OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
Not a member yet
    272 research outputs found

    Interprofessional Collaboration Dalam Pelayanan Pranikah Di Puskesmas Tegalrejo, Kota Yogyakarta

    Get PDF
    Reproductive health is the start point for the development of maternal and child health that can be prepared early, even before a woman becomes pregnant and becomes a mother. The purpose of this study was to explore Interprofessional Collaboration in Premarital Services at Tegalrejo Health Center, Yogyakarta City. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection techniques with in-depth interviews. Data analysis using content analysis. The results showed that the implementation of interprofessional collaboration in premarital services that has been implemented at the Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta City includes midwifery services, laboratory services, general practitioner services, nutrition services, psychological services and teeth services.   Keywords: premarital, interprofessional collaborationKesehatan reproduksi menjadi titik awal perkembangan kesehatan ibu dan anak yang dapat dipersiapkan sejak dini, bahkan sebelum seorang perempuan hamil dan menjadi ibu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi Interprofessional Collaboration Dalam Pelayanan Pranikah Di Puskesmas Tegalrejo, Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan indepth interview. Analisa data menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan interprofessional collaboration dalam pelayanan pranikah yang telah diterapkan di Puskesmas Tegalrejo Kota Yogyakarta meliputi pelayanan kebidanan, pelayanan laboratorium, pelayanan dokter umum, pelayanan gizi, pelayanan psikologi dan pelayanan gigi

    Efektifitas Jus Seledri Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar

    Get PDF
    Hypertension is an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg on two measurements with an interval of five minutes in a well-rested state. Hypertension control can be done with a pharmacological approach and non-pharmacological.One of the non-pharmacological treatments is to use celery. Celery contains apigenin, flavonoids, vitamin C, apiin, calcium, and magnesium to prevent constriction of blood vessels and help lower high blood pressure. This study aims to analyze the effectiveness of celery juice on reducing blood pressure in elderly people with hypertension in the Simalingkar Health Center. This study used a pre post experimental design. The number of respondents in the work area of ​​the Simalingkar Community Health Center was 10 respondents with a significance level of <0.05. The results showed that the systole p value was 0.000 (<0.05) and the diastole was 0.000 (<0.05), which means that celery juice had a significant effect on reducing blood pressure. The mean reduction in systolic blood pressure was 30 mmHg and distolic 14 mmHg. The results of statistical tests obtained a p-value of 0.000 (<0.5), it was concluded that celery juice was effective in reducing blood pressure.Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat.Pengendalian hipertensi dapat dilakukan dengan pendekatan farmakologisdan non-farmakologis. Salah satu pengobatan non farmakologis adalah dengan menggunakan seledri. Seledri mengandung apigenin, flavonoid, vitamin C, apiin, kalsium, dan magnesium untuk mencegah penyempitan pembuluh darah dan membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas jus seledri dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Simalingkar tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain pre post eksperimental. Jumlah responden di wilayah kerja Puskesmas Simalingkar sebanyak 10 responden dengan tingkat signifikansi <0,05. Rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 30 mmHg dan distolik 14 mmHg. Hasil Uji statistik didapatkan p- value 0,000 (<0,5), disimpulkan bahwa jus seledri efektif terhadap penurunan tekanan darah

    Sintesis Dan Uji Aktivitas Antibakteri Senyawa Kalkon (E)-3-(4-(Dimethylamino)Phenyl)-1-Phenylprop-2-En-1-One Terhadap Bakteri Kontaminan Produk Darah

    Get PDF
    Chalcone compounds and their derivatives are known to have various pharmacological activities, one of which is antibacterial activity. This activity is strongly influenced by the type of bound substituent and the location of the substituent on the structure of the chalcone compound. The purpose of this study was to synthesize chalcone compounds with the characteristics of the dimethylamino substituent on ring B at the para ((E)-3-(4-(dimethylamino)phenyl)-1-phenylprop-2-en-1-one) position and to test the activity of an antibacterial compound of chalcone against bacterial isolates of blood product contaminants. Antibacterial activity testing was focused on bacterial isolates derived from blood products, because the use of blood product bacterial isolates for antibacterial testing was still not widely used, generally the test bacteria used were ATCC bacterial isolates. The antibacterial activity test method used was the paper disc diffusion method, the antibacterial activity of chalcone compounds was known through the formation of a clear zone around the disc paper called the inhibition zone for bacterial growth. The chalcone compound (E)-3-(4-(dimethylamino)phenyl)-1-phenylprop-2-en-1-one was successfully synthesized through a condensation reaction, which obtained a yellow crystalline solid with a yield of 81.67%. The results of the activity test of chalcone compounds on several blood product contaminants showed that this compound had good enough activity in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus bacteria with an inhibition zone of 8.9 mm at a concentration of 25 ppm.Senyawa kalkon dan turunannya dikenal memiliki berbagai aktivitas farmakologis, salah satunya adalah aktivitas antibakteri. Aktivitas ini, sangat dipengaruhi oleh jenis subtituen yang terikat serta letak subtituen tersebut pada struktur senyawa kalkon. Tujuan penelitian ini adalah melakukan sintesis senyawa kalkon dengan karakteristik subtituen dimetilamino pada ring B di posisi para ((E)-3-(4-(dimethylamino)phenyl)-1-phenylprop-2-en-1-one) serta melakukan uji aktivitas antibakteri senyawa kalkon terhadap isolat bakteri kontaminan produk darah. Pengujian aktivitas antibakteri difokuskan terhadap isolat bakteri yang berasal dari produk darah, dikarenakan penggunaan isolat bakteri produk darah untuk pengujian antibakteri masih belum banyak digunakan, umumnya bakteri uji yang digunakan adalah isolat bakteri ATCC. Metode pengujian aktivitas antibakteri yang digunakan adalah metode difusi kertas cakram, aktivitas antibakteri senyawa kalkon diketahui melalui terbentuknya zona bening di sekitar kertas cakram yang disebut zona hambat pertumbuhan bakteri. Senyawa kalkon (E)-3-(4-(dimethylamino)phenyl)-1-phenylprop-2-en-1-one berhasil disintesis melalui reaksi kondensasi, dimana diperoleh padatan kristal berwarna kuning dengan rendemen sebesar 81,67%. Hasil uji aktivitas senyawa kalkon pada beberapa bakteri kontaminan produk darah menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki aktivitas cukup baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan zona hambat mencapai 8,9 mm pada konsentrasi 25 ppm

    Peningkatan Kompetensi Masyarakat Melalui Inovasi Pemanfaatan Labu Kuning Menjadi Makanan Kreatif Dan Sehat

    Get PDF
    The people of Kopeng Hamlet, Cangkringan District, Sleman Regency have natural wealth in the form of yellow squash (CucurbitaMoschata). This community service activity aims to increase public knowledge about the nutritional content of pumpkin and how to process pumpkin to become creative and healthy food. Because so far the natural resources of pumpkin that are very abundant in Kopeng Hamlet have not been maximally used as creative food and of high nutritional value. The methods used are interviews, focus group discussions (FGD) and practice. The results of this activity showed that the women who joined the PKK group were very enthusiastic about understanding the nutritional content of pumpkin which is commonly found in Kopeng Hamlet and very actively participating in the practice of processing food made from pumpkin. This activity has been successfully implemented thanks to the active participation of the whole community.Masyarakat Dusun Kopeng, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman memiliki kekayaan alam berupa labu kuning (Cucurbita Moschata). Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kandungan gizi labu kuning dan cara pengolahan labu kuning untuk menjadi makanan yang kreatif dan sehat.  Karena selama ini sumber daya alam labu kuning yang sangat banyak ditemukan di Dusun Kopeng dan belum maksimal untuk dimanfaatkan sebagai makanan yang kreatif dan bernilai gizi tinggi. Metode yang digunakan adalah Wawancara, Focus Group Discussion (FGD) dan Praktik. Hasil kegiatan ini menunjukkan ibu-ibu yang masuk dalam kelompok tani yang bergabung di kelompok PKK sangat antusias untuk memahami kandungan gizi labu kuning yang banyak ditemukan di Dusun Kopeng ini dan sangat aktif mengikuti praktik mengolah makanan berbahan dasar labu kuning.  Kegiatan ini telah sukses dilaksanakan berkat partisipasi aktif dari seluruh masyarakat

    Case-Based Learning: Upaya Menstimulasi Intensi Remaja untuk Berkomunikasi Secara Adekuat dengan Orang Tua tentang Kesehatan Seksual

    Get PDF
    Establishing communication about sexual health between parents and adolescents is a vital aspect of the family process. However, talking about sexual health are often considered taboo which discourages adolescents from discussing sexual health problems with their parents. The purpose of this community service was to stimulate the intention of adolescents to communicate adequately with their parents about their teenage lives, especially about sexual health. The case-based learning was conducted by applied the brain-storming discussion. The case-based learning method allows the team to present various cases from online media news about adolescent sexual health issues. Based on these cases, adolescent opinions about major impacts that would occur and what solutions were needed to prevent them were explored. The results show: (1) there was the emergence of intention, from the previous 70% of adolescents never had the intention or thought to tell their parents about their love life to 90% of adolescents agreed to slowly intend to be more open to their parents; and (2) there was the emergence of intention, from 60% of adolescents never having the intention or thought to tell their parents about sexual / reproductive health problems to 90% of adolescents agreeing to slowly intend to be more open to their parents. From these community service activities, it can be concluded that case-based learning activities are able to stimulate the adolescent intentions to communicate with parents about sexual health. It is highly recommended that this community service activity be continued by targeting the parents.Menjalin komunikasi tentang kesehatan seksual antara orang tua dengan remaja merupakan aspek vital dalam proses keluarga. Namun, perbincangan tentang kesehatan seksual antara orang tua dengan remaja sering dianggap hal yang tabu yang membuat remaja enggan membicarakan problematika kesehatan seksualnya pada orang tua. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini untuk menstimulasi munculnya intensi dari para remaja agar mau berkomunikasi adekuat dengan orang tua untuk membicarakan kehidupan remajanya, khususnya tentang kesehatan seksual. Metode pelaksanaan dilakukan dengan case-based learning yang diaplikasikan melalui teknik brain-storming. Metode case-based learning memungkinkan tim pengabdi untuk menampilkan berbagai kasus dari berita media online tentang isu kesehatan seksual remaja. Berbasiskan kasus tersebut, remaja digali pendapat dan analisisnya tentang penyebab kasus, dampak besar yang akan terjadi serta apa solusi untuk mencegahnya. Hasil kegiatan menunjukkan: (1) ada indikasi kemunculan intensi, dari yang tadinya 70% remaja tidak pernah memiliki intensi atau terpikirkan untuk bercerita kepada orang tuanya tentang kehidupan percintaannya menjadi 90% remaja setuju untuk perlahan berniat lebih terbuka pada orang tuanya; dan (2) ada indikasi kemunculan intensi, dari yang tadinya 60% remaja tidak pernah memiliki intensi atau terpikirkan untuk bercerita kepada orang tuanya tentang masalah kesehatan seksual/reproduksi menjadi 90% remaja setuju untuk perlahan berniat lebih terbuka pada orang tuanya. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan case-based learning mampu menstimulasi timbulnya intensi remaja untuk berkomunikasi dengan orang tua tentang kesehatan seksual. Sangat disarankan agar kegiatan pengabdian masyarakat ini dilanjutkan dengan unit sasaran yang berbeda, yakni pihak orang tua

    Literasi dan Pendampingan Skrining Kesehatan Sistem Pernafasan Dalam Upaya Meningkatkan Program Gerakan Masyarakat Sehat

    Get PDF
    Pulmonary tuberculosis (pulmonary TB) is an infectious disease caused by the mycobacterium tuberculosis bacteria and attacks the lung organs. The World Health Organization (WHO) reports that Indonesia is in the third position of the highest TB cases in the world and is a country that contributes 60% of all TB cases in the world. One of the efforts to reduce TB cases is through good literacy in the health sector, especially in the respiratory system. Currently, nurses are trying to educate the public with independent health screening in the community. Health care the spearhead in caring for patients, health workers are the front liners who serve the community, especially during the COVID-19 pandemic so that they provide assistance and health screening to the respiratory system which is in line with the efforts of the Healthy Community Movement program. The method used in this activity was direct lectures followed by 15 members of the Kampung Cililitan cadre. The results showed that knowledge of cadres with good criteria increased from 15.3% to 90.6%. The activities of literacy and respiratory system health screening assistance increase cadres' knowledge in order to improve the Healthy Community Movement program.Tuberkulosis paru (TB paru) adalah penyakit menular yang disebabkan bakteri mycobacterium tuberculosis. The World Health Organization (WHO) melaporkan Indonesia menduduki posisi ketiga dengan kasus  TB tertinggi di dunia dan merupakan negara penyumbang 60% dari seluruh kasus TB dunia. Upaya menurunkan kasus TB adalah melalui suatu literasi yang baik pada tentang sistem pernafasan. Tenaga kesehatan berusaha mengedukasi masyarakat dengan skrining. Pelayanan Keperawatan merupakan ujung tombak dalam pelayanan asuhan kepada pasien, tenaga kesehatan merupakan garda depan yang melayani masyarakat, terlebih pada masa pandemi COVID 19 sehingga berusaha memberikan pendampingan dan skrining kesehatan pada sistem pernafasan yang selaras dengan program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Metode yang digunakan adalah ceramah dengan tatap muka yang diikuti oleh kader Kampung Cililitan berjumlah 15 orang. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan kader dengan kriteria baik naik dari 15,3% menjadi 90,6%. Kegiatan upaya literasi dan pendampingan skrining kesehatan sistem pernafasan meningkatkan pengetahuan kader dalam upaya program gerakan masyarakat sehat

    Edukasi Tentang Bahaya Merokok Bagi Anak

    Get PDF
    In Indonesia, many deaths are related to cigarette use. In addition, Indonesia is a country that uses a lot of cigarettes. The emergence of active smokers will increase the risk of passive smoking, especially in children. For this reason, education is needed, especially for caregivers about the harmful effects of smoking on children. The method used in this community service is lecture/education with leaflets delivered online. The results of this community service show an increase in 2 indicators. The indicator is able to mention harmful substances in cigarettes from 25% to 70%. While the second indicator, which states the dangers of smoking for children, increased from 60% to 70%. The conclusion of this community service is that education about the impact of smoking on children can increase the knowledge of caregivers and it is hoped that caregivers can prevent children from exposure to cigarette smoke. Suggestions for the next servant to be able to develop educational topics and educational models to increase public awareness, especially in the field of preventing smoking behavior.Di Indonesia, banyak kematian memiliki kaitan dengan penggunaan rokok. Selain itu, Indonesia termasuk negara yang banyak menggunakan rokok. Munculnya perokok aktif ini akan meningkatkan risiko perokok pasif terutama pada anak. Untuk itulah diperlukan edukasi terutama bagi pengasuh tentang dampak bahaya merokok bagi anak. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu ceramah/ edukasi dengan leaflet yang disampaikan secara online. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan terjadinya peningkatan dari 2 indikator. Pada indikator mampu menyebutkan zat berbahaya dalam rokok dari 25% menjadi 70%. Sedangkan pada indikator kedua yaitu menyebutkan bahaya merokok bagi anak terjadi peningkatan dari 60% menjadi 70%. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini yaitu bahwa edukasi tentang dampak bahaya merokok bagi anak dapat meningkatkan pengetahuan pengasuh dan diharapkan pengasuh dapat menghindarkan anak dari paparan asap rokok. Saran bagi pengabdi selanjutnya untuk dapat mengembangkan topik edukasi dan model edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya di bidang pencegahan perilaku merokok

    Komparasi Glasgow Coma Scale (GCS) Dan Full Outline Of Unresponsiveness (FOUR) Untuk Menilai Mortalitas Pada Pasien Cedera Kepala Di Area Perawatan Kritis: Literatur Review

    Get PDF
    Abstract   Background: A head injury is a critical illness that requires specific treatments in the intermediate care room at the hospital. A head-injured patient may experience changes in his condition, namely decreased consciousness. Decreased consciousness will affect the prognosis and mortality of patients, in case in critical care areas, the appropriate measurement scale is needed, such as Glascow Koma Scale (GCS) and Full Outline of Un Responding (FOUR) to assess the level of consciousness. Objective: Identify the level of consciousness measurement  using GCS and FOUR to assess mortality in head-injured patients in critical care areas. Methods: The study was conducted by reviewing eleven journals from Portal Garuda, EBSCO, PROQUEST, CANGAGE and DOAJ published from 2010 to 2020 Results: GCS and FOUR can be used in predicting mortality of head-injured patients in critical care wards. Conclusion: GCS and FOUR are effective measuring instruments to assess mortality in head-injured patients, however it is more appropriate to use FOUR for patients with intubation. Keywords: GCS, FOUR, Mortality, Brain Injury.Abstrak Latar Belakang: Cedera kepala merupakan penyakit kritis yang membutuhkan perawatan khusus di ruang intermediate care di Rumah Sakit. Pasien cedera kepala bisa mengalami perubahan kondisi yaitu penurunan kesadaran. Perubahan kondisi ini akan mempengaruhi prognosis dan mortalitas pasien, sehingga pada area perawatan kritis membutuhkan skala pengukuran yang tepat diantaranya Glascow Koma Scale (GCS) dan Full Outline of Un Responding (FOUR) untuk menilai tingkat kesadaran. Tujuan: Mengidentifikasi pengukuran tingkat kesadaran menggunakan GCS dan FOUR untuk menilai mortalitas pada pasien cedera kepala di area perawatan kritis. Metode: Penelitian dilakukan dengan metode literature review dengan menelaah sebelas jurnal dari Portal Garuda, EBSCO, PROQUEST, CANGAGE dan DOAJ yang dipublikasikan dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2020. Hasil: menunjukkan GCS dan FOUR dapat digunakan dalam memprediksi mortalitas pasien cedera kepala di ruang perawatan kritis. Kesimpulan: GCS dan FOUR merupakan alat ukur yang efektif untuk menilai mortalitas pada pasien cedera kepala, tetapi pada pasien dengan intubasi akan lebih tepat menggunakan FOUR. Kata Kunci: GCS, FOUR, Mortalitas, Cedera Kepal

    Efektifitas Edukasi Kesehatan Dengan Metode Audiovisual Terhadap Motivasi Orang Tua Dalam Memberikan Obat Cacing Pada Anak Sekolah Dasar

    Get PDF
    Soil-transmitted helminths (STHs) infects 24% of the world’s population, especially children and incerase morbidity. One of the intervention to overcome STHs is the administration of anthelmintic. Parental motivation is needed to increase for regularity in administration anthelmintic. The purpose of this studi was to determine of the effectiveness of health education using audiovisual methods on the motivation of parents in giving anthelmintic at Sanjaya Tritis Pakem Primary School. The research method used was a quasi experimental desain with pre-test and post-test nonequivalent control group.The control group was given education by using audiovisual method and the control grup with  lectures. The analysis method uses wilcoxon test dan mann whitney test. The results showed that health education using audiovisual methods was effective in incerasing parents’ motivation (p value 0,000). There was no difference in effectiveness of education using audiovisual methods and lectures in increasing parents’ motivation.Kecacingan menginfeksi 24% penduduk dunia terutama pada anak-anak dan meningkatkan angka morbiditas. Salah satu intervensi mengatasi kecacingan adalah pemberian obat cacing. Motivasi orang tua diperlukan untuk keteraturan dalam pemberian obat cacing pada anak. Edukasi yang tepat diperlukan untuk meningkatkan motivasi orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas edukasi kesehatan dengan metode audiovisual terhadap motivasi orang tua dalam memberikan obat cacing di SD Sanjaya Tritis Pakem. Metode penelitian dengan menggunakan quasi experiment dengan desain pre test and post test nonequivalent control group. Sampel sejumlah 64 dibagi menjadi 30 kelompok kontrol dan 34 kelompok intervensi. Kelompok kontrol diberikan edukasi dengan metode audiovisual dan kelompok kontrok dengan ceramah. Analisis data menggunakan wilcoxon test dan mann whitney test. Hasil penelitian menunjukkan edukasi kesehatan dengan metode audiovisual efektif dalam meningkatkan motivasi orang tua (p value 0,000). Tidak ada perbedaan keefektifan edukasi menggunakan metode audiovisual dan ceramah dalam meningkatkan motivasi orang tua (p value 0,225

    Pengaruh Edukasi Berbasis Online Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Tentang Pelayanan Maternal Dan Neonatal Di Masa Pandemi Covid-19 Di Kabupaten Sleman

    Get PDF
    Pregnancy is a very happy moment. In order for a pregnancy to run well, maternal and neonatal services in health facilities are needed to ensure the safety of the mother and fetus. However, the COVID-19 outbreak has caused increased anxiety and discomfort for pregnant women in Sleman Regency. Based on a survey conducted in the month of July 2020 in Sleman Regency, there were 46 pregnant women and it was found 38 pregnant women (82,6%) experienced excessive worry due to lack of information on maternal and neonatal services during the pandemic. The purpose of this study was to determine the effect of online education on increasing knowledge and attitudes towards maternal and neonatal services during the pandemic in Sleman Regency in 2020. This study used a pre-experimental method with a sample of 60 pregnant women who were divided into 2 groups using randomization techniques. simple (simple randomization) and the Mann-Whitney test. The results of the study showed an increase in knowledge and attitudes through online education of 39,17 (post 1) dan 43,52 (post 2) level, while the group without education was 21,83 (post 1) dan 17,46 (post 2) level. From the results of the study shows the difference between groups that are given online education and lefleat on increasing knowledge and attitudes on maternal and neonatal services was 41,25 (post 1) dan 39,68 (post 2) in Sleman Regency in 2020. It is hoped that pregnant women can respond and take the best steps in maintaining health with online knowledge has been obtained.Kehamilan merupakan momen yang sangat membahagiakan. Agar kehamilan berjalan dengan baik diperlukan pelayanan maternal dan neonatal di fasilitas kesehatan untuk menjamin keselamatan ibu dan janin. Namun adanya wabah COVID-19 ini menyebabkan meningkatnya kecemasan dan ketidaknyamanan ibu hamil di Kabupaten Sleman. Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan pada bulan juli 2020 di Kabupaten Sleman, dari 46 ibu hamil dan didapatkan 38 ibu hamil (82,6%) mengalami kekhawatiran berlebih yang disebabkan kurangnya informasi tentang pelayanan maternal dan neonatal di masa pandemi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi online terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap pelayanan maternal dan neonatal saat pandemi di Kabupaten Sleman Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperiment dengan sampel 60 ibu hamil yang dibagi menjadi 2 kelompok dengan teknik randomisasi sederhana (simple randomization) dan uji Mann-Whitney dengan p=0,000 < 0,05 sehingga ada pengaruh edukasi online terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang pelayanan maternal dan neonatal di masa pandemi. Hasil dari penelitian ini menunjukan peningkatan pengetahuan melalui edukasi online sebesar 39,17 (post 1) dan 43,52 (post 2) tingkat sedangkan kelompok lefleat sebesar 21,83 (post 1) dan 17,46 (post 2) tingkat. Hasil penelitian juga menunjukkan perbedaan antara kelompok yang diberikan edukasi online dengan yang menggunakan lefleat terhadap peningkatan sikap pada pelayanan maternal dan neonatal sebesar 41,25 (post 1) dan 39,68 (post 2) di Kabupaten Sleman Tahun 2020. Diharapkan ibu hamil dapat menyikapi dan mengambil langkah terbaik dalam menjaga kesehatan dengan pengetahuan online yang telah diperoleh

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS STIKES Guna Bangsa Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇