Primatika : Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
120 research outputs found
Sort by
Exploring preferred math learning tools for pre-service teachers
Pre-service teachers play an important role in teaching and influencing future learners. One of the important skills that prospective teachers must have is mathematical ability, so information about pre-service teachers' learning tool preferences in understanding mathematical concepts is crucial. This study aims to identify pre-service teachers' learning tool preferences for understanding mathematical concepts. This study used mixed methods, quantitative and qualitative. Data collection was carried out by distributing questionnaires to 129 prospective teachers from mathematics and science education study programs, as well as elementary school teacher education at Mulawarman University. Quantitative questions used Likert scale-type questions, and qualitative used free-response questions to get an in-depth analysis. The results of this study showed a very weak correlation between learning aid preferences and the understanding of basic math concepts, but it increased considerably when linked to advanced math concepts. In addition, there is a difference in preference between male and female pre-service teachers, where males are more likely to favor tools such as AI or ChatGPT, while females prefer learning videos. This study is expected to provide valuable information for policymakers to provide facilities that support the learning needs of pre-service teachers
Kemampuan kognitif Siswa kelas homogen saat mengerjakan soal TIMSS materi bilangan
Matematika merupakan mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari hari sehingga perlu untuk diajarkan sedari kecil. Penilaian kemampuan matematika dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menggunakan Trend in Intenational Mathematic Science Study (TIMSS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kognitif matematika Siswa kelas homogen di SMP Negeri 3 Tanjung Redeb saat mengerjakan soal TIMSS materi bilangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah Siswa kelas VIII homogen di SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, sedangkan sampel penelitian menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis berupa 20 soal TIMSS uraian. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan Siswa menjawab benar yaitu untuk kognitif pengetahuan dengan persentase 58%, kognitif penerapan dengan persentase 43% dan kognitif penalaran dengan persentase 20%. Berdasarkan hasil data tes tertulis dapat disimpulkan bahwa untuk kemampuan Siswa dominan tinggi pada kognitif pengetahuan sedangkan kemampuan Siswa dominan rendah pada kognitif penalaran
Pemanfaatan media Educandy dalam peningkatan motivasi dan hasil belajar matematika Siswa kelas V Sekolah Dasar
Belum ada media pembelajaran menarik yang digunakan oleh Guru dalam pembelajaran matematika Sekolah Dasar Negeri 3 Waelata. Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji dan menganalisis perbedaan antara movitasi dan hasil dari proses pembelajaran matematika Sekolah Dasar dengan penggunaan aplikasi, yaitu Educandy. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu. Dari total populasi Siswa sejumlah 40 orang, terbagi lagi ke dalam dua kelompok eksperimen dan kontrol yang tiap kelompoknya sejumlah 20 orang. Selanjutnya untuk memeroleh data motivasi digunakan angket dan nilai hasil pembelajaran digunakan tes. Perolehan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data mengungkapkan bahwasanya adanya perbebedaan cukup singnifikan dalam penggunaan aplikasi pembelajaran Educandy terhadap peningkatan motivasi dan nilai hasil pembelajaran Siswa. Dari hasil analisis ini dapat dinyatakan bahwa aplikasi Educandy begitu baik dipergunakan saat proses belajar matematika bagi Siswa Sekolah Dasar
Efektivitas mindful learning dalam konteks pendidikan di Indonesia (2000-2024): Sebuah studi meta analisis
Studi meta-analisis ini bertujuan untuk mengeksplorasi seberapa besar efektivitas implementasi mindful learning dalam konteks pendidikan di Indonesia, faktor-faktor yang memoderasi efektivitasnya, serta bagaimana variasi efektivitas mindful learning berdasarkan variabel moderator yang ditetapkan peneliti. Sebanyak 12 studi diperoleh dari pencarian literatur pada basis data Garuda, Google Scholar, ERIC, dan Semantic Scholar, serta pencarian dibantu menggunakan AI Tools SciSapce dan perangkat lunak Publish or Persih 8. Selanjutnya, ukuran efek digabungkan sesuai dengan Model Efek Acak dan analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak CMA v3. Hasil analisis menunjukkan bahwa mindful learning berpengaruh signifikan dengan ukuran efek sebesar 0.983,95% CI [0.702,1.263] yang termasuk dalam kategori “sedang”. Selain itu, efektivitas mindful learning juga dipengaruhi oleh variabel moderator seperti variabel terikat (Q=7.701,p<0.05), jenjang pendidikan (Q=8.389,p<0.05), dan wilayah (Q=7.257,p<0.05). Namun, tidak dipengaruhi oleh jumlah siswa (Q=1.222,p>0.05). Secara detail, dari hasil studi ini, direkomendasikan bahwa mindful learning efektif untuk meningkatkan (secara berturut-turut) hasil belajar, kontrol diri, dan kompetensi pengetahuan. Mindful learning juga efektif diterapkan di Universitas, SMA, lalu jenjang SD, serta mindful learning sejauh ini berhasil memberikan efek positif pembelajaran di wilayah Sumatra, Jawa, dan Bali; wilayah lain belum diterapkan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pemangku kepentingan di dunia pendidikan, seperti guru, sekolah, dan dinas pendidikan, untuk mengoptimalkan kualitas pembelajaran di Indonesia, khususnya dalam mendukung implementasi pendekatan Deep Learning yang diusung oleh Mendikdasmen, dengan mindful learning sebagai salah satu elemen utamanya
Pengaruh kecerdasan emosional dan aktivitas belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP
Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu dalam rangka mengidentifikasi pengaruh yang diberikan kecerdasan emosional dan aktivitas belajar pada hasil belajar matematika siswa kelas VII di SMPN 7 Samarinda. Penelitian yang berjenis ex post facto menggunakan sejumlah 149 siswa dari 6 kelas sebagai sampelnya yang ditentukan melalui cluster random sebagai teknik samplingnya. Analisis data penelitian dilakukan secara statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan regresi linear berganda berdasarkan taraf signifikan (α) sebesar 0.05. Adapun hasil analisis deskriptif yaitu, nilai rata-rata atas hasil penelitian kecerdasan emosional senilai 54.10, dari aktivitas belajar senilai 57.22, dan dari hasil belajar matematika siswa adalah senilai 58.50. Ketiga variabel berada dalam kategori cukup. Hasil analisis statistik inferensial, didapatkan persamaan regresi dugaan, yakni Y̅=-3.788+0.606X1+0.151X2. Didapati adanya pengaruh yang diberikan oleh kecerdasan emosional pada hasil belajar matematika dan ada pengaruh yang diberikan aktvitas belajar pada hasil belajar matematika. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0.152. Sehingga disimpulkan bahwa ditemukan sebesar 15.2% pengaruh yang diberikan kecerdasan emosional dan aktivitas belajar pada hasil belajar matematika siswa kelas VII di SMPN 7 Samarinda
Analisis kemampuan representasi matematis Peserta didik pada materi relasi
Kemampuan Peserta didik untuk menyampaikan ide atau konsep matematika dalam berbagai bentuk, seperti gambar, simbol, atau bahasa lisan, disebut kemampuan representasi matematis. Keterampilan ini sangat penting untuk membantu Peserta didik memahami matematika dan menyelesaikan masalah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana Subjek penelitian ini adalah Peserta didik kelas VIII SMP pada materi relasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan Tes kemampuan representasi matematis dan wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kemampuan representasi matematis tentang materi relasi. Studi ini melibatkan tiga Peserta didik dengan tingkat kemampuan matematis yang berbeda, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Teknis analisis datanya menghitung skor tiap soal dan mewancarai Peserta didik untuk mendalami pemahaman mereka tentang materi relasi. Hasilnya menunjukkan bahwa Peserta didik dengan tingkat kemampuan matematis tinggi dapat dengan sangat baik dalam representasi verbal dan simbolik. Peserta didik yang memiliki kemampuan matematis sedang sudah melakukan representasi verbal dengan baik, tetapi belum melakukan representasi gambar dan simbolik dengan baik dan Peserta didik yang memiliki kemampuan matematis yang rendah sudah dapat mengerjakan tugas, tetapi belum melakukan representasi verbal, gambar, dan simbolik dengan baik
Pengembangan e-modul matematika berbasis EXE untuk meningkatkan motivasi belajar Siswa pada materi program linear dua variabel
Penelitian ini bermula dari permasalahan kurangnya bahan ajar di SMA Negeri 2 Loa Kulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan e-modul dan mengetahui tingkat kelayakannya. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D, yang meliputi tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Namun, dalam penelitian ini hanya sampai pada tahap pengembangan. Peneliti menggunakan angket dengan skala likert untuk mengetahui kualitas e-modul yang dikembangkan. Validasi dilakukan oleh 5 validator dari ahli materi dan ahli media. E-modul dinilai berdasarkan 5 aspek yaitu kelayakan isi, penyajian, kesesuaian dengan syarat didaktis, bahasa dan kegrafikan. Penilaian dari validator ahli materi mendapat persentase 97,5% dengan kriteria sangat baik, sementara penilaian dari validator ahli media mendapat persentase 98,5% dengan kriteria sangat baik
Eksplorasi etnomatematika pada museum Soesilo Soedarman di kabupaten Cilacap
Museum Soesilo Soedarman di Kabupaten Cilacap merupakan museum untuk menyimpan koleksi benda-benda bersejarah milik Jenderal (purn) Soesilo Soedarman. Museum di jadikan tempat belajar oleh para siswa untuk meningkatkan pengetahuannya akan benda-benda bersejarah. Tujuan penelitian ini adalah menggali objek-objek matematika dan nilai-nilai filosofisnya yang terkandung dalam Museum Soesilo Soedarman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat konsep matematika yaitu kesebangunan dan geometri pada objek-objek di dalam Museum Soesilo Soedarman di Kabupaten Cilacap
Peningkatan literasi numerasi terhadap minat baca siswa SMP Negeri 22 Surabaya melalui program pembiasaan literasi berupa komik
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pada literasi numerasi pada minat baca peserta didik di SMP Negeri 22 Surabaya melalui implementasi program pembiasaan literasi berupa komik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan desain pre dan post-test tanpa kelompok kontrol. Sebanyak 67 siswa dari kelas delapan di SMP Negeri 22 Surabaya dipilih sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui tes yang meliputi pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan menggunakan metode alur interaktif dengan pendekatan kualitatif, dan data yang relevan dikumpulkan dari berbagai sumber. Hasil penelitian ini menyarankan bahwa program pembiasaan literasi yang menggunakan media komik matematika dapat meningkatkan keterampilan literasi numerasi siswa di SMP Negeri 22 Surabaya
Pengaruh kecerdasan emosional dan kedisiplinan terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IX MTs Midanutta’lim Mayangan Jogoroto Jombang
Penelitian ini memiliki tujuan (1) mengetahui bagaimana kecerdasan emosional memengaruhi prestasi belajar matematika, (2) mengetahui bagaimana kedisiplinan memengaruhi prestasi belajar matematika, (3) mengetahui bagaimana kecerdasan emosional dan kedisiplinan memengaruhi prestasi belajar matematika siswa kelas IX MTs Midanutta’lim. Penelitian kuantitatif metode korelasional pada penelitian ini menggunakan populasi semua siswa kelas IX MTs Midanutta’lim dan kelas IX-D sebagai sampel penelitian. Adapun instrumen penelitian menggunakan lembar angket kecerdasan emosional dan kedisiplinan. Sebelum digunakan, intrumen ini diuji validitasnya. Hasil Penilaian Tengah Semester matematika digunakan untuk mendapatkan data prestasi belajar. Analisis data dilakukan menggunakan perhitungan regresi linear berganda. Sebagai hasil dari pengolahan data diperoleh (1) kecerdasan emosional tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika, (2) kedisiplinan tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar matemtaika, dan (3) kecerdasan emosional dan kedisiplinan tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika. Koefisien determinasi yang bernilai 0,162 menginterpretasikan bahwa kecerdasan emosional dan kedisiplinan memengaruhi prestasi belajar matematika kelas IX MTs Midanutta’lim sebesar16,2% sedangkan 83,8% dipengaruhi oleh komponen lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini