Primatika : Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
120 research outputs found
Sort by
Kemampuan representasi matematis peserta didik pada pembelajaran Think Pair Share berbantuan media Canva
Salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik adalah kemampuan representasi matematis. Dengan kemampuan representasi yang dimiliki, peserta didik dapat membuat hal-hal yang rumit menjadi lebih sederhana, sehingga dapat mengatasi atau menyelesaikan masalah dengan lebih mudah dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan media Canva terhadap kemampuan representasi matematis peserta didik. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif. Penelitian ini menerapkan quasi experimental design dengan bentuk posttest-only control design. Populasi dari penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMPN 3 Ungaran tahun ajaran 2023/2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling dan diperoleh kelas VIII E sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran TPS berbantuan media Canva efektif terhadap kemampuan representasi matematis karena memenuhi kriteria yaitu: 1) Kemampuan representasi matematis peserta didik pada pembelajaran TPS berbantuan media Canva mencapai ketuntasan belajar secara klasikal; 2) Rata-rata kemampuan representasi matematis peserta didik pada pembelajaran TPS berbantuan media Canva lebih baik daripada rata-rata kemampuan representasi matematis peserta didik pada pembelajaran Problem Based Learning; dan 3) Proporsi ketuntasan hasil tes kemampuan representasi matematis peserta didik pada pembelajaran TPS berbantuan media Canva lebih tinggi daripada ketuntasan hasil tes kemampuan representasi matematis peserta didik pada pembelajaran Problem Based Learning
Pengembangan media pembelajaran matematika berbasis Android menggunakan Augmented Reality pada materi jaring-jaring kubus dan balok
Hasil pengamatan awal menunjukkan adanya hambatan belajar peserta didik pada materi jaring-jaring kubus dan balok. Sebagai solusi, media pembelajaran berbasis augmented reality (AR) digunakan untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif. Teknologi AR memungkinkan peserta didik memvisualisasikan objek virtual dalam dunia nyata menggunakan kamera ponsel, sehingga pembelajaran tidak terbatas pada metode konvensional. Tujuan penelitian ini yaitu 1) mengembangkan mobile AR berbasis Android untuk mendukung proses pembelajaran, 2) mengimplementasikan dan menguji kelayakan aplikasi ini, dan 3) menumbuhkan motivasi peserta didik agar lebih rajin belajar terutama ilmu perhitungan dengan menggunakan mobile learning berbasis Android. Penelitian ini mengembangkan model ADDIE yang terdiri dari 5 fase keseluruhan, yaitu analisis, desain, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Media pembelajaran yang dikembangkan divalidasi oleh ahli media, materi, dan bahasa, menunjukkan hasil "sangat layak". Uji coba menunjukkan bahwa media ini efektif meningkatkan motivasi belajar peserta didik, dengan 85% peserta didik merasa lebih antusias dan 80% lebih mudah memahami materi. Media ini juga mendukung peningkatan hasil belajar, dengan rata-rata nilai peserta didik naik dari 70 menjadi 85. Hasil penelitian berupa media pembelajaran berbasis Android ini selanjutnya akan digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM)
Kajian meta analisis: Effect size hubungan self efficacy terhadap prestasi belajar
Self efficacy memainkan peran penting dalam penentuan prestasi belajar siswa. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengukur effect size hubungan diantara prestasi belajar dan self efficacy. Studi ini berbentuk meta analisis. Tahapan analisis menggunakan tahapan PRISMA dan memanfaatkan software OpenMEE. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai P value sebesar (<0,001) berarti nilainya dibawah 0,05 sehingga terbentuk korelasi yang signifikan diantara prestasi belajar dan self efficacy. Nilai estimate effect size bernilai 0,573 tergolong sedang. Dari kedua nilai tersebut didapat kesimpulan bahwa ada hubungan signifikan diantara prestasi belajar dan self efficacy, namun hubungan tersebut berkekuatan sedang. Untuk variable moderat, ketiga subgrup yaitu SMP, SMA, dan PT mempunyai nilai rata-rata effect size yang signifikan karena nilai P value kurang dari 0,05
Variabel-variabel yang memengaruhi status partisipasi Sekolah Menengah Atas sederajat penduduk usia 16-18 tahun tertua
Pada Tahun 2022, Provinsi Kalimantan Barat memiliki capaian APM SMA sederajat di bawah nasional dan menempati posisi kedua terakhir dari provinsi lainnya serta antar kabupaten/kota di dalamnya memiliki capaian yang bervariasi. Hal ini mengindikasikan partisipasi SMA sederajat di Provinsi Kalimantan Barat masih tergolong rendah dan tidak merata. Padahal, pemerintah Provinsi Kalimantan Barat telah memenuhi alokasi minimum APBD untuk pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum, variabel-variabel yang memengaruhi, dan kecenderungan pengaruh dari variabel-variabel pada level individual dan kabupaten/kota yang signifikan memengaruhi status partisipasi SMA sederajat. Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik biner multilevel. Dari hasil analisis ditemukan bahwa variabel mendapatkan PIP, jenis kelamin anak, pendidikan KRT, usia anak, klasifikasi tempat tinggal, persentase APBD pendidikan belanja non pegawai dan rasio jumlah SMA sederajat terhadap penduduk usia 16-18 tahun berpengaruh signifikan terhadap status partisipasi SMA sederajat
Pengaruh model LSQ berbantuan video terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis Siswa
Rendahnya pemahaman konsep matematika Siswa dapat dipengaruhi oleh media dan model yang diterapkan Guru dalam proses pembelajaran matematika. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran diupayakan menggunakan media dan model pembelajaran yang tepat sehingga siswa lebih mudah dalam memahami konsep yang dipelajari. Salah satu alternatif yang dapat digunakan yaitu menggunakan model Learning Start with a Question (LSQ) dengan bantuan media video. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah kemampuan pemahaman konsep matematis yang dimiliki Siswa ketika diajar dengan model LSQ berbantuan video lebih tinggi jika dibandingkan model Problem-Based Learning (PBL) yang ada di SMK Gondang. Populasi pada penelitian ini yaitu Siswa kelas X TKRO, dengan X TKRO 2 sebagai kelas eksperimen dan X TKRO 1 sebagai kelas kontrol. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dan jenis penelitiannya adalah quasi-experimental design. Desain yang digunakan penelitian ini adalah nonequivalent posttest-only control group design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, sedangkan analisis data yang digunakan adalah uji independent sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh bahwa nilai thitung (2,515) > ttabel (1,997) maka H1 diterima. Dengan demikian disimpulkan kemampuan pemahaman konsep matematis Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model LSQ berbantuan video lebih baik dibandingkan Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model PBL
Penggunaan media video Macromedia Flash 8 dalam pembelajaran matematika materi bangun ruang sisi datar
Rendahnya hasil belajar pada materi geometri dapat dikarenakan sulitnya Siswa memahami pelajaran matematika. Kemajuan teknologi belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh Guru dalam pembelajaran sehingga menyebabkan Siswa menjadi bosan dan jenuh. Dalam pembelajaran matematika, Guru banyak menggunakan metode satu arah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar matematika Siswa setelah melakukan pembelajaran dengan menggunakan media video dan pembelajaran konvensional pada materi bangun ruang sisi datar di kelas VIII SMP Negeri 45 Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam bentuk tes dan observasi. Data hasil dari tes yang telah dilaksanakan kemudian dianalisis secara deskriptif meliputi rata-rata, standar deviasi, nilai maksimum, dan nilai minimum. Secara deskriptif, rata-rata untuk data hasil belajar matematika Siswa pada kelas yang menggunakan media video adalah 67 dengan nilai maksimum 94 sedangkan rata-rata kelas pada pembelajaran konvensional adalah 60 dengan nilai maksimum 82. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pada kelas yang melakukan pembelajaran dengan menggunakan media video lebih tinggi dibandingkan hasil belajar dengan pembelajaran konvensional
Permainan Panbilbul meningkatkan kemampuan operasi hitung bilangan bulat
Kemampuan kelas VI SDN Munungkerep 2 dalam matapelajaran Matematika tentang Bilangan Bulat sangat rendah. Walaupun Guru telah menggunakan media pembelajaran, namun hanya beberapa peserta didik saja yang terlibat langung untuk memperagakannya. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan seluruh peserta didik dalam memahami operasi hitung bilangan bulat agar memenuhi KKM. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami operasi hitung bilangan bulat secara aktif terlibat seluruh peserta didik. Subyek penelitian peserta didik kelas VI SDN Munungkerep 2 yang berjumlah 28 orang. Sumber data penelitian melalui observasi, dokumentasi, tes dan catatan lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus, dan setiap siklus dua pertemuan. Sebelum PTK, hanya 38% peserta didik yang memenuhi KKM. Setelah siklus pertama, didapat peningkatan 57% peserta didik yang memenuhi KKM dan pada siklus kedua meningkat menjadi 93%. Ada seorang peserta didik yang tidak memenuhi KKM akan diadakan perlakuan khusus. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media Permainan Panbilbul pada materi operasi bilangan bulat dapat meningkatkan sehingga peserta didik dapat memenuhi harapan yang ingin dicapai peneliti.
 
Analisis berpikir kritis materi luas daerah di bawah kurva dengan pendekatan geometri SMAK ST Louis 1 Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses belajar mengajar menggunakan pembelajaran berbasis masalah pada topik luas daerah di bawah kurva diantara dua titik dengan pendekatan geometri, dan kemampuan berpikir kritis pada pemecahan masalah. Subjek pada penelitian ini adalah 37 Siswa kelas XI SMAK St Louis 1 Surabaya yang dipilih secara acak dari 12 kelas. instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi, rencana pembelajaran, dan lembar kerja Siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian desain. Hasil penelitian kemudian diklasifikasikan, direpresentasikan, dan kesimpulan diambil dari membandingkan hasil pekerjaan Siswa dengan indikator kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian ini berupa tingkatan kemampuan berpikir kritis Siswa kelas XI yang mengacu pada indikator dan penggunaan pembelajaran berbasis masalah pada topik luas daerah di bawah kurva
Analisis kemampuan pemecahan masalah matematis Siswa pada barisan dan deret aritmetika berdasarkan teori Polya
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan teori Polya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data deskriptif didapat dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan desain etnografi, dimana peneliti mempelajari tentang kemampuan Siswa dalam memecahkan masalah matematika khususnya masalah kontekstual. Hasil Penelitian ini diantaranya: (a) Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis kategori tinggi mampu menyelesaikan soal sesuai tahapan teori Polya dengan tepat dan benar, (b) Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis kategori sedang dapat menyelesaikan soal sesuai tahapan teori Polya tetapi ada sedikit kesalahan pada setiap tahapan teori Polya, dan (c) Siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematis kategori rendah tidak semua tahapan teori Polya dilaksanakan dengan baik karena keterbatasan kemampuan
Analisis kesulitan Siswa dalam memecahkan masalah pada materi persamaan kuadrat berdasarkan prosedur Polya
Berdasarkan hasil survei dari Program for International Student Assessment (PISA), ditemukan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan hasil deskripsi kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah terkait topik Persamaan Kuadrat dengan merujuk pada prosedur Polya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ialah siswa kelas IX MTSS Miftahul Falah Panumbangan berjumlah 24 siswa pada tahun ajaran 2023/2024, diambil 4 sampel dengan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui soal tes kemampuan pemecahan masalah materi persamaan kuadrat dan wawancara. Analisis deskriptif dilakukan berdasarkan prosedur Polya. Hasil penelitian mengungkapkan beberapa temuan, di antaranya: (1) Tahap pertama, yaitu tahap pemahaman masalah, siswa mengalami kesulitan dalam mengekstraksi informasi yang relevan dari soal; (2) Pada tahap merancang rencana, siswa kesulitan dalam menyusun rencana penyelesaian masalah dalam bentuk tulisan yang terstruktur; (3) Tahap pelaksanaan rencana juga menunjukkan kendala, khususnya dalam mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan mencari akar persamaan kuadrat; (4) Tahap memeriksa kembali, siswa kesulitan menciptakan solusi alternatif untuk memverifikasi jawaban yang telah diberikan. Untuk meminimalisir kesulitan yang dihadapi oleh siswa, langkah-langkah perbaikan dapat dilakukan yaitu seperti pemberian latihan soal secara rutin dan penggunaan model pembelajaran yang variatif