Jurnal LPPM Universitas Samawa
Not a member yet
1412 research outputs found
Sort by
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM TUTURAN KOMUNIKASI DI KANTOR PEMERINTAHAN KABUPATEN SUMBAWA
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui prinsip kesantunan berbahasa dalam tuturan kegiatan berkomunikasi. Penelitian ini menganalisis kesantunan tindaktutur menggunakan kajian pragmatik dan menggunakan teori kesantunan denganprinsip dan skala kesantunan berbahasa menurut Geoffrey Leech di KantorPemerintahan Daerah Kabupaten Sumbawa. Jenis penelitian ini menggunakanKeywords penelitian kualitataif. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatananalisis wacana. Teknik pengumpulan data yaitu rekamanan dan observasi. Hasildari studi ini menunjukkan pematuhan prinsip kesantunan berbahasa.Keseluruhan data yang terkumpul berdasarkan jumlah kartu data yakni 32 datatuturan dimana maksim kearifan/kebijaksanaan ada 10 data, maksimKesantunan berbahasa;Tuturan;Komunikasi;kedermawanan ada 7 data, maksim kesepakatan ada 7 data, maksim kerendahanhati ada 1 data, maksim simpati ada 4 data, maksim pujian ada 3 data
KINERJA DINAS PEMUDA OLAHRAGA DAN PARIWISATA DALAM PENGELOLAAN OBJEK WISATA SALIPIR ATE DI KABUPATEN SUMBAWA
Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh Kinerja Dinas Pemuda,Olahraga dan Pariwisata di Kabupaten Sumbawa dalam Pengelolaan ObjekWisata Wisata Salipir Ate. Sehingga sangat diperlukan untuk meningkatkankembali Pengelolaan Objek wisata Salipir Ate. Tujuan penelitian ini yaitu untukmengetahui Kinerja Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Dalam PengelolaanObjek Wisata Salipir Ate di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakanmetode penelitian deskriptif kualitatif, dimana dalam pengumpulan datanyapeneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Sumberdata penelitian ini didapatkan melalui informan, dokumen, dan peristiwa. Teknikanalisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data interaktifoleh Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa kinerjaDISPOPAR dalam pengelolaan objek wisata Salipir Ate di Kabupaten Sumbawatidak maksimal hal ini dapat dilihat dari banyaknya fasilitas sarana dan prasaranayang ada di Salipir Ate tidak dirawat dengan baik.. Semua kondisi tersebutmenggambarkan bahwa DISPOPAR masih belum maksimal dalam mengelolahobjek wisata Salipir Ate. Faktor penghambat Dispopar dalam pengelolaan objekwisata Salipir Ate yaitu kurangnya kurangnya petugas kebersihan membuatpembersihan area objek wisata lama dilakukan, kurangnya alat pembersihanmenjadi penghambat kebersihan di Salipir Ate. Sedangkan kinerja dari pihakpariwisata kurang optimal membuat pengelolaan Salipir Ate terhambat. Faktorpendukung yaitu posisi strategis yang berada dikota yang posisinya sangat mudahdijangkau dan menghubungkan antar objek wisata.
 
IDENTIFIKASI SPESIES TUMBUHAN PENYUSUN EKOSISTEM PESISIR PANTAI DUSUN PATEDONG, DESA SEBOTOK,PULAU MOYO, SUMBAWA
Hilangnya keanekaragaman jenis tumbuhan dapat terjadi karena dampak perubahan iklim dan pengelolaan pesisir yang tidak optimal, sehingga mempengaruhi keseimbangan ekosistem, terutama dikawasan pesisir pantai. Kawasan pesisir pantai Pulau Moyo merupakan kawasan konsevasi dan wisata, terdapat berbagai macam tumbuhan diantaranya tumbuhan herba, semak, tiang dan pohon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan penyusun di pesisir pantai Pulau Moyo. Penelitian dilaksanakan tanggal 16-23 Juli 2023 di pantai Dusun Patedong, Desa Sebotok, Pulau Moyo, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik jelajah. Populasi dan sampel penelitian yaitu jenis-jenis tumbuhan yang ditemui di sepanjang pesisir pantai kemudian diidentifikasi. Cara identifikasi tumbuhan menggunakan sumber buku berupa ciri-ciri dan gambar tumbuhan. Ciri-ciri yang diidentifikasi berdasarkan atas morfologi sampel seperti bentuk daun, biji, kulit batang dan tipe perakaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan penyusun ekosistem pantai terdiri dari dari Canavalia maritima, Vigna marina, Cyperus maritima, Spinefex littreus, Andropogon zizanioides dan Thuarea involuta, lantana camara, Pandanus tectorius, Scaevola taccada dan Vitex trifolia, Terminalia catappa, Morinda citrifolia, Thespesia populnea. Avicennia, Rhyzophora, Bambusa, Cocos nucifera, pinang Areca catechu, Pandanus tectorius, Terminalia catappa, Thespesia populnea, Musa paradisiaca, Casuarina equisetifolia
ANALISIS SEKTOR TERTINGGAL DI KABUPATEN KERINCI MENGGUNAKAN METODE LQ DAN DLQ
Running the development with limited resources needs to focus on developmental sectors having multiple effects to the other sectors or to the entire economy. The result of DLQ shows that sectors such as transportation and communication, gas, electricity, clean water, finance, leasing and business services, mining and quarrying, trade, hotels and restaurants, as well as the service sectors that has DLQ value > 1 are are prospective to drive development as an effort to promote and encourage the regional economy. These sectors are also capable in competing with the same economic sector outside the Regency of Kerinci. The results of this study indicate that which is the base sector and has the potential to be developed to support the economy of the Kerinci Regency area with the criteria of being classified as an advanced and rapidly growing sector, the basic and competitive sector, namely the agricultural sector, the water supply sector, waste management, waste and recycling re, real estate sector, health services sector and social activities. The agricultural sector is superior because it contributes the most to the Gross Regional Domestic Product (GRDP) of Kerinci Regency. The agricultural sub-sector that has the potential to be developed as a lagging sub-sector
ANALISIS SWOT DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PASAR TRADISIONAL DI KABUPATEN SUMBAWA
This study aims to determine the strategy in increasing the competitiveness of traditional markets in Sumbawa Regency using SWOT analysis. The type of research used in this research is descriptive with a qualitative approach. The type of data used by researchers in this study is qualitative obtained directly from research informants. The informants in this study were all parties directly involved in the management of the Brang Biji traditional market, consisting of the Head of the Cooperative and MSME Services in Sumbawa Regency, market managers and traders at the Brang Biji traditional market. The primary data used in this study was collected using a structured interview method to be studied using a SWOT analysis. The results of this study indicate that the SWOT analysis in increasing the competitiveness of the Brang Biji traditional market is in quadrant I. The strategy that can be applied in this condition is to support aggressive policies (growth oriented strategy). There are four alternative strategies generated through SWOT analysis to increase the competitiveness of the Brang Biji traditional market, namely the SO strategy which is carried out by utilizing existing strengths and opportunities, the ST strategy which is carried out by utilizing strengths to overcome the threats faced, the WO strategy which is carried out by minimizing weaknesses to be able to take advantage of opportunities, and WT strategies that are carried out by minimizing weaknesses and threats
ANALISIS PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI WILAYAH PERBATASAN
This study aims to observe and describe the role of local governments in preventing the spread of Covid-19 in the Border Region. This research was conducted in South Morotai Sub District, Morotai Island District. The type of this research is a qualitative with a qualitative approach. The type of data used in this study is qualitative data on research informants' answers regarding research problems obtained directly from research informants through interviews. The informants in this study consisted of the Head of the Morotai Island District Health Office, the Head of the district vaccination team, the District Vaccination Team, and the Head of the South Morotai Sub District Health Center. The stages of data analysis in this study used qualitative data analysis, including data collection, data presentation, data reduction and conclusion/verification. The results of this study indicate that the local government has carried out two roles in preventing the spread of Covid-19 in the South Morotai District, Morotai Island Regency, namely the role of regulation and services. The role of regulation is carried out by establishing anticipatory policies, including maximizing level 3 mobility restrictions followed by 7 (seven) actions/roles by Government of the Morotai District. Meanwhile, the role of services is carried out by implementing a vaccination program for all elements in South Morotai District, Morotai Island Regency, starting from government apparatus, TNI, POLRI, ASN to the general public
STUDI LITERATUR PEMBELAJARAN ROLE PLAYING MATERI TATA SURYA DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR PADA SISWA SEKOLAH DASAR: Metode Role playing
Pembelajaran IPA di sekolah hanya membuat pengalaman belajar siswa kurang berkembang. Selain itu, metode konvensional lebih banyak diterapkan dari pada penggunaan metode yang membimbing siswa pada pengalaman belajar yang menyenangkan. Untuk itu, dalam pembelajaran sistem tata surya, metode yang digunakan menggunakan metode Role Playing. Role playing adalah sejenis permainan gerak yang di dalamnya ada tujuan, aturan dan sekaligus melibatkan unsur senang hal tersebut siswa dikondisikan pada situasi tertentu diluar kelas meskipun saat pembelajaran terjadi di dalam kelas melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran Role Playing materi tata surya terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan mengambil berbagai teori dan berbagai macam penelitian yang telah dilakukan pada jurnal-jurnal sebelumnya dan membuat kesimpulan berdasarkan jurnal yang sudah direview oleh peneliti
PENGEMBANGAN E-MODUL BIOLOGI BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA
Penelitian ini didasarkan oleh rendahnya nilai literasi sains siswa, kurang pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan, nilai ulangan yang masih rendah, pembelajaran masih metode ceramah serta penggunaan media belajar yang belum terintegrasi model pembelajaran inovatif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul berbasis model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan literasi sains siswa dengan mengetahui tingkat kevalidan dan nilai respon siswa serta nilai-rata peningkatan literasi sains siswa. Penelitian ini dilaksanakan SMAN 1 Alas pada siswa kelas X. Metode pengembangan yakni model Borg and Gall modifikasi Sugiyono. Hasil validasi ahli materi oleh dua validator dengan nilai rata-rata akhir sebesar 3,89 dan 3,73 dengan kategori sangat layak, hasil validasi ahli media nilai sebesar 3,74 dan 3,51 dengan kategori sangat layak, dan hasil validasi ahli bahasa mendapatkan nilai sebesar 3,77 dan 3,44 dengan kategori sangat layak. Hasil uji coba produk menggunakan angket respon siswa didapatkan nilai rata-rata sebesar 3,5 dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hasil perhitungan nilai validasi ahli dan uji coba produk dapat disimpulkan bahwa pengembangan e-modul berbasis model PBL layak untuk digunakan. Selanjutnya hasil perhitungan nilai rata-rata pretest dan post-test menunjukkan bahwa penerapan e-modul berbasis model PBL dapat meningkatkan literasi sains siswa dibandingkan kelas pembelajaran konvensional
RESPON PEMBERIAN PUPUK KOMPOS HAYATI DAN PUPUK SILIKAT CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis Hypogaea L.) VARIETAS GAJAH DI LAHAN SAWAH IRIGASI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos hayati dan pupuk silikat cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea l.) varietas gajah di lahan sawah irigasi. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari dua faktor yaitu, faktor pertama pupuk kompos hayati (K) dan faktor kedua pupuk silikat cair (S). Masing-masing perlakuan sebanyak 3 kali pengulangan. Faktor pupuk kompos hayati terdiri dari 3 taraf, yaitu: K0= 0 kg/petak, K1= 4 kg/petak, K2= 6 kg/petak. Faktor pupuk silikat cair terdiri dari 3 taraf, yaitu S1= 1,6 ml/petak setara dengan 0,8 ml/aplikasi, S2= 2,4 ml/petak setara dengan 1,2 ml/aplikasi. Data dianalisis menggunakan Analisis Varians (Anova) taraf 5% dengan uji lanjut BNJ pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian perlakuan pupuk kompos hayati (6 kg/petak) yang dikombinasikan dengan pupuk silikat cair (2,4 ml/petak setara dengan 1,2 ml/aplikasi) menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada tinggi tanaman kacang tanah umur 40 hst dan 50 hst, sedangkan pada umur 10 hst, 20 hst, dan 30 hst menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Perlakuan pupuk kompos hayati yang dikombinasikan dengan pupuk silikat cair tidak memberikan pengaruh nyata pada jumlah daun baik pada umur 10 hst, 20 hst, 30 hst, 40 hst, dan 50 hst. Perlakuan pupuk kompos hayati yang dikombinasikan dengan pupuk silikat cair tidak memberikan pengaruh nyata baik pada jumlah polong, bobot polong berisi, hasil per petak dan hasil per hektar.
 
PERENCANAAN TOILET PORTABLE DI LOKASI PENGUNGSIAN KORBAN BENCANA ALAM DI KABUPATEN SUMBAWA
Keberadaan toilet umum di ruang publik sangat diperlukan bagi masyarakat. Pencapaian suatu sustainable design dapat dibantu oleh metode teknologi tepat guna. Teknologi yang tepat untuk kelangsungan hidup menjadi lebih baik. Teknologi yang bukan saja menghadirkan sesuatu yang canggih, tetapi juga dapat menciptakan nilai dan masih dalam jangkauan ergonomi manusia. Fungsinya adalah untuk mendukung toilet umum terminal bis antarkota antar provinsi yang memenuhi kebutuhan manusia, mempertimbangkan nilai ergonomi dan sistem sanitasi yang baik dan positif. Sebagai desainer, peran kita sekaligus mengedukasi masyarakat melalui perancangan yang baik dan bernilai edukasi. Solusinya adalah pembuatan toilet portabel yang bersih, ramah lingkungan, dan fungsional