Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    4951 research outputs found

    Optimalisasi Edukasi Penatalaksanaan Terapi Anemia Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Hemodialisis di RSUD Kota Salatiga

    Get PDF
    Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien Penyakit Ginjal kronik (PGK), yang dapat memperburuk kualitas hidup dan mempercepat progresivitas penyakit. Meskipun terapi medis sudah tersedia, banyak pasien yang kurang mendapatkan edukasi yang tepat mengenai pentingnya pengelolaan anemia untuk meningkatkan hasil pengobatan dan kualitas hidup mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan edukasi penatalaksanaan anemia pada pasien gagal ginjal kronik melalui pendekatan berbasis edukasi pasien dan keluarga. Program edukasi ini mencakup informasi tentang mekanisme anemia, peran terapi obat, perubahan pola makan, dan pemantauan berkala untuk menilai efektivitas pengobatan. Hasil: Buku saku edukasi dapat menjadi alat yang sangat efektif dalam menyampaikan informasi yang penting dengan cara yang mudah dipahami dan dapat diakses kapan saja oleh pasien. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan tingkat pengetahuan pasien sebelum dan sesudah mengikuti program edukasi serta melihat dampaknya terhadap kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan program edukasi secara signifikan meningkatkan pengetahuan pasien tentang anemia, memperbaiki kepatuhan terhadap pengobatan pasien yang terlibat dalam program edukasi. Kata Kunci: Anemia, Gagal ginjal Kronik, Edukasi,Penatalaksanaa

    Kombinasi Terapi Genggam Bola Karet Dan Terapi Cermin Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Ekstremitas Atas Pasien Stroke Di Ruang Dahlia A Rsud Dr. H. Jusuf Sk

    Get PDF
    Gangguan fungsi saraf pada penderita stroke di sebabkan oleh gangguan aliran darah di otak yang dapat menimbulkan gangguan neurologis yang dapat menyebabkan kelumpuhan otot ekstremitas. Pasien stroke diberikan intervensi kombinasi terapi genggam bola karet dan terapi cermin untuk meningkatkan kekuatan otot pasien stroke di Ruang Dahlia A RSUD dr. H. Jusuf SK. Sebanyak 3 orang diukur terlebih dahulu kekuatan ototnya lalu masing-masing diberikan intervensi terapi genggam bola karet dan terapi cermin. Hasil analisa penerapan kombinasi terapi genggam bola karet dan terapi cermin pada 3 pasien menunjukam adanya peningkatan yang signifikan pada kekuatan otot ekstermitas atas, yaitu pada pasien Ny. A pada tangan kanan nilainya 2 meningkat menjadi 3, pada Ny. S tangan kanan nilainya 2 meningkat menjadi 3, namun pada Ny. T tangan kiri dengan nilai 1 tidak terjadi peningkatan. Penerapan kombinasi terapi genggam bola karet dan terapi cermin pada pasien stroke dapat digunakan di ruang rawat inap untuk meningkatkan kekuatan otot. Penulis menyarankan teknik kombinasi terapi genggam bola karet dan terapi cermin diterapkan pada pasien stroke yang mengalami penurunan kekuatan otot. Kata Kunci: Genggam Bola Karet, Kekuatan Otot, Stroke, Terapi Cermin

    Hubungan Status Gizi Dengan Kekuatan Otot Lengan Atlet Wushu Sasana Satria Pandanaran Semarang

    Get PDF
    wushu adalah olahraga beladiri prestasi yang berasal dari cina Kondisi fisik yang baik merupakan penunjang prestasi bagi atlet dalam bertanding. Atlet memerlukan kondisi fisik yang baik dan prima dalam menghadapi suatu pertandingan sehingga dapat meraih prestasi ketika mengikuti kejuaraan. Menurut (Harsono 2018) kondisi fisik yang dominan pada wushu antara lain daya ledak, keseimbangan, kekuatan otot lengan, daya tahan, kecepatan, kekuatan otot perut, koordinasi mata dan tangan, fleksibilitas dan kelincahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kekuatan otot lengan atlet wushu Sasana Satria Pandanaran Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2025. Populasi dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu seluruh atlet yang berlatih di Sasana Satria Pandanaran Semarang. Pengambilan data menggunakan tes dan pengukuran, dengan instrumen yang digunakan sebagai berikut: timbangan untuk mengetahui berat badan, microtoice untuk mengukur tinggi badan dan handgrip dynamometer untuk mengukur kekuatan otot lengan. hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kekuatan otot lengan hasil menunjukkan bahwa otot lengan kanan (p=0,710), otot lengan kiri (p=0,308). Kesimpulan dalam penelitian ini status gizi tidak berhubungan dengan kekuatan otot lengan atlet wushu. Kata Kunci : Wushu, Status Gizi, Kekuatan Otot Lenga

    Efektivitas Terhadap Keberhasilan Mediasi Dalam Penyelesaian Sengketa Perdata Di Pengadilan Negeri Kabupaten Semarang

    Get PDF
    Mendamaikan pihak yang sedang berperkara di Pengadilan bukanlah suatu hal yang mudah. Hal tersebut bisa disebabkan karena kurangnya ketersediaan pranata hukum yang dapat membantu pihak dalam memilih metode yang tepat bagi penyelesaian sengketa, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pelaksaan mediasi di Pengadilan. PERMA Nomor 1 Tahun 2016 telah mengatur tentang prosedur dan hukum acara bagi proses mediasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Proses Mediasi dalam Perkara Perdata di Pengadilan Negeri Kabupaten Semarang Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif. Penelitian yang dituju adalah penelitian kualitatif deskriptif, yakni berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang diamati. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektivitas mediasi di Pengadilan Negeri Kabupaten Semarang masih tebilang cukup rendah meskipun selalu ada kebehasilan peningkatan dari tahun ke tahun. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor diantaranya kurangnya kesadaran dari masyarakat akan pentingnya mediasi dalam penyelesaian sengketa. Peran dari mediator sangat dibutuhkan dalam kegiatan mediasi guna penyelesain sengketa antara para pihak supaya tecapai pedamaian. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan edukasi dan sosialisasi tentang kesadaan masyarakat akan pentingnya mediasi dalam penyelesaiaan setiap pemasalahan.serta penguatan peran mediator dalam keberhasilan proses mediasi antara para pihak yang besengketa.Dengan adanya upaya tesebut , diharapkan pihak yang bersengketa dapat memperoleh mufakat dalam menghadapi penyelesaian sengketa. Kata kunci : mediasi,sengketa perdata, evektivitas, Pengadilan Negeri Kabupaten Semarang

    ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN PADA NELAYAN KAMPUNG TAMBAKLOROK KELURAHAN TANJUNG MAS KECAMATAN SEMARANG UTARA

    Get PDF
    Berdasarkan data WHO (2022) Gangguan musculoskeletal di dunia berjumlah 1,71 milyar dan low back pain menempati masalah kesehatan ke- 3 di dunia sebanyak 17,3 juta. Faktor risiko terjadinya low back pain meliputi faktor individu, faktor pekerjaan, dan faktor lingkungan. Nelayan seringkali harus mengangkat, menarik, dan memindahkan peralatan berat, seperti jaring ikan, tangkapan, atau peralatan perikanan lainnya. Aktivitas ini dapat menempatkan beban tambahan pada otot punggung bawah dan tulang belakang, yang dapat menyebabkan stres da ketegangan berlebih pada daerah punggung bawah. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi kejadian low back pain pada nelayan di Kampung Tambaklorok. Metode : Penelitian ini adalah obsevasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini seluruh nelayan kelompok Indah Jaya dengan teknik sampel quota sampling menggunakan rumus slovin berjumlah 88 responden. Pengumpulan data melalui kuesioner, menggunakan instrument Oswestry Disability Index (ODI) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi untuk mengetahui usia, beban kerja, massa kerja, postur kerja, dan lama kerja sementara analisis bivariat dilakukan dengan uji Fisher exact (α=0,05). Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa usia berisiko sebesar 89,9%, beban kerja beriko sebesar 87,4%, massa kerja berisiko sebesar 81,6%, postur kerja berisiko sebesar 78,2%, lama kerja sebesar 73,6%, dan mengalami Low Back Pain sebesar 80,5%. Hasil analisis uji Fisher exact terdapat hubungan antara usia (p=0,012), beban kerja (p=0,001), massa kerja (p=0,000), postur kerja (p=0,000), lama kerja (p=0,000) dengan kejadian Low Back Pain

    ANALISIS HUBUNGAN KEBISINGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA NELAYAN DI TAMBAK LOROK SEMARANG

    Get PDF
    Kebisingan yang dihasilkan dalam kegiatan penangkapan ikan yaitu berasal dari mesin diesel tanpa disadari mesin yang digunakan merupakan penyumbang dari kebisingan. Kebisingan menyebabkan masalah kesehatan seperti gangguan pendengaran, peningkatan tekanan darah, dan kelelahan kerja. kelelahan kerja dapat meningkatkan resiko menurunya produktivitas dan kecelakaan kerja. Dimana 414 pekerja mengalami kecelakaan kerja karena kelelahan kerja tinggi (Kemenakertrans,2021). Penelitian bertujuan untuk mengetahui analisis hubungan kebisingan dengan kelelahan kerja pada nelayan di Tambak Lorok Semarang. Metode: Jenis Penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah nelayan di Tambak Lorok yang diambil menggunakan teknik quota sampling dan diperoleh 88 nelayan. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner Subjective Self Rating Tes dari Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) untuk mengukur kelelahan kerja dan Sound Level Meter untuk mengukur kebisingan. Analisis data yang digunakan yaitu analisis bivariat dengan uji korelasi pearson untuk mengetahui hubungan variabel bebas dan terikat. Hasil: Distribusi Kebisingan dengan kelelahan kerja didapati terdapat 11 orang atau 20.4% responden memiliki kebisingan tinggi dengan kelelahan kerja rendah, 37 orang atau 66.5% responden memilki kebisingan tinggi dengan kelelahan kerja sedang, 6 orang atau 11.1% responden memiliki kebisingan tinggi dengan kelelahan kerja tinggi. Hasil penelitian nilai p-value yaitu 0,001 yang menunjukan nilai p-value <0,05 sehingga terdapat hubungan antara kebisingan dengan kelelahan kerja. Simpulan: Terdapat hubungan antara kebisingan dan kelelahan kerja pada nelayan di Tambak Lorok, Semarang. Sebagian besar responden memilki kebisingan tinggi dengan kelelahan kerja sedang

    HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN KUPANG KECAMATAN\ud AMBARAWA

    Get PDF
    Latar Belakang : Diare adalah penyakit menular yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja, yang menjadi lembek hingga cair, dan frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali dalam satu hari, hal ini dapat bersiko untuk semua umur. Pada fenomena ini, data diare di Puskesmas Ambarawa paling banyak didapatkan adalah di Kelurahan Kupang Kecamatan Ambarawa sebanyak 130 kasus diare dari semua umur. Diare dipengaruhi oleh beberapa faktor dengan secara langsung maupun tidak langsung diantaranya faktor host, agent dan lingkungan. Faktor lingkungan adalah faktor yang dominan penyebab diare seperti air bersih, jamban sehat, pengelolaan sampah, pengelolaan air limbah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada masyarakat di Kelurahan Kupang Kecamatan Ambarawa. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini adalah masyarakat di Kelurahan Kupang Kecamatan Ambarawa diambil menggunakan teknik quota sampling dan diperoleh 60 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah univariat, bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara sarana air bersih dengan kejadian diare (p=0,134), tidak ada hubungan antara sarana jamban sehat dengan kejadian diare (p=0,604), tidak ada hubungan antara sarana pengelolaan sampah dengan kejadian diare (p=0,847), tidak ada hubungan antara sarana pengelolaan air limbah dengan kejadian diare (p=0,530), ada hubungan antara sanitasi lingkungan dengan kejadian diare (p=0,002). Kesimpulan : Terdapat hubungan hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada masyarakat di Kelurahan Kupang Kecamatan Ambarawa Kata Kunci : Diare, Sanitasi Lingkungan, Masyarakat

    PENGELOLAAN USUL NAIK PANGKAT DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT TAHUN 2024

    Get PDF
    Usul Kenaikan Pangkat (UKP) merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen kepegawaian yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN). Penelitian ini membahas pengelolaan Usul Naik Pangkat di Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat, dengan fokus pada prosedur, tantangan, serta upaya optimalisasi proses tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan UKP di Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat telah mengikuti regulasi yang berlaku, namun masih terdapat beberapa kendala, seperti keterlambatan pengumpulan berkas, kurangnya pemahaman ASN terhadap prosedur administrasi, serta keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan dokumen. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Dinas Kesehatan telah menerapkan strategi seperti sosialisasi reguler, penggunaan sistem informasi kepegawaian, dan peningkatan koordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Dengan adanya perbaikan dalam sistem pengelolaan Usul Kenaikan Pangkat, diharapkan proses kenaikan pangkat ASN di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Barat dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Salah satunya adalah pemanfaatan aplikasi Sapa Sida yang salah satu tujuannya adalah untuk mewujudkan sistem pengelolaan usul naik pangkat yang lebih cepat, transparan, efisien, serta memudahkan pegawai dalam mengakses dan mengunggah berkas yang diperlukan. Dari data yang dikumpulkan menunjukkan adanya peningkatan jumlah PNS yang mengajukan kenaikan pangkat, terutama pada tahun 2024, yang mencerminkan keberhasilan pelaksanaan sistem baru ini. Aplikasi Sapa Sida terbukti memberikan kontribusi besar dalam mempermudah pengajuan usul kenaikan pangkat dan mempercepat proses verifikasi berkas. Penggunaan aplikasi berbasis web ini memungkinkan PNS untuk mengakses dan mengunggah dokumen kapan saja dan di mana saja, serta memantau status pengajuan mereka secara real-time. Kata Kunci: Usul Naik Pangkat, Manajemen Kepegawaian, Dinas Kesehatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Aparatur Sipil Negara

    Perbedaan Tingkat Kecemasan Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Relaksasi Benson Pada Pasien Pra Operasi Sectio Caesarea Di RSUD Dr. H. Jusuf Sk

    Get PDF
    Latar Belakang: Kecemasan pada proses persalinan sectio caesarea (SC) baik sebelum atau setelah operasi dapat menghambat jalannya operasi maupun penyembuhan setelah operasi. Teknik relaksasi Benson dapat menurunkan kecemasan, dimana terapi ini menggabungkan relaksasi dengan keyakinan yang dianut oleh pasien. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan tindakan relaksasi benson pada pasien sebelum dan setelah dilakukan SC. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre eksperiment dengan menggunakan desain pre-test and post-test group design. Penelitian ini dilaksanakan di Ruang OK Cito RSUD dr. H Jusuf SK sejak tanggal 20 Januari sampai dengan 10 Februari tahun 2025. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability sampling. Total sampel peneltian ini adalah 20 sampel. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengukur Tingkat kecemasan sebelum dan setelah menjalani sectio cesarea. Analisa data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test. Hasil: Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan nilai p 0.039 menunjukkan bahwa intervensi relaksasi Benson berhasil menurunkan tingkat kecemasan pada pasien yang akan menjalani operasi Sectio Caesarea. Simpulan: Terapi relaksasi benson terbukti efektif menurunkan kecemasan pada pasien pra-operasi section caesarea Kata Kunci: Kecemasan, Relaksasi Benson, Pasien Pra-Operasi Sectio Caesare

    GAMBARAN PERILAKU GERMAS DALAM UPAYA PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN KAUMAN KECAMATAN BATANG

    Get PDF
    Latar belangkang Hipertensi merupakan salah satu kondisi yang paling umum terjadi di antara berbagai penyakit kardiovaskular dan dialami oleh banyak individu. Berdasarkan faktor penyebabnya, tekanan darah tinggi dikategorikan menjadi dua tipe, yaitu primer dan sekunder. Mayoritas kasus tekanan darah tinggi pada orang dewasa berasal dari hipertensi primer, sedangkan hipertensi sekunder lebih sering ditemukan sebagian anak-anak maupun orang dewas. Data dari puskemas batang III menunjukan perubahan jumlah kasus hipertensi, dengan peningkatan pada tahun 2024 mencapai 8.126 kasus, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yangterrendah pada 2023 dengan 3.005 kasus. Metode desain penelitian yang digunakan dalam studi ini bersifat deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk menyajikan gambaran tentang keadaan atau fenomena secara objektif. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 105 sampel. Teknik Quota Sampling merupakan teknik pengambilan sampel dengan cara menetapkan jumlah tertentu sebagai taret yang harus dipenuhi dalam pengambilan sampel dari populasi, dengan patokan jumlah yang telah ditentukan penelitian dapat mengambil sampel secara sembarang asal memenuhi peryaratan sebagai sampel dari populasi yang telah ditentukan. Hasil cek tekanan darah yang dilakukan oleh responden di Kelurahan Kauman Batang dari total 105 responden, sebanyak 60 orang (57%) rutin melakukan cek tekanan darah, sedangkan 43 orang (42%) tidak melakukannya. Perilaku merokok ada sebanyak 49 orang (46,7%) merupakan perokok, sedangkan 56 orang (53,3%) tidak merokok. Perilaku olahraga dibagi menjadi 2 olahraga dan frekueini olahraga. hanya 95 orang (90,5%) yang memiliki perilaku olahraga yang baik, sedangkan 10 orang (9,5%) tidak memiliki kebiasaan olahraga yang baik. Sementara pada frekuensi olahraga kurang dari tiga kali seminggu sebanyak 71 orang (74,7%) sedangakan lebih dari tiga kali seminggu sebanyak 24 orang (25,3%). pada sebanyak 20 orang (19,0%) memiliki pola makan dengan diet seimbang (5 jenis makanan yang dikonsumsi), sedangkan 85 orang (81,0%) tidak memenuhi kriteria diet seimbang (<5 jenis makanan). mengenai distribusi frekuensi responden berdasarkan istirahat yang cukup, dapat diinterpretasikan bahwa mayoritas responden (52,3%) memiliki waktu tidur kurang dari 7 jam, sedangkan sisanya (47,7%) tidur selama 7 jam atau lebih. Kesimpulan pada cek tekanan darah, perilaku merokok, perilaku olahraga, diet simbang, dan istirahat yang cukup. Kata kuci : Hipertensi, Pencegahan hipertensi, Perilaku CERDI

    4,702

    full texts

    4,951

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇