien apabila mengalami
kecemasan saat di ruma
Analisis Tingkat Pengetahuan Apoteker Kota Salatiga Tentang Masa Pakai Obat Non Steril
Masa pakai obat yang tepat sangat penting untuk menjamin keamanan dan efektivitas terapi.
Apoteker harus memiliki pengetahuan yang baik tentang masa pakai obat agar dapat menentukan
dan menginformasikan masa pakai obat kepada pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui
tingkat pengetahuan apoteker Kota Salatiga tentang masa pakai obat non seril Metode: penelitian
ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah
Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Salatiga sebanyak 69 responden yang dipilih melalui
teknik non probability sampling dengan purposive sampling. Instrument yang digunakan adalah
google form, dimana jawaban benar diberi skor 1 dan salah 0. Analisis data dilakukan secara
univariat metode deskriptif dan bivariat menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Berdasarkan
penelitian, pengetahuan apoteker di Kota Salatiga tentang masa pakai obat non steril terbagi
menjadi kategori baik (18,84%), cukup (11,6%), dan kurang (69,56%), dengan rata-rata tingkat
pengetahuan apoteker 42,32% ± 24,62 yang tergolong dalam kategori kurang. Hasil statistik
menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, jenis fasilitas kesehatan, dan lama praktik tidak
memiliki hubungan signifikan terhadap tingkat pengetahuan apoteker mengenai masa pakai obat
non steril. Simpulan: Tingkat pengetahuan apoteker Kota Salatiga mengenai masa pakai obat non
steril tergolong dalam kategori kurang.
Kata kunci : Beyond use date, Apoteker, Tingkat pengetahuan
Tingkat Kesukaan Dan Kandungan Gizi Bakso Ikan Lele (Clariidae) Dengan Penambahan Jamur Kuping (Auricularia Auricula Judae)
Latar Belakang :Berdasarkan BPS 2023, produksi ikan lele mencapai 90.527 ton. Namun,
pengolahannya hanya digoreng sehingga dapat memimbulkan kebosanan dan menurunkan
selera makan ikan lele.Bakso ikan lele dapat menjadi alternatif sehat dengan kandungan
lemak lebih rendah dibandingkan bakso daging sapi yang umum dikonsumsi masyarakat.
Selain itu, produksi jamur kuping di Jawa Tengah tahun 2022 mencapai 499.229 m2,
menjadikannya bahan tambahan yang berpotensi meningkatkan minat konsumen serta
kandungan gizi produk olahan ikan lele.
Tujuan :Mendeskripsikan tingkat kesukaan dan kandungan protein serta serat kasar pada
formula bakso ikan lele dengan penambahan jamur kuping
Metode :Penelitian ini merupakan desain eksperimental. Perlakuan dengan membuat 3
formulasi yang berbeda dengan perbandingan ikan lele dan jamur kuping 90% : 10%, 80% :
20%, dan 70% : 30% yang kemudian dilakukan uji tingkat kesukaan pada 25 panelis tidak
terlatih. Formula dengan skor tingkat kesukaan tertinggi selanjutnya dilakukan analisis
kandungan protein dan serat kasar
Hasil :Hasil uji tingkat kesukaan diketahui formula 1 memiliki rata-rata skor tertinggi dan
formula 3 dengan skor terendah F1 (66,4%), F2 (60,4%), dan F3 (51,2%). Analisis kandungan
protein sebesar 13,83% (tinggi) dan kandungan serat kasar sebesar 6,81% (tinggi).
Simpulan :Formula 1 bakso ikan lele dengan penambahan jamur kuping dapat diterima oleh
masyarakat meskipun masih dalam kategori kurang. Namun, kandungan zat gizi protein dan
kasar serat tergolong diatas SNI, sehingga layak dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif
pangan yang sehat.
Kata Kunci :tingkat kesukaan, bakso ikan lele, jamur kuping, kandungan giz
GAMBARAN PERILAKU ORANG TUA TERHADAP PENCEGAHAN PNEUMONIA PADA ANAK DI RSUD DR. H. JUSUF SK
Pneumonia dikenal sebagai penyakit infeksi saluran pernapasan
akut bagian bawah dan sebagai penyebab utama kematian balita di negara-negara
berkembang. Sebagai upaya dalam menekan angka kejadian dan kematian akibat
pneumonia, pentingnya peningkatan perilaku orang tua dalam pencegahan
pneumonia pada anak. Tujuan : Mengetahui gambaran perilaku orang tua tentang
pencegahan pneumonia pada anak di ruang perawatan anak RSUD dr. H. Jusuf SK.
Metode penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif
dengan bentuk penelitian deskriptif. Jumlah populasi dalam penelitian sebanyak 153
orang. Tehnik sampling yang digunakan menggunakan purposive sampling. Jumlah
sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 sampel. Analisis data yang digunakan yaitu
analis univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil
penelitian : Perilaku pencegahan kategori pengetahuan orang tua dalam pencegahan
pneumonia pada anak yaitu sebagian besar pada pengetahuan baik sebanyak 28
responden (46,7%), perilaku pencegahan kategori sikap orang tua dalam pencegahan
pneumonia pada anak sebagian besar pada sikap positif sebanyak 41 responden
(68,3%) dan perilaku pencegahan kategori praktik orang tua dalam pencegahan
pneumonia pada anak sebagian besar pada praktik orang tua dalam kategori baik
sebanyak 30 responden (50%). Kesimpulan: Usia, pendidikan dan jenis kelamin
merupakan bagian yang menjadi pendukung dalam perilaku orang tua dalam
pencegahan pneumonia pada ana
Hubungan Antara Tingkat Asupan Energi Dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Anak Sekolah Dasar Negeri Candirejo 02, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
Latar Belakang: Anak sekolah dasar dengan kejadian gizi lebih (overweight dan
obesitas) beresiko mengalami penyakit kronis hingga dewasa seperti diabetes
melitus, tekanan darah tinggi, jantung coroner, dan penyakit pada sistem vaskuler.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat asupan energi
dengan kejadian gizi lebih pada anak sekolah dasar negeri Candirejo 02, Kecamatan
Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
Metode Penelitian: Metode penelitian observasional analitik dengan rancangan
cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probabilistik
(non random) yakni purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 65 anak.
Data asupan energi menggunakan kuesioner recall 2x24 jam kemudian diolah
menggunakan software Nutrisurvey. Pengukuran tinggi badan menggunakan
microtoice, Penimbngan berat badan menggunakan timbangan digital , dan analisis
data dengan uji Kendal Tau dengan nilai p value = 0,05.
Hasil Penelitian: Responden dengan tingkat asupan energi defisit sebanyak 22
anak (33,85 %), tingkat asupan energi cukup sebanyak 25 anak (38,46 %), dan
tingkat asupan energi lebih sebanyak 18 anak (27,69%). Responden berstatus gizi
kurang berjumlah 4 orang (6,15%), gizi baik (normal) berjumlah 36 orang
(55,38%), dan gizi lebih berjumlah 25 orang (38,46%).
Simpulan: Ada hubungan antara asupan energi dengan kejadian gizi lebih pada
anak usia sekolah dasar negeri Candirejo 02, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.
Kata Kunci: Asupan, Gizi Lebih, Sekolah Dasar
Kajian Yuridis Pertimbangan Hakim Dalam Putusan Perceraian Terhadap Nafkah Anak Yang Berkeadilan
Nafkah pasca perceraian telah diatur dalam UU No. 1 Tahun
1974 dan Kompilasi Hukum Islam yang menyatakan bahwa nafkah
iddah, mut’ah, kiswah dan biaya pengasuhan anak yang belum
mumayyiz (hadhanah) menjadi tanggungan suami berdasarkan
kemampuannya. Karena itu, penulis ingin mengetahui dasar
pertimbangan hakim terhadap nafkah pasca perceraian dan bagaimana
tinjauan hukum Islam terhadap nafkah pasca perceraian.Penelitian ini
menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif
analitis, melalui studi kepustakaan (library research). Berdasarkan
hasil penelitian, dasar pertimbangan majelis hakim dalam menetapkan
nafkah pasca perceraian pada kasus perkara cerai gugat putusan
Nomor 476/Pdt.G/2022/PA.Amb, dalam menentukan hak nafkah
terhadap istri dan anak setelah terjadinya perceraian berdasarkan pada
bukti-bukti yang dihadirkan ke persidangan dengan melihat
penghasilan suami setiap bulan berdasarkan fotocopy slip gaji, istrinya
nusyuz atau tidak, dan suaminya pernah atau tidak melakukan
kezaliman terhadap istrinya, selain itu hakim juga melihat dan
menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan suami sesuai dengan
kondisi suatu daerah. Ditinjau menurut hukum Islam, hakim
Pengadilan agama ambarawa dalam menetapkan jumlah nafkah pasca
perceraian untuk istri dan anak-anaknya, telah melakukan
pertimbangan kemaslahatan kedua belah pihak yang berperkara.Hal
ini sesuai dengan kaidah al-maslahah al-mursalah yaitu memelihara
dari kemudharatan dan menjaga kemanfaatan.
Kata Kunci : Kajian Yuridis, Pertimbangan Hakim, Perceraian, Nafkah Ana
Penyalahgunaan Dan Penegakkan Tindak Pidana Narkotika Di Kabupaten Barito Timur
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui dan dan menganalisa bentuk penyalahgunaan dan
penegakan tindak pidana narkotika yang berada di Kabupaten Barito Timur, serta mengetahui
dan menganalisa penanggulangan Penyalahgunaan dan Penegakan Tindak Pidana Narkotika
yang dilakukan di Kabupaten Barito Timur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
teknik studi dokumen , observasi dan wawancara. Teknik pengolahan dan analisis data secara
kualitatif. Hasil penilitian menunjukkan bahwa Bentuk Penyalahgunaan dan Penegakan
Tindak Pidana Narkotika di Kabupaten Barito Timur di akibatkan oleh berbagai faktor
diantaranya faktor lingkungan, kondisi keluarga, tekanan dari diri sendiri dan faktor ekonomi.
Kemudian bentuk penyalahgunaan narkotikanya adalah pelaku sebagai pemakai dan pelaku
sebagai pengedar narkotika, dan Upaya Penanggulangan penyalahgunaan Narkotika di
Kabupaten Barito Timur yaitu , berdasarkan Undang-Undang 35 Tahun 2009 Tentang
Narkotika telah diatur mulai dari proses penyidikan, penangkapan, penahanan, penuntutan,
pemeriksaan di pengadilan dan permasyarakatan. Pengadilan Negeri Tamiang Layang telah
berupaya melakukan proses perlindungan hukum terhadap penyalahguna narkotika dengan
berpedoman dengan UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Hakim yang menangani
perkara penyalahguna narkotika perlu memberi putusan yang lebih mempertimbangkan, yaitu
dengan mengutamakan proses pemulihan terhadap kecanduan melalui lembaga rehabilitasi,
serta menghindari pemidanaan kepada pelaku. Pemerintah perlu mempertimbangkan untuk
sepenuhnya menanggung biaya rehabilitasi penyalahguna narkotika dengan standar biaya
yang lebih layak, sehingga setiap penyalahguna narkotika dapat menjalani pemulihan di
lembaga rehabilitasi.
Kata kunci: Perlindungan hukum, Penyalahguna Narkotika
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RISIKO PENYAKIT DEKOMPRESI PADA NELAYAN PENYELAM DI KAMPUNG TAMBAKLOROK
Di Indonesia, pada tahun 2018, dilaporkan sebanyak 285
penyelam tradisional yang mengalami gejala DCS. Penyakit dekompresi adalah
gangguan kesehatan yang muncul akibat dari aktivitas menyelam. Di Kampung
Tambaklorok, penyelam sering mengalami keluhan gangguan pada kulit, seperti
gatal-gatal, bentol-bentol merah seperti cacar, dan pegal-pegal. Penelitian ini
dilakukan karena DCS dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh, termasuk saraf,
kardiovaskular, dan muskuloskeletal. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat
berakibat fatal, bahkan menyebabkan kematian.
Metode : Penelitian ini merupakan analisis observasional dengan pendekatan
cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah nelayan penyelam dari
kelompok nelayan Indah Jaya yang berjumlah 50 orang. Pengambilan sampel
dilakukan dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui
kuesioner. Analisis univariat menggunakan tabel distribusi frekuensi, sementara
analisis bivariat dilakukan dengan uji chi-square (α=0,05) dan uji Fisher exact
(α=0,05).
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia berisiko (>40 tahun) sebesar
72%, masa kerja lama (> 5 tahun) sebesar 62%, frekuensi menyelam berisiko (≥ 3
kali) sebesar 78%, lama menyelam berisiko (≥ 3 jam) sebesar 34%, penggunaan
APD tidak lengkap sebesar 66% dan risiko penyakit dekompresi sebesar 62%.
Hasil analisis uji chi square menunjukkan usia (p=0,004), masa kerja (p=0,002),
lama menyelam (p=0,015), dan penggunaan APD (p=0,000). Hasil analisis uji
Fisher exact test pada frekuensi menyelam (p=0,013).
Kesimpulan : terdapat hubungan antara usia, masa kerja, lama menyelam,
frekuensi menyelam, penggunaan APD dengan risiko penyakit dekompresi
GAMBARAN INTENSITAS PAPARAN PESTISIDA DAN KAPASITAS FUNGSI PARU PADA PETANI SAYUR DI DUSUN BANDONGAN WETAN DESA NGABLAK KECAMATAN NGABLAK KABUPATEN MAGELANG
Kapasitas fungsi paru merujuk pada volume udara yang dapat
ditampung dan dikeluarkan oleh paru-paru dalam berbagai sumber. Paparan
pestisida yang tinggi pada petani sayur berpotensi menyebabkan gangguan
kesehatan pernapasan, terutama terhadap kapasitas fungsi paru. Berdasarkan data
dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (2022), sekitar 75% petani sayur
menggunakan pestisida tanpa perlindungan yang memadai. Penelitian ini bertujuan
untuk intensitas paparan pestisida dan kapasitas fungsi paru pada petani sayur
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Gambaran intensitas paparan
pestisida dan kapasitas fungsi paru pada petani sayur di Dusun Bandongan Wetan
Desa Ngablak Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang.
Metode Penelitian : Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif
Sampel pada penelitian ini yaitu sebesar 51 responden menggunakan teknik
purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, dan pengukuran Peak
Flow Meter.
Hasil : penelitian ini menujukkan hasil petani yang bekerja sudah berusia > 51
,semua responden berjenis kelamin laki-laki mayoritas tamat SD memiliki masa
kerja >30 tahun. Kapasitas fungsi paru berada di zona hijau. Frekuensi
penyemprotan >2 kali seminggu dan durasi paparan >5 jam.
Kesimpulan : Penelitian ini menegaskan bahwa paparan pestisida berpengaruh
terhadap kapasitas fungsi paru petani sayur. Oleh karena itu, diperlukan
peningkatan edukasi kesehatan dan penerapan penggunaan APD untuk mengurangi
dampak negatif terhadap kesehatan petani