Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
Hubungan Antara Asupan Energi, Asupan Protein Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (Kek) Pada Remaja Putri Di Smk Nahdatul Ulama Ungaran, Kabupaten Semarang
Latar Belakang : Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018,
36,3% remaja di Indonesia berisiko mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Pada remaja, KEK dapat menyebabkan anemia, gangguan pertumbuhan,
perkembangan organ tidak optimal, dan menurunkan produktivitas.
Tujuan : Mengetahui hubungan antara asupan energi dan protein terhadap kejadian
KEK pada remaja putri SMK NU Ungaran.
Metode : Desain penelitian ini cross-sectional yang melibatkan 81 responden yang
diambil menggunakan teknik Random Sampling. Penelitian dilakukan dii SMK NU
Ungaran pada 24-28 Februari 2025 pada remaja putri. Analisis data menggunakan
analisis univariat dan analisis bivariat uji korelasi rank spearman.
Hasil : Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan signifikan dengan arah
positif antara asupan energi (p = 0,00) dan protein (p = 0,00) terhadap kejadian
KEK pada remaja putri di SMK NU Ungaran.
Simpulan : Terdapat hubungan signifikan antara asupan energi dan protein dengan
kejadian KEK pada remaja putri di SMK NU Ungaran. Asupan energi memiliki
korelasi kuat terhadap KEK, sementara asupan protein menunjukkan korelasi
sedang, keduanya dengan arah positif, yang berarti penurunan asupan gizi
meningkatkan risiko KEK.
Kata Kunci : KEK, Remaja Putri, Asupan energi, Asupan Protei
Pengelolaan Alat-Alat Perawatan Luka sesuai dengan Prinsip Steril di Puskesmas Sidorejo Lor Salatiga
Abstrak
Pencegahan dan Pengendalian resiko infeksi menjadi hal yang sangat penting untuk tercapainya sasaran keselamatan pasien, salah satunya dengan melakukan proses dekontaminasi dan sterilisasi. Proses dekontaminasi dan pengelolaan alat perawatan luka di Puskesmas Sidorejo Lor belum optimal, menyebabkan resiko kontaminasi dan infeksi silang. SOP dekontaminasi dan sterilisasi telah ada, tetapi implementasinya kurang efektif akibat keterbatasan fasilitas, dan peralatan.
Tujuan: Karya Kinerja ini bertujuan untuk memberikan gambaran proses peningkatan pengelolaan alat-alat perawatan luka sesuai dengan prinsip steril.
Metode: Optimalisasi dekontaminasi dilakukan melalui sosialisasi ulang SOP, penyediaan alat yang sesuai, dan monitoring kepatuhan. Inovasi pengelompokan alat perawatan luka sesuai dengan kegunaannya.
Hasil: Tingkat kepatuhan terhadap SOP meningkat hingga 90% dan risiko infeksi silang berkurang. Inovasi pengelompokan alat bertujuan meningkatkan efisiensi waktu dan mengurangi risiko kontaminasi silang dengan menyusun set alat berdasarkan kebutuhan prosedural. Implementasi inovasi ini mengurangi waktu persiapan alat hingga 40% serta meningkatkan kepuasan tenaga kesehatan hingga 90%.
Saran: Pelaksanaan dekontaminasi dan pengelompokan alat harus konsisten dengan dukungan manajemen. Edukasi dan pelatihan rutin diperlukan untuk memastikan tenaga kesehatan memiliki pemahaman dan keterampilan. Evaluasi berkala harus dilakukan. Sistem inventaris membantu pengelolaan alat lebih terstruktur. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang inovasi ini.
Kata Kunci: Dekontaminasi, sterilisasi, pengelolaan alat, pencegahan infeksi, efisiensi kerja
Analisis Yuridis Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Pengendalian Pembuangan Sampah Liar Di Kabupaten Semarang
Pemerintah Kabupaten Semarang telah mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk
mengelola pembuangan sampah liar dan meningkatkan pengelolaan sampah secara
keseluruhan. Salah satu langkah utama adalah penerbitan Peraturan Daerah
Kabupaten Semarang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah Rumah
Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Peraturan ini mencakup
ketentuan umum, arah kebijakan, strategi daerah, penyelenggaraan pengelolaan
sampah, serta pendanaan yang diperlukan. Selain itu, untuk memperkuat
implementasi peraturan tersebut, diterbitkan Peraturan Bupati Kabupaten Semarang
Nomor 6 Tahun 2019. Peraturan ini menekankan pentingnya pengurangan sampah
di sumbernya dan penanganan sampah yang efektif, dengan tujuan mengurangi
volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sebagai bagian
dari upaya konkret, pemerintah berencana menambah lima Tempat Pengolahan
Sampah dengan konsep Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Langkah ini bertujuan
untuk mengurangi pengiriman volume sampah ke TPA dan meningkatkan
pengolahan sampah di tingkat lokal. Melalui kebijakan dan strategi ini, Pemerintah
Kabupaten Semarang berkomitmen untuk mengurangi pembuangan sampah liar dan
meningkatkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di wilayahnya. Pada
penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif untuk membahas masalah
dalam pengendalian pembuangan sampah liar di kabupaten semarang, dengan
menggunakan pendekatan yuridis empiris dalam analisis dan kebijakan
pengendalian pembuangan sampah liar berfokus pada pengumpulan data dan fakta
dari pengalaman nyata di lapangan.
Kata kunci: Sampah., Peraturan Daerah., Sampah Lia
Perbedaan Tingkat Kecemasan Anak Pre Sirkumsisi Sebelum Dan Setelah Terapi Video Game
Latar Belakang: Respon anak dalam menghadapi tindakan sirkumsisi beragam, baik yang senang gembira dan tak sedikit juga yang bersedih bahkan sampai menangis histeris. Ketakutan dan kecemasan jika dibiarkan akan sangat berdampak fatal bagi status mental anak, sehingga hal tentu akan mengganggu proses sirkumsisi. Salah satu teknik nonfarmakologi untuk mengatasi kecemasan anak pre sirkumsisi adalah distraksi yaitu bermain video game. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan anak pre sirkumsisi sebelum dan setelah terapi video game.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Quasi eksperimen dengan menggunakan bentuk rancangan one group pre-post test design. Sampel berjumlah 30 anak. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling jenis purposive sampling. Lembar instrumen untuk mengukur tingkat kecemasan menggunakan Spence Children’s Anxiety Scale (SCAS). Uji analisis statistik menggunakan Wilcoxon.
Hasil: Ada penurunan rata-rata skor kecemasan dari 2.77 menjadi 1.37 setelah diberikan teknik bermain video game pada anak pre sirkumsisi.
Simpulan: Ada perbedaan yang signifikan tingkat kecemasan anak sirkumsisi sebelum dan sesudah intervensi bermain game.
Kata Kunci: Sirkumsisi, Kecemasan, Video Gam
Kajian Yuridis Penegakan Hukum Pidana Perjudian Dan Pencegahanya Dalam Membuat Efek Jera (Studi Kasus Putusan Hakim No 222/Pid.B/2024 PN SMG)
Latar Belakang: Berbagai tindak pidana berbasis media elektronik semakin marak karena menggunakan internet sebagai media untuk melakukan kejahatan seperti penipuan, pornografi, judi dan masih banyak yang lainnya. Di Indonesia sendiri, salah satu dari sekian banyak tindak pidana berbasis internet yang sering terjadi dan meresahkan masyarakat adalah tindak pidana perjudian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan putusan hakim dalam pengenaan sanksi tindak pidana perjudian online sehingga membuat efek jera
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kasus dan peraturan perundang – undangan, serta wawancara korban dan aparat penegak hukum.
Hasil: Hasil yang dicapai dalam penelitian ini menunjukkan bahwa, penerapan hukum pidana materil terhadap kasus Tindak Pidana Perjudian, penerapan hukum sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam Pasal 303 ayat (1) ke-2 jo UU NO.7 tahun 1974 Tentang Penertiban Perjudian didasarkan pada fakta-fakta hukum baik melalui keterangan-keterangan saksi, keterangan terdakwa, maupun alat-alat bukti. Selain itu, juga didasarkan pada pertimbangan yuridis yaitu dakwaan dan tuntutan jaksa
Kesimpulan: Dalam penjatuhan pidana dalam putusan, penetapan kepada terdakwa dalam tindak pidana perjudian, ini perlu diberlakukan dengan Undang-Undang yang lebih tepat, dan bukan hanya menggunakan pasal 303 KUHP namun perlu dengan Undang-Undang khusus yang mengatur tentang tindak pidana perjudian dengan menetapkan pasal 27 ayat (2) Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang UU ITE dan UU Pasal 45 ayat (2) Tahun 2016 karena dalam putusan terdakwa terbukti menggunakan situs judi online, untuk melakukan perjudian.
Kata Kunci: Penegakan Hukum; Perjudian; UU ITE
HUBUNGAN POSTUR KERJA DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA PETANI PADI WANITA DI DESA PLOSOKEREP KECAMATAN NGARINGAN KABUPATEN GROBOGAN
Belakang: Nyeri punggung bawah atau Low Back Pain (LBP) merupakan
salah satu gangguan musculoskeletal akibat dari ergonomi yang salah.
Berdasarkan data WHO (2021) potensi terjadinya LBP sekitar 60-80%. Nyeri
punggung merupalan salah satu alas an utama seseorang tidak bekerja hingga
menyebabkan hilangnya jutaan hari kerja setiap tahunnya. Di Negara Inggris dan
Amerika Serikat kejadian Low Back Pain (LBP) telah mencapai proporsi
endemic. Tercatat 17,3 juta orang Inggris pernah mengalami LBP. Dar jumlah
tersebut sebanyak 1,1 juta orang mengalami kelumpuhan akibat nyeri punggung.
Dengan tujuan menganalisis hubungan postur kerja dengan keluhan Low Back
Pain (LBP) pada petani padi wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan postur kerja dengan keluhan Low Back Pain (LBP) pada petani padi
wanita di Desa Plosokerep, Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan.
Metode: Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, menggunakan
desain observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional dan teknik
sampling yaitu total sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita
tani srikandi. Sampel yang digunakan sebanyak 40 petani wanita. Pengumpulan
data menggunakan observasi lembar pengukuran REBA dan kuesioner The Pain
and Distress Scale. Analisis bivariat menggunakan uji Chi square.
Hasil: Mayoritas petani padi wanita memiliki postur kerja yang sangat berisiko
sebesar 24 orang (60%) dan mayoritas memiliki keluhan low back pain (LBP)
kategori sedang sebanyak 20 orang (50%). Hasil uji fisher’s exact test hubungan
postur kerja dengan keluhan Low Back Pain (LBP) pada petani padi wanita
didapatkan nilai (p = 0,000 < 0,05).
Simpulan: Ada hubungan postur kerja dengan keluhan Low Back Pain (LBP)
pada petani padi wanita. Sebaiknya responden memperbaiki postur kerja dan
melakukan relaksasi otot di sela-sela bekerja agar otot tidak tegang denga
HUBUNGAN ANTARA ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DENGAN KEJADIAN DERMATITIS PADA KELOMPOK PETANI SAWAH WANITA DI DESA NGRAPAH KECAMATAN BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG JAWA TENGAH
Dermatitis merupakan salah satu penyakit yang ditandai dengan
ruam kemerahan, terasa gatal dan panas pada sekitar bagian telapak
tangan,punggung dan di sekitar kaki pada petani yang terpapar langsung oleh bahan
bahan kimia dan kondisi lingkungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui
hubungan Alat Pelindung Diri (APD) dengan kejadian dermatitis pada petani sawah
di Desa Ngrapah Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang Jawa Tengah.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik
observasional pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini kelompok
petani sawah Desa Ngrapah Kecamatan Banyubiru. Sampel penelitian sebanyak 70
petani sawah menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan
observasi,wawancara,dokumentasi. Analisis data penelitian menggunakan uji chi
square.
Hasil: Hasil penelitian univariat menunjukkan bahwa sebagian besar petani berada
dalam usia pemuda (18-65 tahun) produktif dengan responden 63 (90,0%) tingkat
pendidikan rendah SD responden 27 (38,6%). Alat pelindung diri (APD) yang tidak
lengkap 47 (67,1%) dan kejadian dermatitis banyak dialami oleh petani 54 (77,1%).
Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara APD
dengan kejadian dermatitis (p=0,023).
Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa APD yang tidak lengkap dan
kejadian dermatitis banyak dialami oleh petani. Adanya hubungan yang signifikan
antara APD yang tidak lengkap dengan kejadian dermatitis pada petani (p=0,023).
Hal ini mengindikasikan bahwa APD yang tidak lengkap meningkatkan risiko
terjadinya dermatitis
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Di Puskesmas Leyangan
Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah yang berisiko menyebabkan komplikasi
seperti stroke, serangan jantung, gagal ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan
kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Leyangan. Metode
penelitian ini menggunakan studi prospektif observasional analitik kuantitatif dengan metode
cross-sectional. Kriteria inklusi penelitian ini meliputi pasien hipertensi usia 18-65 tahun di
Puskesmas Leyangan yang telah menjalani terapi antihipertensi minimal 6 bulan. Pasien bersedia
menjadi responden dengan menandatangani informed consent serta mampu berkomunikasi dengan
baik. Penelitian ini melibatkan 31 pasien yang dinilai menggunakan metode pengukuran MMAS
dan WHOQOL. Mayoritas responden dalam penelitian ini berusia 46–65 tahun (93,5%) dan
berjenis kelamin perempuan (54,8%). Sebagian besar memiliki tingkat pendidikan terakhir SD
(35,5%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (35,5%). Sebanyak 61,3% pasien menunjukkan
tingkat kepatuhan sedang terhadap terapi antihipertensi, dengan kepatuhan lebih tinggi pada terapi
kombinasi (88,9%). Sementara itu, kualitas hidup pasien didominasi oleh kategori sedang (51,6%)
dan rendah (45,2%). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara variabel kepatuhan dengan
kualitas hidup pasien dengan hasil uji bivariat menggunakan uji kendall's tau-b didapatkan nilai
p= 0,000 (p<0,05) dan nilai koefisien korelasi 0,622
Kata kunci : Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, Kualitas Hidu
Pengaruh obat dan dosis obat antihipertensi pada ibu hamil di RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa
Latar Belakang: Hipertensi pada kehamilan merupakan salah satu penyebab utama
morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Penanganan yang tepat dengan obat
antihipertensi yang sesuai serta dosis yang tepat sangat penting untuk mencegah
terjadinya komplikasi serius.
Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh
pemilihan obat dan dosis obat antihipertensi terhadap outcome terapi untuk melihat
penurunan tekanan darah pasien hipertensi pada ibu hamil di RSUD dr. Gunawan
Mangunkusumo Ambarawa.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian retrospektif dengan
pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari rekam medis pasien ibu hamil yang
mengalami hipertensi dan menjalani terapi antihipertensi pada periode 2022-2023.
Variabel yang dianalisis meliputi jenis obat, dosis, serta perubahan tekanan darah
pasien sebelum dan setelah terapi dengan menggunakan analisa univariat dan
analisa bivariat.
Hasil: Dari 85 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, ditemukan bahwa nifedipine
merupakan obat yang paling sering digunakan (55,3%), diikuti oleh kombinasi
nifedipine dan MgSo4 (29,4%). Sebagian besar pasien mengalami penurunan
tekanan darah yang signifikan setelah terapi. Analisis statistik menunjukkan bahwa
terdapat pengaruh yang signifikan antara pemilihan obat dan dosis obat terhadap
outcome terapi dengan nilai p-value 0.000 (p < 0,05).
Kesimpulan: Pemilihan obat dan dosis antihipertensi yang tepat berkontribusi
terhadap efektivitas terapi pada ibu hamil dengan hipertensi. Evaluasi lebih lanjut
diperlukan untuk memastikan penggunaan obat yang rasional dan optimal.
Kata Kunci: Hipertensi kehamilan, obat antihipertensi, dosis, outcome terapi