Primatika : Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
120 research outputs found
Sort by
Identifikasi miskonsepsi siswa melalui hasil tes diagnostik four tier pada materi persamaan linear satu variabel di SMP Islam Al Azhar 48 Samarinda
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui miskonsepsi siswa yang teridentifikasi dari hasil tes diagnostik four tier dan faktor penyebab terjadinya miskonsepsi siswa pada materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B Imam Maliki di SMP Islam Al Azhar 48 Samarinda. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes diagnostik, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah tes diagnostik four tier yang terdiri dari lima soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami tiga jenis miskonsepsi, yaitu: 1) Miskonsepsi klasifikasional berupa kesalahan dalam menentukan bentuk yang merupakan PLSV dan kesalahan dalam menentukan persamaan yang ekuivalen dengan PLSV yang diberikan; 2) Miskonsepsi korelasional berupa kesalahan dalam menginterpretasikan informasi soal ke dalam model matematika, kesalahan dalam menerapkan rumus keliling persegi panjang, ketidakmampuan dalam menyelesaikan soal menggunakan metode substitusi, ketidakamampuan dalam menyelesaikan soal menggunakan penjumlahan atau pengurangan kedua ruas dengan bilangan yang sama, dan kesalahan dalam menerapkan operasi bilangan bulat dalam perhitungan aljabar; 3) Miskonsepsi teoritikal berupa kesalahan dalam mendefinisikan PLSV, kesalahan dalam menyederhanakan persamaan dengan menerapkan sifat distributif, dan kesalahan dalam menyederhanakan persamaan dengan operasi aljabar. Adapun faktor penyebab terjadinya miskonsepsi siswa pada materi PLSV, yaitu: 1) pemahaman konsep dasar yang keliru; 2) alasan yang tidak lengkap atau salah; 3) pemikiran asosiatif, 4) intuisi yang salah; 5) kesalahan dalam memahami soal; 6) pengalaman belajar yang kurang
Integrating realistic mathematics education and deep-learning approaches into an e-comic
At the upper primary level, mathematics becomes more abstract and can be particularly difficult for students, especially when learning integers. Teachers, therefore, need effective media to support students’ conceptual understanding. One such medium is the use of e-comics that integrate real-life contexts through the Realistic Mathematics Education (RME) approach and are supported by deep-learning principles to promote deeper understanding. This study explores teachers’ and students’ responses to the use of RME- and deep-learning-based e-comics in classroom learning and examines their effectiveness in improving students’ understanding of integer concepts, in SDN 188/IV Jambi. Data were collected using practical questionnaires, pre- and post-tests, and interviews. Quantitative data were analyzed descriptively and using N-gain analysis, while qualitative data were analyzed through data reduction and interpretation. The results indicate that the e-comic is practical for classroom use and effective in enhancing students’ conceptual understanding
Pengembangan media pocket book JAHITAN berbasis kearifan lokal pada materi matematika kelas IX SMP
Low mathematics learning outcomes at the junior high school level indicate that the learning media used are not yet contextualized to students’ local experiences. This research aimed to develop the JAHITAN Pocket Book, grounded in local wisdom, as a mathematics learning resource that meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness. This study applied an R&D method using the ADDIE framework, consisting of five sequential phases, i.e., analysis, design, development, implementation, and evaluation. The participants consisted of 17 ninth-grade students from SMP Negeri Satu Atap 2 Kuala Pembuang. The validation phase indicated that the product was highly feasible, receiving 100% from material experts, 80% from media experts, and 90% from language experts. The practicality assessment received an average of 96% from teachers and 87.18% from students, both of which were classified as very practical. Meanwhile, the effectiveness evaluation on cognitive outcomes reached 78%, supported by an N-Gain value of 0.78 in the high category. Non-cognitive aspects also showed effectiveness, with learning enthusiasm at 90%, activeness at 90.20%, and skills at 94.31%. These results indicated that the locally grounded Pocket Book JAHITAN is feasible to use as a mathematics learning medium that enhances students’ learning outcomes and character development
Analisis kesalahan siswa SD dalam menyelesaikan soal kombinatorika Gema Lomba Matematika Tahun 2025 berdasarkan teori Newman
Gema Lomba Matematika (GLM) merupakan kompetisi olimpiade matematika tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Matematika, Universitas Pendidikan Ganesha. Dalam kompetisi ini menyajikan soal tipe Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang bertujuan mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan penyebab kesalahan yang dilakukan oleh siswa semifinalis GLM tingkat SD tahun 2025 dalam menyelesaikan soal HOTS pada materi kombinatorika. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dan subjek dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang mencakup masing-masing 2 siswa dengan nilai tertinggi, menengah, dan rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara dan analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan utama siswa disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap konsep yang berkaitan dengan soal. Berdasarkan wawancara, faktor penyebab kesalahan meliputi minimnya pemahaman konsep, ketidakmampuan dalam merancang strategi penyelesaian, serta kepanikan saat mengerjakan soal. Hasil analisis menunjukkan bahwa kesalahan terjadi pada proses memahami masalah (33%), kesalahan transformasi (17%), kesalahan dalam proses penyelesaian (50%). Analisis ini mengindikasikan bahwa proses berpikir sistematis dan pemahaman konsep menjadi tantangan utama siswa dalam menyelesaikan soal kombinatorika tipe HOTS. Melalui analisis ini diharapkan guru atau pembina dapat melakukan pembinaan yang lebih menekankan pada pemahaman konsep dan latihan penyelesaian soal HOTS
Eksplorasi etnomatematika pada rumah adat Seddi Ariri To Manurung kabupaten Enrekang
Etnomatematika menjadi suatu pendekatan ilmu pengetahuan matematika yang terintegrasi dengan nilai-nilai kebudayaan dalam suatu fenomena. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna filosofi yang terdapat pada rumah adat Seddi Ariri To Manurung, untuk memperlihatkan aktivitas etnomatematika pada rumah adat Seddi Ariri To Manurung, dan mengenalkan konsep geometri pada bangunan rumah adat Seddi Ariri To Manurung. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Lokasi penelitian terletak di desa Limbuang, kecamatan Maiwa, kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Hasil penelitian diperoleh bahwa rumah adat Seddi Ariri To Manurung memiliki makna filosofi yang berkaitan dengan angka 1 dan 12 pada elemen dan struktur bangunan rumah. Terdapat aktivitas etnomatematika berupa perhitungan dan pengukuran dan terdapat konsep geometri pada rumah adat Seddi Ariri To Manurung diantaranya konsep geometri hubungan antara dua garis. Hasil ini juga memperlihatkan konsep geometri bangun datar dan ruang diantaranya segitiga, persegi panjang, trapesium, belah ketupat, lingkaran, prisma segitiga, balok, limas segitiga, dan bola. Terdapat pula konsep geometri transformasi yaitu konsep translasi dan konsep dilatasi. Implikasi penelitian ini bahwa konsep geometri dapat dieksplorasi melalui kebudayaan berupa rumah adat Seddi Ariri To Manurung di kabupaten Enrekang karena memiliki desain struktural yang unik sehingga mampu menjadi media pembelajaran yang menarik
Penerapan pendekatan matematika realistik untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 43 Medan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 43 Medan dengan penerapan pendekatan matematika realistik dan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis melalui pendekatan matematika realistik mencapai minimal tuntas secara klasikal (≥ 85%). Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII-7 di SMP Negeri 43 Medan Tahun Pelajaran 2024/2025. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII-7 SMP Negeri 43 Medan mengalami peningkatan dan mencapai minimal tuntas secara klasikal (≥85%) setelah diterapkannya pendekatan matematika realistik. Rata-rata tes awal adalah 43,20 (kategori kurang). Pada siklus I melalui penerapan pendekatan matematika realistik, rata-rata kelas naik menjadi 68,40 (kategori cukup). Kemudian setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, meningkat menjadi 84,33 (kategori baik). Saat tes awal ketuntasan belajar siswa secara klasikal hanya 14,81%, setelah pemberian tindakan meningkat menjadi 54,16%. Kemudian pada siklus II meningkat menjadi 92% yang artinya sudah mencapai minimal tuntas secara klasikal
Development of learning animation media to improve students' mathematical understanding
Mathematical comprehension ability is essential for students to achieve proficiency in mastering mathematical material. Innovation is needed, such as using animated learning media that can display illustrations visually to increase student interest. The purpose of this study was to develop valid and effective animated video learning media to improve the mathematical comprehension ability of grade VIII students. The method used was the Research and Development with the Bergman & Moore model. The instruments were questionnaires and tests. The study results showed that the learning animation video was valid and interesting with a percentage of validation by material experts of 81,3% (valid of a good predicate) and media experts of 89% (valid of a good predicate). The learning animation video effectively improved students' mathematical understanding abilities with an average class N-Gain score of 0,58 (moderate)
Studi kasus kesulitan siswa dalam mengonstruksi model matematika pada materi SPLDV
Penelitian ini mengkaji secara mendalam kesulitan yang dialami siswa kelas IX dalam mengonstruksi model matematika untuk soal cerita pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan menggunakan tes tertulis dan wawancara mendalam terhadap partisipan yang dipilih secara purposive sampling. Temuan utama menunjukkan bahwa kesulitan fundamental siswa tidak terletak pada pemahaman literal teks, melainkan pada tahap matematisasi, yakni kegagalan mentransformasikan informasi naratif menjadi sistem persamaan yang valid. Analisis lebih lanjut mengidentifikasi tiga akar masalah: (1) hambatan epistemologis yang berkaitan dengan pemahaman sifat abstrak aljabar; (2) hambatan didaktis akibat dominasi pengajaran prosedural; dan (3) faktor psikologis seperti kecemasan terhadap matematika. Sebagai implikasi, penelitian ini merekomendasikan pergeseran paradigma pedagogis menuju pembelajaran kontekstual (CTL) yang berfokus pada pemodelan, integrasi teknologi sebagai jembatan kognitif, serta penguatan dukungan sistemik melalui asesmen berbasis proses dan pengembangan profesional guru yang berkelanjutan
Literasi matematika siswa SMP Negeri Makassar ditinjau dari domain proses, konten, dan konteks PISA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa SMP Negeri di Kota Makassar berdasarkan tiga domain literasi matematika PISA, yaitu proses, konten, dan konteks. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei kuantitatif pada 12 SMP Negeri yang dipilih melalui stratified random sampling berdasarkan level sekolah. Instrumen penelitian berupa 12 butir soal uraian literasi matematika yang telah divalidasi dan memiliki reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,812. Data dianalisis menggunakan estimasi interval untuk menentukan rata-rata kemampuan literasi matematika populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa secara umum berada pada kategori rendah dengan estimasi interval 7,16–8,18 dari skor maksimal 24. Pada domain proses, formulate dan interpret berada pada kategori rendah, sedangkan employ berada pada kategori sedang. Pada domain konten, Change & Relationship dan Space & Shape merupakan konten dengan kategori rendah. Pada domain konteks, scientific menjadi konteks dengan kategori terendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam merumuskan masalah kontekstual, memahami struktur matematika, dan menafsirkan solusi ke dalam situasi nyata. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pembelajaran yang lebih menekankan pemodelan matematika, pemberian soal kontekstual yang variatif, serta penguatan materi geometri dan fungsi berdasarkan situasi kehidupan sehari-hari
Studi komparatif model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) melalui pendekatan saintifik dan pendekatan problem solving pada pembelajaran matematika
Berdasarkan pengalaman peneliti saat mengikuti Program Kampus Mengajar, ditemukan bahwa peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep matematika dan memecahkan masalah saat diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dengan pendekatan saintifik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan lain untuk meningkatkan pemahaman dan prestasi belajar siswa, salah satunya pendekatan berbasis pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD melalui pendekatan saintifik dan problem solving dalam pembelajaran matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan data kuantitatif dan rancangan kuasi eksperimen pretest-posttest control group design. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pretest dan posttest. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen (33 siswa) dan kelas kontrol (31 siswa). Teknik analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan uji independent sample t-test. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai P value sebesar 0,495 yang berarti melebihi 0,05 sehingga hipotesis awal diterima. Kesimpulannya, tidak ada perbedaan signifikan dalam prestasi belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol