Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
Evaluasi Ketepatan Penggunaan Obat Pada Pasien Anak Dengan Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Instalasi Rawat Inap Hospital Nacional Guido Valadares (Hngv) Dili Timor Leste
Latar Belakang: Demam berdarah dengue adalah salah satu penyakit yang
menjadi masalah kesehatan internasional. Daerah paling tinggi kasus ini adalah
daerah yang beriklim tropis dan sub-tropis. Timor-Leste merupakan salah satu
negara tropis dimana 78,2% dengue menyerang anak-anak dengan usia <14 tahun.
Tujuan: Untuk menganalisis ketepatan penggunaan obat Demam Berdarah
Dengue (DBD) pada pasien anak di instalasi rawat inap Hospital Nacional Guido
Valadares (HNGV) Dili, Timor Leste berdasarkan ketepatan pemilihan obat dan
ketepatan indikasi.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental yang di rancang
secara deskriptif bersifat retrospektif dan pengambilan data secara purposive
sampling.
Hasil: Dari 213 pasien anak DBD diperoleh jenis kelamin terbanyak yaitu lakilaki110(52%),umur terbanyak 6–11 tahun 53%,dan rerata lama perawatan 4–5 hari adalah 82 pasien(40%)
dari 203 pasien DBD tanpa komorbid dan 5–6 hari sebanyak 5 pasien (50%)dari 10 pasien DBD dengan komorbid. Terapi
NaCl,RL dan parasetamol sebanyak 213 pasien dan antibiotik 81 pasien.
Simpulan:
Ketepatan pemilihan obat dan ketepatan indikasi pada pasien anak
DBD tanpa komorbid (203 pasien) adalah 100% tepat untuk rehidrasi NaCl, RL
dan analgesik-antipiretik parasetamol. Sedangkan DBD dengan komorbid (10
pasien) ketepatan rehidrasi NaCl, analgesik-antipiretik parasetamol dan antibiotik
untuk komorbid adalah 100% tepat. Ketidaktepatan pemilihan obat dan indikasi
pada pasien anak DBD tanpa komorbid adalah 34% karena diberikan antibiotik
dan 64% sudah tepat karena tidak diberikan antibiotik.
Kata Kunci: Aedes aegypti, DBD, Anak, Obat, Ketepata
HUBUNGAN PERILAKU MAKAN ORANG TUA DENGAN KEJADIAN PICKY EATER PADA ANAK PRASEKOLAH RA Hj SOEBANDI
picky eater merupakan permasalahan pola makan yang umum
terjadi pada anak prasekolah. Perilaku makan orang tua merupakan faktor yang
mempengaruhi dari picky eater. Sehingga orang tua memberikan role model
dalam perilaku makan sangat penting bagi anak.
Tujuan : dari penelitian ini dapat mengetahui hubungan perilaku makan orang tua
dengan kejadian picky eater pada anak prasekolah di TK RA Haji Soebandi di
wilayah Kecamatan Bawen.
Metode : Penelitian ini dengan menggunakan desain penelitian yaitu deskriptif
korelasional Pendekatan dengan cross sectional. populasi penelitian ini sebanyak
152 dengan jumlah sampel 110 responden. Perilaku makan orang tua dengan alat
ukur menggunakan kuesioner Adults Eating Behavior Questionare (AEBQ).
Perilaku picky eater pada anak prasekola dengan alat ukur menggunakan
kuesioner Child Eating Behavior Questionnaire (CEBQ). Data dianalisis
menggunakan uji chi-square.
Hasil : penelitian perilaku makan orang tua baik sebanyak 61 responden (55,5%).
Anak yang tidak mengalami perilaku picky eater sebanyak 77 responden (77.0%).
Ada hubungan signifikan antara perilaku makan orang tua dengan perilaku picky
eater pada anak prasekolah (3-4 tahun) di RA Hj Soebandi.
Kesimpulan : menunjukan ada hubungan yang signifikan perilaku makan orang
tua dengan perilaku picky eater pada anak prasekolah (3-4 tahun) di RA Hj
Soebandi, karena uji statistic menggunakan uji chi-square nilai signifikansinya
sebesar 0,000 < 0,05.
Saran : seharusnya orang tua diharapkan memperhatikan perilaku makan bergizi
dan bervariasi makanan dalam pemilihan makanan dengan cara makan orang tua
sendirinya, agar anak tidak menjadi picky eater
Evaluasi Ketepatan Obat Anti Nyeri Pada Pasien Osteoartritis Rawat Jalan Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Periode Juni - Desember 2024
Latar Belakang: Pengobatan osteoarthritis yang tidak tepat dapat memicu
timbulnya interaksi obat, efek yang tidak diinginkan dan berkurangnya efektifitas
dari obat tersebut, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup pasien osteoarthritis.
Tujuan: Mengevaluasi penggunaan obat menggunakan variabel tepat indikasi,
tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, efek samping dan interaksi obat di Rawat Jalan
Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Periode Juni-Desember 2024.
Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif non eksperimental yang
menggunakan metode retrospektif untuk mengumpulkan data dari rekam medis
pasien osteoartritis selama periode Juni-Desember 2024. Teknik pengambilan
secara purposive sampling, yang termasuk kriteria inklusi sebanyak 60 pasien dari
populasi 145 pasien. Analisa data menggunakan analisi univariate.
Hasil: Osteoartritis lebih banyak dialami wanita yaitu 71,67% sedangkan laki-laki
hanya 28,33%. Rentang umur paling banyak yaitu 56-65 tahun dengan persentase
58,33%. Jenis osteoartritis paling banyak adalah osteoartritis genu (83,33%). Obat
yang sering digunakan untuk terapi osteoartritis di antara lain, Meloxicam
(26,67%), Celecoxib (23,33%), dan Paracetamol (18,33%). Dengan hasil evaluasi
mendapatkan tepat pasien (96,67%), tepat indikasi (100%), tepat dosis (96,67%),
tepat obat (93,33%), efek samping (11,67%) dan potensi interaksi obat anti nyeri
adalah 33 pasien (55%).
Kesimpulan: Ketepatan obat anti nyeri dirawat jalan RSI Sultan Agung Semarang
mendapatkan tepat pasien (96,67%), tepat indikasi (100%), tepat dosis 96,67%,
tepat obat (93,33%), efek samping (11,67%) dan potensi interaksi obat anti nyeri
adalah 33 pasien (55%).
Kata kunci : osteortritis, anti nyeri, ketepatan, nyeri
Evaluasi Ketepatan Pemilihan Obat Dan Dosis Obat Dalam Pengobatan Ibu Hamil Dengan Hipertensi Di Rst Bhakti Wira Tamtama Semarang
Latar belakang : hipertensi merupakan kondisi medis yang paling umum terjadi
pada kehamilan dan berkontribusi terhadap meningkatnya angka morbiditas dan
mortalitas ibu dan janin. Tatalaksana hipertensi pada ibu hamil memerlukan
pemilihan terapi yang sesuai untuk memastikan efektivitas dan keamanan bagi ibu
serta janin. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi ketepatan pemilihan
obat dan dosis yang diberikan.
Metode : penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan
retrospektif. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien ibu hamil dengan
hipertensi di RST Bhakti Wira Tamtama Semarang. Evaluasi dilakukan
berdasarkan panduan terapi hipertensi pada kehamilan dari JNC 8, PERKI, dan
POGI.
Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa 98% pasien menerima pengobatan
antihipertensi yang sesuai dengan pedoman yang digunakan dan 80% pasien
dinyatakan tepat dosis. Penggunaan amlodipine sebagai monoterapi merupakan
penggunaan obat antihipertensi yang diberikan pada pasien terbanyak mencapai
56%, diikuti nifedipine 28% dan methyldopa 6%. Kombinasi obat sebanyak 10%
pasien yang mendapatkan kombinasi amlodipine dengan methyldopa, nifedipine
dengan methyldopa, dan amlodipine dengan candesartan. Uji statistik
menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketepatan
pemilihan obat dan dosis dengan outcome terapi (p>0,05).
Kesimpulan : Evaluasi ketepatan penggunaan obat antihipertensi pada pasien ibu
hamil dengan hipertensi di RST Bhakti Wira Tamtama 98% tepat obat dan 80%
tepat dosis.
Kata kunci : hipertensi kehamilan, antihipertensi, ketepata
Harapan, Pandangan, Dan Kebutuhan Masyarakat Terhadap Pelayanan Di Apotek Karunia Sehat Baru Kabupaten Semarang
Latar Belakang: Pelayanan kefarmasian kini berorientasi pada pasien melalui konsep
Pharmaceutical care. Apoteker komunitas berperan dalam membangun harapan, pandangan, dan
kebutuhan masyarakat terhadap layanan kefarmasian. Tujuan: Menganalisis harapan, pandangan,
dan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan di Apotek Karunia Sehat Baru Kabupaten
Semarang guna meningkatkan kualitas layanan. Metode: Penelitian ini bersifat kuantitatif non-
eksperimental dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 92
responden yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan
skala likert dan data dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Apotek Karunia Sehat
Baru Kabupaten Semarang. Hasil: Mayoritas responden berusia 45-55 tahun (28,3%) dan
didominasi oleh perempuan (54,3%). Sebanyak 81,5% responden membeli obat tanpa resep. Hasil
menunjukkan 57,6% responden memiliki harapan tinggi terhadap pelayanan apoteker dalam
edukasi penggunaan obat, dengan skor 93,48%. Mayoritas responden (90,2%) memiliki
pandangan sangat positif terhadap layanan apoteker. Kebutuhan utama masyarakat meliputi
informasi penggunaan obat (85,9%), konsultasi penyakit ringan (81,5%), pemeriksaan kesehatan
dan manajemen terapi obat (50%), serta layanan tambahan seperti saran berhenti merokok
(27,2%), diet sehat (20,7%), pencatatan medis (17,4%), komunikasi dengan dokter (7,6%), dan
imunisasi (3,3%). Kesimpulan: Konsumen Apotek Karunia Sehat Baru memiliki harapan tinggi
terhadap pelayanan apoteker komunitas serta pandangan yang sangat positif. Mayoritas Konsumen
membutuhkan layanan informasi mengenai obat-obatan.
Kata kunci : Pelayanan Kefarmasian, Apotek Komunitas, Peran apoteke
Hubungan Partisipasi Ibu Dengan Berat Badan Balita
Latar Belakang : Rendahnya partisipasi ibu dalam aspek finansial, tenaga, dan keterampilan memasak menghambat upaya peningkatan gizi dan kesehatan balita, yang berdampak pada pertumbuhan mereka.
Tujuan : Untuk mengetahui hubungan partisipasi ibu dengan berat badan balita
Metode : Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif korelasi yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antar variabel menggunakan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 160 orang menggunakan proportional random sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistic dengan menggunakan Uji korelasi nonparametrik, yaitu uji Rank Spearman
Hasil : Berdasarkan hasil analisa dari 160 responden didapatkan hasil gambaran partisipasi sebagian besar kategori sedang sebanyak 114 responden (71,35%). Gambaran Berat Badan didapatkan hasil sebagian besar naik (kenaikan >200mg) dalam 2 bulan sebanyak 100 responden (62,5%).
Kesimpulan : Hasil analisa uji rank spearman menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara partisipasi ibu dengan berat badan balita di Desa Semirejo Kecamatan Gembong Kabupaten Pati dengan nilai p value = 0,0001 < (0,05).
Saran : Diperlukan pelatihan gizi dan keterampilan memasak serta dukungan finansial bagi ibu untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam menyediakan makanan bergizi bagi balita.
Kata kunci : Partisipasi ibu, Berat badan balit
Pengaruh Konsentrasi Nanoserum Minyak Almond (Oleum Amygdalae) Terhadap Kelembapan Kulit
Minyak almond (Oleum amygdalae) dikenal sebagai sumber asam lemak esensial yang meliputi
gliserida, oleat, linoleat, palmitat, dan miristat, serta triasilgliserol dan tokoferol yang bekerja
bersama vitamin B, E, dan K untuk mendukung fungsi penghalang epidermis serta
mempertahankan kelembapan kulit. Untuk meningkatkan bioavailabilitas dan penetrasi bahan
aktif ke lapisan kulit yang lebih dalam, nanoserum minyak almond diformulasikan menggunakan
sistem nanoemulsi. Penelitian eksperimental ini bertujuan mengevaluasi sifat fisik nanoserum
minyak almond. Dalam penelitian ini, minyak almond digunakan dalam pembuatan nanoserum
yang dikembangkan dalam tiga variasi konsentrasi, yaitu 1%, 3%, dan 5%. Mutu fisik diuji pH,
viskositas, ukuran partikel, indeks polidispersitas, persen transmittan. Data kondisi fisik
dianalisis menggunakan One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan nanoemulsi memiliki
ukuran partikel 11,66 nm, indeks polidispersitas 0,295, dan persen transmitan mencapai
99,469%, yang mengindikasikan stabilitas dan homogenitas formulasi yang baik. Nanoserum
menunjukkan rentang pH 6,60–6,87, viskositas antara 2483–3527 cPs, dan daya sebar 6,15–7,06
cm, meskipun uji daya lekat mencatat waktu <1 detik. Mutu fisik nanoserum minyak biji almond
memenuhi persyaratan.
Kata kunci: nanoserum, minyak almond, mutu fisi
Pengaruh Terapi Hand and Foot Massage dengan Minyak Sereh terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Getasan.
Latar Belakang : Tingginya prevalensi hipertesi secara global yang mencapai angka signifikan setiap tahunnya, diperlukan terapi suportif seperti terapi hand and foot massage sebagai upaya penanganan hipertensi
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi hand and foot massage dengan minyak sereh terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi
Metode : Desain penelitian menggunakan Quasi Eksperimental dengan pendekatan pretest and posttest with non equivalent control group design. Populasi penelitian ini penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Getasan berjumlah 632 orang dengan usia 21-60 tahun. Sampel yang digunakan yaitu total kuota di Desa Kopeng yang berjumlah 124, kemudian dipilih secara purposive sampling dengan total 74 responden yang memenuhi kriteria inklusi, setelah itu responden dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan menggunakan teknik simple random sampling.
Hasil : Dengan menggunakan analisis uji independent t-test didapatkan hasil nilai p value tekanan darah sistolik (0,000) dan tekanan darah diastolik (0.002) yang mana nilai kedua p value < α (0,05).
Kesimpulan : Terdapat pengaruh terapi hand and foot massage dengan minyak sereh terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Getasan.
Saran : Terapi ini dapat sebagai terapi suportif dalam upaya penanganan hipertensi
Kata Kunci : Hand and Foot Masaage, Tekanan Darah, Hipertens
Peran Divisi Acara Dalam Ppk Ormawa Menuju Kompetisi Abdidaya Ormawa 2023
Tim PPK Ormawa Himafarsi Universitas Ngudi Waluyo (UNW) memilih Desa Sumogawe karena Desa
Sumogawe merupakan salah satu desa penyangga di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, yang
memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat besar untuk dikembangkan. Berdasarkan hasil
observasi, banyak lahan tidur yang belum dimanfaatkan secara optimal di Desa Sumogawe ,Guna
mengoptimalkan permasalahan yang ada di Desa Sumogawe, divisi acara mengagendakan pertemuan
dengan Kepala Desa Sumogawe untuk menentukan program kerja yang akan di laksanakan di Desa
Sumogawe. Berdasarkan pertemuan tersebut, tim PPK Ormawa Himafarsi mengawali program kerja
guna pemberdayaan masyarakat Desa Sumogawe dengan pembentukan kelompok tani. Kemudian tim
PPK Ormawa membuka lahan tidur guna pengembangan kawasan konservasi Tanaman Obat Keluarga
(TOGA). Budidaya tanaman obat unggulan lokal. Selain itu tim PPK Ormawa Himafarsi UNW
melakukan workshop guna memberikan keterampilan kepada masayarakat Desa Sumogawe tentang
cara pengolahan hasil panen menjadi produk olahan bernilai jual tinggi. Program terakhir yaitu
pembukaan café, café ini nantinya menjadi tempat untuk memasarkan produk olahan. Divisi acara yang
memiliki peran penting dalam kegiatan PPK Ormawa Himafarsi Universitas Ngudi Waluyo (UNW) di
Desa Sumogawe. Divisi acara memilki peran sebagai penyusun subproposal, penyusun jadwal kegiatan,
menyusun rangkaian acara, berkoordinasi dengan seluruh anggota tim, serta memastikan seluruh
kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan kegiatan dari awal hingga akhir.
Kata Kunci: acara, Himafarsi, Pemberdayaan, Sumogaw
Hubungan Diabetes Self Management (DSM) Terhadap Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Di Puskesmas Srondol
Latar belakang: Kualitas hidup pasien yang menjalani Diabetes Self Management (DSM) cenderung lebih baik karena mereka lebih mampu mengelola penyakitnya secara mandiri. DSM bertujuan untuk meningkatkan kontrol glikemik, mencegah komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup pasien diabetes. Dengan edukasi yang baik, pasien lebih percaya diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari, mengurangi stres, dan meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan, sehingga kualitas hidup mereka menjadi lebih baik.
Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara DSM dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus di Puskesmas Srondol.
Metode: Kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 50 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner DSMQ dan DQoL serta dianalisis menggunakan uji statistik Fisher’s Exact Test.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat DSM yang cukup, dengan sebagian besar dari mereka memiliki kualitas hidup tinggi. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara DSM dan kualitas hidup pasien diabetes melitus (p=0,001).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara DSM dan kualitas hidup pasien.
Saran: Program edukasi DSM perlu ditingkatkan dengan metode yang lebih interaktif, seperti penyuluhan rutin, konsultasi individu, dan pemanfaatan media digital. Dukungan dari tenaga kesehatan dan keluarga juga sangat penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan gaya hidup sehat.
Kata Kunci: Diabetes Melitus, DSM, Kualitas Hidup, Puskesmas Srondo