Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    4951 research outputs found

    Hubungan Berat Badan Dengan Kelincahan Atelt Wushu Sasana Satria Pandanaran Semarang

    Get PDF
    Kelincahan penting fungsinya untuk meningkatkan prestasi dalam cabang olahraga wushu. Dalam olahraga Wushu faktor-faktor yang mempengaruhi kelincahan adalah anthropometri, tipe tubuh, usia, jenis kelamin dan berat badan. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan atau korelasi antara berat badan terhadap kelincahan atlet Wushu, dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian secara langsung mengenai hubungan berat badan dengan kelincahan pada Atlet Wushu Sasana Satria Pandanaran Semarang. Dengan hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang tidak signifikan antara BB dengan Illionist Agility, yang dibuktikan dengan koefisien korelasi antara BB dengan Illionist Agility – 0,683 dan nilai signifikansi antara BB dengan Illionist Agility adalah > 0,05 (0,062). Dalam penelitian diperoleh kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan antara berat badan dengan kelincahan atlet Wushu Sasana Satria Pandanaran Semarang. Kata Kunci : Korelasi, Berat Badan, Kelincahan, Atlet Wush

    Perjalanan Karir Atlet Paralayang

    Get PDF
    Paralayang adalah olahraga ekstrim, oleh karena itu setiap penerbang harus mengetahui betul batas kemampuan terbangnya agar dapat terbang aman dan nyaman, seluruh prosedur keselamatan dan perlengkapan dalam paralayang yaitu: parasut, harnes, parasut cadangan, dan helm harus terpenuhi untuk mencegah kecelakaan yang tidak perlu, penerbang atau pilot harus melalui serangkaian daftar periksa, yang diperlukan untuk memastikan keselamatan pilot itu sendiri atau peserta lain selama penerbangan tandem. Selama tiga tahun, saya rutin berlatih mandiri bersama teman-teman menggunakan alat pad untuk meningkatkan akurasi penerbangan. Pada tahun 2023, saya mengikuti seleksi untuk PON Aceh dan berhasil meraih peringkat ke-2 sebagai atlet Jawa Tengah, sehingga terpilih untuk mewakili provinsi di ajang tersebut. Pada tahun 2024, dalam event 'PON XXI Aceh-Sumut', saya berhasil meraih 1 medali emas dan 1 medali perak. Hingga saat ini, saya terus berlatih secara konsisten untuk meningkatkan kemampuan saya. Saya telah menentukan jadwal latihan, yaitu dua kali dalam seminggu dengan target tujuh kali terbang dalam satu hari. Selain itu, sebelum mengikuti perlombaan paralayang, saya mempersiapkan diri dengan program latihan yang telah saya tentukan, yaitu satu hari latihan fisik dan tiga hari latihan terbang setiap minggunya. Saya juga rutin mengikuti event yang diadakan oleh PB FASI/PGPI guna menambah pengalaman dan meningkatkan keterampilan menjadi atlet profesional. Kata kunci: paralayang, atlet, latiha

    ANALISIS DETERMINAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS) PADA PRAMUDI BUS RAPID TRANSIT (BRT) TRANS JAWA TENGAH

    Get PDF
    Kesehatan kerja dapat dicapai dengan melakukan pencegahan faktor risiko yang mengganggu. Salah satu faktor risiko yang mengganggu kesehatan adalah Carpal Tunnel Syndrome. CTS merupakan fenomena kesehatan yang signifikan dalam masyarakat. CTS dapat menyebabkan berbagai gejala seperti nyeri, kesemutan, dan mati rasa. Jika tidak ditangani CTS dapat mempengaruhi kualitas hidup, kemampuan kerja individu dan berujung pada kecacatan. Pengendara kendaraan roda empat atau mobil berisiko mengalami CTS apabila terlalu lama menyetir karena terdapat penekanan di saraf medianus. Penelitian ini untuk menganalisis faktor - faktor yang mempengaruhi CTS, salah satu faktor yang mempengaruhi CTS adalah usia, status gizi dan postur kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, status gizi dan postur kerja dengan CTS. Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian analitik observasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan total populasi 44. Pengumpulan data menggunakan Pemeriksaan Phalen’s Test dan RULA (Rapid Upper Limb Assesment). Pengumpulan data status gizi menggunakan pengukuran TB dengan microtoice dan pengukuran BB menggunakan timbangan. Analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi Square dan Kruskal Wallis. Hasil: Berdasarkan uji statistik Chi Square usia menunjukkan nilai p= 0,018 dan postur kerja p= 0,027 dan uji Kruskal Wallis status gizi p= 0,016 dengan CTS. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia, status gizi dan postur kerja dengan CTS

    GAMBARAN UNSAFE ACTIONS DAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA BENGKEL MOTOR DI KECAMATAN NGARINGAN TAHUN 2024

    Get PDF
    Kecelakaan kerja merupakan salah satu masalah serius yang dihadapi oleh dunia ketenagakerjaan. Kecelakaan kerja di sektor informal, seperti bengkel motor, menjadi salah satu sektor dengan risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Pekerjaan di bengkel motor melibatkan banyak risiko, seperti penggunaan mesin berat, paparan bahan kimia berbahaya, dan pekerjaan dengan alat yang dapat menyebabkan cedera fisik. Menurut laporan Kementerian Ketenagakerjaan (2021), sekitar 60% pekerja di sektor informal tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja, yang memperbesar risiko terjadinya kecelakaan kerja. Cedera yang umum terjadi di bengkel motor meliputi luka bakar, luka sayat, dan cedera mata akibat serpihan logam atau bahan kimia. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskrptif tentang gambaraan unsafe actions dan kecelakaan kerja bertujuan untuk mendikripsikan unsafe actions dan kecelakaan kerja. Sampel pada penelitian adalah 50 pekerja di bengkel motor di Kecamatan Ngaringan. Teknik pengambilan sampel adalah purposiv sampling. Teknik analisa data menggunakan uji univariat Hasil : hasil penelitian menunjukkan sebanyak 92% responden pernah mengalami kecelakaan kerja di bengkel motor. pekerja yang pada saat bekerja melakukan tindakan tidak aman (unsafe actions) seperti; bercanda dengan teman saat bekerja sebanyak 84%, kemudian sebanyak 80% pekerja melakukan pekerjaan sambil merokok, dan pekerja yang bekerja dibawah pengaruh alkohol sebanyak 90%. Simpulan: Tingginya angka unsafe action dan kecelakaan kerja mengindikasikan perlunya tindakan komprehensif untuk meningkatkan kesadaran akan risiko kerja dan memperbaiki kondisi lingkungan kerja

    Uji Turnitin artikel

    Get PDF

    Korespondensi artikel penelitian

    Get PDF

    PROMOSI KESEHATAN MELALUI SIARAN RADIO DALAM MELAKSANAKAN PEMBINAAN TEKNIS POSYANDU BALITA DI KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT, KALIMANTAN TENGAH

    Get PDF
    Promosi kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan, terutama dalam upaya pencegahan dan perawatan kesehatan balita. Salah satu media yang efektif untuk menyebarkan informasi kesehatan adalah siaran radio, karena memiliki jangkauan luas dan dapat diakses oleh berbagai kalangan, termasuk masyarakat di daerah terpencil. Penelitian ini membahas efektivitas siaran radio sebagai media promosi kesehatan dalam pembinaan teknis Posyandu balita di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Siaran radio digunakan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya orang tua dan kader Posyandu, mengenai pentingnya imunisasi, gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta praktik kesehatan lainnya yang mendukung kesejahteraan balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siaran radio memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai layanan Posyandu. Informasi yang disampaikan secara rutin dan melibatkan tenaga kesehatan sebagai narasumber membantu memperkuat pemahaman masyarakat serta meningkatkan partisipasi mereka dalam kegiatan Posyandu. Namun, efektivitas siaran ini dipengaruhi oleh faktor seperti durasi penyiaran, keterjangkauan sinyal radio, dan keberlanjutan program. Kesimpulannya, siaran radio merupakan salah satu metode promosi kesehatan yang efektif dalam mendukung pembinaan teknis Posyandu balita. Agar manfaatnya lebih optimal, diperlukan dukungan dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta media lokal untuk memastikan penyampaian informasi yang berkualitas dan berkelanjutan. Kata kunci: promosi kesehatan, siaran radio, Posyandu balita, pembinaan teknis, Kotawaringin Bara

    GAMBARAN PENCEGAHAN CEDERA JARUM SUNTIK PADA PETUGAS KESEHATAN DI UPTD PUSKESMAS BUNYU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pencegahan cedera jarum suntik pada petugas kesehatan di UPTD Puskesmas Bunyu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif observasional dengan pendekatan cross- sectional, melibatkan 39 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas petugas kesehatan di UPTD Puskesmas Bunyu telah mengalami insiden tertusuk jarum suntik, dengan sebagian besar dari mereka melakukan tindakan pencegahan berupa perawatan luka ringan setelah kejadian tersebut. Namun, masih terdapat sebagian kecil yang tidak melakukan tindakan pencegahan, mengindikasikan adanya kesenjangan dalam pemahaman atau kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja. Profesi dengan paparan tinggi terhadap alat medis tajam, seperti keperawatan dan kebidanan, lebih berisiko mengalami insiden tersebut. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran melalui edukasi dan pelatihan mengenai prosedur keselamatan, serta penerapan protokol yang lebih ketat guna mengurangi risiko tertusuk jarum suntik. Pengadaan alat pelindung diri yang memadai dan pengawasan terhadap kepatuhan standar keselamatan kerja juga perlu diperkuat untuk memastikan kesehatan dan keselamatan petugas dalam menjalankan tugasnya

    PERSEPSI KUALITAS WARNA DAN KETAHANAN LUNTUR ECOPRINT PADA KAIN SATIN DAN PRIMISSIMA

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji kualitas warna dan ketahanan luntur ecoprint menggunakan daun jati (Tectona grandis) pada kain satin bridal dan primisima dengan fiksator tawas. Permasalahan utama adalah rendahnya penggunaan pewarna alami dan tantangan dalam menjaga kualitas warna serta ketahanan luntur. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan mordanting, ecoprint, dan fiksasi. Pengujian melibatkan spektrofotometer untuk kualitas warna dan crockmeter untuk ketahanan gosokan. Hasil menunjukkan kain satin bridal lebih cerah tetapi primisima lebih tahan luntur terhadap pencucian dan gosokan. Uji spektrofotometer menunjukkan kain satin memiliki nilai ketuaan warna lebih tinggi. Meskipun fiksator tawas meningkatkan intensitas warna, ketahanannya masih perlu ditingkatkan. Disarankan untuk mengeksplorasi fiksator lain guna meningkatkan ketahanan warna dan memperluas penerapan ecoprint pada berbagai jenis kain. Kata Kunci: ecoprint, daun jati, kain satin bridal, kain primisima, fiksator tawas

    4,702

    full texts

    4,951

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇