Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
GAMBARAN PELAYANAN KESEHATAN BERGERAK PADA MASYARAKAT DAERAH TERPENCIL DAN SANGAT TERPENCIL DI KABUPATEN SERUYAN
Tingginya angka diare berdasarkan Data Badan Pusat Statistik 2024 Jumlah kasus
menurut kecamatan dan jenis penyakit di Kabupeten Seruyan (2023). Angka penyakit
diare merupakan penyakit tertinggi di Kabupeten Seruyan. Melihat akses air bersih dan
higiens perorangan yang kurang pada masyarakat desa Tusuk Belawan, Tumbang Setawai
dan Tumbang Kasai. Penulis melakukan upaya pengembangan sosialisasi dan edukasi
penyakit diare pada masayarakat saat pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Bergerak.
Tujuan yang dicapai dari upaya pengembangan ini adalah meningkatnya pengetahuan
masyarakat tentang penyakit diare, penyebab dan pencegahan. Bersamaan dengan
kegiatan pengobatan PKB penulis melaksanakan penyuluhan dan edukasi mengenai diare
kepada masyarakat di desa Tusuk Belawan, Tumbang Setawai dan Tumbang Kasai.
Hasil capaian program Pelayanan Kesehatan Bergerak yaitu Peningkatan Akses
Pelayanan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan Berkualitas, Pendampingan Tim Ahli,
Diseminasi Hasil Kajian. Sedangkan hambatan dalam pelaksanaan Pelayanan Kesehatan
Bergerak meliputi akses jalan yang sulit, Tenaga Medis dan fasilitas kesehatan Terbatas
di Desa Tusuk Belawan, Tumbang Setawai dan Tumbang Kasai.
Kinerja pengembangan yang dilaksanakan penulis memperoleh hasil yaitu Meningkatkan
Pengetahuan Masyarakat, Perubahan Perilaku, Pemberdayaan Masyarakat,
Pengembangan Program dalam pencegahan diare.
Kata Kunci : Diare, Pelayanan Kesehatan Bergerak
PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN ABC RUNNING TERHADAP POWER OTOT TUNGKAI ATLET KARATE INKANAS KABUPATEN JEPARA
Bela diri merupakan salah satu bentuk pertahanan diri seseorang atau sebagai cara
seseorang untuk mempertahankan diri dari segala sesuatu yang dirasa mengancam
keselamatan diri seseorang. Dengan perkembangan zaman, bela diri sendiri
berkembang menjadi sebuah aktivitas yang dapat menyehatkan tubuh yaitu bela
diri karate yang salah satunya terdapat di Inkanas Kabupaten Jepara. Tujuan
dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah latihan abc running
berpengaruh terhadap power otot tungkai atlet karate inkanas kabupaten jepara,
Dalam penelitian menggunakan total sampel berjumlah 15 orang dengan teknik
pengambilan sampel adalah total sampling. Penelitian meggunakan metode
kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi exsperimental design),
instrumen dalam penelitian ini terdiri dari papan skala, kapur, kertas, peluit, cone
dan marker dengan pengumpulan informasi yang diperoleh peneliti berupa pree -
test, treatment, danpPost - test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa power otot
tungkai Atlet Karate Inkanas Kabupaten Jepara pada saat pree - test memiliki
hasil power otot tungkai dengan rata - rata 43.93. Setelah diberikan perlakuan
berupa latihan ABC Running, post - test menunjukkan peningkatan dengan rata -
rata 62.46, dan terjadi peningkatan power otot tungkai sebesar 42,1%. Kesimpulan
ini didukung oleh hasil Uji T - test yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar
.000 < 0.05. hal ini menunjukkan adanya pengaruh signifikan, sehingga H0
ditolak, dan H1 diterima pada tingkat kepercayaan 95%.
Kata Kunci : Karate, ABC Running, Power otot tungka
ANALISIS KEMAMPUAN MOTORIK KASAR ANAK TUNAGRAHITA DI SEKOLAH LUAR BIASA DHARMA BHAKTI ABCD KELAS I -VI NGEMPON KABUPATEN SEMARANG
Kemampuan Motorik Kasar merupakan pembelajaran yang dibutuhkan dalam kehidupan
sehari-hari yang melibatkan otot-otot besar. Sebagai anak dengan kategori Tunagrahita dapat
dilihat secara signifikan yang dimana keterbelakangan ini memiliki keterbatasan dari segi fisik,
mental. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain
sectional, salah satu cirinya adalah tidak ada Hipotesis dan informasi yang dikumpulkan
disajikan. Mempelajari Namun deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu
menggambarkan suatu variabel, gejala atau situasi. Pengumpulan informasi yang digunakan
peneliti adalah pengujian dan pengukuran. Analisis Kemampuan Motorik Kasar Anak
Tunagrahita Di Sekolah Luar Biasa Dharma Bhakti Abcd Kelas I -Vi Ngempon Kabupaten
Semarang telah diperoleh hasil dari tes flexibility (tes durih) persentase 100%, sedangkan putri
dalam kategori “baik” dengan persentase 100%. Coordination (tes komata) persentase 42,9%
dan kategori “kurang” 47,1%. putri kategori “baik’ 100%. Strenght (tes doding) putra dalam
kategori “sedang” 100%. Putri kategori ‘sedang” dengan persentase 100%. Sprint (tes lipat)
menunjukan putra dalam kategori “sedang” dengan persentase 85,7%, dan kategori “kurang”
dengan persentase 14,3%. Putri dalam kategori “baik” 40%, kategori ‘sedang” dengan
persentase 40%, dan kategori “kurang” 20%. Endurance (tes lalingku) putra dalam kategori
“kurang” dengan persentase 100%. Sedangkan putri dalam kategori “kurang” dengan
persentase 100%.
Kata kunci: Motorik Kasar, Sekolah Luar Biasa, Tunagrahit
Perbedaan Sebelum Dan Sesudah Di Lakukan Tekhnik Pursed-Lip Breathing Terhadap Penurunan Sesak Napas (Dispnea) Pada Pasien Dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (Ppok) Di Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga
Latar Belakang : Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan penyakit paru yang ditandai dengan terbatasnya aliran udara pada saluran pernapasan yang tidak bisa diperbaiki secara total atau menyeluruh. Dispnea adalah kondisi yang menggambarkan sensasi sesak napas, yang ditandai dengan terhambatnya aliran udara, atau kesulitan bernapas dan sesak dada. Untuk mengurangi rasa sesak napas (dispnea) bisa menggunakan cara terapis non farmakologis dengan tekhnik pursed-lip breathing yang merupakan Latihan pernapasan dengan cara mengerucutkan bibir yang dapat membersihkan jalan napas dan melegakan saluran pada sistem pernapasan, tekhnik ini mampu untuk mengurangi rasa sesak napas yang diderita oleh penyakit PPOK terutama yang mengalami dispnea.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah di lakukan tekhnik pursed-lip breathing terhadap penurunan sesak napas (dispnea) pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis (ppok).
Metode : Desain penelitian menggunakan Quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini penderita PPOK di Rumah Sakit Paru Dr. Ario Wirawan Salatiga berjumlah 52 orang. Sampel yang digunakan dipilih secara purposive sampling dengan total 20 responden dengan memenuhi kriteria inklusi kemudian dilakukan intervensi tekhnik pursed-lip breathing, skala yang digunakan untuk menurunkan sesak napas (dispnea) menggunakan skala borg.
Hasil : Hasil dari uji Wilcoxon didapatkan nilai p value sebesar 0,000 (< 0,05) yang artinya Ha diteriama.
Kesimpulan : Ada Perbedaan sebelum dan sesudah di lakukan tekhnik pursed-lip breathing terhadap penurunan sesak napas (dispnea) pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis (ppok) di rumah sakit paru dr. Ario wirawan salatiga.
Saran : Diharapkan semua penderita PPOK yang mengalami sesak napas (dispnea) dapat meningkatkan tekhnik pursed-lip breathing secara rutin agar mendapatkan penurunan sesak napas yang lebih baik dari sebelumnya.
Kata Kunci : Pursed-lip breathing, Sesak Napas (dispnea), PPOK
Perbedaan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Laparatomi Sebelum Dan Setelah Diberikan Terapi Spiritual
Latar Belakang: Kecemasan pada pasien pre-operasi adalah respon emosional yang umum dialami, terutama pada pasien yang akan menjalani operasi seperti laparatomi. Prosedur ini seringkali menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran terhadap rasa sakit, komplikasi, dan proses pemulihan pasca-operasi. Kecemasan yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak negatif pada kondisi fisik dan mental pasien, serta memengaruhi keberhasilan operasi. Salah satu cara untuk mengatasi kecemasan ini adalah melalui intervensi caring perawat, terutama dengan pemberian terapi spritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan pada pasien pre-operasi laparatomi sebelum dan sesudah di berikan terapi spritual di RSUD dr. Jusuf SK Kota Tarakan.
Metode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 37 pasien pre-operasi laparatomi yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling di RSUD dr. Jusuf SK Kota Tarakan. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan setelah intervensi terapi spritual oleh perawat.
Hasil: Ada perbedaan yang signifikan dari terapi spritual (doa dan dzikir) terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre-operasi laparatomi dengan nilai p-value (0,000) < α (0,05). Dengan demikian, ada perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan setelah terapi spritual (doa dan dzikir) terhadap tingkat kecemasan pada pasien pre operasi laparatomi di RSUD dr. Jusuf SK Kota Tarakan.
Simpulan: Pemberian terapi spritual terbukti efektif dalam mengurangi tingkat kecemasan pasien pre-operasi laparatomi. Intervensi ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam pelayanan keperawatan sebagai bagian dari pendekatan holistik untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan pasien.
Kata Kunci: Terapi Spritual , Kecemasan, Laparatom
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT MENYUSUI DENGAN KEJADIAN KANKER PAYUDARA di RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN
Kanker adalah salah satu kondisi dimana ada sel yang bertumbuh
secara abnormal dan tidak terkendali akibat adanya mutasi DNA. Kanker dapat
menyerang berbagai jaringan dalam tubuh termasuk pada perempuan salah satunya di
payudara. Salah satu faktor resiko kanker payudara adalah menyusui.
Tujuan: mengetahui hubungan antara riwayat menyusui dengan kejadian kanker
payudara
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan
case control study, populasi target adalah seluruh pasien yang berkunjung ke poli bedah
dan poli hematologi onkologi di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan, sampel terdiri dari 65
responden sebagai kasus dan 65 responden sebagai kontrol pelaksana menggunakan
teknik total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisa bivariat
menggunakan Chi Square.
Hasil: Riwayat tidak menyusui lebih banyak mengalami kanker payudara, yaitu
sebanyak 44(67,7%), dibandingkan dengan responden yang tidak menderita kanker
payudara, yaitu sebanyak 26 (40,0%) dengan nilai p-value sebesar 0,03 (p < 0,05).
Riwayat tidak menyusui memiliki risiko sebesar 0,318 kali lebih tinggi mengalami
kanker payudara dibandingkan dengan yang memiliki riwayat menyusui (95%CI 0,155-
0,653)
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat menyusui dengan
kejadian kanker payudara. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi
kepada kaum perempuan untuk mencegah terjadinya kanker payudara, peneliti lain
dapat meneliti lebih lanjut tentang risiko yang ada pada kejadian kanker payudara
Optimalisasi Edukasi Tentang Mobilisasi Pasien Pasca Bedah dengan Bius Spinal di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan
Mobilisasi pasien pasca bedah dengan bius spinal sangat penting untuk mencegah komplikasi dan mempercepat proses penyembuhan. Namun, masih banyak pasien yang tidak memahami pentingnya mobilisasi pasca bedah, dikarenakan kurangnya edukasi kepada pasien mengenai prosedur mobilisasi yang tepat dapat menghambat efektivitas pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan edukasi tentang mobilisasi pasien pasca bedah dengan bius spinal di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 10 pasien pasca bedah dengan bius spinal di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Edukasi tentang mobilisasi pasca bedah dengan bius spinal diberikan kepada pasien melalui vidio monolog dan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi yang terstruktur dan sistematis meningkatkan pemahaman pasien terhadap pentingnya mobilisasi dini serta cara yang tepat untuk melaksanakannya. Peningkatan pemahaman ini berdampak positif terhadap kepatuhan pasien dalam melakukan mobilisasi dini, yang berkontribusi pada percepatan pemulihan dan penurunan angka komplikasi pasca operasi. Pasien juga menunjukkan peningkatan motivasi untuk melakukan mobilisasi pasca bedah. Oleh karena itu, optimalisasi edukasi menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas perawatan pasca bedah di rumah sakit.
Kesimpulan : Optimalisasi edukasi tentang mobilisasi pasien pasca bedah dengan bius spinal dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan movitasi pasien untuk melakukan mobilisasi pasca bedah.
Kata Kunci : Edukasi, Mobilisasi Pasien, Pasca Bedah, Bius Spinal, Motivasi
Prevalensi Faktor Risiko Kardiovaskular Pada Pasien Prolanis Di Puskesmas Jimbaran Kabupaten Semarang
Latar Belakang: Penyakit kardiovaskular (PKV) merupakan penyebab kematian tertinggi di
seluruh dunia yang menyebabkan sejumlah besar kematian dan kecacatan. Perkembangan penyakit
seperti diabetes dan penyakit jantung dipengaruhi oleh kombinasi faktor risiko, seperti hipertensi,
diabetes mellitus, dislipidemia, obesitas, kebiasaan merokok, kurangnya aktivitas fisik, dan pola
makan yang tidak sehat. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi
faktor risiko kardiovaskular pada pasien Prolanis di Puskesmas Jimbaran Kabupaten Semarang.
Metode: Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Jimbaran Kabupaten Semarang. Penelitian
deskriptif kuantitaif, Responden 40 orang. Pengambilan sampel yang digunakan adalah metode
total sampling yaitu dengan teknik pengambilan sampel yang jumlahnya sama dengan populasi.
Data diperoleh dengan menggunakan Lembar Pengambilan Data (LPD) kemudian dianalisis
menggunakan metode analisis univariat untuk menggambarkan karakteristik responden serta
faktor risiko yang dominan. Hasil: Sebagian besar responden adalah perempuan 45-59 tahun yang
mengalami menopause. Pengobatan yang diberikan meliputi obat antihipertensi (amlodipine,
ramipril, captopril, candesartan), antidiabetik (acarbose, metformin, glimepirid, glicazide,
novorapid), antiangina (ISDN), antioksidan (vitamin A). Kesimpulan: Riwayat keluarga yang
dapat berhubungan dengan penyakit kardiovaskular (PKV).
Kata kunci: Faktor risiko, penyakit kardiovaskular, prolanis
Prevalensi Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular Pada Pasien Prolanis Di Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang
Latar Belakang: Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian di
Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahunnya. Faktor risiko PKV yang
tidak dapat dimodifikasi, seperti usia, jenis kelamin, dan faktor genetik, dan yang dapat
dimodifikasi, seperti hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, obesitas, kurangnya aktivitas
fisik, kebiasaan merokok, pola makan tidak sehat, stres, dan konsumsi alkohol. Prolanis
merupakan program untuk meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit kronis melalui
pengelolaan kesehatan yang lebih baik. Tujuan: Penelitian ini untuk mengidentifikasi
prevalensi faktor risiko penyakit kardiovaskular pada pasien Polanis dan mengetahui jenis
pengobatan yang digunakan. Metode: Penelitian ini menggunakan deskriptif eksploratif
dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui Lembar Pengumpulan Data
(LPD) dan pemeriksaan langsung terhadap pasien Prolanis yang berjumlah 37 responden.
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor risiko utama yang ditemukan meliputi
hipertensi (86,5%), diabetes melitus (70,3%), dislipidemia (62,2%), obesitas (48,6%), serta
kebiasaan merokok (32,4%), kurang aktivitas fisik (40,5%), dan pola makan tidak sehat
(56,8%). Selain itu, sebagian besar pasien menggunakan obat antihipertensi (86,5%), obat
antidiabetes (67,6%), serta obat penurun lipid (59,5%). Kesimpulan: Pasien Prolanis di
Puskesmas Bergas memiliki lebih dari satu faktor risiko penyakit kardiovaskular dimana
faktor risiko utama yang ditemukan pada pasien kardiovaskular adalah hipertensi dan
dislipidemia, disusul diabetes melitus, obesitas, dan merokok.
Kata kunci : Faktor Risiko, Kardiovaskular, Hipertensi, Diabetes Melitus, Prolani
Pengaruh Metode Ekstraksi Panas Dan Dingin Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bekatul Beras Putih (Oryza Sativa L.) Dengan Pelarut N-Heksan
Bekatul padi diketahui mengandung berbagai metabolit sekunder, termasuk flavonoid dan alkaloid,
yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan
metabolit sekunder dalam ekstrak bekatul (Oryza sativa L.) secara kualitatif dengan menggunakan
metode maserasi dan sokletasi. Pengujian dilakukan melalui skrining fitokimia secara kualitatif.
Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak bekatul yang diperoleh dari kedua metode tersebut
mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan steroid.
Kata kunci : bekatul, maserasi, sokletasi, flavonoi