Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    4951 research outputs found

    Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dalam Meningkatkan Pengetahuan Remaja Tentang Yoga Untuk Mengatasi Nyeri Haid Di Wilayah Puskesmas Bringin Kabupaten Semarang Tahun 2024

    Get PDF
    Latar Belakang : Masa remaja bagian dari proses tumbuh kembang, mulai dari masa peralihan anak menuju dewasa. Salah satu indikator biologis dari keremajaan adalah wanita mulai menstruasi / haid. Meskipun begitu, pada kenyataannya wanita tetap mengalami masalah menstruasi, antara lain nyeri haid. penanganan nyeri haid dapat dilakukan menggunakan dua cara yaitu farmakologi serta non farmakologi. Yoga adalah salah satu langkah untuk mengurangi nyeri haid primer. Studi pendahuluan yang dilakukan di Dusun Belo Desa Rembes Kecamatan Bringin pada 14 Februari 2025 bahwa dari dua puluh remaja di Dusun Belo Desa sebagian besar remaja putri tidak mengetahui penanganan yoga untuk mengurangai nyeri haid. Diwilayah puskesmas Bringin juga belum pernah memberikan pendidikan kesehatan tentang yoga untuk mengatasi nyeri haid, maka dari itu tingkat pengetahuan remaja masih tergolong cukup. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dalam Meningkatkan Pengetahuan Tentang Yoga Untuk Mengatasi Nyeri Haid Pada Remaja Putri Di Wilayah Puskesmas Bringin Kabupaten Semarang Tahun 2024. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperimental. Dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah 49 responden, Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik kuota sampling. Sampling sebanyak 17 responden remaja yang sudah mendapatkan menstruasi dan mengalami nyeri haid. Alat pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner, analisis univatiat dengan menggunakan analisis nilai mean dan median untuk mengetahuai nilai rata-rata sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan. Uji normalitas dengan Kolmogrov Smirnov hasil pretest 0,200 dan hasil posttest 0,000 sehingga analisis bivariat menggunakan uji pariet t test dengan p < α 0.05. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pengetahuan tentang yoga terhadap penanganan nyeri haid pada remaja sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan tingkat pengetahuan remaja mendapatkan nilai 64,5 % yang artinya tingkat pengetahuan remaja cukup dan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan tingkat pengetahuan remaja mendapatkan nilai 97,2 % yang artinya tingkat pengetahuan remaja dan dilakukan test statistik Uji Wilcoxon dengan nilai p-value sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho di terima, artinya bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang yoga untuk mengatasi nyeri haid pada remaja putri di Wilayah Puskesmas Bringin. Simpulan : Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan kesehatan tentang yoga untuk mengatasi nyeri haid pada remaja putri di Wilayah Puskesmas Bringin. . Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan Remaja, Yoga, Nyeri Hai

    GAMBARAN BREASTFEEDING SELF EFFICACY IBU MENYUSUI YANG BEKERJA DI WILAYAH PUSKESMAS LEREP

    Get PDF
    Ibu menyusui memerlukan keyakinan diri yang tinggi breastfeeding self-efficacy agar dapat memberikan ASI secara eksklusif. Berbagai faktor dapat mempengaruhi tingkat keyakinan ibu dalam menyusui, termasuk usia, pendidikan, dan pendapatan. Ibu dengan tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki pemahaman lebih baik tentang manfaat menyusui, sementara pendapatan yang stabil memungkinkan akses yang lebih luas terhadap informasi dan fasilitas pendukung menyusui. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana faktor-faktor ini berkontribusi terhadap breastfeeding self-efficacy ibu menyusui. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif untuk menilai hubungan antara usia, pendidikan, dan pendapatan dengan tingkat breastfeeding self-efficacy ibu menyusui. Sampel dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan total responden sebanyak 80 ibu menyusui yang bekerja. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu menyusui memiliki tingkat breastfeeding self-efficacy yang tinggi, terutama pada kelompok usia produktif (18-40 tahun), ibu dengan tingkat pendidikan SMA/SMK atau lebih tinggi, serta ibu dengan pendapatan bulanan 3-5 juta rupiah. Faktor pendidikan dan pendapatan berperan signifikan dalam meningkatkan keyakinan ibu menyusui, karena memungkinkan mereka mengakses lebih banyak informasi, mendapatkan dukungan sosial yang lebih baik, serta memperoleh perlengkapan menyusui yang lebih memadai. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa usia, tingkat pendidikan, dan pendapatan memiliki pengaruh terhadap breastfeeding self-efficacy ibu menyusui. Edukasi yang lebih baik serta dukungan sosial dan ekonomi yang memadai dapat membantu meningkatkan keyakinan ibu dalam memberikan ASI eksklusif. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang tepat, seperti program edukasi menyusui dan penyediaan fasilitas pendukung, untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif

    Evaluasi Ketepatan Penggunaan Antidiabetik Oral Di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Periode Juli-September 2024

    Get PDF
    Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan gangguan metabolisme yang terjadi akibat resistensi insulin serta gangguan fungsi sel beta pankreas, sehingga glukosa dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel dan terjadi peningkatan kadar glukosa darah. Pemilihan obat yang tepat bagi penderita DM dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antidiabetik oral pada pengobatan DMT2 di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pengumpulan data rekam medis secara retrospektif. Sebanyak 100 sampel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil penelitian ini DMT2 lebih banyak dialami perempuan (55%) sedangkan laki-laki (45%). Kelompok usia yang paling banyak yaitu 56-65 tahun (48%). Penyakit penyerta yang paling banyak yaitu neuropati (78%). Terapi antidiabetik oral yang paling banyak digunakan pada monoterapi yaitu metformin dan gliquidone (38,5%), kombinasi dua obat gliclazide dan metformin (45,65%) dan kombinasi 3 obat metformin, gliclazide dan vildagliptin (39,02%). Evaluasi ketepatan menunjukkan tepat pasien (100%), tepat indikasi (100%), tepat obat (73%), dan tepat dosis (100%). Kata kunci : diabetes melitus, ketepatan, antidiabeti

    Perbandingan Teknik Klasifikasi Teks dalam Deteksi Berita Palsu di Era Informasi Digital

    Get PDF
    Perbandingan teknik klasifikasi teks dalam mendeteksi berita palsu di era informasi digital telah dibahas dalam penelitian ini, dengan fokus pada penerapan metode Deep Learning, khususnya Convolutional Neural Networks (CNN) dan Recurrent Neural Networks (RNN). (Purwitasari, 2020) Penyebaran berita palsu yang semakin meningkat melalui platform digital menekankan pentingnya pengembangan metode yang efektif untuk mengidentifikasi informasi yang tidak akurat. Dalam studi ini, pengumpulan dataset berita dari berbagai sumber dilakukan, dan kedua model diterapkan untuk analisis klasifikasi teks. Kinerja model kemudian diukur berdasarkan akurasi, presisi, recall, dan F1-score. (Prasetyo, 2019) Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun keduanya memiliki keunggulan tersendiri, hasil yang lebih baik dalam hal kecepatan pemrosesan dan akurasi klasifikasi ditemukan pada CNN dibandingkan dengan RNN. Temuan ini memberikan wawasan yang penting bagi pengembangan sistem deteksi berita palsu yang lebih efisien dan efektif di era digital. (Nor Anisa, 2023) Kata kunci: Perbandingan teknik klasifikasi teks, berita palsu, Deep Learning, Convolutional Neural Networks (CNN), Recurrent Neural Networks (RNN), akurasi, presisi, recall, F1-score

    GAMBARAN PERAN PERAWAT DALAM MENCEGAH LUKA TEKAN PADA PASIEN LANSIA DI RUANG RAWAT INAP RSUD H JUSUF SK TARAKAN

    Get PDF
    “Gambaran peran perawat dalam mencegah luka tekan pada pasien lansia di Ruang Rawat Inap RSUD H Jusuf SK Tarakan” xi + 47 halaman + 8 tabel + 2 gambar + 8 lampiran Latar belakang:luka tekan yang terjadi pada pasien baik yang dialami pasien dari rumah maupun yang dialami pasien setelah perawatan di rumah sakit menggambarkan pentingnya peran perawat dalam upaya pencegahan kejadian dekubitus terutama pada pasien lansia yang mengalami gangguan mobilitas. Tujuan: mengetahui gambaran peran perawat dalam pencegahan kejadian luka tekan pada lansia di ruang perawatan RSUD H Jusuf SK Tarakan. Metode: penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survey, dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis univariat berupa distribusi frekuensi diolah dengan menggunakan program SPSS. Hasil: Peran perawat dalam pencegahan kejadian luka tekan pada lansia dalam kategori baik dimana peran sebagai pemberi asuhan keperawatan sebagian besar kategori baik= 56 (93,3%) responden, sebagai advocator sebagian besar kategori baik= 48 (80%) responden, sebagai edukator sebagian besar kategori baik= 50 (83,3%) responden, sebagai konselor sebagian besar kategori baik= 53 (88,3%) responden, sebagai kolaborator sebagian besar kategori baik=52 (86,7%) responden. Kesimpulan: Peran perawat dalam pencegahan kejadian luka tekan pada lansia di ruang perawatan RSUD H. Jusuf SK Tarakan sebahagian besar dalam kategori baik Saran: lebih aktif dalam menerapkan reposisi setiap 2 jam sekali untuk mencegah luka tekan serta melakukan pengkajian lebih dini

    Perbandingan Aktivitas Antioksidan Formula The Kombucha Dan Ekstrak Etanol 96% Daun Pecut Kuda (Stachytarpheta Jamaicensis L.) Dengan Metode Abts

    Get PDF
    Latar belakang: Daun pecut kuda mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan fenolik yang berperan sebagai antioksidan. Fermentasi dengan SCOBY dalam pembuatan kombucha dapat meningkatkan bioavailabilitas senyawa aktif sehingga memperkuat aktivitas antioksidan. Metode ABTS digunakan untuk mengukur antioksidan karena memiliki sensitivitas tinggi dibanding metode lain. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan teh kombucha dan ekstrak etanol 96% daun pecut kuda menggunakan metode ABTS. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental. Simplisia daun pecut kuda dibuat ekstrak dan teh kombucha. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan pengukuran kandungan flavonoid total dan fenolik total. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dengan metode ABTS dan nilai IC 50 sebagai parameternya untuk dianalisis secara statistik. Hasil: Teh kombucha dan ekstrak daun pecut kuda positif mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, saponin, tanin dan triterpenoid. Nilai rata-rata kadar flavonoid total teh kombucha 10.48 mgQE/g, sedangkan ekstrak daun pecut kuda 8.06 mgQE/g. Nilai rata-rata kadar fenolik total teh kombucha 9,60 mgGAE/g, sedangkan ekstrak daun pecut kuda 3,08 mgGAE/g. Hasil uji aktivitas antioksidan teh kombucha daun pecut kuda memiliki nilai rata-rata IC 50 78,93 µg/ mL. sedangkan ekstrak 477,84 µg/ mL. Kesimpulan: Teh kombucha dan ekstrak pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis L.) mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, saponin, dan steroid. Teh kombucha memiliki nilai rata-rata kadar flavonoid dan fenolik lebih tinggi dibanding ekstrak daun pecut kuda. Aktivitas antioksidan teh kombucha lebih tinggi daripada ekstrak daun pecut kuda. Kata Kunci: Teh Kombucha, Daun Pecut Kuda, ABTS, Antioksida

    GAMBARAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA TOLOKAN KECAMATAN GETASAN

    Get PDF
    Latar Belakang : Tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg, yang diukur setelah beristirahat selama lima menit, dikenal sebagai hipertensi. Hal ini mengurangi pembakaran energi untuk metabolisme lemak, yang dapat menyebabkan obesitas, dan membuat jantung bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Risiko yang ditimbulkan oleh merokok bergantung pada jumlah rokok yang dihisap setiap hari, meskipun durasi merokok. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Kejadian Hipertensi pada Lansia di Desa Tolokan Kecamatan Getasan. Metode Penelitian : Penelitian Kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional yang digunakan untuk mengukur fenomena pada satu titik waktu yang sama dengan mengambil sampel dari populasi tertentu, dan bertujuan untuk menemukan pola perubahan di masa lalu yang dapat meramalkan situasi di masa depan. Analisis yang digunakan penelitian ini yaitu univariat dengan menggunakan tabel distribusi karakteristik responden. Hasil Penelitian : Hasil penelitian didapatkan Respondendengan usia pertengahan sebanyak 34%, lansia 42% dan lansia muda 24%. Responden yang memiliki kebiasaan merokok 41% dan tidak merokok 59%. Responden yang gemuk paling banyak yaitu 60% sedangkan yang normal 35% dan kurus 5%. Responden yang hipertensi 85% dan tidak hipertensi 15%. Kejadian hipertensi berdasarkan usia paling tinggi pada lansia muda 87,5% berdasarkan berat badan. Kesimpulan : Hipertensi di Desa Tolokan kecamatan Getasan meupakan kesehatan yang sangat serius. Faktor yang mempengaruhi Usia, Berat Badan, Kebiasaan Merokok, dan Kejadian Hipertensi. Upaya pencegahan Hipertensi Mengonsumsi makanan seimbang, Kurangi setress dan Melakukan cek Kesehatan untuk mrngontrol hipertensi

    Hubungan Dukungan Sosial Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Lansia Di Panti Wredha Merbabu Salib Putih

    Get PDF
    Latar Belakang : Masa Lansia Ditandai Oleh Berbagai Perubahan, Baik Dalam Aspek Fisik, Psikologis, Maupun Sosial, Yang Secara Langsung Memengaruhi Kondisi Tubuh Dan Mental Mereka. Perubahan Fisik Yang Terjadi Pada Lansia Seringkali Berdampak Pada Kondisi Psikologis Mereka. Dukungan Sosial Dari Keluarga, Teman, Dan Lingkungan Berperan Penting Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Pada Lansia Karena Mereka Merasa Lebih Dihargai, Diperhatikan Sehingga Meminimalkan Stress Dan Kesepianpada Mereka . Penelitian Ini Bertujuan Untuk Menganalisis Hubungan Antara Dukungan Sosial Dan Kesejahteraan Psikologis Pada Lansia. Metode : Desain Penelitian Ini Yaitu Deskriptif Korelasional Dengan Pendekatan Cross Sectional. Populasi Dalam Penelitian Ini Lansia Yang Bertempat Tinggal Di Panti Wredha Merbabu Salib Putih Salatiga Sejumlah 105 Lansia, Dipilih Sejumlah 83 Sampel Dengan Teknik Purposive Sampling Alat Ukur Yang Digunakan Adalah Kuesioner Social Support Scale Untuk Dukungan Sosial Dan Kuesioner Ryff’s Psychological Well Being Untuk Kesejahteraan Psikologis . Analisis Data Yang Digunakan Yaitu Uji Spearman Rho Hasil : Sebagian Besar Responden Memiliki Tingkat Dukungan Sosial Sedang Sebanyak 38 Responden (45.8%) Dengan Kesejahteraan Psikologis Sedang Sebanyak 45 Responden (54.2%). Nilai P Value = 0,000 < Α (0,05) Simpulan : Ada Hubungan Signifikan Dukungan Sosial Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Lansia Di Panti Wredha Merbabu Salib Putih Salatiga. Kekuatan Hubungan 0,467 Yang Artinya Hubungan Cukup Kuat Saran : Dukungan Sosial Memiliki Peranan Penting Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Psikologis Pada Lansia. Dengan Demikian Lansia Akan Merasa Percaya Diri Serta Dapat Menganggap Dirinya Sebagai Orang Yang Masih Berguna Dari Berbagai Segi. Kata Kunci : Lansia,Dukungan Sosial, Kesejahteraan Psikologis Referensi : 61 (2019-2024

    Analisis Implementasi Informasi Masa Pakai Obat Dalam Pelayanan Kefarmasian Oleh Apoteker Di Kota Salatiga

    No full text
    Masyarakat perlu mendapatkan informasi tentang obat yang dikonsumsinya, termasuk tentang masa pakai obat setelah dibuka kemasan primernya. Apoteker bertanggung jawab untuk memberikan informasi tersebut agar masyarakat dapat menggunakan obat dengan aman dan efektif. Penelitian quasi experimen dengan metode kuesioner dan penelitian jenis deskripstif analisis pendekatan kuantitatif. Sampel digunakan teknik purposive sampling dengan total 69 responden. Hasil penelitian didapatkan apoteker bekerja di apotek (46,38%), rumah sakit (24,64%), klinik (23,19%), puskesmas (5,79%); penerapan informasi masa pakai obat sangat penting (86,96%), penting (11,59%), tidak penting (1,45%); pemberian informasi dilakukan selalu (71,01%), kadang-kadang (27,54%), tidak pernah (1,45%); perlakuan secara lisan (48,98%), lisan dan tertulis (46,94%), tertulis (4,08%); kendala yang dihadapi pasien dalam kondisi kurang sehat, terlihat terburu-buru, cemas dan menunjukan sikap tempramental/ketus (25,24%). Suasana apotek kurang mendukung. Apotek terlalu padat, pencahayaan yang kurang, antrian panjang (23.30%), Pasien tidak menunjukkan empati/perhatian terhadap informasi yang diberikan (20,39%), Pasien tidak memberikan tanggapan (18,45%), Rendahnya literasi kesehatan pasien (7,77%), saya merasa kurang pengetahuan tentang masa pakai obat, kurang keterampilan komunikasi, kurang percaya diri dalam memberikan pelayanan informasi masa pakai obat (3,88%), saya merasa kurang mampu menunjukkan empati/perhatian kepada pasien (0,97%), Apoteker di Kota Salatiga telah mengimplementasikan pemberian informasi masa pakai obat. Kendala terbesar yang dialami dari kasus yaitu pasien tidak merespon dengan baik. Kata kunci : Implementasi, Informasi, Masa Pakai Obat

    INTERVENSI PEMBERIAN TERAPI PIJAT REFLEKSI KAKI DAN AROMATERAPI LEMON DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN TERDIAGNOSIS PENYAKIT HIPERTENSI DI RUANG DAHLIA B RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN

    Get PDF
    Intervensi Terapi Pijat Refleksi Kaki dan Aromaterapi Lemon dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Ruang Dahlia B RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Terapi non-farmakologis, seperti pijat refleksi kaki dan aromaterapi, menjadi alternatif yang menarik untuk mengelola hipertensi tanpa efek samping obat. Tujuan: mengevaluasi efektivitas kombinasi terapi pijat refleksi kaki dan aromaterapi lemon dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode penelitian: menggunakan desain eksperimen dengan lima pasien hipertensi sebagai subjek penelitian. Mereka menjalani terapi pijat refleksi kaki dan aromaterapi lemon selama 45 menit setiap hari selama satu minggu. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian: menunjukkan penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik (rata-rata turun 9,4 mmHg) dan diastolik (rata- rata turun 5,7 mmHg) dengan nilai p &lt; 0,05. Selain itu, terdapat korelasi negatif antara penurunan tekanan darah dan kecemasan pasien (r = -0,45, p &lt; 0,05), menunjukkan bahwa terapi ini juga berkontribusi terhadap penurunan kecemasan. Kesimpulan: kombinasi terapi pijat refleksi kaki dan aromaterapi lemon efektif dalam menurunkan tekanan darah serta memberikan efek relaksasi yang bermanfaat bagi pasien hipertensi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan terapi komplementer dalam pengelolaan hipertensi di fasilitas kesehatan

    4,702

    full texts

    4,951

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇