Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
4951 research outputs found
Sort by
PENERAPAN DATA MINING UNTUK MENGANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI SISWA DI SMP NEGERI 4 UNGARAN
Banyak faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi prestasi akademik
siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggunakan teknik regresi linear
berganda untuk menguji variabel-variabel yang mempengaruhi prestasi akademik
siswa SMP Negeri 4 Ungaran. Variabel yang di analisis meliputi motivasi belajar,
kehadiran, dukungan orang tua, nilai murni, dan partisipasi dalam kegiatan
ekstrakurikuler. Data diperoleh melalui kuesioner dan catatan akademik sekolah.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa, dengan R-kuadrat sebesar 83,17%, model
regresi memiliki tingkat viabilitas yang tinggi dan Multiple R sebesar 91.19%. Uji
parsial (t-test) mengungkapkan bahwa motivasi belajar dan nilai murni berpengaruh
signifikan terhadap prestasi akademik, sedangkan variabel lainnya tidak signifikan.
Temuan ini dapat membantu institusi pendidikan dalam merancang strategi
peningkatan prestasi akademik berbasis data. Selain itu, para siswa yang
memerlukan perhatian ekstra dapat diidentifikasi menggunakan pendekatan regresi
linier berganda sebagai alat prediksi.
Kata Kunci: Data Mining, Regresi Linear Berganda, Prestasi Akademik, Motivasi
Belajar, Kehadiran Siswa
Evaluasi Ketepatan Pemilihan Obat Dan Dosis Pada Ibu Hamil Dengan Pengobatan Hipertensi Di Rsi Sultan Agung Semarang
Latar belakang: Hipertensi pada kehamilan merupakan komplikasi yang dapat menyebabkan
resiko morbiditas dan mortalitas pada ibu dan janin. Pemilihan obat yang tepat dan dosis yang
sesuai menjadi faktor penting dalam pengelolaan hipertensi pada ibu hamil untuk mengendalikan
tekanan darah tanpa membahayakan janin.
Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemilihan obat dan dosis pada ibu hamil
dengan hipertensi di RSI Sultan Agung Semarang berdasarkan pedoman klinis.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan
retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien ibu hamil dengan hipertensi yang menjalani
pengobatan di RSI Sultan Agung Semarang pada periode 2018-2023. Evaluasi dilakukan
berdasarkan kriteria Joint National Commite (JNC VII) untuk presisi obat dan dosis.
Hasil: Dari 31 pasien yang dianalisis, 96,8% menerima terapi tunggal, dengan methyldopa
sebagai obat yang paling banyak digunakan (77,4%), lalu terapi nifedipine (19,4%). Pasien yang
menerima terapi kombinasi (methyldopa + nifedipine) hanya (3,2%). Evaluasi menunjukkan
bahwa 100% pemilihan obat dan dosis sesuai dengan pedoman klinis. Efektivitas terapi
menunjukkan bahwa 90,3% pasien berhasil mencapai target tekanan darah <140/90 mmHg,
sementara 9,7% pasien belum mencapai target tekanan darah.
Kesimpulan: Pengobatan hipertensi pada ibu hamil di RSI Sultan Agung Semarang telah
dilakukan sesuai dengan pedoman klinis.
Kata kunci : Pengobatan, Hipertensi, Kehamila
Evaluasi Ketepatan Penggunaan Obat Antihipertensi Di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Tentara Bhakti Wira Tamtama Januari-Juni 2024
Latar Belakang: Penyakit hipertensi termasuk salah satu penyebab morbiditas
terbesar di dunia, yang sering dijuluki dengan “the silent killer”. Pengobatan
hipertensi bertujuan mencegah terjadinya komplikasi serta menurunkan tingkat
mortalitas dan morbiditas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penggunaan
antihipertensi dan mengevaluasi ketepatan penggunaan obat antihipertensi pada
pasien hipertensi di RST Bhakti Wira Tamtama Januari-Juni 2024. Evaluasi ini
dilakukan untuk memastikan kerasionalan atau ketepatan penggunaan obat
antihipertensi yang diberikan kepada pasien, dan dapat dipastikan keamanan serta
keefektifannya.
Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan
retrospektif, yang mengumpulkan data dari rekam medis pasien hipertensi di
Instalasi Rawat Jalan RST Bhakti Wira Tamtama Januari-Juni 2024. Sampel yang
digunakan adalah 100 pasien yang dipilih menggunakan metode purposive
sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa data secara deskriptif
yang mengacu pada PNPK Kemenkes 2021 dan Drug Information Handbook 21
Edition.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita hipertensi di RST Bhakti
Wira Tamtama mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 61%, berusia 5665
tahun sebanyak 65% dan menderita hipertensi derajat 1 sebanyak 61%.
Penggunaan obat antihipertensi pada pasien mendapatkan terapi tunggal amlodipin
16%, kombinasi dua obat antihipertensi yaitu amlodipin dan candesartan 28% dan
kombinasi 3 obat antihipertensi bisoprolol + amlodipin + candesartan sebanyak 5%.
Kesimpulan: Ketepatan penggunaan antihipertensi yaitu tepat indikasi 100%, tepat
pasien 100%, tepat obat 78% dan tepat dosis 89,75%.
Kata Kunci : evaluasi, hipertensi, antihipertensi, ketepatan, terap
Evaluasi Ketepatan Penggunaan Antidiabetes Oral Pada Pasien Rawat Jalan Di RST Bhakti Wira Tamtama Semarang Periode Januari-Juni 2024
Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia
melebihi normal yaitu 126 mg/dl secara terus menerus akibat gangguan produksi insulin yang
terjadi pada tubuh manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan
antidiabetes. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan
retrospektif dengan metode purposive sampling yaitu data yang diperoleh berasal dari rekam
medis pasien DM tipe 2 rawat jalan di RST Bhakti Wira Tamtama periode Januari – Juni 2024
sebanyak 100 pasien. Data dianalisa berdasarkan pedoman PERKENI 2021 dan DIH edisi 2021.
Mayoritas penderita DM tipe 2 di RST Bhakti Wira Tamtama adalah berjenis kelamin
perempuan sebanyak 56% dan berusia 56-65 tahun sebanyak 66%. Penggunaan obat antidiabetes
tunggal yang paling banyak yaitu glimepiride sebanyak 20%, kombinasi 2 obat glimepiride dan
metformin sebanyak 16% dan kombinasi 3 obat acarbose + gliklazide + metformin sebanyak 5%.
Evaluasi ketepatan penggunaan obat antidiabetes meliputi tepat indikasi sebanyak 100%, tepat
pasien sebanyak 100%, tepat obat sebanyak 61%, tepat dosis sebanyak 100%. Evaluasi ketepatan
penggunaan obat antidiabetes di RST Bhakti Wira Tamtama tepat indikasi 100%, tepat pasien
100%, tepat obat 61%, tepat dosis 100%.
Kata kunci: diabetes melitus tipe 2, ketepatan, antidiabete
IKLIM KERJA PANAS SEBAGAI DETERMINAN TERJADINYA KELELAHAN KERJA DI INDUSTRI ARANG BRIKET PT. SEDAP ABADI SEJAHTRA
Latar Belakang: Kelelahan kerja merupakan isu Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang
berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja, menurunkan produktivitas, dan memicu absensi
(Suma’mur, 2013). Data NSC (2017) menunjukkan 13% kecelakaan kerja di AS disebabkan
kelelahan, dengan 40% pekerja melaporkan dampak negatifnya. Salah satu pemicu kelelahan kerja
adalah iklim kerja panas, seperti pada pekerja produksi briket arang yang terpapar suhu tinggi
(32°C) dari proses pemanggangan, di mana 4 dari 5 pekerja mengalami kelelahan sedang di PT.
Sedap Abadi Sejahtra.
Tujuan: Mengetahui hubungan iklim kerja panas dengan kelelahan kerja di PT. Sedap Abadi
Sejahtra.
Metode: Penelitian observasional cross-sectional dengan sampel total 76 pekerja. Analisis bivariat
menggunakan uji chi-square (α=0,05).
Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara iklim kerja panas dengan kelelahan kerja (p=0,000).
Sebanyak 34,2% pekerja mengalami kelelahan rendah, 52,6% sedang, dan 13,2% tinggi.
Simpulan: Iklim kerja panas berkorelasi signifikan dengan kejadian kelelahan kerja.
Kata Kunci : iklim kerja panas, kelelahan kerja, arang brike
HUBUNGAN KONDISI FISIK DENGAN KEMAMPUAN BANTINGAN SUPLEX ATLET WUSHU SANDA KABUPATEN WONOGIRI
November 1992 KONI pusat meresmikan berdirinya PB Wushu Indonesia yang merupakan
wadah bagi seluruh Perguruan Kung Fu di Indonesia. Untuk dapat melakukan suatu prestasi
wushu terutama di Kabupaten Wonogiri pastinya seseorang harus memiliki beberapa
komponen dan keterampilan dalam menghasilkan poin. Salah satu faktor yang menunjang
prestasi atlet wushu ialah kondisi fisik. Tujuan untuk mengetahui ada hubungan antara
kondisi fisik terhadap kemampuan bantigan suplex atlet wushu sanda Kabupaten Wonogiri.
Dalam penelitian menggunakan total sampel berjumlah 15 orang dengan teknik pengambilan
sampel adalah total sampling. Penelitian meggunakan metode kuantitatif dengan rancangan
cross sectional. Instrumen penelitian ini menggunakan palang tunggal, alat hand
dynamometer, alat papan skala,matras dengan analisisi data meggunakan analisis univariat
dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kondisi fisik dengan
kemampuan bantingan suplex atlet wushu sanda Kabupaten Wonogiri pada tes yang
diberikan oleh peneliti memiliki hasil yaitu, tiga dari lima tes memiliki hasil yang signifikan
memiliki hubungan dengan kemampuan bantingan suplex atlet wushu sanda Kabupaten
Wonogiri. Kesimpulan ini didukung oleh analisis linear berganda dengan menggunakan uji t
parsial, pengukuran pull up menunjukkan hasil 0.001, pengukuran hand dynamometer
menunjukkan hasil 0.008, dan pengukuran vertical jump menunjukkan hasil 0.001.
Kata Kunci : Wushu, Kondisi Fisik, Bantingan Suple
Hubungan Kualitas Komunikasi Orang Tua Dengan Kecanduan Gadget Pada Remaja
Latar Belakang : Remaja mengalami perkembangan pesat dalam hubungan sosial dan emosional serta mulai mencari jati diri dan kemandirian, kecanduan gadget pada remaja dapat menghambat kualitas komunikasi dengan orang tua dalam kejelasan pesan, ketepatan waktu, cara penyampaian, dan keterbukaan dalam interaksi dalam komunikasi orang tua dengan remaja.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas komunikasi orang tua dengan kecanduan gadget pada remaja.
Metode : Desain penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 372 responden dengan kecanduan gadget. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan kualitas komunikasi orang tua kategori rendah sebanyak 170 responden (45,7%) dengan kecanduan gadget pada remaja kategori tinggi sebanyak 153 responden (41,1%). Hasil analisa data uji Chi-Square didapatkan nilai p value = 0,001 < α (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kualitas komunikasi orang tua dengan kecanduan gadget pada remaja di Desa Wonolopo Kecamatan Mijen Kota Semarang.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kualitas komunikasi orang tua dengan kecanduan gadget pada remaja. Dibuktikan dari analisa data uji Chi-Square didapatkan nilai p value = 0,001 < α ( 0,05).
Kata Kunci : Kualitas Komunikasi, Orang tua, Kecanduan Gadget, Remaja
Pengaruh Kombinasi Walking Exercise dan Relaksasi Autogenik Terhadap Kadar Gula Darah Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Puskesmas Kecamatan Tengaran
Latar Belakang : Belakangan ini prevelensi untuk kasus penderita diabetes melitus tipe 2 diberbagai belahan dunia termasuk Indonesia meningkat. Pengelolaan diabetes melitus tidak hanya bergantung pada terapi farmakologis tetapi juga memerlukan pendekatan non-farmakologis, seperti Walking exercise dan Relaksasi Autogenik. Kombinasi terapi non-farmakologis ini berpotensi memberikan efek sinergis dalam menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan kesejahteraan penderita diabetes melitus tipe 2.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh kombinasi walking exercise dan relaksasi autogenik terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah Puskesmas Kecamatan Tengaran
Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi exeperimentdesigen. Sampel penelitian ini adalah 42 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok control. Penelitian ini menggunakan uji simple paired t-test dan independent sample t test.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat penurunan kadar gula darah yang signifikan pada kelompok intervensi rata rata pre 354 mg/dL dan post 335 mg/dL dibandingkan dengan kelompok control yang rata rata pre 332 mg/dL dan post 336 mg/dL
Kesimpulan : Menujukan terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pemberian kombinasi walking exercise dan relaksasi autogenik dalam menurunkan kadar gula darah penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah Puskesmas Kecamatan Tengaran, karena hasil uji statistik menggunakan t-test nilai signifikasinya sebesar 0,000 yaitu <0,05.
Saran: Dari penelitian ini disarankan untuk rutin melakukan walking exercise dan relaksasi autogenik sebagai bagian dari manajemen penyakit untuk membantu mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes melitus.
Kata Kunci: Walking exercise, Relaksasi Autogenik, Kadar Gula Darah, Diabetes Melitus Tipe
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan Minum Obat Antidiabetes Oral Pada Pasien Rawat Jalan Di Rsud Dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula
darah akibat gangguan fungsi insulin dan memiliki prevalensi yang terus bertambah. Keberhasilan
pengobatan sangat dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat. Penelitian ini
menganalisis faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe
2 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa. Penelitian ini
menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional pada 55 pasien diabetes
melitus tipe 2 yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Tingkat kepatuhan diukur
menggunakan kuisioner MMAS-8, dengan analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji
chi-square. Berdasarkan hasil penelitian, kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe
2 yaitu mayoritas penggunaan obat monoterapi memiliki kepatuhan sedang sebanyak 12 orang
(48%), kombinasi 2 antidiabetik memiliki kepatuhan rendah sebanyak 12 orang (66,7%), dan
kombinasi 3 antidiabetik memiliki kepatuhan sedang sebanyak 6 orang (50%). Faktor yang
berpengaruh terhadap kepatuhan secara signifikan adalah jenis kelamin (p=0,049<0,05). Alasan
tidak minum obat pada pasien diabetes melitus adalah lupa minum obat sebanyak 27 orang
(49,09%). Dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin merupakan faktor yang mempengaruhi
kepatuhan minum obat pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah dr.
Gunawan Mangunkusumo Ambarawa.
Kata Kunci: obat antidiabetes, kepatuhan, rawat jalan
Studi Deskriptif Tentang Karakteristik Nyeri Dada Pada Pasien Acute Coronary Syndrome (ACS) di RSUD Salatiga
Latar Belakang: Nyeri dada merupakan salah satu gejala utama penyakit kardiovaskular, termasuk Acute Coronary Syndrome (ACS), yang mencakup STEMI, NSTEMI, dan angina. Pemahaman karakteristik pasien dengan nyeri dada dapat membantu dalam identifikasi faktor risiko dan intervensi yang tepat.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pasien dengan nyeri dada, khususnya dalam kaitannya dengan faktor usia, jenis kelamin, riwayat penyakit, serta karakteristik nyeri dada berdasarkan metode PQRST.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang dirawat di RSUD Salatiga selama satu bulan. Variabel yang dianalisis meliputi jenis kelamin, usia, riwayat penyakit, serta karakteristik nyeri dada (pola, lokasi, penyebaran, skala, dan durasi nyeri). Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi setiap variabel.
Hasil: Dari hasil analisis terhadap pasien dengan nyeri dada, ditemukan bahwa kelompok usia 51-75 tahun memiliki insidensi tertinggi terhadap ACS, terutama STEMI dan NSTEMI. Laki-laki lebih sering mengalami STEMI dibandingkan perempuan. Hipertensi merupakan faktor risiko utama yang ditemukan pada 57,1% pasien, diikuti oleh riwayat serangan jantung dan diabetes mellitus. Karakteristik nyeri dada menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami nyeri tumpul dengan pola hilang timbul, berlokasi di dada tengah, dan menyebar ke seluruh dada atau lengan kiri hingga leher. Mayoritas pasien merasakan nyeri dengan intensitas sedang hingga berat, dengan durasi nyeri yang bervariasi antara 15 menit.
Kesimpulan: Nyeri dada lebih sering terjadi pada laki-laki usia paruh baya hingga lanjut usia, dengan faktor risiko utama berupa hipertensi, riwayat serangan jantung, dan kebiasaan merokok. Karakteristik nyeri dada yang paling umum adalah nyeri tumpul, hilang timbul, berlokasi di dada tengah, dan menyebar ke lengan kiri atau punggung. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam strategi pencegahan dan penanganan dini bagi kelompok populasi yang berisiko tinggi terkena ACS.
Kata Kunci: Nyeri dada, Acute Coronary Syndrome, karakteristik pasien, faktor risiko, RSUD Salatig