Jurnal LPPM Universitas Samawa
Not a member yet
1412 research outputs found
Sort by
PELAYANAN UPT PUSKESMAS KERATO DALAM MELAYANI PASIEN PENGGUNA KARTU KESEHATAN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL PENERIMA BANTUAN IURAN DI KABUPATEN SUMBAWA
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk meyelenggarakan program jaminan kesehatan, dengan tujuan untuk memproteksi seluruh masyarakat dengan premi terjangkau dan coverage lebih luas, untuk seluruh masyarakat secara nasional. Penerima bantuan iuran (PBI) merupakan peserta yang mengikuti program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial kesehatan berdasarkan bantuan dari pemerintah yang terdiri dari golongan fakir miskin, orang tidak mampu, serta penderita cacat total, baik tetap maupun tidak mampu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelayanan Puskesmas Kerato dalam melayani Pasien pengguna kartu kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial serta mengetahui kendala-kendala yang dihadapi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di Puskesmas Kerato. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data deskriptif. Hasil penelitian diketahui bahwa pelayanan yang diberikan Puskesmas Kerato kepada pasien pengguna kartu kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Penerima Bantuan Iuran sudah sesuai dengan prosedur pelayanan dan kepuasan pasien. Dimensi yang menjadi pengukur pelayanan Puskesmas Kerato pada pasien pengguna kartu kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Penerima Bantuan Iuranadalah: 1) Kompetensi Teknik, 2) Keterjangkauan Akses 3) Kesinambungan Layanan, 4) Keamanan, 5) Kenyamanan. Dalam hal ini Puskesmas Kerato telah menunjukkan adanya pelayanan yang baik dengan memberikan pelayanan yang memenuhi harapan dan kepuasan pasien pengguna kartu kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Penerima Bantuan Iuran
PENGUATAN KARAKTER WIRAUSAHA PADA MASYARAKAT DESA PLAMPANG MELALUI OPTIMASI PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI PRODUK KERAJINAN
Sampah menjadi permasalahan kehidupan manusia. Padahal selain dampak negatif yang ditimbulkannya, sampah memiliki potensi untuk menghasilkan banyak keuntungan. Sampah memiliki peluang untuk dimanfaatkan dan bernilai ekonomi ketika paradigma masyarakat tentang sampah diubah dari yang awalnya hanya menganggap sampah sebagai sisa yang tidak berguna menjadi produk kerajinan yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Plampang Kecamatan Plampang pada tanggal 14 September 2020. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter wirausaha pada masyarakat melalui optimasi pengolahan sampah menjadi produk kerajinan. Indikator ketercapaian program ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah yang tidak berguna menjadi produk kerajinan yang bermanfaat dan memiliki nilai jual
PENGEMBANGAN MODUL SUHU DAN KALOR BERMUATAN KEARIFAN LOKAL KULINER AMUNTAI DALAM SETTING STRATEGI PEMBELAJARAN WODEW
Latar belakang penelitian ini dikarenakan belum tersedia modul yang bermuatan kearifan lokal di sekolah SMA Negeri 1 Juai. Maka dari itu dilakukan penelitian pengembangan modul suhu dan kalor bermuatan kearifan lokal kuliner amuntai dalam setting strategi pembelajaran WODEW di SMA Negeri 1 Juai. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan proses pengembangan modul dan mendeskripsikan validitas pengembangan modul suhu dan kalor bermuatan kearifan lokal kuliner amuntai dalam setting strategi pembelajaran WODEW. Penelitian ini menggunakan model pengembangan dengan desain ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Instrumen penelitian ini adalah lembar validasi modul yang terdiri dari lembar validasi tampilan dan lembar validasi isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) proses pengembangan modul memiliki keterbatasan sehingga hanya tiga langkah yang digunakan untuk terjawabnya tujuan yaitu menggunakan model pengembangan desain analyze, design, develop, (2) validitas modul berdasarkan validitas tampilan dan isi menunjukkan nilai sign 0,000 < 0,05 maka modul dinyatakan valid. Disimpulkan bahwa modul fisika bermuatan kearifan lokal kuliner amuntai dalam setting strategi pembelajaran WODEW layak digunakan dalam pembelajaran
PENCEGAHAN KRISIS PANGAN DI MASA PANDEMI COVID-19 MELALUI BUDIDAYA TANAMAN MEMANFAATKAN PEKARANGAN
Sistem hidroponik dipandang sebagai salah satu teknologi pertanian paling tepat untuk model usaha pertanian yang dapat diterapkan sebagai solusi untuk mengatasi masalah pangan, karena pertanian dengan menggunakan sistem hidroponik tidak memerlukan lahan yang luas sehingga dalam usaha pertanian hidroponik dapat dilakukan di pekarangan rumah, atap rumah maupun lahan lainnya. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan untuk budidaya tanaman pangan menggunakan sistem hidroponik. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Ngeru Kecamatam Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa pada hari Sabtu, 21 Maret 2020 dengan metode ceramah dan diskusi, demonstrasi dan praktik kerja. Hasil kegiatan dapat lihat dengan terciptanya beberapa istalasi hidroponik, media tanam hidroponik di desa Ngeru
PENGARUH PENGGUNAAN JAMBAN SEHAT TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT DIARE DI DESA ROPANG KECAMATAN ROPANG
Latar Belakang: Penyakit diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakan penyakit potensial Kejadian Luar Biasa (KLB). Berdasarkan data sepuluh penyakit terbanyak di puskesmas Ropang penyakit diare merupakan preavalensi tertinggi penyakit, yakni sebanyak 115 kasus di tahun 2022. Kepemilikan jamban merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya penyakit diare karena masih ada masyarakat di desa ropang yang belum memiliki jamban sebanyak 110 kk dari total keseluruhan masyarakat yang memiliki jamban sehat sebanyak 86 orang Sehingga mereka membuang air besar di sembarang tempat berakibat mencemari lingkungan dan menyebabkan diare. Tingkat penggunaan Jambah Sehat di Desa ropang masih rendah karena berada didaerah berbatu dan berbukit.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan jamban sehat terhadap kejadian penyakit diare.
Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan teknik analisis Regresi Linier Sederhana, dimana teknik tersebut akan menguji hipotesis yang mengatakan adanya pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat yaitu Pengaruh penggunaan Jamban Sehat terhadap kejadian Diare di Desa Ropang, Kabupaten Sumbawa.
Hasil: Berdasarkan hasil analisis uji statistic dengan menggunakan Chi Square diperoleh nilai X² hitung (9.478) > X² tabel (3,841) dan p hitung (0,002) <p table (0,05).
Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara Penggunaan Jamban sehat terhadap kejadian diare di Desa Ropang Kecamatan Sumbawa
PERAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DESA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD)dalam pembentukan peraturan desa di labuhan Sumbawa. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah hukum empiris, pendekatan yang digunakan adalah pendekatanperaturan Perundang-undangan, pendekatan konsep, dan pendekatan sosial. Jenis data yangdigunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan sekunder. Sedangkan teknikpengumpulan data dengan cara wawancara, kepustakaan dan ddokumentasi. Hasil penelitianini BPD mempunyai peran bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan musyawarah. BPDmempunyai fungsi membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama KepalaDesa, menyalurkan aspirasi masyarakat Desa dan melakukan pengawasan kinerja KepalaDesa. Dalam pembentukan perdes antara lain: BPD mempunyai peran bertanggungjawabterhadap penyelenggaraan musyawarah yakni penyusunan atau pembentukan peraturandesa: 1) BPD mengundang Kepala Desa untuk membahas dan menyepakati rancanganPeraturan Desa; 2)Penetapan Rancangan Peraturan Desa yang telah ditanda tangani KepalaDesa dan disampaikan kepada Sekretaris Desa untuk diundangkan; 3)Pengundangan.Sekretaris Desa mengundangkan Peraturan Desa dalam lembaran desa; 4)Penyebarluasan.Penyebarluasan dilakukan oleh Pemerintah Desa dan BPD sejak penetapan rencanapenyusunan rancangan Peraturan Desa, penyusunan Rancangan Peratuan Desa, pembahasanRancangan Peraturan Desa, hingga Pengundangan Peraturan Desa. Sedangkan Faktorhambatan yakni: 1) Minimnya ilmu pengetahuan dalam penyusunan peraturan desa di DesaLabuan Sumbawa rata-rata anggota BPD masing kurang pengetahuan dalam penyusunanperaturan desa sehingga untuk membuat dan menyusun peraturan tidak memilikipengetahuan; 2) tunjangan anggaran yang didapat BPD terlalu sedikit sehingga dalampenyusunan peraturan desa tidak menjadi prioritas, akibat dari itu berpengaruh terhadapkinerja
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS X3 DI SMAN 4 MATARAM PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk membantu peserta didik meningkatkan hasil belajar Biologi pada materi Perubahan Lingkungan menggunakan model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 4 Mataram dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas X3 yang berjumlah 34 orang. Teknik analisis data menggunakan non tes dan tes. Non tes digunakan untuk mengobservasi kegiatan belajar peserta didik. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik. Indikator keberhasilan belajar peserta didik yaitu nilai KKM 75 dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 78%. Hasil belajar klasikal peserta didik pra siklus sebesar 43% tergolong dalam kategori rendah, siklus I sebesar 68% tergolong dalam kategori sedang, dan meningkat lagi pada siklus II sebesar 85% tergolong dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukan bahwa hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Oleh karena itu, siklus II sudah memenuhi indikator pencapaian hasil belajar peserta didik, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Problem Based Learinng (PBL) terhadap hasil belajar Biologi peserta didik pada materi Perubahan Lingkungan di kelas X3 SMA Negeri 4 Mataram
HUBUNGAN LAMA HEMODIALISA DENGAN FUNGSI KOGNITIF PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RSUD ASY-SYIFA SUMBAWA BARAT
Tingginya jumlah pasien yang harus mendapatkan terapi hemodialisis secara terus menerus seumur hidupnya seringkali mendapati dampak fisik maupun psikologis. Salah satu permasalahan psikolgis yang dialami adalah perubahan fungsi kognitif namun seringkali diabaikan padahal kognitif sangat penting dimana bila terjaddi gangguan maka dapat menghambat penyampaian informasi selama proses perawatan dimana proses hemodialisa memakan waktu 3-4 jam dalam sekali prosesnya..Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama hemodialisis dengan fungsi kognitif pasien PGK yang menjalani hemodialsis di RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan cross sectional pada 40 responden sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE) dan daftar isian pada 40 responden. Hasil penelitian berdasarkan hasil analsis statistik menggunakan Spearman Rank dengan nilai signifikasi nilai p value 0,009 < 0,05 dengan kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara Lama Hemodialisa Dengan Fungsi Kognitif Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisa. Saran penelitian ini merekomendasikan perlunya optimalisasi mendampingi untuk memberikan informasi dengan jelas dan berulang serta melakukan teknik klarifikasi untuk memastikan informasi dapat diterima dan difahami 
PENGARUH LITERASI KEUANGAN DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA UNIVERSITAS SAMAWA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan dan status sosial ekonomi orang tua terhadap perilaku konsumtif mahasiswa fakultas ekonomi dan manajemen Universitas Samawa baik secara parsial maupun simultan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang diperoleh langsung dari sumber primer. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Samawa tahun 2022 yang berjumlah 624 orang. Namun peneliti tidak melakukan penelitian terhadap seluruh populasi, peneliti mempersempit populasi dengan menggunakan metode sampling. Untuk menentukan jumlah sampel, peneliti menggunakan rumus Slovin. Berdasarkan hasil perhitungan, jumlah sampel yang akan dijadikan responden dalam penelitian ini adalah 95 orang. Seluruh data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis regresi linier berganda, uji hipotesis parsial (uji t), uji hipotesis simultan (uji F), dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan dan status sosial ekonomi orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen Universitas Samawa baik secara parsial maupun simultan. Kemampuan variabel literasi keuangan dan status sosial ekonomi orang tua dalam mempengaruhi perubahan variabel perilaku konsumtif siswa adalah sebesar 58,3%, sedangkan sisanya sebesar 41,7% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian ini, seperti gaya hidup, pengendalian diri, promosi, pembelian impulsif, dan lingkungan sosial
PERANAN PENTINGNYA LINGKUNGAN BELAJAR BAGI ANAK
Lingkungan belajar adalah semua kondisi yang mempengaruhi tingkah laku subjek yang terlibat di dalam pembelajaran, terutama guru dan peserta didik sebagai ujung tombak proses pembelajaran di sekolah. Lingkungan belajar yang kondusif sangat mempengaruhi proses tumbuh kembangnya kualitas guru dan peserta didik yang ada di sekolah. Lingkungan belajar tersebut harus diperhatikan oleh semua pihak agar prestasi belajar dapat tercapai dengan baik. dengan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan nyaman juga akan membantu dalam proses tumbuh kembang anak secara optimal. Lingkungan belajar juga perlu didesain agar mendukung kegiatan belajar sehingga dapat meningkatkan kenyamanan individu individu yang menempati lingkungan tersebut untuk melakukan aktivitas belajar. Lingkungan belajar untuk anak haruslah terbebas daripada hal-hal yang mengakibatkan anak mudah stress. Bukan hanya dari kondisi lingkungan yang mendukung dan juga tenang, kegiatan yang dilakukan juga harus benar-benar mendukung dalam belajar anak