OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
Not a member yet
    272 research outputs found

    Edukasi Keluarga Tentang Oralit Dalam Perawatan Diare Pada Anak

    Get PDF
    Diarrhea is still the biggest cause of death in the world and is a pediatric social problem that often occurs in developing countries, including Indonesia. Diarrhea can cause complications including dehydration, hypovolemic shock, hypokalemia, seizures and malnutrition. The main cause of death from diarrhea in children is dehydration due to lack of electrolytes. Prompt and appropriate handling of diarrheal disease is the key so that infants and toddlers do not experience severe dehydration and cause death. This knowledge is important for mothers and families to have, because toddlers still cannot do everything by themselves. Increased knowledge can be done through education or health counseling. In the Tempit environment, some mothers do not understand how to make Oral Rehydration Solution (ORS) to prevent dehydration. Therefore, it is necessary to do community service in the Tempit Environment, Ampenan Mataram City which is focused on educating families about the importance of fluids and how to make ORS for children with diarrhea. Family education activities consist of identifying the number of families with children under five, health education and evaluation activities. The number of families who participated in community service activities was 20 people. The evaluation of the activities showed that the family had understood how to make a solution of sugar salt and ORS properly and correctly. Education for mothers, families and communities about the importance of fluids and rehydration by making sugar salt solutions and ORS is important carried out continuously, in order to reduce morbidity and mortality in infants and toddlers with diarrhea.Diare masih menjadi penyebab utama kematian terbesar di dunia dan merupakan masalah pediatric sosial yang banyak terjadi di negara berkembang termasuk Indonesia. Diare dapat menimbulkan komplikasi diantaranya dehidrasi, renjatan hipovolemik, hipokalemia, kejang dan malnutrisi. Penyebab utama kematian akibat diare pada anak adalah dehidrasi akibat kekurangan cairan elektrolit. Penanganan penyakit diare yang cepat dan tepat menjadi kunci agar bayi dan balita tidak mengalami kondisi dehidrasi yang parah dan menyebabkan kematian. Pengetahuan ini penting dimiliki oleh ibu dan keluarga, karena balita masih tidak bisa melakukan segala sesuatu dengan sendiri. Peningkatan pengetahuan dapat dilakukan melalui edukasi atau penyuluhan kesehatan. Di Lingkungan Tempit, sebagian ibu belum memahami tentang cara membuat oralit guna mencegah terjadinya dehidrasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat di Lingkungan Tempit, Ampenan Kota Mataram yang difokuskan pada edukasi keluarga tentang pentingnya cairan dan cara membuat oralit untuk anak yang mengalami diare. Kegiatan edukasi pada keluarga terdiri dari identifikasi jumlah keluarga yang memiliki balita, kegiatan penyuluhan kesehatan dan evaluasi. Jumlah keluarga yang mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebanyak 20 orang. Evaluasi kegiatan menunjukkan keluarga telah memahami cara membuat larutan gula garam dan oralit dengan tepat dan benar. Edukasi pada ibu, keluarga dan masyarakat tentang pentingnya cairan dan rehidrasi dengan membuat larutan gula garam dan oralit penting dilakukan secara kontinue, agar dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan balita yang mengalami diare

    Uji Sifat Fisik Dan Aktivitas Antibakteri Krim Ekstrak Etanol Daun Bidara (Ziziphus Spina-Christi L.) Terhadap Propionibacterium Acnes ATCC 6919

    Get PDF
    Acne is a chronic inflammatory disease of the polysebaceous region characterized by the appearance of comedones, papules, pustules, nodules, and cysts. Bidara contains phenolics and flavonoids which are useful as anti-inflammatory, antioxidant, antimicrobial, and prevent tumors. Other chemical constituents of Bidara that play a role in treatment are alkaloids, phenols, flavonoids, and terpenoids. This study aims to determine the effect of the concentration of the ethanolic extract of Bidara leaves (Ziziphus-Spina Christi L.) on the physical properties of the cream and the antibacterial activity of the Bidara leaf cream against the bacteria Propionibacterium acnes ATCC 6919 made in type O/W (Oil in Water) using a vanishing cream with 3 kinds of concentration, namely 10%, 12.5%, and 15%. Physical properties (organoleptic, spreadability, adhesion, and protection) and antibacterial activity against Propionibacterium acnes were measured using the well diffusion method. The results of the test of physical properties and antibacterial activity were analyzed using statistical tests with a 95% confidence level. The results of the physical properties test showed that the cream of ethanol extract of Bidara leaves had the aroma of Bidara leaves, greenish color, semisolid form, and homogeneous texture. The cream of ethanol extract of Bidara leaves with a concentration of 15% showed the greatest dispersion and adhesion at 6.9 cm and 6 seconds. The protection ability of bidara ethanol extract cream at the overall concentration was shown up to 5 minutes.Jerawat merupakan suatu penyakit peradangan kronik dari bagian polisebasea yang ditandai dengan munculnya komedo, papula, pustula, nodul, dan kista. Bidara memiliki kandungan fenolat dan flavonoid yang bermanfaat sebagai anti inflamasi, antioksidan, antimikroba, dan mencegah timbulnya tumor. Kandungan kimia lain Bidara yang berperan pada pengobatan yakni alkaloid, fenol, flavonoid, dan terpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak etanol daun Bidara (Ziziphus-Spina Christi L.) terhadap sifat fisik krim dan aktivitas antibakteri krim daun Bidara terhadap bakteri Propionibacterium Acnes ATCC 6919 dibuat dalam tipe M/A (Minyak dalam Air) menggunakan vanishing cream dengan 3 macam konsentrasi yaitu 10%, 12,5%, dan 15%. Sifat fisik (organoleptis, daya sebar, daya lekat, dan daya proteksi) dan aktivitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes yang diukur menggunakan metode difusi sumuran. Hasil uji sifat fisik dan aktivitas antibakteri dianalisis menggunakan uji statistik dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil uji sifat fisik menunjukkan bahwa krim ekstrak etanol daun Bidara mempunyai aroma daun Bidara, warna kehijauan, bentuk semipadat, dan tekstur homogen. Krim ekstrak etanol daun Bidara konsentrasi 15 % menunjukkan daya sebar dan daya lekat paling besar yakni 6,9 cm dan 6 detik. Kemampuan proteksi krim ekstrak etanol bidara pada keseluruhan konsentrasi ditunjukkan sampai dengan menit ke-5. Selain itu, krim ekstrak etanol daun Bidara memiliki  aktivitas antibakteri yang paling baik terhadap Propionibacterium acnes pada konsentrasi 15 % yang ditunjukkan dengan terbentuknya diameter zona hambat yang paling besar yakni 7,73 mm

    Pemeriksaan IVA Test Pada Wanita Usia Subur Di Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman

    Get PDF
    Cervical cancer is the most common cancer in Indonesia that requires public health action or intervention. Screening is one way to find precancerous and cancerous lesions at an early stage. IVA examination is a screening that can be used to detect precancerous lesions for cervical cancer in all women of childbearing age who have been sexually active.Kanker serviks merupakan kanker terbanyak di Indonesia yang memerlukan tindakan atau intervensi kesehatan masyarakat. Skrining adalah salah satu cara untuk menemukan lesi pre kanker dan kanker pada stadium dini. Pemeriksaan IVA merupakan skrining yang dapat digunakan untuk mendeteksi lesi pra kanker untuk kanker serviks pada semua wanita usia subur yang telah aktif secara seksual

    Grebek Sehat Sebagai Upaya Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular Masyarakat Dusun Batur

    Get PDF
    Non-communicable disease is a health threat to all age groups in society. High mobility and activity make people not pay attention to health and do not apply germas such as doing physical activity, eating fruits and vegetables, and conducting regular health checks to detect risk factors that exist in each person. Grebek Sehat  is an effort to control non-communicable diseases, can improve the knowledge and skills of officers and cadres, especially in carrying out early detection activities, monitoring and following up on risk factors for non-communicable diseases optimally so that it is hoped that it can help in reducing the rate of increase in non-communicable diseases in the community.Penyakit tidak menular merupakan salah satu ancaman kesehatan pada semua  kelompok umur di masyarakat. Mobilitas dan aktifitas yang tinggi membuat masyarakat tidak memperhatikan kesehatan serta tidak menerapkan germas seperti melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi buah dan sayur, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mendeteksi faktor risiko yang ada pada setiap orang. Grebek sehat merupakan sebuah upaya pengendalian penyakit tidak menular, dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para petugas dan kader khususnya dalam melaksanakan kegiatan deteksi dini, pemantauan dan tindak lanjut faktor risiko penyakit tidak menular secara optimal sehingga diharapan dapat membantu dalam menekan laju peningkatan penyakit tidak menular di masyarakat

    Transmisi Virus Covid-19 Dari Ibu Hamil Ke Janin : Systematic Literature Review

    Get PDF
    The number of patients with Covid-19 is on the increase, resulting in the cumulative and neonatal health. Goverments implement policies and handbill on the Covid-19 virus prevention and treatment efforts, including maternal and neonatal. People have also adopted government regulations. The methods in this study are literature review journals with types of literature review of PubMed, Google Scholar, and Cochrane. The sample of this research is a journal already made critical apprasial with inclusion and excretion criteria. Literature review shows a 2020 journal published internationally and for research design case report. Pregnant mother gave birth to sectio caesaria at 37 weeks of pregnancy. Mothers did a swab test (RT-PCR) to check diagnostics. Most babies are born to men with body weight born more than 2500 grams. All babies make self-contained isolation in good condition with over 7 at first and fifth minutes. Complications are certain, and swab inspection is made on nasofaring. A lab of the Covid-19 virus transmission from the pregnant mother to the fetus negative. The lab did not have a Covid-19 virus acid on the pacenta sample, blood but central, amniotic fluid, throat and feses. Results from a lab of a vertical transmission of the Covid-19 virus from a pregnant mother to a negative fetus.Jumlah pasien dengan Covid-19 terus meningkat, sehingga kesehatan maternal dan neonatal mendapatkan dampak. Pemerintah menerapkan kebijakan dan surat edaran tentang upaya pencegahan dan penanganan virus Covid-19, termasuk masalah maternal dan neonatal dengan Covid-19. Masyarakat juga telah menerapkan peraturan pemerintah. Metode dalam penelitian ini literature review jurnal dengan jenis systematic literature review dari database PubMed, Google Scholar, dan Cochrane. Sampel penelitian ini merupakan jurnal yang sudah dilakukan critical apprasial yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil literature review menunjukkan jurnal tahun 2020 dipublikasi secara internasional dan desain penelitian case report. Ibu hamil melahirkan sectio caesaria pada usia kehamilan ≥ 37 minggu. Ibu melakukan pemeriksaan swab (RT-PCR) untuk menegakakn diagnosa. Sebagian besar bayi lahir laki-laki dengan berat badan lahir lahir ≥ 2500 gram. Semua bayi melakukan isolasi mandiri dalam keadaan baik dengan apgar skor ≥ 7 pada menitpertama dan kelima. Komplikasi yang terjadi prematuredan dilakukan pemeriksaan swab (RT-PCR) pada nasofaring. Hasil labolatorium transmisi virus Covid-19 dari ibu hamil ke janin negatif. Hasil labolatorium tidak terdapat asam nukleat virus Covid-19 pada sampel plasenta, darah tapi pusat, cairan ketuban, tenggorokan dan feses. Hasil pemeriksaan labolatorium transmisi vertikal virus Covid-19 dari ibu hamil ke janin negatif

    Edukasi Pengenalan Obat Kepada Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
    The problem of rational drug use in the community, especially among students, is still minimal. The government by gema cermat or smart community movement to use drugs which in the context of society expects an in knowledge increase, understanding and skills in using drug properly and wisely so that can lead awareness of drugs using in the community. Health education is an effort that is given guidance to someone or students. Presenting counseling is expected to increase knowledge about proper drugs used for students. The method used in educating students is through material presentation, discussion, quizzes, and playing games. Students are given a pre-test and post-test before and after education. Education to increase students' knowledge is shown from the post-test results obtained that have a higher knowledge value than the pre-test.Masalah penggunaan obat yang rasional di masyarakat terutama pada kalangan pelajar masih minim pengetahuan. Pemerintah melalui program gema cermat atau gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat yang bekerjasama dengan masyarakat mengharapkan adanya peningkatan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam penggunaan obat yang baik dan bijak sehingga melahirkan kepedulian dan kesadaran dalam penggunaan obat yang beredar di masyarakat. Pendidikan kesehatan merupakan suatu upaya yang diberikan berupa bimbingan dan tuntunan kepada seseorang atau peserta didik. Untuk itu pemberian penyuluhan diharapkan dapat mampu meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan obat yang tepat pada siswa. Metode yang digunakan dalam edukasi kepada siswa adalah melalui pemaparan materi, diskusi, kuis, dan bermain game. Sebelum dan sesudah edukasi siswa diberikan pre-test dan post-test.  Edukasi meningkatkan pengetahuan siswa ditunjukkan dari hasil post-test yang diperoleh memiliki nilai pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan pre-test

    Webinar tentang Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Dalam Mengatasi Dismenore di Masa Pandemi COVID-19

    Get PDF
    Menstrual pain is a problem that often occurs in women. Many women experience menstrual problems, including pain during menstruation, known as dysmenorrhea. Dysmenorrhea affects 40% to 70% of women of reproductive age and is one of the most frequent causes of school absence. Research in the United States, dysmenorrhea is the leading cause of repeated absenteeism from school. Several studies have shown that adolescents with dysmenorrhea experience a decrease in academic achievement, social and sports activities. Service activities are carried out through webinar activities with the lecture method. A dedication to empowering young women in overcoming Dysmenorrhea in the COVID-19 Pandemic Period with 37 participants from the AKBIDYO Health Science College student. The activity was held on Sunday, July 18, 2021 which was presented through a webinar zoom meeting, because it was in the period of Enforcement of Community Activity Restrictions (PPKM). Activities can be carried out smoothly. The conclusion obtained: The knowledge of the youth participating in the webinar has increased by 4.17%. Most of the adolescent knowledge of the webinar participants was in the good category with a pre value of 79.16% and a post value of 83.33%. Suggestions for adolescents after receiving information about dysmenorrhea and how to overcome it, it is hoped that changes in attitudes and behavior will be more prepared in dealing with dysmenorrhea and for speakers to make scheduled and structured webinars that continue to focus on adolescents by looking at research and current issues.Nyeri haid merupakan permasalahan yang sering terjadi pada seorang perempuan Banyak wanita yang mengalami masalah menstruasi, di antaranya adalah nyeri saat menstruasi yang dikenal dengan dismenore. Dismenore mempengaruhi 40% sampai 70% dari wanita usia reproduksi dan merupakan salah satu penyebab yang paling sering untuk absen sekolah. Penelitian di Amerika Serikat, dismenore adalah penyebab paling utama ketidakhadiran berulang disekolah. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa remaja dengan dismenore mengalami penurunan pada prestasi akademis, sosial dan kegiatan olahraga.Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan melalui kegiatan webinar dengan metode ceramah. Pengabdian tentang pemberdayaan remaja putri dalam mengatasi Dismenore di Masa Pandemi COVID-19 dengan peserta 37 remaja mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO. Kegiatan diadakan pada hari minggu, tanggal 18 Juli 2021 yang disajikan melalui webinar zoom meeting, karena sedang dalam masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar. Kesimpulan yang didapat: Pengetahuan remaja peserta webinar mengalami peningkatan 4,17%. Pengetahuan remaja peserta webinar terbanyak dalam kategori baik dengan nilai saat pre 79,16% dan saat post sebesar 83,33%. Saran bagi remaja setelah mendapatkan informasi tentang dismenore dan cara mengatasinya diharapkan terjadi perubahan sikap dan perilaku lebih siap dalam menghadapi dismenore dan bagi Pembicara membuat webinar terjadwal dan terstruktur yang terus berfokus pada remaja dengan melihat riset dan isu terkini

    Skrining Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Condongcatur Depok Sleman

    Get PDF
    Non-communicable diseases (NCDs) are diseases that are not transmitted and cannot be transmitted to other people by any form of contact that can cause death and kill 60% of all deaths globally and prevalence data in developing countries reaches 80%. Non-communicable diseases, especially cardiovascular diseases, cancer, chronic respiratory diseases, and diabetes mellitus are major threats to human health and development today. This community service aims to detect non-communicable diseases, namely screening for blood pressure, blood sugar levels (GDS), cholesterol, and uric acid, in the Padukuhan Pikgondang community, Condongcatur Village, Depok, Sleman, Yogyakarta. The types of activities carried out are in the form of health education, blood pressure checks, cholesterol levels, temporary blood sugar and uric acid. Blood pressure was measured using a sphygnomanometer and a stethoscope while the analysis of cholesterol, blood sugar and uric acid used a digital checking device. In this community service, screening and early detection of risk factors for non-communicable diseases have been carried out on 46 respondents, including 28 men and 18 women. The results of the examination showed that the average systolic blood pressure for men was 135 mmHg, while for women was 140 mmHg. The average diastolic blood pressure for men is 80 mmHg and women 80 mmHg and it can be seen that most residents have high blood pressure of 86.96% and 58.70% of residents have normal cholesterol levels (<200 mg/dl). The results of the GDS examination were 80.43% of residents had normal sugar levels (<200 mg/dl) and 73.91% of residents had normal uric acid levels (<7mg/dl). With the results of this screening, further follow-up will be obtained from the Depok II Public Health Center and can maximize the use of Posyandu as a place for screening non-communicable diseases and seek counseling and education about these non-communicable diseases.Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak ditransmisikan dan tidak dapat ditularkan kepada orang lain dengan bentuk kontak apapun yang dapat menyebabkan kematian dan membunuh 60% dari seluruh kematian secara global dan data prevalensi di negara berkembang mencapai 80%. Penyakit Tidak Menular, khususnya penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes melitus merupakan ancaman utama bagi kesehatan dan perkembangan manusia saat ini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit tidak menular yaitu skrining tekanan darah, kadar gula darah sewaktu (GDS), kolesterol, dan asam urat, pada masyarakat Padukuhan Pikgondang Desa Condongcatur Depok Sleman Yogyakarta. Jenis kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah sewaktu dan asam urat. Tekanan darah diukur menggunakan spignomanometer dan stetoskop sedangkan analisis kolesterol, gula darah dan asam urat menggunakan alat pengecekan digital. Pengabdian masyarakat ini, telah dilakukan skrining dan deteksi dini factor risiko penyakit tidak menular terhadap 46 orang responden, meliputi 28 laki-laki dan 18 perempuan. Adapun hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa tekanan darah sistole rata-rata pada laki-laki 135 mmHg, sedangkan perempuan 140 mmHg. Rata-rata tekanan darah diastole pada laki-laki 80 mmHg dan perempuan 80 mmHg dan dapat diketahui bahwa sebagian besar warga memiliki tekanan darah tinggi sebesar 86,96% dan sebesar 58,70 % warga memiliki kadar kolesterol normal (<200 mg/dl), hasil pemeriksaan GDS sebesar 80,43% warga memiliki kadar gula normal (<200 mg/dl) dan sebesar 73,91% warga memiliki kadar asam urat normal (<7mg/dl). Dengan hasil skrining ini selanjutnya akan mendapatkan tindak lanjut dari Pusksesmas Depok II serta dapat memaksimalkan pemanfaatan Posyandu sebagai wadah skrining penyakit tidak menular dan mengupayakan penyuluhan dan edukasi tentang penyakit tidak menular tersebut

    Hubungan Paritas Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil

    Get PDF
    Preeclampsia is a complication in pregnancy, childbirth and post partum which cannot be prevented and what can be done is to prevent the occurrence of more severe complications and avoid risk factors or predisposition to the occurrence of preeclampsia. Factors affecting preeclampsia are a history of hypertension and parity. The purpose of this study was to determine the relationship between history of parity with the incidence of preeclampsia. The design of this study was analytic with cross sectional design. The population in this study were all pregnant women in the Batam Puskesmas Batu Aji Batam City from February to July 2019, samples taken using purposive sampling as many as 88 respondents. The results of studies that have been carried out chi-square test for a history of and parity with preeclampsia obtained P value of 0.015 <α 0.05. The conclusion of this study is the relationship between history parity with preeclampsia in pregnant women. this research can be considered for making policies in an effort to improve the quality of health services in pregnant women.Preeklampsia merupakan penyulit dalam kehamilan, persalinan maupun post partum yang tidak dapat dicegah dan yang dapat dilakukan adalah mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat dan menghindari faktor resiko atau predisposisi untuk terjadinya Preeklampsia. Faktor-faktor yang mempengaruhi preeklampsia adalah riwayat hipertensi dan paritas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paritas dengan kejadian preeklampsia. Desain penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Batu Aji Kota Batam mulai dari bulan Febuari hingga Juli 2019, sampel diambil menggunakan purposive sampling sebanyak 88 responden. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan uji chi-square untuk paritas dengan preeklampsia di dapatkan nilai P value 0,015 < α 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan paritas dengan preeklampsia pada ibu hamil. penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan untuk membuat kebijakan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan pada ibu hamil

    Alarm Reminder Pada Kelas Ibu Hamil Masyarakat Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan

    Get PDF
    Indicators of success in the ability of a country's health services are determined by the high and low maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR). One of the government policies that have been implemented as a realization of the MDG's goals to reduce child mortality and improve maternal health and also as an effort to bring public health services closer is through the pregnant women class program. The innovation "Alarm Reminder" as a reminder of the level of awareness of mothers during visits to the class program for pregnant women at Pustu, Kepuharjo Village, Cangkringan District, Sleman Regency DIY.Indikator keberhasilan dalam kemampuan pelayanan kesehatan suatu negara ditentukan dengan hasil tinggi rendahnya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Salah satu kebijakan pemerintah yang telah dilaksanakan sebagai realisasi tujuan MDG’s untuk menurunkan angka kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu dan juga sebagai upaya mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat adalah melalui program kelas ibu hamil. Inovasi “Alarm Reminder†sebagai media pengingat terhadap tingkat kesadaran ibu dalam melakukan kunjungan pada program kelas ibu hamil di Pustu Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman DIY

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇