Repository Universitas Ngudi Waluyo
Not a member yet
    4951 research outputs found

    Hubungan Kesepian Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Panti Jompo

    Full text link
    Latar Belakang: Kondisi lanjut usia yang mengalami berbagai penurunan atau kemunduran baik fungsi biologis maupun psikis dapat mempengaruhi mobilitas dan juga kontak sosial, salah satunya adalah rasa kesepian (loneliness). Perasaan kesepian lansia akan mengarah pada penurunan kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan, serta memengaruhi kesehatan fisik, seperti peningkatan risiko penyakit jantung yang akan berpengaruh pada kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kesepian dengan kualitas hidup lansia di panti jompo. Metode: Penelitian ini adalah deskripsi korelasi yaitu mengkaji hubungan antara variabel untuk menjelaskan suatu hubungan berdasarkan teori yang ada. Populasi penelitian ini adalah lansia di Panti Jompo Muara Kasih Salatiga berjumlah 156 responden dengan teknik sampling yang digunakan purposive sampling sebanyak 112 responden. Alat ukur yang digunakan Kuesioner UCLA loneliness scale untuk mengukur kesepian dan kuesioner WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup. Analisa data yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil: Sebagian besar lansia pada kategori kualitas hidup sedang sebesar 66 responden (58.9%). Sedangkan kualitas hidup rendah 19 responden (17.0%). Adapun responden yang mengalami kesepian dengan kesepian dengan kualitas hidup rendah sebanyak 25 responden (34.7%). Hasil analisis dengan Chi-Square. diperoleh nilai p-value 0.000 (p<0.05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kesepian dengan kualitas hidup lansia di panti jompo. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kesepian dengan kualitas hidup lansia di panti jompo. Saran: lansia diharapakan dapat membuka diri untuk mengikuti kegiatan dan bersosialisasi dengan teman sebaya di panti untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Kata kunci: Lansia, Kesepian, Kualitas Hidu

    PENINGKATAN KUALITAS PERAWATAN LUKA TRACHEOSTOMI MELALUI MODIFIKASI CHECKLIST PERAWATAN LUKA DI RUANG RAWAT INAP RSUD dr.H.JUSUF.SK

    Full text link
    Setiap pasien yang terpasang tracheostomy pasti akan didampingi oleh petugas yang terlatih dan berkompeten dalam melakukan tindakan keperawatan. Meski pasien selalu didampingi dengan petugas namun beban kerja yang dialami oleh perawat di dalam ruang rawat inap menyebabkan pelaksanaan perawatan luka tracheostomy tidak berjalan dengan lancer dan pasien kembali harus menjalani perawatan di ruang intensif. Tujuan penulisan karya kinerja adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan juga pemahaman perawat terutama dalam melakukan perawatan luka tracheostomy dengan modifikasi lembar checklist Perawatan luka tracheostomy. Karya kinerja ini berbentuk laporan karya pengembangan secara deskriptif. Pelaksanaan karya kinerja dilakukan selama tanggal 30 Desember 2024 – 15 Januari 2025 di ruang rawat inap RSUD dr.H.Jusuf.SK. Hasil evaluasi peneliti terhadap sosialisasi dan penerapan lembar checklist efektif dalam melaksanakan fungsi monitoring tindakan perawatan luka pada pasien trakeostomi, karena kepala ruangan dapat mengetahui apakah kinerja perawat sudah sesuai dengan standart operasional prosedur atau tidak dan dapat dilakukan evaluasi perbaikan kinerja. Diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan dalam melakukan perawatan luka trakeostomi melalui mengikuti seminar atau pelatihan sehingga dapat meningkatkan pelayanan yang diberikan kepada pasien trakeostomi dan kepuasan pasien semakin meningka

    IDENTIFIKASI SAMPAH BAHAN BERBAHAYA BERACUN (B3) PADA BENGKEL MOTOR DI DESA GUNUNGGEMPOL KECAMATAN JUMO KABUPATEN TEMANGGUNG

    Full text link
    Latar Belakang: Bahan berbahaya dan Beracun (B3), sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001, adalah bahan yang karena sifat, konsentrasi, atau jumlahnya berpotensi mencemarkan atau merugikan lingkungan hidup, baik langsung maupun tidak langsung. Menurut penelitian sebelumnya, ada beberapa bengkel belum mempunyai wadah khusus untuk setiap jenis sampah B3 yang dihasilkan, tidak melabeli atau memberi simbol yang sesuai pada wadah sampah B3. Tujuan penelitian ini mengetahui tentang identifikasi Sampah Bahan Berbahaya Beracun (B3) pada Bengkel motor yang terletak di Desa Gununggempol Kecamatan Jumo Kabupaten Temanggung Metode: Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah pemilik bengkel dan mekanik bengkel. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Hasil: Berdasarkan penelitian sampah B3 yang dihasilkan Bengkel motor yang terletak di Desa Gununggempol Kecamatan Jumo adalah oli bekas, botol oli bekas, aki, kain majun, potongan besi atau logam, dan cairan bekas pembersih. Sampah tersebut memiliki karakteristik berbeda- beda. Simpulan: Sampah bahan berbahaya dan beracun yang dihasilkan oli bekas, botol oli bekas, aki, kain majun, potongan besi atau logam, dan cairan bekas pembersih. Sampah tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda antara lain mudah terbakar, beracun, korosif, dan berbahaya terhadap lingkungan. Dampak dari sampah bahan berbahaya dan beracun seperti oli bekas, cairan pembersih, atau pelarut, yang mengandung senyawa kimia beracun yang bisa merusak kesehatan makhluk hidup

    Hubungan Status Gizi Dengan Hipertensi Pada Lanjut Usia

    Full text link
    Latar Belakang : Pada saat ini hipertensi menjadi penyebab kematian tertinggi di masyarakat Indonesia. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang sering dialami oleh seseorang biasanya dipengaruhi oleh masalah gizi. Status gizi yang berlebih memicu timbulnya berbagai penyakit degenerative seperti jantung koroner, hipertensi, gagal ginjal, dan rematik. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan hipertensi di Dukuh Kambangan Metode : Desain penelitian ini deskriptif korelasional dengan pendekatan cross ectional. Populasi dalam penelitian adalah lansia. Tehnik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden. Alat ukur yang digunakan adalah spigmomanometer, microtoise dan timbangan berat badan. Data sekunder di dapat dari posbindu untuk justifikasi apakah pasien darah tinggi atau tidak. Analisa data yang digunakan adalah uji chi square Hasil : Sebagian besar responden memiliki status gizi yang lebih atau obesitas dengan kategori hipertensi Tingkat II terdapat 25 responden (29%). Kesimpulan : Terdapat hubungan status gizi dengan kejadian hipertensi pada lansia di desa gondoriyo. Dengan nilai p value = 0,000 < α (0,05). Saran : Lansia dapat menjaga pola makan dan pola hidup yang lebih sehat untuk mengantisipasi terjadinya obesitas yang bisa menyebabkan hipertensi serta melakukan cek up rutin kesehatan minimal 1 bulan sekali. Kata Kunci : Status gizi, Hipertensi Referensi : 43 (2019-2024

    Gambaran Durasi, Posisi Tubuh Dan Kejadian Nyeri Leher Pada Remaja Yang Menggunakan Gawai Di Desa Plumutan

    Full text link
    Latar Belakang : Penggunaan gawai menjadi kebutuhan penting di era digital, khususnya bagi remaja. Namun, durasi penggunaan yang berlebihan dengan posisi tubuh tidak ergonomis, seperti menunduk atau membungkuk, dapat menyebabkan nyeri leher. Wawancara awal di Desa Plumutan menunjukkan mayoritas remaja mengalami nyeri leher setelah menggunakan gawai 4–6 jam per hari. Penelitian ini bertujuan menggambarkan durasi penggunaan gawai, posisi tubuh, dan kejadian nyeri leher pada remaja di Desa Plumutan. Tujuan : Menggambarkan durasi, posisi tubuh, dan kejadian nyeri leher pada remaja pengguna gawai di Desa Plumutan. Metode : Penelitian deskriptif kuantitatif ini melibatkan 60 remaja di Desa Plumutan, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai durasi penggunaan gawai, posisi tubuh, dan tingkat nyeri leher berdasarkan Neck Disability Index (NDI) dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil : Sebagian besar responden berusia 17–20 tahun, mayoritas berusia 17 tahun (25,0%). Responden laki-laki berjumlah 35 orang (58,3%) dan perempuan 25 orang (41,7%). Sebagian besar menggunakan gawai lebih dari 2 jam per hari (73,3%) dalam posisi buruk, seperti berbaring atau menekuk leher (68,3%). Sebanyak 51 responden (85,0%) tidak merasakan nyeri leher. Kesimpulan : Mayoritas remaja di Desa Plumutan tidak mengalami nyeri leher meski menggunakan gawai dalam durasi lama dan posisi tidak ergonomis. Saran Penelitian ini diharapkan menjadi panduan bagi remaja untuk mengontrol intensitas penggunaan gawai dan memperbaiki posisi tubuh. Kata Kunci : Durasi Penggunaan gawai, Nyeri leher, Remaja, Posisi tubuh. Daftar Pustaka : 2014 – 202

    Hubungan Kecerdasan Emosional Dengan Kontrol Diri Remaja Di Smk NU Ungaran

    Full text link
    Latar Belakang : Masa remaja membawa perubahan dalam aspek biologis, psikologis, dan sosial yang sering kali memicu munculnya konflik. Sejalan dengan kondisi tersebut seorang pelajar memerlukan kemampuan kontrol diri agar dirinya mampu menghindari berbagai hal negatif. Salah satu faktor yang dianggap penting terhadap kontrol diri adalah kecerdasan emosional. Terutama pada perempuan yang memiliki kecerdasan emosional yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan kontrol diri remaja di SMK NU Ungaran Metode : Desain dalam penelitian ini adalah korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI di SMK NU Ungaran yang berjumlah 948 orang. Sampel sebanyak 90 orang. Teknik sampling proportional random sampling. Instrumen penelitian kecerdasan emosional menggunakan Wong and Low Emotional Intelligence Scale (WLEIS) dan Kontrol diri menggunakan Brief Self-Control Scale (BSCS). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistic Spearman Rank (p˂0,05) Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sejumlah 49 responden (54,4%) memiliki kecerdasan emosional kategori tinggi. Dan sejumlah 41 responden (45,6%) memiliki kontrol diri kategori tinggi. Hasil analisis didapatkan nilai p=0,000˂0,05, artinya terdapat hubungan kecerdasan emosional dengan kontrol diri remaja di SMK NU Ungaran. Hal ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh pada kontrol diri Saran : Sebaiknya remaja belajar mengenali dan mengelola emosi untuk meningkatkan kontrol diri dalam berbagai situasi sosial Kata kunci : Kecerdasan Emosional, Kontrol Diri, Remaja Referensi : 53 (2017, 2024

    Hubungan Antara Kepatuhan Minum Obat Dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Di Puskesmas Sidorejo Lor Salatiga

    Full text link
    Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu yang panjang. Pengelolaan hipertensi yang efektif memerlukan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur sesuai anjuran dokter. Kepatuhan minum obat dapat berpengaruh terhadap tekanan darah dan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Sidorejo Lor Salatiga. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional survey. Kriteria inklusi penelitian ini meliputi pasien hipertensi usia 18-65 tahun di Puskesmas Sidorejo Lor Salatiga yang telah menjalani terapi obat antihipertensi minimal 6 bulan. Pasien telah bersedia menjadi responden dengan menandatangani informed consent serta mampu berkomunikasi dengan baik. Penelitian ini melibatkan 65 responden yang dinilai menggunakan kuesioner MMAS-8 dan WHOQOL-BREF. Analisa data yang digunakan yaitu analisa univariat dan bivariat, dimana analisa bivariat menggunakan uji korelasi kendall’s tau b dengan taraf kepercayaan 99%. Mayoritas responden dalam penelitian ini berusia 18-59 tahun (55,4%) dan berjenis kelamin perempuan (61,5%). Sebagian besar memiliki tingkat pendidikan SD (33,8%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga sebanyak (41,5%). Mayoritas memiliki kepatuhan minum obat sedang (47,7%) dan kualitas hidup sedang (46,2%). Hasil uji kendall’s tau b doperoleh nilai p=0,000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,708. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan, kuat dan searah antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Sidorejo Lor Salatiga. Kata Kunci: Hipertensi, Kepatuhan Minum Obat, Kualitas Hidup

    Upaya Peningkatan Kepatuhan Jadwal Imunisasi Pada Masyarakat Dalam Mewujudkan Universal Child Immunization (Uci) Di Puskesmas Susukan

    Full text link
    Latar Belakang:. Universal Child Immunization merupakan prasyarat untuk mencapai imunisasi dasar yang lengkap bagi semua bayi. Imunisasi adalah upaya untuk memberikan kekebalan tubuh pada balita dengan memasukan vaksin ke tubuh yang bertujuan untuk membentuk zat antibody dalam mencegah suatu penyakit. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan agar imunisasi menjadi efektif yakni terkait dengan kelengkapan dan keakuratan jadwal imunisasi. pengetahuan, pendidikan dan pekerjaan dapat menjadi factor yang mempengaruhi dari kelengkapan dan ketepatan jadwal imunisasi Hasil kinerja pengembangan : Karakteristik usia sebagian besar responden berusia 22-35 tahun sebanyak 244 responden (58%), memiliki pendidikan sebagaian besar SMA sebanyak 304 responden (72,2%) dan sebagian besar adalah ibu rumah tangga sebanyak 236 responden (56,%). Edukasi dan pemberian jadwal imunisasi dapat meningkatkan partisispasi untuk mengikuti imunisasi tepat waktu, dimana dari 13 desa yang diberikan intervensi seluruhnya mengalami peningkatan partisipasi dimana tertinggi terdapat di Desa Susukan. Simpulan: Inovasi yang telah diterapkan dengan memberikan pengetahuan terkait imunisasi, hasilnya dapat meningkatkan partisispasi untuk melengkapi imunisasi dasar. Hal ini tentunya dapat meningkatkan capaian imunisasi dasar lengkap di Puskesmas Susukan Saran : perawat puskesmas tetap menjaga komunikasi dan memberikan informasi terkait imunisasi secara berkala sehingga motivasi orangtua dan partisipasi dalam melakukan imunisasi dengan tepat waktu bisa berjalan dengan baik, stabil dan terus meningkat Kata kunci : kepatuhan jadwal,imunisasi, Universal Child Immunizatio

    Gambaran Status Gizi Pada Lansia Di Posyandu Ngudi Waras Rw 05 Kelurahan Pudakpayung,Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang

    Full text link
    Latar Belakang: Jumlah penduduk Indonesia semakin tua, dan lanjut usia adalah tahap kehidupan yang tidak terhindarkan dengan banyak perubahan fisik dan mental, termasuk penurunan fungsi dan kemampuan. Kualitas hidup orang tua, yang dipengaruhi oleh kesehatan fisik, hubungan sosial, dan asupan gizi, sangat menentukan kesejahteraan mereka, terutama di daerah pedesaan dan pinggiran kota. Tujuan: Mengetahui Gambaran Status Gizi Pada Lansia Di Posyandu Ngudi Waras RW 05 Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang terdaftar di Posyandu Ngudi Waras RW 05 Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Sample yang digunakan accidental sampling. Hasil: Didapatkan dari 71 responden berdasarkan Indeks Massa Tubuh yang termasuk kategori gizi kurang, gizi baik, dan gizi lebih 2,8%, 45,1%, dan 52,1%. Tekanan darah responden yang termasuk kategori normal, pra-hipertensi, hipertensi grade 1, hipertensi grade 2, hipertensi sistolik terisolasi berturut-turut 15,4%, 22,6%, 21,2%, 32,4%, dan 8,4%. Kadar gula darah sewaktu dalam kategori normal, pra-diabetes, diabetes berturut- turut 56,3%, 38,1%, dan 5,6%. Simpulan: Responden di Posyandu Ngudi Waras RW 05 Kelurahan Pudakpayung paling banyak memiliki status gizi lebih yaitu 52,1%, paling banyak memiliki tekanan darah hipertensi grade 2 yaitu 32,4%, dan paling banyak kadar gula darah sewaktu normal yaitu 56,3%. Maka dari itu lansia harus menjaga pola makan dan hidup sehat. Kata Kunci: lansia, gizi, IMT, tekanan darah, gula dara

    Gambaran Kebiasaan Makan, Aktivitas Fisik, Body Image, Dan Status Gizi Pada Siswa Di Smk Nahdatul Ulama Ungaran

    Full text link
    Latar Belakang: Status gizi remaja di Kabupaten Semarang berdasarkan IMT/U menunjukkan bahwa 1,99% tergolong sangat kurus, 5,04% kurus, 11,4% gemuk, dan 8,92% obesitas, di mana salah satu penyebab utama pola diet tidak sehat pada remaja adalah pandangan yang tidak realistis tentang bentuk tubuh ideal, yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka. Tujuan: Mengetahui gambaran kebiasaan makan, aktivitas fisik, body image, dan status gizi pada siswa di SMK Nahdatul Ulama Ungaran. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional, jumlah sampel yang digunakan ada sebanyak 63 siswa dan dilakukan pengambilan data pada 17- 21 Februari 2025 di SMK NU Ungaran. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk memberikan gambaran masing-masing variabel yang dipelajari Hasil: Sebagian besar responden memiliki asupan energi cukup (35,5%), asupan protein lebih (33,3%), asupan lemak cukup (38,1%), dan asupan karbohidrat lebih (36,5%), sementara kategori defisit paling sedikit pada semua asupan. Tingkat aktivitas fisik didominasi kategori ringan (44,4%), sedangkan aktivitas berat paling sedikit (17,5%). Mayoritas siswa (59,09%) dan siswi (63,16%) tidak khawatir terhadap bentuk tubuh, dengan status gizi baik pada 75,6% responden dan gizi kurang paling sedikit (4,9%). Simpulan: Sebagian besar responden memiliki asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat dalam kategori cukup atau lebih, dengan tingkat aktivitas fisik dominan dalam kategori ringan. Mayoritas siswa dan siswi tidak memiliki kekhawatiran terhadap bentuk tubuh, serta sebagian besar berada dalam kategori gizi baik berdasarkan IMT/U. Kata Kunci: Remaja, IMT/U, Body Imange, Aktivitas Fisi

    4,702

    full texts

    4,951

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Ngudi Waluyo
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇