Jurnal Perspektif
Not a member yet
    84 research outputs found

    EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BERBASIS KOMUNITAS GUNA PENGEMBANGAN TEAMWORK YANG BERSINERGI PADA MADRASAH

    No full text
    Penelitian ini mengkaji efektivitas Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Komunitas (IKM BK) dalam pembentukan teamwork di madrasah. Fokus utamanya adalah menganalisis indikator tim kerja yang efektif dan menguraikan praktik baik tim kerja pada komunitas IKM di Kemenag Kabupaten Lampung Timur dan Kota Metro khusunya kasus implementasinya di MAN 1 Metro dan MAN 1 Lampung Timur, Provinsi Lampung tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus, penelitian ini melibatkan alumni pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Komunitas di MAN 1 Metro dan MAN 1 Lampung Timur. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi yang komprehensip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teamwork efektif dalam menggabungkan berbagai talenta dan memberikan solusi inovatif. Beberapa keterampilan penting dalam teamwork meliputi komunikasi, tanggung jawab, kejujuran, kemampuan mendengarkan, empati, kolaborasi ide, dan manajemen waktu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa IKM BK berperan penting dalam membentuk tim kerja solid di madrasah, yang pada gilirannya dapat menciptakan ekosistem pembelajar yang bersinergi mendukung implementasi Kurikulum Merdeka

    STUDI HERMENEUTIK FEMINIS TERHADAP KISAH PEREMPUAN TANPA NAMA DALAM 2 SAMUEL 20:14-22

    No full text
    Tujuan dari artikel ini adalah untuk membebaskan penulisan kisah-kisah sejarah dari perspektif yang patriarkhis. Beberapa catatan sejarah kerap mengintimidasi identitas dan pengalaman perempuan sehingga mereka hanya berperan sebagai pemeran tambahan dalam sebuah cerita. Akan tetapi, beberapa tokoh perempuan berjasa dalam sejarah dan penulis sejarah harus mengakuinya. Penulis berupaya membebaskan kisah kepahlawanan dari bias patriarkhi dengan menggunakan kisah perempuan tanpa nama dalam teks 2 Samuel 20:14-22. Teks ini berisi kepahlawanan perempuan di kota Abel untuk menyelamatkan kota dari kepungan tentara Israel, sekaligus membunuh pemimpin pemberontak yang mengancam dinasti Daud. Analisis terhadap teks 2 Samuel 20:14-22 menggunakan hermeneutik feminis dari Elizabeth S. Fiorenza. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan tanpa nama berjasa besar dan layak menjadi pahlawan. Kecerdasannya membaca situasi pengepungan kota, keberaniannya mengambil inisiatif, dan kebijaksanaannya dalam bernegosiasi dengan Yoab dan penduduk kota Abel, membuat cerita berakhir tanpa peperangan. Implikasi dari kisah ini adalah perempuan seharusnya dibebaskan dari stigma domestikasi dan inferioritas agar perempuan dapat menjadi tokoh publik yang superior sebagaimana laki-laki. Pembebasan ini akan memberikan jalan bagi apresiasi dan penghormatan perempuan sebagai pahlawan

    PERAN GURU DALAM MENANAMKAN KARAKTER POSITIF DALAM BERMEDIA SOSIAL: STUDI FENOMENOLOGI DI JENJANG SD/MI

    No full text
    Penanaman karakter positif pada peserta didik dibutuhkan dalam menghadapi dampak negatif dari paparan penggunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman dan perspektif guru terkait upaya yang dilakukan dalam membimbing peserta didik dalam menggunakan media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan guru di jenjang sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan guru memiliki peran sebagai edukator, evaluator, dan mediator dalam membangun karakter positif peserta didik bermedia sosial seperti bijak menyeleksi dan memfilter konten, santun berbahasa, percaya diri, empati, dan peduli sesama. Guru menggunakan metode pembelajaran bercerita, memanfaatkan media audiovisual, diskusi kelompok, dan bermain peran. Tantangan yang dihadapi guru dalam penanaman karakter positif adalah latar belakang peserta didik yang beragam, perbedaan pola perilaku yang diberikan kepada peserta didik di sekolah dan di rumah, kecanduan teknologi dan media sosial, dan kesulitan mengendalikan emosi

    RELIGIUSITAS: PENGARUHNYA TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SISWA SMK

    No full text
    Religiusitas pada ranah pendidikan memiliki peran yang signifikan dalam membentuk sikap positif terhadap diri sendiri, koneksi dengan orang lain, dan kemampuan mengatasi perubahan dalam kehidupan siswa SMK. Studi ini mengkaji pengaruh religiusitas terhadap psychological well-being (kesejahteraan psikologis) siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dalam konteks pendidikan, religiusitas memiliki peran yang signifikan dalam membentuk sikap positif terhadap diri sendiri, koneksi dengan orang lain, dan kemampuan mengatasi perubahan dalam kehidupan siswa SMK. Artikel ini  menggunakan kajian studi kepustakaan (library research) sebagai metode penelitian dengan pengumpulan sumber literatur, membaca, dan mengolah serta mengkaji beberapa literatur: buku, jurnal, disertasi, e-book, dan beberapa kasus yang relevan dengan topik. Temuan penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara religiusitas yang tinggi dengan kesejahteraan psikologis yang lebih baik. Hal ini terkait dengan sumber makna yang diberikan agama, perasaan berdaya dan kemampuan individu, makna dan tujuan hidup, serta identitas personal yang ditemukan dalam nilai-nilai agama. Namun, hubungan ini dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi, budaya, dan dukungan sosial. Rekomendasi disarankan, yaitu integrasi nilai-nilai agama dalam kurikulum, dukungan emosional dari guru dan konselor, serta pemberian panduan konkret kepada siswa SMK. Diharapkan langkah-langkah ini dapat membantu meningkatkan psychological well-being siswa SMK dan memberikan dasar yang kuat untuk perkembangan pribadi mereka dalam konteks pendidikan dan persiapan karir

    BUDAYA MELAYU DALAM KONTEKS NEGARA DAN BANGSA

    No full text
    Tujuan penelitian berfokus pada karakteristik Budaya Melayu dalam tinjauan konteks Negara Bangsa, yang melibatkan negara Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dalam menjawab pertanyaan penelitian yang telah ditentukan. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat lima aspek utama yang menjadi karakteristik budaya melayu dalam konteks Negara Bangsa, pertama, bahasa melayu sebagai instrumen komunikasi memiliki problematika tersendiri ketika berada pada tataran politik, sosial dan budaya di masing-masing negara bangsa dalam konteks kemelayuan;, kedua, budaya sebagai wujud ciri kemelayuan di antara negara bangsa (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei  Darussalam) memiliki kemiripan, seperti wayang, angklung, reog dan lain-lain;, ketiga, etnisitas kemelayuan menjadi debateable, siapa orang melayu itu, karena tidak ada ciri khusus, tetapi hanya dilihat dari berbagai sisi keilmuan, seperti genetika, linguistik, geografis, dan antropologi, sehingga sampai sekarang belum diketemukan definisi pakem tentang etnis melayu;, keempat, melayu dalam konteks geografi mengindikasikan bahwa mayoritas orang melayu bertempat tinggal di pinggiran sungai, baik orang melayu Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei  Darussalam, namun ada sebagian yang ada di daratan dan pegunungan;, dan,  Kelima dalam isu politik, kemelayuan memberikan corak dan warna dalam konteks negara bangsa, setidaknya terdapat transformasi mendasar di antara negara Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam, yakni dalam sistem pemerintahan terjadi transformasi dari sistem kerajaan menjadi kesultanan dan terakhir mengembangkan sistem pemerintahan masing-masing tanpa mengesamping nilai-nilai budaya melayu

    PESANTREN BABUL ULUM PAMEKASAN: MENGHADIRKAN MODERASI BERAGAMA MELALUI BUDAYA MONDOK MADURA

    No full text
    Masyarakat Madura memiliki keragaman dalam mencari ilmu, terutama dalam menggali ilmu keislaman, khususnya pembelajaran kitab kuning seperti Jurumiah, Shorof, Safinatun Naja, Bidayatul Hidayah, dan Ta’limul Mutaallim. Tradisi ini sangat erat dengan budaya pondok pesantren, di mana generasi muda Madura lebih memilih mondok (belajar di lembaga keagamaan non-formal) daripada lembaga pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan masyarakat Madura, khususnya santri, dengan budaya mondok atau nyolog di pesantren, serta menguji pembelajaran bahasa Arab melalui kitab kuning. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus berbasis kualitatif, mengacu pada teori antropologi, budaya etnis Madura, dan moderasi beragama yang digagas oleh Prof. Irwan Abdullah dari UGM. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis dengan teori Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya mondok dan mengaji sangat kuat di Madura, didukung oleh banyaknya pondok, langgar, musholla, dan masjid. Pembelajaran kitab kuning di pesantren terus dikembangkan dan diapresiasi, bahkan dikuatkan melalui kontes baca kitab kuning. Budaya Madura, yang kaya akan tradisi keislaman dan moderasi beragama, relevan dengan pembelajaran bahasa Arab di pondok pesantren dan pendidikan modern di sekolah serta perguruan tinggi

    TRANSFORMASI PEMBELAJARAN DIGITAL DENGAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai transformasi pembelajaran digital. Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah bidang ilmu komputer yang dikhususkan untuk memecahkan masalah kognitif yang umumnya terkait dengan kecerdasan manusia, seperti pembelajaran, penciptaan, dan pengenalan gambar. Jenis-jenis  platform Artificial Intelligence yang dapat digunakan yaitu aplikasi teks, presentasi, hitungan, photo, global positioning system (gps), pengenalan wajah orang, rekomendasi otomatis (e-commerce) dan asisten virtual. Apalagi perkembangan zaman yang menuntut lembaga pelatihan dapat meningkatkan kualitas pelatihan dengan teknologi dan update informasi. Oleh karena itu, dengan Artificial Intelligence, semua proses pengerjaan dilakukan secara otomasisasi sehingga dapat selesai dengan waktu yang cepat dan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai transformasi pembelajaran digital dalam pelatihan dan apa saja platform artificial intelligence yang dapat digunakan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengumpulkan beberapa referensi literature ilmiah tentang artificial intelligence yang dapat digunakan sebagai transformasi pembelajaran digital. Hasil penelitian berupa penjelasan mengenai pemanfaatan artificial intelligence atau kecerdasan buatan sebagai transformasi pembelajaran digital dalam pelatihan sehingga dapat memperlancar proses pembelajaran dalam pelatihan dan up to date dengan perkembangan teknologi

    LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM NON FORMAL TINGKAT DASAR ANTARA MEUNASAH DAN TPA DI INDONESIA

    No full text
    Meunasah sebuah lembaga nonformal yang telah berdiri selama belasan tahun lalu dan digunakan sebagai tempat dakwah, pendidikan, sosial budaya serta tempat musyawarah/mufakat, tetapi saat ini banyak terjadi pergantian fungsi meunasah dikarenakan adanya arus globalisasi begitu pula dengan TPA/TPQ merupakan lembaga pendidikan nonformal yang berkaitan dengan pelajaran membaca Al-Quran, Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan sistem pendidikan Meunasah dengan sistem pendidikan TPA, serta merefleksikan sistem pengajaran meunasah pada sistem pendidikan TPA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research (studi kepustakaan). Sumber data primer adalah Undang-undang sedangkan sumber data sekunder adalah buku dan jurnal. Teknik analisis data adalah deskriptif yang fokusnya menjelaskan meunasah sebagai lembaga pendidikan nonformal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan meunasah dan pendidikan TPA saling melengkapi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Meunasah dan TPA sama-sama berperan dalam mengajarkan nilai-nilai moral dan spiritual

    RANCANG–BANGUN PENDIDIKAN ANTI RADIKALISME: INTERNALISASI SIKAP TOLERANSI DI LEMBAGA PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk dapat menganalisis serta memberikan kerangka pikir program pendidikan anti radikalisme di lembaga pendidikan formal di Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang diterapkan dalam riset ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menerapkan pendekatan studi kepustakaan. Untuk menganalisis data, penelitian ini menggunakan metode kesinambungan historis dan hermenutika. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa Wacana intoleransi dalam lembaga pendidikan dikarenakan sebuah lembaga pendidikan mengadopsi model pendidikan luar negeri yang menjadikan paham radikalisme sebagai basis keilmuannya. Selain itu juga disebabkan karena lembaga pendidikan hanya fokus melakukan pengajaran secara tekstual-skriptualistik. Provinsi Jawa Tengah sendiri telah menyusun program “Sekolah Damai” sebagai upaya internalisasi konsep toleransi dalam lingkungan sekolah. Program ini memiliki tiga basis utama yaitu: kebijakan sekolah yang pro toleransi, praktik perdamain di sekolahan, dan manajemen organisasi kesiswaan yang toleran

    IMPLEMENTASI BUDAYA RELIGIUS DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ISLAM SISWA

    No full text
    Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui budaya religius di MTs IN Banyurip Ageng Pekalongan, untuk mengetahui proses budaya religius mendukung pembentukan karakter Islami, kendala budaya religius dalam membentuk karakter Islami siswa MTs IN Banyurip Ageng Pekalongan. Penilitian menggunakan jenis field research. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif. Sumber data primer pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan siswa MTs IN Banyurip Ageng Pekalongan. Sumber data sekundernya yaitu dokumen yang menggambarkan keadaan MTs IN Banyurip Ageng Pekalongan, keadaan guru, jadwal kegiatan budaya religius, keadaan siwa-siswi MTs IN Banyurip Ageng Pekalongan serta sarana dan prasarana yang ada di MTs IN Banyurip Ageng Pekalongan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tiga teknik yakni pengamatan terlibat, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif model Miles and Huberman. Dari hasil peneltian ini dapat disimpulkan bahwa karakter Islami pada diri siswa dibentuk melalui pembiasaan-pembiasaan baik yang dilaksanakan secara terus menerus seperti, teladan dari seorang guru dan kedisiplinan. Budaya religius telah terbukti dapat mendukung pembentukan karakter Islami siswa, namun telah ditemukan beberapa kendala budaya religius dalam membentuk karakter Islami siswa

    44

    full texts

    84

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Perspektif
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇