OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
Not a member yet
    272 research outputs found

    Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Melalui 3R Dalam Upaya Pengurangan Jumlah Timbulan Sampah

    Get PDF
    Waste management that is currently being carried out is still limited to collecting, transporting and disposing of waste without any efforts to reduce the amount of waste generated. The impact is that the amount of waste generation increases and only ends up in the final waste processing site (Landfill), thus affecting the health of the environment around the landfill site. For this reason, it is necessary to reduce the amount of waste generated, by means of community-based waste management through 3R (Reduse, Reuse and Recycle). The purpose of this activity is to disseminate information on how to manage community-based waste through 3R so that teachers, employees and students of SMK Negeri 6 Yogyakarta can play an active role in waste management. The method of implementing the activity uses the lecture and discussion method. The results of this activity are still short-term results, that is by looking at the enthusiasm of the participants during the question and answer time and discussion. Therefore the results of this activity still require follow-up activities that is mentoring activity waste management, so that SMK Negeri 6 Yogyakarta can implement community-based waste management through 3R.Pengelolaan sampah yang saat ini dilakukan masih sebatas kumpul, angkut dan buang tanpa ada upaya pengurangan jumlah timbulan sampah. Dampaknya adalah jumlah timbulan sampah bertambah dan hanya berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir sampah (TPA) sehingga mempengaruhi kesehatan lingkungan di sekitar lokasi TPA. Untuk itu perlu dilakukan upaya pengurangan jumlah timbulan sampah, dengan cara pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui 3R (Reduse, reuse dan Recycle). Tujuan kegiatan ini adalah melakukan sosialisasi tentang bagaimana cara pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui 3R agar para guru, karyawan dan siswa SMK Negeri 6 Yogyakarta dapat berperan aktif dalam pengelolaan sampah. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hasil dari kegiatan ini masih berupa hasil jangka pendek, yaitu dengan melihat antusiasme peserta pada waktu tanya jawab dan diskusi. Untuk itu hasil dari kegiatan ini masih membutuhkan kegiatan tindak lanjut berupa pendampingan pengelolaan sampah, supaya SMK Negeri 6 Yogyakarta dapat menerapkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui 3R

    Peningkatan Pemahaman Radiografer Terhadap Diagnostic Reference Level Sebagai Upaya Optimisasi Pemeriksaan Radiografi

    Get PDF
    The use of X-rays cannot be separated from the radiation given to the patient's body, therefore the radiation exposure received by patients should be very low according to the ALARA principle (As Low As Reasonably Achieveable). The research method is a quantitative description by using themeasurement method radiation output as a reference for the estimated radiation dose received by the patient, then the analysis of the success of socialization to radiographers about DRL as an optimization effort in radiographic examination. The results of the radiation dose estimation using themethod radiation output by determining theequation power function of themeasurement radiation output where the value of the radiation dose rate increases as the kVp value increases with y= 0.0005x2.9242. From theresults, it was pre-test found that the number of correct answers was 120 and 84 wrong, with a percentage of 59% and the number of respondents 10.03 people. Meanwhile, for theresults, the post-test number of correct answers was 194 and 12 wrong, with a percentage of 94% and the number of respondents being 15.98 people. It is hoped that radiographers can apply the principle of optimization in carrying out all radiographic examinations.Pemanfaatan Sinar-X tidak terlepas dari radiasi yang diberikan pada tubuh pasien, oleh karena itu paparan radiasi yang diterima oleh pasien semestinya sangat rendah sesuai dengan prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achieveable). Metode penelitian bersifat deskripsi kuantitatif dengan menggunakan metode pengukuran radiation output sebagai referensi estimasi dosis radiasi yang diterima pasien, kemudian analisa keberhasilan sosialisasi kepada radiografer tentang DRL sebagai upaya optimasi dalam pemeriksaan radiografi. Hasil estimasi dosis radiasi menggunakan metode radiation output dengan menentukan persamaan power function dari pengukuran radiation output dimana nilai laju dosis radiasi meningkat seiring meningkatnya nilai kVp dengan y= 0.0005x2.9242. Dari hasil pre test didapatkan jumlah jawaban yang benar yaitu 120 dan salah 84, dengan presentase yaitu 59% dan jumlah responden 10,03 orang. sedangkan untuk hasil post test didapatkan jumlah jawaban yang benar yaitu 194 dan salah 12, dengan presentase yaitu 94% dan jumlah responden 15,98 orang. Hal ini diharapkan agar radiografer dapat menerapkan prinsip optimisasi dalam melakukan segala tindakan pemeriksaan radiografi

    Dukungan Peer Group Terhadap Kepatuhan Konsumsi Minum Obat Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri Di SMA N 1 Banguntapan Tahun 2020

    Get PDF
    Anemia is a problem that occurs throughout the world, especially in female teenagers. The high number of anemia makes the Government to make a program of providing iron tablet. Factors of adherence to taking medication consist of internal and external factors. One of the external factors is peer support. Peer Group Support is one way to improve female teenagers adherence in taking iron tablet medication. Statistical test results show is significant relationship between peer group support for adherence to taking tablets blood in adolescent girls (p value <alpha = 0,000 <0.05) with a correlation of 0.508, namely moderate closeness. The conclusion of this research there is a relationship of Peer Group Support and iron tablet medication adherence in female teenagers of SMA N 1 Banguntapan in 2020Anemia merupakan masalah yang terjadi di seluruh dunia terutama pada remaja putri. Tingginya angka kejadian anemia, Pemerintah membuat Program pemberian obat Tablet Tambah Darah. Faktor kepatuhan minum obat terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal salah satunya yaitu dukungan teman sebaya. Peer Group Support merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi obat Tablet Tambah Darah. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan signifikan antara peer group support terhadap kepatuhan minum obat tablet tambah darah pada remaja putri (p value < alfa = 0,000 < 0,05) dengan korelasi 0,508 yaitu keeratan sedang. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara Peer Group Support terhadap Kepatuhan Konsumsi Minum Obat Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri di SMA N 1 Banguntapan tahun 202

    Pelatihan Teknik Komunikasi Efektif Pada Kader Keluarga Berencana Di Desa Panggungharjo

    Get PDF
    Communication is the most important key to building a good relationship between everyone. Delivering messages orally or in writing expects someone to be able to read or hear what is being said correctly. Effective communication is highly dependent on a person's skills in sending and receiving messages. The purpose of this community service is to improve the ability of cadres to communicate effectively to support their duties as family planning cadres. Implementation of activities by providing material on effective communication to 50 cadres in Panggungharjo Village using lecture, question and answer methods, and roleplay, using LCD Projector and Power Point media. Many participants asked questions related to effective communication techniques to solve problems and obstacles encountered in the field when providing communication, information, and education (CIE), as well as when motivating couples of childbearing age to use contraception. Effective communication training that explains the meaning, purpose, benefits of communication and barriers to communication can improve the ability of cadres to communicate effectively.Komunikasi adalah kunci terpenting untuk membangun hubungan yang baik antara semua orang. Penyampaian pesan secara lisan atau tulisan mengharapkan seseorang dapat membaca atau mendengar apa yang dikatakan dengan benar. Komunikasi yang efektif sangat tergantung pada keterampilan seseorang dalam mengirim dan menerima pesan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan komunikasi efektif untuk mendukung tugasnya sebagai kader keluarga berencana. Pelaksanaan kegiatan dengan memberikan materi tentang komunikasi efektif kepada 50 kader di Desa Panggungharjo menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan roleplay, dengan menggunakan media LCD Projector dan Power Point. Peserta banyak yang mengajukan pertanyaan terkait dengan teknik komunikasi efektif untuk memecahkan masalah dan kendala yang ditemui di lapangan pada saat memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), maupun pada saat memberikan motivasi pada pasangan usia subur untuk menggunakan kontrasepsi. Pelatihan komunikasi efektif yang menjelaskan pengertian, tujuan, manfaat komunikasi dan hambatan-hambatan dalam komunikasi mampu meningkatkan kemampuan kader dalam melakukan komunikasi efektif

    Pemberian Insentif Dengan Peningkatan Motivasi Kerja Perawat Di Instalasi Rawat Inap RSUD M. Sani

    Get PDF
    Motivation with an encouraging or retrospective compensation that is regarded as what makes them work better.  The purpose of this research is to know the relationship of giving incentives to the motivation work of nurses in the inpatient installation of RSUD M. SANI. This research draft is quantitative with sampling methods using Total Sampling. The samples in this study consisted of 86 nurses and data analyzed using the Spearman Rank analysis test. The results of the study showed that the number of respondents who were less incentive and good had a comparison of 43 respondents (50%). The most number of respondents has a good work motivation of 50 (58,1%). There is an incentive-granting relationship with the work motivation of nurses working in the inpatient installation of RSUD M. Sani with two variables in the Medium category (p value = 0,000, Rho = 0,424).  In this case the hospital is expected to be able to pay attention and increase incentives. The feasible and reasonable thing is to make clear target work conditions so that the wishes of work can increase.Motivasi dengan dorongan perspektif atau kompensasi retrospektif yang dianggap sebagai apa yang membuat mereka bekerja lebih baik. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian insentif dengan motivasi kerja perawat di Instalasi rawat inap RSUD M. Sani. Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 86 perawat dan data dianalisa menggunakan uji analisis Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan umlah responden yang pemberian insentif kurang dan baik memiliki perbandingan jumlah yang sama yaitu 43 responden (50%). Jumlah responden paling banyak memiliki motivasi kerja baik sebanyak 50 (58,1%). Terdapat hubungan pemberian insentif dengan motivasi kerja perawat yang bekerja di instalasi rawat inap RSUD M. Sani dengan tingkat keeratan dua variabel pada kategori sedang (p value = 0,000, Rho = 0,424). Dalam hal ini pihak rumah sakit diharapkan dapat memperhatikan dan meningkatkan pemberian insentif. Hal layak dan wajar yaitu membuat ketentuan target kerja yang jelas agar agar keinginan bekerja dapat meningkat

    Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap Serta Tindakan Petani Terhadap Kejadian Infeksi Soil Transmitted Helminths Di Dukuh Ngancan Desa Sobokerto Ngemplak Boyolali

    Get PDF
    Worms caused by Soil Transmitted Helminths are a group of intestinal nematode worms that infect through contact with parasitic eggs or larvae that grow on fertile and moist soil. Knowledge about helminthiasis has an important role to prevent helminthiasis, so the tendency of low knowledge will further increase the risk of helminthiasis. The purpose of this study was to determine the relationship of the level of knowledge, attitudes and actions of farmers to the incidence of Soil Transmitted Helminths infection in Dukuh Ngancan Desa Sobokerto Ngemplak Boyolali and the percentage of Soil Transmitted Helminth infections. This type of research uses observational methods with a cross-sectional approach. The sampling technique uses Simple Random Sampling. Data were collected from respondents using a questionnaire and faecal examination with Eosin 2% technique and Sedimentation technique. Data analysis using Chi-Square test analysis. The results showed that there was no correlation between the level of knowledge and actions of farmers against the incidence of Soil Transmitted Helminths infection in Dukuh Ngancan Desa Sobokerto Ngemplak Boyolali, but there was a relationship between farmers' attitudes toward the incidence of parasitic Soil Transmitted Helminths infection in Dukuh Ngancan Desa Sobokerto Ngemplak Boyolali and percentage of Soil Transmitted Transmission in Boyolali. Helminths of 44 respondents who were not infected with Soil Transmitted Helminths 95.5% and those infected with Soil Transmitted Helminths 4.5%.Kecacingan yang disebabkan oleh Soil Transmitted Helminths merupakan sekelompok cacing nematoda usus yang menginfeksi melalui kontak dengan telur atau larva parasit yang tumbuh ditanah yang subur dan lembab. Pengetahuan mengenai kecacingan memiliki peran penting untuk mencegah terjadinya penyakit kecacingan, sehingga kecenderungan pengetahuan yang rendah akan semakin meningkatkan resiko infeksi kecacingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap serta tindakan petani terhadap kejadian infeksi Soil Transmitted Helminths di Dukuh Ngancan Desa Sobokerto Ngemplak Boyolali dan presentase yang infeksi Soil Transmitted Helminth. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan CrossSectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Data dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan feses dengan teknik Eosin 2% dan teknik Sedimentasi. Analisis data menggunakan Analisis uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan tingkat pengetahuan serta tindakan petani terhadap kejadian infeksi Soil Transmitted Helminths di Dukuh Ngancan Desa Sobokerto Ngemplak Boyolali, tetapi ada hubungan sikap petani terhadap kejadian infeksi parasit Soil Transmitted Helminths di Dukuh Ngancan Desa Sobokerto Ngemplak Boyolali dan persentase infeksi Soil Transmitted Helminths dari 44 responden yang tidak terinfeksi Soil Transmitted Helminths 95,5% dan yang terinfeksi Soil Transmitted Helminths 4,5%

    Pengaruh Pendidikan Kesehatan Galactogogue Daun Torbangun (Coleus Amboinicus L) Terhadap Self Efficacy Ibu Menyusui Di Klinik Pratama Amanda Gamping Sleman

    Get PDF
    Breast milk is the first and major food for infants. Breast milk contains the most complete nutritional composition and is ideal for the growth and development of infants during the first 6 months. UNICEF (2011) stated that children who are not breastfed have a 25% higher risk of death due to diarrhea and four times greater risk of pneumonia. The purpose of this study was to determine the effect of health education of galactogogue torbangun leaves (Coleus amboinicus l) on the self-efficacy of third-trimester pregnant women at the Amanda Clinic, Gamping, Sleman, Yogyakarta. This study used a quasi-experimental design with experimental post-test group design, namely the treatment group and the control group. The study was conducted at the Amanda Clinic, Gamping, Sleman in July 2018 with total samples of 42 respondents by using a quota sampling technique. The results showed the differences in self-efficacy between before and after treatment of health education which shown from the paired t-test value (p = 0,000 <0.05% (95% CI).Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama dan utama bagi bayi. ASI mengandung komposisi gizi yang paling lengkap dan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi selama 6 bulan pertama. UNICEF (2011) mengatakan bahwa anak-anak yang tidak diberikan ASI memiliki risiko angka kematian 25% lebih tinggi karena diare dan risiko empat kali lebih besar karena pneumonia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan galactogogue daun torbangun (coleus amboinicus l) terhadap self efficacy ibu hamil trimester III di Klinik Pratama Amanda Gamping Sleman Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan desain eksperimen post-test group design, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan di Klinik Pratama Amanda Gamping Sleman pada bulan Juli 2018. Sampel yang diambil sebanyak 42 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan kuota sampling. Hasil penelitian ada perbedaan self efficacy antara sebelum dan sesudah perlakuan pendidikan kesehatan dilihat dari nilai paired t-test nilai p=0,000 <0,05% (95% kepercayaan)

    Prevalensi Nematoda Usus Golongan Soil Transmitted Helminth (STH) Pada Kuku Dan Feses Petani Sayuran Di Desa Ngagrong Kecamatan Ampelkabupaten Boyolali

    Get PDF
    The development of endemic diseases such as worm infections that are transmitted through soil is strongly influenced by climatic conditions in tropical Indonesia. The worms included in the Soil Transmitted Helminth are Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura and Hookworm (Necator americanus and Ancylostoma duodenale). Ngagrong is a village in the highlands in Boyolali Regency. The majority of the population works as farmers, especially vegetable farmers. It is suspected that the habit of farmers while working who sometimes do not use personal protective equipment such as gloves and footwear in the form of sandals or shoes that directly contact with the soil and eat food without first washing their hands can give them a risk of worm infection. Intestinal Nematodes of Soil Transmitted Helminth in vegetable farmers In Ngagrong Village, Ampel Subdistrict, Boyolali Regency, Central Java.This research was conducted at the Parasitology Laboratory of the Faculty of Health Sciences, Setia Budi University, Surakarta in January 2019. The samples taken were stools and nails of 30 vegetable farmers in Ngagrong Village, Ampel Subdistrict, Boyolali Regency. The technique used is directly with lugol dyes in faecal samples and sedimentation (deposition) with 0.25% NaOH in nail samples. The results of the examination obtained from 30 faecal samples of vegetable farmers were found to have a positive percentage of results found in 3.33% of the Soil Transmitted Helminth Intestinal Nematodes, namely Hookworm worm eggs. In the nail sample, negative results were not infected with the parasitic Transmitted Helminth Soil Group with a percentage of 100% of the 30 nail samples examined.Perkembangan penyakit endemik seperti infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah sangat dipengaruhi oleh keadaan iklim di Indonesia yang tropis. Cacing yang termasuk ke dalam Soil Transmitted Helminth adalah Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura dan Hookworm (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale). Ngagrong merupakan desa di daerah dataran tinggi yang berada di Kabupaten Boyolali. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani, khususnya petani sayuran. Diduga kebiasaan petani saat bekerja yang terkadang tidak menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan alas kaki berupa sandal atau sepatu yang secara langsung kontak dengan tanah serta  mengonsumsi makanan tanpa terlebih dahulu mencuci tangan dapat memberikan resiko terinfeksi cacing.Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui prevalensi kecacingan Nematoda Usus Golongan Soil Transmitted Helminth pada petani sayuran Di Desa Ngagrong, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Parasitologi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta pada bulan Januari 2019. Sampel yang diambil adalah feses dan kuku petani sayuran masing-masing sebanyak 30 sampel di Desa Ngagrong, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Teknik yang dilakukan adalah secara langsung dengan pewarna lugol pada sampel feses dan secara sedimentasi (pengendapan) dengan NaOH 0,25% pada sampel kuku. Hasil pemeriksaan yang diperoleh dari 30 sampel feses petani sayuran di dapatkan prosentase hasil positif di temukan Nematoda Usus Golongan Soil Transmitted Helminth sebanyak 3,33% yaitu telur cacing Hookworm. Pada sampel kuku didapatkan hasil negatif tidak terinfeksi parasit Golongan Soil Transmitted Helminth dengan presentase 100% dari 30 sampel kuku yang diperiksa

    Analisis Persepsi Mahasiswa Terhadap Preceptor Pada Pembelajaran Metode Online Stase Keperawatan Gerontikdi Masa Pandemi Covid-19

    Get PDF
    Nursing practice directly in the field is one of supporting the achievement of student skills. However, since the status of COVID-19 disaster response in DI. Yogyakarta is determined, giving effect to the learning process of nurses in STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. The preceptor must modify the online learning method while still gaved attention to the achievement of the target competency for students. This research aims to identify student perceptions related to the appearance of preceptors, used a modified questionnaire. The design of this study uses descriptive analytic analysis with cross sectional approach. The results showed in general the process that was passed into the category very well. The biggest obstacle faced is the unstable internet network. But that does not reduce the achievement of competencies of students. The conclusions of the results of this study the professional practice learning methods conducted online at the gerontik nursing stage are in the excellent category and are able to support the achievement of student skills.Praktik keperawatan secara langsung di lapangan merupakan salah satu penunjang ketercapaian ketrampilan mahasiswa. Namun, sejak status tanggap darurat bencana COVID-19 di DI. Yogyakarta ditetapkan, memberikan pengaruh bagi proses pembelajaran profesi ners di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Preceptor harus melakukan modifikasi metode pembelajaran secara online dengan tetap memperhatikan ketercapaian target kompetensi bagi mahasiswa. Penelitan ini bertujuan mengidentifikasi persepsimahasiswa terkait penampilan preceptor, menggunakan kuesioner yang dimodifikasi. Desain penelitian ini menggunakandeskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan secara umum proses yang dilalui masuk kedalam kategori baik sekali. Adapun kendala terbesar yang dihadapi adalah jaringan internet yang tidak stabil. Namun hal itu tidak mengurangi ketercapaian kompetensi dari mahasiswa. Kesimpulan hasil penelitian ini metode pembelajaran praktik profesi yang dilakukan secara daring pada stase keperawatan gerontik masuk kategori baik sekali dan mampu menunjang ketercapaian ketrampilan mahasiswa

    Deteksi Dini Terpadu Kesehatan Jiwa Masyarakat Dalam Meningkatkan Kewaspadaan Masyarakat Di Salah Satu Dusun Di Gunungkidul 2020

    Get PDF
    Mental health is one of the significant health problems arising from the inability of individuals to manage stress which will direct individual behavior to destructive behavior where the peak of the behavior is suicide. Gunungkidul Regency is the area that ranks first in the national suicide rate, where one of these areas is located in a research location in a hamlet in Gunungkidul with suicides due to mental health problems. The level of awareness of a person against mental disorders varies and the level of sensitivity is different. Early detection is very necessary to screen for mental health problems early using the Self Reporting Questionnaire (SRQ) to minimize the vulnerability of citizens experiencing psychiatric problems that are often referred to as people with psychiatric problems. Descriptive analysis results illustrate that of the 43 respondents who experienced mental emotional distress or mental stress that led to a number of 11 respondents (25.6%). Based on these results it can be concluded that there is a picture of emotional mental distress or distress that leads to mental disorders in the community in one of the village in Gunungkidul 2020.Kesehatan jiwa menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang signifikan yang timbul dari ketidakmampuan individu dalam mengelola stres yang akan mengarahkan perilaku individu pada perilaku destruktifdimana puncak dari perilaku tersebut adalah bunuh diri. Kabupaten Gunungkidul merupakan daerah yang menempati urutan pertama angka bunuh diri di tingkat nasional, dimana salah satu wilayah tersebut berada dilokasi penelitian disalah satu dusun di Gunungkidul dengan kasus bunuh diri akibat masalah gangguan kesehatan jiwa. Tingkat kesadaran seseorang terhadap masalah gangguan jiwa berbeda-beda serta tingkat kepekaannyapun berbeda.Deteksi dini sangat diperlukan untuk menskrining masalah kesehatan jiwa secara dini dengan menggunakan media Self Reporting Questionnaire (SRQ)untuk meminimalisir kerentanan warga mengalami masalah kejiwaan yang sering disebut dengan Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK).Hasil analisis deskriptif menggambarkan bahwa dari 43 responden yang mengalami gangguan mental emosional atau distress yang mengarah ke gangguan jiwa sejumlah 11 responden (25,6%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa terdapat gambaran gangguan mental emosional atau distress yang mengarah ke gangguan jiwa pada masyarakat di salah satu dusun diGunungkidul 2020

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇